Indonesia
NovelToon NovelToon

CANDU

01

Seorang gadis terisak setelah melepaskan harta berharga yang selama ini Ia jaga.

Menyesal pun tak ada gunanya karena semua sudah terjadi, hanya karena cinta nya untuk Raka sang kekasih Naya rela melepaskan mahkotanya karena Raka memaksa.

Sedangkan pria yang baru saja keluar dari kamar mandi terlihat berjalan mendekati Naya.

"Sayang.. Sudahlah, aku akan bertanggung jawab setelah ini." kata Raka menghibur Naya yang masih saja menangis.

Naya mendongak menatap Raka yang kini masih bertelanjang dada "Apa kau akan menikahiku?" tanya Naya.

"Tentu saja, aku masih sangat mencintaimu." balas Raka.

"Bohong, kau pasti akan meninggalkanku setelah ini." kata Naya kembali terisak mengingat teman teman Naya Dara dan Nisa juga diperlakukan sama oleh para kekasihnya.

Setelah keperawanan diambil, Dara dan Nisa ditinggalkan oleh kekasih mereka membuat mereka terpuruk, tidak Naya takut jika itu juga terjadi padanya.

"Jangan.. Jangan tinggalkan aku setelah ini." mohon Naya memeluk Raka.

Raka tersenyum, "Siapa yang akan meninggalkanmu sayang? setelah ini aku justru akan memberikan mu apartemen serta menanggung seluruh biaya hidupmu, apa kau masih tak percaya jika aku mencintaimu?" tanya Raka menilik wajah Naya yang disembunyikan didada nya.

"Terimakasih, terimakasih tidak meninggalkanku." kata Naya tersenyum lega.

"Jadilah gadis penurut hmm." kata Raka yang hanya diangguki oleh Naya.

Raka cukup paham ini pertama kalinya dialami oleh kekasihnya sedangkan Raka sendiri? Sudah sering melakukan ini namun baru pertama kalinya mendapatkan perawan seperti Naya jadi Ia tak akan melepaskan Naya begitu saja.

Setelah kejadian dihotel dimana keperawanan Naya hilang, memang Raka menepati janjinya.

Raka memberikan sebuah apartemen untuk Naya, jadi Naya tidak perlu menyewa kos lagi, karena Naya bukanlah dari kalangan atas, Naya bisa kuliah saja karena kepintaran nya dan mendapatkan beasiswa namun setelah mengenal Raka, Naya tidak kesulitan lagi.

Ia tak perlu berhemat lagi karena Raka memberikan segalanya untuk Naya namun semua itu pasti ada imbalan nya karena setiap malam Raka selalu datang ke apartemen Naya bahkan tak jarang Raka menginap disana.

Naya yang sudah biasa dengan permainan Raka pun ikut terhanyut bahkan Ia setiap pagi mengonsumsi pil kb untuk mencegah agar tidak hamil karena Naya masih belum siap.

Ia masih ingin kuliah dan merasakan bekerja.

2 tahun kebersamaan Naya dan Raka, tinggal 3 bulan lagi Naya akan wisuda dan Raka janji akan menikahinya.

Namun nyatanya janji hanyalah sebuah janji karena malam itu saat Naya menunggu kedatangan Raka, bukan Raka yang datang namun seorang wanita yang seumuran Raka, dia sangat cantik dan seksi. Jika dilihat dia juga dari kalangan atas.

"Bolehkah aku masuk? Ada yang ingin ku katakan." kata wanita itu.

Naya mengangguk dan mempersilahkan wanita itu masuk.

"Namaku Clara, kau pasti mengenal Raka?" tanya Wanita bernama Clara itu.

Naya mengangguk dan entah mengapa perasaan nya tidak enak.

"Aku kesini untuk memberitahumu jika aku sudah bertunangan dengan Raka minggu lalu dan kami akan menikah bulan depan,"

Entah ini mimpi atau tidak, rasanya dunia Naya ingin runtuh.

Sakit... Itulah yang dirasakan Naya sekarang. Raka Naya butuh penjelasan Raka saat ini.

"Enggak mungkin." lirih Naya.

"Ini foto pertunangan kami minggu lalu." Clara terlihat mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto pertunangan nya dengan Raka.

