" Ia ummi aku akan kepesantren dalam waktu dekat."
" Kamu janji ya..ummi sudah kangen banget sama kamu."
" Ia ummi Hanif janji."
Hanif memencet tombol lantai satu,ketika ia memasuki sebuah liff.tapi begitu pintu liff akan tertutup, seorang wanita berusaha masuk diliff dengan terburu buru hingga tubuh Hanif tidak sengaja menubruk tubuh Gus Hanif hingga keseimbangan Gus Hanif goyah.handpone Gus Hanif terjatuh.
sialnya tubuh wanita itu menimpa tubuh hanif, bibir mereka tidak sengaja bertabrakan,Gus Hanif berusaha mendorong tapi tangannya justru berada diposisi yang salah,tanganya bearada didua bukit kembar milik wanita itu.
Bola mata wanita itu membulat, seperti mendapatkan sebuah pelecehan yang tidak disengaja dari seorang pria.dengan cepat ia berdiri.untung saja pintu liff tertutup setelah seira masuk sehingga tidak ada satupun yang melihat kejadian itu.
Seira sudah berdiri merapikan bajunya yang sedikit berantakan,tapi Gus Hanif masih terbaring dilantai liff dengan tubuh bergetar,wajahnya merah hingga ke telinga.
Dengan tangan bergetar ia melihat telapak tanganya yang baru saja menyentuh dada seorang wanita.
" Astagfirullah ampuni aku ya Allah.apa yang sudah aku lakukan."
Dengan sisa tenaganya Gus hanif berdiri.
" Dengar ya,anggap ini tidak pernah terjadi.kita lupakan semuanya." Ucap seira.
Begitu pintu liff terbuka seira meninggalkan Gus Hanif yang masih bergetar dengan kejadian yang baru saja terjadi.
Dibalik tubuhnya yang memberikan reaksi ketakutan,sesuatu dibawah sana ikut memberikan reaksi.
Membuat Gus Hanif mengeleng dan beristighfar.
Sementara dilantai tiga, kerumunan wartawan yang baru saja mengejar seira Aurora kehilangan jejak sang artis.
Seira tersenyum karna telah berhasil lolos dari wartawan,ia kembali memakai kacamata hitamnya dan naik ke mobil mewahnya.
" Jalan pak."
" Baik nyonya."
Gus Hanif berjalan dengan lesu sambil beristigfar, sentuhan wanita itu ditubuhnya membuat tubuhnya bereaksi aneh.
" Astagfirullah yaAllah, kenapa fikiran hamba jadi kemana mana."
" Mas."
" Hmm ada apa yah?"
" Mas lihat seira Aurora, yang baru saja keluar dari liff."
" Siapa itu seira Aurora?"
" Mas nggak punya tv atau tidak pernah lihat sosial media atau tidak punya hp mas.masak tidak kenal seira Aurora."
" Seira Aurora,apa gadis tadi itu seira Aurora."Gus Hanif dalam gumanman kecilnya.
Gus Hanif kembali teringat sentuhan bibir wanita itu dibibiirnya, dan sentuhan kedua tanganya didada wanita itu.sungguh kejadian itu entah kenapa tidak bisa hilang dari fikiran seorang Gus Hanif.
" Maaf mas tapi saya benaran tidak kenal siapa itu seira Aurora."
"Ya udah saya permisi dulu mas."
Pria itu pergi dengan kameranya dengan raut kekecewaan diwajahnya.
*****
Gus Hanif sampai diaperteman nya masih dengan tubuh yang menegang.
Dengan cepat ia mengambil handuk,lalu berjalan kekamar mandi untuk menguyur tubuhnya dengan air mengalir,mungkin air dingin bisa mendinginkan fikiranya yang tidak berhenti memikirkan wanita itu.
Tapi tetap saja,rekaman kejadian itu terus menerus berputar putar dikepalanya membuat tubuhnya selalu menentang saat mengingat kejadian itu.
Gus Haniif berbaring di ranjang king zizenya.
Gus Hanif mengambil handphonenya.
Jari jarinya teluntur mencari nama seira Aurora.diakun media sosial miliknya.
Akun seira Aurora muncul dilayar handphone Gus Hanif, dengan lebih lima juta pengikut diprofil seira dengan dress pendek yang terlihat sedang berada ditepi pantai.dengan senyuman terlihat begitu manis hingga bibirnya berbentuk love.
Ada desiran aneh didada Gus Hanif saat melihat senyum itu.
Dengan lincah jari tangannya. Kembali menusuri foto foto seira yang telah seira apload.
