Indonesia
NovelToon NovelToon

Bangkitnya Putri Sampah Untuk Balas Dendam

Bab 1. Li Mingyue

Li mingyue seorang agen mata-mata negara yang jenius, ia sangat berbakat dalam bidang seni bela diri dan bidang kedokteran. Ia menguasai semua pengobatan baik secara modern maupun secara tradisional, baik bedah maupun akupuntur ia bisa, bahkan sangat ahli.

Ia belajar sejak kecil dengan otak jenius nya ia dengan mudah menguasai berbagai macam keterampilan, ia juga menguasai 5 bahasa di dunia ini, bahkan ia juga mengerti dengan bahasa binatang.

Kejadian ini terjadi waktu ia kecil, saat sang kakek memberikan gelang warisan kepadanya, sang kakek memintanya untuk meneteskan darahnya ke gelang supaya mengakui ia sebagai pemilik baru.

Ia menuruti permintaan sang kakek, setelah gelang itu menyerap darahnya gelang itu bercahaya menyilaukan menyakitkan mata hanya sebentar setelah itu cahaya tersebut menghilang.

Tidak ada yang terjadi setelah cahaya itu menghilang, kata kakeknya gilang itu tidak akan bisa lepaskan, suatu saat nanti ia akan mengetahui rahasia gelangnya.

sejak ia pakai gelang warisan itu ia paham dengan bahasa hewan, saat ia masih kecil jadi ia ketakutan, saat ia bisa mendengar suara burung, yang terbang lewat jendela kamarnya.

Tetapi lama kelamaan ia terbiasa dengan itu, justru ia memanfaatkannya untuk menjalankan misinya dengan bantuan hewan ia bisa menemukan jalan tikus untuk menyelamatkan diri dari kejaran musuh.

Dengan umur yang sangat muda ia sudah di rekrut oleh organisasi keamanan negara, sang pemimpin tertarik pada bakatnya dan kepintarannya, sangat cocok untuk berada di organisasi ini.

Sejak masuk organisasi Li Mingyue sudah menjalani banyak misi dan menyelesaikannya dengan mudah. Karena kepintaran nya ia dengan mudah masuk kedalam kelompok musuh jadi mata-mata, tanpa pengetahuan orang lain penyamarannya sangatlah sempurna.

Dengan ini memudahkannya untuk menghancurkan musuh dari dalam, dan mengambil data-data yang dikerjakan musuh, untuk di teliti oleh negara.

Sejak itu Li minggyue jadi terkenal dan semua organisasi pemujanya, menyayanginya, termasuk sang pemimpin memanjakan dirinya seperti anak perempuannya sendiri.

Banyaknya orang yang mencintai dan menyayangi nya tentu juga ada yang tidak menyukainya dan iri pada ketenarannya, orang itu perpikir seharusnya dia lah yang harus di puji, semua ketenaran itu miliknya bukan Li minyue hanya junior yang baru bergabung.

Sejak Li Mingyue masuk Organisasi semua orang melupakan dirinya, dulu dia lah dipuja dan disayang. Orang itu sangat marah mengapa Li Mingyue merebut semua jadi miliknya, ia ingin sekali melenyapkan Li Mingyue selamanya dan menghilang di dunia ini.

Dia adalah teman dekat Li Mingyue itu sendiri Liu Yiran.

Awalnya Liu Yiran menyukai Li Mingyue sejak ia pertama kali masuk, karena Li Mingyue yang kecil di antara mereka, yang terlihat lemah ingin sekali di lindungi.

Semua orang di Organisasi memanggil Li Mingyue adik, termasuk Liu Yiran memanggilnya adik, sejak itu ia menganggap Li Mingyue adik perempuannya, kebetulan ia tidak memiliki adik perempuan.

Li Mingyue merasakan ketulusan Liu Yiran maka dia juga memanggil nya kakak, untuk menghormati Liu Yiran.

Tetapi rasa kasih sayang itu menghilang karena dengan timbulnya rasa iri dan kebencian dalam dirinya sekarang ia sangat membenci Li Mingyue, karena lama kelamaan ketenarannya Li Mingyue melampaui dirinya sebagai senior yang hebat. Dia merasa Li Mingyue sudah mengambil semua yang harus jadi miliknya.