Memang benar yang ada difoto itu Raka kekasihnya sedang memasangkan cincin dijari manis Clara dan Raka memakai jas hitam yang waktu itu.

Ah Naya ingat, setelah mereka melakukan malam itu, Raka tiba tiba buru buru pergi dengan setelan rapi yang ada di foto itu.

"Aku hanya makan malam dengan klien dan akan segera kembali." kata Raka malam itu namun hingga pagi Raka tak kunjung kembali hingga hari ini. Ponselnya pun tidak aktif.

Benar... Berarti memang benar Raka meninggalkannya dan memilih menikah dengan wanita lain.

Bukan menikahinya namun menikahi wanita lain yang mungkin sepadan dengan dirinya.

"Apa kau sudah percaya sekarang?" tanya Clara.

Naya hanya mengangguk karena rasanya Ia sudah tak sanggup lagi mengatakan apapun.

"Aku kesini cuma member tahu itu dan memberi undangan pernikahan kami, itupun kalau kamu mau datang, dan aku harap jangan ganggu hubungan ku dengan Raka setelah ini." kata Clara.

"Tapi aku akan menunggu Raka menjelaskan ini semua ke aku." kata Naya lirih.

Clara hanya terkekeh "Sampai lebaran monyet pun dia juga nggak akan nemuin kamu, udahlah nggak usah berharap lagi sama Raka karena udah jelas Raka itu cuma jadiin kamu boneka seksnya aja selama ini." kata Clara terdengar meremehkan membuat Naya sakit.

"Dan ini titipan dari Raka, cek 3miliar buat kamu pergi jauh dari hidupnya dan jangan menganggunya lagi." kata Clara sebelum pergi meletakan secarik kertas diatas meja.

Clara keluar dari apartemen Naya dan barulah Naya bisa nangis sejadi jadinya.

"Kenapa kamu jahat!" lirih Naya disela tangisnya. Apa yang Naya khawatirkan selama ini benar terjadi, dan ternyata ini alasan Raka tak menemuinya akhir akhir ini karena dia ingin menyiapkan pernikahan nya dengan Clara.

Naya menatap nanar cek  dan undangan yang ada dimeja, tak menyangka selama ini hanya dijadikan budak nafsu Raka saja, meskipun selama ini Raka sudah memenuhi kebutuhanya namun bukankah ini keterlaluan, membalas rasa cinta Naya dengan uang.

Naya menangis, terpuruk dan tak menyangka pria yang amat Ia cintai tega melakukan ini padanya.

Satu minggu lebih Naya terbaring lemas diranjang apartemen, Ia benar benar drop. Beruntung Naya sudah menyelesaikan skripsi dan sidangnya hanya tinggal menunggu wisudanya setelah itu Naya akan meninggalkan kota ini, kota yang memberikan luka teramat dalam pada Naya.

Naya sudah memikirkan selama seminggu ini, ia akan pergi dari sini, pergi jauh agar tak bisa melihat Raka lagi dan melupakan semua kenangan bersama Raka.

...

Sudah 5 tahun berlalu, setelah pergi dari jakarta kini Naya menetap di jogjakarta. Semua kenangan buruk Naya dijakarta sudah Ia lupakan dan sekarang Naya sudah bangkit dan sukses menjalankan bisnis rumah makan dijogja, bahkan kini rumah makan Naya sudah berkembang pesat dan memiliki banyak anak cabang.

Bukan hal mudah untuk Naya meraih semua kesuksesan ini, dulu Ia hanya gadis panti yang miskin kini bisa membuat satu panti asuhan dan merawat anak anak jalanan hingga menyekolahkan nya.

Naya benar benar bahagia dengan kehidupanya sekarang meskipun terkadang setiap malam Ia harus mengalami mimpi buruk dari masa lalu yang buruk itu namun nyatanya hingga 5 tahun Ia sudah bisa melewati itu semua.

Hingga akhirnya Naya kembali dipertemukan dengan sosok pria itu, pria yang sangat Ia benci seumur hidup Naya.

Raka...

02

Siang itu Naya mendapatkan pesan dari Anna,  orang kepercayaan Naya yang Naya tugaskan untuk mengurus panti jika Ia sedang bekerja.

