Indonesia
NovelToon NovelToon

Love Story: Menemukan Cinta Sejati

01

************"

Di malam yang masih cukup ramai dengan aktifitas para pekerja malam.

Di salah satu gedung apartemen yang cukup mahal di ibukota.

Salah satu apartemen tempat sepasang kekasih tinggal bersama, Evelyn Rose dan kekasihnya Roland Drew.

Sepasang kekasih yang begitu romantis yang sudah tinggal bersama walaupun belum memiliki ikatan pernikahan.

Walaupun begitu mereka tidak tinggal satu kamar seperti sepasang kekasih yang melakukan living together seharusnya.

Mereka tinggal di kamar yang berbeda tanpa pernah melakukan hubungan seksual.

Namun kali ini Evelyn memiliki ide gila , di hari jadi mereka yang ke lima, Evelyn ingin menggoda Roland.

Evelyn membeli banyak baju lingerie seksi untuk menggoda kekasihnya itu.

" Tsh...!! Aku yakin malam ini kau pasti tergoda, Bebe..!!" Dengan suara centilnya Eveline bergaya di depan kaca besar di kamarnya.

Setelah berdandan sangat menggoda, Evelyn lalu berjalan menuju meja makan untuk mengatur letak beberapa alar makan untuk makan malam romantis.

Evelyn duduk tenang di atas sofa untuk menunggu kedatangan Roland.

Namun sampai di tengah malam, Roland belum pulang juga, hingga membuat Evelyn kesal.

" Dimana Roland..?, bahkan sampai tengah malam dia belum pulang." Eveline berjalan mondar-mandir.

Karena jam sudah menunjukkan pukul satu malam, hati Evelyn mulai gelisah.

" Tak biasanya Roland pulang selarut malam ini ?"

Hingga akhirnya sebuah telfon masuk dari sahabatnya Nora.

" Dretttt...!!!"

" Nora ?" Tanpa banyak basa-basi Evelyn langsung mengangkat telpon itu.

" Hello Besti..!!, ada apa ?" Tanya nya seakan tidak terjadi apa-apa.

Namun suara Nora di sebrang sana seakan menunjukkan kondisi darurat.

" Sekarang kau datang ke hotel Blue Diamond..!! Aku melihat Ronald...!!" Ucapnya langsung dan itu membuat Evelyn ayok.

" What the hell..!!!, dia selingkuh..!!"

Tanpa banyak bicara Evelyn langsung mengambil jaket panjang untuk menutupi gaun seksinya dan bergerak langsung menuju tempat yang diberikan oleh Nora.

###

Lima belas menit kemudian, Evelyn telah sampai di tempat yang diberi tahu Nora.

Dengan kekesalan dan kemarahan meledak ledak, Evelyn naik ke lantai dimana Ronald bermalam dengan selingkuhannya.

Di saat Evelyn akan sampai ke tempat itu, Nora langsung menghentikan Evelyn secara tiba-tiba.

" Tunggu sebentar eve..!!"

Evelyn terhenti dengan pikiran bertanya tanya.

" Ada apa lagi Nora..!!, aku akan hajar wanita itu dengan tinju ku !!" Seakan tak sabar Evelyn mencoba menerobos masuk ke kamar itu.

Namun Nora kembali menghentikan Evelyn.

" Apapun yang kau lihat di dalam, kendalikan emosi mu.."

Evelyn mulai heran namun karena terlalu diliputi kemarahan, Evelyn langsung bergerak menuju pintu kamar yang ditempati Ronald dan selingkuhan nya.

" Dok..!!"

"Dok...!!!"

"Dok....!!"

Dengan kekesalan dihatinya Evelyn mengetuk keras pintu itu.

Setelah beberapa saat kemudian terbukalah pintu itu dan menunjukkan sosok Ronald yang keluar dengan menggunakan piyama mandi.

" Eve..!! Kau.. disini ?" Dengan gelagapan Ronald merasa terkejut dengan kehadiran Evelyn.

" Plakkk...!!" Satu tamparan mendarat keras di pipi Ronald.

" Dasar bajingan...!!"

" Dimana selingkuh mu itu..!!"

Tanpa memperhatikan keterkejutan Ronald, Evelyn langsung melangkah menerobos masuk.

" Jangan Eve..!!"

