Perguruan naga langit
Desa hamparan adalah desa yang tenang dan penuh kedamaian, desa dimana pendekar naga langit tinggal dan membangun perguruan naga untuk mendidik generasi penerus, untuk menstabilkan dunia persilatan, untuk meredam kejahatan-kejahatan yang sering terjadi yang dilakukan oleh Pendekar golongan hitam.
Pendekar naga langit memutuskan untuk pensiun dari dunia persilatan.
Namun dirinya merasa khawatir karena maraknya kejahatan yang dilakukan oleh para pendekar yang sakti dan kuat namun tak berhati nurani.
Untuk itu pendekar naga langit memutuskan untuk mendidik murid, untuk menurunkan ilmu kesaktiannya agar kelak akan ada yang mampu dan mengimbangi kekuatan jahat.
Pendekar naga langit memutuskan untuk mendidik 3 murid.
Yang kelak akan menjadi keamanan dan kenyamanan di wilayah dimana pun mereka berada.
Di putuskan lah 3 remaja lemah untuk di ajarkan silat, dan ilmu kesaktian.
Oval, Arden, Apis adalah pemuda beruntung yang mewarisi kesaktian dari pendekar naga langit yang terkenal sakti dan ditakuti oleh para pendekar golongan hitam.
Disebuah desa terdapat perguruan naga.
Dengan murid hanya 3 orang saja.
Bertahun tahun berlatih dan belajar ilmu beladiri.
Belajar budi pekerti, belajar akhlak dan belajar tentang strategi perang.
Pendekar naga langit ingin murid-murid nya siap menghadapi kerasnya dunia persilatan.
Kerasnya keserakahan. Keji nya kejahatan.
Pendekar naga langit berharap kelak murid murid nya bisa menjaga kestabilan keamanan wilayah.
Pendekar naga langit setelah malang melintang di dunia persilatan dan setelah banyak mengalahkan banyak pendekar dari golongan jahat.
Akhirnya memutuskan untuk pensiun dari dunia persilatan.
Pendekar naga langit pun pernah berkarier di kerajaan,membantu pihak kerajaan dalam menumpas para musuh kerajaan.
Perang melawan kerajaan lain, perang melawan pemberontak sering di jalani oleh pendekar naga langit ketika berkarier di kerajaan, tak heran jika namanya sampai sekarang cukup disegani oleh pihak kerajaan dan oleh para pendekar di Nusantara.
Pendekar naga langit mempunyai 3 murid yaitu Oval , Arden , Apis.
Oval adalah keponakan dari naga langit sendiri, Oval berumur 23 tahun, berbadan tinggi kekar dan berkulit coklat.
Arden adalah murid ke dua , berumur 22 tahun, berasal dari keluarga kerajaan.
Berkulit putih, berperawakan sedang,
Ayah Arden adalah teman perjuangan semasa muda bersama pendekar naga langit.
Ayah Arden menjabat sebagai penasihat kerajaan.
Apis berasal dari pulau sebrang, Apis yang termuda diantara bertiga, Apis berumur 20 tahun.
Orang tua Apis kenal dekat dengan pendekar naga langit dan mempercayakan pendekar naga langit untuk mendidik Apis untuk menjadi pendekar sakti mandraguna.
Meraka sudah bertahun tahun berguru ilmu bela diri.
Persahabatan 3 pendekar ini tidak sekedar sahabat biasa tapi sudah seperti keluarga dengan kakak tertuanya adalah Gopal
Berjuang bersama susah senang bersama.
Mereka bertiga sedang latihan tahap akhir.
Setelah itu mereka akan bebas berpetualang menjajaki dunia persilatan yang sebenarnya di mana hukum rimba akan berlaku , yang kuat maka akan menang .
Setelah selesai berlatih.
Mereka berkumpul di aula .
Pendekar naga langit memberikan wejangan tentang kehidupan .
"Kalian saya nyatakan lulus... Kalian sudah menjadi pendekar."ucap guru naga langit kepada murid muridnya.
"Jaga prilaku,jaga perbuatan, nama baik kalian adalah nama baik saya juga, jika kalian berbuat jahat berbuat onar,maka saya berkewajiban untuk menghukum kalian."
"Kalian masing masing akan mendapatkan gelar, sebagai nama diri , sebagai jati diri."