Anna mengatakan jika salah satu anak panti mengalami kecelakaan dan tengah berada dirumah sakit. Raut khawatir langsung terpampang diwajah Naya apalagi Ia sangat menyanyanggi semua anak pantinya.

Rio ditabrak orang mbak, tapi orangnya mau tanggung jawab dan sekarang masih dirumah sakit cipta medika, mbak cepet kesini.

Pesan yang membuat tangan Naya langsung gementar hebat dan mengharuskan meninggalkan pekerjaan, berlalu pergi menuju rumah sakit.

Sesampainya dirumah sakit, Naya berlari dan melihat Anna sudah didepan rumah sakit menunggu Naya datang.

"Kok bisa sih?" tanya Naya pada Anna.

"Maaf mbak, kejadian nya waktu pulang sekolah Rio mau nyebrang trus ketabrak mobil tapi orangnya mau tanggung jawab kok mbak." kata Anna.

"Tapi gimana keadaanya?" tanya Naya.

"Cuma lecet mbak, tapi banyak. ini juga baru diperban." Kata Anna menjelaskan dan keduanya berjalan ke IGD dimana Rio sedang mendapatkan perawatan.

"Syukurlah, mbak udah khawatir banget." lega Naya melihat Rio terlihat baik baik saja meskipun luka lecetnya sangat banyak.

"Maaf ya mbak, habis aku binggung mau ngabarin siapa." kata Anna merasa tak enak.

"Kalau nggak kamu kabarin, jelas aku bakalan marah." jelas Naya.

"Takut ganggu mbak Naya kalau lagi sibuk.'' ungkap Anna.

"Sesibuk apapun, anak panti jelas nomer satu buat aku." kata Naya.

Anna hanya mengangguk paham, ia tau Naya memang wanita berhati malaikat, Naya dulu yang membantunya keluar dari pekerjaan haram menjadi wanita bayaran dan memberikan pekerjaan sebagai pengurus panti bahkan memberikan kepercayaan untuknya mengurus panti asuhan milik Naya.

"Maaf saya habis dari toilet." kata seorang pria yang baru saja datang.

"Ini mbak Naya, orang yang udah nabrak Rio." kata Anna terlihat sebal dengan pria itu,  Naya pun juga menatap tak suka kearah pria yang menabrak salah satu anak panti nya.

"Maafkan atas keteledoran saya, karena saya benar benar tak sengaja," kata Pria itu dengan raut penyesalan, melihat pria didepan nya terlihat menyesali perbuatannya membuat Naya sedikit luluh dan mengerti.

"Lain kali  berhati hatilah." jelas Naya.

"Baiklah, oh iya ini kartu nama saya.'' kata pria itu memberikan sebuah kartu nama pada Naya.

"Nathan?" tanya Naya memastikan.

Nathan hanya mengangguk, "Saya seorang sopir dan bos saya ingin meminta maaf secara langsung dengan anda nanti malam jika mengijinkan karena sewaktu kejadian bos saya sedang berada dimobil dan sekarang bos saya sedang ada pertemuan dihotel jadi tidak bisa ikut kesini." kata Nathan.

"Jika memang ingin meminta maaf datanglah ke panti asuhan kasih bunda," kata Naya "lagipula sebentar lagi Rio juga sudah diperbolehkan pulang melihat hanya luka lecet saja." kata Naya.

"Baiklah, nanti malam saya akan kesana dengan bos saya." kata Nathan "Dan sekali lagi saya meminta maaf atas kelalaian saya, dan semua biaya rumah sakit juga sudah saya bayarkan." jelas Nathan.

"Baiklah jika memang seperti itu." kata Naya terlihat acuh.

Pengobatan Rio selesai dan dokter juga sudah mengijinkan Rio pulang, Naya terlihat sangat lega begitupun Anna. sedangkan Nathan pria itu sudah pergi setelah berbincang dengan Naya karena harus menjemput bosnya yang tengah meeting disalah satu hotel dekat rumah sakit.

Rio kini sudah berada dimobil dengan Naya dan Anna, sesekali Rio terlihat meringgis kesakitan, karena Rio masih kelas 4 sd dan luka seperti ini pastilah membuatnya sangat kesakitan.