Suatu saat Li Mingyue menjalankan misi dan Liu Yiran ikut serta dalam misi tersebut, kebetulan misi ini harus di kerjakan dengan dua orang, maka Liu Yiran yang terpilih.

Sebenarnya Li Mingyue tidak ingin menjalankan misi bersama Liu Yiran ia memiliki firasat buruk jika Liu Yiran ikut menjalan misi bersama nya.

Ia pernah menanyakan soal ini kepada pemimpin, tetapi pemimpin sudah memutuskan bahwa hanya Liu Yiran yang cocok dan memiliki kemampuan untuk menjalani misi ini.

Li Mingyue terpaksa menerima keputusan dari pimpinan walaupun hatinya terasa berat dengan keputusan itu, padahal jika sendirian ia bisa menyelesaikan misi dengan mudah.

Akhir-akhir ini ia selalu merasa bahwa Liu Yiran memiliki niat buruk terhadap dirinya, ia memiliki firasat Liu Yiran bahwa merencanakan sesuatu tetapi ia tidak tahu apa itu, maka yang bisa ia lakukan sekarang adalah berhati-hati terhadap Liu Yiran.

Dalam menjalan misi ini ia harus mempersiapkan sebaik mungkin apa yang harus dia bawa apa yang tidak perlu.

Waktu berjalan dengan cepat tibalah hari keberatannya menuju lokasi misi yang dilaksanakan. Dalam perjalanan Liu Yiran tetap baik seperti biasa tetapi Li Mingyue sangat waspada hatinya berkata-kata, mengapa dia memiliki dia memiliki firasat itu terhadap Liu Yiran.

Apa benar Liu Yiran ingin mencelakainya, tetapi untuk apa? Dia baik padanya begitu pula dirinya juga baik baik kepada Liu Yiran, tidak pernah membantahnya, Li Mingyue sangat bingung dengan instingnya sendiri.

Tetapi ia juga mempercayai instingnya, selama ini instingnya selalu tepat dan benar!!!

Benar saja penyamarannya dengan mudah di ketahui oleh musuh, seharusnya ini sangat sulit kecuali ada yang membocorkannya, ia sudah menebak itu Liu Yiran, karena instingnya tidak pernah salah.

Ia sudah terpojok dan di kepung oleh musuh, ia hanya pasrah kali ini lalu ia memandang Liu Yiran dengan senyuman manis, sambil berkata?

" Kak Yiran! Aku sudah menduga kau akan berkhianat, maka aku sudah mempersiapkan diri.!" Ucap Li Minggue dengan tenang, ia masih tersenyum tidak ada rasa panik sama sekali.

Liu Yiran bingung karena ia tidak pernah menampak kebenciannya selama ini, ia menjaganya dengan aman tidak ada yang tahu, ia sangat pandai berpura-pura baik selama ini.

Dan dia sangat yakin tidak ada yang tahu bahwa dia berkhianat kepada Organisasi maupun kepada Li Mingyue. Karena itu ia sangat binggung dari Li Mingyue mengetahui niatnya...

Tapi, apa masalahnya jika Li Mingyue tahu, dia sekarang sudah menang, yang harus dia lakukan akan dilakukan sekarang, Li Mingyue akan lenyap di dunia ini selamanya.

Semua ketenaran dan pujian akan jadi miliknya lagi, tidak ada lagi yang menghalangi nya untuk maju menjadi terkenal dan di puja orang.

Hatinya kembali rileks dan bahagia, lalu ia senang kembali sambil menjawab pertanyaan Li Mingyue.

"Apa maksudmu? Selama ini aku selalu bertindak hati-hati." Ucapnya dan ia terdiam sebentar dengan senyuman dibibirnya ia melanjutkan berbicara.

"Lalu apa masalahnya jika kamu mengetahui niatku, hari ini kamu akan lenyap selamanya, jadi tidak ada yang tahu kejadian hari ini!." Ucapnya lagi, dengan seringai di bibirnya ia sangat senang melihat Li Mingyue terpojok.

°°°

Bersambung...!!!

°

°

°

《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》

Bab 2. berinkarnasi ke dunia lain.

