Kediaman perdana menteri
di halaman yang luas dan bersih,disana terlihat seorang wanita sedang membersihkan halaman kediaman perdana menteri,dia menghapus keringat yang membahasi wajahnya,dan sesekali mendesah Karna kelelahan.bajunya yang terlihat compang-camping membuat wanita itu terlihat memprihatinkan.
Apalagi wajahnya yang kurus,membuat wanita itu seperti kekurangan gizi,dan itu benar wanita itu jarang mendapatkan jatah makanan, meski dia tinggal dirumah kakeknya.
" Hana ? Apa yang kamu lakukan disini ? " tanya seorang wanita yang sedang berjalan mendekati wanita yang bernama Hana.
Hana Kirana yang berusia 18 tahun, mendongak dan tersenyum saat melihat kedatangan bibinya.
"bibi,aku sedang membersihkan halaman,aku merasa sangat suntuk di dalam kamar,jadi aku memutuskan bersih-bersih disini " jawab Hana sambil meletakkan alat pembersih di tangan nya.
" ya ampun Hana,kenapa kamu harus repot-repot,ayo sebaiknya bibi mengantar mu kedalam kamar " ajak bibi nya dengan penuh perhatian.
karna merasa tidak enak menolak ajakan bibinya,Hana mengangguk dan akhirnya kedua wanita itu berjalan menuju kamar nya.
Tapi di pertengahan jalan,mereka malah mendengar suara desahan dari gudang belakang,Hana dan bibinya saling memandang.
" sungguh tidak tau malu,siapa yang melakukan hal hina itu di siang-siang begini,ayo kita lihat siapa yang ada di dalam " dengan wajah tidak senang,bibi Hana langsung berjalan mendekati gudang.
semakin dekat,suara desahan itu semakin terdengar jelas,dan itu membuat Hana tertunduk malu.
" pengawal cepat dobrak pintu nya ! " perintah bibi Hana.
Para pengawal langsung mendobrak pintu,saat dobrakan pertama pintu belum terbuka dan dobrakan kedua.
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
pintu itu terbuka lebar,Hana dan bibinya masuk,yang di ikuti oleh beberapa pelayan dan pengawal,setelah sampai di dalam,mereka semua terkejut saat melihat siapa yang ada di dalam gudang.
Deggggggggggggggg
bibi Hana yang bernama Maya terbelalak,dengan langkah lebar dia mendekati kedua pasangan tidak tau malu itu,dan.
Plakkkkkkkkkkkkkk
kedua pasangan yang tadinya asik dengan kegiatannya, terkejut saat tiba-tiba seseorang menampar wanita yang bernama Luna.
" Luna ! Kamu..kamu benar-benar tidak tau malu,,kamu membuat nama ibumu menjadi buruk,,anak sialan aku akan membunuh mu " teriak.bibi Hana.
Luna adalah putrinya,tanpa basa-basi dia langsung menjambak rambutnya, dan menampar nya berulang kali.
" ibu cukup ! Apa ibu akan berhenti menampar ku saat aku sudah mati ! " bentak Luna,dia memakai bajunya begitu juga dengan pria yang menjadi teman tidur nya.
"kamu..Luna anak pembawa sial,,kamu berani membentak ku,,aku benar-benar malu memiliki putri seperti mu,,kamu anak tidak tau malu " teriak Maya.
Dan teriakan nya membuat nenek dan kakek Hana datang,mereka begitu terkejut saat melihat penampilan Luna.
" apa yang terjadi? Dan kamu..Luna kenapa kamu ada di sini bersama dengan tuan muda Jensen ? " tanya neneknya dengan wajah bingung.
Sedangkan kakek nya yang seorang perdana menteri menggeleng dengan tatapan tajam.
" kenapa kamu masih bertanya, jelas-jelas cucu yang kamu manjakan itu sedang berbuat hina di dalam kediaman ku ! Luna kamu benar-benar mengecewakan ku ! kalian semua ikut aku ke ruangan aula ! " perintah sang kakek dengan nada tegas.
Mereka semua terdiam,dan berjalan menuju ruang aula, sedangkan Hana yang sejak tadi terdiam melirik Luna dan Jensen dengan wajah takut-takut.
" apa nenek dan kakek akan melimpahkan kesalahan Luna lagi padaku,jika itu benar mereka semua benar-benar tidak pernah menganggap ku sebagai keluarga," batin Hana dengan tangan mengepal.
