"Mas " Panggilku pada suamiku yang sedang sibuk memilih-milih bahan kebutuhan rumah, sedangkan aku sedang mendorong troli belanja di belakangnya.
"Aku boleh beli bedak ini mas? " Tanyaku sambil menunjukkan kosmetik yang ingin aku beli padanya.
"Buat apa kamu beli itu, kamu tu walau pakai make up apapun tidak akan merubah wajahmu yang kusam itu !" Jawabnya ketus tanpa melihat ke arahku.
"Tapi mas "
"Sudah, jangan buang-buang uang hanya untuk membeli hal yang tidak penting. Dah lah, percuma beli bedak itu kalau muka kamu tetap tidak ada perbedaan! " Bentak dia padaku, sampai-sampai semua orang melihat kami karena suara mas Bayu yang sangat keras membentakku...
"Ok.. Sudah, aku tidak jadi! " Jawabku ketus,
namun mendengar nada bicara ku yang seperti itu mas Bayu tetap saja tidak memperdulikanku.
Aku Marah? jelas, namun aku hanya bisa pasrah dengan hal ini.
Setelah mas Bayu selesai mengambil beberapa bahan kebutuhan pokok, mas Bayu segera membayarnya dan seperti biasa lagi, aku masih berjalan di belakangnya dengan mendorong troli, seakan aku seperti pembantu yang sedang mengikuti majikannya kemana-mana.
Dia lakukan hal itu, karena dia takut aku mengambil barang barang yang tidak berguna hingga dia takut uangnya habis.
"Wit, sekarang kamu cantik sekali " Goda mas Bayu pada kasir di tempat itu karena wanita itu adalah teman sekolahnya dulu.
"Duh Bay masih gak berubah kamu ya, dari dulu sampai sekarang masih aja suka menggoda, apa gak takut sama istrimu? " Kata wanita kasir itu sambil tersenyum melihatku.
"Ah... aku kan juga bilang apa adanya, memang kamu cantik kok, beda tu sama istriku, lihatlah.. Cantikkan kamu kemana mana" Kata mas Bayu sambil menatap sinis ke arahku...
Dan Aku hanya memutarkan kedua bola mataku melihat tingkah suamiku yang dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah sama sekali. Dan lebih bodohnya, aku adalah salah satu korban rayuan gombalnya, hingga aku terpaksa menjadi istri laki laki mata keranjang satu ini.
"Makanya, istri tu di modalin biar cantik, aku cantik begini karena suamiku modalin aku dari ujung kaki sampai ujung kepala" Ucapnya dan itu membuatku sedikit tertawa...
"Duar... Sukurin sekarang kamu mas, niat hati mau merayu, malah dia di skak mat" Gerutuku dalam hati...
"Cantik itu gak butuh modal, cantik ya cantik aja ! " Ketus mas Bayu meladeni perkataan teman mas Bayu tadi.
"Itu jawaban dari laki laki yang gak mau modalin istri, kamu tahu kenapa dulu aku menolakmu? karena aku tahu kamu itu pelit! "Kata wanita itu ketus.
" Sudah, kenapa kamu ungkit ungkit masa lalu, cepat selesaikan pembayaran ini, aku sudah malas berdebat denganmu! " Kata mas Bayu ketus...
Dan aku hanya bisa tertawa dalam hati dengan sangat puas mendengar perdebatan mereka berdua. Seakan wanita itu sudah mengatakan semua yang ingin aku utarakan kepada mas Bayu, yang aku sendiri tidak berani mengutarakannya.
Selama penghitungan barang belanjaan dan setelah perdebatan tadi, mas Bayu nampak terdiam sambil menahan kemarahanya kepada wanita itu, namun aku tahu pasti nanti dia akan melampiaskan kekesalannya padaku...
"Cepat bawa itu semua! " Perintah mas Bayu kepadaku..
"Mas bawa satu, kalau aku semua aku dha kuat mas"
"Kamu tu ya lemah... Di suruh bawa belanjaan segini saja sudah menyerah.. apalagi kalau di suruh buat cari uang, pasti kamu akan terus mengoceh.. Dah.. Cepat angkat semua aku tunggu di parkiran motor" Kata mas Bayu sembari dia berjalan pergi meninggalkanku dengan 2 plastik besar yang berisi barang belanjaan.
Aku cuma bisa menghela nafas, karena semua orang sekarang sedang memandangku.
Dengan segala tenaga yang aku punya akhirnya aku membawa kedua kantong plastik itu secara bersamaan, karena jika aku bawa satu persatu, tempat parkir motor yang cukup jauh, malah membuatku semakin capek..
"Sini aku bawakan satu" Terkejut ku ketika ada seseorang yang meraih satu kantong plastik yang aku bawa, dan ketika aku melihat ke arahnya, ternyata dia mas Arief. Mantan kekasihku dulu waktu SMA. kekasih yang aku selingkuhi dengan mas bayu dulu.
