Indonesia
NovelToon NovelToon

OBSESSION SANG TUAN MUDA

Bab. 1 obsesif

Di sebuah apartemen terdapat lah sebuah keluarga kecil yang sedang berlibur sambil perjalanan bisnis, Elena dan Melvin dikaruniai seorang putri Alesha Calista Maira, di panggil dengan sebutan Alesha, Alesha berumur 18 tahun masih duduk di jenjang pendidikan terakhir, Alesha gadis yang penakut, polos, dan pendiam , Alesha pendiam dengan orang yang baru iya kenal tapi kalau menurut nya sudah dekat dengan nya iya begitu banyak bicara seperti dengan Mami dan Dedy nya, karena menurut nya iya merasa nyaman dan aman

Di pagi hari keluarga itu sedang melakukan sarapan pagi dengan hikmah dan penuh dengan canda tawa, karena kelakuan putri mereka yang sangat menggemaskan

"Dedy hari ini pergi ke kantornya , taya nya sembari menyuap kan roti bakar kesukaan nya , Melvin pun melihat kearah putri nya " Iya sayang apa kamu mau ikut atau tinggal sama Mami, jawab Melvin sembari mengelus rambut putri nya

"Sini saja sayang, ngapain ikut Dedy pasti disana sangat membosankan ,Dedy akan sibuk dengan pekerjaan nya, ujar Elena yang mantap putri semata wayang nya " Benar juga kata Mami, Dedy Alesha sama Mami saja, Dedy pergilah, tapi Dedy cepat balik nya biar kita jalan jalan, ujar Alesha tersenyum

"Dedy usahain cepat ya, kerjaan banyak sayang, atau gak Kamu sama Mami jalan jalan saja duluan nanti Dedy nyusul gimana, gak papa kan gak ada Dedy, ujar Melvin " Gak papa Sayang Kamu pergi saja kalau udah selesai nyusul ,palingan Kami cuma mau belanja saja kalau nanti jauh baru sama kamu, ujar Elena kepada Melvin

"Iya Dedy gak Papa kok Dedy fokus kerja saja , biar cepat kita bisa jalan jalan bareng, ujar Alesha memeluk Dedy nya , " Gemes banget putri ku ini nurun kamu sayang, kayak nya sifat kamu nurun semua ke putri Kita, gak ada yang nurun Aku, Aku kebagian buat doang, ujar Melvin mencium pipi buat putri nya

"Gak semua kok ,pintar sama ngeselin nya nurun kamu banget, terus hidung sama alisnya nurun kamu bagus Aku suka, ujar Elena, " Semua yang ada pada Alesha nurun Dedy sama Mami ,Alesha beruntung banget bisa di lahirkan sama Mami yang cantik terus dibesarkan oleh Dedy yang ganteng banget paket lengkap, ujar Alesha tersenyum

"Masa Dedy ganteng banget, terus Mami cantik aja gak cantik banget, pilih kasih banget Kamu sayang, mentang mentang Dedy Kamu mau beliin apa yang Kamu mau, Kamu sayang Dedy Kamu dari pada Mami, gak adil deh, ujar Elena yang memasang wajah cemberut, " Hehe jangan cemberut dong, Mami cantik banget lebih cantik dari pada perempuan mana pun kan Dedy, ujar Alesha yang enggang melepaskan pelukan dari Dedy nya

"Lebih cantik kan Mami apa selingkuhan Dedy Kamu, " Emang dedy punya selingkuhan ya, ujar Alesha yang menatap Melvin

"Dedy gak selingkuh sayang Mami Kamu bercanda, ujar Melvin cepat takut Alesha salah paham terhadap nya, " Mau tau gak selingkuhan Dedy, ujar Elena dengan wajah serius nya

"Siapa sayang Aku gak pernah seperti itu, ujar Melvin, " selingkuhan Kamu itu yang lahir dari rahim ku, ujar Elena

"Kenapa Alesha, ? taya Melvin, " Tuh lihat dari tadi Dia terus meluk Kamu, setiap hari malahan, Kamu lagi pulang dari kantor yang Kamu peluk putri Kamu terus, harus nya Kamu peluk Aku juga, ini gak Kamu peluk Dia terus, ujar Elena yang membuat Melvin dan Alesha tersenyum melihat wajah menggemaskan Elana

