Hay semua, kali ini Author membawakan cerita fantasi yang ada romance juga, hehehehehe sekali-kali nyoba buat cerita berbeda, siapa tahu bisa lebih banyak pembaca 😆😆
Happy reading 😄😄
“Pangeran Ebert.. Saya tolong dengarkan penjelasan saya..”
“Cukup !! Kau hanyalah wanita murahan yang menginginkan tahta saja ?! Dan kau bahkan menyakiti Selina !! Aku tidak akan memaafkanmu !!”
“Pangeran Ebert !! Tolong dengarkan saya !!! Saya tidak melakukan apapun !!”
Dia tidak menyangka semua kehidupannya tidak sesuai dengan keinginannya, dia memang belum mencintai sang putra mahkota, tapi dia tidak pernah menginginkan tahta, dia hanya ingin perlindungan untuk keluarganya dan dirinya, tapi disini dia harus mengalami tuduhan yang tidak pernah dia lakukan.
Tubuhnya di seret secara paksa, dan hingga ke atas panggung yang memang di sediakan bagi orang yang akan menerima hukuman mati. Hukuman yang tidak sebanding, dengan apa yang tidak pernah dia perbuat. Matanya menoleh ke arah keluarganya, ayahnya, ibunya bahkan adiknya menangisi dirinya, mereka tidak bisa berbuat apapun saat ini.
Becca menutup matanya, saat sang penjagal mempersiapkan pedangnya di atas tubuhnya. Seakan dia sudah siap jika harus meninggalkan dunia ini, lalu..
.
.
.
“Putri Becca Malcon.. Apa yang anda inginkan ?? Sebagai hadiah atas kemenangan anda di sayembara yang di adakan Keluarga Oswald ??”
Becca sedikit tersentak mendengarkan suara itu, dia terkejut saat berdiri di hadapan seorang lelaki yang dia kenali sebagai asisten pribadi raja, bahkan dia bisa melihat Raja Basilio duduk di kursi singgasananya dengan tegap dan terlihat berwibawa, di sebelahnya Pangeran Mahkota Ebert, lalu ada Pangeran Aldert yang duduk di kursi ketiga.
Becca seakan berusaha mengingat sesuatu, bukankah dia seharusnya di atas panggung kematian itu ?? Bukankah seharusnya dia sudah mati ?? Kenapa dia berada disini ?? Dan apa katanya ?? Memenangkan sayembara ??
“Putri Becca Malcon ?? Apa anda baik-baik saja ??” Tanya asisten lelaki itu dengan sopan dan juga bingung, karena Becca tidak berbicara apapun.
Dirinya malah memperhatikan sekitar, dan benar itu adalah Kerajaan Varilia. Kerajaan yang di kuasai oleh Raja Utama, Raja Basilio Oswald. Dia kemudian mengingat saat-saat yang terjadi disini.
Apakah itu artinya, aku kembali ke masa lalu ??? Mungkin Tuhan memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Batin Becca dengan senang di dalam hatinya, dia kemudian mengubah ekspresinya, dan memberikan senyuman kecil dan sopan.
“Maafkan saya, ya.. Ada sesuatu yang saya inginkan, jika boleh saya ucapkan..”
“Tentu Tuan Putri Becca Malcon, apapun yang anda inginkan, akan di turuti.”
Pertama adalah perlindungan untuk ayah, lalu harga diri keluarga ini. Oke Becca, kau bisa melakukannya dalam hatinya Becca berusaha menyemangati dirinya sendiri.
Becca segera mengangkat kepalanya, dan matanya menatap ke arah wajah Raja Basilio. Tiba-tiba saja, nyali Becca sejenak menciut. Tatapan ayah mertuanya yang selalu tajam dan tidak memberikan ekspresi apapun ke arahnya, membuat Becca merasa salah tingkah.
