Indonesia
NovelToon NovelToon

TAKDIR YANG KU UBAH

PERWIRA LI GUANG YUE.

Seorang gadis cantik dan anggun terlihat keluar dari sebuah ruangan kantor di salam Markas besar tentara Negara C. jalannya terlihat cepat seperti terburu-buru. Namun ke anggunan nya serta aura tegas berwibawa tetap terlihat di tubuh semampai itu. Dengan pakaian ringkas menutup tubuhnya, celana panjang Jean dan Atasan baju lengan panjang berwarna merah muda serta rambut di ikat ekor kuda dengan pita putih mengikat rambutnya, membuat kecantikannya semakin terlihat menonjol. Tidak kalah dengan para selebritis yang terkenal di masa itu . Gadis itu terlihat membawa tas pakaian di tangan kirinya. Serta tas tangan kecil yang dia gantungkan di pundak kanannya. Dengan langkah sedikit tergesa, Dia melangkah menuju Mobil yang terparkir sedikit agak jauh dari kantor yang dia datangi . Ketika sampai di tempat mobil yang terparkir , Dia berpapasan dengan Pria muda yang memiliki wajah campuran barat dan Tiongkok, Hanya saja wajah baratnya lebih Dominan. Pria itu berjalan berlawanan arah dengan Li Guang Yue . Saat pria muda itu melihat Li Guang Yue berada di dekat mobil sambil membawa tas baju , Dia segera menduga kalau Wanita cantik itu akan pergi . segera Dia memberi hormat ala militer.

" Siang Perwira Yue.. " sapanya dengan tegas.

"Siang Ying Jin.. kau jaga malam..?." tanya Li Guang Yu setelah membalas penghormatan Pria muda tersebut.

"Benar Perwira Yue.. melihat anda membawa tas baju, Apakah hari ini anda akan pulang ke keluarga ..? " tanya Pria muda tersebut dengan ramah . Terlihat anggukan kepala gadis itu menjawab Pertanyaan Ying Jin . setelah membalas sapaan dan menjawab pertanyaan Pria muda tersebut , Li Guang Yu menaruh tas bajunya kedalam mobil. lalu Dia segera masuk kedalam mobil. Li Guang Yue memang memiliki pembawaan yang tenang, dingin dan sedikit acuh. Namun semua orang tahu kalau Dia sebenarnya, Ramah, tegas dan berhati baik. Terutama mereka yang pernah Dia selamatkan dari sakit dan dari kematian. Dokter sekaligus perwira muda Li Guang Yue terkenal sebagai Dokter militer yang sangat pintar dan cerdas, sudah banyak orang yang selamat dari penderitaan karena sakit , saat tangan dingin Dokter Yue menolong mereka. Dan Ying Jin pun pernah mendapatkan pertolongan dari tangan dingin Dokter Li Guang Yue saat Dia terkena tembakan di medan pertempuran dan hampir menewaskannya . Karena tantangan dingin gadis itulah yang menarik dia dari kematian. hingga Dia bisa hidup sampai sekarang.

"Benar , kakekku Sakit , karena itu Aku harus pulang . Aku ambil cuti satu Minggu untuk kembali ke rumah orang tuaku. Oh Ya Jin.. tolong sampaikan maafku pada Yi Yang kalau malam ini aku tidak bisa datang.. " Ucap Li Guang Yue dari atas mobil . Yi Yang kemarin mengundang Dia untuk datang pada acara makan malam di rumahnya. Yi Yang adalah bawahan sekaligus teman paling dekat Di kesatuannya. termasuk juga Ying Jin. walaupun mereka merupakan bawahan dan atasan , tapi Li Guang Yue tidak pernah membedakan atau memperlihatkan status mereka dalam berteman . hanya saja saat di dalam tugas, sikap mereka berbeda. sikap atasan dan bawahan bisa mereka jaga dengan baik . tapi jika di luar tugas, Li Guang Yue tidak pernah membedakan mereka. karena itulah para sahabatnya sangat mengagumi Li Guang Yue .

Dan malam nanti , Li Guang Yue mendapatkan undangan acara makan malam di rumah Yi Yang . semula dia sudah janji akan datang, Namun kabar kalau sang Kakek sakit, membuat Li Guang Yue tidak bisa menunda kepulangannya . Segera dia mengajukan Cuti pada atasannya setelah menerima kabar dari rumah kalau sang Kakek sakit.

"Baik Nona Li.. Nanti akan saya sampaikan pada saudara Yi Yang... " Ucap Pemuda campuran tersebut dengan ramah dan terlihat sangat hormat pada gadis cantik tersebut.

"Terimakasih Jin.. Kalau begitu aku pergi dulu , sampai jumpa. .." Pamit Li Guang Yue.

"Silahkan Perwira Yue.. Hati-hati di jalan.." Ucap Ying Jin ramah. . Namun entah kenapa Ying Jin merasakan hatinya kosong dan sedih saat melihat mobil tentara yang membawa Li Guang Yue pergi menjauh darinya. Dia menatap mobil itu hingga hilang dari pandangan . Dan kini Dia hanya bisa menghela nafas berat, dan kembali melanjutkan langkahnya. Sedangkan Li Guan Yue sendiri setelah berpamitan, segera mobil yang membawa Dia pergi melaju meninggalkan markas militer Negara C menuju bandara. Tiket yang sudah dia pesan lewat Online, menunjukkan kalau keberangkatan pesawat yang akan dia naiki masih satu jam lagi. Sedangkan jarak dari markas ke Bandara membutuh waktu sekitar 40 menitan.

Untuk mengejar waktu, supir mengendarai mobil dengan kecepatan agak tinggi.. mereka takut terlambat sampai di bandara. Mereka takut terhalang kemacetan di jalan nantinya .

Dan saat mereka sampai di bandara, ternyata keberangkatan pesawat masih lima belas menit lagi . Guang Mantan segera turun dari Mobil yang mengantarkan Dia . setelah mengucapkan terimakasih pada Bawahan yang mengantar Dia , Dia segera melangkah menuju ruang tunggu. Tak berapa lama terlihat pesawat yang membawa Li Guang Yue mulai tinggal landas .

Namun entah mengapa saat dia sudah berada di dalam pesawat, perasaan cemas tiba-tiba melanda hatinya . Sejak berangkat tadi, sebenarnya Li Guang Yue memang sudah merasakan perasaan cemas dan gelisah tanpa sebab . Tapi dia berfikir mungkin karena sang Kakek sakit, membuat dia sedikit tidak tenang. Tapi entah kenapa saat ini dia masih merasakan rasa cemas itu. Malah dia merasakan jantungnya berdebar dengan keras , dadanya sesak dan perasaan sedih tiba-tiba ada di dalam hatinya. seolah ada tangan tak kasat mata yang mencengkeram hatinya.

"Ada apa ini..kenapa dadaku berdebar kencang.. Dan rasa cemas itu kenapa semakin kuat, dan tiba-tiba perasaan sedih hadir di hatiku. Apakah akan ada masalah yang akan terjadi , atau keadaan kakek sudah dalam keadaan kritis.. " Ucapnya dengan gelisah . untuk mengurangi kegelisahannya, Dia mengambil majalah yang ada di depannya. Namun kegelisahan yang dia rasakan malah semakin besar . Akhirnya dia memilih mengembalikan majalah tersebut di tempat semula . Lalu Dia memilih memejamkan matanya mencoba beristirahat . Mungkin dengan tidur, dia bisa mengurangi kegelisahan dan rasa cemas di dalam hatinya . rasa gelisah dan cemas itu membuat dadanya terasa sesak . tapi dia tetap berusaha untuk tidur. Namun kembali usahanya gagal. Dia merasakan kecemasannya semakin besar. Seolah tangan besar tersebut semakin meremas jantungnya . sakit.. dia merasakan rasa sakit Hingga membuat rasa sesak di dalam dadanya. membuat Dia sedikit merasakan rasa takut yang tak beralasan .

"Ada apa dengan perasaanku ini..? Kenapa kecemasan semakin besar aku rasakan. Apakah ini firasat untuk Kakek..? Tidak. Jangan sampai terjadi sesuatu pada kakek..perasaan ini membuat dadaku sakit dan sesak, " Ucapnya sambil berdoa untuk keselamatan sang Kakek. Ketika saat Dia sedang khusuk berdo'a, tiba tiba terjadi guncangan hebat pada pesawat. seperti sesuatu menghantam pesawat itu dengan keras. Dan suara pramugari yang menenangkan mereka serta mengingatkan pada mereka untuk melihat sabuk pengaman pada mereka terpasang dengan tepat .

"Maaf semuanya, ada sedikit masalah yang terjadi pada pesawat kita. Tolong lihat sabuk pengaman kalian semua, jika ada yang di lepas, Kami mohon segera pakai kembali.. " Terdengar pramugari memberi peringatan dengan wajah dan sikap tenang . Namun ucapan Pramugari tersebut malah Membuat semua penumpang semakin cemas. Mereka malah merasakan suasana tegang di dalam pesawat.

"Ada apa dengan pesawat ini. Apa sebenarnya yang telah terjadi..! " Seru seorang penumpang Wanita dengan wajah panik.