Liu Yiran sangat senang melihat kondisi Li Mingyue yang ia kepung dan terpojok tidak bisa melakukan apaun lagi. tetapi ia kesal melihat wajah Li Mingyue tetap tenang tidak panik sedikitpun.

"Li Mingyue...! Jangan pura-pura tenang aku ingin melihat ketakutan di wajahmu itu, aku sangat muak melihat wajah polosmu itu, jangan pura-pura, berteriaklah minta ampun padaku, aku akan meringankan rasa sakitmu." Ucap Liu Yiran dengan marah, ia menodongkan pistol kearah Li Mingyue, ia ingin sekali melihat Li Mingyue memohon kepadanya, tapi apa yang ia lihat...

Li Mingyue hanya tersenyum mendengar ucapan Liu Yiran, melihat pistol ia tidak takut sama sekali.

"Sayang sekali...!!! Kak Yiran kamu tidak menikmati ketenaran itu setelah kepergian ku." Jawab Li Mingyue dengan tenang. Lalu ia mengeluarkan remot pengendali Bom dalam saku celananya, dan tersenyum kepada Liu Yiran.

Liu Yiran terkejut, ia tidak menyangka Li Mingyue nekat memasang bom disini. " Gawat...! Semuanya cepat pergi ruangan ini sudah dipasang bom!." Teriak Liu Yiran kepada semuanya, musuh yang mengepung Li Mingyue saat ini.

"Ingin pergi tidak semudah itu, semua pintu dan lubang keluar sudah ditutup rapat." Ucap Li Minggue, ia masih tersenyum.

"Kak Yiran, kita pergi bersama-sama, aku senang bisa pergi bersamamu, untuk membalas kebaikkanmu dulu padaku." Ucap Li Mingyue lagi, lalu ia menekan tombol warna hijau.

"Mingyue jangan gila...! Jika kamu menekan itu kita semua tidak selamat." Teriak Liu Yiran dia sudah ketakutan termasuk semua musuh yang tadi mengepung Li Mingyue mereka sudah sibuk mencari jalan keluar, tetapi mereka tidak menemukannya.

tidak menunggu lama setelah tombol hijau di tekan semuanya meledak...

Duuuaaarrrr!!!!

Ruangan itu hancur rata tidak ada yang selamat semuanya habis tersisa termasuk Liu Yiran dan Li Mingyue mereka pergi bersama-sama, sesuai keinginannya Li Mingyue.

*

*

*

Di dunia lain, tempatnya yang sangat jauh. Ada seorang gadis yang terbaring di tempat tidur. Gadis itu terlihat sangat lemah, wajahnya pucat dan matanya tertutup rapat, seperti tidak bernyawa lagi...

Tiba-tiba...!!!

Mata gadis itu terbuka lebar, sambil memutar-mutar bola matanya sana sini, untuk melihat sekeliling ruang yang ia tempati.

"Dimana aku, bukankah aku sudah meledakkan diri bersama mereka." Gumam gadis itu tetapi matanya memasuh melihat keadaan sekelilingnya untuk mengetahui dimana dia berada saat ini, ia merasa tempat ini sangat aneh.

Ia melihat ruangan luas, seperti istana, jika di lihat lagi ini istana kosong tanpa perabotan, semua kosong disini. Lalu ia mencoba bangun dari tempat tidur tetapi ia kesusahan.

"Hah... mengapa tubuhku menjadi lemah seperti ini!." Gumamnya lalu ia menyadari sesuatu. " tunggu dulu...! Bukankah tubuhku sudah hancur, lalu ini tubuh siapa?." Gumamnya sambil mengusap wajahnya dengan telapak tangannya, lalu melihat tangannya sendiri.

Ia melihat tangannya putih pucat terlihat rapuh, lalu merasakan tubuhnya sendiri masih utuh.

"Aku masih hidup, tubuhku masih ada, tidak hancur! Lalu apa kabar dengan Liu Yiran dan yang lainnya, apa mereka juga masih hidup sama seperti ku." Gumamnya lagi.

Lalu ia mencoba lagi untuk bangun dan berdiri, tetapi ia terjatuh lagi dan meringis sambil memegang kepalanya yang terasa sakit. Karena kepalanya tiba-tiba merasa sakit saat itu juga, ia merasakan sakit yang sangat luar biasanya.

