Indonesia
NovelToon NovelToon

Belle Dan Cinta Pertamanya

Awal

Lapangan voli indoor di Kodam tujuh belas Cendrawasih sangat ramai. Karena hari ini merupakan babak final pertandingan Pangdam Cup Cendrawasih di gelar. Di tim voli putri akan bertemu Club Bahari dan Club Kowad. Tim bahari putri bukan hanya terdiri dari Korps Wanita angkatan Laut namun juga ada warga sipil yang sering berlatih di club itu.

Belle Ursula dengan baju nomor punggung dua puluh satu adalah seorang pelajar di salah satu sekolah negeri yang ada di kota Jayapura dengan tinggi badannya seratus tujuh puluh lima centimeter memudahkan dia bergabung dalam club voli ini. Posisinya dalam permainan bola voli ini adalah opposite hitter sisi kiri yang sering disebut penyerang utama atau spiker.

Penampilan permainannya ini mendapat pujian dari penonton yang menikmati olah raga ini. Keuntungan postur tubuh dan kelincahan serta cerdik di lapangan membuat Belle sering mengumpulkan point dari spiker dia yang mematikan. Juga bloknya yang bagus. Penampilan Belle bersama tim bahari putri membawa mereka memenangkan pertandingan denga point tiga lawan dua bagi kemenangan tim putri bahari mengalahkan tuan rumah Kowad. Dan terpilih menjadi pemain putri terbaik mendapat piala dan juga uang pembinaan dari pangdam tujuh belas.

Penampilan Belle Ursula, menjadi perhatian Lettu Harrell Hugo Tandean perwira lulusan Akademi Bersenjata Republik Indonesia. Pemuda yang berdarah Minahasa Ambon ini juga seorang yang memiliki posisi sama dengan Belle dalam olah raga voli ini. Selesai bertanding, Hugo meminta lettingnya untuk mencari informasi tentang Belle.

Akhirnya siang ini, Lettu Harrell Hugo Tandean dengan menggunakan motor datang menjemput Belle Ursula, perempuan Toraja Ambon. Di guru piket Hugo sudah melapor bahwa dia akan menjemput siswi bernama Belle Ursula.

Belle yang biasa pulang sekolah menggunakan angkutan umum. Kaget karena ada yang menjemputnya. Sedangkan satu sekolah sudah heboh kedatangan perwira lulusan akademi militer itu. Karena sudah di tunggu guru piket, Belle pun kedepan.

"Maaf kak....."

"Harrell Hugo Tandean. Hugo"

"Maaf kak Hugo, saya ngak minta di jemput."

"Saya mau jemput kamu. Saya janji ngak nakal. Please, saya malu jika kamu menolak."

Belle yang tidak tegaan, akhirnya menyetujui di bonceng oleh Hugo dengan motor besarnya. Hugo melayani Belle dengan membantu mengenakan helm. Dan Hugo pun berhasil menjemput Belle dan mengantarnya sampai kerumah.

"Terima kasih ya... Sudah ngak buat aku malu." Belle hanya tersenyum. Sebelum naik kemotor itu. Sesuai janji Hugo bahwa dia tidak nakal. Dan yang mengherankan Belle, Lettu Hugo tahu rumahnya.

"Terima kasih kak Hugo. Tetapi kakak tahu rumah saya dari??"

"Semua orang disekitar Kodam ini kenal dengan Belle Ursula. Jadi tidak susah untuk mengetahui alamat kamu."

Terus terang senyuman seorang Lettu Harrell Hugo Tandean sangat manis dan mematikan. Belle yang tidak perna pacaran ini merasakan getaran yang berbeda. Baru Hugo lah laki - laki yang berani menjemput dan mengantarnya.

"Saya bisa meminta nomor kontak kamu??" Dengan senyuman manisnya, yang menurut Belle bisa membuat para wanita luluh di hadapannya. Akhirnya Belle pun memberi nomor kontaknya dan mereka saling bertukar nomor kontak telepon.

Sudah satu minggu mereka berkomunikasi. Dan sudah tiga kali Hugo menjemput dia. Jika dia tidak menjemput karena ada tugas yang harus dia lakukan. Komunikasi seminggu dia tahu, bahwa Lettu Harrell Hugo Tandean adalah laki - laki berdarah Minahasa Ambon. Pantas senyumannya manis. Dan terus terang setiap kali Hugo menjemput Belle, sampai dirumah jantungnya berdetak tidak beraturan.