"Oval , kamu bergelar pendekar naga hijau, Arden kamu bergelar naga putih, Apis kamu bergelar naga hitam."ucap guru naga langit.
Menjelaskan tentang gelar pendekar kepada ketiga muridnya .
"Pis kamu naga hitam hihi hitam donk kegelapan..."ucap Arden bercanda.
"Hehe keren keren...."ucap Apis
"Yess akhirnya selesai juga perjuangan berlatih ilmu beda diri ini."ucap Apis senang.
Oval dan Arden pun senang karena latihan mereka telah selesai dan saat nya menjalankan kehidupan baru sebagai pendekar.
"Ingat dasar dasar kemanusiaan, hati nurani dan belas kasihan, banyak pendekar sakti disana, yang membedakan mereka itu ialah kelakuan dan perbuatan."
"yang jahat banyak dan yang baik banyak . Apapun itu bergabung lah dan berkumpul lah dengan orang orang baik , karena kehidupan yang baik akan membawa hal positif untuk kehidupan pribadi kita sendiri "ucap guru naga langit memberikan nasehat.
***
Sementara itu di lembah larangan markas dari para pemberontak.
Berkumpul.di sebuah tempat tersembunyi berkumpul 4 pendekar jahat yang dipimpin oleh Pendekar Harimau.
Mereka sedang merencanakan sesuatu.
Mereka sedang berencana untuk melakukan tugas kejahatan.
Besok siang pasukan dari kerajaan akan melewati hutan giri untuk memindahkan tongkat pusaka kerajaan dari raja Anom menuju kerajaan kencana
Kerajaan Anom adalah kerajaan kecil yang di bangun oleh kerajaan kencana di wilayah barat sebagai penjaga perbatasan , yang memimpin kerajaan Anom tak lain adalah Raja Surya menantu dari Raja kencana.
Raja Surya sebelumnya adalah panglima perang dari kerajaan kencana yang menikahi anak pertama dari Raja kencana.
Raja kencana memiliki dua putri.
Putri Anjani, anak pertama yang menikah dengan panglima kerajaan yaitu Surya yang kini memimpin kerajaan Anom.
Yang kedua putri intan yang masih singel.
**
"Kita akan jegat rombongan tersebut dan kita rampas tongkat tersebut. Sebagai kode keras bahwa kamu tidak main main tentang keinginan kami."
"Sebagai peringatan kepada pihak kerajaan agar mempertimbangkan tuntutan kami yang telah kami nyatakan beberapa hari yang lalu terhadap pihak kerajaan."ucap satu diantara para pendekar tersebut.
Tongkat tersebut akan kita jadikan simbol perlawanan terhadap kerajaan .
Para pemberontak menginginkan beberapa wilayah yang berada dalam kekuasaan kerajaan kencana untuk di serahkan kepada pihak pemberontak.
Akan tetapi pihak kerajaan tidak menggubris permasalahan itu dan hanya menganggap sebagai permasalahan pemberontakan biasa
Markas pemberontak berada di lembah larangan, mereka menghasut rakyat dari kerajaan kencana untuk mau bergabung dalam pemberontakan.
Rakyat yang bergabung dilatih menjadi prajurit perang. Saat ini para pemberontak sudah mempunyai 100 prajurit yang siap tempur.
Pemimpin dari pemberontak tersebut bernama Pendekar Harimau, Pendekar Harimau berambisi untuk menjadi raja.
Pendekar Harimau awalnya menjadi pengawal istana dam karier ya meningkat menjadi panglima perang.
Lalu pendekar harimau secara terang-terangan meminta jatah wilayah sebagai bayaran pengabdian dirinya terhadap kerajaan kencana.
Tentu saja raja kencana menolak keinginan itu dan raja kencana marah besar atas keinginan pendekar harimau.
Namun mengingat jasa jasa dari Pendekar Harimau ketika mengabdi kepada kerajaan kencana.
Raja kencana mengampuni pendekar harimau dan mengusir pendekar harimau dari kerajaan dan tidak memiliki hubungan tugas apa pun.
Pendekar Harimau marah dan tetap kepada keinginan nya, maka itu pendekar harimau membentuk dan mengajak para pendekar lainnya untuk bergabung bersama untuk mewujudkan keinginannya menjadi raja.