"kamu cemburu sama putri Kamu sendiri sayang, kan Kamu juga Aku peluk pas Kita tidur lebih lama sama Kamu dong , semalaman kurang sayang hmm, ujar Melvin terkekeh, " Kurang dong, harus nya Alesha peluk Mami juga jangan Dedy aja, sering banget peluk Mami nya, ujar Elena sembari tersenyum

"Alesha akan peluk Mami sama Dedy terus oke, Mami jangan marah, ujar Alesha yang beralih memeluk Mami tercinta nya, " Mami gak marah sayang, Mami juga pengen di peluk sama putri Mami yang manis dan menggemaskan ini, ujar Elena yang membalas pelukan Putri nya

"kalau gitu Dedy berangkat dulu, kalian hati hati kalau jalan jalan hmm, ujar Melvin yang mencium kening istri dan juga putri nya, " Iya sayang Kamu juga baik baik nya, ujar Elena tersenyum kepada suaminya tersayang nya

"Aku pergi , Dante sudah menunggu Ku di bawah ,ujar Melvin yang keluar dari dalam apartemen

Di sore hari nya Elana dan Alesha baru saja sampai di pusat perbelanjaan yang begitu besar

Elana dan Alesha pun mulai masuk kedalam toko , mulai dari pakaian , tas , sepatu, dan lain, toko nya pun tidak biasa toko branded semua, biasalah istri dan anak konglomerat jadi belanja pun gak ingat harga , Author sampe cengengesan pengen banget dapat suami kaya heheh, udah lanjut ke cerita

Mereka berdua mengelilingi moll begitu lama hingga sepat nonton bioskop dan ke area bermain, hingga ketika kaki Mereka tidak sanggup berjalan, Mereka memutuskan untuk pulang karena ini juga sudah larut malam mereka pastikan Melvin sudah di apartemen menunggu Mereka

Tidak lama di perjalanan Mereka pun sampai di lobi apartemen dan Mereka juga melihat Melvin yang baru saja pulang , lalu Mereka jalan menghampiri Melvin dengan menenteng banyak paper beg dengan berbagai merek mahal

" Sayang Kamu baru pulang,? taya Elena yang berjalan di samping Melvin, sedangkan Alesha Ia langsung memeluk Dedy nya dan memejamkan matanya karena Ia sangat lelah dan mengantuk berat

Alesha memang begitu mungil jadi kalau di peluk sama Melvin yang notabene punya badan yang sempurna berotot dan sixpack, Alesha langsung hilang Dia emang kicik sebatas dada Dedy nya sama kayak Mami nya

"Dedy Alesha capek banget ngantuk, ujar alesha yang tidak membuka mata nya dan masih memeluk Dedy nya , " Tutu sayang nya Dedy capek nya, putri Dedy sudah sekarang sudah besar, sudah bisa habiskan duit Dedy sama Mami, ujar Melvin yang terkekeh melihat wajah lelah putri nya

"Sudah sayang, ayok masuk kayak nya Alesha sudah mengantuk, ujar Elena yang mengelus rambut Alesha, "Yaudah ayok masuk sayang mau jalan sendiri hmm,? taya Melvin kepada Alesha

" Alesha jalan sendiri saja Dedy, Alesha malu kalau harus di gendong Dedy terus Alesha kan sudah besar, ujar Alesha yang membuat Elana dan Melvin tertawa

Mereka bertiga pun masuk kedalam apartemen, setelah itu Alesha pun pamit untuk masuk kedalam kamar nya mau tidur ngantuk,

Alesha pun melepaskan sepatu nya dan kemudian langsung naik ke atas kasur karena iya sudah sangat mengantuk kemudian iya pun memejamkan matanya

Tidak lama kemudian sebuah pesan pun masuk di handphone nya, Alesha pun terbangun dan iya pun melihat pesan tersebut

Unknown

"Kamu gak mandi sayang, kenapa langsung tidur hmm

Anda

" Kamu siapa Alesha gak kenal kamu

Unknown

"Gak papa gadis kecil, sayang ku gak usah kenal Aku ada waktu nya kita kenalan hmm

Anda

" Kamu siapa, ada keperluan apa ngirim pesan ke Alesha

Unknown

"Gak ada apa apa sayang, Aku haya memastikan gadis manis ku tidur dengan baik dan mimpi indah

Anda

" Apa maksud mu, kamu jangan takuti Alesha ya , Alesha laporin Dedy Alesha

Unknown

"Boleh sayang laporin saja, sudah kamu tidur lah, gadis ku gak boleh tidur terlambat nanti sakit sayang