Hampir semua foto seira menampilkan lekuk tubuhnya yang indah.
" Astagfirullah,apa yang sedang aku lakukan, kenapa aku malah melihat foto wanita ini yang jelas jelas memperlihatkan auratnya."
Sementara Seira menatap keluar jendela sambil sesekali menghembuskan nafas kasar.
Dertt
Derttttt
Derttttt
Nama Hana sang menejer tertera disana, dengan cepat seira menekan tombol hijau.
" Halllo Ra,kamu tidak apa apakan?"
" Aku baik baik saja han.hanya saja aku hanya ingin sedikit istirahat."
" Ok baiklah.tapi besok kita masih ada pemotretan untuk endros sabun cuci."
" Ia han,aku mengerti."
" Oh tuhan seira, sudah mami bilang jangan memakai baju kekurangan bahan seperti ini!"
Seira memutar bola matanya, selalu saja maminya itu mengomentari pakaiannya.
" Sudahlah mi,kita udah sering membicarakan soal ini.seira ini artis mi,dari pertama seira terjun didunia entertainment penampilan seira sudah seperti ini.para fans seira sudah menyukai cara berpakaian aku,jangan sampai para fans aku kabur gara gara aku mengubah penampilan aku seperti yang mami harapkan."
" Jika mereka benar benar tulus mnsuport kamu mereka tidak akan meninggalkanmu hanya gara gara kamu berubah kearah yang lebih baik,lagipula publik figur itu bakalan disukai karna karyanya bukan yang lainya."
" Sudahlah mi,aku capek.aku tidak pernah meminta lebih dari mami.seira hanya minta mami berhenti mendikte hidup seira.lagipula seharusnya mami bersyukur gara gara karir seira didunia hiburan . perekonomian kita sekarang jauh lebih baik."
Seira tidak akan pernah lupa hidupnya yang dipenuhi drama sebelum terjun didunia artis, setiap hari dia harus mendengar penghinaan dari tantenya sendiri karna maminya selalu menghutang kepada mereka.
Kedua orang tua seira bercerai saat seira masih kecil,dan ia hidup berdua dengan maminya saja , terakhir yang seira tahu tentang papinya sudah menikah lagi dan sejak saat itu seira tidak tahu lagi tentang papinya.
Bagi seorang seira Aurora papinya itu sudah lama mati.
Rina terduduk lemas disebuah sofa,seira memang benar selama ini seiralah yang menjadi tulang punggung untuk mereka berdua.tapi apa dia salah jika ia menginginkan yang terbaik untuk anaknya, awalnya Rina merasa senang dengan pekerjaan sang anak,tapi lama lama muncul kekhawatiran dalam dirinya untuk seira.
" Sudahlah mi,jangan memikirkan sesuatu yang aneh aneh, Seira mengerti kekhawatiran mami,tapi percayalah mi fikiran buruk mami tidak akan pernah menjadi kenyataan.seira akan jaga diri seira baik baik."
Rina tersenyum getir.
" Bisakah kamu berhenti saja nak."!
"Yaampun stopppp mi.itu tidak akan terjadi.aku capekk aku ingin istirahat."
Seira melepas hight heelsnya dan berjalan kekamar mandi,ia melepas bajunya dan berendam didalam bathtub.
Hari ini sungguh melelahkan baginya,mulai dari drama kejar kejaran dengan para wartawan.wartawan terus mengejarnya saat mantan kekasihnya Kevin antonio sang pengusaha terkenal ibu kota mempublikasikan pacar barunya yang juga merupakan artis terkenal ibu kota serina karim.
Satu tetes air mata seira terjatuh kedalam genangan air.saat mengingat kembali mantan pacarnya itu.
"Seira."
"Hmmm"
"Kata mama kalau kita nikah kita harus satu,dan kamu tahukan seir.itu tidak mungkin terjadi,aku tidak mungkin ninggalin Tuhanku dan meminta kamu ninggalin tuhanmu. jadi sebelum kita jatuh terlalu dalam.dalam hubungan yang pada akhirnya membuat kita sama sama sakit.lebih baik kita akhiri semuanya."
Itu kalimat terakhir yang didengar seira dari Kevin laki laki yang paling dicintainya.laki laki kaya,tampan yang membuatnya berbunga bunga setiap harinya karna perlakuan manisnya.
Satu tarikan nafas seira begitu berat, perbedaan keyakinan diantara mereka membuat seira harus menerima perpisahan itu.