"Tentara siapa yang sering antar kamu pulang sekolah sayang??"

"Mama lihat??"

"Iya. Mama ngak boleh tahu??"

" Namanya Harrell Hugo Tandean ma, dia Lettu. Dinas di Kodam. Mungkin papa kenal?? Kan papa pegawai negeri sipil di situ."

Belle Ursula lahir sebagai anak tunggal dari pasangan suami istri. Alex Allo dan Ibu Lusi de fretes seorang guru sekolah dasar. Keingintahuan mamanya membuat Belle memberitahukan Hugo. Dan tanpa sepengetahuannya Hugo datang bertamu ke rumah Belle pada malam minggu. Belle tinggal di asrama kodam. Yang herannya dia bermain voli di club bahari punya angkatan laut.

"Kenapa kamu tidak bergabung dengan tim voli putri di kompleks ini."

"Aku main voli di bahari, karena guru olah ragaku pelatih di bahari. Jadi aku dibawa kesana kak."

Hugo bermain di rumah Belle sampai jam sembilan malam. Malah sempat makan malam bersama Belle dan orangtuanya.

"Hugo tentara di kodam pak??"

"Iya lulusan terbaik akademi militer."

"Kamu pacaran dengan dia nak."

"Ngak, hanya berteman. Kalau pacaran itu harus ada pembahasan yang menanyakan kamu mau jadi pacarku kan ma?"

Mama dan papanya hanya tersenyum. Belle berbeda dengan gadis - gadis di kompleks ini. Prioritas utamanya adalah sekolah meraih cita - citanya sebagai seorang dokter.

Disekolah Belle Ursula Allo ini juga mempunyai prestasi akademik yang bagus. Dia selalu mendapat rengking disekolah. Jadi prestasinya dibidang akademis maupun non akademis. Dia cantik, pintar dandan, tubuhnya bagus. Namun dia tidak perna memamerkan dirinya, prestasinya atau apapun yang dia capai. Itu semua hanya menjadi pujian orangtua bagi dirinya. Dan menurut Belle itu cukup.

Biasanya setiap pagi dia akan kesekolah bersama mamanya menggunakan motor. Pulang sekolah dia naik angkutan umum. Setelah di jemput Hugo seminggu yang lalu, Belle menjadi buah bibir anak - anak di asrama. Dan saat itu Belle meminta untuk tidak sering menjemputnya.

Sampai suatu ketika di malam minggu, Hugo meminta ijin dari mama dan papa mengajak Belle nonton di mall. Pada kesempatan itu, Hugo menyatakan perasaannya kepada Belle. Bukan dia tidak tahu atau tidak mengerti. Namun ini kali pertama, ada yang menyatakan cinta kepadanya.

"Bell, maukah kamu menjadi pacarku??"

"Kak, kamu orang pertama yang menyatakan cintanya kepadaku."

"Kamu belum perna pacaran?? Perempuan secantik kamu??"

"Ngak perna."

"Serius Bell."

"Iya."

"Jadi apa kamu mau menjadi pacarku??"

"Aku suka sama kakak. Suka senyumnya. Suka perhatiannya. Aku terima tetapi ngak mau ada yang tahu, apalagi satu asrama. Aku ngak mau jadi buah bibir orang - orang satu kompleks."

"Kamu malu pacaran dengan saya."

"Ngak kak. Bukan begitu maksudnya. Aku ngak mau sama seperti anak - anak kompleks. Kakak kan idola cewek - cewek di kompleks. Bahkan anak perwira juga suka sama kakak. Benarkan??"

"Tetapi aku maunya sama kamu. Oke kita pacaran tetapi diam - diam saja. Orangtua kamu bolehkan tahu kalau kita pacaran??"

"Boleh, nanti pasti Belle cerita sama mama dan papa."

Introvert juga. Hanya mama dan papanya yang dia percaya. Akhirnya Harrell Hugo Tandean tahu sifat seorang Belle. Malam ini mereka resmi pacaran. Hugo mengandeng tangan Belle yang dingin. Hugo tersenyum. Dia adalah cinta pertama bagi Belle Ursula Allo. Sedangkan bagi Belle adalah cinta ke sepuluh atau dua puluh bagi seorang Harrell Hugo Tandean.

