Musim gugur yang indah awal semester 2 SMA Kyoto. Dimulai pagi yang cerah diselingi kicauan burung yang bersaut-sautan dan guguran daun-daun kering di sepanjang jalan.
"Yua.. ayo cepatlah kita sudah hampir terlambat ini."
Ucap seorang gadis kelas 3 SMA yang bernama Misaki Narumi. Gadis periang sekaligus sahabat baik Yua Geisyuku. Dia bisa dipanggil Narumi.
"Iya.. iya.. ini tinggal memakai sepatu, tunggulah sebentar.."
"Cepatlah sedikit..", ucap Narumi sambil melihat jam tangan.
Yua berkata, "Ayo, aku sudah siap."
"Baiklah ayo.."
Sambil berjalan Narumi berkata "4 hari lagi sudah waktunya untuk membayar uang sewa kost, sedangkan keuangan kita semakin menipis."
"Iya.. bagaimana ini, aku tidak mau dimarahi ibu kost lagi hufff. Apa kita hemat saja uang yang kita punya saat ini?"
"Hmm, baiklah.. walau harus hanya membeli onigiri untuk mengganjal lapar", jawab Narumi dengan sedih.
Tak terasa mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah. Tidak sengaja pandangan Yua tiba-tiba mengarah ke siswa kelas 3 yang bernama Haru Kazuhiro, bisa dipanggil Haru. Dia adalah siswa kutu buku yang populer di SMA Kyoto karena ketampanan dan kecerdasannya.
Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang menepuk pundak Yua. Tebak.. siapakah dia..??. Dia adalah Ryujin Yoshihiro, ketua geng yang suka membuat onar di SMA Kyoto, panggilannya adalah Ryujin. Tetapi banyak siswi-siswi yang menyukai Ryujin karena ketampanannya.
" Selamat Pagi matahariku.." ucap Ryujin dengan senyum lebar.
" Kau ini.. Mengagetkanku saja" kaget Yua.
Narumi berkata " Hufff, usil sekali si Ryujin itu.."
"Sudahlah lupakan saja." jawab Yua.
Bel telah berbunyi mereka segera bergegas menuju kelas. Kelas dimulai, Yua dan Narumi mempertahatikan pembelajaran dengan sangat baik sehingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 AM. Bel berbunyi menunjukkan waktu istirahat.
"Ayo kita ke kantin dulu" ajak Narumi.
"Iya kau duluan saja bersama teman-teman. Aku masih menyelesaikan ini dulu sebentar. Nanti aku menyusul."
"Oke.. baiklah."
8 menit kemudian Yua beranjak dari tempat duduknya untuk pergi menyusul Narumi ke kantin. Namun pandangan Yua teralihkan ketika dia sedang melewati perpustakaan dan melihat Haru berada disana. Tanpa pikir panjang Yua pun menghampiri Haru.
"Hai.. apa yang sedang kau baca Haru?" ucap Yua dengan tersenyum.
"Oh hai Yua.. aku sedang membaca buku fantasi fiksi ini. Kau mau melihatnya? " sahut Haru.
"Boleh sepertinya menarik.."
Mereka membaca buku itu dengan seksama.
Haru berkata, "Aku sangat prihatin dengan cerita ini. Jika bisa aku akan pergi ke masa itu untuk menyelamatkan orang-orang disana".
"Benar, cerita ini sangat menyayat hati, ngomong-ngomong hatimu baik sekali sampai ingin menolong mereka."
Dengan senyum tipis Haru menatap Yua.
Tak sengaja Ryujin melewati perpustakaan, dia melihat Yua dan Haru berduaan disana. Dengan perasaan kesal Ryujin menghampiri mereka, akan tetapi bel sudah berbunyi menandakan pembelajaran akan dimulai lagi. Ryujin pun mengurungkan niatnya dan kembali untuk ke kelas.
Ryujin berkata "Ah.. sial.. nanti saja setelah pulang aku akan membawanya ke lapangan belakang, awas saja kau Haru."
Yua dan Haru pun meninggalkan perpustakaan dan kembali ke kelas masing-masing. Sesampainya di kelas Narumi bertanya kepada Yua.
"Loh.. Yua, aku tadi tidak melihatmu di kantin.. kemana dirimu pergi?."
"Ohh aku tadi di perpustakaan."
"Aneh, tidak biasanya, memangnya ada apa disana?."
" Tidak ada.. aku hanya ingin kesana." jawab Yua sambil merapikan buku.
"Ah yang benar?"
" Terserah kalau tidak percaya." jawab Yua sambil memalingkan wajah.
Tak terasa pembelajaran sudah berakhir, hari sudah sore dan langit mendung. Sambil mengemas barang, Yua melihat Ryujin dan Haru dari bawah tingkat sedang menuju ke lapangan belakang. Yua merasa khawatir akan terjadi sesuatu kepada Haru. Yua pun mengajak Narumi untuk menyusul mereka ke lapangan belakang.