"Apa masih perih sayang?" tanya Naya saat berhenti dilampu merah melihat Rio meringgis kesakitan.

"Perih Bund." jawab Rio. anak anak dipanti memang memanggil Naya dengan panggilan Bunda, karena bagi anak anak, Naya adalah bunda mereka dan Naya pun tak mempermasalahkan itu semua, meskipun statusnya masih muda dan belum menikah apalagi memiliki anak namun ia sangat menyukai saat anak anak dipantinya memanggilnya Bunda.

"Makanya lain kali hati hati kalau nyebrang." celetuk Anna yang duduk dibelakang.

"Aku udah hati hati kok, memang om nya tadi aja yang ugal ugalan." kata Rio tak terima disalahkan.

"Udah udah, jangan ribut lagi, yang penting Rio sudah tidak apa apa," kata Naya "Besok lagi kalau mau nyebrang hati hati ya sayang, panggil pak satpam aja suruh nyebrangin." kata Naya lembut.

"Iya Bunda, tapi sepedaku rusak Bunda." kata Rio hampir menangis.

"Lho, kan anak bunda pinter benerin sepeda sendiri kan?" tanya Naya.

Anak panti dirumah Naya ada 10 orang, 4 perempuan dan 6 laki laki mereka masih kelas 1, 2 ,3 ,4 sd bisa dibilang Rio paling besar diantara anak panti yang lain dan semua anak memang sudah memiliki sepeda sendiri hasil menabung dari uang saku pemberian Naya. Setiap ada sepeda yang rusak, Rio lah yang bisa membenarkan sepeda adik adiknya.

"Tapi tadi rusaknya parah banget Bund, masak ban nya sampe lepas." jelas Rio yang kini sudah menangis.

"Ya udah nanti kalau Bunda ada rejeki, biar Bunda beliin kamu sepeda baru ya." kata Naya menghibur.

"Nggak usah Bund, biar nanti Rio nabung lagi aja." kata Rio sudah tak menangis.

"Cenggeng banget sih jadi cowok." celetuk Anna yang ada dibelakang mendengarkan Naya dan Rio.

"Mbak Anna mah gitu." kesal Rio membuat Anna dan Naya tertawa bersamaan.

Mobil Naya sudah sampai didepan rumah panti milik Naya. Semua anak anak panti tampak antusias menunggu kedatangan Kakak mereka yang tengah mengalami musibah.

Rio turun dari mobil dan dibantu oleh Anna.

Semua anak panti perempuan menangis melihat keadaan Kakak mereka yang kakinya punya banyak perban.

"Kak kok bisa gitu sih."

"Pasti perih banget ya kak,"

"Sakit banget ya kak," celoteh para anak perempuan berbeda dengan anak laki laki yang kebanyakan mengejek.

"Kak nggak nangis kan tadi?"

"Kayaknya nangis deh, liat aja matanya merah gitu.''

"Faisal, Haikal, kalian nggak boleh gitu sama kakak kalian." kata Naya menasehati bocah kelas 1 sd itu.

"Maaf bun, kan cuma bercanda." kata keduanya tersenyum kikuk.

Setelah dibawa kekamarnya, Naya mengumpulkan anak anak panti didepan ruang tamu.

"Sekarang Bunda cuma mau bilangin kekalian,  kalian harus hati hati kalau nyebrang, jangan sampai kayak kakak kalian, dan juga selama kakak kalian sakit, kalian harus membantu merawat kakak Rio." jelas Naya.

"Baik Bunda." semua anak panti serentak mengatakan itu.

"Jadi buat Mely, Kiki, Nina Dan Ani harus bergantian ngambilin kak Rio makan dan untuk para cowok Haikal, Faisal, Tama, raffa dan Rama harus membantu kak Rio kalau mau kekamar mandi atau kemanapun." kata Naya lagi.

"Siap Bunda."

Naya sedikit lega, melihat Anak anak asuhnya patuh padanya dan meskipun mereka masih kecil namun mereka bisa saling menjaga dan membantu.

