Indonesia
NovelToon NovelToon

Dikhianati Saat Buta, Dicintai Musuh Lama

Antara Coklat Dan Pengkhianatan

Tangannya meraba ke arah dinding, mencari jalan yang benar. Tidak ada yang terlihat di matanya, tatapan matanya kosong.”Danu! Danu!” Panggil wanita yang tertuju untuk kekasihnya, wanita cantik yang tengah menggunakan gaun pengantinnya. Wanita buta itu kehilangan arah lagi. 

Tapi tiba-tiba, pergelangan tangannya dipegang oleh seseorang.”Danu?” Panggilnya menyangka itu adalah tunangannya. 

“Orang bodoh sepertimu tersesat lagi. Hal yang membuatku tidak dapat berkata-kata betapa bodohnya dirimu.” Suara yang dikenali olehnya, suara musuhnya ketika SMU. Suara yang begitu berat, begitu indah dan dingin terkesan menusuk. 

“Chandra? Kenapa kamu ada di tempat ini? Aku sama sekali tidak mengundangmu!” Wanita itu menarik jemari tangannya dengan cepat. Bagaikan tangan pemuda itu dilumuri bakteri. 

Chandra tertawa kecil, wajahnya begitu rupawan. Sebuah tawa yang bagaikan mengejek dirinya.”Kamu mengundang perusahaan tempatku bekerja. Dan aku adalah wakil CEO, CEO tidak dapat hadir karena sibuk dengan urusan pribadinya. Jadi aku sebagai wakilnya yang datang. Masih bilang kamu tidak mengundangku? Aku curiga Kamu sengaja mengundangku, tapi gengsi. Mengaku saja, kamu benar-benar menyukaiku.” Tangan pria itu bergerak memegang dagunya. Hal yang membuat jantungnya berdegup cepat, benar-benar ketakutan. Mengingat pria ini adalah musuhnya di masa SMU.

“Jangan bicara omong kosong!” Stefanie berusaha bergerak. Tangannya meraba-raba ke arah samping dengan cepat. Dirinya ingin segera pergi. 

Tapi…dengan cepat Chandra kembali menariknya.

“Chandra lepaskan aku! Ini adalah hari pernikahanku apa yang kamu lakukan!” Suara teriakan darinya ketakutan. Pria ini adalah musuhnya, pria yang bahkan pernah berusaha menciumnya ketika SMU. Walaupun dirinya berakhir menampar orang ini. 

“Memperlihatkanmu sebuah pertunjukan yang menarik. Stefanie, Aku memiliki hadiah khusus untukmu. Kamu hanya buta tapi tidak tuli bukan?” Kalimat yang diucapkan oleh Chandra, tertawa penuh arti. 

“Lepas! Lepas! Tolong! Tolong!” Dirinya meronta-ronta, tapi mulutnya malah dibekap. Bagaikan tidak ingin Stefanie bicara atau berteriak lagi, tidak dapat menahan tenaga orang ini. Dirinya hanya dapat mendengar suara Chandra tapi tidak dapat melihatnya. Akibat kebutaan yang dari 2 tahun lalu dialami olehnya. 

Hingga tiba saatnya, langkah pemuda itu terhenti. Pemuda yang masih membekap mulut Stefanie. 

“Di tempat ini tidak ada orang bukan?” Suara seorang pria terdengar. Itu adalah suara Danu? Suara tunangan Stefanie, suara kekasihnya. Dirinya meronta-ronta lebih keras, dari dekapan Chandra yang bersembunyi sembari memeluknya dan menutup mulutnya. 

Pria bernama Chandra ini berbisik.”Stefanie, kamu itu hanya buta. Tapi tidak tuli, karena itu tutup mulutmu, diam dan dengarkan! Maka kamu akan tahu apa itu keindahan cinta. Bagaimana tahi kucing bisa terasa seperti coklat, Bagaimana tahi kambing terasa seperti choco chip, atau bagaimana kotoran tikus bagaikan ceres. Bisa juga, kotoran sapi seperti coklat Dubai. Diam dan dengarkan betapa indah cinta Danu padamu…”

Stefanie hanya dapat diam, mendengarkan apa yang terjadi di dalam sana. Dirinya tidak dapat melihat, tidak dapat juga melawan apa yang dilakukan oleh Chandra saat ini. Kenapa musuh besarnya ketika SMU dapat muncul di hari pernikahannya?

