Indonesia
NovelToon NovelToon

Kepincut Janda Anak 2

bab 1 meninggal nya suami rania

Mas kamu kenapa mas bangun Rania gemetar karna Arman tiba tiba jatuh mas tolong bangun jangan nakutin aku mas bangun.

Tolong tolong tetangga berdatangan dan membawa Arman ke rumah sakit,Rania tidak berhenti menangis karna shock tiba tiba Rania pingsan.

"Rania bangun nak kasian anakmu menunggumu ayo bangun", Rania dengan mata sembab mata yang masih blur melihat sekelilingnya putih semua.aku dimana ibu ko aku bisa ada disini.

Dimana mas Arman Bu, ibu Rania menangis mendengar pertanyaan anaknya dimana mas Arman Bu tolong jawab Rania mas Arman baik baik saja kan Bu.

Ibu Rania hanya bisa menangis tenang dulu nak tenangkan dirimu,tidak Bu mana bisa Rania tenang kalau belum tau keadaan mas Arman Rania menangis sejadi jadinya.

Mas mas kamu dimana mas semua orang melihat Rania dengan penampilan sangat kacu,semua melihat Rania dengan prihatin karna semua orang sudah tau bahwa suami rania sudah meninggal.

Rania terpaku melihat seseorang di depan nya Rania gemetar melihat ibu mertuanya menangis karna didepan nya seseorang yang sudah terbujur kaku dengan di tutup kain.

Ibu mas Arman kenapa ibu mas bangun apa kamu mau ninggalin aku, sungguh Rania seperti orang kesurupan berteriak memanggil suaminya.

"Mass.... Bangun mas apa kamu mau ninggalin aku dan anak anak sambil memukul mukul jenazah suaminya."

Tangisan Rania melemah dengan suara lirih

"Rania mas.. Kenapa begitu mendadak meninggalkan ku kamu tadi malam baik baik saja,kalau sakit kenapa kamu gak cerita mas."

Semua orang menangis mendengar jeritan Rania sungguh menyayat hati,sudah nak ayo kita urus jenazah suamimu kasian.tidak tidak ada yang boleh menyentuh suamiku dia baik baik saja tolong jangan sentuh suamiku Rania menangis histeris berteriak.

Rania jangan seperti ini kamu harus ikhlas Rania,tidak ibu tidak aku gak mau kehilangan mas Arman Bu tolong ibu.ibu Rania memeluk Rania sungguh malang nasib anaknya.

Ambulan membawa suaminya Rania bersama Rania disampingnya sambil memeluk Arman anak anaknya belum tau ayah nya meninggal.

Mas apa yang harus ku katakan pada anak anak mas apa kamu gak mau bangun mas bisikan Rania sudah melemah sisa sisa air mata nya sudah mengering.

"Mass... Tolong bangun mas aku harus bagaiman membesarkan Mereka aku takut tidak bisa mendidik mereka ayooo bangun mas Rania dengan terisak didepan jenazah suaminya tangisan histeris Rania kembali terdengar ketika jenazah suaminya akan dimakamkan."

"Sudah Rania kamu harus ikhlas kasian suamimu ayoo bangun Jangan persulit jalannya"

"tapi aku bagaimana bu aku tidak bisa hidup tanpa mas Arman kenapa kamu ninggalin aku mass."

"Rania sudah kasian anakmu,ayo kita antarkan suamimu ke peristirahatan terakhirnya jangan terlalu lama Rania."

Dengan berat hati Rania harus kuat untuk mengantarkan suaminya ke peristirahatan terakhirnya.

"Bunda kenapa ayah harus meninggal kita semalam ayah baik baik saja"

Rania memeluk anak anaknya mereka menangis bertiga.sungguh berat ujian mu tuhan

kenapa kau ambil ayah mereka tuhan bagaimana aku harus menjadi ayah sekaligus ibu apa aku bisa tuhan ,jeritan hati Rania.