Setelah sampai di ruang aula,semua orang langsung duduk, kecuali Hana karna dia sudah di peringatkan oleh nenek nya,agar tetap berdiri dan di larang duduk di kursi.
" jadi katakan yang sejujurnya,sejak kapan kalian melakukan nya ? " tanya kakek nya, dia menatap wajah Luna dan Jensen secara bergantian.
Luna yang tidak merasa bersalah sedikitpun, memegang tangan jensen dan menatap kakek nya dengan tidak suka.
" kakek bisakah kamu tidak marah-marah,dan aku berhubungan dengan Jensen sudah lama,bahkan kami sudah memutuskan akan menikah " jawab Luna.
Jensen tersenyum mengangguk,dia sudah lama merencanakan semuanya,agar dia bisa menjadi bagian anggota keluarga perdana menteri.
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
" tidak bisa ! Kamu tidak boleh menikah dengan nya,meski kalian sudah melakukan nya kakek tidak akan setuju kalian menikah ! " putus kakek nya.
si nenek mendengus dingin,dia menatap suaminya tajam yang membuat pria paruh baya itu mendesah kecil.
" suamiku jika Luna tidak menikah dengan Jensen,apa kata orang ? Dan aku tidak bisa menjamin Luna pasti akan hamil,jika semua orang mengetahui nya,,keluarga kita pasti akan menjadi buruk di mata semua orang " jelas nenek nya dengan nada dingin.
" benar,,aku akan tetap menikah dengan Jensen,karna kami saling mencintai " putus Luna sambil memeluk tangan jensen.
kakek nya menggertakkan giginya,dia terdiam sejenak hingga dia melirik Hana yang sedang berdiri di samping Maya.
" Luna dengarkan kakek,ini demi masa depan mu,bukankah kamu sudah kakek jodohkan dengan pangeran ketiga,,kamu tenang saja pernikahan ini akan tetap terjadi,tapi bukan kamu yang menikah dengan Jansen,tapi Hana,,kamu bisa berhubungan bebas dengan Jensen meski kamu sudah menikah dengan pangeran ketiga,,juga Hana akan membantu mu merawat anak-anak mu nanti " ucap kakek nya dengan tersenyum licik.
Luna terkejut,dia berdiri dan menatap Hana dengan tajam,setelah itu menatap Jensen dengan dingin.
" Jensen apa kamu memiliki hubungan dengan Hana ? " tanyanya dengan nada tinggi.
Jensen melotot,dia menggeleng dan menatap Hana dengan jijik,Luna yang salah paham melihat tatapan kekasihnya, langsung berjalan mendekati Hana dan.
Plakkkkkkkkkkkkkk
Hana terjatuh di bawah,dia menatap Luna dengan mata berkaca-kaca, sedangkan ibu Luna, Maya.yang melihat itu hanya terdiam saja.
" hana berani nya kamu menggoda kekasih ku,aku akan mencekik mu " teriak Luna,dia langsung menjambak rambut Hana,setelah itu mencekik nya dengan tersenyum lebar.
" tidak Luna..aku..aku tidak pernah menggoda kekasih mu,,, lepaskan aku Luna..lepas " Hana berusaha melepaskan cekikikan nya tapi tenaga nya tidak bisa mengalahkan tenaga Luna.
kakek,nenek,dan bibinya,hanya menatap kelakuan Luna dengan tatapan Santai,hingga Maya akhirnya membuka suara nya.
" berhenti! Luna duduklah " perintah ibunya,merasa puas memberikan pelajaran pada sepupu nya, akhirnya Luna kembali duduk.
Sedangkan Hana menangis dan menatap bibi nya dengan tatapan kecewa.
" dengarkan aku baik-baik, keputusan kakek mu sudah benar,biarkan Hana yang menikah dengan Jensen ! Kamu tenang saja pernikahan mereka hanya akan menutupi aib mu,kamu masih bisa berhubungan dengan Jensen,dan kamu Hana selama ini keluarga kami telah merawat mu dan membesarkan mu,sebagai balas Budi kamu harus membantu sepupu mu " ucap Maya dengan nada tegas.
Deggggggggggggggg
Hana saat itu kecewa,dia benar-benar kecewa,bibi yang selama ini perhatian padanya ternyata hanyalah sandiwara,dia tersenyum miris dan terisak kecil.