“Tentu saja tidak ada orang. Aku sudah benar-benar memastikannya, Chandra mengatakan di tempat ini tidak ada siapapun.” Suara seorang wanita terdengar, Stefanie membulatkan matanya. Itu adalah suara sepupunya, Gina?

Suara kecupan terdengar, Stephanie memang tidak melihatnya, tapi dia dapat mendengarnya. Apa yang dilakukan kedua orang ini? Sebuah bayangan penuh kecurigaan, karena tidak dapat melihat apapun. Apa Chandra menyewa orang yang memiliki suara yang mirip dengan Danu dan Gina? 

Itu sempat terpikirkan olehnya…

“Ah…nakal sekali… Ya…begitu…begitu…” suara racauan dari Danu.

Hal yang membuat hatinya bagaikan tertusuk, air matanya mengalir. Tubuhnya bergetar hebat menahan tangis. Perlahan Chandra yang masih menutup mulut Stefanie berbisik di telinganya. Pria itu kemudian berbisik.”Saat ini, calon suamimu duduk di sofa ruang ganti. Ikat pinggangnya terbuka, resleting celananya juga terbuka. Sedangkan sepupumu, sedang berlutut di hadapannya, dengan mulut dipenuhi oleh…”

“Diam! Kamu menyewa orang yang memiliki suara yang sama dengan mereka bukan?” Suara Stefanie pelan, saat pemuda ini tidak membekap mulutnya lagi, dirinya tidak ingin tertipu oleh permainan pria ini lagi. 

“Dasar…memang benar-benar tahi kucing rasa coklat, tahi kambing rasa choco chip, tahi sapi rasa coklat Dubai, bahkan tahi tikus rasa meses. Bagaimana kamu bisa menganggap tunanganmu begitu suci? Mereka berencana merebut semua milikmu, kemudian membuang ke tempat sampah. Tentu saja aku akan tertawa setelah melihat kehancuranmu.” Chandra berbisik di telinganya. Nafasnya terasa, satu persatu kalimat menusuk yang terasa mengerikan. 

“Ini hanya kebohonganmu.” Stefanie masih berkeras, sama sekali tidak dapat menerima kenyataan. 

“Baik, kalau begitu masuklah ke dalam ruangan ini. Aku tidak akan membimbingmu, berjalanlah dengan tongkatmu sendiri dan pastikan apa kedua orang yang ada di dalam itu adalah mereka? Atau aku memang begitu usil, hingga menyewa orang yang memiliki suara yang mirip dengan mereka. Hanya untuk mempermainkan gadis buta di hari pernikahannya.” Chandra tersenyum menyeringai, senyuman yang sama sekali tidak dapat dilihat oleh Stefanie.

Wanita itu menghapus air matanya, dirinya mengalami kebutaan setelah kejadian perampokan yang menimpa rumahnya. Sebuah insiden kecelakaan terjadi, kedua orang tuanya dibunuh sedangkan dirinya didorong dari tangga. Hingga mengalami kebutaan akibat benturan pada bagian sarafnya.

Wanita yang melangkah, benar-benar berakting seolah-olah tidak mengetahui dan sempat mendengar apapun. 

“Danu!? Danu!?” Suara panggilannya, melangkah memasuki ruangan. Berharap dirinya salah, berharap semuanya adalah perangkap dari Chandra. 

Tapi.

“Stefanie, aku sudah bilang lebih baik kamu diam di ruang riasmu sendiri. Kenapa kamu berkeliling?” Pertanyaan dari Danu dengan nada berat. 

Dirinya menelan ludah penuh kekecewaan. Berusaha untuk berpikir positif. Tapi apa yang dapat dipikirkannya dari segalanya?

“Aku hanya ingin mencarimu. Bagaimana membicarakan pernikahan kita? Di mana kita akan berbulan madu dan tinggal setelahnya? Aku mungkin hanya mengalami ketegangan sebelum pernikahan.” Ucapnya berusaha tersenyum dengan bibir yang bergetar. Sebuah alasan yang dibuat-buat olehnya. 

“Tapi apa kamu hanya sendiri di sini? Ke mana semua orang?” Tanya Stefanie berhati-hati. 

“Aku hanya sendiri…ah!” Kalimat Danu terhenti, sebuah kalimat dengan nada berat, diakhiri dengan desahan. 

“Danu kamu kenapa!?” Tanya Stefanie menggerakkan tongkatnya, melangkah lebih dekat. 