"Aku juga tidak tahu.. Tapi yang pasti ada masalah pada pesawat ini. Guncangan yang kita rasakan tadi , sepertinya bukan sembarang guncangan.. kenapa aku malah merasa maut mengintai pesawat ini.. " Ucap wanita di sebelahnya dengan wajah terlihat mulai pucat dan ketakutan .

"Tolong jangan berbicara seperti itu. Putra Tinggalkan sedang menunggu kedatangan ku. aku tak mau ada masalah pada pesawat ini.. " ucap Ibu yang duduk tak jauh dari mereka berdua.

" Ya Dewa.. Jangan-jangan ini masalah besar yang mengancam nyawa kita. Semoga saja Dewa menyelamatkan kita. aku belum ingin mati.. Tuhan...tolong kami..." Ucap wanita pertama sambil berdoa. keributan terjadi di dalam pesawat. walaupun Kruh pesawat mencoba menenangkan mereka, tapi tidak bisa membuat para penumpang tenang. banyak penumpang yang menangis ketakutan. terdengar lantunan Doa terucap di bibir mereka

"Nona...ada apa ini..? apa sebenarnya yang terjadi pada pesawat ini ..?" tanya seorang Pria paruh baya saat dua orang Pramugari lewat di dekatnya.

"Tenang saja tuan... Pilot sedang berusaha membuat Pesawat ini kembali baik... percayaan keselamatan kalian pada kami. " ucap salah satu dari mereka dengan wajah berusaha tenang . Namun Li Guang Yue bisa melihat kalau wajah dua Pramugari tersebut Pucat. ada perasaan takut yang mencoba mereka sembunyikan. Dan itu membuat Li Guang Yue curiga. kalau sebenarnya keadaan pesawat bukan seperti yang Dia ucapkan . Dan benar saja , Doa- doa yang mereka lantunkan sepertinya Dewa tidak mengabulkannya. Guncangan lebih besar terjadi kembali . Dan berakhir dengan Ledakan dahsyat pada pesawat. menghancurkan pesawat dan isinya. Dan akhirnya semua berakhir. . sebelum ledakan terjadi, Li Guang Yue menyadari kalau kehidupannya telah berakhir hari itu. Dia pasrah. Hanya satu penyesalan di dalam hatinya, Yaitu tidak bisa bertemu dan mengucap selamat tinggal pada sangat Kakek yang sangat menyayangi Dia. Dan kini dia tidak bisa lagi bertemu dengan sang Kakek. Pria tua yang sangat baik hati . Seseorang yang menyayangi dia dengan sangat tulus. cinta sang Kakek lebih besar kepadanya dari pada Cucu yang lain.

"Kakek.. Maafkan aku... maafkan aku tak bisa me mm intan maaf dan berpamitan denganmu. Maafkan aku yang selama ini banyak menyusahkan kamu.. selamat tinggal Kakek Li hidup lah dengan baik dan tenang . jagalah selalu kesehatanmu... Ma, Pa, Kakak .. selamat tinggal.. " Ucap Li Guang Yue sebelum ledakan itu terjadi. ledakan yang membuat Dia tidak bisa lagi melihat mereka . Namun terlihat di genggaman Li Guang Yue sebuah liontin batu Giok hijau berbentuk labu dengan tali gantung terbuat dari benang tiga warna , tergenggam erat Di tangannya . Liontin Giok ini adalah benda kesayangan yang di berikan sang Kakek saat dia berumur sepuluh tahun. Dan benda ini telah menemani Dia di manapun dia berada. dan sekarang, benda itupun menemani Dia saat pesawat tersebut meledak di udara. Semua penumpangnya di nyatakan meninggal Dunia. Pesawat hanya tinggal puing-puing yang berterbangan di tempat itu. Tentu saja kejadian itu itu mengguncang Negara C. Apalagi mereka tahu kalau salah satu penumpang yang ada di dalam pesawat tersebut , adalah si Dokter dan perwira Jenius yang di miliki Negara C. Berita itu membawa duka yang mendalam bagi jajaran Militer . Terutama Keluarga Li . Sang Mama sampai jatuh Pingsan karena sedih dan Kaget mendengar berita tersebut . begitu juga dengan Kakek Li. Beliau sampai masuk rumah sakit saat mendengar Cucu kesayangannya termasuk dari salah satu korban pesawat yang meledak. Saat berita itu mulai menyebar, banyak rekan dan bawahan Li Guang Yue menangis saat mendengar berita tersebut . Duka mendalam terjadi di Markas militer Negara C. Gadis cantik yang penuh talenta itu, telah kembali pada sang Pemilik hidup.

Namun di sebuah ruang mewah di sebuah Rumah besar, Luas dan Indah ,seorang Pria muda berwajah tampan dan gagah , terlihat tertawa lalu menangis. Di sekitarnya terlihat pecahan benda- benda mahal yang berserakan di lantai marmer rumah kediamannya. Jika orang melihat sikap dan tingkah pria tersebut , pasti mereka akan menyangka atau malah mengatakan kalau Pria itu pria Gila .

"Yue Yue.. Kini kau telah pergi dari Dunia ini . Kau kini tidak akan bisa di miliki siapapun lagi ha ha ha.. Itulah akibatnya Jika menolak Cinta Tuan muda Hao ini . Andai saja kau mau menerima Cintaku, pasti kau akan tetap hidup dengan bahagia bersamaku . apasih kurangnya aku.. di banding Pria itu, bukanlah aku lebih segalanya dari Dia.. kekayaan, ketampanan, apalagi Cinta.. aku lebih mencintaimu dari pada Dia . Aku lebih segalanya dari Dia... Dasar wanita Bodoh. Kau memilih mati dari pada hidup bersamaku... kenapa..? kenapa Yue.., l" Dia tertawa gembira . Namun dari matanya, terlihat air mata mengalir dengan deras. Dan tak lama terlihat perubahan di wajahnya. Yang semula tertawa gembira, Tiba-tiba berganti wajahnya terlihat sinis.

"Gadis sialan...Kau fikir aku tIdak bisa dan tidak tega membunuhku,..? takut untuk membunuh mu..? Salah.. Kau salah sayang...aku berani dan tega membunuhmu, agar membuatmu pergi dari Dunia ini. Tapi semua itu salahmu sendiri.. Kau berani menolak cintaku dan lebih memilih Dia . karena itu Demi menjauhkan kamu dari Pria keparat itu, aku sanggup melakukan apapun itu.. Termasuk membunuhmu...dan sekarang terbukti kan..kau kini pergi selamanya dari Dunia ini..? kau pergi Dari pria keparat itu ha ha ha .." Lalu kembali terdengar tertawanya . Namun tak lama terlihat dia menangis dengan pilu.

"Yue Yue.. Kenapa kau lakukan ini padaku.. Kenapa kau menolak cintaku.. apa kekurangan Ku. Kenapa kau lebih memilih Dia...Andai kau lebih memilih aku, pasti semua ini tak akan pernah terjadi. Pasti kita akan hidup bahagia.. Kau tega sekali padaku Yue... Sekarang kau malah pergi meninggalkan aku.. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang. aku sekarang sendiri...Aku merasakan hidupku tiada guna lagi di Dunia ini. Maafkan aku Yue. maafkan aku yang telah membunuhmu.. Maafkan aku sayang... " Dan terdengar tangisan pilu dari dalam kamarnya. Sedangkan para penjaga yang berdiri di depan kamarnya hanya bisa geleng kepala. Mereka tahu kalau Bos mereka yang seorang kepala mafia dan juga Bos Dunia bawah jatuh Cinta pada perwira muda Li Yuan Yue yang terkenal cantik dan jenius itu. Tapi sayang sekali, Perwira muda itu telah bertunangan dengan Jendral Muda di kesatuan nya. Dan sang Perwira cantik tentu saja menolak cinta Bos mereka dengan tegas. Dan mereka juga tahu, kalau Bos merekalah yang mencelakai pesawat yang membawa sang Perwira muda tersebut. Dan sekarang sang Bos seperti orang gila setelah niatnya terlaksana. Mereka pun hanya bisa geleng kepala, tanpa berani bergosip atau membicarakan masalah tersebut . Kalau sampai mereka berani membicarakan masalah itu, taruhannya adalah keselamatan nyawa mereka.

Udahan dulu ya aku sambung lagi di episode selanjutnya

Bersambung

TERLAHIR KEMBALI

 Li Guang Yue terbangun dan Dia merasakan kepalanya sakit sekali . Tanpa sadar Dia meraba tempat rasa sakit yang Dia rasakan berasa . Terdengar erangan pelan dari mulutnya saat jemarinya menekan luka yang telah di balut rapi . Namun sebelum matanya terbuka, dia mendengar seseorang berseru dengan nada cemas.

" Nona, Nona,, kau sudah sadar.. apakah luka di kepalamu semakin sakit...?" Suara itu membuat Li Guang Yue kaget bukan main .

(Nona,...siapa yang telah memanggilku Nona..? apakah aku tidak mati, apakah sekarang aku sudah berada di Rumah kembali ...tapi bukankah Pesawat yang aku naiki meledak di udara..? mana mungkin ledakan tersebut masih bisa membuatku selamat.) ucap Guang Manyue dalam hati. Karena itu Dia segera membuka matanya . Namun betapa terkejutnya Dia, saat kedua matanya benar-benar terbuka. Ternyata dia sekarang berada di dalam sebuah kereta sederhana. Dan di depannya terlihat seorang gadis yang wajahnya bulat dengan tatapan cemas dan tetesan air mata di pipinya .

