Perempuan berambut panjang dengan mengenakan kemeja dan rok pendek di atas lutut perpaduan begitu anggun, rambut yang di gerai melihat sekeliling rumah ,seolah mengingat kenangan di dalam rumah ini.Dia membuka kamar itu dengan hati - hati , dan ia berjalan memasuki kamar dengan nuansa abu - abu tua.
Dia mulai merapikan baju - bajunya di dalam lemari.Dengan perlahan ia mulai mengambil helaian baju yang di gantung dan menyusun nya rapi kedalam koper berwarna pink.Beberapa menit , semua sudah beres dan perlahan dia berjalan ke arah meja rias. Dia melihat sebuah foto laki - laki dengan perempuan yg sedang berpelukan mesra dengan seorang anak kecil di dalamnya.
Perempuan itu mengusap foto tu dengan wajah yang begitu muram, perlahan air matanya menetes dan tiba - tiba suara pintu dibuka seorang anak kecil menghampirinya.Dan memanggil namanya.
"Mami , ayok aunty dila dah nunggu mami " ucap anak itu.Perempuan itu berjongkok perlahan di depan anak kecil itu.Ia membelai pipi anak kecil itu dengan lembut.
" ya sayang, bentar lagi mami akan turun " ucap Davina
" baiklah,kalo gitu zahra keluar ya mami " ucap zahra anak kecil yang mungil dan paras begitu cantik.
" ya sayang " ucap Davina.Setelah melihat semua barangnya sudah beres, dia memeriksa ada yang tinggal atau tidak.Davina merasa semua sudah beres, kemudian ia bergegas keluar namun sebelum keluar ia melepas cincin yang sudah lama bertengger di jari manisnya.
Ia meletakkan cincin itu dengan hati - hati di meja rias, dan sambil berkata.
" aku akan mengubur semua tentangmu dalam - dalam , semoga kepergianku tak ada penyesalan dalam hidupmu, seperti aku yang tidak akan menyesal mengambil jalan ini " ucap Davina lalu meninggalkan kamar bernuansa abu - abu tua itu.
"kamu lama banget si ,ucap dila sepupu davina
" ya, namanya juga beres beres dil , mana ada yang cepat " ucapku senyum di buat - buat, lalu menghampiri zahra putrinya.
" sayang mami gak lama kan ucap davina
'' gak ko mami , oh iya kita mau kemana mi " ucap zahra putrinya.
" sayang kita akan ke rumah nenek, untuk sementara " ucap davina terhadap putrinya.
" asyikk, ketemu nenek " ucap zahra riang
tiba - tiba taksi sudah datang, kemudian supir taksi mengambil barang - barang davina.
Davina sudah masuk ke dalam taksi,di dalam mobil tampak hening hanya suara musik yang terdengar.Dila melihat davina sekilas ia tahu bahwa sepupunya sangat terpuruk untuk saat ini.Namun ia tidak ingin bertanya apa - apa.dila takut akan membuat davina akan lebih sedih.
dila lalu mengarahkan pandangannya kepada zahra ponakannya, ia tersenyum dan dila mengobrol asyik dengan zahra.
" wah liat itu, ada gedung tinggi ya tante " ucap zahra
" ya sayang, ucap dila dengan antusias.
sementara davina asyik melamun sambil melihat kearah jalan.Entah apa di pikirannya saat ini.Tampaknya pikirannya sangat kacau.Bagaimana tidak, Davina tidak pernah menginginkan hal ini terjadi namun apa yang harus davina lakukan.Ini adalah cara terakhir untuk bertahan hidup.Setelah mentalnya yang sudah hancur dan hatinya yang remuk.Namun dia harus kuat demi putrinya zahra.
Zahra adalah buah cintanya dengan rio, putri yang cantik.Matanya yang bulat dan rambut hitam legam.Kulit putih zahra adalah perpaduan antara rio dan davina.
tiba - tiba sebuah notif masuk
Drttttt...
" sayang , aku dah landing " isi dari pesan itu.
siapalagi kalo bukan rio suaminya, bukan lebih tepatnya mantan suaminya.Rio tidak tahu davina sudah tidak ada dirumah mereka.
Davina hanya mengabaikan pesan yang masuk, lalu ia memblokir kontak rio dari handphonenya.