" anak sialan, kenapa kamu masih menangis,cepat kembali kedalam kamar mu,besok kamu harus menikah dengan Jensen." bentak nenek nya,dia menatap Hana dengan tidak suka.
Hana berdiri dan menatap Luna yang sedang bermesraan dengan kekasihnya,dan kemudian menatap kakeknya yang membuang muka,hingga pandangannya mengarah pada sang bibi,yang tidak menatapnya sama sekali.
" aku tau kalian yang telah merawat ku selama ini ! Tapi selama aku tinggal disini,setiap hari aku selalu memasak dan mencuci pakaian kalian semua ! Anggap saja makanan dan tempat tinggal ku di belakang gudang sebagai bayaran nya.dan aku tidak akan pernah mau menikah dengan Jensen ! Aku Hana lebih baik mati daripadanya harus menjadi budak kalian semua" teriak Hana,setelah itu dia langsung pergi dari sana.
" kurang ajar ! Anak sialan beraninya dia melawan ku,,suamiku sudah aku katakan dari dulu,, sebaiknya kamu mengusir nya dari kediaman ini ! Tapi kamu selalu mengatakan dia bisa kita manfaatkan,,tapi apa balasan nya " marah si nenek dengan wajah dingin.
" hah..sudahlah jangan bahas masalah ini, meski anak itu tidak mau menikah,kita akan tetap memaksa nya,, sebaiknya kita fikiran masalah Luna dengan pangeran ketiga,jangan sampai kabar Luna dan Jensen membuat pangeran ketiga memutuskan pernikahan ini " si kakek memijit pelipisnya karna begitu banyak masalah dalam keluarga nya.
" benar ibu,,jika pangeran ketiga membatalkan pernikahan ini,aku pasti akan merasa malu,,ini semua karna anak sialan ini "tunjuk Maya pada putrinya, tapi yang di tunjuk tidak perduli sama sekali.
tak...tak...tak...tak
tiba-tiba mereka melihat kedatangan salah satu pelayan,pelayan itu terlihat panik,dia langsung berlutut di hadapan perdana menteri/kakek Hana.
" ada apa ? " tanya nya saat melihat pelayan itu terlihat pucat.
" lapor tuan,,saya baru saja mendapatkan kabar jika pangeran ketiga mati keracunan,dan kaisar memerintahkan saya untuk menyampaikan kabar ini pada tuan " beritahu nya.
Deggggggggggggggg
semua orang yang ada disana terkejut,mereka berdiri dan saling memandang dengan wajah tegang nya.
" ini..hah.. apa yang terjadi,ini tidak mungkin kan ? " ucap sang kakek dengan terbata-bata.
" kakek bukankah ini bagus,dengan begitu aku tidak perlu lagi menikah dengan pangeran ketiga " acuh Luna dan memeluk Jensen.
Plakkkkkkkkkkkkkk
" Luna kamu benar-benar keterlaluan,jika orang lain mendengar ucapan mu,keluarga kita bisa di hukum mati,, Maya urus putrimu baik-baik,jangan sampai dia membuat keluarga ini hancur " setelah mengatakan itu,sang kakek pergi dari sana menuju istana,dia akan berbelasungkawa atas meninggalnya pengeran ketiga.
Luna yang di tampar merasa marah,dia mengelus pipinya,dan menatap kepergian kakek nya dengan tidak senang.
" Luna ikut aku kedalam kamar ! Dan Jensen sebaiknya kamu pulang, pernikahan mu dengan Lidya lain waktu saja kita bicarakan" ucap Maya,tanpa basa-basi dia langsung menarik tangan putrinya.
Jensen mengangguk,dia tersenyum senang karna akhirnya dia bisa menikah dengan Luna.
" ternyata rencana ku berhasil,ayah dan ibu pasti akan senang " batin Jensen,dia pergi tanpa berpamitan pada nenek Luna yang menatap kepergian nya.
" anak itu tidak tau sopan santun " ucap sang nenek dengan nada sinis.
***************
di malam harinya,Hana yang sedang merapikan tempat tidurnya,menatap kamar yang kecil itu dengan tersenyum miris,sudah lama dia tinggal disini,dan harus menahan dingin di malam hari,apalagi musim dingin dia akan menggigil setiap malam.
