Indonesia
NovelToon NovelToon

Cewek Absurd Dan CEO Ganteng

Azizah semprul

Hai perkenalkan nama aku Azizah Humaira aku adalah penjual cilok keliling, aku tinggal di pinggiran kota Surabaya, Aku tinggal bersama adikku yang bernama Arofik dia masih sekolah kelas 2 SD.

Sebelum aku berangkat berjualan cilok aku biasanya mengantar adikku kesekolah terlebih dahulu.

" Dek ayo buruan sudah siang ini keburu pintu gerbang sekolah di tutup" ucapku

" Iya kakak sebentar aku masih iket tali sepatu niih" ucap Arofik

" Sini kakak iketin gini aja lama kamu" ucapku

" Bukan lama tapi kakak aja yang gak sabaran" gerutu arofik sambil mengerucutkan bibirnya

Gemes banget kalau lihat bibirnya yang manyun itu pengen aku iket pakek karet gelang saja hehehe,,,

" Ayo dek naik kakak akan gowes sepeda ini dengan kekuatan super kakak biar cepet sampai" ucapku sambil memperagakan gaya super Hero yang lagi gowes sepeda

" Iya-iya ayo bismillah semoga selamat sampai tujuan amin,, lest gooooo..." ucap Arofik

sepanjang jalan aku dan Arofik bercerita dan bercanda tawa sampai tak terasa kami telah sampai di depan sekolah SDN Tegalsari.

" Kak aku masuk dulu ya" ucap Arofik sambil menyalami tanganku

" Iya belajar yang bener biar nanti kalau gede bisa jadi pengusaha atau minimal CEO gitu" ucapku sambil mengelus rambut Arofik

" Jadi CEO minimal terus maksimalnya jadi apa kak?" tanya adikku

" Ya pokoknya gak jadi tukang cilok kayak kakak saja dek, udah sana masuk kakak mau langsung jualan" ucapku

" Assalamualaikum kakak" ucap Arofik

" Waalaikumsalam adikku tersayang" ucapku sambil melambaikan tangan

Setelah proses pengantaran dan melambaikan tangan aku langsung balik Kanan dan tancap pedal sepeda, Aku gowes sepenuh hati dan tenaga hahaha.....

"Capek juga ya nglawak tapi gak lucu hahaha" gumamku

Pagi yang cerah secerah harapanku untuk berjualan cilok hari ini.

" Bismillahirrahmanirrahim semangat semoga hari ini cilok daganganku laku terjual amiiinnn." gumamku sambil menengadahkan tangan.

Cilok... Ciloookkkk

Yuhuuuuu ciloookkk enak, kenyol-kenyol

" Zizaaaahh aku beli cilok ya 5 rebu yang pedes" ucap mbak Jum

" Wokeh mbak Jum pesanan sedang di kemas" ucapku dengan semangat

" Yo cepetan anakku keburu nangis tu" ucap mbak Jum

" loh Fitri gak di belikan juga mbak Jum apa ini juga mau buat mukbang sama Fitri?" ucapku

" wooohhh zizah somplak masa Fitri mau di kasih cilok pedes Yo kejer nanti nangisnya bisa-bisa di samplok bang Yogi aku" ucap mbak Jum

" Ya sudah nih punya mbak Jum pedes dan ini punya Fitri gak pedes" ucapku sambil mengulurkan kantong kresek berisi cilok

" Lah aku bawah uangnya cuma 5 rebu gimana bayar cilok punya sih Fitri?" tanya mbak Jum

" sudah ini aku yang kasih buat adikku yang manis doakan saja semoga daganganku laris manis seperti senyumku yang manis hahaha" ucapku dengan tengil

" Helleee percuma manis kalau gak ada gandengan, truk saja gandengan kok kamu sendirian hahaha" ejek mbak Jum

" Wooh jangan salah aku bukane gak ada gandengan aku hanya menunggu pangeran bermobil yang melamarku" ucapku

" Woi bangun tidurmu kemiringan, mimpi teroos" ucap mbak Jum

" Ya wes lah aku tak keliling lagi siapa tau aku segera bertemu pangeranku sembari mencari rezeki bye... Mbak Jum yang semlehoy hahaha,,," ucapku sambil berjalan mendorong gerobak

" Azizah semprul emang ya tapi baik bener jadi enak aku cilok Fitri di kasih gratis tiap hari saja kek gini pasti cepet habis dagangannya hehehe" gumam mbak Jum

keikhlasan di balik senyuman

Siang ini matahari begitu terik dan menyilaukan mata, meski kaki sudah capek melangkah dan tangan sudah capek mendorong gerobak plus tenggorokan yang kering akibat kebanyakan teriak tapi semua itu tidak menyurutkan semangatku untuk mengais rezeki demi sesuap nasi dan demi masa depan adikku aku harus tetap semangat.