Sementara Rio yang sedang ada tugas luar kota , tidak tahu kenapa davina tidak membalas pesannya.Ia merasa ada yg janggal namun ia coba mengusik pikirannya yang buruk.
" bro kamu mau sampai kapan ngecek hp trus " ucap laki laki itu tak lain adalah teman rio
" gue heran ni, davina ko enggak reply chat aku, padahal last seent nya ada loh " ucap rio dengan wajah bingung.
" alla ... Mungkin dia sibuk kali , kan dia juga ngurus anak loh zahra " ucap laki - laki itu.
" yaya mungkin bisa jadi , yaudah yok berangkat " ucap rio ke temannya.
barang - barang rio , di bawa oleh supir taksi di masukin kedalam bagasi mobil.Dia sudah tiba di kota A. Beberapa hari ini dia lagi ke kota B ada rapat penting.
setengah jam dia sudah sampai di rumah cat berwarna putih clasic.Dia melihat sekeliling supir taksi menurun kan barang bawaan Rio.
Rio berjalan memasuki rumahnya ,ia masuk kedalam di sambut oleh mbak iyem.Mbak iyem adalah pembantu rumah tangga dirumah rio dan davina.
"zahra ayah pulang " ucap rio masuk kerumah mewah namun terasa seperti hening.
" bi zahra kemana " ucap rio ke mbak iyem
" tuan tidak tahu? setengah jam yang lalu bu davina, zahra pergi bawa koper besar lagi " ucap mbak iyem
" pergi kemana bi " ucap rio mulai panik
" gak tau tuan, yang pasti tadi sodaranya juga datang jemput bu davina, tadi bu davina memang pamit, namun ia berpesan agar tidak usah di sampaikan ke bapak " ucap mbak iyem.
Rio berjalan menaiki tangga, ia berjalan menuju kamar utama.Dia membuka pintu itu dan masuk kedalam.Dia membuka lemari dengan buru - buru betapa terkejutnya dia.Rio melihat baju davina sudah kosong.Lalu ia melihat di meja rias ada semua surat dan ada sebuah cincin.Rio tahu cincin itu adalah cincin nikah davina.
Rio meletakkan cincin itu, dan mengambil surat itu dan membacanya ,
" Aku ingin bercerai denganmu, aku pikir kita tidak ada cocokan sama sekali, aku capek harus ngertiin kamu terus.Kamu gak pernah ngerti aku dan kuharap kamu setuju.Ini adalah jalan terbaik untuk kita dan zahra aman bersamaku " ucap Davina di dalam surat.
Rio shock dan dia buru buru mengambil ponsel di saku celananya dan mencari kontak davina dan menghubunginya.
Namun no tidak tersambung sama sekali, namun dia tidak menyerah dia menghubungi no davina namun nonya juga sudah tidak aktif.
Rio marah lansung melempar asal ponselnya.Ia menuju kamar bernuansa pink dan itu adalah kamar zahra putri kecilnya.
Namun disana nya juga tidak ada baju zahra tertinggal semua kosong.Rio terduduk lemas di atas tempat tidur zahra.Sambil meneteskan air mata.Rio merasa saat itu hatinya sesak dan kepalanya merasa pusing.Serasa semua gelap.
Rio menyesali atas perbuatannya yang membuat davina akan mengambil jalan sejauh ni.Yang rio tahu davina adalah perempuan baik, dan selalu berpikir hati - hati.Namun kali ini rio salah mengira ternyata ini semua salahnya sehingga anak dan istrinya pergi meninggalkannya.
Davina sudah berada di kota C , tempat dimana dia tinggal.Tempat dimana dia di besarkan.Hanya membutuhkan waktu satu hari satu malam dia sudah berada di Kota C.
Davina , dila dan zahra tiba di sebuah rumah yang bisa di bilang rumah mewah namun tidak semewah rumah dia bersama Rio.
Dia berjalan perlahan dan memasuki gerbang rumahnya.Dia menghampiri seorang perempuan sudah cukup umur yang sedang menyiram bunga mawar kesayangannya.
" wah cantiknya bungaku ni , Tumbuhlah dengan baik ya, sekarang waktunya kalian minum mawar cantikku " ucap perempuan paruh baya itu dan menyiram bunganya dengan raut wajah senang.
