Indonesia
NovelToon NovelToon

Asisten Pribadi Mantan

BAB 1

Asha Prameswari, Gadis cantik berusia 28 tahun itu baru saja menginjakkan kakinya di Bandara Soekarno-Hatta pagi ini

Sudah tujuh tahun Asha tinggal di Surabaya, tempat ia mengejar gelar sarjana dan juga bekerja

Setelah kontrak kerjanya selesai, Asha memutuskan untuk pulang ke Jakarta.

Asha melihat ke sekelilingnya, tak banyak perubahan sebelum ia pergi ke Surabaya tujuh tahun lalu..

" Ashaa.. "

Asha menoleh, mencari sumber suara yang memanggil namanya..

Asha pun tersenyum dan melambaikan tangannya

" Naufal.. "

Teriak Asha sambil menghampiri pria itu..

" Selamat datang kembali ke Jakarta, Asha "

" Gimana rasanya balik ke Jakarta ? "

Asha berpikir sejenak..

" Biasa aja sih "

" Yakin biasa aja ? Ga ada yang pengen lo cari gitu ? "

Asha memukul pelan lengan Naufal.

" Apasih Fal, ga ada "

" Hahaha yaudah ayo kita cabut "

Asha mengangguk sambil tersenyum..

Naufal Ardiansyah, seorang arsitek di salah satu perusahaan ternama di Jakarta.

Ia dan Asha bersahabat sejak mereka kuliah di Surabaya dulu.

" Jadi gimana pertimbangan gue Sha ? Lo tinggal dulu di apartemen gue gimana ? "

" Tenang ada dua kamar, lagian gue juga ga macem-macem ko "

Ucap Naufal sambil mengemudikan mobilnya..

" Hmm yaudah deh, sampai gue dapet kerjaan lagi aja "

" Lo kan ada pengalaman jadi asisten pribadi Sha, coba coba aja lamar lagi Sha "

" Ya pengennya sih gitu ya, tapi lo tau sendiri Fal. Jakarta itu persaingannya keras, apalagi gue cuma S1 "

" Tapi lo kan pinter Sha, liat gue "

" Kenapa? Lo jelek ? "

" Dimata lo doang gue jelek Sha, dimata cewek lain mah gue ganteng "

Asha tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu

" Ya deh terserah lo aja Fal "

Naufal pun ikut tertawa..

..

Setelah hampir 1 jam menempuh perjalanan, Asha pun sampai di apartemen milik Naufal..

Walaupun Naufal seorang laki-laki, tapi tempat tinggalnya bisa dibilang cukup rapih dan wangi.

" Gue pikir apartemen lo bakal berantakan gimana gitu "

" Duh Sha, gue udah bilang gue tuh beda sama cowok lain "

" Makanya nanti istri gue tuh pasti beruntung punya suami kayak gue "

" Ohh ya ? "

" Iyaah dong Sha "

Naufal menunjukkan kamar milik Asha yang sudah ia rapihkan.

" Ini kamar lo Sha, lo bisa istirahat disini "

" Makasih ya Fal, sumpah kalau ga ada lo gue ga tau harus tinggal dimana "

" Uang tabungan gue bener bener udah tipis banget Fal "

" Yaudah nanti gue coba bantu Lo cari kerjaan, sekarang Lo istirahat dulu aja deh Sha "

" Makasih ya Fal, kalau ga ada lo gue gatau deh gimana "

Naufal hanya tersenyum, karena tubuhnya yang lelah Asha pun akhirnya beristirahat dikamar yang sudah Naufal siapkan untuk dirinya"

Sore hari Asha dan Naufal duduk bersama di depan laptop milik Naufal, sudah hampir tiga puluh menit mereka mengirim pesan ke beberapa perusahaan.

Asha sangat berharap jika salah satunya bisa menerima Asha,,

" Gue yakin pasti ada ko Sha "

" Apalagi dengan pengalaman dan nilai kuliah lo yang bagus, siapa coba yang berani nolak seorang Asha "

Asha tertawa kecil dan memukul lengan Naufal

Naufal diam sejenak sambil memperhatikan Asha yang masih fokus menatap layar laptopnya.