"Dengarkan aku..!!" Ronald mencoba menghentikan Evelyn namun terlambat Evelyn sudah masuk dan menuju ranjang tidur.

Di dalam kamar, Evelyn melihat ada yang bersembunyi di balik selimut.

" Siapa kau jalang sialan..!!"

Evelyn dengan kasar menarik selimut itu dan betapa terkejutnya dia saat yang dilihatnya bukan wanita cantik ataupun psk tapi...

Wajah Evelyn terdiam kaku, ia lalu melihat ke arah Ronald yang sudah masuk dengan wajah pucat.

Tanpa banyak basa-basi Evelyn langsung berteriak keras.

" Kau HOMO...!!!"

" DASAR PENIPU..!!"

*********

02

#######

Patah hati sekaligus malu dalam bersamaan menimpa Evelyn langsung.

Pacarnya yang selama ini dikira sangat mencintainya ternyata hanya pembohong besar.

" Hu..hu..hu...hu..!!, Bajingan itu...!! hiks..! hiks..! mempermainkan ku..!!" tangisan dan kekesalan terlontar dari mulut Evelyn yang sekarang sedang meratapi nasibnya di club malam bersama sahabat setianya Nora.

" Argh...!! Sialnya aku kira dia tidak pernah mau berhubungan sex karena dia begitu baik ingin menjaga ku..??"

" Ternyata bajingan satu itu gak doyan perempuan..!!" sumpah serapah dan omongan yang ngelantur terus terucap dari mulutnya.

Nora yang iku merasakan sakit hati yang diderita Evelyn hanya bisa mencoba menenangkannya.

" Sabarlah Eve, jangan terlalu memikirkan pasangan selingkuh HOMO itu, kau cantik Eve..!!" ucapnya sejenak.

" Lo pantes dapet yang lebih mantep dan tentunya suka cewek..!" Nora masih mencoba meyakinkan Evelyn agar tidak patah semangat.

" Lo tau kan Nora.., gue bukan cuma diselingkuhi..!, tapi juga dibohongi doangg." dengan rambut acak-acakan dan minuman keras di tangannya, Evelyn masih meluapkan kekecewaannya.

sedangkan suasana club malam masih sangat ramai, walaupun begitu tidak ada yang terlalu memperhatikan Evelyn karena mereka mungkin merasa di wanita yang terlalu banyak minum.

musik DJ terdengar sangat keras dan menambah kerumunan orang yang ingin berpesta.

Di salah satu ruang VVIP di club malam itu , dibalik gemerlap lampu dan kerasnya musik.

Tanpa disadari oleh orang orang sekitar, di salah satu ruang VVIP terjadi transaksi besar yang melibatkan dua pria yang berkuasa.

Seorang anggota gengster dan pebisnis besar.

" Jadi aku hanya harus mengawal transaksi barang sampai ke penerima?" ucap pemimpin gengster pada rekan bisnisnya.

" Yah .., barang itu cukup langka dan sering menjadi target perampokan." sahut rekan bisnisnya.

" Oh.., baiklah itu cukup mudah, tapi kau tahu harga pengawalan ini kan."

" Tentunya aku sudah menyiapkan bayaran tinggi untuk ini, yang lebih penting aku ingin barang itu sampai dengan baik dan aman."

Sang anggota gengster itu mengangguk setuju dengan kerjasama ini.

" Aku cukup heran, mengapa orang seperti mu membutuhkan bantuan tangan dari kelompok kriminal seperti kami ." tanya pemimpin gengster itu.

" Sederhananya.., aku hanya mau berurusan dengan pebisnis legal, dan jika aku diusik oleh orang-orang dari dunia gelap, akan lebih baik aku membayar orang seprofesi dengan pengusik itu, seperti para perampok itu, kau pasti tau mereka juga dari kelompok kriminal seperti kalian." jelasnya.

Pemimpin gengster itu mengangguk setuju dan mengerti kenapa rekan bisnisnya itu tidak ingin terjun langsung ke dunia bisnis gelap.

" Kau hanya ingin semuanya ditangani oleh ahlinya.., bukankah seperti itu." ucapnya lebih ringkas.

Pebisnis itu pun mengangguk. " yah ."

Kembali ke lantai dansa di club malam itu.

Semakin malam, suasana semakin ramai dengan pengunjung.

