Rasa sakit dari pisau yang menembus dadaku masih terasa nyata. Wajah tunanganku yang tersenyum sinis dan tawa manja adik tiriku berkilat di dalam ingatan. Mereka merebut segalanya dariku, lalu membuang mayatku seperti sampah.
"Ugh..."
Aku tersedak. Alih-alih rasa hangat darah, paru-paruku justru dihantam oleh udara yang luar biasa dingin.
Aku membuka mata. Langit di atas kepalaku berwarna kelabu, tertutup badai salju yang mengamuk. Aku tidak mati. Aku mencoba bangkit, namun tubuh ini terlalu lemah. Kulitku pucat, jemariku kurus, dan aku hanya mengenakan gaun tipis yang sudah robek-robek.
Tiba-tiba, gelombang ingatan asing menghantam kepalaku.
Nama tubuh ini adalah Elena von Silversnow. Seorang putri dari Kerajaan Silversnow yang diberkahi kekuatan sihir es. Ironisnya, Elena dilahirkan tanpa setetes pun mana atau kekuatan elemen. Dianggap sebagai aib kerajaan, hari ini dia resmi dibuang oleh ayah kandungnya sendiri ke Frozen Abyss.
hutan terlarang tempat bersarangnya monster-monster buas. Elena yang asli sudah mati kedinginan beberapa menit lalu, dan aku masuk mengisi tubuhnya.
"Sial," umpatku seiring bibirku yang membiru bergetar. "Keluar dari kandang macan, masuk ke sarang serigala."
KRETEK.
Suara ranting patah terdengar di balik semak salju. Sepasang mata merah menyala menatapku dari kegelapan badai. Seekor Frost Wolf serigala monster berbulu putih dengan taring kristal es berjalan perlahan mendekatiku. Air liurnya yang menetes langsung membeku menjadi es di tanah.
Aku mencoba mundur, tapi punggungku menabrak batang pohon yang membeku. Monster itu bersiap melompat. Kematian kedua sudah di depan mata.
[DIAGNOSIS: DETAK JANTUNG MELEMAH. SUHU TUBUH KRITIS.]
[SYARAT TERPENUHI. MENGAKTIFKAN SISTEM ES DEWA...]
Sebuah suara mekanis yang dingin dan bergema tiba-tiba terdengar di dalam kepalaku. Bersamaan dengan itu, sebuah layar holografis biru transparan muncul di depan mataku.
[Selamat datang, Tuan Rumah. Sistem Es Dewa telah tersinkronisasi dengan jiwa Anda.]
[Misi Pemula Diaktifkan: Bertahan hidup dari serangan Frost Wolf!]
[Hadiah Misi: Kebangkitan 'Fisik Es Dewa' & Penguasaan Sihir Es Tingkat 1]
"Sistem?" Mataku terbelalak.
AUUUUUU!
Serigala itu melompat menerjangku, cakar esnya mengarah tepat ke leherku. Aku Refleks mengangkat kedua tanganku ke depan untuk menahan serangan.
[Sistem Es Dewa: Mengaktifkan Perlindungan Pemula Dinding Absolut!]
BLAAAM!
Sebuah dinding es setebal satu meter melesat dari dalam tanah, menahan cakar serigala tersebut hingga monster itu terpental mundur.
[Misi Selesai! Menyalurkan Hadiah...]
BOOM!
Rasa hangat yang luar biasa tiba-tiba meledak dari pusat dadaku dan menjalar ke seluruh pembuluh darah. Rasa dingin yang tadinya menyiksa mendadak terasa seperti pelukan yang nyaman. Kulitku yang pucat kini memancarkan aura putih berkilau. Rambut hitamku perlahan berubah warna menjadi putih keperakan sehalus salju.
[Anda telah mendapatkan 'Fisik Es Dewa'. Sekarang, seluruh es di dunia ini adalah senjata Anda.]
Serigala monster itu kembali berdiri, menggeram lebih ganas. Tapi kali ini, aku tidak takut. Aku tersenyum tipis. Aku merasakan aliran kekuatan yang tak terbatas di dalam jariku.
"Mantan keluargaku membuangku karena aku tidak punya kekuatan?" bisikku sambil menatap telapak tanganku sendiri. "Mari kita lihat ekspresi mereka saat tahu aku adalah pemilik es yang sesungguhnya.
Aku mengarahkan telapak tanganku ke arah serigala itu. "Hancur."