"Tidak usah, aku bisa sendiri" Kataku padanya, namun dia nampak tidak peduli dan tetap membawa satu kantong plastik itu pergi. Dia berjalan di depanku menuju tempat parkir motor di mana mas bayu sudah menungguku...
Aku terus berjalan di belakang laki laki yang dulu sangat mencintaiku dan mungkin masih sampai sekarang, karena dia belum menikah dan tidak pernah sama sekali dekat dengan wanita lain.
"Apa Bayu selalu memperlakukanmu seperti ini? " Tanya dia padaku tanpa menoleh ke arahku dengan dia terus berjalan perlahan di depanku...
"Tidak, mas Bayu sedang lelah, jadi sementara aku yang bawa barang belanjaan ini" Jawabku datar karena aku tidak ingin dia tahu kesusahan dalam hidupku.
"Sudah lah Yu, aku tahu kehidupan mu yang sekarang, andai dulu kamu tidak menghianatiku, mungkin kamu sekarang sudah menjadi nyonya Arief "
Aku tersenyum miring mendengar kata nyonya. Bagaimana tidak, andai aku sekarang jadi istrinya Arief, aku menjadi istri dari seorang manajer pemasaran di salah satu perusahaan terbesar di kota ku.
Dan yang pasti aku tidak akan pernah merasakan hidup hemat penuh dengan kesakitan dan tanpa harga diri jika meminta sesuatu pada suaminya. Namun takdir selalu berkata lain. Nasi juga sudah menjadi bubur, aku tidak bisa memperbaiki hal yang aku sendiri tidak bisa memperbaikinya. Mungkin memang jalan hidupku harus melepaskan sebuah berlian hanya demi mendapatkan sebuah baru kerikil.
Kami berdua terus berjalan dan kami berdua terdiam hingga akhirnya kami sampai di parkiran motor.
Di sana aku melihat mas Bayu sedang berbicara lewat handphone-nya sambil tersenyum sangat bahagia, namun senyumanya terhenti ketika melihat Arief berjalan ke arahnya sambil membawa barang belanjaan milikku tadi.
"Kenapa kamu bisa bawa barang belanjaan ku?! " Tanya mas Bayu ketus pada Arief.
BRUKKK...
Mas Arief menaruh barang itu dengan sangat kasar di hadapan mas Bayu.
"Heh... Bisa bisanya kamu menyerah istri mu bawa barang belanjaan seberat ini sendirian, apa kamu tidak malu! " Bentak Arief pada mas Bayu..
"Maksud kamu apa? Aku tidak menyuruhnya, dia ingin bawa sendiri barang itu, ya kan sayang? "
Aku berdecih..
"Dia memanggilku sayang di hadapan Arief, padahal biasanya memanggilku dengan sebutan 'kamu'.. Dasar cowok terlalu banyak kamuflase " Gerutuku dalam hati...
"Ayu tidak mungkin bilang tidak jika kamu yang suruh, dengar... Jika kamu tidak bisa me perlakukanmu dia selayaknya ratu, akan aku rebut dia dari sisimu! " Bentak dia pada mas Bayu..
"Apa! Apa katamu! " Geram mas Bayu hingga dia sekarang sudah menarik krah baju Arief. Mereka aaling berperang dalam tatapan..
"Sudah mas.. Ayo kita pulang.. " Kataku sambil melepaskan tangan mas Bayu dari krah baju Arief.
"Dan kamu Arief, pergilah dari sini aku dan mas bayu baik baik saja, dan jangan sekali kali kamu berharap lagi padaku, karena aku hanya mencintai mas Bayu" Kataku padanya...
"Tapi yu... Dia bukan laki laki terbaik untukmu, lihatlah kamu sekarang, kamu dulu gadis tercantik, namun sekarang kamu jadi seperti ini karena suamimu tidak bisa merawatmu" Kata Arief sambil menatapku dalam dalam..
BUG...
Mas Bayu memukul wajah Arief hingga dia jatuh tersungkur ke lantai.
"Mas... Sudah mas... " Kataku sambil menarik tubuh mas Bayu yang ingin memukul Arief kembali..
Namun tanganku di lepas mas Bayu dengan kasar.
"Senang kamu ya!! bangga kamu ya!! Ada laki laki yang masih mengejarmu dari dulu sampai sekarang... " Ucap mas Bayu sembari menatapku dengan geram...
"Sudah mas.. Ayo pulang, aku tidak mau kita bertengkar disini"
Mendengar itu mas Bayu dengan kasar menarik tanganku..
"Awas kamu kalau berani macam macam di belakangku! " Geram mas Bayu..
Dan aku rasakan tanganku terasa linu karena cengkramnya...
Dia lalu dengan kasar melepaskan tanganku hingga tubuh kecilku agak terpelanting ke samping...