Ujian

Perbedaan usia lima tahun antara Harrell Hugo Tandean yang sekarang berusia dua puluh dua tahun dan Belle Ursula Allo yang baru berusia tujuh belas tahun. Membuat orangtua Belle tidak yakin akan cinta mereka. Ketika Belle mengakui kepada orangtuanya tentang status hubungannya dengan Hugo.

Mama dan papanya memberi pengertian, agar Belle bisa mengerti akan status mereka. Mama dan papanya tidak melarang, karena mereka juga perna merasakan cinta pertama. Orangtuanya tidak mau Belle berkecil hati akan rasa itu, atau mungkin tidak percaya akan perasaan itu. Ketika Belle mengungkapkan Dia jatuh cinta kepada Hugo, mamanya menangis. Selama ini dia mengira anaknya kelainan. Karena hanya olahraga dan belajar yang dia pikir.

"Papa dan mama tidak melarang kamu sayang. Kamu berhak ada di hubungan ini. Tetapi kamu harus jaga diri dan bijaksana dalam berhubungan. Kamu mengerti sayang."

"Iya pa, Belle mengerti." Mama dan papanya langsung memeluk anak perempuan mereka.

Hubungan Belle dan Hugo terlihat baik - baik saja. Hugo sering meluangkan waktunya untuk mengantar bahkan menjemput Belle. Bahkan malam hari masih menemani Belle belajar.

Belle Ursula Allo sekarang ada dalam kelas persiapan. Dia sedang bersiap diri untuk mengikuti ujian. Dan sekolah dokter menjadi tujuan pendidikan selanjutnya. Orangtuanya sudah mempersiapkan semuanya itu. Segala kebutuhan untuk mewujudkan cita - cita anaknya.

Satu bulan ini, Belle memang konsentrasi pada sekolahnya. Dia hanya berkomunikasi dengan Hugo lewat handphone. Sesekali Hugo main kerumah, hanya sepuluh sampai tiga puluh menit. Karena Belle sedang fokus pada sekolahnya.

Belle Ursula Allo lulus masuk perguruan tinggi negeri yang ada di Jogja pada Fakultas Kedokteran. Berita ini disampaikan kepada Hugo. Sebagai pacar Hugo senang dan bangga. Dua hari lagi pengumuman kelulusan sebagai proses akhir dari dia bersekolah lanjutan.

Di Aula sekolah proses penamatan bagi siswa kelas dua belas terjadi. Belle Ursula Allo lulus dengan peringkat satu terbaik. Kebanggan papa dan mamanya. Dan kebahagiaan ini dia bagikan bersama pacarnya Harrell Hugo Tandean. Hugo mengajak makan malam di mall. Dia menjemput Belle di rumahnya. Kedekatan Hugo dengan Belle sudah menjadi komsumsi bagi warga kompleks di kodam.

"Dek kamu jadi berangkat ke Jogja??"

"Iya kak. Ini cita - citaku."

"Paling lambat empat tahun, paling lama tiga setengah tahun kamu selesai sarjana kedokteran. Koas biasanya berapa tahun??"

"Satu tahun setengah atau dua tahun."

"Jadi kakak harus tunggu kamu enam tahun paling lambat."

"Iya. Susah ya pacaran dengan bocil." Hugo tertawa.

Sebelum Belle berangkat ke Jogja untuk sekolah, dia sudah rasakan perubahan pada diri Harrell Hugo Tandean. Sakit hati, namun papa dan mama sudah menjelaskan resiko mencintai laki - laki yang beda usia jauh. Apalagi profesinya seorang tentara, abdi negara yang di tugaskan keliling daerah Indonesia.

Waktu Belle berangkat ke Jogja, Hugo sedang bertugas menemani Pangdam tujuh belas cendrawasih ke daerah pegunungan tepatnya di kota mulia. Jadi Belle hanya pamit lewat mengirim pesan. Sebelum Belle berangkat ke Jogja, dia sudah tahu, bahwa Hugo sedang menjalin cinta dengan seorang Kowad. Bahkan pesan Hugo kepada perempuan itu terkirim ke handphone Belle.

Saki hati yang Belle Ursula Allo rasakan, dia pendam sendiri. Dia berpikir waktu akan menghapus luka itu. Dan dia bersyukur saat dia berangkat Hugo tidak ada di kota ini.

