Suatu hari seorang pria berjalan sendirian memasuki hutan untuk mencari sebuah tempat yang menurut kabar itu adalah tempat yang begitu sakral, di tangan dia saat ini telah terbawa seekor ayam berwarna hitam karena akan dia jadikan sebagai persembahan untuk menunggu Goa itu, namun sejak tadi dia berjalan masih belum menemukan bentuk Goa yang telah diceritakan oleh banyak orang tersebut.
Ada rasa takut bila ternyata nanti tidak dia temukan Goa itu sehingga Susanto berjalan dengan perasaan yang mulai gamang, sia-sia saja dia dari kota melakukan perjalanan ke desa ini hanya karena ingin mencari keberadaan gua yang menurut kabar bisa mengabulkan permintaan manusia.
Mana hari juga sudah mau mulai malam seperti ini sehingga membuat Susanto agak kesulitan untuk melihat keadaan sekitar hutan, tadi dia sempat tersesat sehingga tidak bisa langsung menemukan hutan ini dan perjalanan memakan waktu yang begitu lama sekali, Itu lah kenapa dia sampai hutan ini sudah cukup malam seperti sekarang.
''Kata nya kan hutan ini, tapi dari tadi aku sama sekali tidak melihat keberadaan Goa.'' Susanto kebingungan namun dia tetap terus berjalan.
''Aku tidak mungkin pulang begitu saja tanpa membawa hasil, sudah seharian aku berkelana ke sana kemari hanya karena ingin mencari Goa ini.'' Susanto tetap saja tidak putus asa.
Meski harus menggunakan senter dari ponsel namun tetap saja dia berjalan memasuki hutan kian dalam, suara hewan malam juga mulai terdengar sehingga membuat Susanto merasa merinding, anda saja tekad dia tidak kuat maka pasti saat ini sudah menyerah dan memutuskan untuk pulang ke rumah dengan tangan kosong tanpa ada hasil.
''Astaga, Duri juga sangat banyak sekali dari tadi menggores tubuh.'' keluh Susanto.
''Wahai penghuni hutan yang ada di dalam Goa, tolong restui aku untuk bertemu dengan dirimu saat ini juga!'' Susanto berteriak keras.
Kwaaaak, Kwaaaak.
''Heh malah burung gagak yang menjawab.'' Susanto kaget namun dia tetap berusaha untuk menenangkan diri.
Tampak burung itu bertengger tak jauh dari tempat Susanto berdiri sehingga pria ini merasa merinding dan berlari meninggalkan kawasan itu, tidak dia sangka bahwa perjalanan untuk menemukan Goa yang telah dibicarakan banyak orang itu sanggup membuat bulu Kuduk merinding dan dia juga merasa sangat ketakutan untuk melangkah kembali.
Ada rasa ingin menyerah saja karena memang kemungkinan Goa itu sangat sakral sehingga tidak sembarangan orang bisa melihat dan bertemu dengan penghuni, namun Susanto kembali teringat bahwa hutang dia di perusahaan mencapai sekitar empat miliyar rupiah, bila dia tidak segera memberikan uang itu maka yang ada seluruh keluarga akan celaka dan dirinya juga akan masuk dalam penjara.
''Aku harus bagaimana untuk menghadapi situasi ini sekarang?'' Susanto terduduk sendirian.
Kwaaaak.
Kwaaaak.
''Aih kenapa kau terus mengikuti aku seperti itu?!'' teriak Susanto karena dia memang takut dengan burung gagak.
''Tapi Apa mungkin dia adalah petunjuk agar aku segera menemukan Goa itu?'' Susanto baru sadar dan menatap burung gagak hitam.
Tak lama burung gagak itu terbang menuju arah selatan sehingga Susanto berlari untuk mengejar burung tersebut, Sebab Dia merasa yakin bahwa mungkin saja burung gagak itu ingin memberikan dia petunjuk di mana Goa sakral itu berada dan kemungkinan burung itu adalah salah satu anak buah iblis Goa.
