Indonesia
NovelToon NovelToon

Pengantin Pengganti

Bab 1

 Terlihat seorang gadis berjalan kearah ballroom hotel mewah yang saat itu di penuhi para tamu yang mulai berdatang.

 "Benar-benar mewah."ucap seorang gadis bernama Karina.

 "Beginilah acaranya,jangan bengong aja ayo kita masuk."bisik Luxy yang langsung menarik tangan Karina.

 "Mari kita duduk kesana." Luxy mengarahkan ke bangku paling ujung.

 "Baru pertama kalinya aku mengunjungi tempat semewah ini." Ucap Karina yang masih mengamati sekitar tempat dia duduk.

 "Justru itu tujuanku mengajakmu ke tempat ini, sekaligus temani aku di acara ini." Jawab Luxy yang merasa tenang, akhirnya dia datang tidak sendirian.

  Karina sendiri datang karena dipaksa oleh Luxy,karena itulah kini posisi mereka sudah ada di hotel mewah bintang lima yang ada di kota J.

 "Luxy,mana Om-mu itu?" Tanya Karina pada Luxy yang sedari tadi duduk terdiam.

 Luxy menunjukkan kearah depan ballroom yang secara langsung karina melihat ada sosok pria tinggi berdiri di dekat panggung pernikahan.Pria itu terlihat rapi dengan setelan jas hitam hingga membentuk tubuhnya tegap dengan sempurna.

 Wajahnya sangat tampan dengan tatapan tajam,"Itu Om-ku,namanya Leo." Ucap Luxy yang secara langsung memperkenalkan namanya.

 Reaksi Karina hanya menganggukkan kepala mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Luxy,keduanya duduk santai dengan obrolan mereka berdua.

 Posisi Leo sedang berbicara dengan beberapa relasi bisnis, tiba-tiba tatapan Leo mengarah kearah Karina.

 Leo berjalan mendekati mereka berdua yang sedang asyik mengobrol.

 "Luxy." Namanya pun dipanggil.

 "Iya Om." Jawab Luxy dengan sopan.

 "Dia siapa?" Tanya Leo sembari menatap kearah Karina.

 "Perkenalkan Om,dia sahabatku.Namanya Karina."

Karina berdiri dengan sedikit menundukkan kepala,ia mulai merasa seperti di intimidasi oleh pria itu.

 Setelah mendapatkan jawaban itu, akhirnya Leo pergi begitu saja, Karina memandangi punggung pria itu.

 "Sepertinya sifat Om-mu itu lebih dingin dibandingkan dengan kulkas 2 pintu." Jawab Karina yang merasa was-was.

 Luxy menahan tawa mendengar apa yang diucapkan oleh temannya itu,"Ada-ada saja kamu Rin." Jawab Luxy yang duduk menunggu acara di mulai.

...*****...

 Suasana di ballroom berubah menjadi panik, beberapa panitia terlihat mondar-mandir berjalan dengan musik tiba-tiba berhenti.

 Karina terlihat bingung dengan atmosfer diruangan itu terlihat begitu berbeda.Luxy mendekati Karina yang saat itu dia pergi menemui seseorang.

 "Ada apa Luxy,kenapa wajahmu terlihat begitu pucat?" Tanya Karina yang melihat ekspresi aneh dari Luxy.

 "Calon pengantin wanitanya tidak akan datang." Jawab lirih Luxy.

 "Tidak datang bagaimana?" Karina spontan bertanya.

 "Aku tidak tahu juga,yang aku dengar suasana dibelakang sedang tidak baik-baik saja." Jawab Luxy yang sengaja pergi keruang belakang lokasi tempat tunggu pengantin.

 Karina terdiam melihat kearah didepan panggung.Leo berdiri terdiam didekat panggung seolah ada sesuatu yang sedang ia tahan.

 "Kasihan juga Om-mu itu." Ucap Karina yang tahu betul rasa kecewanya.

 Tiba-tiba saja Luxy menarik tangan Karina,"Kamu mau mengajakku kemana?" Tanya Karina yang tiba-tiba saja tangannya di tarik oleh Luxy.

 "Aku ingin menemui Om-ku." Luxy langsung menghampiri Leo.

 Melihat kedatangan Luxy ,Leo menatapnya dengan tatapan dingin,"Sepertinya Om memiliki masalah." Ucap Luxy yang langsung mencecar dengan perkataan itu.

 "Kamu mau apa?" Tanya balik Leo.