Hingga akhirnya ia mulai kembali bersuara

" Sha "

" Hmm ?"

" Kalau suatu hari nanti lo ketemu lagi sama dia gimana ? "

Tangan Asha berhenti mengetik, ia diam untuk beberapa saat

" Kita nggak ada yang tau Sha, bisa aja kan lo ketemu sama dia dan dia nanya kenapa lo tiba tiba pergi waktu itu "

Asha mengetuk meja dengan jarinya sambil berpikir

" Gue berharap itu nggak pernah terjadi Fal "

" Ya lo boleh berharap kayak gitu, Sha "

" Tapi kita nggak tau kan kedepannya ?"

Asha diam

" Apa ga sebaiknya lo jujur aja sama dia ? "

" Udah ah gue nggak mau bahas dia, lagian udah berlalu juga kan "

Naufal tersenyum

" Gue tau Sha, lo masih sayang sama dia kan ? "

" Fal.. Stop "

" Gue cuma kasih tau aja Sha, karena kita harus mikirin hal-hal buruk dalam hidup kita juga kan "

Asha mengangguk sambil tersenyum

" Yaudah gue siapin makan malem dulu ya, lo lanjutin dulu aja Sha "

" Hmm makasih Fal "

Setelah Naufal pergi, Asha mulai memikirkan ucapan Naufal

Asha sendiri belum siap untuk kembali bertemu dengan seseorang yang menemani hari-harinya dulu

Bukan tanpa alasan Asha pergi saat itu, dan bukan juga keinginan Asha untuk meninggalkan saat itu

Asha keluar menuju balkon, menatap langit yang mulai gelap

" Gue berharap kita nggak akan pernah ketemu lagi "

" Dan gue berharap lo udah ketemu sama orang yang lebih baik dari gue Ga "

Setelah tujuh tahun berlalu..

Ucapan hari itu masih terngiang jelas di kepala Asha

Tujuh tahun lalu, ia pergi meninggalkan seseorang yang ia sayangi dan ia cintai

....

" Tolak.. "

" Tidak sesuai "

" Kurang pengalaman "

Ucap Reza sambil melihat beberapa kandidat di tablet miliknya, sambil menyindir bos sekaligus sahabatnya

" Gue ga suka orang yang kerjanya ga becus Za "

" Ya masalahnya sampai kapan Dirga, masa satupun ga ada yang cocok sama lo sih ? "

Dirga Mahesa, seorang CEO muda 30 tahun.

Dirga sosok pria tampan yang memiliki sikap dingin, tegas dan perfeksionis.

Karena itu pula, ia harus bergonta-ganti sekretaris dalam satu tahun terakhir.

Seperti saat ini, sudah hampir satu bulan Dirga belum menemukan sekretaris pengganti untuk membantu pekerjaannya.

Karena hal itu pula, Reza sahabat sekaligus wakil CEO perusahaan itu harus ikut lembur untuk membantu Dirga.

Reza terus membaca satu persatu cv para kandidat yang melamar

Bahkan tak terhitung sudah berapa gelas kopi yang ia habiskan untuk menemani Dirga malam ini

Hingga Reza membaca nama salah satu kandidat yang melamar menjadi sekretaris sahabatnya itu

" Ga "

" Hmm"

" Lo percaya sama pilihan gue kali ini nggak ? "

Dirga yang sedang membaca dokumen langsung menatap Reza

" Kenapa ? "

" Gue nemu orang yang cocok dari segi pengalaman kerjanya "

" Atur aja, paling kalau gue yang ga cocok langsung gue berhentiin "

" Gue yakin sih lo cocok untuk yang ini "

Tak ada jawaban lagi dari Dirga.