Seira Aurora seorang artis ibu kota yang sering berpakaian seksi, perempuan yang tidak pernah diajari soal Agama oleh kedua orang tuanya, seira dari kecil hanya sering mendengar pertengkaran kedua orang tuanya alih alih diajari soal agama disuruh mengajipun tidak pernah karna kedua orang tuanya hanya sibuk mementingkan egonya masing masing.
Bisa saja seira menjadikan dirinya dan Kevin menjadi satu, dengan satu titik keimanan yang dia miliki.tapi dia tidak akan menghilangkan satu titik itu karna merasakan kekosongan dihatinya.
****
Gus Halif tertidur terlentang diatas kasurnya sambil menatap langit langit kamarnya.masih dengan sarung dan peci yang melekat dikepalanya karna selesai melaksanakan solat Dzuhur.
Hendponenya dia letakkan diatas perutnya yang entah sejak kapan menjadi kebiasaan baru seorang Gus halif yang tidak bisa lepas dari handphonenya itu.
" Ya Allah kenapa hamba menjadi memikirkan perempuan itu terus, kenapa ya Allah hamba selalu ingin melihat wajahnya lagi dan lagi."
Halif tidak tahan.dia kembali menggenggam handphonenya dan kembali membuka akun sosmed seira Aurora.
Seira telah mengungah lebih dari 3000 foto diakun sosmed pribadinya termasuk foto untuk endorse dan Gus Halif membuka satu persatu foto foto itu.
Hingga satu foto menarik perhatiannya.foto seira dengan seorang laki laki yang berpelukan mesra dibibir pantai membuat antesi seorang Gus halif teralihkan sepenuhnya pada foto itu.
Foto seira dan Kevin yang belum seira hapus dari akun pribadinya.
" Apa laki laki ini suaminya?"
Jari jari Gus Halif kembali membuka komentar para netizen.
" Pasangan yang begitu Cocok mulai dari visual hingga chemistry ."
" Fav couple."
" Semoga berjodoh."
" Sayang temboknya tinggi."ujar warganet lainya.
" Astagfirullah jadi mereka belum menikah tapi bisa semersa ini." Ucap Gus Hanif.
Gus Hanif mengelengkan kepala.
" Apa aku sudah jatuh cinta,tapi dengan gadis seperti dia.yang bahkan tidak ada dalam kareteria calon istriku."
Handphone yang masih didalam gengaman Gus Halif tiba tiba bergetar menampilkan nama ummi disana.gus Halif langsung menjawab mencoba melupakan wajah seira yang terus mengangunya.
" Halllo ummi, assalamualaikum."
" Wassalamu'alaikum salam nak,kapan kamu pulang.?"
Hampir tiap hari,tiap jam,tiap menit,tiap detik.ummi selalu menanyakan soal kepulangan Gus Halif yang kini tengah berada di Jakarta karna urusan pekerjaan dan dakwah.
" Insya Allah secepatnya ummi."
" Kamu jangan lama lama nak dijakarta,nanti ada laki laki yang mendahului kamu menkhitbah Zahra "
Gus Hanif diam lama,lagi lagi ummi menyinggung soal Zahra anak kiay Mustafa sahabat almahrum abinya.entalah ummi Nirmala begitu senang dengan perempuan itu.tapi entah kenapa perempuan yang hampir semuanya memiliki karakter sebagai istri idaman hanif.tapi tetap saja hal itu tidak bisa membuat hati seorang Gus Hanif bergetar.tapi dengan seorang artis ibu kota seira Aurora yang jauh dari bayangan istri saleha seorang Gus Hanif membuat Gus Hanif tidak berhenti memikirkan perempuan itu.
" Hanif,apa kamu masih mendengar ummmi."
" Ehhh ia ummmi Hanif masih mendengar suara ummi."
" Jadi kapan kamu pulang atau biar ummi dan mbakmu saja yang mewakili mu,apa kamu setuju nak."
" Ummmi tidak, jangan lakukan itu dulu ummi.jujur Hanif masih bingung.langkah apa yang harus Hanif tempuh.hanif masih butuh meyakinkan hati Hanif bahwa zahralah perempuan yang tepat untuk Hanif ummi."
" Loh kenapa kamu tiba tiba mengatakan hal seperti itu nak.bukankah kemarin kemarin kamu mengatakan terserah ummi."
Hanif kembali diam lebih lama.apakah ia harus jujur tentang tanganya yang kemarin menyentuh dada seorang perempuan tanpa sengaja dan sekarang kejadian itu terus menghantui fikiranya.
" Hanif.."
" Eh ia ummi."
" Kenapa kamu diam lagi."
" Hanif hanya ingin memikirkan tentang Zahra lagi ummi.mohon ummi mengerti posisi Hanif."