"Permisi," suara Nathan mengejutkan semua anak panti dan langsung melihat kearah Nathan yang baru saja datang dan terlihat berdiri didepan pintu, Nathan tak sendiri, ia bersama seorang pria yang membuat Naya terkejut. Tak hanya pria itu namun juga pria yang berdiri dibelakang Nathan yang langsung menatap kearah Naya.

Naya...

03

Kenapa Tuhan harus mempertemukan Naya dengan Pria itu, pria yang telah memberikan luka terdalam padanya. Luka yang sudah lama Ia kubur dan Ia pupus kini mendadak luka itu kembali. melihat pria yang didepannya itu yang menatapnya tanpa berkedip datang lagi dan membuat Naya kembali mengingat 5 tahun yang lalu, saat saat paling menyakitkan dihidup Naya, saat Naya harus menerima kenyataan bahwa pria yang sangat Ia cintai itu telah membuangnya seperti sampah.

Sampah yang sudah tak terpakai lagi setelah mendapatkan apa yang Ia mau. Kebencian hanya itulah yang Naya rasakan saat pertama kali melihat pria ini datang ke pantinya dan ternyata pria ini juga yang membuat salah satu anak panti nya mengalami kecelakaan.

Jika saja disini tak ada Anna dan anak anak panti, pasti Naya sudah mengusir pria sialan yang kini duduk didepan nya itu.

"Naya aku ben-" Raka hendak mengatakan sesuatu namun dipotong oleh Naya.

"Kalau kalian kesini mau minta maaf, masuklah, Rio anak yang kalian tabrak ada didalam, minta maaflah padanya dan setelah itu kalian bisa pergi." kata Naya lalu berajak pergi dari sana menimbulkan kebingungan diantara Nathan dan Anna yang juga ikut menyaksikan sikap dingin Naya pada tamunya itu.

Anna saja dibuat heran, pasalnya baru sekali Naya bersikap dingin pada tamunya, padahal biasanya Naya sangat ramah dan baik pada semua orang.

Raka hanya menghela nafas panjang, dirinya mengakui memang brengsek wajar jika Naya membencinya. Namun Raka juga tak akan menyia nyiakan kesempatan ini, sudah bertahun tahun Ia mencari Naya dan akhirnya Ia sekarang bisa menemukan Naya.

Raka taakan kehilangan Naya lagi, taakan. cukup sekali Raka kehilangan Naya dan membuatnya murka waktu itu.

Raka dan Nathan memasuki kamar melihat bocah laki laki terlihat sedang berbaring dengan banyak luka perban dikakinya.

"Hey, namamu Rio?" tanya Raka duduk dipinggir ranjang Rio.

"Om siapa?" Tanya Rio bangkit dan duduk bersandar diranjang.

"Om yang tadi menabrakmu." kata Raka "Maafkan Om ya." kata Raka lagi.

"Tidak apa apa Om, namanya juga musibah, kata Bunda, setiap manusia pasti akan mengalami musibah dan mungkin ini musibah yang lagi Rio alamin." kata Rio.

"Bunda?, siapa Bundamu?" tanya Raka tak mengerti Bunda siapa yang dimaksud Rio mengingat Rio tinggal dipanti asuhan jadi sepertinya Bunda yang Ia maksud bukan Bunda ibunya.

"Bunda Naya pemilik panti ini, om udah ketemu kan sama Bunda Naya?" tanya Rio yang menyulut rasa penasaran Raka mengenai Naya.

"Ohh jadi itu Bunda kamu? trus ayah kamu mana?" tanya Raka ingin memastikan apakah Naya sudah menikah atau belum.

"Nggak ada Ayah, orang Kita dulu aja anak jalanan trus diajak sama Bunda tinggal disini dan kita udah anggap Bunda Naya sebagai bunda kita." kata Rio polos membuat Raka sedikit spechless dengan pengakuan bocah sd ini.

Naya masih sama, wanita itu masih sama seperti Naya yang Raka kenal. Naya yang baik hati dengan semua orang. mengingat dulu Naya selalu ringan tangan membantu siapa saja yang sedang kesusahan. Raka bersyukur sangat bersyukut Tuhan mempertemukan Raka dengan Naya nya lagi.

