Indonesia
NovelToon NovelToon

Secon Chance

My Ex¹

Air hujan turun perlahan membasahi permukaan bumi.

Matahari mulai tertutup oleh segumpal awan hitam yang menurunkan air hujan.

Suara petir samar-samar terdengar setiap beberapa menit.

Seorang wanita tengah duduk disebuah pondok kayu sederhana dekat danau yang airnya begitu tenang.

Tatapannya menatap kosong kearah danau dengan perasaan campur aduk.

tak lama, sebuah mobil hitam berhenti dipinggiran. Hingga seorang pria muda berparas tampan keluar dari sana dan mendekati pondok kayu tersebut menggunakan sebuah payung.

"sudah dari tadi disini?" suara lembut yang terdengar menenangkan hati itu kini berdiri didepannya.

"aku baru saja berada disini..." wanita tersebut tersenyum lembut menatap kekasihnya yang sangat ia cintai itu.

"aku baru ingat, jika kita membuat sebuah janji untuk bertemu disini. Tadi saat aku akan pergi tidur, aku teringat padamu jadi aku cepat-cepat kesini"

"tak apa, semua manusia memang suka lupa"

Pria itu tersenyum manis, kemudian duduk disampingnya. ia membuang pandangannya sejenak kearah lain sebelum akhirnya menatap lagi pujaan hatinya dan menggenggam erat kedua tangan lembut itu.

"sudah makan?"

"sudah tadi dirumah"

Pria tersebut mencium lembut kedua punggung tangan kekasihnya itu sembari mengusap pelan pucuk rambutnya dengan satu tangannya yang lain.

"aku sangat mencintaimu"

"Ada yang ingin aku katakan padamu" ucap wanita itu dengan berat.

"katakan"

Wanita itu terdiam sejenak, dadanya terasa sesak saat ingin mengucapkan sebuah kata-kata yang seharusnya tidak pernah ia ucap.

Tapi demi kepentingannya, ia rela mengungkapkan nya.

"Aku mau putus"

Sontak wajah pria tersebut muram, tatapannya berubah menjadi tajam dan genggaman tangannya menjadi lebih erat, hingga menyakiti wanita itu.

"apa yang baru saja kamu katakan? bagaimana mungkin kekasih yang begitu aku cintai mencampakkan aku seperti ini?"

"maafkan aku, tapi aku harus melakukan ini untuk kebaikan kita bersama"

"tidak! apapun kebaikan itu, aku tidak mengizinkanmu pergi dari hidupku!" bentak pria itu tertahan.

"Aku tidak bisa" jawab wanita itu melepaskan genggaman tangan kekasihnya darinya.

"Serena Calista!" bentak pria itu lalu menggenggam kembali kedua tangan Serena, kali ini lebih kuat hingga membuat pergelangan tangan Serena memerah.

"Dirga....aku mohon lepaskan, ini sakit..." Serena menitikkan air matanya sebab merasakan rasa sakit dipergelangan tangannya.

"kau pikir kau bisa lari dariku?" suara Dirga terdengar posesif.

"Serena kau milikku! hanya milikku"

"Dirga aku mohon mengerti aku, ini semua demi kebaikan kita"

"tidak Serena, selamanya aku tidak akan pernah melepaskanmu"

"jangan egois, kalau bukan karena mu aku tidak akan pernah merasa tertekan setiap hari"

"apa maksudmu? kau tiba-tiba minta putus tanpa sebab, tentu saja aku marah"

"Itu bukan urusanmu, yang jelas aku ingin kita putus"

"mengapa kamu begitu bersikeras untuk berpisah denganku?" tanya Dirga dipenuhi rasa frustasi.

"karena aku bosan padamu, aku ingin mencari pria lain" ucap Serena begitu lantang.

*apakah tak apa-apa aku mengatakan ini padanya? bukankah ini keterlaluan?* batin Serena kini menatap takut kearah kekasihnya yang semakin menatapnya begitu tajam.