Pendekar Harimau dan gerombolan kerap membuat kerusuhan di beberapa tempat, menarik perhatian khusus dari pihak kerajaan.
Pihak Pendekar Harimau sudah menyatakan tuntutan nya yaitu meminta sebagian wilayah dari kerjaan kencana untuk di berikan kepadanya.
Untuk di jadikan wilayah baru dan kerajaan baru dengan dirinya sendiri yang akan menjadi raja baru di wilayah baru tersebut.
Pihak kerajaan sudah menggapai hal itu dan menyatakan bahwa pendekar harimau dan gerombolan nya adalah musuh kerajaan.
Sudah terjadi beberapa petempuran kecil antara pihak kerajaan dan pihak pemberontak.
Akan tetapi pihak kerajaan tidak begitu serius menggapai hal tersebut dan belum ada tindakan keras terhadap ulah perusuh tersebut.
Tongkat pusaka kerajaan
Suasana pagi hari di Kerajaan Anom sangatlah cerah dan tenang.
Telah siap 10 prajurit pilihan untuk mengawal tongkat pusaka kerajaan yang sangat berharga untuk di simpan di Kerajaan Kencana.
Jarak perjalanan yang akan mereka tempuh adalah 2 hari dengan menaiki kuda yang kuat dan tangguh.
Di aula Kerajaan Anom, Raja Surya memegang tongkat pusaka dengan penuh hormat dan khidmat.
Lalu, ia memasukkan tongkat pusaka ke dalam kotak khusus yang telah disiapkan untuk melindunginya.
Setelah itu, Raja Surya memberikan kotak tersebut kepada pengawal kerajaan yang akan membawa tongkat pusaka ke Kerajaan Kencana.
"Jangan lupa untuk selalu waspada dan hati-hati dalam perjalanan," pesan Raja Surya kepada prajurit yang akan membawa tongkat pusaka.
"Perjalanan ini akan melewati hutan yang rawan perampok, jadi pastikan kalian selalu siap dan waspada."
Prajurit kerajaan menerima kotak tersebut dengan penuh hormat dan membungkusnya dengan kain yang lembut.
Kemudian, kotak tersebut diikatkan ke punggung prajurit yang akan membawa tongkat pusaka.
Setelah semua persiapan selesai, rombongan prajurit meninggalkan Kerajaan Anom menuju Kerajaan Kencana dengan menaiki kuda yang kuat dan tangguh.
Mereka berangkat dengan penuh semangat dan kesungguhan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Raja Surya.
Raja Anom berharap perjalanan mengantar pusaka tersebut berjalan lancar dan tanpa hambatan.
Ia memanjatkan doa agar prajurit yang membawa pusaka dapat tiba dengan selamat di Kerajaan Kencana.
Sementara itu, di perguruan naga, Apis keluar gerbang dan berjalan beberapa menit ke arah warung kopi Bu Minah.
Warung kopi itu adalah tempat santai dan berkumpul para petani untuk beristirahat setelah seharian bekerja di sawah.
Tempat itu memang nyaman untuk nongkrong santai, dengan suasana sawah yang luas dan pemandangan yang indah.
Apis memasuki warung kopi dan menyapa Bu Minah.
"Bu, saya pesan kopi ya," kata Apis sambil tersenyum. Bu Minah menyambut Apis dengan ramah dan mempersilakan Apis untuk duduk.
Apis meminta Bu Minah untuk mengantar kopi ke samping kanan, karena di sana ada Pak Rustam, petani yang sedang istirahat.
"Bu, tolong diantar kopi ke samping kanan, di sana ada Pak Rustam," kata Apis.
Bu Minah mengangguk dan mengantar kopi ke Apis.
Apis menyapa Pak Rustam dan duduk santai di sebelahnya.
"Pak Rustam, bagaimana kabarnya hari ini?" tanya Apis sambil tersenyum.
Pak Rustam membalas sapa Apis dan mereka berdua berbincang santai sambil menikmati kopi.
Tak lama berselang, Arden datang juga ke warung Bu Minah dan memesan kopi.
"Kamu pis, sudah ada di sini saja, pantas tadi saya cari tidak ada..." ucap Arden sambil duduk di sebelah Apis dan Pak Rustam.
Lalu, Bu Minah datang mengantar kopi pesanan Arden.