Aku lalu melihat Arief ingin mendekat padaku, namun aku memberi isyarat jangan mendekat, aku takut akan menjadi lebih runyam lagi urusanya...
Dan dia tahu, akhirnya dia hentikan langkahnya untuk mendekatiku...
Di sepanjang perjalanan pulang dari supermarket, mas Bayu terlihat diam. Aku tahu dia marah karena saat ini dia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
Aku takut, namun aku lebih takut dengan kemarahanya yang tidak segan segan memukulku jika aku membuatnya marah.
"Siapa ayah kandung Angelica"
DEG...
Jantungku berdegup kencang mendengar pertanyaan mas bayu.
"Mas! " Teriakku...
"Kenapa mas selalu mempertanyakan hal itu lagi dan lagi. Angelica anak kandung mas bukan anak siapa siapa" Lanjut ku..
"Sampai sekarang aku masih yakin dia adalah anak Arief bukan anakku! " Ucapnya ketus dan sambil berteriak..
Dan tiba tiba dia menepikan motornya di pinggir jalan yang sepi...
"Turun! " Bentaknya kepadaku..
Aku segera turun dari motor di susul mas Bayu..
PLAKKK...
tamparan keras mendarat di pipiku...
"Mas, apa salahku? " Kataku sambil memegang pipiku yang aku rasakan agak perih...
"Aku tahu Arief sampai sekarang masih terus mengejarmu karena ada sesuatu hal, aku yakin itu karena Angel"
"Mas.. Apa yang membuatmu selalu meragukanku! Semua sudah aku korbankan demi dirimu, keremajaanku, sekolahku, bahkan keluargaku mas. " Jawabku lirih dan airmata pun mulai mengalir di pipiku...
"Ah... Tidak mungkin dia anakku, aku baru melakukanya satu kali denganmu namun kenapa kamu dulu bisa hamil? "
"Mas.. Siapa yang sudah merobek keperawananku? Mas kan? Hanya mas yang menyentuh tubuhku mas, cuma mas.. " Tangisku pecah sejadi jadinya...
Mas Bayu hanya terdiam.. Hanya diam.
beberapa saat kemudian mas Bayu menghidupkan motornya kembali..
"Ayo pulang" Katanya tanpa rasa bersalah dengan apa
yang sudah dia lakukan padaku tadi...
Aku yang masih merasa tersakiti akibat perkataanya masih terdiam..
"Cepat naik! " Bentaknya..
Dan seperti biasa aku hanya bisa menuruti semua keinginannya, walau pun salam hati aku masih sangat marah padanya, namun aku hanya tidak ingin menambah kemarahanya, karena aku takut angelica terkena imbasnya...
Hampir 15 menit kami sampai di rumah.
Mas bayu lalu pergi dari motornya tanpa memperdulikanku yang sampai saat ini masih menteskan air mata.
Namun aku harus segera menghapusnya, karena aku tidak ingin mama mertuaku mengetahui hal ini, karena aku akan malah semakin terpojok, karena mama mas bayu selalu menganggap dia laki laki yang sempurna, dan yang jelas dia membenciku karena aku bukanlah menantu idamannya...
Aku segera membawa barang belanjaan kami masuk. Dengan sesegukan aku segera masuk ke dalam kamar tanpa berani menyapa mama mertuaku.
Dan begitu sampai di dalam, aku melihat angelica sedang tertidur sangat pulas. Seketika itu juga aku memeluknya. Karena hanya dia penguatku di saat semua gempuran siksa batin yang aku alami.
"Bay.. Mama tolong belikan satu set make up ini dong. " Pinta mama mas Bayu...
"Buat apa sih ma, mama aja janda gak usah kegatelan pakai make up segala"
"Hey.walau mama janda penampilan juga harus di jaga, jangan seperti istrimu itu, masih punya suami tapi gak bisa jaga penampilan. " Ucapnya yang aku tahu dia berbicara cukup keras agar aku mendengarnya.
Sedangkan aku hanya bisa menghela nafas mendengar hal itu.
"Gimana bay? Mama jadi di belikan kan? " Lanjut mamaku..
"Harganya berapa? " Tanya mas Bayu..
"Cuma 400rb"
"Mahal banget sih ma? "
"Bay, cantik itu juga butuh modal"
"Ok.. Cek out saja, nanti biar bayu yang bayar"
DEG... seketika hatiku terasa teriris.
Aku yang tadi minta bedak seharga 25rb saja tidak dia belikan bahkan malah sebuah bentakan yang aku terima, sedangkan mamanya make up seharga 400rb langsung di iyakan mas Bayu.
Apa tidak sebegitu berharganya aku di hadapan mas Bayu?
Atau mungkin dia memang tidak pernah mencintaiku?
Setelah pertengkaran kami tadi, mas Bayu pergi ke luar rumah yang aku sendiri tidak tahu dia kemana.