CRASH!
Tanpa perlu rapalan mantra, puluhan tombak es tajam melesat dari tanah, menembus tubuh Frost Wolf itu hingga mati seketika. Tubuh monster itu hancur menjadi serpihan debu es yang berkilauan.
[Anda mendapatkan 100 Poin Sistem.]
[Misi Utama Diperbarui: Bangun Kerajaan Es Anda sendiri dan hancurkan Kerajaan Silversnow!]
Angin badai bertiup kencang, menerbangkan rambut perak baruku. Aku berdiri tegak di tengah neraka es ini. Rasa sakit akibat pengkhianatan di kehidupan pertamaku, dan penghinaan yang diterima Elena di dunia ini, melebur menjadi satu tekad yang bulat.
Keluarga kerajaan, mantan tunangan, dan adik tiriku... tunggu aku. Aku akan membekukan seluruh dunia kalian hingga menjadi abu.
Darah biru keperakan dari Frost Wolf yang tewas perlahan menguap menjadi partikel cahaya yang diserap oleh telapak tanganku. Rasa hangat yang menjalar dari "Fisik Es Dewa" kini menetap di dalam radianku, berputar seperti galaksi kecil yang haus akan energi.
Dinginnya badai Frozen Abyss yang tadinya terasa seperti pisau yang menguliti daging, kini berubah menjadi seperti belaian sutra yang hangat.
Aku melangkah melewati bangkai monster yang telah membeku menjadi kristal. Setiap kali kakiku yang telanjang menyentuh permukaan salju, sebuah riak lingkaran es kecil berpendar di bawah tumitku, mencegah tubuhku tenggelam ke dalam timbunan salju yang tebal.
[Pemberitahuan Sistem: Tuan Rumah telah berhasil berasimilasi dengan Fisik Es Dewa (Tingkat Rendah). Kekuatan sihir Anda saat ini setara dengan Penyihir Lingkaran 2. Poin Sistem saat ini: 100 Poin.]
"Hanya Lingkaran 2?" gumamku sambil menyibak rambut perak baruku yang berkilau tertiup angin badai. Di Kerajaan Silversnow, ayahku Sang Raja adalah seorang penyihir es Lingkaran 6.
Sementara adik tiri jalangku, Alicia, dipuji sebagai si genius abad ini karena berhasil mencapai Lingkaran 3 di usianya yang baru enam belas tahun.
Aku mengepalkan tangan kuat-kuat. Mengingat nama Alicia dan mantan tunanganku, pangeran mahkota pengkhianat itu, membuat dadaku kembali berdenyut perih.
Rasa sakit dari tikaman pisau di kehidupan pertamaku bercampur dengan rasa sesak dari ingatan Elena asli yang dibuang seperti barang rosokan.
"Baru Lingkaran 2 saja aku sudah bisa membunuh Frost Wolf tanpa mantra," bisikku pada diri sendiri, seulas senyum dingin terukir di bibirku. "Sistem, apa yang bisa kubeli dengan 100 poin ini? Aku tidak bisa terus berjalan dengan gaun robek di tengah badai seperti ini."
DING!
Sebuah layar virtual semi-transparan berwarna biru muda melayang di depanku, menampilkan daftar barang yang bisa ditukarkan.
[Toko Sistem - Kategori: Pakaian & Pertahanan]
Jubah Salju Sutra (Eksklusif): Menahan segala jenis serangan fisik tingkat rendah, mengatur suhu tubuh secara absolut, dan menyamarkan aura. Harga: 80 Poin.
Sepatu Bot Kristal Frost: Meningkatkan kecepatan bergerak di atas salju sebesar 50%. Harga: 50 Poin.
Rambut Palsu Penyamaran: Mengubah warna rambut perak menjadi hitam biasa. Harga: 30 Poin.
Tanpa ragu, aku menekan opsi pertama. "Beli Jubah Salju Sutra."
[Pembelian Berhasil. Mengurangi 80 Poin. Sisa Poin: 20.]
Detik berikutnya, seberkas cahaya putih turun dari langit-langit badai, menyelimuti tubuhku. Gaun tipis yang robek-robek seketika digantikan oleh sebuah jubah putih panjang yang terbuat dari rajutan benang sutra magis yang sangat halus. Jubah itu dilengkapi dengan tudung besar yang bisa menutupi seluruh wajahku.