Sesampainya di taman aku memilih untuk istirahat sebentar dan menikmati suasana di taman yang di tumbuhi berbagai jenis bunga dan pohon rindang.

" Heeemmm sejuknya udara di sini" ucapku sambil duduk di bangku taman dekat dengan gerobakku

Cilok..... Ciloknya saaayyy....

Yuhuuuuu.... Monggo di beliiii ciloknya...

Teriakku Menjajakan daganganku, tak berapa lama para pembeli berdatangan.

" beli ciloknya neng 5 rebu 2 bungkus yang 1 pedes yang 1 gak pedes" ucap ibu-ibu berbaju pink

" siap ibu cantik pesanan siap di kemas" ucapku dengan semangat

" Kamu gak sekolah nduk?, masih siang kok sudah jualan" tanya ibu tersebut

" Saya sudah pensiun jadi pelajar Bu" ucapku dengan tersenyum

" hehehe kamu ini bisa saja masa sekolah saja ada pensiunnya sudah macam pegawai sipil saja kamu ini hehehe" ucap ibu tersebut sambil tersenyum

" Ya mau gimana lagi Bu saya harus bekerja demi sesuap nasi dan demi masa depan adik saya Bu, biar saja adik saya nanti yang sekolah sampai ke tingkat yang lebih tinggi dari saya Bu" ucapku dengan senyum

" Memangnya orang tua kamu kemana nduk?" Tanya ibu tersebut

" Orang tua saya sudah tidur nyenyak untuk selamanya Bu" ucapku

" Maksutnya mereka sudah meninggal nduk?" tanya ibu tersebut sambil menutupi mulutnya

" Iya Bu Allah sayang sama mereka mangkanya cepet di suruh tidurnya" ucapku tersenyum sendu

" Maaf ya nduk ibu gak tau, kamu boleh panggil dan anggap ibu seperti ibumu sendiri nama ibu ibu Fika" ucap ibu Fika

" Saya Azizah Bu, salam kenal" ucapku sambil tersenyum

" Iya nduk salam kenal juga, ibu pamit dulu ya nduk lain kali mainlah ke rumah ibu, rumah ibu ada di gang janda itu" ucap ibu Fika sambil menunjuk ke arah gang

" Iya bu insyaallah lain kali zizah akan main ke rumah ibu bersama adikku" ucapku

" Assalamualaikum" ucap Bu Fika

" waalaikumsalam Bu" ucapku sambil tersenyum

Ya Allah aku memang sudah ikhlas akan kepergian mereka tapi tidak bisa di pungkiri hati ini masih menyimpan duka, semoga ayah dan ibu di sana bisa bahagia dan tersenyum melihat zizah dan Arofik adikku yang sudah bisa berdiri sendiri.

Setelah beberapa jam aku memutuskan untuk pulang ke rumah karena sudah jam 12 siang dan sebentar lagi aku harus menjemput adikku Arofik yang sekolah.

Setelah beberapa menit aku sampai di rumah dan aku langsung mandi dan bersiap-siap berangkat menuju ke sekolah SD Tegalsari.

Sesampainya di depan gerbang sekolah para siswa-siswi sudah berhamburan keluar sekolah, begitu aku melihat keberadaan adikku aku langsung menghampirinya.