Tiba-tiba Yua menggandeng tangan Narumi. "Ada apa Yua, kita akan pergi kemana?."
"Kita ikuti kemana mereka pergi" jawab Yua dengan tergesa-gesa.
Narumi menoleh dan melihat sesuatu. " Itukan.. Hah!! Haru dan Ryujin? jarang sekali."
Ryujin dan Haru telah sampai di lapangan belakang.
Haru berkata "Ada urusan apa kau membawaku kemari?"
" Tidak ada, aku hanya ingin memberitahu sesuatu saja."
" Apa yang ingin kau bicarakan?"
" Tidak usah terburu-buru.. santai saja tidak usah takut.. hahaha" ucap Ryujin dengan nada mengejek.
" Apa kau ingin membuat masalah denganku?" tegas Haru.
Ryujin melangkah lebih dekat, lalu berkata "Omong-omong buku apa yang kau bawa itu? hahaha seleramu jelek sekali !!"
" Tidak perlu basa basi cepat katakan saja apa perlumu."
Dengan tatapan kesal, Ryujin merebut buku itu dari genggaman tangan Haru. Haru kesal akan perilaku Ryujin kepadanya, mereka pun saling berebut buku itu sampai tidak sadar bahwa ada kolam renang yang dalam di belakang mereka. Alhasil buku itu terpental dan jatuh kedalam air kolam. Tanpa pikir panjang, Haru melompat ke air untuk mencari bukunya. Disamping itu, Ryujin hanya melihat dan tertawa kepada Haru tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Yua dan Narumi melihat kejadian itu langsung berlari untuk menyelamatkan Haru. Yua pun langsung menceburkan diri ke kolam untuk menyelamatkan Haru. Melihat Yua, Ryujin pun tak tega dan langsung ikut menceburkan diri untuk menyelamatkan Yua. Disisi lain, Narumi yang kebingungan harus berbuat apa, dia pun pergi untuk meminta pertolongan kepada satpam sekolah untuk menolong mereka.
Langit mendung disertai angin kencang dan gemuruh petir. Mereka yang kebingungan mencari buku itu pun terkejut dengan penampakan buku itu yang terangkat ke udara dengan sendirinya. Buku itu mengeluarkan cahaya yang sangat silau membentuk portal menuju dimensi lain. Perasaan bingung dan takut menyelimuti hati mereka bertiga. Tiba-tiba cahaya besar dari buku muncul dan membawa mereka masuk kedalam portal tersebut dan menghilang dalam sekejap mata.
Beberapa menit kemudian, Narumi kembali bersama beberapa satpam sekolah untuk menolong mereka. Tetapi Narumi kebingungan melihat apa yang terjadi.
"Dimana mereka bertiga?? perasaan tadi mereka tercebur??"
Dengan perasaan kalut Narumi menangis dan meminta pertolongan agar ketiga kawannya dapat segera ditemukan.
✨ Keajaiban Dimulai ✨
Dengan lemas, Yua perlahan-lahan membuka matanya. Yua tersadar dia masih selamat akan kejadian tersebut.
Dia beranjak dari tidurnya dan melihat sekelilingnya. Yua merasa ada yang aneh dengan sekelilingnya.
Yua berkata " Tunggu.. dimana aku? tempat apa ini? bukankah aku tadi berada di air, dimana ini?"
Yua melihat ke ke cermin dan melihat pantulanya sendiri.
"Dan mengapa aku memakai pakaian tradisional jepang seperti zaman dahulu?"
Seketika, Yua terkejut dengan penampilannya bak putri kerajaan yang anggun dan menawan. Tetapi dia bingung dimana dia sebenarnya? Tempat apa ini? Dan bagaimana dia bisa disini? Dimana Haru dan Ryujin?.
Yua pun pergi meninggalkan kamar dan pergi keluar memastikan dimana dia sebenarnya berada.
Yua berkata "Hah.. tempat apa ini? mengapa bangunan disini masih tradisional? dan ada prajurit di sini? apa ini mimpi?"
Yua pun mencubit pipinya dan terasa sakit, tersadar bahwa itu bukanlah mimpi.
Yua berkata "Apa yang sebenarnya terjadi kepadaku? apakah aku terpental ke masa lalu karena portal aneh tersebut tadi? mengapa ini bisa terjadi, apa yang harus aku lakukan? dimana Haru dan Ryujin pergi?"
Tiba-tiba ada seorang dayang yang menghampiri Yua dan berkata "Nona.. anda sudah siuman, terimakasih dewa engkau mengabulkan doaku, Putri mengapa engku berada di luar sendirian seperti ini?, saya akan memberitahu Kaisar bahwa nona sudah siuman."