"Ini kopi untuk kamu, Den," kata Bu Minah sambil meletakkan cangkir kopi di depan Arden.
"Oval mana, Den, kok tak ada?" tanya Apis kepada Arden sambil menikmati kopinya.
Arden tersenyum dan menjawab, "Lagi membelah kayu, tadi sudah ku ajak tapi nanti saja karena sedang tanggung membelah kayu sedikit lagi selesai."
Arden kemudian mencomot gorengan pisang yang ada di meja dan menggigitnya dengan lahap.
"Mmm, enak juga gorengan Bu Minah ini," kata Arden sambil menikmati gorengan pisang.
Apis dan Pak Rustam hanya tersenyum dan mengangguk setuju.
"Apis,, katanya di daerah Utara ada perang ya di daerah Kerajaan Rinjani ?" tanya Pak rustam dengan rasa penasaran.
"Saya dengar ada pasukan dari seberang yang bernama Kerajaan Khan datang mendarat di pesisir pantai wilayah Kerajaan Rinjani ," ucap Pak Rustam sambil memakan pisang goreng.
"Iya benar, tapi saya kurang tahu itu berperang apa berdagang," kata Apis.
"Karena 2 bulan lalu saya dengar pas awal mereka datang itu 3 perahu, dan minta izin untuk berdagang kain, dan ingin membeli hasil rempah-rempah untuk dibawa ke kerajaan mereka," tambah Apis.
Arden menyimak dengan seksama percakapan antara Apis dan Pak Rustam.
"Nanti kita tanya Guru Naga Langit, siapa tahu Guru tahu kabar terkini dari kedatangan pasukan Kerajaan Khan tersebut," ucap Arden sambil memandang Apis.
"Iya, Pis, terjadi perang loh sekarang antara Kerajaan Rinjani dengan pasukan Kerajaan Khan," ucap Pak Rustam dengan menyakinkan.
"Saya tahu soalnya, adik saya kan tinggal dan berkeluarga di sana, tinggal di Kerajaan Rinjani dan sekarang mengungsi ke sini, sudah 4 hari adik saya dan keluarganya tinggal di tempat saya," ucap Pak Rustam menjelaskan.
"Wah, parah ini seperti nya memang terjadi perang," kata Apis dengan wajah khawatir.
"Tapi apa yang menyebabkan terjadinya perang itu?" tanya Apis bingung.
"Soal apa penyebabnya saya tak tahu, Pis, karena adik saya pun belum menjelaskan secara rinci soal itu," ucap Pak Rustam sambil menggelengkan kepala.
"Tapi yang jelas, perang itu sangat berbahaya dan membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal dan harta benda," tambah Pak Rustam.
***
Keesokan harinya di lembah larangan markas dari perkumpulan pemberontak yang dipimpin pendekar harimau.
Di lembah larangan. Pendekar Harimau berkumpul dengan pendekar lainnya.
"Oke kalian bertiga jalankan misi ini, bertindak hati-hati dan selalu waspada."ucap Pendekar Harimau.
"Saya yakin kalian bisa membereskan pasukan kerajaan yang mengawal pusaka tersebut."ucap Pendekar Harimau memberikan motivasi.
"Siap, kami akan selesaikan tugas ini secepatnya."ucap satu pendekar yang ada di tengah.
Ketiga pendekar itu menaiki kuda masing-masing menuju Hutan Giri untuk menghadang rombongan prajurit Kerajaan Kencana yang membawa tongkat pusaka kerajaan..
"""
Sementara itu rombongan prajurit memasuki Hutan Giri.
"Semuanya tetap waspada, Hutan Giri cukup rawan dikarenakan banyak perampok dan hewan buas."ucap komandan pasukan prajurit
Setelah 1 jam perjalanan menembus Hutan Giri, rombongan prajurit di hadang oleh 3 pendekar.
"Siapa kalian, berani sekali menghalangi jalan kami, mengganggu kami itu berati mengganggu Kerajaan Kencana,maka itu minggir kalian atau kalian akan menyesal!!"ucap komandan prajurit dengan tegas.
Ketiga penghadang itu tertawa mendengar gertakan seperti itu .
"Kami memang sengaja untuk menggangu kalian, maksud kami berada di sini ialah untuk mengambil tongkat pusaka yang kalian bawa."