Dan benar saja. 

“Jangan mendekat! Aku tidak apa-apa…sebaiknya kamu kembali ke ruang gantimu. Kita akan menjadi pasangan suami istri setelah ini…oh…” kalimat yang diucapkan oleh Danu, menjambak rambut wanita yang kini berlutut di antara pangkal pahanya. 

Stefanie mengepalkan tangannya.”Danu, berapa harga cincin berlian pernikahan kita?” Otaknya kembali mengelak, benar-benar tidak ingin percaya dengan kata-kata Chandra. Benar-benar berharap ini hanya perangkap saja, orang yang dihadapannya bukanlah Danu.

“Tujuh miliar tujuh ratus tujuh puluh tujuh juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah. Kamu bilang kamu sendiri yang memesannya pada pengrajin perhiasan dengan harga tersebut. Sebagai simbol keberuntungan…ah…sshh…” kalimat yang diucapkan oleh Danu.

Hal yang membuat Stefanie kini yakin, yang ada di hadapannya adalah tunangannya. Semua penggambaran Chandra tentang yang mereka lakukan mungkin benar. 

Dirinya berusaha tidak mengalirkan air mata di hadapan mereka. Tapi bagaimana caranya berpura-pura tidak mengetahuinya? Rasa sakit bagaikan menghujam dadanya. Tapi jika dirinya bertindak gegabah, maka segalanya mungkin akan berakhir buruk. 

Hingga…

“Stefanie, Kenapa kamu tersesat sampai ke tempat ini?” Tiba-tiba saja suara Chandra terdengar, merangkul bahunya. 

Disertai dengan suara resleting dari tempat suara Danu sebelumnya berasal. 

“Danu, maafkan aku sudah mengganggu urusanmu. Stefanie tersesat, Aku akan mengantarkannya kembali ke ruang ganti.” Chandra berucap begitu tenang. 

Sedangkan Stefanie mengepalkan tangannya. Dirinya tidak mengetahui kini, yang mana lawan dan yang mana kawan. 

Bagaimana bisa dirinya dikhianati oleh keluarganya sendiri? 

“Stefanie yang bodoh, lain kali jangan berkeliaran lagi. Kamu hanya bisa merepotkan Danu yang sedang sibuk. Kamu tahu apa yang sedang dilakukan Danu saat ini? Dia sedang uji coba untuk mempersiapkan malam pertama yang mengesankan denganmu!” Sebuah kata-kata aneh yang keluar dari mulut Chandra. 

“Persiapan malam pertama!? Uji coba!? Tutup mulutmu!” Danu bagaikan ingin menutup-nutupi apa yang sedang dilakukannya tadi. Bagaimana jika mulut Chandra begitu bocor?

“Aku hanya mengatakan uji coba malam pertama. Seperti, merasakan betapa halus sprei nanti, harus betapa empuk kasurnya. Jangan-jangan kamu belum memeriksa kamar pengantin untuk malam pertama?” Kalimat demi kalimat yang begitu ambigu dan menyebalkan, dari pemuda yang sejatinya tersenyum tengil.

Ide

Stefanie berusaha keras untuk tersenyum. Masih berusaha keras bagaikan tidak mengetahui segalanya. Ini adalah acara pernikahannya, bagaimana bisa Danu berkhianat dengan saudara sepupunya?

“Aku ingin kembali ke ruang ganti, bisa kamu mengantarku…” ucap Stefanie dengan nada bergetar. Bagaikan wanita itu memberikan kesempatan kepada Danu untuk menentukan pilihan. 

Apa akan memilih dirinya? Atau akan memilih Gina? Mungkin ini terlihat begitu bodoh. Bagaimana dirinya dikhianati, dan bagaimana pria ini benar-benar tidak mencintainya. 

“Chandra, bisa kamu mengantar Stefanie? Aku berjanji tentang masalah yang kita bicarakan sebelumnya, aku akan mempertimbangkan semua yang kamu katakan.” Kalimat yang diucapkan oleh Danu, jelas pilihannya bukan Stefanie.

“Tentu saja, kamu benar-benar harus menepati janji. Jika tidak, kamu akan tahu akibatnya…” Chandra mengangkat salah satu alisnya, wajahnya tersenyum menyeringai penuh kelicikan. 