" Kereta.. ? Aku di dalam kereta..? Bukankah aku mati di dalam pesawat yang meledak, lalu kenapa aku sekarang berada di dalam kereta,.? kereta siapa ini , dan di mana aku ini .. ? " Ucapnya perlahan.

" Nona Yue Yue.. apakah luka di kepalamu itu masih sakit,.." ucap gadis muda yang sepertinya seumuran atau malah lebih muda dari Li Guang Yue.

"Kau siapa..? dan ini di mana...?" tanya Li Guang Yue lagi. tentu saja pertanyaannya membuat gadis di depannya kaget bukan main.

"Nona..kau melupakan aku..aku Ansi pelayanmu.. " ucap gadis itu dengan wajah kaget dan cemas. .

"Maaf..mungkin sakit di kepalaku ini membuat aku linglung dan sedikit lupa .." ucap Li Guang Yue lagi . Namun rasa sakit di kepalanya membuat Li Guang Yue tak tahan lagi. diapun jatuh pingsan kembali.

 " Nona, kau pingsan lagi. jangan membuat hamba cemas Nona...! " seru pelayan itu sambil menangis. sedangkan Guang Manyun sendiri, kini dia merasakan ingatan sang Pemilik tubuh masuk kedalam otaknya. semua kejadian yang di alami gadis itu, terlihat dengan jelas di otak Li Guang Yue.

(Ini... bukankah ini alur Cerita di dalam Novel yang beberapa waktu lalu aku baca. apakah aku sekarang masuk kedalam Novel yang aku baca..? benarkah itu...? Gila.. aku mati dalam ledakan pesawat di Jaman modern, malah sekarang berinkarnasi ke tubuh peran pendukung Gung Manyue yang menderita akibat Putri palsu Jendral Feng Ji Dan.. dan juga keluarga kandungnya sendiri..? apakah ini kenyataan..? ) dan Dia ingat, saat membaca Novel tersebut dia sangat marah terhadap Keluarga Jendral Feng Ji Dan yang menelantarkan gadis Guang Manyue demi Putri Angkatnya . Mengingat semua itu, Dia ingin segera membuka matanya. Namun sebelum Dia membuka mata, terdengar suara yang menggema di sekitarnya.

"Gadis Li Guang Yue.. maaf jika kau sekarang bukan lagi berada di Dunia modern. kau sekarang berada di Dunia Kuno di Benua Lingwu.... " ucap Suara tersebut. Mendengar suara yang menggema, Guang Manyue berkata dalam hati.

(Benua Lingwu...? bukankah Benua ini adalah Benua yang ada di dalam Novel yang berjudul karma gadis yang tertukar. dan Dia semakin yakin dengan Dugaannya itu. )

"Benua Lingwu..? bukankah Nama Benua ini sama dengan Nama Benua yang ada di dalam Novel.. ? apakah kau pengarang Novel tersebut. lalu kenapa kau membawaku kemari..? " tanya Li Guang Yue dengan nada kesal dan juga penasaran .

"Aku bukan pengarang buku yang kau maksud . aku adalah kekuatan yang ada di dalam tubuhmu. tarulah ini Dunia Novel yang kau maksud itu , tapi aku bukan pengarangnya. aku membawamu Ke dunia yang sekarang kau tempati ini , agar kau bisa mengubah kehidupan Guang Manyue. Gadis ini banyak menderita. Dia tak rela meninggalkan tubuhnya, ..Dia ingin menyelamatkan keluarga kandungnya dari tangan gadis Palsu tersebut. .." ucap suara tersebut.

"Aku..? kenapa mesti aku,..? kenapa tidak kau hidupkan kembali gadis itu. Biar Dia sendiri yang melakukannya...kenapa mesti aku..? " tanya Li Guang Yue dengan nada kesal.

"Itu tidak mungkin, Dia sudah tidak bisa masuk kembali kedalam tubuhnya, lagi Pula dia tidak memiliki kekuatan seperti yang kau miliki. kekuatan tubuhnya tidak mampu Dia bangkitkan . tapi aku bisa melihat kalau kekuatan Roh yang kau miliki mampu membangkitkan kekuatan tubuh yang sekarang kau tempati .. " ucap Suara tersebut . Mendengar penjelasan itu, Li Guang Yue terdiam. rak lama Dia berkata.

"Aku membaca di dalam Novel tersebut, kisahnya sangat bertentangan dengan hati kecilku. mengingat kelakuan mereka pada gadis Guang Manyue, rasanya aku tidak sanggup hidup bersama mereka. Mereka bodoh, mereka lemah, mereka egois, mereka tak mau mempercayai pada darah daging mereka sendiri. " ucap Guang Manyue kesal.

"Kami tahu itu . tolonglah Guang Manyue, agar dia bisa pergi dengan tenang ke alam keabadian..." ucap Suara tersebut dengan nada memohon.

"Jika aku mau membantu Guang Manyue, apakah aku boleh keluar dari Kediaman Mereka, maksudku aku tidak ingin hidup bersama mereka. aku akan membantu Mereka dari luar kediaman Jendral Feng Ji Dan saja . Bolehkah ?" tanya Guang Manyue .

"Tidak Bisa..kau harus tetap bersama mereka. tapi jika mereka mengusirmu dari Kediaman Jendral Feng Ji Dan, kau baru bisa keluar dari rumah mereka. dan bisa hidup di luar kediaman sang Jendral..." ucap suara itu kembali.

"Ck repot sekali... tapi baiklah aku akan melakukannya, demi membalas budi pada tubuh yang aku tempati dan sekarang aku miliki ini , aku akan membantu menjaga Saudara dan kedua orang tuanya dari kejahatan si Putri teratai putih tersebut. tapi aku akan segera keluar dari tempat mereka saat ucapan pengusiran keluar dari mulut penghuni kediaman sang Jendral.. " ucap Li Guang Yue dengan gembira.

"Bagus.. itu yang aku harapkan.. sekarang kau bisa mulai menikmati kehidupanmu dengan tubuh Guang Manyue. .." ucap suara itu.

"Tunggu...kau tadi berkata kalau kau itu kekuatan yang ada di dalam tubuh ini.. maksudmu apa.. apakah kau itu semacam malaikat atau Iblis yang ada di dalam tubuh inj..?" tanya Li Guang Yue dengan wajah serius.

"Bukan kedua- duanya. aku hanya kekuatan tersembunyi di dalam tubuh ini. kau akan merasakan kekuatan itu sedikit demi sedikit . Dan aku baru bisa terbentuk sempurna jika kekuatanmu telah kuat dan Kokoh . suatu saat kau pasti akan tahu sendiri siapa aku . saat ini aku hanya bisa menjaga dan membimbing mu tanpa kau sadari . " ucap suara itu kembali.

"Maksudmu aku tanpa sadar telah membangkitkan dirimu (kekuatan misterius)..?" tanya Li Guang Yue keheranan.

"Benar... " jawabnya singkat . Li Guang Yue Pun tak lagi bertanya. dia segera memusatkan pikiran untuk bisa membuka matanya. rasanya kelopak matanya sangat susah di buka. mungkin karena kekuatan itu, akhirnya dengan muda Li Guang Yue sadar dari pingsannya

"Nona.. kau sudah sadar...? " ucap Ansi(pelayan Guang Manyue)

"Ansi... sampai di mana ini. ? " tanya Guang Manyue.

"Baru saja kita memasuki gerbang kota, Nona..." jawab Ansi. Kuil agung memang berada di luar kota. butuh waktu satu jam lebih dari Kuil Agung kerumah Jendral Feng Ji Dan. Di dalam cerita, Guang Manyue terluka di tangan Pembunuh bayaran yang di kirim oleh Feng Li Nan dan Ayahnya . yaitu Putri Angkat Jendral Feng Ji Dan. Namun gagalnya pembunuhan itu, karena Guang Manyue di tolong oleh seorang Pendekar paruh baya yang tak sengaja berada di tempat pembunuhan. Luka parah di kepala Guang Manyue, akibat pukulan keras dari salah satu Penjahat tersebut. Setelah mengusir para pembunuh bayaran, Pendekar tersebut membantu menangani luka di kepala Li Guang Yue. untunglah sang Pendekar tersebut juga ahli pengobatan. setelah mengobati Guang Manyue, Pendekar tersebut pergi melanjutkan perjalanannya.

"Nona..Luka di kepalamu kembali berdarah...! apa yang harus hamba lakukan. ?" Seru Wanita muda di depannya dengan wajah cemas.

"Tidak masalah An..aku tidak apa- apa, tenanglah .." ucap Guang Manyue lembut.

"Tapi Nona..."

"Jangan cemas..aku tidak apa- apa. lebih baik bersiaplah, sebentar lagi kita akan sampai di Rumah kediaman sang Jendral.." ucap Guang Manyue lagi. Walau pun di dalam hatinya Li Guang Yue merasa penasaran, apa yang akan di lakukan Feng Li Nan saat Dia melihat dia kembali dalam keadaan sehat seperti sekaran ini. tapi wajahnya menunjukkan ketenangan.

"Nona.. apakah kita akan memberitahu Nyonya dan Tuan Muda atas serangan yang terjadi pada kita hari ini. .?" tanya Ansi lagi.