"Jadi ini goa itu!" Susanto tergun karena dia memang telah tiba di depan Goa.
''Apa yang kau bawa itu wahai anak manusia?'' suara serak terdengar dari dalam Goa itu sehingga membuat Susanto merasa kaget.
''Salam hormat saja, Mbah! saya datang membawa sesajen karena ingin meminta bantuan.'' Susanto langsung berlutut di depan pintu Goa itu.
Wuusssh.
wuusssh.
Dapat dia rasakan sendiri ketika angin yang entah datang dari mana berhembus dari arah belakang sehingga membuat Susanto sangat kedinginan sekali, di dalam Goa itu juga hitam pekat sehingga dia tidak bisa melihat bagaimana wujud iblis yang sedang berbicara dengan dirinya saat ini, bisa dibilang juga bahwa Susanto sama sekali tidak tahu bahwa yang sedang berbicara dengan dia saat ini entah manusia atau setan.
''Kau ingin mendapatkan apa memangnya untuk kepuasan duniawi ini?'' tanya suara dari dalam sana.
''Aku hanya ingin kaya raya karena saat ini hidupku terlilit oleh hutang.'' jujur Susanto.
''Kalau hanya soal uang maka aku tidak keberatan untuk memberikan dirimu, asal kau sanggup melakukan apa yang aku katakan maka semua bisa berjalan dengan mudah!'' ujar iblis itu.
''Apa yang harus saya lakukan agar bisa mendapatkan harta kekayaan berlimpah, Mbah?'' tanya Susanto kembali dengan nada penuh semangat.
''Dalam satu tahun kau harus memberikan tumbal tujuh perawan kepada diriku, bila kau lalai memberikan tumbal itu maka Anak dan istrimu yang akan menjadi santapan diriku!'' ujar iblis itu.
''Baik, Saya pasti akan melakukan apa yang sampean pinta!'' Susanto sama sekali tidak keberatan karena dia memang sudah gelap mata atas kesusahan ini.
Sebab dia memang sudah mati langkah dan tidak tahu harus mencari uang sebanyak itu ke mana lagi, beruntung masih ada kabar seperti itu sehingga Susanto nekat untuk mendatangi lokasi dan menemukan iblis yang bisa memberikan dia banyak kekayaan seperti ini, bila uang sudah ada di tangan maka permasalahan bisa segera selesai dan akan cepat tuntas.
Pluuuk.
Dari dalam Goa itu malah terlempar sebuah gulungan kertas berwarna hitam seperti kulit kayu, Susanto segera mengambil dan dia membaca mantra yang telah diberikan oleh iblis itu ketika nanti akan mencari tumbal para perawan, bila dia tidak segera mencari tumbal maka kekayaan itu tak akan kunjung datang.
''Segera cari para tumbal itu agar kau bisa segera mendapatkan uang!'' perintah iblis dari dalam Goa.
''Saya hanya perlu membunuh mereka saja kan?'' tanya Susanto karena dia takut nanti terjadi kesalahan pula.
Iblis yang ada di dalam Goa itu segera menjelaskan secara detail apa yang harus Susanto lakukan kepada para tumbal Ketika nanti dia sudah bergerak, tidak mungkin bila iblis hanya menginginkan kematian simpel saja karena mereka jelas memiliki hati yang begitu kejam dan tidak akan pernah memberikan sedikit saja rasa Iba.
''Sa.. saya harus melakukan hal seperti itu?!'' Susanto gemetar karena dia sama sekali tidak menyangka.
''Hahaaaaaaaaa, bila kau tidak memiliki nyali makasi silahkan mundur dari sini.'' iblis itu mengusir Susanto.
Namun tentu saja Susanto menolak untuk disuruh pergi karena dia harus berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi syarat yang telah diberikan oleh iblis itu, hutang yang begitu banyak jauh lebih menakutkan Sehingga Susanto memilih untuk tetap nekat dan bergerak mencari para tumbal yang akan dia dapatkan nanti.
selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook karena ini adalah karya baru Jadi kalian harus memberikan banyak like.