" Apakah kamu punya perempuan yang kamu sukai Hanif katakan?"
" Ummi benar saat ini Hanif memang sering memikirkan seorang perempuan."
" Astagfirullah hanif siapa perempuan itu? Apakah Khumaira,atau ustadzah nindi,atau ustadzah sila atau seorang satri yang lagi mondok di pesantren kita hanif.katakan?"
Hanif diam dengan perasaan yang begitu kalut, bagaimana kalau ummi tahu kalau sosok yang mencuri perhatiannya seorang artis ibu kota yang kerab berpakaian seksi.apakah ummi bakalan merestuinya untuk menjadikannya menantu.
" Hanif ummi hanya berpesan jika kamu mulai memikirkan tentang perempuan itu.itu berarti kamu harus segera menikahinya agar tidak menimbulkan dosa."
" Ia ummi."
" Ummi Hanif tutup dulu ya,Hanif harus mengisi kajian.Assalammu Alaikum."
" Waalaikum salam."
Disebuah stasium tv terbesar diibu kota seira Aurora melangkahkan kaki diiringi oleh sang menenjer Hana dan Ratih sang asisten yang berjalan beriringan dengannya.
" Hari ini jadwal saya apa yah?."
" Hari ini kita ada reading tentang film baru."
" Film baru."
" Ia."
" Castnya siapa aja."?
" Ada Nando,rayon,dan juga serina."
Langkah kaki seira barhenti.
" Ok, baiklah jadi aku akan satu frame dengan serina."
"Padahal kemarin aku baca disitu nama Nama castnya tidak ada serina kok tiba tiba ada serina.?"ungkap Hana.
" Mungkin karena dia baru saja go publik dengan kevin.berita tentang hubungan mereka menyita perhatian publik.mungkin karna itu nama serina naik.apalagi kevin kan mantan terindah Lo seir,jadi pasti film ini bakalan menyita perhatian publik."
"Seir,are you oke?"
" Yes, kehadiran serina tidak akan menggangu kepropsionalan gue."
" Good" ucap Hana berbalik kearah seira mengusap poni seira disertai senyuman kecil dari Ratih.
" Ihhh Hana ini poni baru,sengaja aku bikind buat karakter aku difilm ini."
Seira memasuki ruangan reading dengan santai walaupun suasana terasa sedikit tegang karna ada serina disana.
Seira berusaha tersenyum kearah serina Tampa menyapa.dia juga bingung harus menyapa serina seperti apa karna ini baru kali ia bertemu dengan pacar baru sang mantan.
Seira duduk disamping serina dan Hana Ratih memilih berdiri dibelakang.
Saat semua cast membaca scrip.ternyata ada tuntutan bagi tokoh yang diperankan seira untuk beradegan ciuman dengan salah satu tokoh pria yang ada didalam cerita yang diperankan oleh Nando.
Hana mendekat dan berbisik ditelinga seira.
" Seir,apa kamu yakin tidak keberatan dengan adegan itu.bukankah dulu kamu selalu menolak adengan yang seperti itu."
" Tenanglah Han,itu dulu sekarang tidak ada hati yang harus kujaga jadi tenanglah."ucapannya berusaha tidak didengar oleh serina pacar baru snag mantan terindah yang berada disampingnya.
Namun tidak hanya seira yang mendapatkan adengan seperti itu, tokoh yang diperankan oleh serina juga mendapatkan adengan berciuman dengan tokoh yang diperankan oleh rayon.
" Maaf pak saya tidak bisa melakukan adegan ini."
" Lo kenapa serina.apa alasan kamu serina.bukankah kamu adalah artis yang selalu proporsional"?
Seira mengigitt bibirnya,ulu hatinya sedikit nyeri tentu saja dia tahu alasan serina tidak mengambil adengan itu.dia sangat tahu betapa posesifnya seorang Kevin.
Mata Seira berkaca kaca kalau Kevin melarang serina beradegan panas itu berarti Kevin benar benar telah menjatuhkan hatinya sepenuhnya pada serina dan menggantikan posisinya dihati laki laki itu.
Dengan cepat seira mengeleng,ia harus menutup bukunya bersama dengan Kevin.
" Bukankah kamu termasuk cast yang sering beradegan seperti ini bahkan lebih panas daripada ini."
" Maaf itu dulu , sekarang saya tidak bisa melakukan itu lagi.terusteran saya menolaknya karna urusan pribadi.mungkin kalaian akan mengatakan saya tidak proporsional tapi ini pilihan saya, saya juga tidak apa apa jika tidak dilibatkan dalam produksi ini."