Dia sangat menyeramkan ?! tapi dia juga sangat tampan~ Astaga sadar Becca !! Dia dulu calon ayah mertuamu di masa lalu !! Aku harus mengajukan perlindungan untuk keluargaku !! Batin Becca dengan gelisah dan salah tingkah.
Lalu dia mengeluarkan suara sedikit kecil, tapi masih terdengar oleh semua orang, dengan ragu-ragu dia kemudian mengucapkan kalimat yang tanpa dia sadari malah membuat hidupnya akan semakin kacau ke depannya.
“Hadiah yang saya inginkan adalah... Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Becca langsung menutup mulutnya, merutuki kebodohannya. Dia terlalu terpesona dengan ketampanan sang raja, dan juga teringat kalimatnya sendiri di masa lalu, saat melamar pangeran mahkota.
Krik... Krik... Krik.. Krik...
Semua orang terdiam sejenak, seakan mereka juga baru memahami perkataan asing itu, hingga akhirnya orang-orang membulatkan mata saat otak mereka berhasil mengolah kalimat yang di ucapkan Becca.
“HAH ?!” Semua bangsawan melupakan tata krama dan bahkan menampilkan ekspresi terkejut serta ternganga. Di depan barisan, Raja Gilbert Malcon, Ratu Adela dan Putri Benica juga menepuk kening mereka, serta menggelengkan kepala melihat tingkah putri dan kakaknya.
Perlindungan Becca !! Perlindungan !! Bukan lamaran !! Kenapa malah aku melamar ayah mertuaku di masa lalu ?! Batin Becca menutup wajahnya dengan kedua tangannya, merasa malu dan memanas, tapi dia berusaha menahan rasa malu itu, dan mengangkat kepalanya.
“Apa maksud perkataanmu ?! Apa kau ingin merendahkan ayah ?! Apa kau tidak mengingat darimana kau berasal-”
“Cukup Pangeran Ebert !!!” Perkataan tegas Raja Basilio menghentikan ucapan putranya yang terlihat emosi dan kesal karena permintaan dari Becca, tapi Raja Basilio malah tidak terlihat kesal sama sekali, wajahnya tetap datar dan matanya penuh menatap penuh perhitungan.
“Akulah yang mendapat lamaran, kenapa malah kau yang terlalu berisik disini !” Ujar Raja Basilio dengan nada sinis, membuat Pangeran Ebert terdiam menahan emosinya.
Semua sudah mengetahui hal umum yang terjadi, Raja Basilio dan Pangeran mahkota Ebert tidak pernah akur, bahkan mereka selalu bertentangan meskipun sebagai ayah dan anak. Anehnya Raja Basilio malah memilih Pangeran Ebert sebagai putra mahkota, meskipun sang raja sangat tidak menyukai putra pertamanya.
“Putri Becca Malcon.. Benarkah ucapanmu itu ??”
“Ya.. Yang Mulia.. Maafkan perkataan saya sebelumnya.. Sebenarnya saya ingin-”
“Aku menerimanya.” Perkataan singkat Raja Basilio malah membuat Becca membulatkan matanya, dan menutup mulutnya yang ternganga kecil di sana.
Raja Gilbert Malcon langsung menoleh ke arah Raja Basilio dengan tatapan terkejut bukan main, antara bingung, senang, atau bahkan mungkin takut karena putrinya.. Di nikahi oleh sang Raja Utama ?! Memang Keluarga Malcon akan mendapatkan perlindungan besar, tapi ini artinya dia seperti menumbalkan putrinya.
“Dan aku ingin minggu depan, melangsungkan pernikahan kita. Jadi Putri Becca Malcon, aku harap kau bisa mempersiapkan diri. Untuk masalah gaun, aku yang akan mengirimkannya kepadamu.” Lanjut Raja Basilio dengan santai, seakan sedang mengajak orang lain untuk piknik liburan, padahal dia sedang membahas pernikahan, sekali lagi PERNIKAHAN !!