Saat aku memakainya, rasa nyaman yang luar biasa langsung menyelimuti kulitku, dan embusan angin badai tidak lagi mampu mengusik sehelai rambutku.
"Bagus. Sekarang, tujuan pertama adalah mencari tempat berlindung yang aman. Aku butuh memulihkan stamina tubuh ini," ujarku sambil menatap sejauh mata memandang. Hutan Frozen Abyss dipenuhi oleh pohon-pohon purba berdaun es yang menjulang tinggi, menciptakan labirin putih yang mematikan.
Aku berjalan menembus badai selama hampir satu jam, mengandalkan insting baruku yang bisa merasakan aliran mana es paling pekat. Sistem terus memantau sekitar, memberikan peringatan jika ada pergerakan monster dalam radius lima puluh meter. Di tempat terkutuk ini, lemah berarti mati. Dan aku menolak untuk mati untuk kedua kalinya.
[Peringatan! Terdeteksi fluktuasi mana yang tidak stabil di depan. Jarak 30 meter. Terdapat tanda-tanda kehidupan monster tingkat menengah: Frost-Bite Spider.]
Aku menghentikan langkahku. aku melihat di depan sana ada sebuah tebing batu hitam yang tertutup es vertikal berdiri kokoh. Di dasar tebing itu terdapat sebuah mulut gua yang cukup besar untuk dijadikan tempat berlindung. Namun, di depan mulut gua tersebut, seekor laba-laba raksasa setinggi dua meter dengan delapan kaki berbentuk sabit es sedang menggerogoti bangkai seekor rusa kutub.
KREEEEEK!
Laba-laba itu mendongak, mata-mata hitam kecilnya yang berkerumun langsung mengunci posisiku. Ia merasakan kehadiranku meskipun aku sudah memakai jubah penyamaran aura. Air liur asamnya yang berwarna hijau pekat menetes ke salju, mendesis dan melelehkan es di sekitarnya.
"Hewan menjijikkan," desisku. Rasa jijik dan amarah menyatu. Aku tidak akan membiarkan seekor serangga menghalangi jalanku menuju tahta.
[Misi Darurat Diaktifkan: Rebut Gua Pertapaan!]
[Target: Bunuh Frost-Bite Spider.]
[Hadiah: 300 Poin Sistem & Pembukaan Keterampilan Baru: 'Ice Spike Rain'.]
"Tiga ratus poin? Lumayan," ujarku. Aku merentangkan kedua tanganku ke samping. Aliran mana di dalam tubuhku bergejolak hebat, merespons kehendakku. "Sistem, bantu aku mengoptimalkan kendali mana."
[Mengaktifkan Mode Bantuan Tempur. Sinkronisasi Mana: 100%.]
SHHHH!
Laba-laba raksasa itu bergerak dengan kecepatan luar biasa, kaki-kaki sabitnya menancap di salju dengan bunyi berderit yang mengerikan. Ia melompat ke arahku sambil menyemburkan jaring es yang sangat tebal dari mulutnya. Jaring itu bisa membekukan dan melumpuhkan mangsanya dalam hitungan detik.
"Terlalu lambat," bisikku.
Aku menghentakkan kaki kananku ke tanah. BOOM! Sebuah pilar es raksasa melesat diagonal dari bawah salju, menumbuk jaring es tersebut hingga hancur berkeping-keping, sekaligus menghantam dada laba-laba itu hingga ia terlentang di atas tanah.
KREEEEEEK! Monster itu menjerit kesakitan. Salah satu kaki sabitnya patah. Tapi ia belum mati. Dengan kemarahan yang meluap, ia memutar tubuhnya dan mencoba menebas leherku dengan kaki sabit nya yang tersisa.
Aku tidak mundur selangkah pun. aku menggunakan Fisik Es Dewa, aku bisa merasakan bahwa es di sekitar tempat ini tunduk padaku. Aku mengangkat tangan kananku, memutar jemariku di udara seperti seorang dirigen orkestra.
"Membeku dan hancurlah," perintahku dengan nada sedingin es.
CRACK! CRACK! CRACK!
Darah monster yang menetes ke salju tiba-tiba berbalik arah, membeku menjadi duri-duri es tajam yang menusuk tubuh laba-laba itu dari dalam sampai ke luar. Es murni merambat dengan cepat dari kakinya, menjalar ke seluruh tubuh raksasanya, mengubah monster mengerikan itu menjadi sebuah patung es yang indah nan tragis dalam hitungan tiga detik.