" Tidak...tidak serina,kami akan menghapus adengan itu untuk kamu."
Serina tersenyum puas,tentu saja keberuntungan yang ia dapatkan sekarang karna kekasihnya Kevin nendari, pengusaha yang memiliki saham paling besar dirumah produksi ini,atau mungkin popularitasnya yang sedang naik daun karna hubungannya dengan laki laki itu.tentu saja semuanya menguntungkan bagi serina.
Sementara ditempat yang sama,diruangan yang berbeda Gus Hanif berulang kali melap keringat didahinya karna merasa gugup.ini pertama kalinya ia disorot lampu kamera.
" Aduhh.....CUT CUT. Gus, yang rileks dong.anggap saja Gus sedang ceramah diatas mimbar mesjid."
" Maafkan saya pak."
" Udah deh...mending istirahat dulu."
Adi menghampiri Gus Hanif dan memberikan sebotol air mineral.
" Gus yang santai,nggak usah gugup.anggap aja Gus seperti mengajar didepan santri santri Gus."
" Tapi saya sangatlah gugup mang,ini pertama kalinya saya syuting seperti ini."
" Santai Gus, Sekarang saya minta Gus tarik nafas."
Gus Hanif mengikuti arahan mang Hanif.
" Ya begitu Gus tahan...tahan."
bersamaan dengan itu netra matanya tertuju pada sosok perempuan yang baru saja melewati ruangan tempat kakinya berpijak.
Sosok wanita yang beberapa hari ini telah membuat fikiran dan tubuhnya begitu kacau.
Dengan cepat Gus Hanif mengejar langkah perempuan itu.? melewati Adi dan sutradara acara tausyiahnya.
" Eh gus.mau kemana tahan dulu nafasnya dulu."!
Gus Hanif tidak peduli dengan ucapan Adi,dia harus menemui seira Aurora ia menyakinkan perasaan anehnya pada wanita itu.
Brakkkk
Sayangnya ditengah usahanya mengejar seira aurora.hanif tak sengaja menabrak seorang office boy.
" Astagfirullah.maafkan saya pak,saya tidak sengaja."
" Aduhh gara gara anda kopi saya tumpah."
" Sekali lagi saya minta maaf pak."
Office boy itu berlalu dari hadapan Gus Hanif dengan wajah kesalnya.
Gus Hanif kembali mengendarakan pandanganya mencari sosok siera Aurora.tapi ia tidak menemukan perempuan itu lagi,yang entah kemana perginya.
" Gus.kejar siapa sih."
" Itu.."
" Siapaa?"
" Siera Aurora."
" Seira Aurora, artis cantik dan seksi itu ya Gus."
" Hmm."
" Mau perlu apa Gus Hanif mengejar siera Aurora."
" Saya ingin ketemu dengan beliau.ada yang ingin saya bicarakan dengan perempuan itu."
" Apa jangan-jangan Gus ini ngefans juga ya sama seira itu ya.?"
"Nanti saya jelaskan mang, sekarang kita harus balik melanjutkan syuting kita yang tertunda."
Gus Hanif kembali duduk disebuah kursi pandanganya lurus kearah kamera.
" Rolling action."seri sutradara
Gus Hanif menarik nafas dalam berusaha menekan rasa gugupnya.
" Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Dalam hidup sering sekali kita mengeluh, kenapa hidup saya begini?, kenapa mereka sebahagia itu sedangkan saya tidak,?kenapa mereka seburuntung itu tapi saya tidak?.hanya masalah yang selalu datang bertubi tubi menghampiri saya.!
Sering kali kita membanding bandingkan hidup kita dengan orang lain.membuat kita lupa dengan nikmat yang ada.padahal bisa jadi orang yang kita iri itu sedang diuji oleh dengan cara yang tidak kita lihat.ada yang rumahnya besar tapi hatinya kosong.jabatanya tinggi tapi hidupnya tidak tenang.
Rasulullah bersabda:" lihatlah orang yang berada dibawahmu dan jangan lihat orang yang berada diatasmu,itu lebih baik agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah."HR MUSLIM
Jadi mulai hari ini,mari kita berdamai dengan takdir kita.karna membandingkan hidup kita dengan orang lain sama saja menghina cara Allah mengatur hidup kita.
Semoga Allah senangtiasa menjadikan hati kita,hati yang bersyukur.
Waassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.
"Ok CUT,itu dia Gus."seru sutradara dengan bangga.
Mang Adi mengacungkan jempolnya pada Gus Hanif yang baru saja menyelesaikan tausiyahnya tanpa gugup.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!