“Danu bisa kamu yang mengantarku? Aku ketakutan…” kalimat yang diucapkan oleh Stefani dengan air mata yang mengalir. Wanita itu mengepalkan tangannya, benar-benar tidak dapat menahan air matanya lagi. Walaupun dirinya tidak bisa melihat terang-terangan. Tapi segalanya bagaikan masuk akal. Keberadaan Gina di ruangan ini tidak mungkin tidak ada. 

Dan Danu menyembunyikannya…hal yang mereka lakukan, bahkan lebih buruk. Mungkin untuk pertama kalinya Stefanie mensyukuri bahwa dirinya tidak bisa melihat. Jika bisa melihat…akan menjadi luka yang tidak pernah sembuh. 

“Stephanie, aku tahu saat SMU Chandra adalah musuhmu. Tapi sekarang keadaan sudah berbeda, dia sama sekali tidak akan bisa mengganggumu. Beberapa jam lagi kita akan menikah, karena itu biarkan Chandra untuk membimbingmu. Ya?” Suara Danu terdengar begitu tenang.

Stephanie mengangguk pelan. Air matanya masih mengalir tanpa henti. Semuanya bagaikan hal yang sia-sia, hubungan yang sudah terjalin lebih dari 2 tahun. Tepatnya beberapa bulan sebelum kecelakaan terjadi. Pria yang katanya bersedia mencintainya apa adanya. 

“Baik…” Stephanie hanya mengangguk, membiarkan Chandra yang membimbingnya keluar. 

Dua orang yang berjalan di sepanjang lorong. Wanita itu tidak henti-hentinya menangis. 

“Bisa kamu berhenti menangis!?” Suara Chandra terdengar, pria yang tengah membimbingnya menelusuri lorong. 

“Tidak bisa! Tidak bisa…” jawaban dari Stefanie dengan nada parau.

“Ini! Permen! Sudah aku bukakan! Jangan menangis lagi! Telingaku sakit!” Sebuah peringatan dari Chandra, benar-benar meletakkan sebiji permen di jemari tangan wanita buta itu. 

Tapi wanita itu malah menangis semakin kencang. Beberapa orang tamu hotel yang melewati koridor, menatap aneh padanya. 

Hal yang membuat Chandra dengan cepat memeluk wanita ini. Wanita yang merupakan musuhnya ketika masa SMU.”Jangan menangis! Kamu berani-beraninya merusak nama baik seorang Chandra! Aku ini pria sejati yang tidak pernah melukai wanita!” 

“Bohong! Kamu itu pria jahat! Pria jahat!” Wanita yang memukul-mukul dada bidang Chandra. Membuat sang pemuda tidak dapat berkata-kata. Mengapa Danu yang salah, malah dirinya yang menjadi samsak tinju untuk dipukuli. 

“Aku memang pria jahat. Memang aku pernah baik padamu?” Pemuda yang mengusap punggung wanita itu lembut. 

“Kalau ingin menangis, menangis saja…jangan mencari alasan untuk menahannya. Karena kamu tahu? Wajah jelekmu bertambah jelek ketika menahan air mata. Membuatku benar-benar mual untuk menatapmu.” Mulut pedas dari Chandra kembali begitu lemas berucap. 

“Kamu yang jelek! Setelah sekian tahun tidak pernah muncul. Tiba-tiba muncul di hidupku dan menunjukkanku hal-hal yang mengerikan! Kamu yang jelek! Benar-benar pria jahat!” Wanita buta itu kembali memukul-mukul dada Chandra. 

Sedangkan Chandra mengangkat alisnya sembari tersenyum, masih memeluk tubuh Stefanie. 

“Sebenarnya ada yang ingin aku katakan. Apa kamu bersedia menjadi istri pajangan seumur hidupmu?” Pertanyaan yang tertuju kepada wanita ini. Apa otak wanita ini akan sebodoh keledai?

“Istri pajangan? Apa maksudmu?” Stephanie menatap ke arahnya, bibirnya bergetar ketika berucap. 

“Kamu tahu pertukaran apa yang dikatakan oleh Danu padaku? Dia akan menguasai Triatmaja Group setelah acara pernikahan. Selaku wali dari kamu yang begitu buta dan bodoh.” Pemuda yang kembali merangkul Stefanie berjalan. Hanya membimbing jalannya menuju ruang ganti. 

“Ada papan yang membantuku mengelola aset. Tidak mungkin jika—” kalimat Stephanie disela.