"tidak usah...aku tahu siapa yang mengirimkan Pembunuh itu . lebih baik kita biarkan saja semua ini berlalu. berpura-pura lah tidak terjadi apa- apa pada kita..." ucap Li Guang Yue.

"Itu tidak mungkin Nona.. Nona terluka karena para penjahat itu dan hamba yakin tujuan mereka ingin membunuh anda..." ucap Ansi dengan wajah kesal dan marah .

"Katakan saja kalau aku terjatuh saat kembali tadi. lagi pula saat ini aku sudah tidak apa - apa kan..?" kata Guan Manyue lagi .

"Tapi Nona..." gadis itu seolah tak rela jika masalah para pembunuh yang ingin membunuh Nona nya tidak di ketahui oleh Keluarga Jendral Feng.

"Tidak ada tapi- tapi An... Kau tahu sendiri sikap mereka padaku, nanti bukannya membela ku, mereka malah akan menuduhku ingin mencari perhatian mereka. mereka tak akan percaya kata-. kata yang kita ucapkan An... dan kau pasti tahu, hukuman apa yang akan mereka berikan padaku. karena Mereka akan menuduhku pembohong besar. berbohong demi mencari perhatian mereka. dan belum lagi kalau Si Nona Feng Li Nan menambahkan kata- kata yang akan menyudutkan kita .." ucap Guang Manyue dengan sikap dan wajah dingin dan datar. Mendengar ucapan sang Nona, Ansi terdiam. dia membenarkan ucapan Guang Manyue.

"Benar apa kata Nona, Jika kita mengatakan pada Nyonya besar, pasti Nona Yue Yue kembali mendapatkan masalah. lebih baik kita menyembunyikan masalah ini maafkan Ansi Nona...Ansi tidak berfikir sejauh itu..." ucap Pelayan itu dengan wajah Sedih.

"Jangan bersedih, suatu saat mereka akan mengetahui kebenaran nya. ( Dan aku akan membuka topeng gadis sialan itu.) " kalimat terakhir Guang Manyue ucapkan di dalam hati.

( Inilah resiko yang harus aku dapatkan..saat aku mengabulkan permintaan sodik tadi. Kenapa aku mesti masuk ke dalam Novel ini. Menjadi pemeran pembantu yang di bully pula. Dan kalau tidak salah sekarang ini aku berada di episode kedua. semua yang ku katakan pada Ansi tadi hanya untuk menghindarkan diri dari hukuman yang akan aku Terima . jika mengikuti alur cerita. Di mana pemilik tubuh ini baru kembali dari Kuil Agung yang ada di luar kota. Dia yang terluka dan tubuhnya masih lemah, sampai di rumah pun masih mendapatkan masalah. Di tampar dan di hukum tidak di beri makan selama dua hari.

karena di anggap suka berpura-pura dan berbohong untuk mencari perhatian keluarga . apalagi di tambah Fitnah keji Si Feng Li Nan. Sial.. kenapa harus aku yang masuk kedalam Dunia Novel ini.. apa tadi.. ada kekuatan di salam tubuhku..? dan suara tadi adalah kekuatan yang tersembunyi di dalam tubuh ini..? Memangnya orang lain tidak bisa Ya..? Kenapa mesti aku yang Dia pilih . Sial..ee ..tapi Tunggu dulu...apakah ini karena namaku yang hampir sama dengan nama sang pemilik tubuh ...? Namaku sendiri Li Guang Yue , sedangkan gadis ini berna Guang Manyue . Apakah karena ini...? Aaa..Benar - benar sial ,..) ucap Guang Manyue dalam hati.

Sedangkan An Si sendiri terlihat menatap sang majikan dengan perasaan bingung dan cemas.

( Ada apa dengan Nona Yue..? apa yang terjadi sebenarnya. tapi aku merasa Nona Yue berubah setelah siuman dari pingsannya.. )Ucap An Si dalam hati. Dia menatap sang Majikan dengan tatapan heran dan cemas. Melihat tatapan Ansi padanya , Guang Manyue tersenyum.

"Ada apa An.. apakah kau tak percaya kalau aku baik- baik saja..? " tanya Guang Manyue lagi.

"Ti.. tidak ada apa-apa Nona... hanya saja saya melihat anda banyak berubah. sikap anda tidak lagi ketakutan seperti biasanya... " ucap Ansi jujur.

" Benarkah..? kalau begitu kau suka aku seperti apa..? " tanya Guang Manyue menggoda.

"Hamba ingin anda bersikap seperti ini, cerdas lembut dan banyak perhitungan. tidak seperti Nona Yueyue yang dulu. maaf, penakut, rendah diri dan lemah. " ucap Ansi jujur. terlihat gadis itu menundukkan kepalanya karena takut. Mendengar kata- kata jujur Andi, Guang Manyue tertawa.

"Baiklah, kalau begitu aku memilih sikap seperti ini saja. agar pelayan setiaku gembira.. " goda Guang Manyue.

"Nona... anda mengejek hamba.. " ucap gadis itu malu. Namun terlihat senyum gembira di bibirnya.

 "Ansi...sampai di mana kita sekarang ini...? " Tanya Guang Manyue sambil mengintip keluar. begitu juga dengan Ansi. gadis itu malah menyibak tirai kereta lebih lebar.

"Sepertinya kita hampir sampai di rumah, Nona.." Ucap Ansi.

 " Baguslah.. kalau begitu bersiaplah..." Ucap Guang Manyue .

"Baik Nona..oh ya Nona.. ini kalung yang hamba ambil saat anda menjatuhkannya tadi.." ucap Ansi sambil mengulurkan Liontin Giok labu yang bertali benang tiga warna . Melihat Liontin di tangan Ansi, Guang Manyue kaget bukan main.

(Bukankah Liontin ini pemberian dari kakek Li.. kenapa benda ini ada di tangan Ansi ) dengan segera Guang Manyue mengambil Liontin tersebut.

(benar. ..Liontin ini Liontin pemberian kakek.. apakah benda ini sengaja ikut aku datang ke Dunia Kuno ini .?)..ucap Guang Manyue dalam hati.

"Dari mana kau ambil Liontin ini.. Dan kapan itu..?" tanya Guang Manyue pada Ansi.

"Tadi, saat anda akan sadar. Benda itu jatuh dari tubuh anda.. memangnya ada apa Nona..?" tanya Ansi dengan wajah heran.

"Tidak ada apa- apa An.. benda ini memang milikku. tapi apakah kau masih ingat, Nenek pernah memberiku Cincin bertuah milik keluarga Feng . " tanya Guang Manyue pada sang pelayan.

"Ada Nona.. benda itu hamba menyimpannya dengan baik . Hamba tahu benda ini sangat berharga. Karena itu hamba tidak berani menaruh sembarangan. hamba takut hilang.." ucap Ansi sambil mengambil bungkusan kecil dari lengan bajunya. dan memberikan Cincin yang terbuat dari Giok Hijau tua yang terlihat sangat bening dan Cerah . Segera Guang Manyue mengambil Cincin tersebut dari tangan Ansi. Di dalam cerita, Feng Li Nan bisa merebut cincin ini dari tangan Ansi karena tanpa sengaja Cincin ini terjatuh gara- gara Ansi menolong Guang Manyue yang terjatuh saat terkena tamparan dari sang ibu . semua ini karena mereka terlambat sampai di rumah. Kemarahan ibu karena mendapatkan Fitnah dari Feng Li Nan. Dia berkata kalau Guang Manyue mengadakan janji pertemuan dengan seorang Pria sepulang dari Kuil. Karena takut mempermalukan Kediaman Sang Jendral, Nyonya Besar Feng menampar Guang Manyue. karena kerasnya tamparan dari Nyonya Feng, membuat Guang Manyue terjatuh. Dan saat itulah Ansi buru- buru mendekat untuk membantu ang Nona . Namun karena terburu- buru, Cincin yang selalu dia bawa terjatu. Dan Feng Li Nan Kembali Memfitnah Guang Manyue soal cjncin itu . Dan akhirnya Cincin itu Dia miliki. Di dalam cerita mengatakan, kalau karena Cincin inilah kehidupan Feng li Nan selalu beruntung. Tapi di dalam buku tidak di jelaskan, kenapa Feng Li Nan bisa beruntung gara- gara Cincin ini.

"Sekarang biarkan benda ini aku simpan sendiri An..maaf bukannya aku tidak mempercayaimu, tapi aku takut, jika tanpa sengaja Feng Li Nan mengetahui keberadaan benda ini, Dia pasti akan merebutnya dari tanganmu. karena itu, demi keselamatanmu, aku akan membawa sendiri Cincin pemberian Nenek ini An " ucap Guang Manyue .

"Mengapa anda meminta maaf Nona. ini memang barang milik anda sendiri. memang seharusnya anda menyimpannya sendiri. benda- ini merupakan benda berharga pemberian Kakek dan Nenek . hamba yakin anda pasti bisa menyimpannya dengan benar..." ucap Ansi dengan wajah gembira. memberikan benda itu pada sang Pemilik , membuat Ansi seperti terlepas dan bebas dari tanggung jawab yang besar . Guang Manyue tersenyum mendengar ucapan Pelayannya .

"Tapi ingat An. .rahasiakan keberadaan benda ini " ucap Guang Manyue.