Yua terkaget dengan ucapan dayang tersebut dan melamun sambil berkata, " Siapakah aku..?"
Beberapa menit kemudian Kaisar datang ke kediaman Nona Yua untuk melihat keadaannya. Dengan raut wajah bahagia Kaisar menanyakan keadaan Nona Yua.
Kaisar berkata "Nona Yua, aku sangat bersyukur akan kesembuhanmu, aku telah menunggu 3 hari ini berdoa agar kau segera siuman."
"Apa?? 3 hari..? bukankah baru terjadi beberapa menit yang lalu ya.." ucap didalam hatinya.
Dayang berkata "Nona Yua mohon ucapkan salam terimakasih kepada Kaisar."
Dengan keadaan bingung bagaimana cara memberikan ucapan terimakasih kepada orang-orang zaman dahulu. Yua pun membungkukkan badan sembari mengucapkan terimakasih atas kemurahan hati Kaisar.
Setelah kaisar pergi, Yua didandani dan dipakaikan pakaian kerajaan yang anggun. Yua terlihat begitu cantik dan menawan. Sambil menatap cermin Yua berkata "Siapa ya nama orang ini?"
Dengan senyum tipis dayang itu menjawab "Nona Yua Geisyuku yang tangguh."
Yua berbicara di dalam hatinya "Oh.. Jadi itu namanya, ehh tunggu.. namanya sama denganku??"
Kemudian Yua diantar ke suatu ruangan berarsitektur classic yang dipenuhi benda-benda kuno dan hal-hal berbau sihir. Dia hanya bisa terdiam melihat semua itu. Dia melihat di tengah-tengah ruangan terdapat sebuah meja yang sangat luas. Disitu dia melihat ada Kaisar, 2 orang pemuda yang tampak mirip seperti Haru dan Ryujin dan 1 pria paruh baya serta para tetua lainnya.
Yua menatap kedua pemuda yang tampak mirip dengan Haru dan Ryujin sambil menebak di dalam hatinya "Apakah mereka Haru dan Ryujin? tatapan mereka seolah sudah mengenalku, tetapi mengapa mereka diam saja?"
Pria paruh baya tersebut tiba-tiba berkata" Selamat datang kembali para pemburu makhluk kutukan tingkat elite, kami sangat bersyukur kalian dapat kembali lagi setelah 3 hari tidak sadarkan diri atas kejadian tenggelamnya kalian di Danau Kutukan setelah mengalahkan iblis keputusasaan, dengan mempertaruhkan kekuatan dan nyawa kalian. Dimohon kalian untuk berkumpul pada titik ini."
Yua berkata di dalam hatinya "Hah.. mengalahkan iblis keputusasaan? apa orang ini baru saja bertarung sampai tidak sadarkan diri 3 hari?"
Yua pun menuju titik tersebut bersama 2 orang pemuda yang mirip Haru dan Ryujin itu. Yua seolah mengerti bahwa itu adalah Haru dan Ryujin, dia berbisik lirih sambil berkata "Hei.. apa kalian Haru dan Ryujin?"
Mereka kemudian menganggukan kepala. Yua sangat lega mereka memang benar Haru dan Ryujin.
Ryujin berkata, "Sebenarnya apa yang telah terjadi kepada kita, apa itu maksud pemburu pilihan? dan apa itu iblis keputusasaan?"
Haru menjawab "Aku rasa kita telah melakukan perjalanan waktu ke masa lalu karena portal ajaib saat itu."
Ritual dimulai, pria paruh baya itu menyuruh mereka untuk meminum air berwana biru dan mereka disuruh memejamkan mata. Terdengar suara para tetua membacakan sebuah mantra-mantra kuno, kemudian muncul silauan cahaya biru yang menutupi tubuh mereka layaknya segel dengan kekuatan hebat.
Pria paruh baya itu berkata, "Bukalah mata kalian." Mereka membuka mata dan melihat bahwa mereka telah pakaikan sebuah gelang istimewa dengan kekuatan hebat didalamnya.
Apa kalian tau siapa pria paruh baya itu?
Dia adalah Master Seijun yang berasal dari Dinasti Joseon. Dia adalah Master Katana Cahaya tingkat dewa sekaligus ketua perguruan pemburu makhluk kutukan ini.
Kaisar berkata, "Ritual ini diperuntukkan untuk lebih melindungi kalian dalam tugas-tugas berbahaya selanjutnya."
Mereka memberikan hormat kepada Kaisar. Kaisar dan Master Seijun pergi meninggalkan ruangan itu. Melihat adanya kesempatan, Yua mengajak Haru dan Ryujin pergi meninggalkan ruangan itu untuk membicarakan suatu hal.
"Teman-teman ayo ikut ke kediamanku untuk membicarakan semua hal yang terjadi ini."
Ryujin dan Haru menjawab "Baik.. ayo.."