Reza pun tersenyum usil

Dirga sendiri tidak menaruh curiga kepada Reza, karena ia sendiri sudah percaya kepada Reza

" Setelah ini lo akan bilang makasih sama gue, Dirga Mahesa "

Batin Reza sambil menekan tahap wawancara

BAB 2

Pagi hari saat Asha baru saja bangun dari tidurnya, ia langsung mencari ponselnya

Kemudian ia melihat satu notifikasi dari aplikasi mencari pekerjaan

Raut wajahnya pun langsung berubah, ia langsung keluar dari kamar untuk memberitahu Naufal sahabatnya itu

" Fal.. "

" Naufal "

Asha berkali kali mengetuk pintu kamar Naufal yang berada disamping kamarnya

Dengan wajah yang masih ngantuk, Naufal membuka pintu kamarnya

" Kenapa sih Sha ? Masih jam 5 loh Sha "

" Hari ini gue wawancara Fal "

" Hari ini ? "

Asha menunjukkan notifikasi ponselnya

" Mahesa Grup " Naufal membaca nama perusahaan itu

" Satu arah sama kantor gue, bareng aja kalau gitu nanti "

" Tapi aneh banget deh Fal "

" Aneh kenapa ? "

" Lo liat deh jam berapa dia apply Cv gue, dan kayak mendadak gitu ga sih. "

" Mungkin lagi butuh banget kali Sha, udah lo mending siap-siap deh sekarang mumpung masih ada waktu "

" Oke deh"

Asha mengangguk dengan raut wajah gembira

Segera Asha kembali ke kamarnya, hari ini ia berharap nasib baik berpihak kepada dirinya.

....

Di kantor Reza sudah siap untuk melihat pertunjukan drama yang akan segera dimulai.

Sejak tadi Dirga terus memperhatikan raut wajah Reza yang terus tersenyum

" Lo kenapa sih Za ?"

" Kenapa apanya sih Dirga ? "

" Aura lo bikin gue merinding tau nggak "

" Aura ganteng gini lo bilang merinding "

Ditengah obrolan mereka Reza mendapatkan panggilan masuk dari bagian personalia

" Gue angkat telpon dulu ya my friend '

Reza keluar dari ruangan Dirga..

" Pagi Pak Reza, saya mau kasih tau untuk kandidat sekretaris Pak Dirga sudah datang "

Ucap bagian personalia dari telpon

" Pagi, oke. Kamu urus dulu aja ya, siapin kontrak kerja untuk kandidat tersebut "

" Baik Pak Reza "

Panggilan berakhir, Reza pun semakin tersenyum lebar

" Siap-siap Dirga, sebentar lagi hidup lo bakal lebih rame "

" Dan lo nggak akan bisa kabur lagi Asha "

Reza pun segera kembali masuk kedalam ruangan Dirga

Asha sudah berada diruangan bagian personalia

Besar harapannya untuk bisa diterima kerja di perusahaan besar ini

" Asha, ini kontrak kerja kamu silahkan kamu baca ya "

Asha terkejut

" Kontrak kerja ? Saya di terima Bu ? "

" Iyah kamu diterima "

Asha merasa semakin bingung..

Selama pengalamannya mencari pekerjaan Asha selalu melewati banyak proses, tapi disini bahkan ia belum menerima pertanyaan apapun

Asha membaca satu persatu isi kontrak kerja, semua terlihat normal dan tidak ada yang aneh maupun mencurigakan

" Kalau kamu setuju, kamu bisa tandatangan ya "

" Untuk gaji dan lain-lain nya nanti akan dibahas dengan CEO kita langsung "

Asha mengangguk sambil tersenyum

" Baik Bu "

Asha pun membubuhkan tandatangan kontrak itu

" Setelah kamu tandatangan isi kontrak ini, itu artinya kamu sudah tidak bisa membatalkan lagi ya "

" Baik Bu "

" Baik, setelah ini kamu boleh tunggu dulu untuk bertemu dengan CEO kami "

" Baik Bu "

Asha pun kembali menunggu..