Akhir akhir ini dia sering keluar rumah saat malam hari dan jika aku tanya dia pasti menjawab nongkrong dengan tetangga.
Sampai akhirnya jam 11malam mas Bayu terlihat masuk ke dalam kamar dengan senyuman lebar tergambar jelas di wajahnya. Entah apa yang membuat dia tersenyum begitu bahagia setelah pertengkaran kami tadi.
Dia lalu mematikan lampu kamar dan merebahkan dirinya di sampingku.
Dret... Dret. .. Dret...
Handphone mas Bayu terasa bergetar lalu dia membuka handphone-nya dan aku lihat dia terus tersenyum meladeni pesan yang terus masuk..
Aku yang dari tadi pura pura tertidur mulai curiga dengan tingkahnya...
"Mas" Kataku dan nampak mas Bayu langsung menyembunyikan handphone nya.
"Pesan dari siapa mas? kenapa mas sangat bahagia? " Tanyaku dan mas Bayu terlihat gugup..
"Dari grup sekolah" Jawabnya singkat...
"Boleh aku lihat? " Kataku sambil mengulurkan tanganku untuk melihat handphone nya.
"Jangan berani berani kamu menyentuh handphone ku.. Jangan lancang! " Bentak mas Bayu..
"Mas... Aku istrimu, apa tidak boleh jika aku hanya ingin melihat isi pesanmu? "
"Tidak !. Kamu tidak boleh! dan jangan pernah berani! "
"Apa mas menyembunyikan sesuatu di belakangku? aku peringatkan ya mas... Apapun yang kamu lakukan padaku, semua akan aku terima , namun jangan dengan bermain perempuan, apalagi sampai berhubungan badan denganya..aku tidak akan segan meninggalkanmu Mengerti?! " ancamku.
Dia berdecih..
"Berani kamu ya mengancamku, aku usir dari sini jadi gelandangan kamu! " Bentaknya...
"Mas.. Walau aku selalu mengalah, aku juga punya harga diri. "
"Sudah.. Aku malas bertengkar terus denganmu. " Jawabnya sembari dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Namun aku lihat cahaya dari handphone-nya yang terus menyala masih terus terlihat di balik selimutnya .. Dan dia seperti tidak mengindahkan semua ancamanku apalagi memikirkan perasaanku..
Pukul 03.30 aku terbangun dari tidurku. Aku memang selalu bangun sepagi itu untuk segera memasak untuk sarapan pagi.
Dan itu selalu aku lakukan sendiri karena mama mertuaku selalu bangun jam 6 bahkan kadang jam 7.
Aku segera meregangkan tubuhku dan aku lihat handphone mas Bayu di taruh di saku celananya..
"Sebenarnya apa yang dia sembunyikan di belakangku hingga dia sebegitu takut handphone-nya aku ambil" Gerutu ku dalam hati..
Walau mas Bayu memang notabenya suka merayu perempuan, namun selama ini aku yakin dia tidak pernah tidur dengan wanita lain, namun akhir akhir ini aku agak curiga, karena biasanya mas Bayu selalu meminta haknya 2x seminggu. Namun kali ini sudah hampir 2bulan dia tidak pernah memintanya bahkan ketika aku menawarkan, dia malah marah, bahkan kadang malah pergi nongkrong dengan para tetangga. Itu sebab aku akhir akhir ini curiga padanya..
Namun aku akhiri kecurigaan ku dengan fikiran posistifku...
"Aku yakin suamiku setia" Kataku dalam hati untuk menyemangati diriku sendiri agar terhindar dari fikiran negatif pada suamiku..
Setelah pergulatan dengan batinku selesai, Akupun segera ke dapur dan memasak ala kadarnya karena juga mas Bayu setiap hari hanya memberiku uang 15rb, itupun untuk belanja, jajan Angel bahkan kadang kalau ada sumbangan untuk hajatan aku harus menyisihkan sendiri.
Mas Bayu seolah menganggap uang 15rb sangat cukup untuk membiayai segala kebutuhan.. Padahal ya.. Kalian tahu sendiri uang 15 rb itu dapat apa jaman sekarang.
Aku segera memasak dan juga sekalian mandi pagi.
Pukul 05.30 mas Bayu nampak terbangun..
"Mas ini kopinya" Kataku sambil memberikan kopi kepada Mas Bayu yang memang setiap bangun tidur selalu minum kopi dulu.
Ketika dia sedang menikmati kopinya, aku lihat di saku celananya handphone-nya masih tersimpan rapi di sana, bahkan setelah selesai minum kopi dia terus membawa handphone-nya ke dalam kamar mandi.
"Ya Tuhan jangan buat aku berprasangka buruk dengan suamiku... Aku yakin suamiku setia" Doaku dalam hati..
