Indonesia
NovelToon NovelToon

Biel

bab 1 malam

Malam kian merangkak naik dan kian larut ketika sebuah bayangan seseorang nampak berdiri tegak di ujung sebuah anjungan salah satu kapal yang bersandar di dermaga.

Hembusan angin dingin yang berhembus brutal menerpa rambutnya yang panjang dan membuat helaian helaian rambut itu berkibar.

Suara deburan ombak menghantam karang dan bebatuan menjadi alunan musik yang terdengar indah di telinga seseorang itu.

Gelap.....

Tak ada satupun lampu yang menerangi tempat itu.

Namun gelap saja tak cukup membuatnya takut.

seseorang itu tetap berdiri tegak di atas kedua kakinya dengan tatapan lurus ke depan.

Wajahnya datar dan dingin,

Tatapannya tajam tak berkedip,

Netra seseorang yang berdiri di anjungan itu menatap tajam dan lurus ke arah kejauhan di hadapannya sana di mana hamparan kerlap kerlip lampu ibu kota nampak terhampar indah.

Keningnya nampak berkerut ketika raungan suara sirene mobil mobil polisi yang sejak tadi meraung raung mulai terdengar kian menjauh.

" heug...." Seseorang itu terdengar menarik nafas pelan dan menghembuskannya juga dengan pelan.

Think....

Suara notifikasi pesan masuk terdengar samar,

Ia merogoh saku jaket hodienya dan mengambil ponselnya.

Benar...

Sebuah pesan masuk,

Matanya menatap serius membaca pesan yang masuk.

( bayaranmu sudah kukirim, senang bekerjasama denganmu )

bunyi pesan itu dan kemudian di susul dengan pesan yang lain.

( aku sangat senang bekerja sama denganmu,

aku sungguh ingin bisa bertemu dan berkenalan denganmu.

Semoga di kemudian hari kita bisa saling bertemu dan saling mengenal )

Seseorang itu hanya menghela nafas tanpa berniat untuk membalas pesan itu.

Tak lama sebuah notif lain turut masuk dan itu adalah sebuah notif yang memberi tahunya jika seseorang telah mengirim sejumlah uang ke dalam rekeningnya.

Sejumlah uang dengan nilai nominal yang tidak sedikit.

Kening seseorang itu kian berkerut.

150 juta....

Nilai nominal yang cukup besar, segera salah satu sudut bibirnya tertarik ke atas.

Sungguh nilai yang cukup fantastis baginya. Sedikit lebih besar dari yang mereka janjikan.

Ia menghela nafas lega......

Tak butuh banyak waktu ia sudah mampu mendapatkan uang itu.

Ia merasa puas dan tak menyesal sama sekali meski demi mendapatkan uang itu, nyawanya yang menjadi taruhannya.

Tak ingin berlama lama di tempat itu, ia kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku hodienya.

Menutup kepalanya dengan jaket hodienya itu .

Setelah itu, ia terlihat memutar tubuhnya dan berjalan cepat hingga seperti melompat kecil keluar dari area kapal kecil itu.

Tak butuh waktu lama seseorang itu telah berada di atas sebuah motor sport berwarna hitam lengkap dengan helmnya yang juga berwarna senada dan sukses menutupi semua kepala juga wajahnya.

Deru suara motor segera terdengar ketika ia mulai menghidupkan mesin kendaraan bermotor itu,

dan kemudian menarik gas dengan kuat.

Ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan masuk ke dalam jalan raya beraspal meninggalkan dermaga yang sunyi dan gelap juga sepi.

Dia seorang perempuan, namun nyatanya.....

Suasana yang bak pemakaman itu tak membuatnya gentar apalagi takut.

Dia.....

Gadis dengan wajah datar dan dingin, tampilan wajah yang tak seharusnya di miliki oleh seorang gadis seusianya.

Gabriela Calista,

Gadis berusia 20 tahun, usia di mana kebanyakan gadis gadis seusianya di sibukkan dengan urusan cinta,

Tapi dia....

Gadis yang akrab di panggil dengan nama Biel itu justru sibuk melakoni profesinya malam ini sebagai kurir obat obatan terlarang.

Di siang hari ia akan menjadi seorang pelayan sebuah kafe.

Dan ketika malam hari, jika tidak mengirim sebuah pesanan maka ia akan bekerja sebagai pelayan atau bahkan menjadi seorang bar tender di sebuah bar yang cukup besar di kotanya tinggal saat ini.

Sunyi...