Setelah sampai, Yua menjelaskan tentang apa yang terjadi dengan dirinya mulai dari awal sampai detik ini.
"Kejadian yang kau alami sama sepertiku, namun mereka mengatakan bahwa aku adalah Tuan muda dengan kekuatan Katana Naga Api tingkat Elite, mereka juga mengatakan bahwa aku adalah pemburu tingkat elite" ucap Ryujin.
"Jadi.. apa yang kita harus tetap seperti ini? menjadi pemburu makhluk kutukan? Bukankah itu sangat mengerikan... apa tidak ada cara kita kembali kembali? " sahut Yua.
"Tidak " jawab Haru dengan serius.
Mendengar perkataan Haru seketika mereka terdiam.
"Jangan bercanda! pasti ada caranya, aku yakin." sahut Ryujin.
"Mengapa aku harus bercanda?, semua ini pasti ada kaitannya dengan buku itu. Pasti buku itu yang menempatkan kita berada disini" jawab Haru dengan tenang.
Dengan nada bicara yang tinggi Ryujin berkata, "Ini semua pasti karena kecerobohan mu Haru! jika saja kau tidak membaca buku itu pasti kita tidak akan terjebak disini!"
"Bukankah kau yang merebut buku itu lalu melemparkannya ke dalam kolam!" tegas Haru.
"Diam! setiap masalah pasti ada solusinya, bertengkar saja tidak akan membuat semua terselesaikan, lebih baik sekarang kita memikirkan cara bagaimana kita bisa kembali ke dunia kita!" jawab Yua.
"Dari yang aku baca pada buku itu, kita akan ditakdirkan sebagai pahlawan yang menyelamatkan rakyat dari belenggu kesengsaraan akibat makhluk-makhluk kutukan" ucap Haru.
"Jadi apa kita harus mati-matian menghabisi semua makhluk-makhluk aneh itu?" sahut Ryujin.
"Kau benar Ryujin.. mungkin ini adalah takdir kita.."
"Tetapi, bagaimana akhir cerita buku itu Haru? apa akhirnya kita akan menang dan bisa kembali pulang?", tanya Yua.
"Maaf.. aku tidak memiliki jawabannya, karena aku belum selesai membaca akhir cerita buku itu."
Dengan gelisah Yua berkata "Bagaimana ini.."
Dengan raut wajah kecewa, Yua menangis teringat sahabatnya Narumi yang mungkin kini dia sedang kebingungan mencari mereka.
Yua berkata, "Narumi.. aku merindukanmu.. maaf aku tidak bisa menemuimu.. maaf juga aku tidak bisa membantumu membayar uang sewa kost.."
"Hufff sempat-sempatnya kepikiran bayar kost" ucap keheranan Ryujin.
Tak lama, mereka melihat 3 cahaya kecil yang terbang menuju ke arah mereka. Tiba-tiba cahaya itu masuk kedalam pikiran mereka dan menampilkan ingatan masing-masing.
Yua melihat dirinya berdiri di atas permukaan air yang tenang bagaikan cermin langit. Di sekelilingnya, hamparan bunga lotus bermekaran, menari perlahan diterpa angin yang membawa aroma suci menenangkan jiwa. Gaun dan rambutnya berayun lembut mengikuti gerakan tubuhnya, sementara katana bercorak emas dengan bilah putih susu tergenggam anggun di tangannya.
Dalam setiap ayunan pedangnya, tercipta riak air yang menjelma menjadi kekuatan mematikan, seolah seluruh danau tunduk pada kehendaknya. Gerakannya begitu indah namun mematikan bak tarian suci seorang dewi perang yang sedang membantai monster-monster kegelapan tanpa belas kasihan.
Di dalam ingatannya, Yua bukanlah gadis biasa. Dia adalah seorang wanita pemilik Katana Air tingkat Elite yang diwarisi kekuatan legendaris. Kemampuan bela dirinya melampaui para pemburu lainnya, menjadikannya sosok yang ditakuti sekaligus dihormati.
Namanya terukir dalam sejarah sebagai pemburu pilihan terkuat yang pernah ada. Pahlawan yang mampu menenggelamkan kutukan dan membawa dunia kembali pada cahaya.
Haru melihat dirinya berdiri di tengah reruntuhan yang dipenuhi darah dan aura kutukan. Langit gelap bergemuruh di atas kepalanya, sementara di hadapannya seekor ular raksasa berkepala empat mengamuk dengan raungan mengerikan. Setiap kepalanya memiliki mata merah menyala dan taring panjang yang mampu menghisap energi kehidupan manusia hingga tak bersisa.
Makhluk itu bergerak liar, menghancurkan apa pun yang dilewatinya. Namun Haru tetap berdiri tegak tanpa sedikit pun rasa takut di matanya. Tatapannya dingin, penuh tekad, seolah dirinya telah terbiasa menari di ambang kematian.