Unknown

" Kamu ganti baju dulu sayang baru tidur lagi, gak sehat baju habis dari luar di pakai tidur hmm

Anda

"Jangan atur atur Alesha

Unknown

" Aku gak ngatur kamu sayang, Aku hanya memastikan Kamu nyaman, sudah tidur hmm mimpi indah gadis ku, milik ku

Alesha pun tercengang iya pun mematikan handphone nya dan kemudian iya pun menutup diri nya dengan selimut dengan gemetar kemudian iya pun mulai menangis, iya takut kenapa pri itu tau dirinya tidak menganti pakaian

"Alesha harus bilang sama Dedy besok hiks hiks, " ujar Alesha pelan, dan kemudian iya memejamkan matanya agar tertidur

Bab 2. Obsesif

Alesha pun tercengang iya pun mematikan handphone nya dan kemudian iya pun menutup diri nya dengan selimut dengan gemetar kemudian iya pun mulai menangis, iya takut kenapa pria itu tau dirinya tidak menganti pakaian

"Alesha harus bilang sama Dedy besok hiks hiks, " ujar Alesha pelan, dan kemudian iya memejamkan matanya agar tertidur

Di sebuah ruangan yang bernuansa klasik mewah seorang pria sedang duduk di sebuah kursi sembari melihat kearah leptop sembari tersenyum

"Jangan takut sayang, Aku gak bakal nyakitin kamu, Aku haya ingin Kamu berada di sisi ku hidup bersama ku, sayang Aku gak sabar membawa mu kesini, mengikat mu jika kau berani kabur dari ku

" Aku suka aroma tubuh mu sayang, kau membuat ku gila sayang, ah kau gadis penakut tapi Aku suka dengan begitu Aku lebih mudah mendapatkan mu

"Tidur lah gadis manis Aku tidak akan mengganggumu ,walaupun Kamu tidak menuruti perintah ku sayang ,tapi tidak apa kedepan nya kamu tidak usah pakai baju sayang biar Aku yang akan menghangatkan Mu

Di keesokan hari nya

" Alesha sayang bangun sudah pagi , ujar Elena yang mengelus rambut putri nya yang masih memejamkan mata nya , "Alesha masih ngantuk Mami, kepala Alesha pusing,jawab Alesha

" Kepala Kamu pusing, Kamu kenapa , ujar Elena , Alesha pun membuka mata nya dan menatap Mami nya, "Mami badan Alesha sakit kepala Alesha juga, ujar Alesha

" Ya ampun sayang kamu demam badan Kamu juga panas, bentar nya Mami ambil kompres di luar, ujar Elena yang keluar dari dalam kamar dan menuju laci yang ada di ruang tamu, "Sayang Alesha mana , belum bangun,? taya Melvin yang menghampiri istri nya

" Alesha sakit sayang Dia demam , ujar Elena, "Dia demam ayok Kita lihat, " ujar Melvin khawatir iya memang sangat takut kalau putri nya sakit mau itu penyakit sekecil apa pun

Mereka berdua pun masuk kedalam kamar Alesha dan kemudian duduk di tepi kasur

"Sayang kenapa gak Papa kan, bagian mana yang sakit hmm,? taya Melvin yang mencium kening putri nya yang terbaring dengan wajah yang pucat , " Alesha gak papa Dedy haya badan sama kepala Alesha sakit,jawab Alesha

"Kita ke dokter aja nya biar Kamu di periksa, ujar Melvin, "Gak usah Dedy Alesha cuma demam bukan sekarat, jawab Alesha membuat Melvin dan Elena tertawa

" Tapi bagaimanapun Dedy khawatir sayang , nanti kalau Kamu sudah semakin sakit bilang nya Kita kerumah sakit hmm, ujar Melvin, "Iya Dedy, jawab Alesha tersenyum

"Mami sama Dedy gak jadi pergi ke kantor buat meeting,? taya Alesha, " gak mungkin dong sayang Kami ninggalin putri Kami yang lagi sakit ini, ujar Elena

"Mami Alesha cuma demam, kalian gak papa kok ninggalin Alesha, Alesha bisa sendiri, ujar Alesha , " Gak sayang Dedy sama Mami tetap di sini jagain kamu lagian di luar hujan deras Kami takut Kamu kenapa napa, Kamu kan takut petir, ujar Melvin

"Yaudah terserah Mami sama Dedy saja, tapi gak akan kenapa napa kan kalau Dedy sama Mami gak ikut meeting nya,? taya Alesha iya takut kalau Dedy dan Mami nya kena masalah makin lama lagi urusan pekerjaan nya, gak jadi liburan