''MAYAAAAAAT!''
Warga Desa berteriak keras ketika melihat sekujur tubuh mayat yang berlumuran dengan darah ini tergantung di atas pohon, pohon yang tidak seberapa tinggi itu namun keadaan mayat gadis itu sangat mengerikan sekali sehingga membuat Siapa saja yang melihat pasti akan ketakutan serta tidak sanggup untuk bergerak karena mental mereka yang langsung lemah.
Muslihun Sebenarnya tadi ingin pergi ke ladang untuk memanen jagung namun apa daya ketika dia berangkat pagi seperti ini malah menemukan sesuatu yang sangat tidak dia, desa terpencil dan memang jarang sekali orang lewat pada kawasan ini sehingga bila ada yang ingin melakukan kejahatan maka akan sangat aman.
Namun kali ini sepertinya nasib Dia sedang tidak bagus sehingga mendadak saja menemukan mayat tergantung dan yang paling penting lagi mayat itu seperti dikuliti, Siapa yang sudah melakukan kejahatan sebesar ini karena pasti semua orang juga tidak akan percaya bahwa ini adalah ulah manusia lain yang telah membuat urusan menjadi tambah parah.
Warga desa yang lain segera mendatangi Muslihun untuk melihat apa yang telah terjadi itu dan mereka semua menjadi terkaget-kaget karena tidak mengira bahwa ada mayat seperti ini, entah bagaimana itu bisa terjadi namun yang jelas ini semua sangat mengerikan dan mereka tidak tahu harus bagaimana untuk menebak siapa pelaku kejahatan tersebut.
Meski adalah sebuah desa terpencil namun di bagian depan sana ada jalan yang sering dilintasi oleh para pejalan untuk menuju kota, jadi bila ada orang lewat dan sekalian melakukan kejahatan maka Desa ini adalah desa yang paling rawan sekali sehingga mereka juga tidak bisa menebak siapa pelaku itu.
''Ini mayat siapa karena kita tidak bisa melihat wajah dia?'' Pak RT kebingungan karena seluruh kulit memang telah dikelupas habis.
''Ya Allah kenapa tega sekali mereka melakukan hal buruk seperti ini?'' warga yang lain juga sangat kaget.
''Bukan cuma membunuh saja tapi juga menyiksa dengan cara yang sangat mengerikan.'' ujar Muslihun dengan tubuh gemetar.
''Apa kau tadi tidak melihat jejak motor atau sesuatu yang ada di daerah sini?'' Pak RT menatap Muslihun.
''Tidak, aku tadi bahkan tidak tahu kalau ada mayat tergantung di sini dan saat lewat langsung melihat begitu saja.'' jelas Muslihun yang memang dia sama sekali tidak tahu.
''Siapa orang yang telah kehilangan anak gadis di desa?'' Pak RT menatap semua warga yang ada di sini.
''Ayo katakan Siapa yang telah kehilangan anak gadis agar kita bisa tahu ini mayat siapa!'' Pak Lurah juga berteriak memanggil seluruh para warga yang telah kehilangan anak mereka saat ini.
Sebab mereka tidak bisa langsung mengenali Siapa gadis ini karena seluruh wajah juga sudah hancur seperti itu karena di kelotok habis, yang paling membuat mereka ngeri itu adalah darah yang terus mengalir di seluruh tubuh karena hanya ada daging saja tanpa kulit yang membalut sehingga terasa sangat mengerikan untuk di pandang mata.
'' Dona sudah tidak pulang sejak kemarin sore.'' Bu Desi berkata dengan suara gemetar.
''Ya allah, coba dekati dulu mayat itu karena Siapa tahu dia adalah Dona.'' Pak RT menyuruh wanita itu untuk mendekat.
''Tidak, Saya tidak sanggup melihat mayat seperti itu!'' Bu Desi menggeleng berulang kali dengan perasaan yang sangat tidak karuan.