Satu bulan sudah Belle di Jogja, dan selama satu bulan itu dia tidak kontak lagi dengan Hugo. Mamanya setelah mengurusnya di Jogja. Hari ini mama akan kembali ke Papua. Karena mama masih kerja. Waktu libur mama juga sudah selesai. Kosan buat anak perempuannya sudah di urus dan dia bersyukur jarak kosan Belle dengan kampus dekat saja.

Semester ganjil sudah Belle lalui, dan indeks prestasi komulatif Belle di semester ini sangat memuaskan tiga koma tujuh puluh lima sangat memuaskan. Sehingga kesempatan dia untuk menawar mata kuliah di semester genap tingkat dua bisa di ambil. Namun Belle memilih yang sesuai dengan kesanggupannya.

Sudah tujuh bulan berita kedekatan Hugo dengan seorang kowad, juga di dengar oleh Belle, padahal mama dan papanya menyembunyikan karena tidak mau membuat Belle bersedih. Namun melalui teman sekelasnya waktu sekolah, Belle dikirim foto kebersamaan Hugo dengan cewek itu, seorang bintara kowad.

Sampai pada gongnya Belle di akhir ujian semester genap dia diminta memperkuat tim bahari dalam piala gubernur pada pertandingan Voli. Pengurus club bahari mengirim tiket pesawat pulang pergi bagi Belle Ursula Allo. Kedatangan Belle ke kota Jayapura setelah dia mengurus semua administrasi kuliahnya. Karena dia akan masuk pada semester tiga atau ada di tingkat dua.

Kedatangan Belle tidak di ketahui oleh mama dan papanya. Oleh sponsor club bahari mereka di beri fasilitas hotel. Belle hanya memberitahukan kepada mama dan papa keberadaan dia. Selama dua minggu bertanding, Belle belum.ada di kota Jayapura, namun ketika masuk babak final dan kembali di babak final ini, tim bola voli putri Bahari bertemu dengan Kowad.

Dan pacar Hugo juga pemain voli Kowad. Serda Natalia Wowor. Itu nama yang Belle tahu. Nama Belle terdaftar dalam nama peserta, Dan final ini baru Belle hadir di lapangan. Karena dia baru tiba kemarin. Hugo kaget akan kehadiran Belle, namun Belle Ursula Allo bukan cewek alay yang putus asa.

"Belle... Harus sabar dan tenang, agar eksekusi bola kamu tepat sasaran." Nasehat pelatih kepada Belle.

"Iya pak."

Bola pertama, Natalia mendapat smes kencang dan keras mengenai mukanya dari Belle. Hal yang biasa dalam pertandingan. Informasi yang Belle dapat bahwa Natalia ini spiker andalan Kowad. Dan berakhir dikeluarkan sebentar karena wajahnya memerah dan bengkak. Point baharai masih unggul lima dari Kowad. Natalia spiker Kowad masuk kembali. Sepertinya dia mulai terpancing emosi. Semua bola yang di arah kepada Belle bisa di kembalikan. Sampai pada smes terakhirnya menyentuh tangan Belle dan kembali menghatam muka Natalia.

"Sepertinya dia emosi. Kalian harus memanfaatkan situasi ini untuk merebut point."

Belle mengakhiri babak satu dengan penutup yang hebat. Satu Smes mematikan tepat menyentuh badan Natalia. Lagi - lagi dia tidak bisa membalikan bola itu.

"Sepertinya ini bocah sengaja."

"Diakan mantannya Hugo."

Kemenangan bagi club bahari putri. Kali ini, hanya satu point yang di berikan kepada tim kowad. Penampilan Belle yang bagus dalam pertandingan ini, kembali dia menjadi pemain terbaik.

Hugo sudah malu bertemu di rumah Belle, makanya dia mengundangnya ke sebuah restoran di mall. Belle kesana sudah ada Hugo. Yang menanti. Selesai makan Hugo memberanikan diri untuk meyampaikan apa yang penting dia sampaikan. Namun di sela oleh Belle

"Kita putus kak. Terima kasih buat undangan makan malamnya.