Jalan yang ia lintasi terasa sunyi, tak ada satupun kendaraan lain yang ia temui turut melintas di sana ataupun berpapasan dengannya.

Motor sport itu terus melaju tanpa ragu hingga lampu merah di kejauhan terlihat menyala.

Di sanalah.....

ia baru melihat sebuah mobil sedan yang berhenti.

Biel pun menghentikan motornya tepat di sisi mobil itu dengan tatapan yang tak beralih sedikitpun dari jalan di hadapannya.

Sementara itu di dalam mobil, dua orang yang duduk bersisihan nampak melihat ke arahnya.

" Ndan....menurutmu, apa yang sedang dia lakukan dini hari seperti ini ?! " tanya salah satu orang di dalam mobil itu.

Sementara orang yang ia tanya hanya terdiam.

Netranya sibuk menatap sosok berpakaian serba hitam di atas motor di sisi mobilnya itu.

" coba kau tebak....dia laki laki atau perempuan ?! "

seseorang yang duduk di sisi bangku pengemudi itu mencondongkan tubuhnya dan berkata sedikit pelan pada seseorang yang duduk di depan kemudi itu.

Seseorang di depan kemudi yang sejak tadi memang juga terus menatap ke arah pengendara motor itu masih diam, ia menurunkan kaca mobilnya.

Dan bersamaan dengan itu, seseorang di atas motor itu menoleh padanya.

Tatapan mata keduanya bertemu walau terhalang kaca helm yang di pakai pengendara itu.

Jantung laki laki di depan kemudi itu tiba tiba saja terasa berdesir.

Tatapan mata itu seolah tak asing baginya .....ia seperti pernah melihat tatapan mata seperti itu dulu.

Tapi dimana ?! Ia lupa ......

Kedua bola matanya terus menatap dan seolah tak bisa berkedip menatap mata yang tersembunyi di balik kaca berwarna gelap itu.

Ia menatap kian dalam ke dalam kaca helm itu seolah ia ingin melihat dengan jelas siapa pemilik netra yang hanya bisa ia lihat dengan samar itu.

Cukup lama keduanya saling menatap sebelum akhirnya pengendara motor itu lebih dulu memutus tautan mata keduanya dan kembali melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menembus kesunyian jalan raya karena lampu merah yang telah berganti hijau.

Di dalam mobil,

Dua orang di sana mengikuti kepergiannya degan tatapan mata mereka masing masing.

" ndan...."

" perempuan....dia perempuan " jawab seseorang di depan kemudi itu dengan tegas dan yakin seolah paham dengan apa yang akan di ucapkan seseorang di sisinya itu, Sementara netranya masih terus menatap lurus kedepan ke arah motor sport tadi melaju pergi dan kini tak lagi ia lihat meski itu hanya sekedar bayangannya saja.

" kau yakin Ndan ?! "

" aku yakin "

" jika benar dia perempuan, memangnya apa yang sedang dia kerjakan malam dini hari seperti ini ?! "

" menurutmu ?! " sang komandan ganti bertanya.

" mungkinkah dia.....?! "

" kupu kupu malam ?! "

" apalagi yang di kerjakan perempuan di malam hari seperti ini jika bukan itu ?! "

" dengan penampilannya yang seperti itu jika benar dia kupu kupu malam,

menurutmu apa ada laki laki yang berani mendekatinya ?! "

Seseorang di sisinya menarik kedua alisnya ke atas dan menghela nafas.

" jika laki laki itu adalah aku....maka aku akan berpikir dua kali untuk memesannya,

memesan perempuan seperti itu, bisa bisa....bukan kenikmatan dan kepuasan yang kuperoleh,

Tapi patah tulang..... " jawabnya kemudian

Pletak...

Sebuah pukulan sampai pada kepalanya.

" aww.....Ndan...." ia meringis ketika kepalanya di ketok.

" mesum saja otakmu itu.....berhenti berpikir yang tidak perlu "

sentak sang komandan dan sukses membuat seseorang itu nyengir.

Entah kenapa ia tak suka rekannya itu berkata seperti itu tentang pengendara tadi.

Dalam hati ia menertawakan dirinya sendiri, ia tak tahu siapa pengendara itu.

Ia bahkan tak mengenalnya.....tapi kenapa hatinya sudah merasa tak terima ada opini buruk tentangnya.

" Sebaiknya kau laporkan padaku tentang bagaimana kabar penyergapan malam ini ?! " ucapnya kemudian.