" Nenek " ucap zahra kecil berlari menghampiri neneknya.Perempuan paruh baya itu menoleh melihat siapa yang memanggilnya.Dia melihat zahra kecil berlari menghampirinya.
"ahh..zahra kecilku ternyata " ucapnya perempuan itu dengan wajah yang berbinar dan memeluk cucunya yang sangat dia rindukan.Davina menghampiri ibunya tidak lupa dia menyalam ibunya, mencium tangan ibunya dan dila juga ikut melakukan hal yang sama kepada perempuan paruh baya itu.
" Kapan pulangnya? kenapa tidak mengabari ibu nak "ucap perempuan paruh baya itu.Davina hanya senyum kecil.
" namanya juga dadakan bu '' ucap davina sambil senyum.
" ya tante , namanya juga suprise buat tante " ucap dila menimpali.
" Ya sudah ayok masuk, Ayahmu bakalan senang melihatmu ada disini, apalagi zahra yang sangat dia rindukan,cucu kesayangannya " ucap Bu Rani
Davina mengikuti ibunya berjalan masuk ke dalam rumah ,yang sudah lama tidak dia kunjungi.Setelah kurang lebih dua tahun dia tidak pernah berkunjung.Tidak ada perubahan sama sekali di dalam rumah ini , terakhir dia datang semuanya masih sama tidak ada berubah.
Bahkan fotonya dan anak nya banyak sekali apalagi foto zahra saat masih bayi bahkan saat merangkak dan bahkan saat berjalan semua ada.Davina melihat semua foto itu bertengger rapi disana.
" ayah kemana bu ? " ucap davina
" ayahmu, dia sedang pergi memancing mungkin bentar lagi dia akan pulang " ucap Bu Rani
Davina melihat semua isi ruang tamu, bahkan disana terlihat foto ketika dia memakai baju pengantin.
" ibu sampai terheran melihat kelakuan ayahmu, ini semua kerjaannya dia membingkai semua fotomu bahkan foto zahra yang paling banyak , kalo di tanya dia selalu jawab.Ini adalah cara untuk mengobati rindu bu terhadap davina dan cucu kita zahra kecil " ucap Bu Rani panjang Lebar seolah lelah dengan tingkah laku suaminya.
Davina yang mendengar cerita bu Rani hanya tersenyum kecil.Dia tahu ayahnya sangat merindukannya mungkin karena dia anak pertama dan anak tunggal di dalam rumah.Davina tidak mempunyai sodara karena dia anak tunggal.Terkadang davina selalu ingin punya adik agar tidak kesepian.
" apa ayah masih sering sakit punggung " ucap davina
" oh.. Akhir - akhir ini sudah tidak lagi, setelah minum obat yang kamu kirim.Sakit punggungnya sudah tidak kambuh lagi " ucap Bu Rani
" oh..syukurlah bu " ucap Rani tersenyum.
" yasudah ,ibu siapin makan malam buat kalian dulu " ucap Bu Rani berjalan menuju dapur ,davina mengikuti ibunya masuk ke dalam dapur.
" Biar aku bantu bu " ucap Davina.Membuka kulkas melihat apa saja yang ada di dalam dapur untuk di masak untuk makan malam.
Yang terdengar hanya suara pisau yang berlomba dengan suara penggorengan, sementara dila dan zahra sedang bermain di halaman.Tidak terasa waktu sudah sore.
"assalamu alaikum, sayang aku bawa banyak ikan " ucap Pak Radit dengan suara riang sambil berjalan menghampiri istrinya.
Pak Radit terkejut, melihat davina putri kesayangannya berada disini.
" sayang kamu kapan pulang " ucap Pak Radit bingung.
" tadi siang yah " ucap davina mengulurkan tangan mencium tangan ayahnya dengan lembut.
" wah kenapa , ayah tidak tahu sekarang ibumu pande berahasia ya " ucap Pak Radit.
" hmmm ,siapa yang merahasiakan darimu, aku saja terkejut davina pulang " ucap Bu Rani tidak terima di katain suaminya.