Dengan katana di tangannya, Haru melesat bak kilat. Tebasannya begitu cepat dan brutal hingga udara seakan terbelah. Satu per satu kepala monster itu terputus dengan cara yang kejam tanpa memberi kesempatan untuk melawan. Darah hitam berceceran memenuhi tanah, sementara jeritan makhluk kutukan itu menggema sebelum akhirnya tubuh besarnya runtuh tak bernyawa.
Keheningan sesaat menyelimuti medan pertempuran.. hingga terdengar sorakan rakyat dari segala arah.
“Pahlawan…!” “Dia telah menyelamatkan kita!”
Suara-suara itu menggema memenuhi langit. Rakyat menatapnya dengan penuh harapan dan kekaguman, seolah sosok yang berdiri di hadapan mereka bukan lagi manusia biasa, melainkan penyelamat yang diutus untuk membebaskan dunia dari teror makhluk-makhluk kutukan.
Ryujin, seorang pemburu yang namanya diselimuti legenda. Di dalam katananya bersemayam seekor naga suci, makhluk agung yang tertidur dalam bara kekuatan kuno. Setiap kali pedangnya terhunus, aura naga itu membelah kegelapan seperti petir yang mengoyak langit malam.
Bagi banyak orang, Ryujin adalah harapan terakhir di tengah teror makhluk-makhluk kutukan. Namun bagi dirinya sendiri, dia bukan sekadar pemburu biasa. Dia adalah sosok pilihan takdir. Seseorang yang dilahirkan untuk menumpas kutukan dan menyelamatkan nyawa yang tak mampu melindungi diri mereka sendiri.
Tatapan matanya setajam bilah katana yang dia genggam, sementara langkahnya selalu membawa bayang-bayang kematian bagi para makhluk terkutuk. Ke mana pun Ryujin pergi, raungan naga sucinya seolah menjadi pertanda bahwa cahaya masih belum padam di dunia yang hampir tenggelam dalam kegelapan.
Mereka tersadar bahwa tubuh yang mereka tempati memang adalah seorang para pemburu makhluk kutukan Tingkat Elite.
Setelah merenungi semuanya, Yua berkata "Baiklah aku mengerti, jika memang ini adalah takdir. Maka kita bukanlah orang sembarangan, kita diberi tanggung jawab besar atas semua ini."
"Benar.. melihat tangisan dan rintihan suara rakyat membuat hatiku terasa teriris, aku akan menjadi pahlawan dan membunuh semua makhluk kutukan yang membuat rakyatku sengsara" ucap Haru.
"Tidak kusangka semua ini terjadi kepadaku, mungkin karena aku adalah orang yang kuat, aku akan menyelesaikan semua ini" tegas Ryujin.
Rasa semangat dan percaya diri tumbuh di dalam hati mereka. Keinginan mereka untuk menang semakin besar.
Ryujin berkata "Tapi dimana katana kita? apa katananya disimpan selama kita koma?, aku tidak sabar ingin melihatnya."
"Mungkin saja, agar tidak ada orang yang menyalahgunakan", jawab Haru.
"Secara itukan bukan katana sembarangan, pasti disimpan. Tapi siapa yang menyimpannya, dan apa boleh kita ambil sekarang, hehe.." ucap Yua.
Haru berkata "Hmm mungkin sebentar lagi.."
"Bagaimana kau tau?" tanya Ryujin sambil menaikkan alis.
"Ya aku hanya menebak, kan kita juga sudah siuman."
Para dayang datang ke kediaman Yua dengan membawa sesuatu di dalam kotak mewah. Dan apa bisa kalian tebak apa isi kotak itu?
Dayang berkata "Mohon maaf Nona Yua, kami diutus Kaisar untuk memberikan kembali katana milik nona."
Yua terkejut mendengar perkataan dayang sambil menatap Haru dan Ryujin, seolah mereka sudah tau kalau mereka ingin katananya diberikan.
Setelah mengembalikan katana, para dayang pergi meninggalkan kediaman Yua.
Yua berkata "Lihatlah.. Katana itu justru datang sendiri kepadaku, hehehe."
"Tunggu apa lagi bukalah kotak itu, aku sudah penasaran" ucap Ryujin.
Dia membuka kotak mewah itu dengan sangat hati-hati. Mereka terkejut akan keindahan Katana Yua, corak emas berwarna putih susu seperti apa yang telah Yua lihat dalam ingatannya tadi.
"Indah sekali.." puji Haru.
"Coba kau hunuskan katanamu, aku ingin melihat kekuatannya" ucap Ryujin.
Dengan hati-hati perlahan Yua menghunuskan katananya. Terlihat terdapat kekuatan air memcancar pada katananya. Yua moncoba katana itu dengan mengayunkannya secara perlahan. Namun anehnya saat mencoba pertama kali, dia seolah sudah lama bisa menggunakan katana, padahal dulu dia tidak pernah memegang katana sekalipun.