"Tentu saja Ansi akan merahasiakan soal ini Nona.. Hamba tahu bagaimana Nona muda Li Nan yang suka merebut barang milik Nona. Dan hamba juga tidak ingin dia merebut Cincin pemberian kakek dan Nenek ini dari tangan anda.." Ucap Ansi.

Tanpa terasa kereta yang mereka naiki sampai di depan kediaman Jendral Feng Ji Dan. Tuan Feng Ji Dan merupakan Jendral besar kerajaan Gongyun. kekuasaan Jendral Feng di bawa Jendral Agung. sang Pahlawan besar penguasa Prajurit Kerajaan Gongyun . Karena itulah Jendral Feng sangat di kagumi rakyat Kerajaan Gongyun

Dan saat kereta akan berbelok membawa Guang Manyue ke arah samping kediaman sang Jendral, Guang Manyue segera menghentikannya

" Tunggu... Kau mau membawa kereta ini kemana Paman Dan....?!" Tanya Guang Manyue sambil melihat keluar kereta.

" Seperti biasa Nona, lewat jalan samping rumah." Ucap Kusir yang bernama paman Danji.

" Tidak... Kali ini kita lewat pintu depan. " Ucap Guang Manyue datar .

" Tapi Nona... " kata sang Kusir dengan wajah takut. Dia tahu kalau Guang Manyue merupakan Putri Kandung Jendral Feng. tapi gadis ini tidak di hargai atau tidak di anggap oleh keluarga sang Jendral. namun Walaupun dia tahu kalau Guang Manyue tidak di anggap dan tidak dj hormati oleh penghuni rumah kediaman sang Jendral, tetapi di hati kusir tua ini masih ada rasa hormat pada wanita ini. Terkadang dia meneteskan air mata saat melihat ketidak adilan terjadi di depan matanya . Saat dia melihat perbedaan kasih sayang yang di Terima Nona Yue dan Nona Li Nan di rumah itu. Namun dia tidak bisa membela sang Nona. Karena dia tahu, bukan hak dia mengutarakan pendapat atau pembelaan di rumah itu.

" Kita masuk lewat pintu depan saja, Paman, kalau ada masalah biar aku yang menghadapinya. " Ucap Guang Manyue dengan wajah dingin.

" Baik Nona... " Ucap Kusir tua tersebut. Segera dia menghentikan kereta di depan kediaman Sang Jendral. Lalu Ansi dan sang Kusir turun untuk mengetuk pintu gerbang. Dan benar apa yang di fikirkan Paman Dan, saat mereka melangkah mendekati pintu gerbang, , Dua penjaga melarang mereka masuk. Guang Manyue melihat, kalau Paman Dan dan Ansi sedang berdebat dengan dua penjaga pintu gerbang. Mendengar dan melihat kejadian itu, Guang Manyue turun dari keretanya.

" Ada apa Ansi, Paman Dan ...? " Tanya Guang Manyue dengan wajah dingin.

" Mereka melarang kita masuk lewat pintu depan Nona. ." Ucap Ansi dengan wajah sedih. Mendengar perkataan sang pelayan, Guang Manyue menatap kedua pengawal tersebut dengan tatapan tajam dan dingin. Melihat sikap Guang Manyue serta tatapan dinginnya , kedua pengawal tersebut merasa tubuh mereka membeku.

" Kalian melarang ku lewat pintu ini..?" tanya Guang Manyue dengan wajah dingin. Namun sikap Kedua penjaga yang tadinya merasa sedikit ketakutan, kini memiliki kepercayaan diri kembali. Karena mereka tahu kalau keluarga sang majikan mengabaikan gadis ini .

" Bukankah setiap hari seperti itu Nona Yue Yue...? anda selalu lewat pintu samping.. " Ucap mereka dengan nada mengejek.

" Kalau begitu mulai sekarang aku mau lewat pintu ini . menyingkir lah... " Ucap Guang Manyue dingin

" Tidak bisa.. Nyonya besar melarang anda lewat sini..." kata penjaga tersebut dengan nada menghina . Tapi Guang Manyue tahu kalau perintah itu bukan dari Nyonya Feng, tapi dari si Putri Palsu.

" Sekali lagi aku katakan menyingkir lah...atau kalian akan menerima akibatnya " Ucap Guang Yue lebih dingin lagi.

" Maaf.. Lebih baik anda lewat pintu samping saja.." jawab salah satu dari penjaga tersebut. Mendengar ucapan yang di lontarkan sang Penjaga, Dengan gerakan cepat Guang Manyue menendang kedua penjaga tersebut hingga terlempar menghantam tembok gerbang dan yang lain menghantam pintu gerbang. Hingga menimbulkan suara keras sebelum tubuh mereka ambruk ke tanah.

Melihat gerakan Guang Manyue yang cepat, membuat pelayan dan sang Kusir Serta para pejalan kaki yang kebetulan lewat tempat itu, terlihat terkejut melihat kejadian itu. Karena mereka tahu siapa Guang Manyue . Gadis lemah, bodoh, penyakitan yang dua tahun lalu datang dari desa . Dan mereka tahunya kalau Guang Manyue adalah kerabat jauh dari sang Jendral yang baru datang dari desa . Dan kini mereka melihat gadis desa itu menendang Penjaga rumah sang Jendral hingga terlempar bagai layang- layang . Sedangkan mereka tahu kalau penjaga kediaman sang Jendral merupakan penjaga pilihan. Terlihat mereka memuntahkan darah segar.

" Kau menendang kami...! " Seru Salah satu penjaga tersebut dengan wajah tak percaya.

" Bukankah tadi aku sudah memperingatkan kalian .. ? kenapa.. kalian tak percaya..?" " Ucap Guang Manyue dingin. Terlihat mereka sangat marah. Namun tubuh mereka tak mampu berdiri. Sedangkan Nyonya Lu Sangyi dan Feng Li Nan yang berada di kediaman Nyonya Lu, terkejut saat mendengar pelayan melaporkan kalau Guang Manyue membuat keributan di pintu gerbang.

" Apaa.. Guang Manyue membuat keributan di pintu gerbang...! " Seru Nyonya Lu dengan wajah kaget dan marah.

" Ibu, sabar dulu.. Mungkin kakak sedikit merasa kesal saja. Jangan marah Bu... " Ucap Feng Li Nan dengan wajah di buat sedih dan mengusap lengan Nyonya Lu. Walaupun di dalam hati dia sangat gembira namun juga kesal. sebab apa yang mereka rencanakan ternyata gagal.

" Sialan.. Kenapa gadis sialan itu masih bisa kembali lagi. Bukankah aku sudah menyuruh pembunuh bayaran untuk menghabisi Dia... " Ucap Feng Li Nan dalam hati.

"Dasar gadis pembuat Onar. bukankah dia baru saja kembali dari Kuil Agung, Kenapa sikapnya masih seperti gadis jalanan yang tak punya tata krama.. " seru nyonya Lu Marah.

Maaf udahan dulu ya.. aku lanjut pada episode selanjutnya.

Bersambung.

BERTEMU NENEK.

Feng Li Nan juga merasa heran, kenapa para Pembunuh bayaran tidak bisa membunuh gadis itu. Bukankah para pembunuh bayaran itu memiliki ilmu yang cukup tinggi, lalu di mana salah mereka..? Kenapa hanya membunuh gadis yang lemah, bodoh dan tidak memiliki ilmu beladiri sama sekali , mereka gagal melakukannya. namun kekesalannya melihat kegagalan para pembunuh bayaran untuk membunuh gadis itu, sedikit terhibur saat melihat kemarahan pada Nyonya Lu

"Dasar gadis Sialan, dia selalu membuat masalah. apakah Dia tidak merasa bersalah setiap membuat masalah seperti ini. kenapa dia tidak bisa menjaga sikap dengan benar. bukankah Dia baru kembali dari Kuil Agung. Lalu apa yang Dia hasilkan dari Dia tinggal di Kuil Agung selama satu minggu ini. Dasar gadis tak tahu diri. Ayo kita temui Dia . " Ucap nyonya Lu dengan wajah terlihat sangat marah .

"Ibu , Sabar Bu.. Nanti ibu sakit lo..." Ucap Feng Li Nan dengan wajah lembut munafik.

Dengan segera Nyonya Lu dan Feng Li Nan keluar menuju pintu gerbang. Saat mereka sampai di pintu gerbang, mereka melihat Guang Manyue sedang berdebat dengan dua penjaga. Di sekitar mereka terlihat banyak penduduk yang melihat pertengkaran mereka. Segera nyonya Lu Dan Feng Li Nan mendekati mereka.

" Ada apa ini.. kenapa kalian membuat keributan di depan pintu gerbang, apakah kalian tidak merasa malu. " seru Nyonya Lu dengan wajah marah. Mendengar suara teguran , Guang Manyue yang sedang berdebat menghentikan ucapannya . Dia melihat kearah orang yang menegur mereka. Terlihat seorang ibu dan seorang wanita muda bersama beberapa pelayan sedang berdiri menatap kearah mereka. Wanita paruh baya itu berwajah cantik dan anggun. terlihat wajahnya sedikit beneran karena marah . sedangkan Wanita muda yang berdiri di sisi nya terlihat tersenyum licik. Dan para Pelayan menatap Dia dengan tatapan menghina. seketika Lu Guan Yue menyadari siapa mereka ini. ibu kandung tubuh ini, dan si teratai putih.