" Ibu juga tidak tahu , Davina pulang dadakan ayah " ucap Davina
"baiklah, mana cucuku " ucap Pak Radit
" sedang bermain di luar dengan dila yah " ucap Davina
"kakek " ucap Zahra kecil berlari kecil menghampiri kakeknya.Pak radit menggendong Rania lalu menciun cucu kesayangannya.
" wah zahra kecil kakek sudah besar ya '' ucap Pak Radit.
" zahra sayang ayok mandi " ucap dila
Zahra turun dari gendongan Pak radit dan berjalan menghampiri dila.
" ayok sana cucu kakek mandi, nanti kita beli eskrim ya " ucap Pak Radit dengan senang.
Malamnya hanya suara dentingan sendok yang terdengar. Davina makan dengan pelan terlihat tidak selera.Sementara zahra sangat lahap makan.
" wah masakan nenek enak ya '' ucap zahra senyum dengan riang
" benarkah ? kalo begitu ayok sini nenek tambahin nasi dan lauknya ya " ucap Bu Rani
" aku mau dong nenek , yg buanyak ya" ucap zahra dengan wajah imutnya membuat suasana riang saat di meja makan. Bu rani dan Pak Radit tertawa melihat tingkah lucu cucu kesayangannya.
Pak Radit bermain dengan zahra kecil di ruang tamu , dengan penuh riang sementara Bu Rani menghampiri davina.
" sebenarnya ibu lihat, kamu terlihat murung " ucap Bu Rani penuh tanya.
" tidak apa - apa ibu , davina hanya kecapean saja namanya juga perjalanan jauh " ucap Davina senyum.
" apa Rio tahu kamu kesini " ucap Bu Rani seolah ingin tahu.
"hmmm ya bu, Mas Rio tahu ko kita pulang " ucap Davina berbohong.
" syukurlah , memang sebaiknya suami harus tahu istrinya kemana dan ibu selalu ajarkan kamu untuk selalu pamitan atau minta izin sama suamimu " ucap Bu Rani seolah menasehati putri semata wayangnya.
" Ya bu "ucap Davina agar tidak di bahas lagi mengenai Rio suaminya, bukan lebih tepatnya mantan suaminya.
Davina juga bingung tidak mungkin selamanya dia berbohong bahwa rumah tangganya dengan Rio suaminya baik - baik saja.
Davina tidak tahu apa yang harus dia katakan , jika ibunya dan ayahnya tahu.Tidak selamanya Dia menutupinya.Sepandainya dia menutupin pasti lama kelamaan akan terbongkar juga.Bisa saja Rio menghubungi keluarganya mengatakan yang sebenarnya.
Sementara Bu rani sudah berada di ruang tamu bermain dengan zahra.
" ayok sini nenek bantuin " ucap Bu rani asyik dengan cucu mereka.
Davina hanya melihat mereka bermain dengan begitu riang, namun dia melihat dengan pandangan lurus dengan pikiran yang kacau.
Dia sedang capek dengan pikirannya, seolah bertolak belakang dengan hatinya.Rio adalah orang yang paling dia cintai.Namun karena cintanya yang besar sehingga rio bisa setega itu terhadapnya.Davina tidak habis pikir kenapa dia bisa mengambil langkah ini.Langkah yang bisa dikatakan sangat beresiko untuk kedepannya.
Namun baginya itu sudah tidak penting, bagi dia terpenting adalah bagaimana untuk melanjutkan hidup dan bahagia bersama putri kecilnya zahra.
"zahra tidur yuk " ucap dila
" ya aunty " ucap zahra menghampiri dila.
" nenek aku tidur ya " ucap zahra
" baiklah, besok kita main lagi ya " ucap Pak Radit
" oke sip " ucap zahra mengangkat jempolnya seolah mengatakan setuju.
Sementara Rio sibuk dengan pikirannya sendiri.Ia menyesali perbuatannya selama ini yang tidak enak terhadap davina anak dan istrinya.
flashback
" Mas seharusnya kamu ngerti , diumur zahra yang menginjak 3 tahun, dia ingin sekali bermain denganmu ! Kamu tolong bagi waktu mu jangan sibuk kerja ! " ucap Davina seolah ingin Rio Paham kalo Dia dan Zahra butuh kehadiran Rio.
" kamu tahu tidak , aku kerja demi siapa ! Rio meninggikan suara seolah tidak terima dengan perkataan davina istrinya.
