Indonesia
NovelToon NovelToon

My Sugar Daddy

Bab. 01

Akhirnya, Alice di terima di perusahaan ini. Setelah berjuang selama dua Minggu untuk seleksi, akhirnya dia sampai di posisi ini.

Menjadi seorang sekretaris. Dia benar-benar berjuang keras untuk hari ini. Seperti saat ini adalah hari pertamanya bekerja.

Di berharap semuanya berjalan dengan lancar. "Silahkan, masuk." ucap kepala HRD membawanya masuk ke ruangan CEO.

"Pak, ini sekertaris baru yang menggantikan ibu Lidya." ucap kepala HRD tersebut.

"Perkenalkan diri kamu." katanya membuat Alice langsung sigap menyebalkan siapa dirinya.

"Selamat pagi, Pak. Saya Alice, sekertaris baru bapak. Mohon kerja samanya, Pak." ucap Alice mengenalkan dirinya pada laki-laki dingin itu.

Tidak ada jawaban apapun darinya, sampai dimana ketika laki-laki itu mengangkat wajahnya membuat Alice terkejut.

Deg!

Jantungnya hampir copot saat melihat siapa yang menjadi bosnya saat ini.

"Kamu boleh keluar!" usirnya pada kepala hard tersebut, membuat Alice semakin tidak tau harus berbuat apa saat ini.

Bagaimana bisa? bagaimana bisa ini terjadi padanya?

Terlebih laki-laki itu masih terus menatapnya sejak tadi.

"Kamu terlihat jauh lebih baik dari saat terakhir kali kita bertemu!" ucap laki-laki itu membuat Alice gemetar.

Di mengepalkan kedua tangannya, saat melihat tatapan laki-laki itu padanya.

"Kenapa, apa kamu takut?" tanya Rendra, berdiri dari kursi kerjanya untuk menghampiri sekertaris barunya itu.

Melihat Rendra yang mendekat padanya membuat Alice langsung reflek mundur, sampai dia tidak bisa kemana-mana lagi karena tubuhnya sampai di dinding.

Rendra tersenyum untuk itu. Bagaimana wajah cantik ini kembali di lihatnya setelah sekian lama.

"Bahkan aroma parfum mu masih sama seperti dulu." ujar Rendra membuat Alice semakin gugup di buatnya.

Masih teringat jelas di ingatannya, bagaimana hubungan mereka di masa lalu.

"Om, Maksud saya Pak Rendra, tolong jaga sikap bapak." ucap Alice gemetar.

"Katakan pada saya, apa yang harus saya jaga, Hem?" tanya Rendra yang samain membuat Alice tidak bisa beralih lagi.

"Apa tujuan kamu datang kesini? apa karena ingin bertemu saya, atau kamu masih mengingat waktu kita bersama-sama dulu?"

"Pak, saya mohon cukup!" pinta Alice dengan sangat.

Melihat Alice yang ketakutan membuat Rendra langsung menjauhinya. Dia tidak ingin membuat gadis yang dulu pernah bersamanya ini ketakutan.

"Mulai sekarang kamu ikuti aturan saya!"

"Maksudnya?" tanya Alice mulai panik.

"Kamu sekertaris saya, Alice. Jadi kamu yang mengurus semua keperluan saya!" ucap Rendra yang kembali duduk di kursi kerjanya.

Rendra melemparkan Ipad-nya, "Pelajari semuanya dalam waktu dua jam. Setalah itu kita akan meeting di luar!" lanjutnya lagi membuat Alice bergerak mengambil iPad tersenyum.

Sayangnya, saat tangannya menyentuh iPad tadi Rendra memegang tangannya juga.

"Pak?"

"Kamu jauh lebih cantik dan lebih dewasa setelah lama tidak bertemu, Alice." ucapnya lagi membuat Alice langsung menarik tangannya, dan pergi dari ruangan tersebut.

Dia pergi meninggalkan ruangan yang tiba-tiba saja terasa sesak untuknya. Bagaimana bisa dia menjadi sekertaris laki-laki yang pernah menjadikannya gadis simpanan ketika SMA dulu.

Bahkan hubungan mereka berlangsung cukup lama, selama 4 tahun. Sampai dimana, tiba-tiba saja laki-laki itu meninggalkannya tanpa kabar sedikitpun.

Lalu apa ini? kenapa mereka kembali di pertemukan dengan situasi yang tidak masuk akal ini?

"Tenang Alice, tenang. Tenang..." gumamnya yang berusaha menetralkan detak jantungnya yang berdebar tak karuan.

Keringat dingin membanjiri wajahnya, bahkan Alice kembali teringat saat-saat dimana mereka bersama dulu.

"Gak, aku gak boleh lengah. Gak boleh, gak boleh Alice, gak boleh." gumamnya lagi, merasa frustrasi dengan situasi mereka saat ini

"Ya tuhan, gimana ini?" tanya Alice panik.

Dia mengambil ponselnya, lalu mengirimkan pesan pada Rina, dan Nita sahabatnya dari dulu hingga sekarang.