“Bukankah kamu seharusnya mengetahui isi surat wasiat dari kedua orang tuamu? Jika mereka tiada nanti, kemudian kamu mengalami kecelakaan atau sebagainya yang membuat nyawamu terenggut. Maka seluruh aset yang diwariskan padamu akan jatuh menjadi milik negara. Kecuali kamu sudah memiliki anak, baru aset itu akan jatuh ke anakmu Jika kamu sudah meninggal.” Kata demi kata yang diucapkan oleh Chandra, membuat Stefani sama sekali tidak mengerti.

“Apa hubungan semuanya dengan istri pajangan?” Lagi lagi wanita itu bertanya. 

“Kapan Danu mulai mendekatimu? Kapan pangeran impianmu mulai jatuh cinta padamu?” Pertanyaan yang diucapkan oleh Chandra. 

“Beberapa bulan sebelum aku mengalami kebutaan. Kami mulai dekat saat itu, dulu Aku adalah penggemarnya. Tapi tiba-tiba dia mendekatiku, tidak disangka malah menjadi seperti ini.” Stephanie menitihkan air matanya. Tidak dapat berbuat apapun lagi dalam hidupnya. Bagaikan seekor kupu-kupu yang cantik terjerat oleh sarang laba-laba. 

“Kamu benar-benar tidak tahu? Sangat bodoh, walaupun pintar dibidang akademis tapi bodoh dibidang sosiologi…kamu tidak pernah menyadari kedekatan antara sepupumu dengan kekasihmu? Mereka sudah menjalin hubungan sejak lama. Ini adalah sebuah konspirasi untuk memiliki semua hak waris yang ada di tanganmu. Kamu kira pamanmu dapat melindungimu? Dia bahkan mungkin terlibat dengan segalanya, termasuk terlibat dalam kematian kedua orang tuamu yang disebabkan oleh perampokan…” Chandra masih membimbing langkah Stefani. 

Jemari tangan Stefani mengepal, jadi sama sekali tidak ada orang yang dapat dipercayai olehnya. Semua yang dikatakan oleh Chandra benar-benar masuk akal. Tapi dirinya tidak memiliki bukti sama sekali. Jika menikah dengan Danu, itu akan menjadi perangkap yang besar. 

“Lalu Apa tujuanmu datang ke acara pernikahanku?” Tanya Stefanie pada orang yang membimbingnya. 

“Tujuanku? Tentu saja melihat kehancuran musuh bebuyutanku…dan mengambil keuntungan darimu. Stefanie…” pemuda yang berbisik berucap pelan. 

Tapi memang benar, sama sekali tidak ada jalan kembali untuknya. Pamannya berada di tempat ini, mengatur pernikahannya dengan Danu. Sepupunya ternyata menjalin hubungan dengan Danu. Sedangkan jika menikah dengan Danu, dirinya hanya akan terperangkap semakin dalam. Apa karena kebutaannya? Benar-benar sial! 

Air mata Stefanie semakin mengalir. Tapi Chandra bagaikan tidak peduli. 

“Nona cantik…kita sudah sampai. Saatnya kamu merias wajahmu, kemudian nikahi pangeranmu. Pangeran yang akan menarikmu ke neraka.” Chandra menertawakannya, meninggalkannya dibimbing masuk oleh penata rias. 

Stefanie tidak berucap apapun. Wanita yang menghapus air matanya berkali-kali. Berusaha untuk tenang memikirkan solusi dari semua masalahnya. 

“Nona, wajah anda sangat cantik. Saya akan memulai make up nya, jangan menangis dan tegang. Pernikahan memang hal yang membuat ketakutan. Tapi nanti malam pasti nikmat…” celetuk sang penata rias bercanda. 

“Rika (nama sang penata rias)! Kamu ingat customer yang kita rias kemarin. Acara pernikahannya batal, karena ternyata pengantin wanita hamil anak pria lain.” Asisten sang penata rias terdengar heboh, membicarakan pelanggannya sebelumnya.

“Hamil anak orang lain?” Pada akhirnya wanita itu memiliki inspirasi. Bagaimana caranya membuat pamannya, tidak bisa menikahkannya dengan Danu. Bagaimana untuk membalas mereka…yang mungkin terlibat dalam kematian kedua orang tuanya dan kebutaannya.

Wedding

Masih 1 jam sebelum pesta pernikahan dimulai. Lebih tepatnya, pesta pernikahan dan resepsi yang diadakan di tempat yang sama. 

Suara seseorang memasuki ruangan rias pengantin wanita terdengar. 