 "Luxy hanya ingin membantu Om saja,Luxy tahu jika calon pengantin wanita tak akan datang.Jadi Luxy hanya ingin menawarkan jika Om menikah saja dengan sahabat Luxy yang bernama Karina." Mata Leo langsung tertuju pada Karina yang berdiri didepan pintu.

 "Luxy,apa kau gila menyuruhku menikah dengan Om-mu." Karina terlihat begitu kesal dengan ulah Luxy.

 " Memang kenapa,apa salah aku menawarkan bantuan itu." Jawab Luxy yang diam-diam sedang merencanakan sesuatu.

 "Salah besar,kenapa kamu melakukan hal itu." Ucap Karina yang tak habis dengan cara pikir Luxy.

 "Aku percaya hanya kamu yang bisa membantu Om-ku,Kau cantik dan kalian berdua sangat cocok."jawab Luxy yang merasa keduanya sangat cocok.

 "Aku tidak mau!" Karina langsung menolaknya.

 Leo masih menatap Karina tanpa ekspresi,"Kalau tidak kamu membantuku ,nantinya akan berimbas dengan bisnis keluargaku.Karena itu aku meminta tolong padamu untuk mengganti menjadi pengantin untuk Om-ku,Karina."

 "Aku bilang tidak!"Tolak Karina dengan tegas,Leo terdiam dan mulai memikirkan sesuatu tentang apa yang harus ia lakukan.

 "Baiklah aku setuju" jawab Leo yang setuju dengan rencana itu.

 "HAH! Teriak Karina yang syok mendengar jawaban dari pria itu.

 "Aku tidak mau." Karina tetap menolaknya,niatnya dia datang menghampiri acara bukan untuk menjadi pengantin.

 Leo menatap datar Karina,"Jika kamu bersedia,aku janji akan memberikan uang 1 milyar setiap bulannya untukmu.Jika kamu bersedia dengan tawaran itu." Leo langsung memberikan kompensasi untuk Karina.

 "Apa?" Karina tidak mengerti kenapa pria itu bisa melakukan hal segila itu.

 "Aku pun bisa memberikan kehidupan yang lebih layak bahkan kemewahan yang tidak mungkin orang lain bisa dapatkan." Ucap Leo yang mengatakan itu pada Karina.

Di sisi lain ,Luxy mendekati Karina,"Bagaimana Karina,apa kamu bersedia membantu Om-ku?" Tanya Luxy pada Karina.

 "Aku tidak mau." Jawab tegas Karina.

 "Tapi kasihan Om-ku Rin,kamu tidak kasihan nantinya jika pernikahan ini gagal bisnis keluargaku juga terancam." Karina memilih diam,tak berani berkomentar apa-apa.

 "Aku akan memberikanmu waktu 5 menit." Ucap Leo.

 "Untuk apa Anda selalu memaksa saya." Jawab Karina yang begitu kesal dengan nasib dirinya yang menjadi pengganti pengantin.

 "Karena hanya kamu yang bisa melakukan hal ini,apalagi Luxy mendukung dengan apa yang akan kita lakukan." Jawab Leo sembari melirik kearah Luxy.

  "Jika kamu setuju dengan tawaran saya,saya pun akan menepati janji saya.Bagaimana?" Tanya Leo yang langsung mencecar dengan pertanyaan yang langsung membuat Karina bungkam.

 Suasana sejenak berubah sunyi,hingga ia memejamkan matanya sejenak.Karina menghembuskan nafas panjang,lalu berkata,"Baiklah aku setuju." Jawab Karina yang terpaksa menolong Leo.

Luxy langsung memeluk Karina dengan erat,"Terimakasih mau membantu." Ucap Luxy yang merasa berutang Budi dengan kebaikan Karina.

 Leo melirik kearah asistennya yang tidak jauh dari tempatnya,"Siapkan semuanya."

 "Baik tuan." Jawab Asistennya.

 "Siapkan gaun pengantin." Perintah Leo pada asistennya.

 "Baik tuan,akan segera saya siapkan." Jawab asistennya yang segera cepat bergerak.

 Semua orang langsung bergerak cepat, sementara Karina duduk terdiam melihat kesibukan orang-orang di ruangan itu.

 "Karina." Namanya pun dipanggil oleh Luxy.

 "Ada Apa Luxy?" Tanya Karina yang melihat langsung sorotan wajah dari Luxy yang terlihat sedih.

Bab 2

"Maafkan jika aku memaksamu." Ucap Luxy yang merasa dirinya bersalah hingga Karina harus berkorban untuk itu semuanya.Luxy menangis dipelukan Karina mengeluarkan semua rasa penyesalannya.