''Bu, kita perlu memastikan ini mayat siapa dan bila memang bukan Dona maka kita akan sangat bersyukur.'' Muslihun juga berusaha membujuk wanita ini.
''Benar, Siapa tahu saja ini ada orang yang membuang mayat dan bukan warga kita yang menjadi korban.'' Pak Lurah juga berusaha untuk menguatkan wanita ini.
Bu Desi yang mendengar hal itu tentu saja menjadi sedikit berani dan dia perlahan mendekati mayat yang tergantung itu untuk memastikan apakah itu
Ya tentu saja mereka berharap bahwa itu Dona, sungguh perasaan dia akan hancur berantakan saat nanti terbukti bahwa Itu semua memang Dona dan siapa yang sudah melakukan kejahatan seperti ini di desa mereka.
''Ada saya yang menemani, tahan dulu rasa sakit ini.'' bu RT berusaha menguatkan Desi.
''Ya allah aku sangat berharap kalau ini bukan Dona.'' Bu Desi menggeleng berulang kali karena ini sangat mengerikan untuk dia.
''Ini ada baju dan ponsel!'' salah satu warga berteriak keras karena mereka menemukan barang-barang milik gadis yang meninggal itu.
Pak RT segera menghampiri untuk melihat dan ternyata Itu semua memang baju milik gadis ini, Bu Desi segera mendekat juga karena dia ingin tahu apakah itu baju milik Dona dan di ponsel nanti juga akan terlihat gambar gadis itu, bahkan tangan wanita tua ini sampai gemetar karena dia sangat tidak sanggup membayangkan kesedihan tersebut.
''Ini ponsel Dona!'' pekik Bu Desi dan segera luruh ke tanah karena dia tidak sanggup.
''Ya allah jadi itu memang mayat Dona!'' Bu RT juga merasakan lemas.
''Kenapa anak ku di bunuh seperti ini, siapa pelaku yang sudah sangat kejam?!!'' rintih Bu Desi.
''Turunkan mayat nya sekarang, Jangan biarkan terlalu lama seperti itu karena nanti akan semakin menderita.'' Pak Lurah memberikan perintah dengan suara gemetar.
Meski semua masih misteri dan tidak tahu siapa pelaku dari kejahatan ini namun yang jelas mereka akan mengurus terlebih dahulu mayat Dona, soal siapa pelaku itu mereka akan mengurus belakangan karena ini sangat mengerikan untuk terus dilihat oleh mata semua warga.
''Anak kuuu, Siapa yang sudah sangat kejam kepada anakku seperti ini?!'' Bu Desi berasa ingin pingsan namun dia masih bisa melihat keadaan sekitar.
''Yang kuat, Mbak.'' bu RT merangkul wanita ini.
Namun mau sekuat apa saja perasaan wanita namun tetap mereka tidak akan pernah bisa menerima kenyataan seperti ini, terlebih lagi itu adalah buah hati mereka sendiri dan pasti akan menimbulkan perasaan hancur tidak terkira karena harus menerima kenyataan di setiap waktu bahwa sang anak telah tiada lagi di dunia ini dengan cara yang sangat keji.
''Aku mau ikut Dona saja, kasihan anak ku itu.' rintih Bu Desi.
''Yang kuat, ayo doakan bersama-sama agar Dona mendapatkan tempat yang selayaknya di sisi Tuhan.'' ujar bu RT kembali.
''Tapi aku tidak mau kalau sampai ditinggal dia seperti ini, aku ingin hidup bersama dengan.'' Bu Desi terus merintih karena dia sangat Kehilangan.
Semua harga yang ada di sana menangis berjamaah karena merasakan sendiri bagaimana kesedihan yang telah dirasakan oleh Bu Desi ini, kehilangan anak saja sudah sangat menyakitkan lalu bagaimana ketika melihat sendiri tubuh sang anak telah dikuliti oleh seseorang yang tidak memiliki hati.
Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
Setahun kemudian.
''Ah Tidak terasa sudah mau setahun saja.'' Susanto menarik nafas panjang dan dia duduk di sofa sambil menatap sang istri.
''Apa kamu akan melakukan ritual itu lagi?'' Dina bertanya dengan nada dingin sekali.
''Tentu saja aku akan melakukan ritual itu karena kekayaan yang kita miliki harus bertahan sangat lama.'' Susanto memang telah haus dengan kekayaan.
''Sedikit aku beri pesan kepada dirimu tentang pesugihan seperti ini, semua itu tidak akan bertahan lama karena suatu saat pasti bisa terbongkar!'' Dina memberikan nasihat kepada sang suami.
''Ah kamu ini bukan yang mendukung suami tapi malah menakuti seperti itu!'' Susanto nampak tidak senang.
Dina menarik nafas panjang karena dia tahu kalau suaminya sudah tidak bisa terkena nasehat lagi akibat buta dengan kekayaan yang telah dia, mau sekuat apa saja Dia memberi nasehat maka Susanto tidak akan pernah bisa mendengar karena menurut dia Kekayaan ini adalah nomor satu dan tidak bisa diganti dengan yang lain lagi.
Tau sendiri ketika kemarin jatuh miskin seperti itu membuat dirinya tidak mampu bertahan lebih lama sehingga Susanto banyak berhutang ke sana dan kemari sehingga membuat dirinya sangat terhina, Untung saja dia berhasil mendapat pesugihan walau ritual yang harus dia lakukan sangat berbahaya dan bisa saja ketahuan oleh banyak orang.
Dina sebenarnya sudah banyak memahami tentang pesugihan ini Karena di masa lalu dia juga telah mengalami hal yang sama, memang bukan dia yang mengambil pesugihan itu namun setidaknya orang tua dirinya yang telah mengetahui dan Dina juga terlibat dalam ritual tersebut sehingga dia kurang lebih sangat paham tentang dunia iblis.
Mungkin untuk sekarang Susanto sangat menikmati harta yang dia dapat karena itu sangat berlimpah ruah, namun bila nanti dia sudah tidak mampu lagi bertahan maka yang ada kesengsaraan itu akan menghampiri dirinya dan iblis yang telah dia puja akan menyerang balik kepada sang pemuja akibat dia tidak merasa puas.
''Untung saja kita tidak punya anak ya Jadi tetap santai berdua seperti ini.'' Susanto berkata kembali.
''Dalam rumah tangga itu pasti akan ada kehadiran seorang anak, hanya kau saja yang tidak pernah mau menerima kehadiran anak!'' Dina mulai emosi karena dia memang sangat ingin memiliki buah hati.
''Din, Coba kau pikir bila kita punya anak dan hidup sengsara seperti kemarin.'' Susanto masih berusaha untuk membujuk.
''Aku kan sudah mengatakan kepada dirimu bahwa aku juga memiliki harta di kampung sana, tapi kau tidak mau karena merasa malu dengan Kak Vera!'' bentak Dina dan dia langsung berdiri.
''Siapa yang tidak malu bila terus mendapat hinaan seperti itu?!'' Susanto ikut membentak.
Dina menarik nafas panjang dan dia segera pergi masuk ke dalam kamar untuk menenangkan pikiran yang terus berkecamuk di dalam kepala ini, rumah tangga yang terasa begitu hambar dan Dina sebenarnya sudah tidak ingin melanjutkan pernikahan ini lagi karena dia juga merasa tidak cocok dengan Susanto.
Tapi apa mau di kata karena Susanto adalah pilihan dari orang tua sebelum Ayah Dina meninggal dunia saat itu, mau tidak mau Dina tetap bertahan dalam rumah tangga ini meski dia sudah tidak memiliki rasa cinta dan semua terasa begitu hambatan tanpa ada kebahagiaan sama sekali.
''Alah susah sekali bicara sama anak orang kaya seperti itu!'' Susanto kesal sendiri dan segera menyambar kunci mobil.