Tugas Baru

Belle Ursula Allo langsung meninggalkan Hugo dengan kesendiriannya. Belle menangis, namun dia tidak menunjukan di depan Hugo. Di depan mall sudah ada papanya yang menjemput dia. Belle langsung memeluk papanya sangat erat dari belakang. Hugo melihat kepergian Belle bersama papanya.

Besoknya Belle sudah kembali ke Jogja karena dia harus mengurus mata kuliah atas yang mau dia ambil. Karena lagi - lagi indeks prestasi Belle sangat tinggi. Selama Belle kuliah dia juga sudah mendapat berita yang menyakitkan bahwa Lettu Harrell Hugo Tandean akan menikah dengan Sertu Natalia. Mamanya tidak memberitahukan melainkan sahabatnya sendiri yang mengatakan kepada Belle.

Sakit hati, itu yang Belle rasakan. Dia tidak menyangka bahwa cinta pertamanya begitu membuat dia sakit hati. Namun bukan Belle namanya jika dia tidak bisa memisahkan perasaannya. Dan dia memutuskan untuk tidak mau mendengar berita apa pun yang berhubungan dengan Hugo. Makanya dia memblokir nomor kontak sahabatnya itu. Dan sibuk menyelesaikan kuliahnya.

Ternyata Belle Ursula Allo bisa menyelesaikan studinya di fakultas kedokteran hanya dalam waktu tiga tahun dua bulan. Sekarang dia sudah resmi menjadi seorang Sarjana Kedokteran. Dan saat ini mama dan papanya sedang ada di Jogja menghadiri wisudanya.

Belle tidak tahu peristiwa yang terjadi selama kurun waktu tiga tahun itu. Karena dia menonaktifkan media sosialnya hanya whatsapp yang dia punya. Dia tidak tahu, bahwa Harrell Hugo Tandean tidak menjadi menikah dengan Sertu Natalia Wowor. Karena tinggal dua hari lagi, mau menikah Natalia mengalami kecelakaan maut yang membuat dia meninggal di tempat setelah pulang mengadakan pesta lepas lajangnya bersama teman - temanya di sebuah hotel di kota Jayapura. Natalia di tabrak oleh sebuah mobil dan meninggal di tempat. Dan pada tanggal pernikahan yang sudah di tetapkan Sertu Natalia Wowor di makamkan dengan upacara militer, dan Hugo sendiri yang menjadi pemimpin upacara di pemakaman itu.

Sekarang Lettu Harrell Hugo Tandean sedang sekolah pasukan khusus di Bandung. Dan Belle Ursula Allo sedang mengikuti program koas. Sisa setengah bulan lagi, koasnya akan resmi berakhir dan Belle Ursula Allo resmi menjadi dokter.

Sama seperti Hugo, mereka tidak saling berkomunikasi bahkan keadaan Hugo sekarang saja Belle tidak tahu. Namun informasi tentang Belle selalu dia peroleh. Apalagi saat ini Belle sedang praktek koas di rumah sakit tentara yang ada di Jogja. Belle tidak tahu, bahwa Hugo sedang berlibur di Jogja. Dan Hugo sudah bertugas di markas besar kopasus yang ada di Jakarta dan sekarang dia sudah pangkat Kapten.

Sore ini Belle, baru selesai mengerjakan tugasnya sebagai seorang koas. Dan Dia memilih healing tipis - tipis di hari offnya ini dengan memanjakan dirinya di sebuah cafe viral yang ada di kota Jogja. Dengan motor maticnya Belle sampai di cafe itu. Dia memilih kursi pojok untuk menikmati malamnya minggunya disini.

Di depan mejanya jaraknya mungin sebelas meter ada segerombolan laki - laki sedang menikmati malam minggunya. Dari gaya busana dan penampilannya. Belle tahu, bahwa itu anggota tentara. Namun dia tidak tahu, Harrell Hugo Tandean ada dalam kumpulan tentara itu.

Waktu Belle masuk cafe ini, tidak sengaja tatapan Hugo tertuju kepada perempuan yang dia kenal. Jelas penampilan Belle sudah berbeda. Usianya bukan tujuh belas tahun lagi waktu Hugo bertemu dengannya, namun sekarang sudah dua puluh satu tahun. Karena usia Hugo dua puluh enam tahun, selisih umur mereka lima tahun.

"Ting, tetap pertahankan posisi duduk seperti itu ya."

"Kenapa??"