Dan akupun segera mempersiapkan makanan di meja makan, dan juga menyiapkan baju kerja mas bayu...
"Sudah kamu setrika bajunya? " Tanya mas Bayu yang baru saja masuk ke kamar setelah mandi..
"Sudah mas. " Kataku sambil mendekatkan diri padanya...
Aku lalu memeluknya dari belakang jujur aku rindu sentuhannya...
"Lepas." Kata mas Bayu sambil melepaskan tanganku dengan kasar.
"Aku mau kerja! " Bentaknya..
Deg... Seketika hatiku terasa sangat sakit..
Aku pejamkan kedua mataku aku hembuskan nafasku secara perlahan untuk mengontrol emosiku..
"Bunda" Tangis Angel yang mungkin terbangun karena bentakan mas Bayu padaku...
"Sayang.. Maaf ayah berbicara sangat keras ya sampai malaikat kecilku ini terbangun" Kataku sambil memeluk Angel.
"Makanya jangan ganggu aku, Pagi pagi dah buat orang emosi" Geram mas Bayu ..
"Aku kan cuma memeluk mas, apa salah jika aku memeluk suaminya sendiri"
Mendengar perkataanku dia hanya terdiam dan terus memakai bajunya tanpa mengindahkan perkataanku..
"Ayu... Kenapa pagi pagi sudah bertengkar.. Mama pusing mendengarnya! " Teriak mamaku yang ternyata mendengar pertengkaran kami.
"Maaf ma.. " Kataku..
"Dasar mantu tidak tahu di untung, sudah numpang hidup malah berulah terus. " Gerutu mamaku yang aku dengar jelas di telingaku..
Ya Allah jika aku tidak memikirkan Angel ingin sekali aku kabur dari keluarga ini, batinku sungguh tersiksa.
"Sarapan dulu mas" Kataku ketika mas Bayu keluar kamar setelah rapi hingga siap untuk berangkat bekerja, dia sangat harum sekali. Sepertinya parfumnya ganti..
"Assalamu'alaikum" Suara wanita tardengar..
"Waalakumsalam" Jawabku sembari berjalan ke pintu depan kami..
"Oh.. Sekar... Ada apa? " Kataku pada wanita teman sekantor dan juga sekampung kami.. Dia janda karena di tinggal suaminya karena dia ketahuan selingkuh dengan teman sekantornya...
"Maaf mbk Ayu, aku mau minta ijin berangkat baren mas Bayu boleh? motorku mogok"
Aku mengerutkan dahiku mendengar permintaan wanita itu, namun ya sudahlah, mungkin motor dia memang mogok..
"Oya mbk, duduk sebentar mas bayu sedang sarapan"
Dan dia pun duduk di ruang tamu sedangkan aku kembali masuk buat menyiapkan makanan mas Bayu, karena setiap makan mas Bayu harus aku siapkan
"Tiap hari masak seperti ini! " Kata mas Bayu ketika melihat menu masakanku yang lagi lagi dengan sayur sop dan tempe goreng..
"Uang yang mas beri cuma cukup dengan menu ini mas" Jawabku dengan nada datar..
"Seharusnya kamu harus bisa mengatur uang, harusnya dengan uang segitu bisalah sesekali makan enak"
"Mas biarkan aku bekerja agar kita bisa makan enak "
"Heh.. Terus jika kamu kerja, siapa yang mau masak, cuci baju, ngepel, dan ngurusi anakmu itu? Kalau mama sih gak mau" Sela mama mertuaku yang tiba tiba berada di belakangku.
Ya aku disini cuma di anggap sebagai pembantunya. Dan itu rasanya sakit.
"Dah, malah ribut ribut.. Pusing aku" Kata mas bayu sembari pergi dari meja makan.
"Mas"
"Apa lagi! " Bentaknya..
"Kenapa sih bentak bentak terus... Tu ada sekar di depan mau numpang bareng mas"
Seketika dia mendengar nama Sekar, senyum mas Bayu mengembang..
"Dasar laki laki, dengar nama cewek langsung sumringah" Gerutu ku dalam hati...
"Selamat pagi Sekar" Kata mas Bayu pada sekar yang terdengar sampai di dapur..
"Mas.. Aku boleh barengkan?" Kata sekar manja kepada mas bayu, dan itu membuatku muak..
"Tentulah, aku malah senang bisa berangkat bareng dengan gadis secantik kamu"
"Dasar laki laki b****k" Kesalku dalam hati mendengar tingkah manis suamiku di depan wanita itu.. Padahal baru beberapa detik dia membentak ku...
"Ayu" Panggil mas bayu..
"Ya mas" Sahutku sambil berjalan ke ruang tamu..
"Sekar ingin bareng aku, boleh? " Tanya mas bayu...
"Jangan mas... Tidak boleh, jangan pergi denganya" Inginku dalam hati..
Namun tidak mungkin aku menjawab seperti itu...