Tubuh Becca merasa lemas di sana, tapi tidak ada yang berani maju untuk menggapainya, karena Becca sedang berdiri di hadapan Raja Utama dan keluarganya, membuat mereka semua harus menghormati sang raja.
“Dan aku tidak menerima penolakan Putri Becca Malcon, jadi sampai bertemu minggu depan di gedung utama Kerajaan Varilia.” Ujar Raja Basilio lagi, tapi kali ini tatapannya tidak tajam atau seperti sebelumnya, tatapannya sedikit berubah, dan ada senyuman tipis yang sekilas tidak terlihat oleh orang banyak, hanya Becca saja yang mengetahuinya.
“Ba.. Baik Yang Mulia.. Terima kasih.” Becca hanya bisa menunduk patuh di sana, dan akhirnya berbalik arah dan berjalan menuju kepada keluarganya yang juga berdiri menantinya.
“Wah, kakak hebat, bisa mengambil hati sang raja utama.” Ujar Benica dengan nada menggoda dan tersenyum kecil.
“Jangan sekarang Benica, aku pusing.” Ujar Becca mengusap kepalanya yang berkeringat dingin.
“Akh lebih pusing dan panik, dasar anak nakal. Astaga.” Ujar Raja Gilbert antara kesal tapi juga khawatir pada putrinya.
“Sudahlah sayang, sebaiknya kita urus Becca dulu, lihat.. Wajahnya sangat pucat seperti zombie.” Ujar Ratu Adela terkekeh pelan, meskipun dia juga sempat jantungan akibat ulah putri pertamanya itu.
👑❤️👑❤️👑❤️
Jadi ada sedikit perbedaan ya untuk bagan posisinya.
Enggak ada istilah Duke disini, adanya raja biasa, kaya Raja Gilbert itu dia cuma raja di daerah kecil, dan dia tidak memiliki kekuatan, di dunia sihir. Jadi hampir semua memakai sihir, kecuali yang enggak ada kemampuan.
Makanya enggak ada istilah keagamaan, bahkan tradisi pernikahannya berbeda, enggak pakai pendeta. Karena menurutku sihir dan agama itu bertentangan 😄😄
Nah Raja Gilbert itu harus tunduk sama Raja Utama, yaitu Raja Basilio. Kalau di bagan Kerajaan Inggris itu, istilahnya Kaisar. Tapi disini istilahnya Raja Utama, dan pasti kekuatannya menjadi pusat sihir di dunia itu.
Udah sekian dari Author, semoga kalian suka ya gebrakan cerita yang baru ini 🥹🥹
Suasana di Kerajaan Varilia cukup berbeda, terlebih setelah tragedi lamaran memalukan kepada Raja Basilio beberapa hari lalu.
Terjadi kegaduhan kecil di ruangan pribadi sang raja. Beberapa pengawal di luar ruangan hanya bisa terdiam, mendengarkan perdebatan antara ayah dan anak yang selalu mereka dengar, hampir beberapa kali.
Beberapa pengawal berbisik penuh tanda tanya, meskipun mereka tidak akan pernah mendapatkan jawaban yang pasti atas raja penasaran mereka. Tidak lama sesosok lelaki dengan mahkota di atas kepalanya, pakaian rapi, dengan jubah menjulang ke bawah. Dialah Pangeran Aldert Oswald, sang pangeran kedua yang usianya tidak berbeda jauh dari putra mahkota.
“Pangeran Aldert, salam.” Ujar seorang pengawal dengan hormat.
“Apakah ayah di dalam ?? Aku ada keperluan dengannya..” Ujar Pangeran Aldert dengan sopan.
“Maaf pangeran, tapi di dalam ada Pangeran Mahkota Ebert yang masih berbicara dengan Yang Mulia Raja Basilio.” Ujar sang pengawal masih berdiri di depan pintu.
Pangeran Aldert menaikkan alisnya, “Begitu ?? Tapi aku harus menemuinya, ada laporan dari wilayah utara.” Ujar Pangeran Aldert membawa sebuah dokumen penting berisikan surat resmi dari wilayah utara.