Namun entah kenapa, ia merasa tidak enak saat ini..

Diruangan Reza sudah mendapatkan informasi mengenai Asha,ia pun tersenyum lebar

Dirga yang berada disampingnya merasa mulai curiga dengan sahabatnya itu

" Jujur gue mulai curiga sama lo, Reza "

" Tapi habis ini lo bakal bilang makasih sama gue "

" Makasih ? "

" Hmm, karena gue udah dapetin sekretaris yang cocok buat lo "

" Seberapa yakin lo kalau dia sekretaris yang cocok buat gue ? "

" 1000% "

Dirga mengangkat satu alisnya

" Dia udah tandatangan kontrak kerja "

" Gue aja belum tau dia siap, kenapa tiba-tiba udah diterima ? "

Reza menunjukkan tabnya kepada Dirga..

Dirga membeku seketika saat mengetahui siapa yang akan menjadi sekretaris nya

" surprise"

Ucap Reza tanpa rasa bersalah

Dirga langsung mengembalikkan kepada Reza

" Gue nggak mau, tolak "

" Yakin ? "

"Iyah "

" Bukannya lo masih sayang sama dia ? "

" Nggak gue udah ga ada rasa apapun sama dia "

" Ya mungkin lo butuh jawaban dari tujuh tahun yang lalu ? "

" Engga butuh juga "

" Yaudah kalau lo nolak, biar dia jadi sekretaris gue aja "

Dirga menatap Reza dengan tatapan sinis

" Pengalaman dia bagus bro, sayang kalau ga dimanfaatin "

" Oke gue terima "

" Halah so soan nggak mau, gengsi terlalu gede "

Ucap Reza sambil meninggalkan ruangan Dirga

Dirga kembali teringat akan kejadian tujuh tahun yang lalu

Dimana Asha yang meninggalkan dirinya begitu saja tanpa alasan yang Dirga tau

Dirga masih merasa marah dan kecewa, hingga akhirnya ia pun menyusun strategi untuk membalas dendam kepada Asha

Asha menunggu dengan perasaan yang tidak enak..

Tiba-tiba seseorang memanggil namanya

" Hallo Asha "

Asha mengangkat wajahnya dan melihat Reza teman sekolahnya dulu

" Reza kan ? "

" Lo masih inget gue ternyata "

Asha dan Reza saling berjabat tangan

" Jadi gue ini sekretaris lo ? "

Reza menggeleng

" Bukan "

" Ohh " Asha mengangguk

" Tujuh tahun kemana aja Sha ?"

" Adalah Za "

" Kangen nggak ? "

" Kangen sama lo ? Enggaklah, ngapain "

" Bukan, tapi sama sahabat gue. Dirga "

Senyum Asha menghilang begitu saja saat mendengar nama Dirga

" Bisa nggak kita ga bahas dia ? "

" Hahaha, yaudah oke sekarang lo ikut gue buat ketemu sama bos lo "

Asha mengangguk

Asha berjalan mengekori Reza

Jantungnya berdebar-debar dengan cepat

Bukan karena jatuh cinta, melainkan karena ia gugup

Sebelum masuk, Asha mengatur nafasnya dengan baik

" Udah siap ? " tanya Reza

" Udah "

Reza membuka pintu ruangan itu

Dengan langkah percaya diri, Asha melangkah masuk kedalam ruangan itu

Asha melihat seseorang yang sedang berbalik badan menatap kearah kaca

" Bos kenalin, ini Asha sekretaris baru anda "

" Selamat pagi Pak, perkenalkan nama saya Asha Prameswari "

Pria itu beralik badan..