( Oo.. Inikah Nyonya Lu yang bodoh itu.? Ibu yang menindas Putri kandung nya hanya karena menjaga perasaan Putri yang bukan darah dagingnya, yang sudah dia rawat selama ini ...? Harimau saja masih lebih pintar dari Dia, seekor hewan tidak akan tega membunuh dan membenci darah dagingnya, Tapi Dia.. karena hasutan dari Putri angkatnya dan menjaga kasih sayang pada sang Putri Angkat, dia tega mengabaikan dan menindas putrinya sendiri. Tanpa tahu kebenarannya, dia menghukum dan mengabaikan Putri kandungnya . Dan dengan tega mengirim ku ke Kuil Agung selama satu minggu. Benar- benar ibu hebat. Ck.. Kasihan sekali.. Sekarang dia begitu membela gadis itu, tapi dia tak akan pernah menduga, kalau Bencana kehancuran keluarga Jendral Feng karena ulah sang Putri angkat. ) . ucap Guang Manyue dalam hati, sambil menatap wanita paruh baya yang berdiri di depan pintu gerbang . Tapi yang tidak di sadari Guang Manyue adalah, suara hatinya terdengar oleh Nyonya Lu . Semua yang dia ucapkan tadi sangat jelas di dengar oleh wanita paruh baya tersebut . Terlihat wajah Nyonya Lu kaget bukan main.

" Siapa.. Siapa yang berbicara ngawur ini ha..?" Serunya marah. Dia yang sedang menatap Guang Manyun tidak melihat gadis itu membuka mulutnya . jadi tentu bukan dia. Dia menatap sekitarnya.

"Ibu..bicara ngawur apa..? siapa yang bicara ngawur Bu...?" Tanya Feng Li Nan dengan wajah heran.

.

"Kau tidak mendengar suara wanita yang sedang bicara ngawur. ?" Tanya Nyonya Lu keheranan.

"Bicara ngawur..?Li Nan tidak mendengar wanita yang sedang berbicara Bu...Aku malah sedang mendengar laporan Pengawal yang membicarakan Adik Manyue.. ibu bisa lihat dan dengar sendiri perkataan mereka " Dan Nyonya Lu memang melihat kalau pengawalnya sedang melaporkan kesalahan Guang Manyue .

" Dia datang langsung marah- marah nyonya.. Dan saat kami meminta dia masuk lewat pintu samping, dia menolak..." Ucap pengawal membela diri dengan nada bangga. .

"Pintu samping...? " Ucap Nyonya Lu terlihat berwajah heran.

(Heran kan... apakah kau tidak tahu kalau selama ini Putri kandungmu tidak pernah di ijinkan menginjak pintu depan rumahmu Nyonya . Mereka mengatakan kalau kaulah yang melarangnya. Bukankah ini larangan yang hebat Nyonya Lu..) ucap Guang Manyue dalam hati. Nyonya Lu kembali bingung saat mendengar suara itu . mendengar ucapan dan nada suara itu, Dia mulai curiga, kalau suara itu adalah suara Guang Manyue. Dia menatap gadis itu. Tapi dia tidak melihat Guang Manyue membuka mulutnya. Dan di depan Nyonya Lu, terlihat Ansi berusaha menyangkal perkataan Penjaga

"Dia bohong Nyonya.. Dia tadi menghalangi kami masuk kedalam Halaman kediaman, mereka berkata kalau Nona Guang Manyue tidak boleh lewat pintu utama, kami hanya boleh masuk lewat pintu samping. Dan itu perintah Nyonya sendiri. Apakah semua yang di katakan mereka benar adanya nyonya. ? apa benar kami tidak di ijinkan lewat pintu gerbang utama..? " Tanya Ansi sambil menatap nyonya Lu. . Sedangkan nyonya Lu masih menatap pada Guang Manyue dengan wajah penasaran.

"Apakah suara itu suara Guang Manyue..?Tapi kenapa Feng Li Nan tidak mendengar juga..?Apakah hanya aku yang bisa mendengar suara itu, . " Ucap Nyonya Lu dalam hati. Dia menatap kembali pada semua orang. Walaupun Dia curiga pada Guang Manyue, tapi dia masih Mencari siapa sebenarnya yang barusan berbicara. Pada saat itu tiba-tiba terdengar suara kembali.

(Kenapa nyonya Lu tidak menjawab pertanyaan Ansi, atau dia bingung menjawab pertanyaan sederhana itu. Tinggal jawab saja Iya atau tidak, gampang kan.. Lalu aku akan membuat dia semakin benci padaku. Dan kalimat yang aku harapkan akan terucap dari mulutnya. Kalimat pengusiran yang di tunjukkan padaku . dan aku dengan senang hati akan keluar dari kediaman ini. Atau, apakah aku tambah saja apinya ya.. biar dia semakin marah. ) ucap hati Guang Manyue. Mendengar suara itu kembali, tatapan Nyonya Lu terlihat mengarah pada Guang Manyue. Dan Dia melihat kalau Guang Manyue tidak membuka mulutnya. Dan tak lama Guang Manyue berkata.

"Nyonya Lu.. Kalau memang itu perintah anda, baiklah kami minta maaf, kami salah nekad ingin lewat gerbang utama, seharusnya kami sadar, kalau kami hanya boleh masuk lewat pintu samping.. maafkan kami Nyonya... " Ucap Guang Manyue dingin.

( sekarang aku ingin tahu, apa yang akan Nyonya Lu lakukan padaku, apakah Dia akan semakin membenciku, lalu segera mengusir ku dari tempat ini ...? Waah.. Jika itu terjadi, itu sangat Kebetulan sekali. Karena aku mengharapkan Dia segera mengusir ku. Dari pada aku terkena sial mereka , lebih baik aku keluar dari rumah ini. Kalau soal janji, aku bisa melakukannya dari luar Kediaman ini . Ayo Nyonya.. Usir saya. Biarkan aku pergi dari kediaman kalian) ucap Guang Manyue lagi.

Mendengar serentetan ucapan Guang Manyue, barulah Nyonya Lu menyadari, kalau suara yang dia dengar adalah suara Guang Manyue.

("Ternyata suara itu suara hati Guang Manyue.. Lalu Apa yang terjadi, kenapa aku bisa mendengar suara gadis itu tanpa dia membuka mulutnya ., tunggu... apakah ini suara hati Gadis itu. Dan apa tadi, Dia ingin pergi dari rumah ini..? lalu apakah benar semua yang dia katakan tentang Nan'er.. kalau Nan'er akan membawa bencana di rumah ini..? ) tanya Nyonya Lu dalam hati dengan wajah kaget dan Syok . Kini di dalam hati mulai ada keraguan dan waspada pada Feng Li Nan. Walaupun itu hanya sedikit saja. Setelah terdiam cukup lama, nyonya Lu menatap Pengawal dan Ansi bergantian. Dia tidak bisa menilai keduanya. Karena sejak tadi dia tidak mendengar omongan Ansi, tapi dia sempat mendengar kata- kata Guang Manyue . Dan juga penjaga yang menyuruh Guang Manyue lewat pintu samping. Karena itu Dia menatap kembali pada Penjaga.

"Jadi keributan ini hanya karena Dia mau masuk kedalam rumah lewat gerbang utama ..?" Tanya Nyonya. Lu dengan wajah heran . Sedangkan Feng Li Nan terlihat gelisah dan wajahnya sedikit pucat . Namun beda dengan penjaga di depan mereka. mendengar ucapan Nyonya Lu penjaga tersebut merasa kalau tindakan Dia tadi benar adanya. Karena itu dia berbicara dengan lantang dan bangga .

"Benar Nyonya.. Semua ini gara- gara gadis sialan itu memaksa masuk lewat pintu gerbang ini . Hamba sudah menyuruh dia lewat pintu samping, tapi dia memaksa masuk lewat pintu gerbang ini.. Dan saat Kami tidak mengijinkannya, Dia marah dan memukul kami Nyonya " Ucap penjaga berbicara dengan nada seolah mereka telah teraniaya . Tentu saja ucapan penjaga tersebut membuat Nyonya Lu kaget.

" Jadi Kalian tidak memperbolehkan Dia masuk lewat Pintu ini. ? Kenapa, kenapa kalian tidak memperbolehkan Mereka lewat pintu ini? sejak kapan itu...?" Tanya nyonya Lu dengan wajah heran .

( Ha ha ha.. Kenapa wajah anda kaget dan heran nyonya. Apa yang mereka lakukan memang perintah yang harus mereka kerjakan. jangan menyalahkan mereka , Mereka tidak salah, mereka tidak tahu kalau perintah tersebut adalah perintah Putri kesayangan anda . Yang Mereka tahu , perintah itu perintah Anda.. Putri anda benar- benar gadis yang baik kan..? Tapi lihat saja apa yang Putri anda lakukan agar Penjaga tak menjawab pertanyaan anda , sebentar lagi pasti Putri kesayangan anda akan berpura-pura kepalanya pusing lalu jatuh pingsan . Bukanlah itu senjata ampuh yang selalu dia lakukan. Dan anda yang bodoh selalu mempercayainya. Dasar gadis penuh drama...) terdengar kembali suara Guang Manyue yang berbicara dalam hatinya dengan nada sinis. mendengar omongan Guang Manyue, nyonya Lu kaget dan tak percaya . Dia ingin memarahi gadis itu karena telah menuduh Feng Li Nan sejak tadi. Namun sebelum dia berbicara tiba-tiba Feng Li Nan berkata.