"Iya" Jawabku singkat..
"Ya sudah.. Ayo kita segera berangkat" Kata mas Bayu pada sekar dengan memberikan senyuman terindahnya..
Aku berdecih melihat tingkah bas bayu..
"Dasar mata keranjang" Umpatku dalam hati.
Mas Bayu pun segera ke dapur untuk mengeluarkan motornya...
"Ini" Katanya sambil menyodorkan selembar uang kertas padaku..
"Lo mas kok cuma 10rb? "
"Kemarin habis belanja bnyak, jadi aku potong uang belanjamu" Jawabnya datar...
"Tapi mas"
"Dah jangan buat aku emosi lagi! " Bentaknya..
Dan aku kembali hanya bisa terdiam..
Aku lalu melihat suamiku pergi berboncengan dengan wanita yang notabenya tukang penggoda, namun aku percaya pada mas bayu kalau dia tidak akan menghianatiku..
"Pagi Mbak Ayu.. " Sapa ibuk ibuk di depan rumahku saat mereka belanja di tukang sayur langganan ku yang selalu berhenti di depan rumahku..
"Iya ibuk ibu" Salamku balik
"Aku tadi kok lihat Bayu boncengan bareng dengan Sekar, apa mbk ayu gak takut suamimu di rebut olehnya? "
"Emm.. Tidak.. Mas bayu setia kok" Jawabku..
"Semoga ya mbak, soalnya laki laki kalau di suguhi wanita cantik sok klepek klapek. " Kata ibu Norma yang membuat ibu ibu lain tertawa...
"Iya lo mbak hati hati, apalagi Bayu agak mata keranjang"
"Gak beda sama mama mertuamu itu, udah tua, janda, gatel lagi"
"Bener tu, mbk Ayu kok bisa sih masuk di keluarga kayak gtu, dah hidupnya irit, pelit, suka gatel, gak anaknya gak mamanya sama saja"
Mendengar perdebatan ibu ibu kampung membicarakan keluarga mas Bayu aku hanya terdiam, ingin sekali aku bilang IYA.. namun tidak mungkin, aku harus menjaga nama baik suami dan keluarganya...
"Beli sop lagi mbk? " Tanya abang penjual sayur padaku..
"Iya bang" Jawabku lirih karena sebenarnya aku malu tiap hari harus membeli sayur sop.. Namun apa dayaku, mas Bayu cuma memberi uang segitu..
"Jangan gitu bang, kasian mbk Ayu, dia cuma korban keluarga pelit"
"Ah.. Mbk Ayu kok bisa dulu suka sama Bayu, dulu pas pertama kali mbk kesini aku kaget lo mbk? "
"Kenapa bu"
"Mbk dulu tu cuantikkk bangettt, putih bersih dan katanya juga mbk anak orang kaya, kok bisa mau sama Bayu yang mempunyai muka pas pasan seperti itu, pakai pelet apa dia bisa memperistri mbak ? "
"Ah ibu bisa saja.. Aku dan mas Bayu saling cinta kok bu, gak pakai pelet"
"Ah... Nyesel gak mbak? "
"Enggak lah bu, kalau gak ketemu mas Bayu gak mungkin aku punya Angel"
"Sudah.. Sudah.. Malah pada ngerumpi terus.. " Kata abang sayur..
Dan setelah aku selesai berbelanja, aku segera masuk ke dalam rumah..
Jujur aku agak emosi dengan percakapan tadi, aku emosi karena aku di kasihani. Pantang bagiku di kasihani orang. Aku yang mempunyai harga diri tinggi paling tidak suka di kasihani, bahkan aku pun memutuskan pergi dari keluarga intiku yang notabenya orang kaya di jogja itupun karena papaku sudah melukai harga diriku karena papaku menghina aku dan mas Bayu.
Sudah pukul 19.00 mas Bayu belum pulang dari kerja, seharusnya dia pulang jam 17.00..andai dia lembur dia pasti mengabariku...
"Dimana dia? " Tanyaku dalam hati..
Dan aku akhirnya menelfon ya walaupun aku tahu akhir dari caraku ini, aku hanya akan mendapat bentakan. Namun daripada aku mati penasaran mending aku telfon dia..
Dret.. Drett... Dret...
Aku telfon dia namun dia tidak mengangkatnya...
Drett.. Drett.. Dret..
Aku kembali menelfon ya..
"Hallo! " Bentak mas Bayu kepadaku..
"Mas.. Mas dimana? Ini sudah jam 7 malam kenapa belum pulang? "
"Mas siapa? ? " Deg aku dengar lirih suara wanita..
"Siapa itu mas! " Bentakku..
"Siapa? Bukan siapa siapa"
"Aku dengar suara cewek tadi? "
"Kamu tu ya.. Suami sedang kerja malah di curigai terus.. Capek aku!! " Bentak mas Bayu mengakhiri percakapan kami..