“Kalau begitu, Pangeran Aldert bisa masuk.” Ujar Pengawal itu, memberikan jalan pada sang pangeran untuk masuk ke dalam ruangan pribadi raja. Karena mereka tahu, aturan yang tidak menghalangi seorang pangeran atau siapapun yang membawa sebuah laporan kepada Raja Basilio.
“Terima kasih.”
Pangeran Aldert memang di kenal ramah, dan rendah hati, dia menghargai siapapun bahkan meski hanya seorang pengawal sekalipun. Karena itu, para pengawal, pelayan serta rakyat lebih menghargai Pangeran Aldert daripada putra mahkota mereka.
Di dalam ruangan.
“Ayah !! Apakah ayah ingin mencoreng nama baik Kerajaan Varilia ?! Ayah menikah dengan putri dari raja biasa ?! Apakah ayah sudah gila !! Hanya karena ibu telah tiada, lalu ayah menggantinya begitu saja !!”
Raja Basilio hanya memberikan tatapan datarnya kepada putranya, ada rasa malas untuk menanggapi ucapan putranya, jadi dia memilih diam sampai sang lawan bicara lelah.
“Apa kau sudah selesai berbicara ??” Tanya Raja Basilio dengan tenang, membuat Pangeran Ebert semakin kesal, seakan ayahnya tidak menanggapi ucapannya dengan serius.
“Apa kau benar-benar akan bertingkah seenakmu sendiri ?! Bagaimana dengan perkataan para bangsawan utama nanti ?!”
Pintu ruangan terbuka, menampilkan sosok Pangeran Aldert berjalan masuk dengan sopan, dan tidak terburu-buru. Saat berada tepat di hadapan Raja Basilio, Pangeran Aldert menundukkan kepala dan tubuhnya sedikit, sebagai penghormatan kepada ayahnya.
“Maaf menganggu waktu ayah, tapi aku ingin mengantarkan pesan dari wilayah utara, mereka mendapatkan masalah pada dana pembangunan dan kekurangan persediaan bahan makanan karena gagal panen.” Ujar Pangeran Aldert dengan sopan, membuat Raja Basilio menganggukkan kepalanya.
“Baiklah, bawa kemari. Aku akan mengurusnya setelah ini.”
Pangeran Aldert menyerahkan dokumen itu, membuat Pangeran Ebert berdecih dan memutar matanya malas, saat melihat adiknya justru memotong pembicaraan mereka dan bertingkah sok ramah.
“Oh iya ayah, aku sangat senang dengan pernikahan ayah besok. Aku juga sudah mengetahui informasi mengenai Putri Becca Malcon, dia sangat cocok menjadi permaisuri di Kerajaan Varilia. Bukankah sebagai anak, aku harus mendukung apapun yang membuat ayah senang.” Pangeran Aldert melirik ke arah Pangeran Ebert saat mengucapkan kalimat terakhir, dan bahkan dia sempat memberikan senyuman tipis ke arah kakaknya sendiri.
Senyuman yang mengandung arti lain, entah apa. Yang jelas, hal itu membuat Pangeran Ebert mengepalkan tangannya, saat melihat senyuman adiknya.
....
Disisi lain, Di Kerajaan Malinia, suasana justru berbeda.
Putri Becca justru terlihat gelisah, dia bahkan memeluk adiknya Benica sembari menangis meraung-raung.
“Huaaa bagaimana ini... Hanya karena aku salah bicara, semua malah jadi kacau..” Ujar Becca memeluk adiknya, sementara Benica hanya bisa menatap datar dan menghela nafasnya.
Benica mendengar alasan kakaknya yang menyatakan lamaran beberapa hari lalu, rupanya Becca sebenarnya ingin meminta perlindungan pada kerajaan kecil mereka, tapi lidahnya kepleset dan malah menyatakan lamaran.