Tubuh Asha membeku seketika saat mengetahui sosok pria yang ada di hadapannya saat ini

Sosok pria tujuh tahun yang lalu pernah mengisi kehidupannya

Beberapa detik keduanya hanya saling bertatapan tanpa sepatah katapun

BAB 3

" Selamat bergabung Asha " ucap Dirga dengan wajahnya yang datar

" Terimakasih Pak Dirga " jawab Asha dengan sedikit gugup

Asha meremas kencang map yang ada di tangannya

Sedangkan Dirga, saat ini ia mengepal kencang kedua tangannya

Reza menyadari situasi panas saat ini

" Ahh iyah Asha, nanti ruangan kamu ada di depan ya "

" Hmm baik Pak Reza "

" Engga usah pak, Reza aja biar lebih akrab "

" Hmm, baik Reza "

Dirga duduk di kursinya dan menatap Reza dan Asha

" Reza "

" Ya bos "

" Keluar, saya mau bicara empat mata dengan sekretaris saya "

" Ohh oke siap laksanakan "

Segera Reza keluar dari ruangan Dirga

Kini hanya tersisa Dirga dan Asha yang berada diruangan itu

" Duduk " tegas Dirga

" Baik Pak "

Asha pun duduk di kursi yang bersebrangan dengan Dirga, ia tak berani menatap pria yang ada di hadapannya saat ini hingga ia pun terus menundukkan kepalanya

" Baca dan tandatangan "

Dirga memberikan sebuah map berisi isi perjanjian kerja didalamnya

Asha mulai membaca satu persatu isi perjanjian itu dengan teliti, hingga ia pun mulai merasa ada yang aneh dengan isi perjanjian itu

" Tunggu ini nggak salah "

" Saya di larang memiliki pacar selama bekerja disini ? Alasannya apa ya Pak, karena ini masalah pribadi saya "

Dirga enggan menjawab, hingga Asha kembali melempar pertanyaan

" Saya harus tinggal satu rumah sama Pak Dirga ? alasannya apa pak ? "

Dirga masih enggan menjawab

Hingga Asha pun semakin dibuat terkejut dengan isi perjanjian itu

" dua milyar? Kalau saya melanggar ataupun saya keluar saya harus bayar dua milyar ? Yang bener aja dong pak Dirga "

Dirga menghela nafasnya panjang sebelum menjawab

" Kenapa ? Kamu keberatan ?"

" Kalau kamu keberatan nggak usah kerja, kamu pikir cari kerja zaman sekarang mudah ? "

" Kamu sendiri yang melamar di perusahaan saya, dan kamu sendiri sudah setuju dengan kontrak kerja yang kamu tandatangan kan ?disana tertera kalau kamu di larang menolak apapun perintah atasan kamu "

Asha menghela nafasnya kasar

" Ya tapi perjanjian ini nggak masuk akal Pak Dirgantara "

" Saya di larang pacaran dengan bekerja apa hubungannya? "

" Karena saya mau kamu profesional, saya tidak suka kamu mencampur urusan pekerjaan dan pribadi "

" Lalu kenapa saya harus tinggal di tempat tinggal Pak Dirga ? "

" Karena saya butuh orang untuk 24 jam, simple "

Baru kali ini Asha tidak bersyukur mendapatkan pekerjaan

" Bagaimana nona Asha ? "

" Baik Pak Dirga saya setuju "

Asha pun membubuhkan tandatangan di lembaran itu

Setelah Asha selesai menandatangi, Dirga mengulurkan tangannya dan Asha membalasnya

" Mulai hari ini saya harap anda bekerja secara profesional, Nona Asha "

Mulut Asha sulit untuk berucap saat ini

Jantungnya berdegup dengan kencang

Setelah beberapa detik, Asha langsung menarik tangannya

" Kamu boleh pulang, besok kamu bisa memulai bekerja "

" Baik Pak, saya permisi "

Segera Asha pun pergi dari ruangan Dirga.