Mereka bertiga adalah gadis simpanan para pria kaya di masa itu, dan hingga kini Rina menjadi istri kedua dari pria kaya tersebut.

Sedangkan Nita, dia menjadi pemilik salah satu bar yang cukup terkenal. Sedangkan dirinya, kenapa dirinya harus kembali terjebak dengan masa lalu?

***

Bab. 02

Alice buru-buru keluar dari perusahaan itu setalah jam pulang kantor. Bahkan dia tidak berpamitan lebih dulu pada bos-nya. Saat ini yang harus dia lakukan adalah bertemu dengan kedua sahabatnya.

Ya, dia harus menemui mereka saat ini. Harus!

"Rin, Rina..." panggil Alice saat sampai di rumah sahabatnya itu.

Mendengar suara Alice membuat Rina dan Nita langsung turun dari lantai dua.

"Alice?" gumam mereka bersamaan.

"To-tolongin gue. Gue gak tau harus gimana. Di-dia. Dia sayang lagi, gue ketemu dia. Gue takut, Gu-gue takut." ucapnya dengan suara yang bergetar.

Sejak tadi dia berusaha menahan semuanya saat bekerja. Dan kini dia bisa melampiaskan semuanya. Dia bisa melakukanya, tapi kini tidak lagi. Rasa takut itu semakin menghantuinya.

"Tenang dulu, oke. Tenang, lu minum dulu." ucap Rina menenangkan.

Nita mengambil segelas air dan memberikannya pada Alice.

"Sekarang ceritain satu-satu." kata Rina lagi.

Alice mulai menceritakan semuanya. Semua yang dia alami hari ini, dan kedua temannya juga terkejut.

"Yang bener om Rendra muncul lagi? gimana bisa? Bukannya dia balik ke Amrik ya? Lah terus istrinya gimana?" tanya Rina penasaran.

Begitu juga dengan Nita yang sama penasarannya dengan Rina.

"Gue gak bohong. Gue ketemu dia lagi dan sekarang dia jadi bos gue. Dia pemilik perusahaan Global Crown." jelas Alice yang semakin membuat mereka terkejut.

Global Crown. Perusahaan yang bergerak di bidang retail dan perhotelan itu memang merajalela. Bisnisnya menggurita, membuat nama Ganendra semakin besar.

"Bentar, gue tanya Om Bayu. Gue gak percaya ini, Om Bayu temennya om Rendra kan, bentar. tunggu bentar, ya ampun kemana sih nih lakik orang anjir!" gerutu Rina yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari Bayu.

Sementara Bayu, yang dalam perjalanan pulang berhenti sejenak untuk menjawab panggilan teleponnya dari istri mudanya.

"Ya, sayang ku? Apa sudah tidak sabar menunggu kepulangan suamimu ini?" tanya Bayu pada istri mudanya itu.

"Gak penting itu dulu, ah. Sekarang aku mau tanya, om Rendra udah balik dari Amrik? Sejak kapan? kenapa gak bilang aku?" cecar Rina membuat Bayu merasa heran.

"Kok malah ngomongin Rendra? Kamu suka sama Rendra?"

"Sekarang aku tanya iya apa gak? terserah deh nanti mau gaya apa aja, yang penting jelasin dulu." kata Rina, membuat Bayu bersemangat untuk itu.

"Rendra baru balik Minggu lalu. Emangnya kenapa?" tanya Bayu penasaran.

"Oke, udah itu aja." Rina memutuskan sambungan telepon yang begitu saja setelah mendengar apa yang dijelaskan suaminya.

Alice yang mendengar hal itu langsung lemah seketika. Bagaimana ini? Bagaimana caranya menghadapi semua ini.

Dia terduduk di lantai dingin rumah mewah Rina. Sungguh, ini benar-benar sangat mengeirkan baginya.

"Gue takut, Rin, gue takut. Gimana nanti hidup gue setelah ini? gimana kalau dia tau semuanya Nita? gimana hidup gue nanti. Gimana kalau dia-"

"Hey, sadar Alice. Sadar, dia gak akan tau! Dia gak akan pernah tau. Selama ini kita udah sembunyiin semuanya dengan rapi. Gak akan ada yang tau tentang hal itu. Jadi Lo tenang aja, oke?" Rina dan Nita memeluk tubuh Alice yang bergetar hebat karena ketakutan.

Mereka kasihan dengan hidup Alice. Saat-saat terpuruknya, hanya Rina dan Nita yang menemaninya. Bahkan orang tuanya langsung membuangnya begitu saja dan mengatakan jika mereka tidak pernah punya anak bernama Alice lagi, setelah mengahui anak mereka menjadi wanita simpanan suami orang.

***

Bab. 03

Rendra sudah duduk di kursi kerjanya, tapi dia belum melihat wujud dari sekertaris-nya itu pagi ini.

Menekan intercom-nya, Rendra menghubungi pihak HRD untuk mencari tau.