“Tapi kenapa jauh sekali kak.. Dari meminta perlindungan menjadi melamar, tidak ada hubungannya.” Celetuk Benica dengan geli karena merasa perilaku kakaknya yang terkesan konyol saat itu.
“Andai kau tahu.. Bagaimana rasanya di tatap langsung oleh Raja Basilio.. Aku bahkan merasa tidak bisa bergerak dari tempat, apakah mungkin dia memakai kekuatan sihirnya ??” Ujar Becca dengan nada membela diri, tapi juga penuh tanda tanya di bagian akhirnya.
Benica menggelengkan kepalanya, “Jika Raja Basilio memakai kekuatannya, maka aku pastikan kakak akan menjadi patung batu di tengah istana.”
“Ahh !! Jangan berkata seperti itu, terdengar sangat menakutkan !!” ujar Becca langsung melepaskan pelukan itu, dan membulatkan matanya menatap ke arah adiknya, tapi Benica hanya bisa mengangkat bahunya.
“Aku hanya membaca hal sihir seperti itu melalui buku-buku di perpustakaan, jadi untuk praktiknya aku tidak tahu, lagipula kita tidak memiliki kekuatan sihir seperti itu.” Ujar Benica mengangkat bahunya acuh, membuat Becca menghela nafasnya.
“Kau benar.. Tapi setidaknya...” Becca memotong ucapannya sendiri, membuat Benica menoleh ke arahnya.
“Kalian akan selamat, dan hidup aman. Kita tidak akan lagi menerima hujatan dari orang-orang atau di kucilkan, karena kita akan menjadi bagian dari Keluarga Kerajaan Varilia.” Ujar Becca tersenyum kecil, tapi itu membuat Benica sebenarnya tidak suka.
Bukan karena rasa iri, sama seperti ayahnya, Benica tidak mau mengorbankan anggota keluarga yang lain, hanya demi harga diri semata. Pernikahan ini bukan hanya menanggungkan semua beban pada Becca, tapi juga semua hujatan atau hinaan akan tertuju kepada Becca bagi orang yang membenci mereka.
Belum lagi beban moral, yang harus di tanggung Becca setelah menikah. Dia tidak akan bisa hidup nyaman, dan harus bertingkah sesuai aturan kerajaan utama yang jauh lebih ketat daripada aturan mereka.
Tapi Becca justru tersenyum, setidaknya dia bisa menaikkan harga diri keluarganya untuk kali ini, berbeda dengan keputusan di kehidupan lama.
Keinginan untuk menaikkan harga diri keluarga, Becca malah salah mengambil keputusan dengan melamar Pangeran Mahkota Ebert.
Keluarga Malcon semakin di hina, terlebih mereka baru mengetahui karakter putra mahkota yang sangat rasis, sehingga mereka malah di jadikan bahan hinaan oleh sang putra mahkota.
Kali ini, Becca memilih Raja Basilio yang lebih netral, dan bahkan membenci rasisme kepada kaum yang tidak memiliki kemampuan sihir seperti mereka. Justru Raja Basilio akan melindungi mereka dari rasisme orang-orang jahat yang sombong.
“Tapi kakak.. Apa kau akan baik-baik saja ?? Maksudku.. Kau akan tinggal di istana utama yang.. Dipenuhi orang-orang licik dan arogan, juga sombong.” Ujar Benica dengan nada sedih, tapi Becca malah tersenyum.
“Untuk yang itu, aku tidak masalah. Asal kalian senang dan tetap hidup nyaman. Aku hanya khawatir di pernikahan besok, karena.. Aku masih terlalu muda untuk Raja Basilio, usiaku bahkan baru 23 tahun.” Celetuk Becca dengan nada ragu-ragu di bagian akhirnya.
Terlebih Raja Basilio berusia 49 tahun. Usia mereka selisih 26 tahun, dan jujur itu membuat Becca merasa gugup dan kikuk, ya setidaknya Raja Basilio terlihat awet muda dan masih tampan.