" kita kehilangannya lagi Ndan...." jawab seseorang di sisinya kemudian dengan nada lesu dan dengan masih mengusap kepalanya.

" lagiii .....?!!! " Seseorang yang di panggil komandan itu terpekik sebelum akhirnya ia menarik nafas dalam.

" Ris....pasti ada pengkhianat di dalam kelompok kita,

jika tidak....bagaimana kita bisa selalu kehilangannya " ucapnya kemudian.

Dia adalah Komandan Erik, kepala polisi yang menangani kasus peredaran narkoba.

Sudah hampir enam tahun ia bekerja sebagai abdi negara dan baru dua tahun belakangan ini ia di pindah tugaskan di bagian narkoba dan di kota ini....

Ia baru beberapa bulan di pindahkan ke kota ini.

Seseorang di sampingnya yang bernama Aris menoleh dan menatapnya.

" pengkhianat.... ?! " cicitnya pelan seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar.

Tapi jika di pikir pikir, mungkin yang dikatakan komandannya itu memang benar.

Setelah susah payah dan bekerja keras demi memperoleh informasi tentang operasi pengiriman.

Dan ketika rencana telah di susun dengan begitu rapi,

Nyatanya mereka tetap gagal dan kehilangan target.

jangankan berhasil menangkap pelaku,

menggagalkan saja mereka tak sanggup.

Pecundang .....

Itulah yang Erik dan timnya rasakan selama ini.

Erik mengepalkan tangannya erat,

" mungkin dia memang sangat licin dan sangat mengenal betul kondisi kota ini Ndan......

Sementara kita ?! Kita orang baru di kota ini " jawab Aris kemudian menenangkan sang atasan.

" ya.....

mungkin kau benar Ris...... tapi tidak ada salahnya jika sejak hari ini kita harus lebih berhati hati lagi.

Seperti katamu, kita orang baru di kota ini juga di jajaran kita saat ini.

Kita belum banyak tahu tentang bagaimana sepak terjang orang orang yang bekerja dengan kita saat ini selama ini.

Berhati hatilah sejak saat ini......"

" baik Ndan.......

Bab 2 rumah sakit

Brrmmm.......

Sebuah motor sport berwarna hitam memasuki area parkir sebuah rumah sakit kecil yang berada di dalam sebuah perkampungan di pinggiran kota.

Puskesmas Jabon nama rumah sakit itu.

Pukul Dua dini hari,

Biel nampak turun dari motor itu, melepas helmnya dan segera melangkah masuk ke dalam rumah sakit itu.

Seolah sudah mengenal dan terbiasa dengan tempat dan orang orang di sana, gadis berwajah dingin dan datar itu menyapa petugas di pos jaga kemudian memberikan beberapa bungkus rokok padanya.

" terimakasih mbk......kemana saja, lama tak jumpa ?! " ucap petugas pos itu.

Biel tak menjawab, tapi ia hanya tersenyum tipis dan hanya melambaikan tangannya menanggapi pertanyaan sang petugas sembari terus melangkah.

Sampai di lobi rumah sakit, seorang perawat jaga juga menyapanya.

Biel mendekat dan tersenyum kecil dan tipis hingga nyaris tak terlihat.

Di sana ia memberikan kantong plastik berisi beberapa bungkus makanan.

" ini untuk kalian " ucapnya

" terimakasih mbk.....lama tidak kesini ?! " ucap sang perawat jaga ramah.

" aku sibuk....." jawabnya singkat dan kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan meja perawat jaga itu.

Langkah kaki Biel menyusuri lorong koridor rumah sakit yang lengang dan sepi.

Terus melangkah dengan tatapan lurus ke depan.

Sampai di sebuah bangsal, ia berhenti tepat di depan pintu sebuah ruangan.

Gadis itu melepas topi hodienya dan menghela nafas berat.

Rambutnya yang ia ikat asal ke atas nampak sedikit acak acakan.

Tatapannya terarah lurus ke arah dalam ruangan yang bisa di lihat dari kaca yang ada di pintu itu.

Seseorang nampak berbaring tak berdaya di atas brangkar dengan peralatan medis yang menempel di tubuhnya.

Rumah sakit ini memang rumah sakit kecil, tapi peralatan yang menempel pada seseorang di dalam sana adalah peralatan medis yang biasa ada di rumah sakit rumah sakit besar.

Kenapa bisa begitu ?!!

Jawabannya adalah Biel sendiri......