 "Sudahlah, jangan menyalahkan dirimu." Karina mencoba menenangkan hati Luxy.

 Tak lama kemudian beberapa penata rias datang menghampiri Karina.

 "Nona,mari ikut kami." Ajak salah satu penata perias itu.

 Karina pergi mengikuti orang itu dan meninggalkan Luxy di tempat itu.

Satu jam kemudian

 Karina berdiri di depan cermin dengan gaun pengantin putih yang nampak indah.Jantungnya berdebar-debar,apalagi ini momen pertama sekali seumur hidup yang pernah ia lakukan.Apa lagi Karina belum mengenal betul siapa Leo,sampai dirinya menerima tawaran itu.

 Pintu ruang rias terbuka dan Leo masuk melihat sosok wanita cantik berdiri tepat didepan cermin.

 "Ada apa?" Tanya Karina pada Leo,yang tiba-tiba saja masuk diruangan itu.

 "Kamu sangat cantik." Puji Leo yang diam-diam terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Karina.

 Karina tak menyangka jika pria itu akan mengucapkan hal itu,Leo datang mendekati Karina.

 "Ayo kita berangkat sekarang." Leo segera menarik tangan Karina ,dan menuju lokasi mereka berdua.

 Beberapa menit kemudian

 Pintu ballroom terbuka, dan musik kembali dimainkan. Karina berjalan perlahan di atas karpet merah, beberapa kamu berbisik-bisik.

"Siapa dia?"

"Cantik sekali."ucap para tamu yang menatap kehadiran Karina berjalan di atas karpet merah.

 Di ujung altar, Leo berdiri tegak menunggunya. Pria itu menatap lurus ke depan hingga pria itu mengulurkan tangannya.

 "Pegang tanganku."perintah pria itu yang langsung mengulurkan tangannya ke arah karena.

 Prosesi pernikahan pun dimulai, setelah selesai pemberkatan akhirnya keduanya sah menjadi suami istri, tanpa Karina sadari senyuman tipis pun langsung muncul dari bibir Leo.

 Suara tepuk tangan sekilas menggema memenuhi ballroom, tiba-tiba saja Leo membisikan sesuatu di telinga Karina,"kau sangat cantik."ucap Leo yang tak henti-hentinya memuji kecantikan dari istrinya itu.

Kini status mereka berdua sudah suami istri.Karina menjadi istri dari tuan Leo Alexander, orang pembisnis yang terkaya di kota J.

Suara riuh para tamu bercampur tepuk tangan memenuhi ballroom, Karina melihat cincin berlian yang melingkar di jari manisnya terasa begitu Dari arah samping Luxy berlari mendekat menghampiri Karina.

 "Ya Tuhan,kau resmi menjadi tanteku." Karina datang langsung memeluk Karina.

 "Jangan menggoda dengan ucapan itu."ucap Karina dengan ekspresi datar, karena terlihat begitu kesal dengan niat datangnya sebagai tamu tapi pahit menjadi pengantin di acara itu.

 "Kamu itu sangat cocok dengan Om-ku."bisik Luxy sembari tersenyum.

Leo yang berdiri di samping mereka melirik sekilas, bersamaan dengan itu seorang fotografer mendekat sambil tersenyum.

 "Tuan, Nyonya,bisa melihat kearah kamera?" Fotografer itu dengan sopan meminta pada mereka.

 Tiba-tiba saja tangan Leo melingkar di pinggang Karina,"Tersenyum." Bisik lirih Leo tepat ditelinga Karina.

 Kilatan kamera terus menyala,hingga Leo masih memegang pinggang Karina lebih erat.

 "Bisa tidak jangan terlalu erat memelukku." Protes Karina yang merasa risih.

 "Lebih baik diam, turuti apa perintahku. Sebelum orang lain mencurigai kita."ucap lirih Leo.

Karina pun terpaksa memasang senyuman tipis,"Itu lebih bagus."ucap Leo dengan pelan.

 "Jangan pernah menolak, kamu sudah menjadi istriku."sekali lagi Leo mencoba mengingatkan Karina jika status Mereka berdua adalah suami istri.

 Karina langsung terdiam, mendengar Apa yang diucapkan oleh pria itu, beberapa tamu mulai berdatangan memberikan selamat.

 "Selamat, Tuan."ucap salah satu tamu di acara itu.