"Cewek di belakang kamu di meja pojok sendiri itu mau aku rekam." Letting Hugo balik melihat ke arah cewek yang di maksud. Karena rasa penasarannya.

"Kamu kenal go?? Itu kan calon dokter sedang koas di rumah sakit tentara. Dia jago main voli go."

"Di Jayapura di pemain putri terbaik."

"Kamu kenal??"

"Iya."

"Kenapa tidak menyapa??"

"Dia pasti tidak mau melihat aku."

"Maksudnya??"

"Ceritanya panjang. Nanti di mess aku cerita."

Selama satu jam lebih Hugo mengabadikan moment pertemuan rahasia ini dengan mengambil gambar Belle diam - diam dan membuat Vidionya diam - diam.

Satu jam menikmati minuman dan cemilan di cafe itu. Belle pun pulang. Dia tidak tahu bahwa Hugo ada di cafe itu dan mengabadikan pertemuan tak sengaja itu dengan Vidio dan mengambil gambar secara diam - diam.

Hugo menceritakan semua bagaimana dia mengenal Belle Ursula Allo dan apa yang menyebabkan mereka putus.

"Gila kamu go. Kasihan loh."

"Aku sadar aku salah, namun saat itu orangtuaku menjodohkan aku dengan almarhum yang kebetulan kami satu kesatuan."

"Terus rencana kamu?? Kamu sadar tidak bahwa semesta mempertemukan kamu dengan dia. Kan rencana kamu ke kota ini untuk mencari tahu keadaannya kan??" Hugo tersenyum.

Selama liburan, Hugo tidak berani menampakan dirinya di depan Belle, perna sekali, hampir ketahuan. Namun Hugo sangat lincah bersembunyi. Dan Belle tidak tahu kehadirannya.

Belle resmi menjadi dokter setelah satu tahun setengah menjalani masa koas. Dan oleh kepala rumah sakit tentara menawarkan dia bekerja di rumah sakit ini. Sampai masa internshipnya selesai dan dia bisa menjalankan praktek dokternya.

Usia Dokter Belle Ursula Allo, S. Kedokteran sekarang sudah dua puluh dua tahun. Dan sekarang dia sedang ikut program kementrian kesehatan yang disponsori oleh lembaga dunia yang mengurus kesehatan mengikuti program dokter Nusantara yang akan di tugaskan di daerah terpencil di Indonesia. Pada saat mengikuti program itu, Belle melampirkan daftar pengalaman kerjanya yang di keluarkan dan di tanda tangani oleh kepala rumah sakir angkatan darat.

Sekarang Belle ada di Jakarta. Dia sedang mengikuti kelas persiapan sebelum mereka di tempatkan di daerah terpencil. Selesai kelas persiapan satu minggu, mereka akan mendengar dimana mereka akan di tempatkan. Kelas ini berupa pelatihan fisik bagi tenaga medis, agar tidak kaget saat berada di medan nanti.

Tenaga pengajarnya dari badan bencana, Damkar, bahkan ada tentara dan polisi. Dan peserta pelatihan yang terdiri dari lima puluh peserta tenaga medis, terdiri dari dokter, ners dan bidan. Mereka sedang di tampung pada salah satu balai pelatihan. Dan ini adalah hari terakhir mereka di ijinkan menghubungi orangtua mereka setelah mendapat pembagian tempat tugas.

Di pegunungan Mulia di Papua, Belle bersama dokter Joe dan tiga orang perawat. Dua hari sisa ini, mereka menjalin kebersamaan antara tim. Dan Tim yang di tempatkan di Papua terdiri dari empat orang laki - laki dan hanya Belle sendiri yang perempuan. Dokter Joe Timotius adalah dokter spesialis bedah. Sedang Dokter Belle Ursula Allo adalah dokter umum dan tiga perawat laki - laki. Ali, Rusman dan Jefry. Dan hari ini setelah penutupan kegiatan malam hari pukul sepuluh mereka sudah berangkat menuju Papua.

Sebagai anak yang lahir dan besar di Papua, kondisi alam di mulia, papua pegunungan dia tidak tahu. Yang ada di dalam dirinya adalah jiwa melayaninya. Karena ini impiannya sedari kecil bisa menolong orang yang membutuhkan. Dan sekarang Tuhan membawa dia menuju ke Papua Pegunungan.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!