Dengan semua pekerjaan yang ia jalani termasuk menjadi seorang kurir obat obatan terlarang,

inilah yang ia inginkan......

Memberikan perawatan mahal untuk seseorang itu.

Ia tak bisa membawa seseorang itu ke rumah sakit di tengah kota walau sebenarnya ia sangat ingin.

Ia khawatir, keselamatan seseorang itu akan terancam di sana.

Cklek....

Setelah berdiri sangat lama di depan pintu, gadis cantik berwajah dingin itu akhirnya membuka pintu ruangan dan melangkah masuk ke dalam.

Kembali ia menghentikan langkahnya dan berdiri tegak di tengah ruangan.

Dadanya terasa sesak tiba tiba, seseorang yang berbaring tak berdaya di atas brangkar sana membuat tubuhnya gemetar.

Posisi dan kondisi seseorang itu tetap sama dengan saat terakhir ia datang kemari hampir dua bulan yang lalu.

" Cryssi......" desisnya pelan nyaris tak terdengar.

" apa kabar ?!..... ini sudah sangat lama sekali.......kapan kau akan sadar..... ?! " desisnya lagi masih dengan suara yang pelan dan nyaris tak terdengar.

Kedua bola matanya berkaca kaca menatap seseorang yang terbaring tak berdaya itu.

Biel masih tenggelam dengan tatapan matanya kepada sosok seseorang yang berbaring di atas brangkar hingga ia tak menyadari kehadiran seseorang di belakangnya.

" Biel.....

kau datang ?! "

sapa seorang pria dewasa berwajah tampan dengan postur tubuh yang atletis dan berdiri tegak di belakangnya.

Sapaan seseorang itu membuat Biel meliriknya sejenak sembari mengusap air matanya yang mengalir tanpa permisi di pipinya dengan kasar.

Seolah ia malu air matanya akan di ketahui oleh laki laki itu.

" hemmm....." jawab gadis itu kemudian

" kemana saja kau selama ini ?! Rasanya sudah sangat lama kau tidak datang ?! Kau juga tidak menerima panggilanku dan membalas pesanku ?! " tanya sosok itu lagi.

" maaf dokter Evan.....aku sibuk " jawab Biel tanpa bergeming sedikitpun dari posisinya saat ini.

Tatapan matanya pun tak bergeming sedikitpun dari sosok seseorang yang tadi ia sebut Crysst itu.

Seseorang yang bernama dokter Evan itu menghela nafas kemudian melangkah maju dan berhenti tepat di sisi Biel.

Ia menatap dalam kepada wajah Biel yang jelas terlihat lelah.

" sebaiknya kau istirahat saja, kau terlihat sangat lelah "

ucap dokter Evan kemudian sembari tangannya terulur kearah gadis itu hendak menyentuh pundaknya.

Tapi belum sempat ia menyentuh pundak gadis itu, Biel menghindar dan menggeser tubuhnya menjauh dari pria berusia 30 tahun itu.

Dokter Evan menghela nafas,

" aku tidak bermaksud apa apa, aku hanya khawatir padamu ....

lama tidak melihatmu, aku...."

" buang jauh jauh perasaanmu itu padaku dokter Evan,

aku bukan wanita yang pantas kau beri perasaan seperti itu.

Siapa aku dan dari mana asalku hanya akan membuatmu berada dalam masalah.

Dan aku harap.....perasaanmu padaku itu tidak mempengaruhi perawatanmu kepadanya.... "

ucap Biel terdengar dingin sembari menatap sosok yang terbaring tak berdaya di atas brangkar sana.

Mendengar ucapan Biel, dokter Evan menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.

Tiga tahun yang lalu ia bertemu dengan sosok dingin tak tersentuh di hadapannya itu di sebuah rumah sakit.

Biel datang atas rekomendasi dokter yang merawat seseorang yang katanya adalah saudaranya dan saat ini menjadi pasiennya.

Pertemuan demi pertemuan dan latar belakang yang ia dengar tentang gadis itu dari dokter sebelumnya yang merawat Cryssy yang adalah kakak sepupunya membuatnya diam diam memperhatikan sosok Biel.

Tanpa ia sadari,

Rasa cinta tumbuh di hatinya untuk gadis itu. Tapi sayang.....

ketika ia mencoba mengungkapkan perasaanya dan menawarkan kehidupan yang layak untuknya.....

gadis itu menolaknya mentah mentah.

Dokter Evan tak bisa berbuat apa apa meski sekedar untuk meyakinkan Biel atas cintanya. Biel begitu dingin dan sulit untuk di pahami apalagi untuk di taklukkan.