"Serahkan baik-baik, atau kami akan memakai kekerasan untuk mendapatkan yang kami inginkan ."ucap salah satu penghadang.
Komandan pasukan marah, "siapa kalian sebenarnya?"
"Kami utusan dari pendekar harimau dari lembah larangan hahah..."ucap para penghadang.
Mendengar bahwa yang menghadangnya adalah pihak dari pendekar harimau. Komandan langsung geram.
"Kalian hanyalah perusuh tak berguna... Pasukan serang mereka dan habisi!!"perintah komandan pasukan.
Prajurit kerajaan yang berjumlah 10 prajurit itu langsung menyerang tiga Pendekar dari lembah larangan.
Pertarungan sangat sengit dan seru.
Pedang beradu pedang.
Jurus demi jurus.
Akhirnya pasukan kerajaan kalah dan tongkat pusaka berhasil dirampas.
Komandan prajurit bahkan gugur dalam pertempuran. Tersisa dua prajurit yang melarikan diri.
Tiga penghadang itu sengaja tak menghabisi semua.
"Prajurit yang lari tak usah di kejar, biarkan mereka melaporkan kejadian ini."ucap satu pendekar.
Yang lain menjawab" Oke, rupanya mereka menuju kerajaan kencana karena jarak di sini lebih dekat menuju kerajaan kencana dari pada jarak menuju kerajaan Anom."
Para perampas itu sengaja membiarkan beberapa prajurit lolos dan melarikan diri agar melaporkan bahwa tongkat pusaka berhasil di rampas oleh pasukan dari pendekar harimau.
Lalu ketiga pendekar itu dengan segera menuju lembah larangan.
Untuk mengantarkan tongkat pusaka kepada Pendekar Harimau.
Pasukan kerajaan yang selamat dari serangan pemberontak di hutan Giri berlari menuju Kerajaan Kencana dengan wajah ketakutan dan kelelahan.
Setelah tiba, mereka melaporkan kepada panglima perang bahwa tongkat pusaka kerajaan telah dirampas oleh musuh dari kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Pendekar Harimau.
Panglima perang segera melaporkan kejadian ini kepada Raja Kencana, yang langsung marah dan mengadakan rapat tertutup dengan penasehat kerajaan, panglima perang, dan panglima kerajaan.
Raja meminta pendapat dari semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini.
Panglima perang mengusulkan untuk membawa pasukan kerajaan yang banyak dan menyerbu ke markas pemberontak di Lembah Larangan.
Namun, panglima kerajaan memiliki pendapat lain, yaitu mengirim beberapa prajurit tangguh dan sakti untuk menyelesaikan masalah ini tanpa menarik perhatian rakyat.
Penasehat kerajaan memberikan saran yang bijak, yaitu meminta bantuan kepada Pendekar Naga Langit untuk menyelesaikan permasalahan ini. .
Menurut penasehat kerajaan, jika terlalu banyak prajurit yang berperang, maka akan banyak yang gugur dan rakyat akan panik melihat banyak tentara keluar untuk menyerang musuh.
Oleh karena itu, sebaiknya mengutus beberapa pendekar sakti untuk menghadapi Pendekar Harimau dan kelompok pemberontaknya.
Penasehat kerajaan merekomendasikan Pendekar Naga Langit sebagai sosok yang sangat layak untuk menjalankan misi ini.
Dengan kesaktian dan kemampuan yang dimiliki oleh Pendekar Naga Langit, diharapkan masalah ini dapat diselesaikan dengan efektif dan efisien.
Raja Kencana mempertimbangkan semua pendapat dan memutuskan untuk mengirim utusan ke Pendekar Naga Langit untuk meminta bantuan.
Raja Kencana mempertimbangkan saran penasehat kerajaan dan mengatakan bahwa Pendekar Naga Langit sudah pensiun dan mungkin tidak lagi aktif dalam dunia persilatan.
Namun, penasehat kerajaan memberitahu bahwa Pendekar Naga Langit memiliki generasi penerus yang terdiri dari tiga pendekar muda yang sangat berbakat, yaitu Pendekar Naga Hijau, Pendekar Naga Putih, dan Pendekar Naga Hitam.
Panglima perang setuju dengan saran penasehat kerajaan dan mengatakan bahwa ketiga pendekar muda tersebut mungkin dapat membantu menyelesaikan permasalahan kerajaan.