Disisi lain Bayu memang sedang bersama Sekar di dalam sebuah hotel..
"Siapa mas" Tanya Sekar sembari memeluk tubuh Bayu yang sekarang tanpa berbalut apapun..
"Ayu.. "
"Kenapa kamu selalu membentaknya? diakan istrimu"
"Aku sebenarnya terpaksa memperistri nya, misi ku dulu cuma ingin menjadi menantu orang kaya karena keluarga ayu adalah yang kaya raya .. E... Malah dia pergi denganku dan meninggalkan keluarganya hanya gara dia di hina di sana.. Jadi pupuslah harapanku jadi orang kaya.. Ah sudahlah jangan bahas Ayu lagi...mari kita lanjutkan olaraga cinta kita" Kata laki laki bejat yang sedang mencari kenikmatan di atas kecemasan sang istri...
Aku melihat ke arah jam dinding menunjuk pukul 21.00, namun mas bayu belum juga pulang dari kerjanya padahal tadi aku sudah mengirim pesan dan juga menelfonya beberapa kali masih dia tidak angkat, apalagi membalas pesanku..
"Dimana kamu mas?" Resahku dalam hati karena jujur aku sangat takut karena mas Bayu tadi berangkat dengan sekar...
"Yu... Bayu kemana kok belum pulang, mbok y di telfon atau gimana!" Perintah mamaku..
"Sudah ma.. Tapi gak di angkat, aku kirim pesan pun gak di balas.. "
"Makanya jadi istri tu jaga penampilan, gak tiap hari cuma pakai daster melulu, muka tu juga di rawat biar suami gak tengok kanan tengok kiri, jangan salahkan Bayu kalau dia main belakang"
"Ma.. Mama kok bilang gitu sih, Ayu seperti ini juga karena mas bayu gak pernah beliin ayu bedak, gak pernah beliin ayu baju.. "
"E... Berani bantah kamu ya! seharusnya kamu juga harus bisa atur keuangan" Ucap mamaku yang aku rasakan nada bicaranya sudah mulai keras...
"Ma.. Uang 15rb dapet apa sih, mama kan juga wanita, pasti tau kan kebutuhan dapur seperti apa. "
"Ya kamu yang harus pinter pinter ngatur, dasar mantu g****k." Umpat mama mertuamu..
"Ma!!!" Bentakku
Namun sebelum aku lanjutkan pertengkaran dengan mamaku, aku mendengar suara motor mas Bayu berhenti di depan rumah..
Aku segera berlari keluar..
"Mas" Kataku ketika melihat dia sudah masuk ke dalam rumah..
"Maaf membuatmu khawatir" Kata mas Bayu sembari memberikan helm kepadaku dan
CUP
Dia mengecup keningku..
Seketika itu juga marahku, kecurigaanku, rasa penasaran ku seketika hilang karena kecupan mas Bayu...
"Maaf, mas tadi lembur sibuk banget sampai gak sempat balas pesanmu " Lanjut mas Bayu sembari membelai wajahku..
"Iya mas.. Maaf aku tadi sempat curiga sama mas. "
Mas bayu pun tersenyum padaku hingga membuat sedikit tenang.
"Mandi dulu mas, aku sudah siapkan air hangat.. "
"Hhhmmmm...Nanti mas minta ya" Goda mas Bayu berbisik sambil mencubit bokongku...
"Masss.. " Manjaku..
Dan akhirnya semua terjawab.. Mas Bayu memang benar benar masih mencintaiku..
Selepas mas Bayu mandi, dia segera masuk kamar dan ganti baju.. Dan akupun sudah menunggu dia di kamar dengan penuh harap dan benar kami melanjutkan dengan memadu kasih yang sudah aku harapkan sejak lama..
"Aku mencintaimu mas" ucapku lirih dalam pelukannya ketika kami sudah selesai melakukan kewajiban kami sebagai suami istri..
CUP...
"Aku juga mencintaimu, sudah lekaslah tidur kamu pasti lelah, mas juga capek. " Kata mas Bayu lalu dia memeluk dan mendekatkan tubuhku merapat ke tubuhnya. Dan ku rasakan dekapanya begitu hangat. Delapan yang sudah lama tidak aku dapatkan dari suamiku.
Aku sungguh bahagia, ternyata yang aku takutkan hanya sebatas ketakutanku saja..
**
Hampir tengah malam aku terbangun karena getar dari handphone mas bayu..
Dret.. Dret.. Dret.
Dia menaruh Handone-nya di meja dekat ranjang tidurku..
Aku segera mengambilnya dan aku melihat isi pesanya...
[Terima kasih mas] Pesan dari sekar...
Aku mengerutkan dahiku...
"Maksud dia apa mengirim pesan itu pada mas Bayu tengah malam begini?"