" ibu kenapa kamu tega meninggalkan ku,kamu juga begitu tega mengkhianati ayah, hikkkssssssssss,,ibu apakah ibu tidak pernah menyayangi ku sedikit saja ? " Isak nya disana,dia memeluk tubuhnya sendiri dan mengingat ibunya meninggalkan nya dan menikah dengan pria lain,saat itu umur nya masih 7 tahun,tapi ibunya malah tega meninggalkan nya dan harus menderita di rumah nenek nya.
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
Hana tersentak,saat pintu kamarnya di dobrak, ternyata yang datang adalah Luna dan ibunya,di belakang mereka juga ada pelayan dan beberapa pengawal.
" Luna..bibi,,kenapa kalian datang malam-malam ke dalam kamar ku ? " tanya Hana,sambil menghapus airmata nya.
Luna menatap kamar sepupu nya dengan tatapan jijik,lalu dia menatap Hana dengan tersenyum dingin.
" Hana,,kakek memerintahkan kami untuk mengusir mu dari sini,cepat bereskan semua barang-barang mu." beritahu Luna.
Deggggggggggggggg
Hana terkejut,dia menatap bibinya dengan tidak percaya,yang di tatap hanya membuang muka.
" bibi apa yang dikatakan oleh Luna itu benar ? Kakek mengusir ku dari sini ? Hikkkssssssssss bibi " Hana langsung berjalan mendekati bibinya dan berlutut dihadapan nya.
" bibi tolong jangan usir aku,,bibi katakan pada kakek agar tidak mengusir ku,jika aku pergi dari sini dimana aku harus tinggal ? Aku sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi " tangis nya,dia sangat berharap pada bibinya.
Tapi ucapan sang bibi membuat Hana terkejut sekaligus kecewa.
" Hana ini sudah menjadi keputusan kakek mu,dan kamu juga sudah tidak berguna bagi kami,,daripada nama baik kediaman perdana menteri buruk karna ulah mu,lebih baik kamu pergi dari sini secepatnya" kecam bibinya,kini tidak ada lagi wajah lembut dan penyayang.
Hana sadar ternyata bibinya selama ini, pura-pura menyayangi nya,dia berdiri dan membungkus semua baju-baju lusuh nya,setelah itu dia memeluk nya dan menatap mereka dengan mata berkaca-kaca.
" baiklah bibi,,aku akan pergi dari sini,semoga kalian semua bahagia dan panjang umur,dan titip salam untuk kakek dan nenek " setelah mengatakan itu,Hana berjalan melewati mereka.
Luna hanya tersenyum dan menatap kepergian sepupunya dengan perasaan senang.
" akhirnya benalu itu pergi juga,kenapa tidak dari dulu kakek mengusir nya " ucap Luna.
ibunya menatap nya dengan tajam,sebelum dia pergi dia memperingati putrinya.
" jangan sampai kamu membuat masalah lagi,Hana sudah pergi tidak akan ada lagi yang menggantikan kesalahan mu ! Dan untuk pernikahan mu,kakek dan nenek mu sudah memutuskan nya,mereka menyetujui kamu menikah dengan jensen " ucap ibu nya dan pergi dari sana.
Mata Luna berbinar,dia benar-benar bahagia karna kakek dan neneknya akhirnya menerima Jensen.
***************
di malam yang sunyi dan angin yang berhembus,membuat seorang wanita yang berjalan di kegelapan itu ketakutan,dia menatap kesana-kemari takut ada orang jahat yang mengikuti nya.
" sebaiknya aku mencari tempat yang aman untuk sementara" gumam nya,melihat tidak jauh dari hadapan nya ada sebuah gubuk tua,dia memutuskan untuk bermalam disana.
Hana dengan langkah lebar,memasuki gubuk itu,setelah masuk kedalam hanya ada tempat tidur yang sudah usang di dalamnya.
" tidak apa-apa Hana,untuk sementara ini aku akan tinggal disini,besok aku akan menemui ibu,semoga saja dia mau menerima ku " gumam Hana,di merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan hati-hati,setelah merasa nyaman dia memeluk buntalan kain itu.
beberapa menit kemudian terdengar suara dengkuran halus,malam itu Hana si gadis malang itu tidur disana,dia bingung harus pergi kemana,harapan terkahir nya besok adalah ibunya, sedangkan ayahnya sudah di asingkan di perbatasan.