" bagaimana kondisinya ?! " tanya Biel kemudian.

" masih tetap sama seperti saat kamu tinggalkan terakhir kali " jawab dokter Evan.

" tak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu dan berdoa,

kami sudah melakukan segalanya, tapi.....

kondisinya memang sangat sulit.

hanya keajaiban yang bisa membuatnya bangun kembali "

lanjut dokter Evan lagi sembari ikut menatap ke arah tatapan Biel saat ini.

Yakni kepada seseorang yang masih terbaring tak berdaya di atas brangkar di depan sana.

Mendengar jawaban dokter Evan, tubuh Biel terasa membeku.

Ia melangkah mendekat ke arah brangkar dan tiba tiba jatuh bersimpuh di depan brangkar itu.

" Cryssy.....maafkan aku ...." desisnya pelan dengan suara bergetar.

Dokter Evan ikut melangkah mendekat.

" Biel.....berhenti terus menyalahkan dirimu, kau sudah melakukan banyak hal dan upaya untuk kesembuhannya.

Kau bahkan sudah berhasil mendatangkan peralatan seperti ini untuknya.

Tapi ini sudah takdir....."

ucap dokter Evan berusaha menenangkan Biel yang saat ini duduk bersimpuh di bawahnya.

Pundak gadis itu nampak naik turun tanda ia sedang menangis.

Biel tak bergeming, pundaknya masih nampak turun naik.

bab 3 Cryssy

Biel menahan air mata yang meluncur deras membasahi pipinya.

Bagaimana ia tidak akan merasa bersalah ketika ia tahu,

Semua hal buruk yang menimpa Cryssy dan kedua orang tuanya adalah karena dirinya, karena keluarga menyelamatkan nyawanya dan membawanya ke dalam keluarga mereka.

" Bagaimana aku akan bisa berhenti merasa bersalah dokter....

sementara aku tahu.....semua hal buruk yang menimpa mereka adalah karena diriku.

Andai mereka tak datang dan membawaku untuk hidup bersama mereka,

Andai mereka tak memilih menyelamatkanku saat itu.....

mereka pasti masih hidup dengan bahagia sampai sekarang,

dia.....

tidak akan terbaring lemah tak berdaya seperti ini.

Semua yang terjadi kepadanya....itu semua karena aku,

karena dia dan kedua orang tuanya membawaku bersama mereka..... " ucap Biel dengan suara bergetar dan air mata yang kian mengalir deras.

Masih jelas di ingatannya kala itu,

Usianya 14 tahun saat itu saat panti asuhan di mana selama 7 tahun belakangan ia tinggal dan di besarkan tiba tiba terbakar di tengah malam.

Ketika semua orang tengah tenggelam dalam tidur dan mimpi mimpi mereka.

Api menyala dengan begitu besarnya dan sukses membumi hanguskan tempat itu tanpa bersisa dan membuat bangunan besar itu luruh lantak dengan tanah.

Banyak anak anak penghuni panti yang menjadi korban atas kejadian itu termasuk salah seorang guru yang sebelum kematiannya telah lebih dulu berjuang keras menyelamatkan nyawanya.

Bu Erwina,

Salah seorang ibu panti di panti asuhan itu berlari dengan kencang ke arah kamar Biel yang berada di lantai dua.

Saat itu api yang berkobar telah hampir sampai ke lantai dua.

Bu Erwina yang memilih tak menghiraukan teriakan ibu ibu pembina panti yang lain terus berlari menaiki tangga dan akhirnya sampai di lantai dua.

Di sana ia bergegas memerintahkan semua anak yang berjumlah 6 orang di kamar itu untuk keluar.

Dan Biel yang terakhir, ia yang syok dan sangat terkejut melihat yang begitu besarnya hanya bisa diam tanpa bisa berbuat sesuatu.

Semua anak akhirnya bisa selamat, tapi Biel....

Ia masih di ujung tangga ketika api telah melahap hampir setengah dari tangga itu. Biel tak berani melompat.

Saat itu, Bu Erwina tiba tiba meraih pinggangnya dan membawanya melompat ke lantai bawah.

Ia menjadikan tubuhnya sebagai tumpuan tubuh Biel agar tak terbentur lantai.

sebagai gantinya, tubuhnyalah yang akhirnya membentur lantai.

Tak sampai di sana, Sebuah kayu besar jatuh menimpanya.