" Haha gak kenap nepa kok sayang Mami sama Dedy tetap bisa ikut meeting di rumah gak usah kekantor, ujar Elena tertawa, "Dedy tau pasti putri Dedy ini mau jalan jalan kan, besok pekerjaan Dedy sudah selesai kita bisa pergi jalan jalan hmm, ujar Melvin

" Dedy beneran gak bohong kan sama Alesha nanti Dedy bilang kayak gitu biar Alesha cepat pulih, ujar Alesha, "Gak sayang Dedy benaran, Alesha juga harus sembuh biar bisa jalan jalan kemanapun Alesha mau hmm, ujar Melvin

" Makasih Dedy Mami, Alesha begitu beruntung banget punya Dedy sama Mami yang sayang sama Alesha, Mami sama Dedy jangan pernah tinggalin Alesha nya , ujar Alesha yang kemudian memeluk kedua orang tuanya, "Iya sayang Kami gak akan pernah tinggalin Alesha sendiri hmm, Mami sama Dedy akan terus sama Alesha sampai Alesha puya suami, dan puya anak juga Dedy sama Mami pengen banget gendong cucu pasti gemes kayak putri Mami ini, "ujar Elena

" Hehe Dedy sama Mami harus nunggu cucu 10 tahun lagi, ujar Alesha terkekeh, "Lama banget sayang keburu Dedy Kamu tua gak bisa gendong cucu lagi nanti sakit pinggang, ujar Elena tertawa lepas

" Mami jangan gitu Dedy Alesha ganteng banget, padahal Alesha sudah sebesar ini tapi Dedy masih kayak anak remaja aja, ujar Alesha yang menatap wajah Dedy nya , "Tuh dengar sayang putri Kita saja mengakui Dedy nya ganteng masa Kamu gak, ujar Melvin yang bangga atas pujian yang di lontarkan putri nya

" Iya iya suami ku yang ganteng banget, ujar Elena tersenyum memang iya akui suami nya ini memang ganteng gak kelihatan tua nya, "istri ku juga cantik banget beruntung banget Aku bisa dapatkan Kamu dan Kamu sudah melahirkan Putri semanis Alesha, ujar melvin

" Hehe Makasih sayang Kamu sudah jadi suami yang baik buat Aku dan udah jadi Dedy yang baik buat putri Kita, "Iya sayang sama sama, Alesha kalau sudah dapat suami harus kayak Dedy nya, ujar Melvin

" Siap Dedy, ujar Alesha, "yaudah Dedy sama Mami ke kamar dulu nya mau meeting Kamu tidur nya biar cepat sembuh kalau ada apa apa panggil Kami, ujar Melvin

" Iya Dedy, jawab Alesha yang merebahkan badan nya dan kemudian memejamkan mata nya, Melvin pun menyelimuti Alesha hingga sebatas bahu kemudian iya pun mencium kening putri nya, "Cepat sembuh sayang Dedy, ujar Melvin yang kemudian keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju kamar nya beserta dengan Elena mereka pun mulai Meeting di layar laptop

20 Menit kemudian Alesha tidak kunjung tertidur juga iya pun , iya pun mengambil handphone nya dan mendapatkan sebuah pesan dari nomor semalam yang sudah iya blokir tapi pas iya buka notif nya anda membuka blokir, iya pun membuka isi pesan nya

Unknown

" Kamu demam sayang.

Anda

"Kamu lagi , siapa Kamu.

Unknown

" Sudah kubilang sayang, belum saat nya Kamu mengenal Aku, tunggu beberapa hari lagi nya sayang.

Anda

"Maksud Kamu apa.

Unknown

" Gak apa apa sayang , sudah Kamu tidur lah biar cepat sembuh, Aku gak mau lihat Kamu sakit .

Anda

"Bukan urusan Kamu.

Unknown

" Gadis ku ini rupa nya keras kepala juga nya, tapi gak papa sayang Aku suka semau yang ada pada mu gadis manis.

Anda

"Gak usah panggil Alesha sayang, gak ada yang panggil Alesha sayang selain Dedy sama Mami Alesha Kamu siapa.

Unknown

" Yaudah Kalau sayang ku ini gak mau di panggil sayang kita ganti Beby, atau Angel .

Anda

"Tidak kedua nya Alesha gak mau di panggil itu, Kamu gak usah ngirim pesan lagi sama Alesha.