"Maaf, Pak. Alice sekertaris baru bapak sudah mengundurkan diri. Saya juga baru menerima surat pengunduran dirinya." jawab pihak HRD tersebut membuat Rendra mencengkram penanya.

"Antarkan ke ruangan saya sekarang!" titahnya tak terbantahkan.

Tatapannya terlihat bagitu tajam, seolah-olah siap untuk menelan siapapun yang berada di depannya saat ini.

Tak lama kemudian,kepala HRD tadi mengantarkan surat pengunduran diri Alice.

Di remasnya surat pengunduran diri tersebut dan dia langsung bergegas meninggalkan ruangan kerjanya saat itu juga.

"Pergi ke komplek Anggrek Ancubic Harmoni, Nomor 21D." titah Rendra setelah mengetahui alamat Alice.

"Baik, Pak." jawab supirnya.

Mereka langsung menuju tempat tujuan setelah melapor lebih dulu. Rendra menekan bel pintu rumah teebajt bahkan mengetuk pintunya juga. Namun tidak ada jawaban apapun dari dalam rumah tersebut.

Mengerti akan kode dari bosnya, membuat sang supir mencari tau informasi tentang pemilik rumah tersebut.

"Bagaimana?" tanya Rendra setelah menunggu supirnya.

"Pihak office bilang, pemilik rumah tersebut menyewa, dan sudah mengembalikan kuncinya. Tidak tau kemana perginya." Rendra marah.

Dia benar-benar marah saat ini. Dulu Alice juga pernah mempermainkannya dan hilang begitu saja saat dia pergi ke Amerika.

Lalu, kini dia mengulangi hal yang sama. "Jika dulu aku membiarkan mu pergi, maka jangan harap kali ini aku membiarkan mu pergi lagi!" gumam Rendra.

Mereka pergi meninggalkan tempat tersebut. Tujuan utamanya kembali ke kantor. "Cari tau dimana keberadaan wanita yang ku kirim ke ponsel mu! namanya Alice. Cari dia dan bawa padaku!" titahnya pada seseorang yang berada di balik teleponnya.

Dia kembali membuka ponselnya, dan melihat foto-foto Alice yang masih tersimpan rapi di ponselnya. Karena selama ini dia tidak pernah benar-benar meninggalkan wanita itu. Hanya saja waktunya tidak tepat untuk dia melawan dulu. Maka dia membiarkan semuanya begitu saja.

"Jangan berpikir kali ini kamu bisa lolos, Alice!" ucapnya marah setelah mengetahui jika wanita itu kembali pergi meninggalkannya.

Pikirannya kembali berputar ke masa lalu.

Flashback

Dulu, 6 tahun yang lalu. Rendra terpaksa meninggalkan sugar baby-nya, Alice karena terpaksa kembali ke Amerika untuk menuruti keinginan papanya.

Tapi sebenarnya, dia tidak pernah benar-benar pergi meninggalkan Alice.

"Gimana, udah ada kabar dari sih om?" tanya Rina saat melihat Alice yang hanya diam di apartemen mewah tempat tinggalnya bersama Rendra.

Alice hanya menggelengkan kepalanya saja. Dia belum mendustakan kabar apapun dari laki-laki beristri tersebut.

"Mungkin nanti ada kabar." timpal Nita yang ikut merasakan kasihan dengan Alice.

Tak lama, ponselnya bergetar menandakan sebuah notifikasi akun bank miliknya, dan sebuah pesan masuk tak lama setelah itu.

"Saya rasa uang itu cukup untuk biaya hidup kamu. Saya tidak tau kapan baru kembali. Tapi kamu bisa tetap tinggal di apartemen selama yang kamu mau!" tulis Rendra dalam pesan tersebut.

Alice hanya bisa menghela nafasnya dengan berat setelah membaca pesan tersebut.

"Apa kata sih, Om?" tanya mereka penasaran.

Alice hanya memberikan ponselnya pada mereka dan membacanya.

"Gila, banyak banget Alice. Sih om kirim lu duit 2M?" gumam mereka tidak percaya melihat itu.

"Lu mau apain duit ini? Terus gimana sama keadaan lu sekarang?" tanya Rina yang merasa kasihan dengan Alice.

"Gak tau, gue gak tau harus gimana." katanya menatap penuh prihatin pada dirinya sendiri.

Beginilah nasib wanita simpanan? Di butuhkan kalaupun dia mau, di tinggalkan sesuka hatinya.

"Jangan sedih. Kita cari sugar Daddy baru gimana?" tanya Nita to the point' membuat Rina melotot ke arahnya.

"Sinting lu ya!" umpatnya pada Nita.

"Gue gak mau jadi wanita simpanan lagi. Gue gak tau harus apa sekarang. Gue-" dia tidak sanggup melanjutkan perkataannya lagi, dan Rina langsung memeluknya di ikuti Nita.

Mereka saling berpelukan memberi semangat untuk teman mereka.

***

Jangan lupa like, komen, dan kasih bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 Ya guys 🫶🏼

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!