Iring iringan pengantar jenazah begitu banyak karna teman kerja Arman semuanya hadir.semua prosesi pemakaman selesai

Dan Rania tidak terduduk sambil memegang kayu nisan suaminya,mass tenang disana tolong kuatkan Rania disana.

bab 2 kesedihan Rania

  Dengan menatap keluar dari jendela Rania merenungi nasib nya,

"mas aku harus bagaiman sekarang aku seperti kehilangan arah mas kamu tega ninggalin aku."

"Bunda... kedua anak Rania langsung memeluknya aku rindu ayah" kata si bungsu

"kenapa Ayah ninggalin kita bunda?"

"kita harus ikhlas in ayah ya sayang doakan ayah semoga tenang disana kalian anak hebat bunda."

"Rania tahlilan nya mau di Adain sore ini apa

malam nanti" tanya ibu Rania

"malam nanti saja Bu biar anak anak malam nya tidak terlalu kesepian.baik ibu akan siapkan semuanya"

malam pun tiba banyak yang menghadiri pengajian nya para tetangga menguatkan Rania, selesai pengajian mereka pulang ke rumah masing masing.keadaan rumah kembali sepi hanya ada ibu dan ibu mertua Rania.

"Rania rencana kedepan mu mau bagaimana kalian tetap harus melanjutkan hidup" kata ibu Rania.

"mungkin Rania akan bekerja kembali Bu karna anak anak juga harus sekolah tabungan Rania tidak akan cukup,biar anak anak ikut sama ibu Rania saja biar dekat dengan sekolah mereka"

"Apa ibu tidak papa Rania menitipkan anak anak Rania ke ibu"

"tentu tidak Rania ibu senang karna ibu dirumah hanya dengan bapak mu saja biar anak anak sama ibu saja toh mereka juga sudah besar bisa mengurus dirinya sendiri ibu hanya mengawasinya saja."

"Terimakasih Bu Rania selalu merepotkan ibu saja"

"sudah tidak perlu jadi pikiran kamu fokus saja kalau kamu mau bekerja jangan memikirkan yang lain"

Rania mulai sibuk menyiapkan lamaran nya karna sudah sangat lama Rania tidak bekerja karna semenjak menikah Rania tidak diperbolehkan bekerja oleh suaminya.

Apapun kebutuhan nya selalu dicukupi oleh suaminya, meskipun bekerja biasa dikantornya tapi suaminya selalu bekerja keras memenuhi kebutuhan dirumah.

Aku harus mulai dari mana tuhan semoga tuhan mempermudah segala urusanku,Rania mengumpulkan berkas berkas dan mencari informasi kepada teman teman nya yang dulu tempat dia bekerja dan teman teman kuliah nya semoga ada yang memberikan informasi pekerjaan.

Meskipun masa Iddah Rania belum beres tapi Rania harus tetap melanjutkan hidupnya ada anak anak yang harus dia hidupi.

Ditengah lamunan Rania suara hp Rania berbunyi siapa yang nelpon

"hallo Rania ini aku Mira teman kuliah mu dulu"

"oh ya Mira apa kabarmu sudah lama aku tidak mendengar kabar mu?"

"Aku baik baik saja Rania apa kabarmu ku dengar suami meninggal aku turut berbelasungkawa Rania kamu yang kuat ya.iya terimakasih Mira ngomong ngomong kamu ada apa nelpon aku Mira"

"Oh iya aku sampai lupa aku dengar dari lita kamu sedang mencari pekerjaan ya Rania?"

"Iya Mira aku sedang mencari pekerjaan aku harus melanjutkan hidupku karena ada anak anak yang aku harus hidupi."

'Kebetulan di kantor ada lowongan jadi sekertaris Rania apa kamu mau, sekertaris lama resign karna mau lahiran, apa kamu mau kalau iya kamu kirimkan lamaran nya padaku biar aku kasih sama atasanku."

"Tentu saja semoga ini jalan untukku dan anak anakku Mira terimakasih kamu mau membantuku aku akan segera mengirimkan lamaranku kepadamu sekali lagi terimakasih Mira."

Rania langsung menyusun apa saja yang akan segera Rania kirimkan kepada teman nya.