“Siapa!?” Tanyanya waspada. 

“Sayang, ini aku Danu…Kamu benar-benar terlihat cantik. Maafkan karena aku menyuruh Chandra Untuk mengantarmu kembali ke ruang gantimu.” Kalimat yang begitu pelan terucap dari pria terhormat ini. 

“Tidak apa-apa…” Stefanie diam-diam mencengkeram gaun pengantinnya sendiri. 

“Sebenarnya, aku memang memiliki sedikit kerjasama dengan Chandra. Apa kamu pernah mendengar, kalau dia itu sebenarnya adalah anak haram. Untuk mendapatkan warisan dari ayah kandungnya, tentu saja dia harus berusaha dengan keras memajukan perusahaan milik Ayah kandungnya. Karena itu, pamanmu dan aku berencana bekerja sama dengan perusahaan yang dikelola oleh Chandra.” Kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh Dika. 

Stefanie hanya mengangguk pelan. Wanita itu masih bersikap bagaikan tidak mengetahui apapun. Tapi tetap saja sebuah kenyataan dirinya hanya buta, bukan tuli. Semuanya dapat didengar dan diketahui olehnya. 

Suara Chandra yang duduk di atas sofa terdengar. Tidak lama setelahnya, suara hak sepatu seorang wanita terdengar. Tahukah kalian, terkadang ketika salah satu dari panca indra tertutup. Maka indra lainnya akan menjadi semakin tajam. 

“Aku cukup tegang dengan pernikahan kita. Aku ingin istirahat dan mendengarkan musik sejenak.” Ucap wanita yang mulai menggunakan earphone. 

Sebuah earphone, yang sejatinya tidak terhubung dengan perangkat apapun. Semua hanya tipu dayanya untuk mendengarkan segalanya. Hingga hatinya menyerah nanti…

Suara kecupan terdengar.”Kamu terlalu agresif…”

“Tidak apa-apa, lagi pula dia buta…” benar-benar suara dari Gina. 

Pada kenyataannya dirinya memang buta. Tapi sama sekali tidak tuli, hanya berpura-pura tidak mendengar semuanya. Hanya berpura-pura tidak tahu tentang segalanya. Tapi apa yang dapat dilakukannya? 

Dirinya harus mempertahankan harta warisannya. Dirinya juga harus membalas mereka. 

Stefanie masih berpura-pura mendengarkan musik. Suara dari rencana mereka terdengar pelan. 

“Dia benar-benar tidak tahu bukan?” Sebuah pertanyaan dari Danu. Pria ini bahkan bersenang-senang di ruang rias pengantin wanita. 

“Stefanie itu buta, ditambah Dia sedang menggunakan earphone. Jika pun dia mendengarnya, Dia pasti sudah marah dari tadi. Tapi buktinya orang itu masih diam, maksudku bukan orang itu, tapi si buta itu masih tetap diam…dasar orang buta tidak berguna.” Suara tawa Gina terdengar. 

Orang buta tidak berguna? Saat kedua orang tua Gina mengalami kesulitan ekonomi. Mendiang kedua orang tua Stefanie lah yang mengulurkan tangan. Membiarkan mereka bekerja, di perusahaan dengan jabatan yang tinggi. 

Tapi inikah pemikiran Gina yang sebenarnya tentang dirinya? 

“Danu, kamu tidak lupa janjimu setelah menikah dengannya bukan?” Suara tanya dari Gina, mengecup pipi Danu pelan. 

“Tentu saja, dia hanya akan terkurung di kamar belakang. Melahirkan seorang anak untukku, setelah itu dia bisa mati. Harta yang akan diwariskan kepada anak itu, akan otomatis menjadi milik kita.” Inikah sosok pujaan hatinya yang asli? Wanita yang benar-benar tidak sanggup menerimanya lagi.

Haruskah dirinya membunuh pasangan ini? 

Tidak, pasti akan ada caranya…

“Bukankah sekitar 35% aset Stefanie sudah dialihkan padamu. Apa kamu belum puas?” Pertanyaan pelan dari Danu.

35%, 35% asetnya sudah berpindah tangan? Dirinya kembali mencoba untuk bersabar. Mencoba untuk berpura-pura mendengarkan musik. 