''Tuan, ini kopi yang tadi diminta.'' Lisa memberikan secangkir kopi karena tadi Susanto sempat meminta kopi tersebut.
''Oh ya.'' Susanto menerima sambil tersenyum karena dia menyadari bahwa pembantu dia yang masih muda ini sangat cantik sekali.
''Siapa nama mu?'' tanya Susanto.
''Lisa, Tuan.'' gadis ini tertunduk malu karena mendapat perhatian dari bos seperti itu.
''Kerja yang benar biar dapat banyak bonus.'' Susanto menepuk pundak Lisa karena dia memang merasa gemas dengan gadis cantik itu.
''Iya, Tuan.'' Lisa kembali tersenyum manis sekali.
Merasa ini adalah kesempatan untuk dia agar bisa dekat dengan orang kaya tersebut karena dia sudah bosan hidup miskin seperti ini, Lisa adalah gadis dari desa dan dia merantau ke kota untuk mencari nafkah dan berakhir di rumah Susanto bekerja sebagai pembantu di dalam rumah ini, tentu gaji pembantu tidaklah seberapa bila ingin dipakai berfoya-foya.
Tapi ketika melihat Susanto menaruh rasa terhadap dia, maka Lisa ingin menggunakan kesempatan itu, tau sendiri selama ini banyak pembantu naik ranjang majikan agar mereka hidup enak dan tenang. Lisa ingin dia mendapatkan kesempatan untuk itu, terlebih tadi Susanto sudah memberikan kode perasaan pada dia.
''Lisa pasti ingin menggunakan kesempatan untuk mendekati Tuan Susanto.'' Mila berkata serius kepada Helen.
''Siapa yang tidak ingin menggunakan kesempatan seperti itu karena itu adalah peluang emas.'' Helen menjawab santai sambil membersihkan meja makan.
''Kau kalau dapat kesempatan seperti itu apa akan kau pakai juga?'' tanya Mila.
''Tengu saja, toh rumah tangga Tuan Susanto dan nyonya Dina sudah tidak harmonis lagi karena mereka tidak memiliki anak.'' jawab Helen tanpa ragu.
''Kan yang tidak mau punya anak itu Tuan Susanto bukan karena nyonya Dina tidak bisa memberikan keturunan.'' Mila masih ada di pihak Dina.
''Ah Itu hanya alasan saja karena aku yakin hanya Dina itu tidak memiliki kesuburan sehingga tidak bisa memiliki anak!'' Helen sangat yakin dengan hal itu.
Mila tidak lagi banyak berdebat karena dia juga merasa tidak pantas Bila seorang pembantu ingin mendekati juragan karena ingin menaikkan derajat mereka, Terserah bila dua orang gadis ini ingin bersaing satu sama lain agar bisa mendapatkan hati Susanto, namun yang jelas Mila tidak ingin masuk dalam lingkaran itu.
Meski Dina adalah orang yang begitu dingin dan terkesan begitu angkuh namun tetap saja Mila tidak ingin merusak rumah tangga orang lain, bisa bekerja di sini saja sudah Alhamdulillah dan dia tidak ingin banyak tingkah seperti dua manusia tidak tahu diri itu.
''Tunggu saja nanti masa itu tiba maka dia akan bertekuk lutut dan tidak akan pernah bisa meninggalkan aku!'' Helen berkata dengan sangat yakin.
''Itu urusan dirimu dan aku tidak ingin ikut campur lah!'' Mila memutuskan untuk tetap diam karena dia merasa percuma untuk berdebat.
Helen sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya bila dekat dengan Susanto maka maut akan mengincar, Tentu saja dia tidak tahu bahwa pria itu telah berkecimpung di dalam dunia gaib dan kemungkinan besar akan terus mencari tumbal dalam setiap tahun untuk memperkaya diri supaya tidak Jatuh miskin lagi seperti kemarin.
Selamat pagi jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita author novita jungkook.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!