Unknown

" Baiklah Beby Aku gak mau berdebat sama Kamu, kamu tidak akan pernah bisa perintah sama Aku, Kamu milikku, Aku tidak akan melepas kan mu sampai kapan pun.

Unknown

"Tidur lah Beby, Aku akan melihat mu dari jauh, mimpi indah.

Bersambung

thank you sudah baca cerita oyen 😊

Bab 3.Obsesif

Di sore hari nya Elena, Melvin dan juga Alesha, kini Mereka sedang dalam perjalanan menuju sebuah danau yang ada di pusat kota negara tersebut, perjalanan ke sana menempuh sekitar 30 menit, dan Mereka tiba di sana terdapat banyak orang yang duduk disana dengan menggelarkan tikar ,dan menikmati sore Mereka sambil melihat matahari terbenam dengan suara aliran air danau yang begitu tenang

Elena pun melakukan hal yang sama, yaitu menggelarkan tikar dan menaruh berbagai makanan ringan dan buah buahan

"Mami es krim nya enak, Mami mau coba,? taya Alesha yang duduk di samping Mami nya , " Boleh sayang, jawab Elena yang memakan suapan es krim dari putri nya

"Enak benget sayang beneran, putri ku tidak pernah salah ya, ujar Elena, " lagi apa sayang saru banget, ucap Melvin yang baru saja duduk sehabis memarkirkan mobil

"Dedy sudah selesai parkir mobil nya,? taya Alesha, " Udah sayang, jawab Melvin

"Dedy mau cobain es krim nya, enak banget, ujar Alesha, " Dedy gak suka es krim sayang , ujar Melvin yang mengelus rambut putri nya

"Maaf Dedy Alesha lupa, ujar Alesha, " Gak papa , gimana sayang kamu suka dengan tempat ini,? taya Melvin kepada Alesha

"Suka banget, danau nya indah, jawab Alesha, " Indah dan cantik kayak putri Mami satu ini, ujar Elena tersenyum, mereka pun tertawa bahagia , siapa saja yang melihat keluarga ini sungguh begitu iri akan ke harmonisan dan canda tawa bahagia yang setiap hari terdengar

"Mami, Dedy , panggil Alesha yang bersandar pada bahu Mami nya , " Iya sayang kenapa, jawab Melvin, mereka pun menatap putri mereka secara inten

"Gimana kalau suatu saat Mami sama Dedy pergi jauh meninggal kan Alesha sendiri, pasti momen momen seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi, pasti Alesha akan rindu dengan kasih sayang yang kalian beri kepada Alesha, ujar Alesha, " shut , jangan ngomong gitu sayang Dedy sama Mami berjanji tidak akan meninggalkan putri satu satu nya Kami ini, ujar Elena

"Alesha selalu takut kalau membayangkan itu terjadi Mami, ujar Alesha, iya memang di landa gelisah beberapa hari ini seakan sesuatu akan terjadi, tapi yang paling iya takut yaitu kehilangan orang tua nya, karena tampa orang tua nya hidup seperti tidak ada artinya

"Jangan takut sayang, kita akan selalu bersama oke, walaupun takdir telah mengambil Dedy sama Mami, Alesha jangan pernah putus asa, putri Dedy tetap harus tumbuh menjadi anak yang pintar baik, dan harus jaga diri sama jaga kesehatan hmm, ujar Melvin yang mengambil alih memeluk putri nya

"Tapi Dedy tau kan Alesha penakut, Alesha gak sanggup hidup tampa Mami sama Dedy di samping Alesha, ujar Alesha yang menangis pelan, " Alesha jangan takut dengan hal itu dunia ini baik dan adil sayang, jadi Alesha jangan pernah takut untuk mengambil tindakan kedepan oke putri Dedy, jangan nangis lagi nya Dedy sama Mami akan tetap sama Alesha, sampai Alesha menemukan pasangan hidup Alesha, ujar Melvin yang menghapus air mata putri nya

"Iya Dedy, jawab Alesha tersenyum, " Gitu dong senyum kan tambah manis putri Dedy , kita harus menghabiskan waktu sore ini karena malam ini kita akan pulang , "ujar Melvin

" Dedy kita pulang malam ini , gak kerasa banget waktu nya, liburan sekolah Alesha sudah berakhir, ujar Alesha, "Gak papa sayang kapan kapan kita ke negara lain lagi oke, ucap Elena

" Iya Mami, jawab Alesha

Mereka pun menikmati sore itu hingga matahari nya terbenam sempurna

................