Aku berjalan mendekati patung tersebut, lalu menyentuhnya dengan ujung jari telunjukku.
PRANG!
Patung laba-laba itu hancur berkeping-keping menjadi butiran debu kristal yang berkilauan di udara.
[Misi Darurat Selesai! Anda mendapatkan 300 Poin Sistem.]
[Selamat! Anda telah mempelajari Keterampilan Aktif: 'Ice Spike Rain' (Tingkat 1).]
[Selamat! Tingkat Kultivasi Anda meningkat menjadi Penyihir Kesatria Es Lingkaran 3!]
Sebuah gelombang energi yang jauh lebih besar dari sebelumnya mengalir ke dalam tubuhku. Otot-otot tubuh Elena yang tadinya lemah kini terasa kencang dan dipenuhi vitalitas. Kulitku menjadi sehalus porselen, dan aku bisa merasakan setiap molekul air di udara yang siap berubah menjadi senjata mematikan kapan pun kuinginkan.
"Lingkaran 3... Alicia, tunggu aku. Jarak kita sekarang sudah sama," seringai kejam muncul di wajahku. Di kehidupan ini, aku tidak akan menjadi putri lemah yang bisa ditindas. Aku akan menjadi badai yang menghancurkan mereka.
Aku membalikkan tubuh dan melangkah masuk ke dalam gua yang baru saja kurebut. Bagian dalam gua itu ternyata sangat luas, terlindung dari angin badai yang mengamuk di luar. Dinding-dinding gua dilapisi oleh kristal es alami yang memancarkan cahaya biru redup yang menenangkan.
Setelah berjalan beberapa meter ke dalam, aku menemukan sebuah ceruk yang bersih. Aku duduk bersandar di dinding batu yang dingin, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan pikiranku yang lelah setelah melewati dua kali pertempuran hidup dan mati.
[Poin Sistem Anda saat ini: 320 Poin. Disarankan untuk meningkatkan area pertahanan atau membeli persediaan makanan.]
"Sistem, simpan dulu poinnya. Aku ingin memeriksa statusku secara keseluruhan," perintahku.
DING!
[Status Karakter]
*Nama: Elena von Silversnow
* Gelar: Calon Ratu Es Dewa
* Tingkat Kekuatan: Penyihir Lingkaran 3 (Tahap Awal)
* Fisik: Fisik Es Dewa (Tingkat Rendah - Persentase Kebangkitan: 15%)
* Keterampilan: Dinding Absolut (Pertahanan), Ice Spike Rain (Serangan Area)
* Poin Sistem: 320
Melihat persentase kebangkitan fisikku yang baru 15%, aku menyadari bahwa kekuatan yang kupunya sekarang barulah puncak dari gunung es yang sebenarnya. Jika 15% saja sudah bisa menyamai penyihir genius kerajaan, bagaimana jika mencapai 100%? Aku bahkan mungkin bisa membekukan seluruh benua ini dengan lambaian tangan.
Namun, saat aku hendak memejamkan mata untuk bermeditasi, sebuah getaran aneh terasa dari bagian gua yang lebih dalam. Itu bukan getaran gempa bumi. Itu adalah getaran mana yang sangat murni, disusul oleh suara detak jantung yang berat dan bergema.
DUM... DUM... DUM...
Suara itu terdengar seolah-olah ada sesuatu yang sangat besar dan kuno sedang tertidur di kedalaman gua ini, dan kehadiranku yang melepaskan Fisik Es Dewa barusan telah mulai mengusik tidurnya.
Aku berdiri kembali, jubah putihku berkibar. Alih-alih merasa takut, mataku justru berkilat penuh rasa ingin tahu dan antisipasi. Di dunia ini, bahaya besar selalu berdampingan dengan peluang yang besar.
"Sistem, deteksi sumber getaran itu," perintahku sambil mempererat genggaman tanganku, siap memanggil sihir es kapan saja.
[Peringatan! Terdeteksi entitas kuno di kedalaman 100 meter di bawah gua. Tingkat bahaya: Tidak Terukur. Mengaktifkan misi investigasi...]
Aku tersenyum tipis, menatap kegelapan gua yang pekat. "Sempurna. Mari kita lihat apa yang disembunyikan oleh neraka beku ini dariku."