Raka melihat jam tangan yang melingkar ditangan nya. "Ya udah Om balik ya, kamu cepet sembuh nanti kapan kapan Om bakal kesini lagi." kata Raka.

"Janji ya Om, bakal main kesini lagi." kata Rio penuh harap.

"Iya Om janji." kata Raka "Tentu saja setelah ini Ia akan sering kesini karena Ia sudah menemukan pujaan hatinya disini." batin Raka.

Raka dan Nathan kembali keruang tamu tapi tak ada Naya disana hanya Anna yang duduk sambil bermain dengan anak anak panti.

"Sudah mau pulang?" tanya Anna berdiri mendekati Raka dan Nathan.

"Naya mana?" tanya Raka pada Anna.

"Mbak Naya masuk kamar, nggak keluar lagi." kata Anna yang sebenarnya bingung kenapa mbak Naya bisa kenal dengan pria asing tampan ini.

Raka cukup paham, mungkin Naya belum ingin bertemu dengan nya.

"Ya sudah, kami permisi." kata Raka berjalan angkuh dan Anna hanya mengangguk.

"Jangan lupa ganti sepeda bocah itu yang rusak." kata Raka saat Nathan membukakan pintu mobil.

Naya menangis didalam kamar, jika mengingat tentang Raka memang membuat Naya menangis dan kembali down.

Sedangkan itu Anna yang penasaran dengan apa yang terjadi pada Naya akhirnya memberanikan diri untuk memasuki kamar Naya.

Dan betapa terkejutnya Anna melihat Naya tengah memeluk gulingnya sambil menangis.

"Mbak Naya kenapa?" tanya Anna panik membuat Naya terkejut karena Anna tiba tiba masuk kekamarnya.

"Mbak, kok mbak Naya nangis? ada apa mbak? cerita sama aku." kata Anna prihatin melihat kondisi Naya.

"Kenapa Tuhan nggak adil Na, kenapa aku harus ketemu dia lagi Na." kata mbak Naya masih terisak.

"Apa mbak maksudnya?" tanya Anna masih belum paham.

"Pria yang baru saja datang adalah pria yang pernah melukaiku dulu Na, rasanya sakitku kembali datang setelah melihat wajahnya lagi." kata Naya membuat Anna terkejut, pantas saja Naya bersikap dingin padanya.

"Ya ampun mbak, aku nggak nyangka kenapa bisa kebetulan kayak gini." kata Anna.

"Aku nggak mau liat dia lagi An, aku nggak mau." kata Naya lagi.

"Mbak Naya tenang aja ya, kalau dia berani kesini lagi biar aku usir." geram Anna pada pria tadi.

Naya masih terisak bahkan semakin keras.

"Mbak Naya, istirahat ya, jangan nangis terus nanti sakit." kata Anna yang hanya diangguki Naya.

Anna pun keluar dari kamar Naya karena tak ingin menganggu Naya yang akan beristirahat.

Sedangkan itu didalam mobil Raka tampak melamun menatap luar, entah Ia harus senang atau merasa sedih karena pertemuanya dengan Naya, senang karena bisa bertemu dengan Naya lagi setelah 5 tahun Ia mencari Naya dan sedih melihat sorot mata Naya yang menaruh kebencian padanya.

"Aku sudah menemukan nya." kata Raka.

"Maksud Tuan?" Nathan masih belum paham.

"Naya wanita yang selama ini kucari, aku sudah menemukan nya." kata Raka lagi barulah Nathan paham.

"Jadi Naya yang Tuan cari, mbak Naya yang tadi?" kata Nathan juga ikut terkejut.

"Ya dia Nayaku,." kata Nathan.

"Cantik gitu pantes si bos nggak bisa move on." batin Nathan yang memang mengaggumi kecantikannya sejak mereka bertemu dirumah sakit.

"Kamu cari info tentang Naya dan juga carilah kelemahan nya karena aku ingin bisa menaklukan Naya lagi dan ingat jangan sampai ada yang tau tentang ini semua." tegas Raka.

"Baiklah Tuan."

Tunggulah sebentar lagi sebelum aku bisa kembali menaklukanmu seperti dulu Naya sayang.

Kamu hanya milik ku, sampai kapanpun hanya milik ku Naya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!