"Bukan orang tua mu yang akan meninggalkan mu, tapi kamu yang akan meninggalkan mereka sayang selama nya

" Tuan, jam penerbangan Mereka jam 10 malam

"Kau memanggil gadis saya apa

" Maaf tuan maksud saya nyonya Alesha

"Bagus dia nyonya Mu ,Kamu harus patuh pada nyonya Mu

" Baik tuan

"Sudah cukup main main nya sayang, waktu nya pulang ke tempat Kamu selama nya

"Siap kan mobil , saya mau jemput gadis kecil saya

.............................

Mereka bertiga kini sedang di jalan menuju bandara yang menempuh perjalanan sekitar 1 jam

" Kamu senang sayang mau pulang, ujar Elena kepada Alesha, "Seneng banget dong Mami Alesha udah gak sabar mau ketemu sama teman teman, jawab Alesha tersenyum

" Teman yang mana sayang,? taya Melvin sembari mengendarai mobil, "Teman Alesha banyak Dedy ada yang cowo sama ada yanng cewek juga, gak mungkin kan Alesha sebut semua yang ada Dedy pusing dengar nya hehe, jawab Alesha terkekeh dengan pertanyaan Dedy nya

" Jadi teman putri Dedy ada laki laki nya, udah pintar nya hahah, ujar Melvin tertawa, "Bukan nakal lagi sayang putri kita juga udah mulai kasmaran, kemarin pulang sekolah dia bawa seikat bunga lavender, Katanya dari teman cowok nya sambil pipi nya merah, ujar Elena yang semakin menggoda putri nya

" Ih Mami diam Alesha malu, Alesha gak suka sama siapa siapa Mami, Alesha cuma menghargai pemberian orang apalagi itu teman dekat Alesha, ujar Alesha, "Tuh merah lagi pipi nya, ganteng gak teman Cowok kamu itu,? taya Elena begitu jail

" Lumayan , jawab Alesha malu, "Haha lucu banget putri Mami kalau lagi malu malu, lebih ganteng teman Kamu apa Dedy Kamu,? taya Elena

" Tetap ganteng Dedy dong Dedy yang paling sempurna, apalagi otot-otot Dedy, laki laki lain kalah, jawab Alesha tertawa, Elena dan Melvin pun ikut tertawa

"Kedepan nya putri Dedy cari nya Lelaki berotot nya, yang kayak Dedy, ujar Melvin, " Siap Dedy hehe, jawab Alesha terkekeh

Di mobil lain nya

iya pun mendengar percakapan gadis manis nya yang selalu tertawa ,tapi iya sangat benci ketika gadis manis nya bilang cowok lain ganteng selain diri nya, apalagi cowok itu dengan berani nya memberikan bunga kepada gadis nya, tidak tau iya sedang berhadapan dengan siapa, dia sedang berhadapan dengan seorang yang berbahaya, orang tidak kenal kata ampun dan tidak ada rasa belah kasihan sama sekali , iya akan menghukum orang orang yang mengusiknya nya apalagi menyentuh milik nya, lelaki itu adalah, Aksara Aiden Naveen, orang terkaya dan berkuasa, iya juga pemimpin mafia gelap nya yang nurun dari kakek, Dedy nya hingga kini nurun ke dia

"Gadis ku sungguh nakal, menerima bunga dari lelaki lain bukan dari Aku, hmm Aku sedang memikirkan hukuman apa yang cocok buat gadis manis Ku , tapi Aku tidak ingin menyakitimu sayang, apa Aku harus menghukum mu dengan kenikmatan, yang akan membuat mu ketagihan, ujar Aiden tersenyum penuh arti

"Tuan hujan turun, kabut mulai datang pemberitahuan jalanan akan di tutup, ujar jek asisten pribadi Aiden sekaligus orang kepercayaan nya jek masih seumuran dengan Aiden yang umurnya sudah mau mencapai kepala tiga, umur Aiden saat ini 27 tahun

Author :Umur segitu sudah sangat menantang imam seseorang , apalagi Aiden yang memiliki otot yang bagus perut sixpack kulit nya yang halus , putih tapi ada tonjolan urat yang buat kita meleleh, Alesha Aiden gak kalah kok sama Dedy kamu, kalau kamu gak mau kasih Author saja hehe Author siap nampung kok 🤣🤣

Bersambung.

Thank you yang baca cerita oyen 😊

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!