"Katana ini sungguh luar biasa, aku merasakan kekuatan besar didalamnya, lihatlah teman-teman aku sudah mahir menggunakannya" ucap Yua.
"Lalu kapan katana ku dikembalikan ya..ezzz" ucap Ryujin.
"Sebaiknya kita kembali ke kediaman kita masing-masing, siapa tau mereka mengirimkannya sekarang" jawab Haru.
Ryujin berkata, "Benar, oke aku kembali dulu ya, Yua selamat atas katanamu, namun kau juga harus berhati-hati ya saat menggunakannya agar kau tidak terluka."
"Terimakasih atas perhatianmu."
Haru berkata, "Kalau begitu aku juga akan kembali, selamat tinggal".
"Aku yakin katana kalian juga tidak kalah hebatnya dengan milikku." ucap Yua.
Saat Ryujin dalam perjalanan menuju kediamannya, langkah Ryujin terhenti karena dia merasakan seperti ada sesuatu yang mengikutinya. Dia menoleh ke belakang tetapi tidak ada keanehan apapun, namun saat melihat ke atas langit betapa terkejutnya dia bahwa ada seekor naga yang melihatnya dari bawah.
Ryujin yang selama hidupnya tidak pernah melihat naga sungguhan itupun takut dan berlari sekencang-kencangnya, naga itu justru terus mengikuti kemana arah Ryujin berlari. Naga itu menyalip langkah Ryujin dan berhenti di depannya. Saat itu Ryujin bingung harus melakukan apa, lalu dia mengusir naga itu layaknya mengusir seekor lalat.
Naga itu semakin mendekati Ryujin, saat Ryujin beradu tatap, Ryujin seketika mengingat sesuatu bahwa naga didepannya itu adalah naga inguannya sendiri yang ditunjukkan pada ingatannya yang lalu. Ryujin menghela nafas dan tertawa malu.
"Tertanya kau.. bodohnya aku lari ketakutan saat melihatmu.." ucap Ryujin.
Sambil membelai naganya, Ryujin berkata "Maafkan Tuanmu yang bodoh ini ya.. aku melupakanmu untuk sesaat."
Naga itu tersenyum dan tiba-tiba berubah menjadi sebuah katana. Katana itu adalah milik Ryujin yang datang kepadanya sendiri berwujud naga.
Ryujin memegang katananya sambil berkata "Jadi kau datang sendiri kepada pemilikmu ya.., kuharap tidak ada yang melihatku berlari tadi.. hehehe."
Saat Haru memasuki kediamannya, ia melihat Master Seijun telah duduk dengan tenang di kursi utama. Di atas meja depan beliau terletak sebuah kotak mewah berukir naga hitam.
Haru memberi hormat sebelum dipersilahkan membuka kotak itu. Saat penutupnya terbuka, sorot mata Haru seketika berubah.
Di dalamnya terbaring sebilah katana miliknya. Kilauan dingin pedang itu terasa begitu familiar, seolah telah kembali kepada tuannya setelah lama terpisah.
“Bawalah kembali katanamu, seorang pemburu tidak boleh kehilangan taringnya. Jangan lengah karena tugas kita masih belum selesai." ucap Master Seijun.
Master Seijun pergi meninggalkan kediaman Haru setelah Haru menerima katananya.
Sambil menghunuskan katananya Haru berkata, "Kekuatan yang kumiliki saat ini pasti akan berguna bagi semua orang di masa ini."
Malam telah tiba. Yua duduk di teras sambil melihat bintang-bintang di langit.
Teringat sahabatnya Narumi, Yua berkata "Narumi sekarang sedang apa ya? andai saja dia ikut terbawa, pasti akan seru."
Disebuah ruangan, Kaisar dan para menteri kerajaan berkumpul dalam membahas masalah mahkluk kutukan yang baru-baru ini muncul di masyarakat.
Kaisar berkata, "Disini kita semua akan menindak lanjuti masalah baru yang menimpa masyarakat di desa Okaya. Atas kekacauan yang ditimbulkan oleh makhluk kutukan baru-baru ini."
Para menteri mengusulkan pendapatnya masing-masing. Ada yang berkata bahwa kita harus segera menangkap dan membunuh makhluk kutukan itu dan ada yang mengusulkan untuk menyelidiki terlebih dahulu apa latar belakang makhluk kutukan itu.
Seorang menteri keuangan yang bernama Yamato Takamura atau biasa disebut dengan Yamato berkata "Saya harap para pemburu pilihan bisa segera membunuh makhluk itu agar tidak banyak menimbulkan kekacauan yang terjadi, namun saya ragu mereka tidak mampu dan berakhir seperti kejadian minggu lalu."