Melihat Asha yang sudah pergi, Reza pun dengan segera kembali masuk kedalam ruangan Dirga

Reza membaca kontrak perjanjian yang belum sempat Dirga simpan

Reza tertawa membaca semua isi perjanjian itu

" Isi perjanjian apa ini ? Perasaan sekretaris yang dulu nggak kayak gini "

Dirga meraih perjanjian itu dari tangan Reza

" Jujur aja deh sama gue Ga, lo masih sayang kan sama Asha "

" Nggak "

" Dirga.. Dirga, gue kenal lo udah lama banget Dirga "

" Lo ga bisa bohong sama gue "

Dirga pun pura pura sibuk dengan membuka laptopnya

" Anggap aja ini takdir tuhan Ga, mungkin Tuhan masih mau liat kalian bersama "

" Selamat bersenang-senang sahabat "

Reza keluar dari ruangan Dirga

Dirga menutup layar laptopnya, dan memegang memegang kepalanya sambil memejamkan mata

...

Disampainya Apartemen Naufal, Asha langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang

Asha memejamkan matanya , mengingat kejadian tujuh tahun yang lalu

" Kenapa gue harus ketemu sama lo lagi sih "

Asha meraih sesuatu dari dalam tasnya

Selembar cek tujuh tahun lalu yang masih ia simpan rapih di dalam dompetnya

" Kalau seandainya lo tau alasan yang sebenarnya.. "

" Mungkin semuanya nggak akan serumit sekarang Dirga "

Asha kemudian mengeluarkan sebuah foto yang ia simpan dengan rapih di dalam dompetnya

Foto ia dan Dirga saat menjalin hubungan dulu

Asha kembali meneteskan air matanya, ia memeluk foto itu dengan erat

.....

Malam hari Naufal baru saja pulang dari bekerja..

Ia menoleh ke kamar Asha, saat itu pintunya terbuka lebar dan ia melihat Asha yang sedang sibuk mengemas pakaiannya

" Mau kemana Sha ?"

Asha terkejut dan menoleh

" Naufal.. "

Asha menghampiri sahabatnya itu

" Gue mau ngomong sesuatu sama lo "

" Boleh "

Asha dan Naufal pun duduk di sofa bersebelahan

" Gue keterima kerja, dan besok gue udah bisa mulai kerja "

Raut wajah Naufal berubah bahagia

" Bagus dong "

" Tapi ada masalah Fal "

" Masalah apa ? "

" Dirga.. "

" Kenapa sama Dirga ?"

" Gue jadi sekretaris Dirga, Naufal "

Naufal terkejut dengan apa yang Asha katakan

" Lo serius ? "

" Sumpah, bahkan gue udah tandatangan kontrak Fal di depan dia langsung "

" Terus gimana Sha? "

" Dia minta gue tinggal dirumahnya, ya alasannya karena dia butuh gue dua puluh empat jam "

" Gue di larang punya pacar "

Naufal memasang wajah bingung

" Terus lo terima gitu aja Sha ?"

" Masalahnya gue udah tanda tangan kontrak kerja Fal, dan kalau gue batalin ataupun mengundurkan diri gue harus bayar denda 2 milyar "

Naufal tertawa kecil

" Nggak masuk akal sih, tapi mungkin ini satu-satunya cara Sha "

" Cara apa Fal ?"

" Ya buat lo jelasin ke dia soal tujuh tahun yang lalu "

" Karena sebenarnya yang jadi korban itu elo Sha "

" Selama ini lo yang terus ngerasa bersalah, padahal lo sendiri juga korban "

" Sha.. "

" Kalau emang ini kesempatan kedua yang Tuhan kasih buat lo, jelasin semuanya Sha "

Ucap Naufal sambil menggenggam tangan Asha

" Makasih Fal, makasih buat semuanya "

Asha memeluk Naufal

" Makasih udah jadi sahabat yang selalu ada buat gue "

Naufal membalas pelukan Asha sambil mencoba tersenyum

" Hmm, gue akan ada buat lo Sha kapapun lo butuh "

Selama ini Naufal selalu ada buat Asha

Naufal jadi orang pertama yang mendengar semua keluh kesah Asha

Naufal mencoba untuk tersenyum, walaupun senyum itu ia paksakan di depan Asha

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!