Dan aku melihat dari semua pesan masuk mas bayu dan panggilan semua normal tidak ada yang mencurigakan.
[Kenapa gak balas mas? Apa istri mas belum tidur? ] sekar..
DEG..
"Pasti ada yang tidak beres dengan mereka berdua" Kesal ku dalam hati...
Aku lalu melihat ke arah mas bayu yang sedang tertidur pulas..
Aku periksa seluruh tubuhnya secara diam diam namun tidak ada yang mencurigakan.
Aku pun langsung pergi mencium baju yang di pakai mas Bayu tadi..
Namun aku mencium parfum yang beda di baju mas Bayu.. Ini parfum perempuan..
Aku menelan salivaku sendiri..
"Ya Tuhan jangan sampai suamiku bertindak jauh, " Doaku dalam hati..
Namun aku tidak mungkin menuduh dia dengan hanya bukti seperti ini. Dan juga sikap mas bayu juga tidak menandakan kalau dia berselingkuh...
" jika aku harus mengetahui hal yang terburuk dari suamiku tunjukkanlah, aku tidak ingin terus di bohongi" Doaku dalam hati sambil meremas baju yang di pakai mas Bayu tadi...
Pagi hari ku masih sama seperti biasanya, Dan akupun masih memasak yang sama dengan kemarin..
"Yu...! " Panggil mas Bayu dengan nada suara keras.
"Iya mas"
"Aku sudah bilang, jangan masak ini lagi... Masih masak lagi! Bosan aku! " Bentaknya...
"Mas.. Kemarin mas cuma kasih Ayu 10rb, hanya itu yang bisa Ayu beli"
"Harusnya kemarin kemarin kamu harus nyisihin uang yang aku kasih, kamu kalau di kasih tau selalu kebanyakan alasan! "
"Mas, uang yang mas kasih ke Ayu sudah mepet, mana bisa aku nyisihin lagi "
PLAKKKK...
Tamparan keras di wajahku...
"Terus bantah kalau di kasih tau suami! " Bentak mas Bayu lagi..
Namun kali ini bukan hanya pipiku yang sakit, namun juga hatiku..
Hampir 5 tahun aku terus menerima perlakuan seperti ini, namun hanya diam..
"Mas.. Kamu dan Sekar kemarin ngapain" Ucapku sambil masih memegangi pipiku yang perih akibat tamparannya..
"Maksud kamu apa? Kamu mau menuduhku lagi? "
"Iya.. Aku mencium bau parfum Sekar di bajumu.. Kalian kemarin kemana? Jangan bilang kalau kamu tidur denganya! " Teriakku..
"Jaga ucapanmu! " Bentak mas bayu..
"Kamu sudah mulai ngelunjak ya! Berani kamu! " Ucap mas Bayu sembari menekan wajahku dengan ibu jari dan jari telunjuknya...
Aku melepas tangan mas Bayu dari wajahku..
"Aku sudah bilang mas, aku akan sabar jika kamu perlakukan aku apapun namun tidak dengan main wanita! " Teriakku...
PLAKKK...
tamparan keras sekali lagi mendarat di wajahku.. Hingga ujung bibirku mengeluarkan darah...
"Mas" Tanggisku..
"Ayu... Ya ampun, pagi pagi dah buat keributan, suami mau berangkat kerja malah di ajak ribut. Mau kamu apa! " Bentak mamaku semakin membuat hatiku sakit..
"Ni uang buat beli makan enak, bosan aku makan sop terus" Kata mas bayu sambil melempar 3lembar uang kertas ke muka ku..
Sakit... Sakit sekali.. Aku yang notabenya memiliki harga diri tinggi, namun disini aku seakan tidak mempunyai harga diri sama sekali..
Dalam tangisanku, aku hanya bisa terdiam mendapat perlakuan itu..
"Bunda.. " Tangis Angel dari kamar terdengar...
Aku segera mengambil 3 lembar uang 10rb an lalu ke kamar..
"Maafkan bunda sayang. " Kataku sambil memeluk Angel, Kami berdua menangis bersama. Anakku seolah mengerti kesakitan yang aku rasakan kali ini. Kesakitan ketika tidak di hargai sama sekali oleh suamiku.
Aku melihat ke kaca bibirku agak pecah dan pipiku agak membiru karena tamparan keras 2 kali pagi ini.
"Ya Allah sampai kapan aku harus terus bersabar mendapat perlakuan seperti ini"
Seketika aku teringat ibu ku..
"Ibu.. Ayu kangen...ibu.. Ayu butuh pelukanmu... Ayu sakit bu" Kataku dan airmataku menetes deras... Aku yang dulu anak manja dan selalu di sayang oratuaku harus menelan pil pahit menerima kenyataan bahwa aku menderita dengan pernikahan ini. Pernikahan yang berawal dari sebuah kesalahan dan pernikahan yang membuat seluruh keluargaku malu.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!