Karena memakai sihir yang membuat wajah sang raja masih segar dan bahkan menawan di usia yang hampir memasuki 50 tahun.
“Tidak masalah kakak, toh Raja Basilio masih cukup tampan dan menawan, jadi cocok dengan wajah kakak yang cantik.” Ujar Benica sembari tersenyum, membuat wajah Becca memerah malu.
❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Walahhh jarak usia mereka cukup jauh ya hehehehe gak papa, kadang cowok semakin tua semakin mantab tubuhnya 😏😏 eh maksudnya karakternya 🤭🤭
Udah sekian dari Author ya, btw kalian jangan bingung ya buat tokoh antagonisnya yang mana, karena konfliknya agak berat dan rumit yaitu tentang politik 😅😅
Udah itu aja, sampai jumpa 😉😉
“Pangeran Ebert !!”
Sebuah suara perempuan yang memanggil dengan riang, masuk ke dalam ruangan sang putra mahkota dengan tidak sopan, tanpa mengetuk, bahkan perempuan itu meraih tangan sang pangeran yang masih sibuk mengurusi dokumen di atas meja.
Mungkin dalam daftar orang yang paling di benci oleh para pelayan dan rakyat Varilia, Selina Casey akan masuk dalam urutan pertama.
Bukan karena asal-usulnya, melainkan karena tingkahnya yang terlalu manja dan tidak mengenal tata krama kepada keluarga bangsawan. Tapi apa daya, Pangeran Ebert sendiri yang memberikan kebebasan dan bahkan melindungi Selina jika ada orang yang mempermasalahkan perilaku wanita itu.
Pernah suatu hari, pelayan yang membawakan masakan sup terjatuh karena di tabrak oleh Selina, sehingga kuah itu tumpah ke pakaian Raja Basilio. Tapi tetap saja, Pangeran Ebert malah melindungi Selina dan meminta agar ayahnya tidak menghukum wanita kesayangannya itu.
“Pangeran Ebert, ayo kita berjalan-jalan di taman~”
“Tidak sekarang Selina, aku sedang pusing.” Ujar Pangeran Ebert dengan nada sedikit kesal, Selina melepaskan rangkulan tangan itu, dan menatap ke arah Pangeran Ebert dengan penasaran.
“Ada apa Pangeran Ebert ?? Apakah ada masalah di istana ??”
Pangeran Ebert menghela nafasnya berat.
“Putri Becca Malcon, yang di rumorkan dekat dengan banyak lelaki, dia akan menikah dengan ayahku.”
Selina membulatkan matanya, “Apa ?! Kau tidak bercanda pangeran ?!”
Pangeran Ebert menggelengkan kepala, Selina menutup mulutnya.
“Tapi.. Seingatku.. Dia sering tidur dengan banyak laki-laki, kenapa Raja Basilio mau menikah dengannya ??”
Pangeran Ebert, “Ayah tidak percaya padaku, dan memilih mempercayai wanita asing murahan itu.” Ketus Pangeran Ebert, Selina kemudian terdiam sejenak mendengarkan perkataan mengenai Becca Malcon, hingga dia mendapatkan sebuah ide.
“Bagaimana jika kita hentikan pernikahan mereka, pangeran ?? Daripada kerajaan ini harus menerima perempuan seperti itu, lebih baik jika kita hentikan saja.”
“Bagaimana caranya ??”
“Aku kenal dengan salah satu lelaki yang pernah tidur dengan Putri Becca Malcon, dia bisa datang dan memberikan kesaksian, siapa tahu.. Raja Basilio bisa mengubah keputusannya.”
Pangeran Ebert terdiam sejenak, dia kemudian menganggukkan kepalanya, bahkan matanya mulai berbinar seakan menyetujui ide dari Selina, “Kau benar !! Cepat lakukan semuanya, sebelum semuanya terlambat !!”