Raja Kencana akhirnya setuju dan memutuskan untuk mengutus panglima perang ke Perguruan Naga Langit untuk menyampaikan pesan dan meminta kesediaan Pendekar Naga Langit untuk menyuruh murid-muridnya membantu kerajaan.
Panglima perang segera bersiap untuk berangkat ke Perguruan Naga Langit, diiringi oleh 4 prajurit berkuda yang setia sebagai pengawal.
Mereka berangkat dengan tujuan untuk menyampaikan pesan dari Raja Kencana dan meminta bantuan dari Pendekar Naga Langit dan murid-muridnya.
Dengan harapan bahwa ketiga pendekar muda tersebut dapat membantu menyelesaikan permasalahan kerajaan dan mengembalikan tongkat pusaka yang telah dirampas oleh pemberontak.
...
Di Perguruan Naga Langit, Apis sedang asik nongkrong di warung Bu Minah, menikmati suasana santai sambil ngobrol dengan Oval.
Mereka berdua duduk di pojok warung, menikmati pisang goreng hangat yang baru saja disajikan oleh Bu Minah.
Oval bertanya kepada Apis tentang jarak perjalanan ke kampung halamannya, yang katanya harus menyeberang laut.
Apis mengunyah pisang goreng hangat sambil memikirkan jawabannya.
"Sekitar 15 hari, Bang," jawab Apis.
"Menyebrangi laut luas, lalu sampai dermaga lanjut naik kuda santai 5 hari ."Ucap Apis.
Oval terkejut mendengar jawaban Apis.
"Wadidaw... Itu pulang kampung apa umroh, Pis? Jauh banget..." ucap Oval, yang awalnya mengira hanya 3 hari saja untuk ke kampung Apis.
Oval tidak menyangka bahwa perjalanan ke kampung Apis begitu jauh dan memakan waktu lama.
Apis hanya tersenyum dan mengangguk, "Iya, Bang, memang jauh. Tapi kampungku indah, pasti kamu suka."
Apis melihat ada 5 orang kerajaan mengendarai kuda menuju ke arahnya.
"Bang, orang kerajaan tuh, mau kemana ya..." ucap Apis dengan rasa penasaran.
Oval menengok ke kanan dan memperhatikan para prajurit tersebut.
"Itu panglima perang, Pis, seperti nya hendak bertemu Guru Naga Langit," ucap Oval dengan yakin.
Prajurit tersebut melewati warung tempat Oval dan Apis nongkrong, dan kemudian belok masuk ke dalam Perguruan Naga Langit.
"Tuh kan, masuk ke dalam... Ayo, Pis, ke sana..." ucap Oval dengan semangat.
Sebelum berangkat, Oval meminta Apis untuk membayar kopi dan gorengan yang mereka pesan.
"Eh, iya Pis, bayarkan kopi saya dan gorengan 6 yah... Pakai uang kamu dulu..." ucap Oval sambil berjalan cepat menuju Perguruan Naga Langit.
"Ahhh, ampun deh, itu makan gorengan banyak banget, Bang, itu lapar apa doyan..." ucap Apis sambil tertawa, kemudian berjalan ke arah Bu Minah untuk membayar pesanan mereka.
Apis menghitung total biaya dan membayar untuk dirinya dan Oval.
Setelah selesai, Apis menyusul Oval yang sudah berjalan lebih dulu menuju Perguruan Naga Langit.
Apis berjalan dengan langkah santai, sambil memikirkan apa yang akan dibicarakan oleh
Panglima Perang dengan Guru Naga Langit.
Ia penasaran tentang kedatangan Panglima Perang dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Setelah beberapa langkah, Apis akhirnya menyusul Oval di depan pintu Perguruan Naga Langit.
"Ayo, Bang, apa ya yang mau dibicarakan sama Guru?" tanya Apis sambil menoleh ke Oval. Oval hanya mengangkat bahu, "Entah, Pis, tapi pasti penting."
Oval dan Apis melihat Panglima Perang sedang ngobrol dengan Guru Naga Langit di dalam perguruan. Sementara itu, 4 prajurit pengawal duduk di sebelah kanan, ngobrol bersama Arden yang menemani.