"katakan sekali lagi" gumam Dirga terdengar lebih rendah.

pria itu melangkah semakin dekat kearah Serena membuat wanita itu cemas dan memundurkan tubuhnya kebelakang.

Dirga semakin melangkah maju hingga membuat Serena kini terhimpit antara pohon dan juga dirinya.

"Serena, kau akan menyesal dengan perkataan mu itu"

"a-aku...aku mengatakan isi hatiku"

Dirga mengepalkan tangannya kuat-kuat lalu pandangan yang semula lembut kini menjadi tatapan benci.

"baik, jika itu yang kau inginkan maka aku setuju untuk putus denganmu, tapi jangan lupa aku siapa Serena. Suatu saat kau akan menyesal dan merangkak kearahku untuk meminta maaf padaku"

Dirga berbalik dan kemudian meninggalkan Serena begitu saja dibawah pohon rindang.

Setelah menahan cukup lama, akhirnya Serena menangis menahan rasa sakit dihatinya.

Ia tidak berharap ini semua terjadi, ia ingin hidup bahagia bersama Dirga.

"Jika aku tidak melakukan ini, maka aku sama saja akan kehilangan mu dan juga kedua orang tuaku" tangis Serena pecah begitu saja.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

My Ex²

PRANG*

Suara pecahan kaca terdengar begitu kuat memenuhi seisi ruangan. Botol wine ada dimana-mana, pecahan gelas kaca berserakan dilantai dan kaca jendela terlihat pecah.

"Tuan muda, tenangkan diri anda" ucap pelayan perempuan berusia 45 tahun yang setia bekerja dikeluarga Dirgantara.

"Keluar" ucap Dirga dengan dingin.

"t-tapi tuan-"

"AKU BILANG KELUAR!!" teriak Dirga membuat pelayan tua itu ketakutan dan segera pergi meninggalkan Dirga sendirian.

"Serena, aku tidak menyangka kau begitu murahan" Dirga menatap tajam kearah foto Serena yang ada didinding.

Dengan gerakan cepat ia meraih botol wine disampingnya lalu kemudian melemparkannya kearah pigura tersebut hingga pecah berkeping-keping.

"aku membencimu selamanya"

"AKU BENCI KAMU SERENA CALISTA!" teriak Dirga begitu frustasi.

sementara itu.

"apakah anak itu baik-baik saja?"

"sepertinya tidak, nyonya. Karena tuan muda bersikeras menyuruh saya keluar dan menghancurkan barang-barang yang ada didalam kamar"

Karena khawatir terjadi sesuatu pada putranya yang baru lulus kuliah itu, nyonya Chaterine segera menghubungi suaminya untuk cepat pulang kerumah.

"pa, cepat pulang. Putramu berada dalam masalah"

"apa yang telah terjadi padanya?"

"aku tidak tahu tapi kumohon cepat pulang"

"papa akan segera pulang"

Tuan Adhyaksa merupakan CEO ternama di negara Amerika.

Ia memiliki 3 orang putra. Dirga merupakan putra sulung dari keluarga Pranav yang dimana merupakan ahli waris sah dari keluarga Pranav yang terpandang.

Tuan Adhyaksa juga begitu menyayangi Dirga dengan sepenuh hati dan akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan putranya itu.

Karena hanya Dirga yang mewarisi semua sifat dan juga gen dari Adhyaksa.

Sementara nyonya Chaterine merupakan putri konglomerat dari keluarga Riddle.

Ia dijodohkan dengan Adhyaksa karena hubungan bisnis antar keluarga.

Dan untuk mengembangkan perusahaan, saat kini mereka menjodohkan Dirga dengan putri dari seorang teman bisnis yang sepadan dengan keluarga Pranav.

Maka dari itu mereka akan menyingkirkan semua yang membuat putra mereka tidak tumbuh berkembang dengan baik.

tak lama, mobil tuan Adhyaksa terdengar. Nyonya Chaterine berlari keluar untuk menyambut suaminya pulang.

"papa"

"dimana putra kita?"