"Aku khawatir dengan itu, namun aku yakin mereka akan menjalankan tugas ini lebih baik lagi" ucap Kaisar.
"Baiklah hamba percaya kepada Kaisar."
Kaisar berkata, "Besok para pemburu pilihan akan ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini."
Para menteri menjawab "Baik Kaisar kami menyetujuinya."
Keesokan harinya Yua, Haru dan Ryujin di utus menemui Master Seijun untuk membahas masalah ini. Dalam pertemuan ini Master Seijun menjelaskan sesuatu tentang kasus yang terjadi di Desa Okaya.
Master Seijun berkata, "Waktu istirahat kalian sudah selesai dan kini saatnya kita kembali bertugas lagi. Aku harap makhluk-makhluk ini segera musnah dari dunia agar kita bisa bersantai kembali, benar begitu bukan.."
"Hahaha benar, aku harap juga begitu" jawab Ryujin.
"Sebenarnya apa yang terjadi di Desa Okaya tersebut master" tanya Haru.
"Sebuah makhluk telah membuat kegaduhan di Desa Okaya. Makhluk itu mencuri persediaan pangan di desa itu dan menyerang warga hingga membunuh warga yang melihatnya."
Yua berkata "Kasihan sekali.. mengapa makhluk itu sangat jahat dan apa penyebabnya Master?"
"Pertanyaan yang bagus, untuk itu kalian ditugaskan untuk menyelidiki dan membunuh makhluk itu" sahut Master Seijun.
Ryujin berkata "Seperti apa wujud makhluk itu Master?"
"Dari kesaksian warga yang melihat, makhluk itu berwujud seperti manusia namun memiliki 4 tangan dengan kukunya yang tajam, bertaring dan berlari cepat, kebanyakan warga melihat makhluk itu di malam hari."
Dengan menunjukkan segulung kertas Master Seijun berkata "Lihatlah ini adalah sketsa makhluk tersebut."
"Mengerikan sekali.."
"Tenang saja Yua.. aku pasti akan melindungimu" ucap Ryujin.
"Dih.." jawab Yua sambil memalingkan wajah.
Haru berkata, "Tunggu.. untuk apa makhluk seperti ini mencuri persediaan pangan warga?"
"Pertanyaan yang bagus, kalian harus mencari tahu nanti" jawab Master Seijun.
"Dasar orang tua ini" ucap Ryujin di dalam hatinya.
Perjalanan menuju Desa Okaya dimulai. Mereka akan melaksanakan tugas pertamanya sebagai pemburu makhluk kutukan.
Di depan gerbang istana, langkah Yua tiba-tiba terhenti saat seseorang memanggil namanya. Yua menoleh ke belakang dan melihat seorang pemuda tampan berdiri sambil menatapnya dengan senyum hangat.
Pemuda itu berjalan mendekat lalu berkata pelan,
“Kau akan pergi meninggalkanku lagi..”
Yua sempat terdiam, mencoba mengingat wajah pria di hadapannya. Namun sesaat kemudian, ingatannya perlahan kembali.
“Jinsei?”
Pemuda itu tersenyum kecil.
Benar. Dia adalah Jinsei Takamura, sahabat masa kecil Yua sekaligus putra dari Menteri Keuangan, Yamato Takamura.
Yua tersenyum sambil berkata "Jinsei, lama tidak bertemu."
"Maaf aku tidak bisa menjengukmu karena tugas diluar istana."
"Tidak apa-apa."
"Kau akan bertugas di Desa Okaya?"
"Benar bagaimana kau tahu?"
"Aku mengetahuinya dari ayahku, berhati-hatilah dan berjanjilah kau akan kembali lagi ke istana."
Yua tersenyum sambil menatap Jinsei.
Di dalam hatinya Yua berkata "Dia tokoh protagonis atau antagonis ya? tapi dia terlihat sangat perhatian kepadaku."
Ryujin melihat ke belakang dan berkata "Yua, cepatlah jika tidak ingin tertinggal."
"Iya sebentar" sahut Yua dari kejauhan.
Jinsei berkata "Yua, makhluk itu hanya bisa muncul di malam hari karena kelemahannya adalah.."
Jinsei tidak sempat mengatakan kalimat terakhirnya karena ayahnya/Tuan Yamato memanggilnya dari belakang.
Yua berkata "Kalau begitu aku pergi dulu sampai jumpa kembali di istana.."
Jinsei tidak bisa melanjutkan perkataannya karena ayahnya berada di belakangnya.
Tuan Yamato menghampiri Jinsei dan berkata "Sebaiknya kau tidak perlu mencampuri urusan mereka, putraku."
Di perjalanan Ryujin bertanya kepada Yua.
"kau tadi berbicara dengan siapa disana?"
"Oh.. dia Jinsei, putra Menteri Keuangan Tuan Yamato."