Bertepatan saat itu ia melihat kenang-kenangan dan ingatan dari seorang gadis dari kecil hingga tumbuh besar seperti saat ini.

Ia melihat ingatan itu, gadis itu memiliki wajah dan nama sama dengannya, tapi bedanya gadis ini seorang putri kerajaan, anak dari raja yang menguasai wilayah Xuanxi.

Kita berpikir kehidupan putri pasti berlimang harta dan di puja oleh orang-orang, tetapi tidak dengan putri ini dia diabaikan oleh ayahnya, semua hartanya dirampok, dia sering disiksa oleh pelayan atas suruhan dari selir-selir ayahnya juga anak-anak selir lainnya.

Sedangkan raja hanya menutup mata tentang situasi itu, tidak pernah mengutus orang untuk membantu putrinya, bahkan menjengukpun tidak pernah.

Li mingyue mengepalkan tangannya, rasa sakit dikepalanya sudah hilang begitu pula dengan kenangan itu ia sudah mengingatkan semuanya.

"Aku paham sekrang, aku berinkarnasi ketubuh gadis malang ini, lalu yang aku lihat tadi ingatan dari pemilik tubuh." Gumamnya.

Ia merasakan semua penderitaan itu, seperti dirinya lah yang menderita, ia mengepalkan tangannya dengan kuat.

"Mereka sangat jahat!" Gumam Li Mingyue dengan marah.

Ia sudah menyadari diri berinkarnasi ketubuh gadis ini, dan ia hidup lagi tetapi di dunia lain, dunia yang berbeda dengan dunianya dulu.

"Dunia ini yang ku lihat dari ingatan pemilik tubuh, adalah dunia kultivator yang terkuatlah berkuasa dan yang lemah di injak, pantas saja pemilik tubuh ini diperlakuan tidak adil di istana ia sangat lemah, sejak kecil ia tidak memiliki akar roh spiritual." Ucap Li Mingyue lagi.

Lalu ia tidak sengaja melihat pergelangan tangannya, matanya terbelalak tidak percaya apa yang dia lihat, ada rasa senang melihat benda itu..

"Ini gelang warisan dari kakek! Mengapa tubuh ini juga memilikinya." Ucap Li mingyue ia mengambil gelang itu dari pergelangan tangannya lalu memperhatikan gelang itu dengan teliti.

"Sangat mirip tidak ada perbedaan sama sekali, tetapi ini bukan gelang dari kakek, karena gelang itu sudah hancur bersama tubuhku disana." Ucapnya lagi, ia masih memperhatikan gelang itu.

Lalu ia teringat ucapan kakeknya untuk mengakui dirinya sebagai pemilik gelang itu, harus meneteskan darahnya sendiri.

"Ya, aku harus mencobanya siapa tahu aku memiliki jari emas hadiah reinkarnasi ku." Ucapnya lagi lalu ia menusuk jarinya sendiri dengan pisau dan meneteskan darahnya kesana.

Ia melihat tidak ada perubahan pada gelang itu, darahnya sudah banyak keluar. Lalu ia pasrah kembali membalut jarinya yang terluka supaya tidak mengeluarkan darah lagi.

"Hah, mengapa tidak ada perubahan sama sekali, darahku sudah banyak sekali membasuh gelang ini." Ucapnya ia kembali memperhatikan gelang itu...

Lalu ia melihat gelang itu menyerap darahnya sedikit demi sedikit, tak lama setelah itu gelang itu bersih dari darah ia menyerap semua darah itu.

Li Mingyue kembali melihat pemandangan yang sama saat ia menetes darah di gelang warisan kakeknya.

Gelang itu kembali mengeluarkan cahaya, tetapi cahayanya lebih pekat dari sebelumnya sampai dia menutup matanya karena silauan itu, saat dia membuka matanya dia sudah berada di tempat lain.

"Dimana aku apa aku dipindahkan lagi ke dunia lain." Gumamnya sambil melihat sekeliling, ia tidak melihat apapun hanya pemandangan yang indah dan hamparan tanaman yang sangat banyak.