Langkah kakiku bergema pelan di sepanjang dinding lorong gua yang semakin menyempit. Semakin dalam aku melangkah, udara di sekitarku tidak lagi terasa dingin, melainkan terasa pekat oleh tekanan mana yang luar biasa padat. Saking padatnya, udara di dalam tampak berkilau seperti serbuk berlian yang melayang.
DUM... DUM... DUM...
Suara detak jantung misterius itu kini terdengar begitu dekat, berdegup seirama dengan detak jantungku sendiri. Fisik Es Dewa di dalam tubuhku bergejolak, seolah-olah mengenali energi yang berada di ujung lorong ini.
[Peringatan! Tuan Rumah telah memasuki zona 'Jantung Abyss'. Tekanan mana meningkat 500%. Disarankan untuk mengaktifkan pelindung.]
"Tidak perlu, Sistem," jawabku sambil tersenyum tipis. "Tekanan ini justru membuat mana di dalam tubuhku mengalir lebih lancar. Fisik Es Dewa milikku menyukai tempat ini."
Aku melangkah keluar dari lorong sempit dan tiba di sebuah aula bawah tanah yang sangat luas. Mataku terbelalak menatap pemandangan di depanku. Di tengah tempat itu, dikelilingi oleh pilar-pilar kristal es raksasa yang menjulang hingga ke langit-langit, terdapat seekor makhluk raksasa yang sedang mendekam.
Seekor Naga Es Kuno.
Sisiknya berwarna biru tua keperakan, memancarkan cahaya magis yang redup. Sayapnya yang besar terlipat di sisi tubuhnya, dan rantai-rantai magis berwarna hitam legam terbuat dari besi terkutuk penghancur mana melilit leher, sayap, dan keempat cakarnya, menancap kuat ke dasar bumi. Naga itu terluka parah; darah birunya yang membeku membentuk kolam kecil di bawah tubuhnya.
GROOOAWWL...
Naga itu perlahan membuka kelopak matanya. Sepasang mata vertikal berwarna emas pekat menatapku tajam. Tekanan intimidasi yang dipancarkannya membuat jubah sutra putihku berkibar hebat. Jika aku adalah Elena yang dulu, jiwaku pasti sudah hancur hanya karena tatapannya.
"Manusia... berani-beraninya kau mengusik tempat peristirahatan-ku..." Sebuah suara bariton yang berat dan berwibawa menggema langsung di dalam kepalaku melalui telepati.
Aku tidak mundur. Aku justru menurunkan tudung jubahku, membiarkan rambut perak panjangku terurai, dan menatap balik mata emas naga itu tanpa rasa takut.
"Aku tidak berniat mengusikmu, Penguasa Kuno," ujarku dengan nada tenang namun tegas. "Aku datang karena merasakan resonansi kekuatan kita. Kamu dirantai, terluka, dan dibiarkan membusuk di sini. Sementara aku... aku dibuang oleh mereka yang takut akan potensiku."
Naga itu terdiam sejenak. Matanya menyipit, mengamati seluruh tubuhku, sebelum akhirnya terbelalak menyadari sesuatu. "Aura ini... Fisik Es Dewa?! Bagaimana mungkin manusia fana memiliki fisik suci itu?!"
[Misi Tersembunyi Diaktifkan: Selamatkan atau Taklukkan Naga Es Kuno!]
[Pilihan 1: Bunuh naga yang sekarat untuk mendapatkan 5.000 Poin Sistem dan Inti Kristal Naga.]
[Pilihan 2: Bebaskan naga dan buat 'Kontrak Jiwa Simbiotis'. Hadiah: Loyalitas mutlak Naga Es,
Pembukaan Fisik Es Dewa hingga 40%, dan peningkatan kultivasi drastis.]
"Sistem, aku pilih opsi kedua," ucapku dalam hati tanpa ragu. Membunuh naga ini hanya memberikan keuntungan sesaat. Tapi menjadikannya sekutu? Aku akan memiliki kekuatan tempur tingkat bencana di sisiku.
"Aku bisa membebaskanmu dari rantai terkutuk itu," kataku lantang, ia melangkah mendekati kepala naga yang berukuran sebesar rumah itu.
"Jangan sombong, manusia kecil! Rantai ini dibuat oleh Penyihir Agung Lingkaran 8 dari Kerajaan Silversnow ratusan tahun lalu! Sihir es tingkat rendahmu tidak akan bisa menggoresnya!" gertak sang naga, meski ada nada keputusasaan dalam suaranya.