" Ayo dek pulang" ucapku

" Kakak jemput, kenapa gak jualan saja kak?" ucap Rofik

" Hari ini dagangan kakak laris manis dek meski tidak habis mungkin tinggal 2 porsi saja tenang sebentar lagi juga habis kalau kita makan" ucapku

" Iiya aku mau kak, aku mau yang pedes tapi gak pedes banget" ucap Rofik

" okey pangeran Arofik, Tuan putri ini akan menyiapkan cilok gemoy bikinan kakak yang semlohay ini untuk pangeran tersayang." ucapku sambil tersenyum

Alhamdulillah untuk rezeki yang engkau berikan untuk keluargaku hari ini ya Allah.

Semangat baru

Di sore hari aku dan adekku tengah sibuk membuat cilok untuk aku jual besok pagi.

" Dek bikinnya yang bulat dan jangan besar-besar nanti kakak malah tekor dek" ucapku

" Iya ini juga sudah bulat kak emang sengaja yang sebelah sini aku kasih ekor biar estetik" ucap Rofik

" Helee estetik lagian mana ada cilok estetik yang bentuknya udah macam kecebong gitu, udah benerin jadi bulat" ucapku

" kakak ini emang tidak tau seni udah bagus kayak gini malah di bilang kecebong" gerutu Rofik

" iya gitu yang bulek potong saja ekornya biar jadi kecebong buntung" ucapku

" iyaaa ini tak potong ekornya eh kasihan juga kak nanti kalau berenang gimana kan kecebong berenangnya juga sama ekornya juga" ucap Rofik

" Ya Allah ini lagi bikin cilok apa prakarya kecebong sih kok malah kasihan kecebongnya..." ucapku sambil menepuk jidat Rofik

" ya sudah ini nanti khusus punya kamu, kamu makan sendiri saja jangan di masukkan ke tempat cilok yang kakak mau jual nanti di kira cilok jadi-jadian kan repot" ucapku

" ok kak tapi aku mau buat 3 lagi boleh kasian kecebongnya gak punya keluarga" ucap Rofik dengan wajah memelas

" Ya sudah tapi jangan besar-besar nanti kakak jualannya jadi sedikit dong" ucapku

" Iya kak kecil aja kok nanti ceritanya ini yang besar bapaknya yang kecil-kecil anak sama cucunya" ucap Rofik

" Iya terserah kamu saja dek " ucapku pasrah

Emang ya, imajinasi bocil itu jauh di atas rata-rata segala adonan cilok bisa jadi kecebong family.

Setelah beberapa jam aku telah selesai membuat cilok beserta sambalnya.

Kulihat adikku Rofik telah tertidur di depan televisi, Tak terasa air mataku menetes membasahi pipiku dan tiba-tiba dadaku juga terasa sesak karena melihat adikku Arofik yang tumbuh besar tanpa kasih sayang dari kedua orang tua.

" kakak janji dek,kakak akan usahakan yang terbaik buat kamu doakan rezeki kakak lancar dan barokah sehingga kakak bisa memenuhi semua kebutuhan kamu dek" ucapku sambil mengelus kepala Rofik

" Ya Allah lindungi aku dan adikku dari orang-orang yang akan berbuat jahat, tolong engkau beri kebahagiaan selalu untuk adikku ini ya Allah hanya dia yang aku punya di dunia ini amin." gumamku dalam hati

Malam ini aku bersyukur karena meski dengan keterbatasan ekonomi aku dan adikku Rofik masih di beri rezeki untuk makan dan tidur dengan nyenyak meski hanya beralaskan tikar tapi tidak apa-apa asalkan aku dan adikku masih bisa bersama.

Keesokan harinya di saat suara adzan subuh berkumandang aku segera membangunkan adikku Arofik untuk menunaikan shalat subuh berjamaah di musholah depan gang dekat rumah.

" Dek ayo buruan sudah mau ikomah itu" ucapku

" iya kak sebentar ini loh sarungku mau mlorot terus" ucap Rofik

" sini Kakak iket pakek tali rafiah biar gak copot" ucapku

" Hiiss kakak di kira aku ini lontong apa di ikat segala mana pakek tali rafiah gak ada ikat pinggang yang bagusan dikit apa!" gerutu Rofik

" sudah ayo berangkat sudah mau ikomah nanti kamu cuman dapat pahala buntutnya aja mau, kalau kakak sih masih mau pahala perutnya aja meski gak dapat kepalanya" ucapku sambil berlari menuju musholah