°°°

Bersambung...!!!

°

°

°

《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》

Bab 3. phoenix Aneh.

Li Mingyue berjalan dengan pelan kearah hamparan itu, ia penasaran jenis tanaman apa disana, karena saat ia tak melihat dengan jelas di tempat di saat dia berdiri sekarang, tanaman terlihat jauh dan kecil.

Ia berjalan cukup jauh baru sampai di tempat tanaman itu, mata Li Mingyue terbelalak tidak percaya apa yang dia lihat, hamparan itu ternyata sebuah ladang, perkebunan tanaman macam-macam buah-buahan, sayuran-sayuran, sejenis bumbu masak, macam-macam tanaman obat termasuk Ginseng dan jamur Lingzhi dan masih banyak yang lainnya.

"Ya ampun apakah ini milikku! Tapi dimana ini? Mengapa tidak ada kehidupan manusia disini selain tanaman dan ...." Ucap nya terhenti matanya masih melihat seluruh ladang tersebut, perkebunan ini sangat lah luas, ia tidak melihat ujungnya, ujung sana terlihat kecil saking jauhnya.

Lalu matanya melihat ladang peternakan, kakinya berjalan kearah sana untuk melihat dan memastikan apa saja di ada peternakan itu.

"Dan juga ada peternak disini, jika benar ini milikku, aku tidak kelaparan jika berada di dunia ini." Gumamnya ia sudah melihat kehidupan pemilik tubuh ini, tidak pernah diberi makanan yang layak, dengan adanya tanaman dan ternakan yang ia miliki sendiri ia tidak akan kelaparan.

matanya berbinar melihat ladang peternakan, ada ayam, bebek, kambing, domba, sapi, kerbau dll. Ia sungguh senang melihat semuanya, dengan adanya ini semua ia bisa mengisi tubuh ini dengan makanan bergizi. Tubuhnya sekarang benar-benar kurus kurang gizi, tidak layak dikatakan tubuh manusia hidup, di terpa angin saja bisa roboh.

Lalu Li Mingyue masuk kedalam ladang peternakan dan melihat telur di tempat eraman induk ayam, telurnya sangat besar, ia sangat senang nanti ia bisa membuat puding telur dan omelet.

Ia sedang asyik di ladang peternakan hewan, Tiba-tiba ia di kejutkan dengan suara yang nyaring...

"Tuan, akhirnya anda datang juga, aku sudah lama menunggumu disini." Ucapnya sambil menghampiri Li Mingyue.

Li Mingyue melihat ke arah suara, ia terkejut melihat burung besar di depannya dengan bulu yang sangatlah indah ia langsung menyukainya burung tersebut.

"Kamu yang berbicara? Dan sejenis burung apa kamu?." Tanya Li Mingyue meski dulu ia paham bahasa binatang tetapi burung di depannya ini berbicara dengan bahasa manusia, sangat mengejutkannya.

"Tentu aku bisa berbicara, aku binatang roh suci, aku bukan burung biasa aku phoenix gabungan antara api dan salju, aku sangat istimewa diantara binatang roh suci lainnya." Ucap nya dengan bangga lalu menjelaskan kepada Li Mingyue asal usulnya.

"Ayahku phoenix api sedangkan ibuku phoenik salju, mereka menikah maka lahirlah aku, phoenix gabungan." Ucapnya lagi.

Li Mingyue hanya mendengarkan burung itu bercerita tengang asal usul burung itu, ia takjub melihat burung itu berbicara, ia pernah mendengar dalam cerita tentang binatang spirit bisa berbicara, sekarang ia melihatnya sendiri yang ada di hadapannya.

Si burung phoenix tidak berhenti berbicara ia masih asyik menceritakan kisahnya.

"Semua orang bilang ayah tidak akan bisa bersatu dengan ibuku, jika mereka menikah mereka tidak akan memiliki keturunan karena kekuatan mereka bertentangan dingin dan panas." Ucap Phoenix gabungan tersebut.

"Nyatanya aku lahir dengan selamat, dan memiliki dua kekuatan langsung, api dan es, ucapan orang-orang itu tidak ada yang dipercaya, mereka hanya iri kepada keluarga kami." Ucapnya lagi, lalu ia melihat Li Minggue yang diam saja dari tadi.