Selina menganggukkan kepalanya, “Jangan khawatir pangeran, aku akan mendatangkan sanksi mata itu, agar pernikahan mereka tidak akan terjadi.” Ujar Selina dengan mantap.
...
Sementara di tempat lain, Di Kerajaan Malinia, Keluarga Malcon malah di kejutkan dengan pakaian yang di kirim kepada mereka.
Pakaian khusus untuk Becca sebagai pengantin, dan juga pakaian untuk Keluarga Malcon sebagai keluarga mempelai perempuan.
Becca malah menggelengkan kepalanya, melihat pakaian pengantin yang begitu mewah dan cantik, berhiaskan berlian yang mewah dan permata yang berwarna ungu. Benica malah tersenyum senang, saat menerima gaun yang juga tidak kalah mewah, karena posisinya sebagai adik dari pengantin perempuan.
“Kak.. Sepertinya Raja Basilio terlihat sangat menyukaimu, dia bahkan mengirimkan gaun, dengan bahan terbaik.” Ujar Benica, membuat Becca hanya tersenyum miris.
Tapi aku tidak tahu, apakah aku bisa menyukai sang raja, karena hubungan kita tidak sedekat itu di kehidupan sebelumnya. Batin Becca dengan nada miris.
Apakah dia bisa membalas perasaan sang raja ?? Entahlah hanya waktu yang bisa menjawab semuanya.
“Mungkin..” Ujar Becca dengan kekehan kikuknya, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Selain gaun, ada juga tudung kepala, mahkota kecil sebagai hiasan saja, kalung berlian, sepatu high heels dengan batu permata indah itu juga ada di sana. Membuat hati Becca semakin miris saja, karena pernikahan mewah ini, sama sekali tidak pernah dia inginkan atau timbul di dalam hatinya sedikitpun. Semua murni karena kesalahan mulutnya saat itu, dan entah kenapa sang raja malah mengiyakan lamarannya.
Biarkan saja, mungkin seiring berjalannya waktu, aku bisa mencintai Raja Basilio batin Becca lagi, dirinya kini mulai memikirkan bagaimana cara dia bertingkah lakunya besok di kerajaan, dan tata cara pernikahan dalam kerajaan utama.
“Becca, Benica...”
Suara lembut memasuki sebuah ruangan itu, kedua putri itu menoleh dengan senyuman manis mendengarkan suara dari Ratu Adela, ibu mereka.
“Iya mom- astaga !!”
Keduanya terkejut secara bersamaan saat melihat wanita itu membawa beberapa buku yang begitu tebal di kedua tangannya.
“Mom !! Kenapa tidak memanggil pelayan ?! Bagaimana jika Dad tahu ?? Dia pasti akan marah.” Ujar Benica dengan sedikit marah kepada ibunya, tapi Adela malah terkekeh pelan, dia kemudian menaruh tiga buku tebal itu di atas meja, sambil tersenyum pada kedua putrinya.
“Buku ini berisikan tata cara pernikahan keluarga kerajaan utama, juga tata krama baru untukmu Becca setelah menikah nanti. Kau harus mempelajari semuanya, agar kau tidak di permalukan di sana.” Ujar Adela dengan lembut dan tegas. Dia tidak ingin kedua putrinya di permalukan lagi hanya karena status mereka sebagai manusia tanpa kemampuan sihir, jadi Adela meminta mereka bisa bersifat sopan dan elegan.
“Kalian harus menjaga perilaku dan tingkah laku kalian, agar mereka bisa menghormati kita dari cara kita berbicara atau bertindak.” Lanjut Adela membuat kedua putrinya memasang posisi hormat.
“Siap laksanakan.” Ujar keduanya dengan tegas dan sopan, membuat Adela terkekeh pelan.