"Ada hubungan apa kau dengan dia?"
"Dari ingatanku dia adalah sahabat masa kecilku."
"Jadi begitu."
Di tengah perjalanan, Haru memulai percakapan.
"Aku penasaran dengan makhluk itu apa dia sangat kuat atau sebaliknya."
"Entahlah, ini juga tugas pertama kita, kita harus berhati-hati dan saling melindungi oke.." ucap Ryujin.
"Okee" jawab Yua.
Tak terasa perjalanan mereka telah sampai di Desa Okaya.
"Wah.. indah sekali pemandangan di Okaya ini, udaranya juga sangat sejuk.." ucap Yua.
"Iya.. tapi tidak untuk di malam hari.." jawab Haru.
Mereka pun tiba di kediaman kepala Daerah. Mereka disambut dengan hangat dan dijelaskan apa saja yang telah terjadi di desa tersebut.
Kepala Daerah berkata "Sudah 4 hari desa kami diteror oleh makhluk ini, kami menghimbau para warga agar tidak keluar rumah saat malam tiba."
"Bisakah kami melihat korban-korban dari makhluk ini?" tanya Ryujin.
"Mari ikuti saya."
"Ini adalah korban-korban makhluk tersebut, dari dua hari ini terdapat 3 orang yang meninggal. Total sebenarnya dari empat hari ini ada 7 orang, 4 korban yang meninggal dua hari yang lalu sudah dimakamkan" jelas Kepala Daerah.
Sambil melihat-lihat mayat tersebut Yua menyadari ada kesamaan antara mayat satu dengan mayat lainnya.
"Lihatlah.. terdapat bekas gigitan di leher para korban."
"Tidak salah lagi, ini pasti adalah taring dari makhluk tersebut" sahut Haru.
"Jadi dapat disimpulkan, selain mengambil bahan pangan warga makhluk ini juga menghisap darah korban untuk energinya" jelas Ryujin.
Sambil menunggu malam tiba, Kepala Daerah dan para Pemburu memikirkan strategi untuk menangkap makhluk ini.
Haru berkata, "Kita harus menangkap makhluk ini di tempat yang sepi dari warga untuk meminimalisir bahaya."
"Ditambah kita harus mengumpulkan banyak bahan pangan agar makhluk itu tertarik" sahut Ryujin.
Kepala Daerah berkata "Baik.. kami akan menyiapkannya."
"Tapi kita juga memerlukan satu manusia untuk umpan yang lebih besar. Kita memerlukan orang yang kuat dan tidak kenal takut" jawab Yua.
"Tetapi siapa? tidak mungkinkan warga? mereka saja tidak memiliki kekuatan" tanya Kepala Daerah.
Sambil tersenyum tipis Yua dan Haru menatap Ryujin.
Ryujin berkata "Kenapa kalian menatapku seperti itu? jangan bilang kalian ingin menjadikanku sebagai umpan."
"Ayolah.. siapa lagi yang bisa kalau bukan kau, kau sendiri kan yang mengatakan bahwa dirimu kuat hehehe" ucap Yua sambil membujuk Ryujin.
"Kalian.. hufff, baiklah aku saja."
"Tenang saja.. kau tidak akan mati secepat ini" ucap Haru sambil tertawa kecil.
Di dalam ruangan, Master Seijun menyelidiki tentang makhluk kutukan tersebut. Dia berpikir mengapa selama periode ini muncul makhluk-makhluk kutukan. Apa yang membuat makhluk seperti ini ada? dan bagaimana asal muasalnya? bagaimana cara memecahkan teka-teki ini?.
Malam telah tiba, pasokan bahan pangan dialihkan dalam gudang Kepala Daerah, mereka bersiap untuk berjaga-jaga. Dan Ryujin sudah didandani layaknya rakyat biasa.
"Berjalanlah menuju gudang, jangan lengah.. kita semua mengawasi" ucap Haru kepada Ryujin.
"Aku akan berada di belakang gudang untuk mengawasi keadaan" sahut Yua.
"Baik.. aku akan memancing makhluk itu."
Cahaya bulan menerangi jalan. Ryujin berjalan sambil menarik gerobak berisikan bahan pangan menuju gudang Kepala Daerah dengan melirik ke berbagai arah. Ryujin belum merasakan adanya aura negatif di sekitarnya.
Area belakang gudang Kepala Daerah tersebut menghadap ke hutan, sedangkan Yua berada di samping gudang tertutup beberapa balok kayu bakar.
Cahaya rembulan mulai tertutup awan, hawa dingin dan angin menghembus kencang. Karena Yua penasaran, dia pergi ke atas pohon rindang dekat gudang tersebut. Dia melihat Ryujin dari bawah sembari melihat sekeliling.
Yua berkata di dalam hatinya "Mana makhluk itu lama sekali.."
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!