" kebiasaan pahala di ibaratkan sapi yang ada tuh onta Kakak bukan sapi" ucap Rofik

" Terserah kakak dong kan kakak cita-citanya jadi juragang sapi jadi ya sapi aja perumpamaannya" ucapku tak mau kalah

" " Terserah yang waras ngalah" ucap Rofik sambil melangkah menuju shaf sholat

Setelah selesai sholat subuh aku dan Rofik segera pergi kepasar untuk membeli kebutuhan dapur dan daging sapi untuk bahan pembuatan cilok daging sapi dan daging ayam untuk bikin cilok ayam. Aku memang membuat cilok dengan 2 varian karena terkadang ibu-ibu dan anak-anak yang beli cilok suka beda-beda seleranya.

Aku dan Rofik langsung menuju stand jualan daging sapi tempat langganan aku namanya pak haji Badrun .

" assalamualaikum pak haji Badrun biasa ya daging sapi 1 kg" ucapku

" Wokey zizah cantik, kok tumben 1 kg daging sapinya biasanya setengah kilo saja dan pakek tulang sumsum setengah kg kan biasanya kamu?" tanya pak haji Badrun

" iya pak haji lagi ada pesenan untuk acara ulang tahun anaknya pak RT Sobri nanti siang" ucapku

" Oh pantesan jadi lagi dapat rezeki nomplok nih ceritanya" ucap pak haji menggodaku

" Ya Alhamdulillah pak haji bisa buat beli keperluan sekolah adek" ucapku

" Kamu gak ada niatan pengen sekolah lagi zizah kan bisa ambil sekolah kejar paket" ucap pak haji

" Gak dulu pak haji kejar angkot saja capek pak haji ini malah mau kejar paket malah gak jualan nanti aku" Candaku

" Hem kebiasaan emang kamu ini omongan serius di bikin bercanda, ini pesanan mu tulang sumsum gratis Abah kasih" ucap pak haji Badrun

" Alhamdulillah makasih pak haji sering-sering ya" ucapku sambil tersenyum

" Doakan saja rezeki Abah lancar nanti Abah kasih lagi" ucap pak haji Badrun

" Amin, ini uangnya saya permisi dulu ya pak haji yang ganteng dan rajin menabung, assalamualaikum "ucapku

" waalaikumsalam, ya Allah lancarkan rezeki Azizah karena dia adalah harapan adiknya satu-satunya untuk membiayai hidupnya dan adiknya amin" gumam pak haji Badrun

Beda halnya dengan pak haji Badrun yang menatap senduh ke arah Azizah dan Rofik. Kini kedua orang beda usia itu sekarang lagi ada di stand penjual daging ayam potong.

" assalamualaikum Bu beli ayamnya ya 1 kg, sama hati ampelanya setengah kilo ya Bu" ucap Azizah

" Siap neng zizah" ucap Bu Jumi

" kak kok pakek beli hati ampela juga?" Tanya Rofik

" Bukannya itu kesukaan kamu ya dek hati ampela di masak bumbu rendang" ucap Azizah

" Jadi kakak beli buat aku?" ucap Rofik dengan mata berbinar

" Iya adek kakak yang ganteng" ucapku sambil mencubit pipinya

" Yeeeeyyy, makan enak... Makan enak..." ucap Rofik sambil joget-joget

" Ya allaahh senengnya hatiku melihat adikku bergembira seperti ini" gumam Azizah dalam hati

" Sudah jangan joget-joget di sini mending di perempatan lampu merah sana saja" ucap Azizah menggoda Arofik

" Yuk kakak temenin joget juga ya" ucap Rofik

" kalian ini bisa saja bercandanya, nih neng pesananya totalnya 50 ribu" ucap Bu Jumi

" Nih Bu, saya permisi dulu, assalamualaikum " ucap Azizah

" Waalaikumsalam " ucap Bu Jumi

Di sepanjang jalan pulang aku dan adikku Rofik bercanda dan tertawa, berapa saat kemudian kami telah sampai di depan rumah.

" Ayo kak aku bantu cuci dagingnya Kaka buat bumbunya saja" ucap Rofik

" Siap komandan" ucap zizah

Hari ini di rumah sederhana itu terdapat semangat baru dan senyum kebahagian di antar keduanya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!