Evelyn yang sudah setengah mabuk berat akhirnya tumbang juga.

Evelyn segera diantar ke kamar mandi oleh Nora saat Eve mulai menunjukkan gelagat akan muntah.

Dengan perhatian Nora membopong tubuh Eve yang sudah sempoyongan ke arah kamar mandi.

dan benar saja Eve langsung mengeluarkan semua isi perutnya dengan muntahan.

" Huekkk..!!"

"Huekkk...!!"

"Astaga Eve..!!, lo segitunya nangisin cowok HOMO itu ..?" ujar Nora.

"Huekkk...!!"

"Huekkk...!!"

Dengan sekuat tenaga Nora kembali membopong tubuh Eve setelah selesai.

kedua wanita itu berjalan di lorong club jalan menuju kamar mandi.

Nora akan membawa Eve untuk pulang, dia juga sudah memangil taksi untuk menjemput nya dan Eve.

Namun saat Eve dan Nora masuk ke lift untuk turun ke lantai dasar menuju ke taksi yang sudah menunggu.

Masuklah dua pria berpakaian rapi memakai jas hitam.

Nora lumayan gugup saat kedua pria itu ikut masuk ke dalam lift tersebut.

Sedangkan kedua pria itu adalah Bos dan asistennya.

Sangat bos hanya diam tanpa memperhatikan kedua wanita didekat nya.

" Ganteng juga nih cowok..?, tapi kayak serem gitu ya..?" gumamnya dalam hati.

sedangkan Evelyn yang bersandar di bahu Nora tidak terlihat wajahnya, kondisinya juga sudah mabuk berat.

Di tengah kecanggungan itu secara tiba-tiba Evelyn berbicara tanpa sadar.

" Dasar Homo sialan..!!" suaranya tidak terlalu besar sebenarnya namun karena ke-empat nya berada di ruangan kecil , suara Eve terdengar sangat jelas.

Nora langsung menutup mulut Evelyn dengan telapak tangannya.

Hingga sang boss dan asistennya langsung melirik ke arah Eve yang masih tidak terlihat wajahnya karena tertutupi rambut panjangnya.

" Ada apa dengan wanita ini ?" guman pria itu dengan suara pelan

...****************...

03

...****************...

Malam itu terasa lebih dingin dari biasanya.

Lampu-lampu kota berkelap-kelip di balik kaca apartemen mewah milik Nora, tapi bagi Evelyn Hills, semuanya tampak buram.

Bukan karena hujan, tapi karena air mata, dan alkohol.

Evelyn,wanita 25 tahun dengan paras menawan dan aura elegan, duduk bersandar di sofa, gaun hitamnya sedikit berantakan.

Di tangannya, gelas wine yang sudah entah ke berapa kali diisi ulang.

“Dia... dia bilang cuma aku...” suara Evelyn bergetar, matanya kosong menatap lantai.

Nora yang duduk di sebelahnya menghela napas panjang.

“Cowok kayak gitu memang jago ngomong, Vel. Tapi ujung-ujungnya tetap sama.. brengsek.”

Evelyn tertawa kecil, pahit.

“Lucu ya... aku yang biasanya negosiasi jutaan dolar tanpa takut, malah kalah sama satu pria bodoh yang suka laki.”

Nora menyenggol bahunya pelan.

“Karena ini bukan soal bisnis. Ini soal hati, lagi pula siapa yang menyangka mantan mu ternyata suka batang..”

Evelyn mengangkat gelasnya lagi, tapi Nora cepat menahannya.

“Cukup. Kamu udah minum terlalu banyak.”

“Biarkan saja...” Evelyn mencoba merebut gelasnya. “Setidaknya ini bisa bikin aku lupa.”

“Lupa sementara,” sahut Nora tegas. “Besok kamu tetap bangun dengan masalah yang sama.”

Evelyn terdiam. Lalu perlahan, air matanya jatuh lagi.

“Kenapa sih, Nora...? Apa aku kurang cantik? Kurang baik? Kurang apa?”

Nora langsung memegang wajah Evelyn, memaksanya menatap.

“Denger ya. Kamu itu Evelyn Hills. Cantik? Jelas. Pintar? Nggak perlu diragukan. Kaya? Ya ampun, kamu bahkan punya perusahaan sendiri! Jadi jangan pernah mikir kamu kurang.”