"dia ada didalam kamar"

Tuan Adhyaksa berjalan cepat menuju kamar Dirga.

Ketika sampai disana, Adhyaksa benar-benar terkejut minat seisi kamar.

"Dirga!" ucapnya dengan tegas menatap putra sulungnya dengan tajam.

"apa yang telah kau lakukan?"

"Ayah, aku ingin sendiri"

"Tienes que explicarme todo esto, hijo mío" (kamu harus menjelaskan ini semua, putraku)

Ucap Adhyaksa dalam bahasa Spanyol. Karena dia tahu, jika ia sudah berbicara bahasa Spanyol maka Dirga akan mengerti jika ayahnya sedang serius.

"aku putus cinta" ucap Dirga dengan frustasi dan menatap langit-langit kamar sembari menatap sendu.

"aku kehilangan orang yang aku cintai, ayah. Aku gagal mempertahankan nya"

Adhyaksa menghela nafas dengan berat, ternyata putranya sedang putus cinta.

"Dirga, apapun masalah kamu, bukan cara seperti ini untuk menyelesaikan nya"

pria paruh baya itu mendekat dan duduk disamping putranya lalu menepuk-nepuk pelan bahunya.

"tunjukkan padanya bahwa kamu mampu menjalani hidup tanpa dia, dan buktikan bahwa kamu sukses dan bisa mengikat dia dalam cara apapun"

Dirga terdiam saat mendengar nasihat dari sang ayah, ia menoleh pelan lalu tak lama ia menganggukkan kepalanya dengan mantap.

"ayah, kau benar. Aku akan menunjukkan bahwa aku bisa tanpa dia"

"bagus, itu baru putraku"

Dirga tersenyum dan mengangguk. "Son, kau adalah penerus ku. Maka jangan memilih hal yang tidak baik untuk dirimu sendiri"

"ayah, mungkin aku akan meneruskan perusahaan mu. Tapi aku akan membangun usahaku sendiri tanpa bantuanmu"

"itu malah lebih bagus lagi, tapi jika bukan kamu maka siapa yang akan meneruskan perusahaan ayah?"

"masih ada putra ayah yang lain kan?"

"mereka tidak pantas mendapatkan posisi CEO ini, Dirga"

"mengapa ayah berbicara seperti itu?"

"karena ayah tahu jika dua adikmu memiliki kemampuan yang berbeda, sama seperti dirimu. Kau pandai mengelola bisnis, mengatur keuangan dan berbakat dalam semua hal yang berbau uang, sedangkan adikmu? ia lebih suka mengobati orang lain dan satunya lagi lebih suka menjadi artis"

"Ayah-"

"dengarkan ayah, kamu harus meneruskan perusahaan ayah sampai kamu sukses dan berhasil mengembangkan perusahaan ayah. 5 tahun kedepan kamu akan bertunangan dengan wanita yang sudah ayah jodohkan dengan putri dari teman bisnis ayah. Setelah itu perusahaan jatuh ke tangan kamu, dan berubah menjadi atas nama kamu"

"lalu ayah bagaimana?"

"ayah dan ibumu akan pergi ke Spanyol dan meneruskan perusahaan ayah disana"

Dirga mengangguk semakin membuat Adhyaksa bangga. "buktikan kamu bisa sukse, nak"

"iya ayah"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

My Ex³

Serena menatap kosong sebuah pigura kecil yang menempel didinding kamarnya.

Foto nya dengan Dirgantara yang tersenyum lebar disebuah taman dekat danau tempat biasa mereka beristirahat.

Air matanya jatuh perlahan membasahi kedua pipinya, ia kembali mengenang kembali kebersamaan nya dengan Dirga saat masa-masa ia masih duduk di bangku SMA dan Dirga sudah dibangku kuliah.

Dirga selalu melindunginya dengan cara apapun.

Setiap kali ada siswa lain yang berbuat jahat padanya maka Dirga akan menjadi garda terdepan untuknya.

Dirga juga yang membantunya untuk membayar semua biaya sekolah.