Keesokan harinya,di kediaman bupati,terlihat seorang wanita cantik sedang menyirami tanaman nya,tapi yang aneh nya wanita itu malah melirik pemuda tampan yang sedang berbincang-bincang dengan ayahnya.
" sial,,kenapa Dominic tidak melihat kearah ku,aku sengaja menyiram tanaman agar dia bisa melihat kecantikan ku,tapi dia malah mengacuhkan ku " batin wanita yang bernama Tiara.
Tiba-tiba dia tersentak saat seseorang menepuk pundak nya,Tiara hampir saja memarahi orang itu,tapi setelah melihat siapa yang menepuk pundak nya dia tersenyum cemberut.
" sayang ada apa ? kenapa kamu terlihat kesal ? " tanya wanita paruh baya,yang ternyata adalah ibunya,dia bernama Ajeng berusia 42 tahun.
" ibu bagaimana aku tidak kesal, Dominic tidak melihat keberadaan ku,bahkan dia tidak melirik ku sama sekali,,padahal aku sudah lama mendekati nya,tapi dia seolah-olah sengaja menjauhi ku " jawab Tiara mendengus dingin.
Mendengar itu,Ajeng melihat pemuda tampan yang sedang duduk bersama dengan suaminya.
" sayang kamu tau kan siapa dia..jangan asal memanggil nama nya,dia sangat menyeramkan jika sedang marah,sudah berapa.kali ibu katakan,lebih baik cari pemuda yang lain saja,masih banyak pemuda yang lebih baik darinya " nasehat Ajeng.
Tiara menatap ibunya dengan kesal,tanpa mengucapkan sepatah kata dia pergi dari sana,wanita paruh baya itu hanya menghela nafasnya dan geleng-geleng kepala.
" anak itu,sangat keras kepala " gumam nya,dia akhirnya memilih bergabung dengan suaminya dan pemuda yang di taksir oleh putrinya.
" suamiku,,apa ini yang nama nya tuan Dominic? " tanya Ajeng pada suaminya,yang bernama Marko.
Marko yang melihat kedatangan istrinya dan mendengar ucapan nya, mengangguk tersenyum sembari menatap Dominic.
" tuan perkenalan,dia adalah istriku" Marko memperkenalkan istrinya,tapi yang anehnya pemuda yang bernama Dominic itu hanya acuh dan berdehem kecil.
Melihat sifatnya,membuat Ajeng tersenyum kaku,dan di dalam hatinya dia mendengus dingin dan langsung duduk di dekat suaminya
" mentang-mentang dia dekat dengan kaisar,dia jadi sombong dan menganggap semua orang itu seperti pelayan,,dia sama sekali tidak pantas menjadi menantu ku " batin Ajeng.
" jadi aku hanya memperingatkan kalian,jika ada penghianat diantara para pejabat,aku tidak akan segan-segan lagi ! " ancam Dominic.
" tuan,anda tenang saja saya dan para pejabat lainnya melakukan pekerjaan dengan baik,mana mungkin kami berani berkhianat pada kaisar " ucap Marko dengan yakin.
Dominic mengangguk,setelah itu dia berdiri yang di ikuti oleh Marko dan Ajeng.
" kalau begitu aku pergi dulu,," ucap Dominic,tapi langkahnya terhenti saat melihat kedatangan seorang wanita yang terlihat lusuh dan compang-camping.
Sedangkan wanita yang datang,dia adalah Hana,dia berjalan sempoyongan karna merasa lapar,sudah 2 hari dia tidak makan,saat memasuki halaman kediaman bupati,dia melihat keberadaan ibunya yang sedang berdiri di dekat seorang pria paruh baya.
" ibu " panggil Hana dengan tersenyum lebar,dia buru-buru mempercepat langkahnya,hingga dia berdiri di hadapan Ajeng dan suaminya.
" kamu siapa kamu ? " tanya Ajeng dengan wajah bingung,dan kenapa wanita ini memanggil nya ibu fikir nya.
Begitu juga dengan Marko,dia melihat penampilan Hana dengan wajah kasihan.
" ibu,,apa ibu melupakan ku ? Aku adalah Hana putri kandung ibu,,yang ibu titipan di rumah kakek dan nenek " jawab Hana dengan suara bergetar.