“Lalu kenapa dia selingkuh...?”

“Karena dia suka batang ..!!,” jawab Nora tanpa ragu. “Kurang otak, kurang bersyukur, kurang harga diri.”

Evelyn terdiam beberapa detik, lalu tertawa kecil di sela tangisnya.

“Kamu selalu tahu cara bikin aku merasa sedikit lebih baik.”

“Itu karena aku sahabat kamu,” Nora tersenyum. “Dan sahabat tugasnya nyelametin kamu dari keputusan bodoh, termasuk minum sampai pingsan.”

“Terlambat...” gumam Evelyn sebelum akhirnya tubuhnya limbung.

Nora langsung menahannya.

“Ya ampun, Vel! Aku udah bilang..”

Namun kalimatnya terhenti ketika Evelyn benar-benar kehilangan kesadaran.

Nora menghela napas pasrah.

“Hebat. CEO perusahaan besar... tumbang gara-gara cinta pria homo.”

#######

Pagi hari datang terlalu cepat.

Cahaya matahari menembus tirai apartemen Nora, tepat mengenai wajah Evelyn yang meringis kesakitan.

“Kepalaku..., ck..! sakit sekali.” gumamnya sambil memegang pelipis.

“Bagus, kamu bangun juga akhirnya.”

Evelyn menoleh. Nora sudah berdiri di pintu kamar dengan tangan terlipat.

“Aku di mana?” tanya Evelyn, masih setengah sadar.

“Di apartemenku. Dan kamu tadi malam minum kayak sapi glonggong."

Evelyn mengingat sedikit demi sedikit. Wajahnya langsung berubah dingin.

“Oh... ya ??”

Nora melihat perubahan itu.

“Masih kepikiran?”

Evelyn bangkit perlahan, menyingkirkan selimut.

“Aku nggak punya waktu buat itu, kayak gak ada laki-laki lain saja.”

“Serius?” Nora mengangkat alis. “Baru semalam kamu nangis sampai pingsan.”

“Itu semalam,” jawab Evelyn tegas. “Hari ini aku punya perusahaan yang harus aku jalankan.”

Nora mendecak.

“Minimal akui kalau kamu masih sakit.”

Evelyn berhenti sejenak. lalu berkata pelan,

“Aku memang sedikit sakit, Tapi aku nggak boleh berhenti hanya karena satu pria Homo kan ?"

Nora terdiam, menatap sahabatnya itu dengan campuran kagum dan khawatir.

“Ya sudah,” Nora akhirnya mengalah. “Aku sudah masak sarapan. Kamu makan dulu.”

Evelyn melirik jam di ponselnya, matanya langsung melebar.

“Jam segini?! Aku telat!”

Ia langsung beranjak dari tempat tidur, buru-buru mengambil tasnya.

“Vel! Sarapan dulu!” teriak Nora dari dapur.

“Nggak sempat!”

“Aku sudah capek-capek masak!, teman biadab !!” suara Nora mulai kesal.

Evelyn berjalan cepat menuju pintu.

“Nanti saja!”

Nora muncul sambil membawa piring.

“Telur, roti, bahkan jus aku bikin! Kamu cuma perlu duduk lima menit!"

Evelyn berhenti sejenak, menatap makanan itu, lalu menghela napas.

“Aku benar-benar nggak bisa, Nora. Meeting penting.”

“Kesehatan kamu juga penting Eve.” balas Nora.

Evelyn tersenyum tipis, tapi matanya tetap dingin.

“Aku janji, nanti aku makan.”

“Kamu selalu bilang gitu!”sangkalnya.

Evelyn sudah membuka pintu. “Thanks, Nora. Untuk semuanya.”

“Eve..!!, Hoy..!!, emang kurang ajar..!!”

Namun pintu sudah tertutup.

Nora berdiri terpaku, menatap pintu itu beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas panjang.

“Dasar keras kepala...”

Ia melirik piring sarapan di tangannya.

“Cantik, pintar, kaya... tapi urusan makan aja susah.”

Di sisi lain, Evelyn sudah masuk ke dalam mobilnya.

Wajahnya kembali tanpa ekspresi, dingin, tegas, seperti CEO yang dikenal banyak orang.

...****************...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!