Rania mengabarkan pada Mira kita bertemu di cafe dekat kampus kita dulu saja. Rania segera bergegas pergi dengan motor nya.

bab 3 pertemuan Rania dengan mira

Rania sampai lebih dulu di cafe dan sudah memesankan makanan untuk teman Rania tidak menunggu lama Mira pun datang

"hay Rania kamu apa kabar mereka saling berpelukkan."

"Ayo duduk Mira aku sudah pesankan makanan untukmu"

"ngomong ngomong kamu yang kuat ya Rania aku gak nyangka mas Arman akan meninggalkan mu secepat ini"

"Iya Mira mungkin ini sudah menjadi takdirku Rania" berusaha tegar

"anak anakmu sekarang tinggal bersama siapa Rania?"

"aku titipkan dulu sama ibuku Mira karna aku tidak tenang kalau harus meninggalkan mereka saat aku keluar rumah mencari pekerjaan."

"Syukurlah kamu masih mempunyai ibu Rania,"

"ya Mira ini lamaranku kalau ada kekurangannya langsung hubungi aku saja."

"Baik semoga berjodoh dengan pekerjaan mu ini Rania"

"akan ku usahakan meskipun umurku sudah tidak muda lagi semoga dengan pengalaman bekerjaku dulu dapat di pertimbangkan."

Rania menikah umur 25 tahun setalah lulus kuliah Rania langsung bekerja baru dua tahun Rania kerja Arman sudah melamar Rania, setelah menikah Rania dikaruniai langsung seorang putra bernama Rayan yang sekarang duduk kelas 3 sekolah dasar sedangkan adiknya yang hanya selisih satu tahun bernama Riani yang sekarang dibangku kelas dua SD.

Meskipun umur Rania tidak lagi muda tapi Rania tetap awet muda badan yang masih bagus muka yang masih terawat tidak terlihat seperti umur 30 an.

"Baik Mira kamu kabari aku lagi ya sekarang aku harus pulang dulu aku harus menjemput anak anak ku di rumah ibu ku"

"baik Rania semoga semuanya lancar ya. Mereka berpelukan dan Rania meninggalkan cafe"

sesampainya di rumah Rania disambut oleh anak anaknya, bunda aku kangen anak anak Rania langsung memeluk Rania iya bunda juga rindu kalian.

"apa kalian baik baik saja tidak menyusahkan nenek kalian,"

"tidak Rania mereka anak anak yang pintar ibu tidak merasa direpotkan dengan mereka."

"Ayoo masuk sudah hampir Maghrib kamu makan dulu Rania"

"enggak Bu Rania sudah makan Rania mau ke kamar dulu saja mau bersih bersih dulu."

ibu Rania ayah nya mereka sedang berkumpul

"Rania bagaimana kamu sudah mendapatkan pekerjaan?" Tanya ayah Rania

"belum ayah cuma tadi ada temen kuliah Rania ada lowongan ditempat dia bekerja dan Rania baru menitipkan lamaran nya tadi semoga berjodoh dengan pekerjaan ini ayah."

"Iya semoga saja sebenarnya ayah masih sanggup untuk membiayai mu dan anak anak kamu tidak bekerja pun tidak apa apa Rania."

"Tidak ayah tapi terimakasih sebelumnya nya tapi itu anak anak Rania Rania harus bertanggungjawab tidak mau membebani ayah meskipun ayah sanggup."

"Ayah dukung saja keputusan Rania biar semuanya diberi kelancaran,ayah Rania mengangguk dan mengusap kepala Rania."

"Rania kamu pindah saja dulu ke rumah ini biar nanti kamu kerja kamu tidak perlu bolak balik mengantarkan anak anakmu kalian kalau pulang kalau libur saja biar kamu gak capek nak."

"Tapi Bu Rania tidak ingin meninggalkan rumah itu rumah itu terlalu banyak kenangannya Rania menangis kembali mengingat kenangan manis dengan suaminya."

Suami yang sangat sayang kepada keluarga nya Rania tidak mempunyai celah untuk mengeluh tentang suaminya karna suaminya selalu mendukung nya, selalu membantu pekerjaan rumah karna tidak ingin Rania kecapean.

Rania sungguh tidak bisa melupakan kenangannya bersama suaminya terlalu banyak kenangan indah di dalam rumah tangga nya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!