Deggggggggggggggg
mata Ajeng terbelalak,dia terkejut dan menatap wajah Hana dengan wajah jijik,dia sontak menatap suaminya yang ternyata sedang menatapnya dengan tajam.
" katakan padaku,apa benar dia adalah putrimu ? " tanya Marko dengan nada tinggi.
" itu..itu..suamiku maafkan aku,waktu itu aku takut kamu membenci ku,makanya aku menitipkan dia pada kakek dan neneknya,,tapi aku janji,,aku tidak akan membiarkan dia tinggal di kediaman kita " setelah mengatakan itu Ajeng ingin mengusir putrinya.
Plakkkkkkkkkkkkkk
tapi justru suaminya menampar wajah nya,yang membuat Ajeng terkejut dan tidak percaya,begitu juga dengan Hana dia merasa bersalah karna kedatangan nya justru membuat ibu kandung nya,dan ayah tirinya bertengkar.
" suamiku kamu menampar ku ? " tanya Ajeng dengan suara terbata-bata,bahkan matanya sudah berkaca-kaca.
" ya aku menampar mu,karna kamu tidak becus mengurus putri kandung mu sendiri ! Lihatlah bagaimana keadaan nya sekarang,,apa kamu tidak.kasihan ha..? Aku benar-benar tidak menyangka kamu memilki hati yang kejam " marah Marko,dia fikir istrinya memiliki hati yang lemah lembut dan penyayang,tapi ternyata dugaan nya salah.
Sedangkan Dominic yang berdiri disana hanya menatap mereka dengan tatapan datar,setelah itu dia pergi dari sana.
" tuan..maafkan saya,,disini saya yang salah karna tiba-tiba datang dan menganggu kehidupan kalian,,,saya..saya akan pergi dari sini,,ibu..maaf karna membuat mu bertengkar dengan suami mu " cicit Hana.
" anak sialan kamu sudah tau jika kamu salah,kenapa kamu masih datang kesini ha..? Dan kenapa kamu mempermalukan ku,,aku benar-benar sial memiliki putri seperti mu " kecam Ajeng dengan marah.
Marko geleng-geleng kepala,dia menatap Ajeng yang dengan tajam.sedangkan Ajeng tidak perduli lagi,kali ini dia benar-benar sangat marah pada putrinya.
" kalau kamu tetap membela anak sialan ini,lebih baik kita cerai saja ! dan kamu Hana sampai kapanpun,aku tidak akan pernah menganggap mu sebagai putriku " tekan Ajeng,dia langsung pergi dari sana.
Marko terpaku mendengar ucapan istrinya,dia menatap Hana yang terdiam mematung di tempatnya.
" kasihan sekali anak ini,kenapa Ajeng begitu tega padanya,,hah..aku tidak bisa berbuat apa-apa " gumam Marko dengan menundukkan kepalanya.
Sedangkan Hana, tangan nya mengepal dia menatap tajam punggung ibunya,dendam dan kebencian tiba-tiba tumbuh dan mendarah daging dalam hatinya! Dia tersenyum dingin dan langsung berbalik badan.
" aku akan mengingat semua atas apa yang kalian lakukan padaku ! aku tidak akan pernah melupakan penderitaan ini ! " teriak Hana di dalam hatinya,dia pergi dengan langkah lebar meninggalkan kediaman bupati.
Sedangkan di depan jendela kamar,disana ternyata Tiara melihat kedatangan Hana,dia tersenyum dingin dan merasa marah juga,karna ternyata ibunya memilki putri lain.
" tapi tidak apa-apa,bukankah ibu tidak mengakui nya,tapi sebelum dia membuat masalah aku harus mengurus nya,,dengan begitu tidak akan ada penghalang yang menganggu kehidupan keluarga ku ! " tekan Tiara dengan wajah menyeringai.
Dia memanggil salah satu pelayan nya,dan membisikkan sesuatu padanya,setelah itu si pelayan mengangguk dan langsung pergi dari sana.
" kakak ku sayang,maafkan adik mu ini,karna harus menyingkirkan mu dari dunia ini ! Aku tidak mau suatu hari nanti ada orang yang mengatakan. putri Ajeng yang bernama Tiara bukankah nona besar kediaman bupati ! Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi ! " tekan nya dengan tangan mengepal kuat.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!