"Kerajaan Silversnow?" Mendengar nama itu, mataku berkilat kejam. "Kalau begitu, kita punya musuh yang sama. Rantai ini dibuat dengan sihir es, bukan? Maka di hadapan Fisik Es Dewa, rantai ini hanyalah mainan anak-anak."
Aku melompat, mendarat tepat di atas pilar tempat rantai utama tertancap. Aku meletakkan kedua telapak tanganku pada besi hitam terkutuk itu. Aku memejamkan mata, memanggil seluruh mana es di dalam tubuhku, lalu memerintahkannya untuk masuk ke dalam rantai.
"Sebagai pemilik Es Dewa, aku perintahkan: Tunduk dan hancurlah!"
CRAAAACK!
Mana es murni berwarna putih salju menjalar ekstrem, menutupi rantai hitam tersebut. Besi terkutuk yang katanya tidak bisa dihancurkan itu tiba-tiba bergetar hebat. Struktur magis di dalamnya dipaksa tunduk oleh otoritas es yang jauh lebih tinggi. Dalam hitungan detik, rantai-rantai itu membeku total hingga menjadi serpihan es rapuh, lalu hancur berantakan menjadi debu.
PRANG! PRANG! PRANG!
Naga es itu terbebas. Ia merentangkan sayap raksasanya, meraung keras hingga seluruh gua bawah tanah bergetar hebat. Kebebasan yang telah dirampas selama berabad-abad akhirnya kembali ke tangannya.
AUUUUUUMMMMM!
Setelah raungannya mereda, naga itu menundukkan kepalanya yang besar tepat di hadapanku, menyentuhkan moncongnya ke ujung sepatuku sebagai tanda penghormatan tertinggi.
"Aku, Frostwing, bersumpah setia kepada Pemilik Es Dewa. Kehendakmu adalah perintahku, musuhmu adalah mangsaku," ucapnya sungguh- sungguh".
"Mari kita ikat sumpah ini dalam jiwa," balasku.
[Mengaktifkan Kontrak Jiwa Simbiotis...]
Sebuah lingkaran sihir emas dan putih berukuran raksasa muncul di bawah kaki kami berdua. Seberkas cahaya jiwa berbentuk naga kecil terbang dari dahi Frostwing dan masuk ke dalam dadaku, sementara energi es murniku mengalir ke dalam tubuh Frostwing, menyembuhkan seluruh luka-lukanya dalam seketika.
BOOM!
Ledakan energi magis yang dahsyat tercipta di dalam aula tersebut. Di dalam kepalaku, suara sistem berbunyi bertubi-tubi seperti musik yang paling indah.
[Kontrak Berhasil! Anda mendapatkan hewan kontrak: Naga Es Kuno (Frostwing).]
[Fisik Es Dewa bangkit hingga 40%!]
[Sihir Anda melompati batas! Selamat, Anda telah menembus Penyihir Lingkaran 4... Lingkaran 5... Lingkaran 6 (Tahap Puncak)!]
Rambut perakku kini bersinar dengan sangat terang. memancarkan tekanan mana yang begitu masif hingga membuat udara di sekitar kami membeku secara instan. Di usiaku yang baru belia, aku telah mencapai Puncak Lingkaran 6 setara dengan ayah kandung sialanku, sang Raja Silversnow.
Aku membuka mata, merasakan kekuatan yang begitu melimpah ruah di dalam diriku. Aku menatap Frostwing yang kini menatapku dengan penuh rasa kagum dan takjub.
"Frostwing, mulai hari ini, namamu adalah Frost," ujarku sambil mengusap sisik kepalanya yang dingin. "Sembunyikan tubuh raksasamu. Kita akan mulai membangun fondasi kita di sini."
"Baik, Yang Mulia Ratu," jawab Frost. Tubuh raksasanya perlahan menyusut, berubah menjadi seekor naga kecil berukuran satu meter yang hinggap dengan anggun di bahuku.
Aku berbalik, menatap ke arah jalan keluar gua yang mengarah ke Kerajaan Silversnow. Dengan kekuatan Lingkaran 6 dan seekor naga purba di sisiku, masa-masa bersembunyi telah usai.
"Alicia... Ayah... dan mantan tunanganku yang terhormat," desisku, seulas senyum paling mengerikan terukir di wajah cantikku. "Kalian membuangku ke neraka ini karena mengira aku akan mati. Bersiaplah, karena neraka ini akan segera datang mengetuk gerbang istana kalian."
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!