"kamu kerja !, oiya apa hari weekend juga kamu kerja ya , kamu sibuk dengan ponselmu.Bahkan saat zahra ulang tahun ketiga tahun kamu dimana ? Bahkan ketika zahra masuk rumah sakit kamu dimana ! Memang uang adalah segalanya tapi asal kamu tahu ya mas , keluarga tidak bisa di beli dengan uang ! Ucap Davina murka
Davina mengeluarkan unek - unek yang selama ini dia pendam.Setelah itu davina masuk kamar.Sementara Rio duduk di kursi dengan raut wajah memerah seperti sedang menahan emosi.Rio merasa dia sudah berada di jalan benar, sudah bertanggung jawab menafkahi dan memenuhi kebutuhan anak dan istrinya.Tapi Rio lupa bahwa davina tidak bahagia , dia juga butuh suami yang selalu ada dan selalu perhatian kepadanya dan zahra putri kecilnya.
Rio mengingat jelas perdebatan mereka, mereka selalu debat perihal masalah waktu, Rio yang sibuk dengan pikirannya.Akhirnya memutuskan keluar rumah untuk mencari angin untuk menyegarkan pikirannya yang sedang kalut.
Hari yang cerah di Kota C, bu Rani menyiapkan makanan untuk sarapan.Sementara pak Radit menemani cucunya bermain di halaman belakang.
Davina membantu ibunya menyiapkan sarapan.Bu Rani melihat putri semata wayangnya dengan perasaan tidak bisa di artikan.Ia tahu betul sifat putrinya.
Bu Rani menghampiri davina, bu Rani menarik davina agar duduk.
" sayang ayok duduk" ucap Bu Rani
Davina hanya bisa menurut saja , davina duduk menghadap ibunya.Bu Rani menatap dalam ke mata putrinya.Davina di tatap seperti itu seakan tahu maksud ibunya adalah ingin menanyakan perihal sesuatu, entah itu Rio atau yang lainnya.
" Ibu ingin tanya, Apakah kamu dan rio baik - baik saja nak ?" ucap Bu Rani dengan lembut.Davina diam , dia tidak lansung menjawab pertanyaan ibunya.Dia sibuk dengan pikirannya.
" sayang tidak ada rumah tangga yang mulus, kalo ada itu mustahil.Rumah tangga adalah tempat ujian dan ladang pahala juga, jadi kalo memang kamu punya masalah tidak tahu menyelesaikannya ceritakan pada ibu nak.Ibu ada dan selalu siap mendengarkan mu nak " ucap Bu Rani.Davina terdiam seribu bahasa.Matanya davina sudah berkaca - kaca.Dia menggengam erat tangannya , seakan sedang menahan sesuatu.
Bu Rani mencoba menggenggam tangan putrinya, dengan senyum Bu Rani sambil mengatakan.
"cerita sama ibu nak , ibu akan selalu ada buat kamu dan zahra cucu ibu " ucap Bu Rani meyakinkan davina putrinya.
" ibu... Davina sudah berpisah dengan mas Rio bu " Sambil terisak Davina mengatakan semuanya.Tanpa ada lagi dia tutupin.Davina mengatakan dia sudah memutuskan berpisah dengan rio dan ingin menetap di kota C untuk memulai hidup yang baru.
" bu mengerti nak, semua sudah berlalu nak , kalo ini keputusan yang sudah matang kamu ambil.Ibu akan dukung kamu " ucap bu Rani memeluk putrinya.
Davina menangis , menumpahkan segala yang dia tahan beberapa hari ini.
" maafin davina bu " ucap Davina
" sudah nak , ini bukan salahmu sepenuhnya " ucap Bu Rani menenangkan putrinya.
"Ibu tahu kamu kuat menghadapi semua ini, ibu justru senang kamu dan zahra ada disini.Rumah jadi ramai kembali " Ucap Bu Rani menenangkan putrinya.
Davina merasa lega ternyata , tidak seperti yang dia pikirkan.Ibunya Ternyata menerima dia dengan lapang.Tanpa menghakimi putrinya justru Bu Rani menguatkan putrinya.
Malam di kota C , dila pamitan untuk pergi lagi ke Kota A.Karena dila bekerja di kota A , dia hanya mengantar sepupunya setelah itu dia akan balik lagi ke Kota A.