Biel tak sempat lagi melihat apa yang terjadi, ia sudah pingsan tak sadarkan diri.

Dan ketika terbangun, ia sudah berada di ranjang rumah sakit.

Lama ia berada di sana tanpa ada satupun orang yang menjenguknya.

Sungguh ia tak tahu apa yang terjadi, ia masih bodoh.

Hampir satu Minggu di rumah sakit, ia mencoba bertanya kepada pihak perawat yang sering datang merawatnya.

Ia bertanya tentang panti tempat ia tinggal dan tentang orang orang di sana.

Tapi perawat yang ia tanya tak tahu apapun.

Akhirnya tibalah waktu ia harus keluar dari rumah sakit,

Ia bingung harus kemana, tapi ia tetap harus keluar dari rumah sakit.

Biel mau tak mau akhirnya keluar dari rumah sakit.

Tanpa membawa apapun, ia berada di jalanan.

Ia tak tahu jalan kembali ke panti.

Ia putus asa,

Ia sangat lapar hingga rasanya ia tak mampu lagi berdiri.

Ia duduk di lantai di depan pertokoan, lama ia duduk dan berada di sana hingga sebuah mobil datang menghampirinya.

Sepasang suami istri berusia paruh baya turun dan datang padanya.

Setelah bertanya tanya padanya, pasangan suami istri itu mengajaknya pulang.

Biel tak punya pilihan lain, ia menurut.

Ketika ia akan naik kemobil, ia sempat melihat seorang pria yang wajahnya tak asing baginya namun ia tak tahu siapa dia dan berdiri di seberang jalan seolah sedang memperhatikannya.

Biel memilih abai karena ia merasa tak mengenal laki laki itu.

Di rumah pasangan suami istri itu, Biel di kenalkan pada anak mereka yang bernama Cryssy Novian.

" Biel.....dia Cryssy, dia lebih tua darimu....anggap dia kakakmu " ucap Bu Marwah.

Biel tertunduk saat itu.

" hai....adik....." sapa Cryssy padanya sambil tersenyum ramah.

Biel akhirnya ikut tersenyum.

Biel sangat bahagia tinggal di keluarga Cryssy,

Mereka memperlakukannya seperti keluarga, begitu juga Cryssy.

Pemuda itu benar benar menyayanginya dan memperlakukannya seperti adik.

Di keluarga Cryssy, ia benar benar seperti memiliki keluarga.

Ia bersekolah di tempat Cryssy juga sekolah meski mereka tak satu gedung karena Cryssy yang sudah duduk di bangku SMA kelas 2 saat itu.

Tanpa terasa lima tahun berlalu, Hingga suatu hari,

ia baru saja mengikuti acara kelulusannya dan keluarga Cryssy berencana merayakan kelulusannya dengan makan makan di luar.

Berempat mereka masuk ke dalam mobil, dan seperti lima tahun yang lalu,

Untuk yang kesekian kalinya, ia melihat laki laki yang sama berada tak jauh dari mobil ke dua orang tua angkatnya.

Sempat ingin tahu, Tapi Biel lagi lagi tak tahu apa yang harus ia lakukan.

Di kemudian hari....Biel tahu siapa laki laki itu sebenarnya.

Namun ia sungguh tak mampu berbuat apa apa,

Meski ia tahu.....

Seseorang itu adalah suruhan orang yang sangat menginginkan kematiannya.

Sampai di jalan raya, tiba tiba sang ayah merasakan rem blong.

Ayah angkatnya panik karena mobil meluncur dengan begitu kencangnya tanpa bisa di kendalikan lagi,

Kecelakaan tak bisa di hindari, mobil ayah angkatnya terbalik di jalan raya setelah sebelumnya menabrak pembatas jalan dengan begitu kerasnya karena berusaha menghindari kecelakaan beruntun.

Di saat yang genting, Cryssy yang masih sadar menendang kaca mobil dengan sepatunya hingga pecah dan kemudian menarik tubuh Biel yang duduk di sisinya lalu melemparnya seperti barang keluar mobil.

" kau harus selamat Biel......urus pemakaman kami dengan layak " teriak Cryssy saat itu sambil melemparnya keluar.

Biel tak mau diam, ia menyeret tubuh sang kakak sekuat tenaga untuk keluar dari mobil.

Tapi belum sempat ia berhasil menyeret Cryssy keluar....

Mobil itu telah lebih dulu meledak, tubuh Biel terpental jauh dari mobil begitu juga dengan tubuh Cryssy.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!