“Tentu saja belum, dia sudah memilikimu selama lebih dari 2 tahun ini. Aku sudah meminjamkanmu padanya. 35% aset sama sekali tidak cukup, karena mungkin suatu hari nanti dia akan balas dendam. Seperti rencana semula, kamu membuatnya melahirkan satu anak. Kemudian setelah anak itu lahir, segera habisi Stefanie di hari kelahirannya.” Itulah yang diucapkan oleh Gina.

Wanita yang begitu berani, kini berada di pangkuan dari Danu. Padahal Stefanie kini berada satu ruangan dengan mereka. 

Bagaikan sama sekali tidak ada, sama sekali tidak ada simpati. 

Dirinya menyerah…baik! Stefanie Triatmaja. Tidak akan dikalahkan dengan mudah oleh mereka. 35% aset itu akan kembali diambil olehnya dengan cara apapun. 

Membalas mereka, hingga berlutut di bawah telapak kakinya. 

Suara racauan dari Gina terdengar. Mungkin mereka tengah bercinta di ruangan ini. Sesuatu yang benar-benar menjijikan, Bagaimana bisa dirinya tertipu oleh spesies yang bahkan lebih tidak terhormat dari buaya ini. Karena buaya saja dapat setia, tapi pria ini malah menjual dirinya. 

Stefanie perlahan berucap, sembari melepaskan earphone-nya.”Danu, kamu tidak perlu mencemaskanku. Aku sekarang merasa lebih segar setelah mendengarkan musik. Aku benar-benar menjadi lebih tenang. Sekarang kamu kembali ke ruang gantimu. Nanti kita akan mengikat janji pernikahan. Semua milikku akan diurus olehmu, aku akan menjadi istri yang baik…”

Danu hanya mengangguk.”Kita akan menjadi suami istri yang saling menghormati. Aku berjanji akan menjagamu dengan hidupku, aku berjanji apapun yang terjadi hanya akan mencintaimu. Setelah ini kita akan menua bersama…” 

Seketika itu juga, suara seorang wanita yang bangkit dari atas bagian pinggul Danu terdengar samar.

“Aku percaya dengan semua janjimu. Karena itu kembalilah…Aku memiliki kejutan saat pernikahan kita akan berlangsung…” 

***

Suara alunan biola dari musisi terdengar. Pintu besar terbuka, menampakan Stefanie yang dibimbing oleh paman dari pihak ayahnya melangkah di atas karpet merah. 

Dirinya menunjukkan raut wajah begitu tenang. 

Namun suara kasak kusuk beberapa orang terdengar di tempat ini. 

“Mempelai wanitanya buta, benar-benar wanita yang beruntung mendapatkan pria yang tampan.”

“Inilah yang namanya cinta sejati abad ini.”

“Astaga mereka benar-benar serasi.” 

Suara beberapa orang yang tidak mengetahui situasinya terdengar. Dirinya tidak mengetahui apapun, hanya melangkah dibimbing oleh pamannya. 

Sudah pasti Chandra berada di tempat ini bukan? Mungkin wanita itu tidak melihatnya. 

Sedangkan Chandra sendiri, meraih anggur, meminumnya dengan cepat. Kembali meraih anggur lagi, lalu kembali meminumnya dengan cepat lagi. Bagaikan pria itu ingin menghilangkan kesedihannya yang entah dipicu oleh apa. 

Tapi tidak mungkin bukan Chandra sedih? Sudah pasti seorang Candra bahagia melihat kehancuran seorang Stefanie di masa depan. Kehancuran akibat salah memilih pasangan. 

“Wanita buta bodoh…seharusnya dia meminta bantuan padaku. Benar-benar bodoh, masih saja dengan begitu bodohnya berjalan di altar.” Kembali Chandra meminum anggur yang disediakan untuk tamu undangan. Namun di luar dugaan, pria itu menelan ludahnya. 

Stefanie benar-benar terlihat cantik menggunakan gaun pengantin. Entah apa yang ada dalam imajinasi pria ini. 

Apa mungkin pria ini berimajinasi menjadi pendeta? Atau pria ini berimajinasi menjadi mempelai wanita? Mungkin saja pemuda ini berimajinasi menjadi Ayah mempelai pria? Ataukah…Chandra berimajinasi, dirinya yang menikahi wanita yang begitu cantik ini…

Mengepalkan tangannya menahan rasa kesal. Ketika jemari tangan Stefanie diraih oleh Danu. 

“Ada yang mau aku katakan sebelum acara pernikahan dimulai.” Itulah yang diucapkan oleh Stefanie begitu pelan.”Sebenarnya aku…hamil…” 

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!