Dila pamitan sama keluarga davina.Grab dila sudah datang.
"tante, om dila pamit ya '' ucap dila menyalam Pak Radit dan Bu Rani.Tidak lupa dila juga memeluk davina.
" kamu baik - baik ya disini , kalo ada apa - apa telpon aku " ucap Dila
" baiklah sepupuku, kamu hati - hati ya, ingat sampe di kota A jangan lupa kabarin aku " ucap davina sedikit khawatir karena sepupunya berangkat sendiri.
" baiklah " ucap dila
" kamu baik - baik disini gadis kecil aunty , jangan nakal sama nenek sama kakek ya " ucap dila memeluk zahra.
" ya aunty " ucap zahra kecil seolah dia menurut dengan perkataan auntynya.
setelah kepergian dila , Davina dan zahra masuk ke dalam rumah , dan di ikuti bu Rani dan Pak radit.Davina masuk kamar dengan zahra.
" ayah sini , ada ingin aku bicarakan " ucap bu Rani dengan suara pelan.
" apa bu " ucap Pak Radit.
Bu Rani mengajak pak Radit ke halaman belakang.Pak Radit yang jalannya pelan lansung di tarik Bu rani biar cepat.
Mereka berdua sedang duduk, bu Rani tidak tahu mau mulai darimana cerita ini kepada suaminya.Bu Rani takut , suaminya sedih apalagi mengenai davina putri kesayangannya.Namun Bu Rani harus menceritakan ini , tanpa menunggu lama.Bu Rani menceritan semua sedetail mungkin.
" ayah putri kita berpisah dengan rio , itulah kenapa davina datang kesini " ucap Bu Rani.
" apa katamu ! " ucap Pak radit dengan wajah yang terkejut.
" ayah davina sudah bercerai dengan Rio" ucap Bu Rani sekali lagi.
" kenapa ? apa davina sudah memikirkan ini semua , dan bagaimana dengan zahra cucu kita ! " ucap Pak Radit.
" ini adalah keputusan davina ayah, keputusan ini bu yakin sudah dia pikirkan matang - matang.Mungkin sudah tidak ada kecocok lagi di antara mereka.Kita harus mendukung Davina " ucap Bu Rani dengan raut wajah muram.
" kamu benar, davina orang yg sangat hati - hati, jika dia sudah memutuskan segala sesuatu itu sudah dia pikirkan matang - matang.Ibu tidak apa - apa davina disini !, ayah juga senang zahra dan davina disini, Ayah tidak akan mengungkit masalah Rio di depan Putri kita bu, ayah takut membuat davina sedih dan murung " ucap Pak Radit.
" Ya , ayah benar, yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa menguatkan putri kita, tentu ini sangat sulit untuknya dan sangat berat" ucap Bu Rani
" kamu benar , tapi kamu gak usah khawatir selagi aku masih hidup , Davina akan selalu bahagia bersama kita bu '' ucap Pak Radit meyakinkan istrinya.
" makasih ya ayah, ayah memang terbaik" ucap bu Rani dengan mata berkaca - kaca.
Pak Radit memeluk istrinya , seolah tahu bahwa Bu Rani sangat mencemaskan Davina.Namun Pak Radit dengan hati mantap akan selalu membahagiakan davina dan zahra cucunya.
sementara di kota A, laki - laki mengenakan hitam itu baru pulang kerja.Dia melihat seluruh ruangan gelap gulita.Dia heran biasanya, davina akan menyambutnya dengan senyuman hangat.
Namun sekarang rio tidak melihat adegan itu terjadi lagi, isi kepalanya sekarang adalah davina.
Namun dia tidak cukup berani menjemput istrinya ke rumah mertuanya.Dia tahu dia salah dan dia tidak mungkin menunjukkan mukanya yang bajingan di hadapan mertuanya.Apalagi Rio tahu betul sifat mertuanya apalagi menyangkut davina.
Rio serasa frustasi , pikirannya kalut dan sangat kacau.Namun semua tidak mungkin di ulang kembali.Yang ada hanya penyesalan tapi menyesal pun tidak ada gunanya.Semua sudah terlambat.Davina sudah pergi meninggalkannya bersama dengan putri kecilnya.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!