Oval dan Apis mendekati Arden dan bersalaman dengan 4 prajurit pengawal tersebut.
Apis bertanya dengan rasa penasaran, "Ada keperluan apa, ya?"
Salah satu prajurit pengawal menjawab, "Kami butuh bantuan dari Pendekar Naga Langit untuk menyelesaikan permasalahan pemberontakan yang bermarkas di Lembah Larangan."
Prajurit tersebut menjelaskan bahwa pemberontak tersebut telah merampas tongkat pusaka kerajaan dan mereka membutuhkan bantuan pendekar sakti untuk mengembalikan tongkat pusaka tersebut.
Apis dan Oval mendengarkan dengan serius, mereka penasaran tentang permasalahan ini dan bagaimana Pendekar Naga Langit akan membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Arden juga mendengarkan dengan seksama, sambil sesekali mengangguk dan memberikan komentar. "Hmm, ini masalah besar, ya. Semoga Guru bisa membantu," ucap Arden.
Tak lama kemudian, Guru Naga Langit memanggil ketiga muridnya, yaitu Oval, Arden, dan Apis, untuk memperkenalkan mereka kepada Panglima Perang.
Guru Naga Langit menjelaskan bahwa mereka akan membantu kerajaan dalam menumpas para pemberontak yang telah mengganggu stabilitas keamanan kerajaan.
Guru Naga Langit kemudian memilih dan memerintahkan Oval dan Arden untuk pergi ke Lembah Larangan untuk mengambil tongkat pusaka yang telah dirampas oleh Pendekar Harimau.
"Kalian berdua akan pergi ke Lembah Larangan dan mengambil tongkat pusaka yang telah dirampas oleh Pendekar Harimau," ucap Guru Naga Langit dengan serius.
"Lah.... !! Saya gimana Guru, tugas apa yang di berikan untuk saya...?"ucap Apis.
"Kamu diam di sini saja, dua orang sudah cukup, saya tahu betul kemampuan Pendekar Harimau itu."ucap Guru Naga Langit.
Apis merasa kecewa karena tidak diberi tugas untuk pergi ke Lembah Larangan. Ia berharap dapat membantu dan membuktikan dirinya.
Namun, Guru Naga Langit menyuruh Apis untuk bersabar dan menunggu di perguruan untuk menjaga keamanan perguruan.
"Apis, kamu tetap di sini dan menjaga perguruan. Jangan khawatir, kamu akan memiliki kesempatan lain untuk membuktikan diri," ucap Guru Naga Langit dengan bijak.
Oval dan Arden menerima tugas mereka dengan serius dan siap untuk pergi ke Lembah Larangan. Mereka berdua berangkat dengan penuh semangat dan tekad untuk menyelesaikan misi mereka.
Panglima Perang berterima kasih kepada Guru Naga Langit atas kesediaannya untuk membantu menyelesaikan permasalahan kerajaan.
"Terima kasih, Guru Naga Langit, atas kesediaan Anda untuk membantu kami menyelesaikan permasalahan ini. Kami sangat menghargai bantuan Anda," ucap Panglima Perang dengan tulus.
Setelah Oval dan Arden siap untuk berangkat, Panglima Perang pamit untuk kembali ke kerajaan.
"Saya akan kembali ke kerajaan sekarang. Saya percaya bahwa Oval dan Arden akan dapat menyelesaikan misi ini dengan baik," ucap Panglima Perang dengan percaya diri.
Guru Naga Langit mengangguk dan mengucapkan selamat jalan kepada Panglima Perang.
"Selamat jalan, Panglima Perang. Semoga Oval dan Arden dapat menyelesaikan misi mereka dengan sukses," ucap Guru Naga Langit.
Panglima Perang kemudian berangkat kembali ke kerajaan, ditemani oleh 4 prajurit pengawalnya.
Sementara itu, Oval dan Arden bersiap untuk berangkat ke Lembah Larangan untuk mengambil tongkat pusaka yang telah dirampas oleh Pendekar Harimau.
Setelah semua siap.
Oval dan Arden berangkat menuju Lembah Larangan yang berjarak perjalanan 2 hari berkuda. Mereka berdua membawa semangat dan tekad untuk menyelesaikan misi mereka.
Sementara itu, Apis cemberut dan merajuk karena tidak diikutsertakan dalam misi tersebut.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!