"Tuan, mengapa kamu diam saja, apa ceritaku tidak menarik, apa kamu tidak suka dengan kisah hidupku." Ucap phoenix itu lagi...

Li Mingyue tersadar dari lamunannya, ia tersenyum kepada burung itu. " aku suka ceritamu kok, aku diam karena terpesona oleh keindahanmu, bulumu sangat indah dan lembut." Ucap Li Mingyue langsung memuji keindahan burung tersebut.

"Terimakasih tuan, aku memang cantik." Balasnya sedikit menundukan kepalanya, jika dia manusia pasti kedua pipi sudah memerah karena tersipu oleh pujian Li Mingyue.

"Lalu siapa namamu? Tidak mungkinkan aku memanggilmu phoenix gabungan,." Tanya Li Mingyue lagi, sambil bercanda kepadanya.

"Tuan aku tidak memiliki nama, mohon beri aku nama, tuan?." Ucap phoenix tersebut memohon kepada Li Mingyue.

"Aku tidak bisa membuat nama yang bagus, tetapi untuk dirimu akan aku pikirkan dulu?." Ucap Li Mingyue sambil berpikir ia terdiam cukup lama.

"Baik lah namamu fenghuang saja, cocok untukmu phoenix, meski tidak kreatif hanya itu terpikir olehku." ucap Li Mingyue ia memang tidak pandai memilih nama yang bangus untuk si phoenix.

"Baiklah tuan, namaku sekarang Fenghuang, aku suka nama apapun asalkan tuan yang berikan." Ucap burung phoenix itu dengan polosnya.

"Fenghuang, tempat apa ini bagaimana cara aku kembali ke kamarku." Tanya Li Mingyue kepada burung phoenix tersebut, mulai sekarang panggilan burung phoenix itu fenghuang.

"Tuan, disini adalah dunia yang ada dalam gelang warisan keluarga anda, awalnya anda meneteskan darah hanya untuk mengakui sebagai pemilik gelang saja, saat itu ruang dimensi belum terbuka!"

" lalu saat anda sampai di dunia ini, anda kembali meneteskan darah yang kedua kalinya, untuk mengakui anda sebagai pemilik seluruh ruang dimensi ini." Ucap Fenghuang menjelaskan semuanya kepada Li Mingyue.

"Jadi begitu! Pantas saja aku tidak merasakan ruang saat aku menetes darah saat pertama kalinya, hanya paham tentang bahasa hewan saja." Ucap Li Mingyue.

"Mungkin ini maksud kakek ku saat itu ia berkata, suatu saat aku pasti mengetahui tentang gelang ini, jadi inilah maksudnya gelang ini berasal dari dunia ini, dan sangat istimewa. " Ucapnya lalu ia memikirkan sesuatu.

"Jangan-jangan tubuh ini memang tubuhku sendiri, di masa lalu." Gumamnya lagi, ia dengan pemilik tubuh memiliki tubuh yang sama dan nama yang sama.

Fenghuang tahu apa yang di pikirkan tuannya. " tuan, tubuh ini memang milik anda, saat jiwa anda berada di dunia lain tubuh ini tidak memiliki jiwa lengkap karena itu ia bodoh dan lemah tanpa akar roh spiritual." Ucap Fenghuang.

"Apa...!!! Jadi tubuh ini memang milikku, tubuh asliku!, lalu mengapa aku bisa sampai di dunia modern, sedangkan umurku pun jauh berbeda diantara dua dunia, disana saat aku meninggal aku sudah berumur 20 tahun, sedangkan di dunia ini, tubuhku ini baru masuk umur 18 tahun, bisa dikatakan saat aku kembali kesini bertepatan ulang tahunku ke 18 tahun." Ucap Li Mingyue ia kaget, ternyata tubuh ini adalah miliknya sendiri ia tidak meminjam tubuh orang lain.

Pantas saja, saat ia mengingat kenangan pemilik tubuh ia merasakan sendiri penderitaan itu. Jadi inilah jawabannya karena memang dirinyalah yang menderita selama ini.

°°°

Bersambung...!!!

°

°

°

《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!