" Adu ibu.. Kenapa kepalaku sakit sekali..sangat sakit ibu.." Gadis itu memegang kepalanya dengan wajah kesakitan. Dan tak lama Dia menjatuhkan diri, dan pingsan. Melihat semua itu, nyonya Lu menatap Guang Manyue dengan tatapan kaget dan tak percaya .

(Nah..benar kan. dasar gadis penuh drama. Dia takut kalau sang ibu yang bodoh ini akan mendengar kebenaran perbuatannya. Dia takut nyonya Lu tahu kebohongan yang selama ini dia lakukan dengan menggunakan nama sang ibu. Dasar gadis munafik) kembali Guang Manyue mengumpat dalam hati. Mendengar kembali ucapan Hati Guang Manyue , keraguan di dalam hati nyonya Lu semakin bertambah . Namun dia berusaha menyangkal dan tidak percaya .

" Apa benar seperti itu. ? Tidak, itu tidak mungkin.. Mana mungkin Li Nan memiliki sifat jahat seperti itu) ucap nyonya Lu dalam hati. Karena itu dia berkata pada pelayannya.

" Bawa dia masuk ke kediamannya, nanti aku akan menyusul kesana ..."Ucapnya dengan tegas.

" Baik Nyonya.. " Jawab dua pelayanan Li Nan. Mereka segera berjalan menuju tubuh Feng Li Nan yang pingsan. sedangkan Nyonya Lu tetap berdiri di sana sambil melihat pelayanan peegi membawa Feng Li Nan . Setelah mereka pergi , Nyonya Lu menatap kembali pada kedua penjaga

" Siapa yang menyuruh kalian menghalangi Nona kedua masuk melalui gerbang utama ini " Tanya nyonya Lu pada si penjaga dengan nada kesal .

"Nyonya.. Bukankah itu perintah nyonya sendiri pada kami. ? " Jawab si penjaga. Tentu saja ucapan penjaga membuat nyonya Lu kaget bukan main .

(Ini... Kenapa ucapan hati gadis itu benar adanya ) kata nyonya Lu dalam hati .

"Aku..? aku yang memberi perintah pada kalian.. ? kapan itu ? " tanya Nyonya Lu dengan tatapan rumit .

"sejak kedatangan Nona Guang Manyue.. " ucap salah satu dari mereka. Terlihat wajah nyonya Lu kaget bukan main

(Ha ha ha... Kaget kan...? Dan sebentar lagi karena melihat sang ibu tidak ikut kembali masuk kedalam kediaman , Putri kesayangan akan siuman dan kembali kemari untuk membawa sang ibu pergi . Tentu saja semua itu dia lakukan agar sang ibu tidak bertanya lebih lanjut pada para pengawal . dan dia akan berkata, ibu...ayo kita masuk, tidak baik berbicara di depan pintu gerbang. Lagi pula kepalaku sakit sekali, Kita ajak saja adik masuk kedalam rumah... Ck..Dasar gadis penuh akal licik dan munafik. ) ucap Manyue dalam hati. Dan benar saja apa yang di katakan Guang Manyue dalam hatinya . baru saja ucapannya berhenti, tiba-tiba Li Nan muncul kembali bersama dua pelayannya yang membawa Dia masuk kedalam. Dan gadis itu berlari kedalam pelukan sang ibu.

" Ibu... " Seru nya dengan suara manja.

" Lo.. Kau sudah sadar..! laku kenapa kau kemari lagi..? " Ucap Nyonya Lu dengan wajah kaget. Bukan kaget karena Feng Li Nan sadar, tapi kaget karena kebenaran ucapan hati Guang Manyue.

"Aku sudah sadar dan aku tidak melihat ibu..ayo kita masuk Bu.., aku takut ibu sakit, lagi pula tidak baik kita berbicara di depan pintu gerbang . Kita ajak adik masuk ke dalam saja Ya ?" Ucap Li Nan dengan suara lembut dan manja. Tentu saja tingkah Li Nan dan kata- kata yang Dia ucapkan membuat nyonya Lu kembali di buat kaget. Sebab semua ucapan hati Guang Manyue benar adanya.

(Kenapa gadis itu bisa menebak apa yang akan di lakukan Feng Li Nan... apakah selama ini kami salah..?) ucap nyonya Lu dalam diam. tak lama terdengar kembali ucapan Guang Manyue.

(Dan jika sang ibu tidak mau masuk, Dia akan berpura-pura sakit kepala lagi agar sang ibu mau kembali ke kediaman. Aah.. Gadis, penuh tipu muslihat) kembali terdengar suara Guang Manyue yang membuat nyonya Lu menatap Li Nan dengan tatapan kesal. Melihat sang ibu tidak beranjak pergi, Li Nan terlihat kesal. Dan..

" Ibu... Kepalaku sakit sekali, kita masuk saja ya.. Kita ngomong dengan kakak baik- baik di dalam " Ucap Li Nan dengan wajah menyedihkan. Melihat kenyataan di depannya membuat nyonya Lu merasakan perasaan kecewa sekaligus sakit. Apakah selama ini Dia benar- benar di bodohi gadis ini. Lalu apa yang telah mereka lakukan pada Guang Manyue. Perasaan kecewa, marah, sedih dan penyesalan melanda hatinya. Akhirnya dia hanya bisa berkata.

" Baiklah ayo kita masuk.. " Ucap nyonya Lu dengan wajah terlihat muram.

Mereka segera masuk kedalam kediaman Jendral Feng. Namun saat mereka melangkah menuju tempat tinggal nyonya Lu, seorang pelayan dari kediaman Nyonya tua Feng datang menghalangi langkah mereka.

" Selam nyonya besar Lu.. " Ucap Pelayan paruh baya tersebut sambil menunduk memberi hormat .

"Ada apa Bibi Wang.. apakah ada pesan dari ibu..?" tanya Nyonya Lu dengan wajah masih terlihat muram.

" Maaf hamba mengganggu perjalanan kalian, Nyonya tua meminta nyonya dan kedua Nona untuk datang ke kediaman Nyonya tua... " Ucap Pelayan paruh baya yang merupakan pelayan kepercayaan nyonya Tua Feng. Melihat pelayan itu, membuat Guang Manyue tersenyum sekilas. Karena Dia tahu kalau Nenek tua Feng yang memiliki nama asli Wan Ji sangat memperhatikan Dia. Nenek dan Kakek Fenglah yang berusaha menemukan Dia . Dan Selama dua tahun di rumah ini, hanya Nenek Feng lah yang banyak membela dia. Sedangkan Kakek Feng yang jarang keluar dari kediamannya tidak banyak tahu keadaan Guang Manyue . Dan Manyue juga tahu kalau si Gadis Teh hijau Li Nan tidak terlalu suka pada sepasang lansia tersebut. Karena semenjak mereka tahu kalau Li Nan bukan Putri asli Tuan Feng Ji Dan ( sang Jendral besar) mereka seolah memberi batasan pada gadis itu. Dan kini Nenek tua itu telah memanggil mereka bertiga untuk datang ke tempatnya . Bisa di tebak saat ini wajah Li Nan pasti terlihat kesal.

" Baik Bibi Wang.. Kami akan kesana... " Ucap Nyonya Lu dengan segera.

" Kalau begitu saya pergi dulu Nyonya. " Ucap Bibi Wang dengan sopan

" Pergilah Bi... " Jawab nyonya Lu. Segera pelayan tua itu pergi meninggalkan mereka.

"Waah.. Pertunjukan lagi. Pasti si Teratai hijau ini akan berusaha untuk tak bertemu dengan Nenek. Karena Dia tahu kalau dia tidak bisa merayu Nenek agar membenciku. ) kembali Nyonya Lu mendengar suara Guang Manyue . Dan benar saja, Tiba-tiba Li Nan berkata

" Bu.. Sepertinya aku tidak bisa ikut kalian bertemu Nenek. Karena aku merasa kepalaku sangat sakit.. " Ucap Li Nan sambil memegang kepalanya.

" Ada apa kamu nak... Apakah kau sakit..? Lebih baik kita panggil Tabib. Jun... Panggilkan tabib...! " Seru Nyonya Lu sambil memegang lengan Li Nan.

" Tidak usah Bu.. Biar aku kembali dulu ke tempat tinggal ku . Aku akan istirahat sebentar pasti pusing ku hilang.. " Ucap Li Nan buru- buru.

" Tidak Li Nan.. Kau harus, di periksa.. Pelayan panggil tabib.." Ucap nyonya Lu dengan cepat. Terlihat Li Nan wajahnya cemas. Sedang kan Guang Manyue berusaha keras menahan tawanya

" Tumben ibu bertindak benar. Ha ha ha.. Rasain kau Yue Ri, lalu apa yang akan kau katakan jika Tabib mengatakan kau sehat saja. Tapi dia kan Putri kesayangan , apapun yang dia lakukan bukan masalah untuk ibu. Lebih baik aku berfikir, bagaimana caranya agar bisa keluar dari rumah ini. Terlepas dari keluarga jahat yang akan segera musnah dari dunia ini. mungkin itu jalan terbaik yang harus aku lakukan ) ucap hati Manyue yang membuat Nyonya Lu terdiam dan tiba-tiba merasakan perasaan bersalah pada Guang Manyue .