“Dan setelah ini, biarkan kita menghabiskan waktu bersama dulu, sebelum akhirnya Becca harus menikah dan menjadi satu keluarga dengan Keluarga Oswald.” Ujar Adela dengan sedikit berat, tapi apa daya, dirinya hanya memiliki keturunan dua putri, yang membuatnya harus ikhlas jika seandainya kedua anaknya menikah dan ikut dengan suami mereka masing-masing.
Malamnya..
Seperti pada hari biasanya, Keluarga Malcon melakukan makan malam bersama, tapi semua itu bukan hanya sekedar rutinitas biasa sebagai manusia untuk mengisi perut saja, tapi juga sebuah acara tersendiri untuk mempererat hubungan antar keluarga.
Meskipun keluarga kerajaan kecil, tapi di sanalah Becca menemukan kehangatan dan arti keluarga yang sejati, tidak ada rasa iri antar saudara, atau kehadiran orang ketiga dalam pernikahan orang tuanya.
Raja Gilbert Malcon tidak berniat mencari selir, hanya karena istrinya melahirkan anak perempuan, bagi Gilbert cinta pertama dan terakhirnya hanya pada Adela saja, bahkan jika seandainya mereka tidak memiliki anak sekalipun, Gilbert akan tetap setia bersama dengan Adela.
Dari sanalah, Becca juga menginginkan cinta yang sama seperti ayahnya, cinta yang hanya tetap untuknya tanpa berbagi dengan perempuan lain atau lelaki lain.
Selesai makan malam, mereka akan saling mengobrol satu sama lain, membuat suasana akan semakin hangat di antara mereka. Tak jarang, candaan kecil atau cerita yang serius keluar dari masing-masing anggota keluarga, Becca juga tidak mau ketinggalan meluangkan sesuatu yang dia rasakan saat ini.
“Tapi Dad.. Aku merasa takut, bagaimanapun pernikahan ini terjadi karena lidah yang kepleset dariku. Aku hanya.. Tidak ingin pernikahan ini tidak berjalan lancar ke depannya, maksudku masalah hubungan.. Apalagi aku masih belum merasakan sesuatu dengan Yang Mulia Raja Basilio.” Celetuk Becca dengan ragu-ragu, membuat Gilbert tersenyum kecil.
“Entah percaya atau tidak.. Tapi Dad yakin, jika ini adalah arah yang benar untukmu. Dan Dad sangat yakin, jika hubungan kalian ke depannya akan sangat baik.” Ujar Gilbert tersenyum dengan manis.
“Aku juga sama kak, aku yakin seiring berjalannya waktu, Kak Becca pasti bisa jatuh hati dengan Raja Basilio.” Ujar Benica tidak mau ketinggalan, dan bahkan terlihat sangat bahagia.
“Kami disini akan selalu bersamamu, jangan pernah berpikir setelah menikah kau akan sendirian. Bagaimanapun kau tetap putriku, dan bagian dari Keluarga Malcon.” Ujar Adela dengan senyuman manis.
Becca mengeluarkan air mata terharu, dirinya begitu bodoh di kehidupan sebelumnya, terlalu nekat melamar Pangeran Ebert sehingga membuat keluarganya harus menyaksikan kematiannya, tapi kini Tuhan benar-benar baik, memberikan kesempatan kepadanya untuk mengulang waktu, dan memilih arahan hidup yang lebih baik.
“Terima kasih, aku menyayangi kalian semua.”
❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Meskipun enggak ada agama disini, tapi Author tetep pakai istilah Tuhan ya hehehehe 😅😅 soalnya kalau pakai dewa juga, jatuhnya sama aja. Dewa sama Tuhan itu arti kata sama, tapi beda pribadi.
Kalau dewa tuh kaya Thor, atau Zeus gitu, tapi kalau Tuhan ya kita tahu sendiri, sosok pencipta langit dan bumi 😌😌 jadi ya, beda sih tapi di bahasa inggris tetep sama.
Udah itu aja dari Author buat kalian, semoga suka ya 😆😆😆
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!