Membayar buku dan juga seragamnya saat kedua orang tuanya tak mampu membayar sekolahnya.

"sebagai ucapan terimakasih ku, seharusnya aku tidak melakukan ini semua padamu, maafkan aku..."

Serena merupakan putri dari seorang buruh pabrik yang hidupnya hanya pas-pasan.

Dari kecil ia selalu diasingkan oleh teman-temannya karena ia hidup miskin.

ayah dan ibunya sudah menasihatinya untuk berhenti sekolah dan menyuruhnya mencari pekerjaan dan membantu penghasilan keluarga.

Akan tetapi Serena tetap bersikeras untuk bersekolah hingga tamat SMA.

Serena memiliki mata bulat dengan pupil mata berwarna coklat terang yang begitu tipis hingga warna matanya terlihat begitu jelas.

Rambutnya berwarna hitam panjang yang selalu ia ikat dengan gaya kuncir kuda.

Tubuhnya pendek karena mewarisi gen ibu. Ia juga memiliki hidung mancung namun kecil dan bibir yang mungil berwarna merah muda alami.

ibunya keturunan bangsa Asia sementara ayahnya penduduk asli Barat. Serena putri satu-satunya didalam keluarga.

tok

tok

tok

"Serena, mau sampai kapan kau mengunci diri? ini sudah 2 hari kau belum makan"

"nanti saja ibu, aku tidak lapar"

"terserah padamu, ibu sudah lelah menasihati mu. Apakah kau sudah menjauhi putra konglomerat itu?"

Serena diam tak menjawab pertanyaan ibunya diluar kamar.

Ia meraih pigura yang menempel didinding itu lalu menyimpannya didalam lemari pakaian.

"sudah"

Setelah menjawab pertanyaan ibunya, tidak ada suara lagi dari luar kamar. Sepertinya ibu Serena sudah pergi dari sana.

Nafas Serena terasa begitu sesak dan ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Ia meraih ponsel yang diberikan oleh Dirga.

Tidak ada pesan yang biasanya selalu memenuhi layar ponselnya.

"apakah kau benar-benar bisa hidup tanpa aku? seandainya aku punya kekuatan, mungkin aku akan melawan semua orang yang berusaha menghancurkan hubungan kita"

Malam semakin larut.

Malam itu terasa begitu tenang. Langit hitam pekat membentang luas seperti lautan tanpa ujung, dipenuhi ribuan bintang yang berkilauan lembut di atas sana.

Cahaya bulan menyinari dunia dengan samar, menciptakan bayangan tipis di antara pepohonan dan jalanan yang sunyi.

Angin malam berhembus perlahan, membawa udara dingin yang menenangkan, sementara suara belalang terdengar samar mengisi keheningan.

Bintang-bintang terlihat begitu jelas malam ini, seakan menggantung rendah di langit gelap.

Beberapa bersinar redup, sementara yang lain tampak terang seperti berlian kecil yang tersebar acak.

Sesekali, cahaya bintang jatuh melintas cepat, meninggalkan garis tipis yang memudar di angkasa.

Suasana malam terasa damai, indah, namun juga menyimpan sedikit kesepian yang sulit dijelaskan.

Serena menatap keindahan itu dari jendela kamarnya yang berhadapan langsung dengan danau yang luas.

Pikirannya masih dipenuhi oleh Dirga.

"aku berharap kamu adalah orang yang akan hidup bersamaku selamanya, tapi dunia kita berbeda..."

"Dirga, aku begitu mencintaimu"

Serena tersenyum saat teringat ia dengan Dirga duduk pinggir danau menatap indahnya bintang dimalam hari.

Saat itu Dirga berjanji bahwa ketika ia berhasil menggapai mimpinya, ia akan menikahi Serena.

Seketika air mata Serena jatuh lagi membasahi wajah cantiknya ketika teringat dirinya sendiri yang meninggalkan Dirga tanpa menjelaskan semuanya hingga terjadi salah paham.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!