(Ya Dewa.. Apakah selama ini aku salah sangka pada Putri kandungku. Apakah benar kalau semua sikap Li Nan hanyalah kebohongan semata. ..? Benarkah gadis ini selalu memfitnah Putri kandungku ) ucap Nyonya Lu dalam hati. . Tak berapa lama pelayan datang bersama seorang tabib. Dengan segera tabib memeriksa Li Nan.

"Tabib,Bagaimana keadaan Putriku..? " Tanya Nyonya Lu saat tabib sudah memeriksa Li Nan.

" Jangan khawatir Nyonya. Nona Muda Li baik- baik saja. " Ucap sang tabib

" Tapi dia tadi merasa kepalanya sakit, malah sampai jatuh pingsan. " Ucap Nyonya Lu. Seberkas perasaan curiga mulai tumbuh di hatinya .

"Kalau sampai seperti itu hamba tidak tahu Nyonya. Yang hamba lihat, tidak ada satu penyakit pun ada dalam tubuh Nona Muda. Dia sehat- sehat saja.. Mungkin hanya kecapean saja...tapi kalau anda kurang yakin, anda bisa memeriksakan pada tabib lain. ." Ucap sang tabib dengan wajah serius. Mendengar ucapan Tabib keluarga tersebut, Nyonya Lu terlihat wajahnya dingin. Dia menatap Li Nan yang duduk di sebelahnya dengan wajah pucat , dengan tatapan tajam. Melihat itu Gadis pembohong itu segera berkata.

" Ibu.. Mungkin tabib Sao kurang teliti memeriksa ku... Memang sekarang tubuhku sudah tidak bermasalah lagi .. " Ucap gadis itu buru- buru. ucapannya seolah menyalahkan tabib Sao.

" Maaf Nona.. Saya bukan hanya sekali memeriksa pasien. Sudah bertahun-tahun saya menjadi seorang tabib. Jadi saya tidak sembarangan memeriksa orang. Jangan sembarangan Menuduh orang. " Ucap tabib Sao dengan wajah terlihat tersinggung dan marah.

"Li Nan. Jaga ucapanmu. " Ucap Nyonya Lu marah.

" Tapi ibu. Aku mamang benar-benar sakit.. " Ucap Li Nan dengan wajah terlihat sedih.

"Cukup...!" Lalu nyonya Lu menatap Tabib Sao.

"Maafkan Putri saya tabib Sao. Sekarang anda bisa pergi. Sekali lagi maafkan kami... " Ucap nyonya Lu dengan bibir tersenyum.

" Tidak masalah Nyonya , hamba mengerti . kalau begitu hamba pamit undur diri.. " Ucap tabib tua tersebut dengan nada sopan.

" Silahkan, pelayan..antar tabib Sao." Ucap nyonya Lu . Seorang pelayan yang tadi membawa tabib Sao segera maju dan membungkuk memberi hormat dan segera mengantar tabib Sao keluar dari ruangan nyonya Lu. Setelah kepergian tabib Sao, nyonya Lu menatap Li Nan dengan tatapan tajam. Lalu berdiri dan berkata.

"Kita ketempat nenek. " Ucapnya dingin

"Baik ibu.. " Jawab Li Nan dan Guang Manyue bersamaan. Merekapun segera pergi ke tempat tinggal nyonya tua. Walaupun dengan wajah kesal , Li Nan tetap berjalan mengikuti sang ibu Terlihat Nyonya Lu pergi dengan wajah kesal. Ketika sampai di kediaman nyonya tua Feng, Mereka di sambut oleh pelayan kepercayaan nyonya tua. yaitu Bibi Wang dan Bibi Mou.

" Silahkan masuk Nyonya, Nona muda... " Ucap Bibi Mao sambil menundukkan kepalanya kepada nyonya besar Feng untuk memberi salam . Mungkin karena pengaruh perasaannya yang kesal, Nyonya besar Lu tidak menjawab salam sang Pelayan paruh baya tersebut. Wajahnya terlihat sangat kesal. Sedangkan Manyue dan Li Nan ikut masuk kedalam rumah tinggal sang Nenek.

"Salam ibu... " Ucap Nyonya Lu berusaha mengubah wajahnya agar terlihat tenang.

" Salam Nenek... " Ucap Guang Manyue dan Li Nan bersamaan .

" Duduklah kalian bertiga.. "Ucap nyonya tua lembut. Dia menatap Guang Manyue dengan tatapan sayang . Segera ketiganya duduk di kursi yang ada di depan sang Nenek

"Yue Yue.. Kau baru datang dari kuil, lalu kenapa tadi aku mendengar keributan di pintu gerbang..? " Tanya Sang nenek sambil menatap Guang Manyue dengan tatapan sayang .

" Tidak ada apa- apa nek.. Hanya Ada sedikit salah paham dengan penjaga.. " Ucap Ruang Manyue lembut.

" Iya bu... Ada Kesalahpahaman sedikit antara Yue'er dan penjaga baru.. " Ucap Sang ibu.

(Waa... Inikah nenek Li yang selalu menjadi pelindung dan menyayangiku. Wajahnya cantik dan anggun walaupun sudah tua. Seolah masa tua tak mengikis kecantikannya. Apakah Kakek juga tampan. Di dalam buku seingat ku keluarga ini memang tampan dan gagah. . Mereka produk unggulan. Hanya Li Nan saja yang beda. Wajahnya tidak terlalu cantik. Kulit juga tidak secerah mereka. Dan kalau ku lihat, wajahnya juga nggak ada mirip-miripnya. Melihat semua itu, mengapa mereka tidak sadar sejak awal. bukankah v perbedaannya sangat jelas...) ucap Guang Manyue dalam hati . Dan semua yang dia ucapan dalam hati, ternyata bukan hanya sang ibu yang mendengarnya. Tapi Nenek Li juga mendengar. Dan wanita tua tersebut kaget bukan main. Dia yang sedang menatap Manyue terkejut mendengar ucapan yang dia dengar .

" (Apa ini..? Suara itu... Bukankah itu suara Manyue..? Tapi mulut gadis itu tetap diam.. Dia tidak membuka mulutnya. dia hanya menatap ke arahku, lalu mengapa aku bisa mendengar dia berbicara..? )" Ucap sang Nenek dalam hati . lalu dia menatap pada yang lain, Dan dia melihat kalau semua orang diam saja. hanya Menantu perempuannya yang sikapnya berbeda, Dan kebetulan Dia juga menatap kearahnya. Dengan penasaran dia bertanya pada pelayan kepercayaannya yang berdiri di sampingnya .

" Wang..apakah kau mendengar Yue'er berbicara.. ? " Ucapnya perlahan . terlihat Bibi Wang menatap sang majikan dengan tatapan bingung .

"Maaf Nyonya.. Hamba tidak mendengarnya. dan sepertinya Nona Yue Yue tidak berbicara.." Jawab Bibi Wang . Tentu saja ucapan Bibi Wang membuat Nenek Li kaget. Dia lalu kembali menatap sang Cucu.

( Bibi Wang Tidak mendengar.. ? Tapi aku mendengar jelas suara Yue'er.. Tunggu... Apakah tadi itu suara hati Yue'er..?) " Seru Nenek Li dalam hati . Setelah tertegun sejenak, Nenek Li baru bisa berbicara.

"Oo.. Aku fikir ada apa.. Tapi kau tidak apa- apa kan Nak...? " Ucap Nenek Li sambil menatap Manyue dengan tatapan sayang. Membuat Li Nan cemburu dan marah.

(Sial.. Kenapa nenek tua ini menyukai gadis sialan itu. Seharusnya tatapan sayang itu hanya milikku... Sial, benar- benar Sialan...Sejak mereka tahu kalau aku bukan darah daging keluarga ini, Kakek dan Nenek Li bersikap dingin padaku. Brengsek...semua ini gara- gara gadis desa sialan itu. kenapa dia harus kembali ke rumah ini, kenapa dia tidak mati saja.. ayah dan ibu memang bodoh. andai dulu mereka langsung membunuh Dia, dan tidak di jual, tentu sekarang dia tidak akan kembali lagi kerumah ini, dan tidak akan ada lagi ancaman yang akan merebut harta ini..dasar mereka bodoh.. mereka hanya mencari keuntungan saja..) teriak Feng Li Nan dalam hati. Dia menatap Manyue dengan tatapan kesal ,marah dan juga benci.

" Tidak Nek.. Manyue baik- baik saja... " Ucap Guang Manyue lembut.

"Baguslah kalau begitu.. Aku tidak ingin hanya gara- gara masalah sepele akan membuatmu menderita.. dan kau Lu'er. hukum penjaga yang telah menghina Cucu kesayanganku " Ucap Sang Nenek dengan nada kesak .

" Baik Bu.. nanti menantu akan menghukum mereka..." ucap Nyonya Lu lembut .

"Siapa yang telah menyakiti Nenekku ini, hingga Nenek ingin menghukum Dia ..? " Terdengar suara seorang pria saat nyonya Lu selesai berbicara Dan tak lama terlihat seorang Pria muda tampan masuk kedalam ruangan.

" Salam Nenek.. salam ibu..." Ucap Pria itu memberi salam

Maaf udahan dulu ya.

Bersambung

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!