 "Tuan sangat beruntung memiliki istri yang begitu sangat cantik."ucap salah satu tamu yang begitu memuji kecantikan dari istri Tuan Leo.

 Karina yang mendengarnya hanya membalas dengan senyuman sesekali menunduk dengan sopan. Setelah menikmati pesta, akhirnya acara selesai di pukul sebelas malam.

 "Sepertinya aku harus pulang sekarang."pamit Luxy yang sedari tadi melihat jam tangan di tangan kirinya.

 "Kalau ada apa-apa kabari aku lagi ya."ucap Luxy dengan senyuman ke arah Karina dan Om-nya.

 "Iya."jawab singkat Karina yang masih terlihat kesal dengan ulah temannya.

 Rasanya tubuh Karina terasa remuk karena saking lelahnya menyambut tamu,saat keluar dari ballroom diluar sudah banyak wartawan menyerbu mereka memfoto mereka berdua.

Leo menarik Karina masuk ke dalam mobil mewah yang sudah menunggu mereka.Karina langsung menghela nafas panjang.

 "Akhirnya selesai juga."ucap Karina yang merasa lega.

 "Belum selesai."jawab Leo, Karina langsung menulis kearah Leo dengan tatapan tajam.

"Kita pulang ke rumahku sekarang."ucap Leo yang langsung memutuskan untuk segera pulang ke rumah pria itu.

 "Kenapa Om begitu tenang,kenapa tidak ada rasa ketakutan jika nantinya rahasia ini akan terbongkar dan akan menjadi konsumsi publik tentang pernikahan palsu ini?"pertanyaan itu masih menghantui pikiran Karina, Kenapa pria di sampingnya begitu tenang menanggapi kejadian itu.

 "Jangan terlalu panik, tidak akan ada orang lain yang tahu tentang ini. Cukup kita berdua Dan Luxy, apa yang terjadi malam ini adalah rencana Luxy sendiri."jawab Leo dengan santai.

Karina masih tak percaya, pria di sampingnya terlihat begitu tenang tanpa ada rasa ketakutan jika nantinya pernikahan mereka hanyalah palsu.

Karina duduk di samping suaminya dengan arah pandang memandang keluar di jendela mobil. Sesekali ia memejamkan mata, seperti ada sesuatu yang menghantam kepalanya.

 "Kenapa nasibku seperti ini."batin Karina yang merasa hidupnya penuh dengan masalah dan kini dia harus menjadi pengantin palsu dan harus menikah dengan seseorang yang belum dia kenali.

 Mobil akhirnya memasuki sebuah kawasan elit yang dijaga tetap oleh pria berbadan kekar. Gerbang besar terbuka perlahan-lahan dan mobil berhenti tepat di depan Mansion megah bergaya Eropa klasik.

 "Ini bukan rumah, tapi lebih mirip dengan istana."batin Karina yang melihat rumah mewah begitu besar dengan halaman yang begitu luas nampak memperlihatkan kemewahan Mansion.

Mereka berdua langsung keluar dari mobil dan didepan pintu utama mereka sudah disambut oleh beberapa pelayan.

 "Selamat datang Tuan Leo."sapa para pelayan yang dari mereka membungkukkan badannya.

 "Selamat datang Nyonya."sapa salah satu pelayan itu dengan senyuman.

 Reaksi Karina hanya menganggukkan kepala dengan memberikan senyuman kepada mereka.

 "Apa semua sudah siap?"tanya Leo kepada mereka.

 "Sudah tuan, kami sudah siapkan kamar sebelah untuk Nyonya."jawab salah satu dari mereka.

 "Kamar sebelah."batin Karina yang nampak kebingungan dengan apa yang mereka katakan.

Leo langsung lirik ke arah istrinya,"Ikut aku ke ruang kerja."Leo akhirnya pergi menuju ruang kerjanya bersama istrinya, keduanya tampak duduk santai di sofa dekat meja kerjanya.

 Leo duduk didekatnya,hingga membuat aroma parfum makin terasa.

Bab 3

"Apa Om tidak berniat mencari keberadaan calon istri Om sendiri."

 "Tidak." Jawab singkat Leo yang tidak terlalu memperdulikan wanita itu, apalagi dia memiliki alasan tertentu.

 "Apa aku hanya salah dengar." Batin Karina yang melihat sisi aneh dari pria disampingnya itu.

 "Kenapa..."

 "Karena aku tidak menyukai wanita itu,apalagi sebuah atas dasar paksaan." Jawab Leo yang akhirnya jujur dengan apa yang sebenarnya yang terjadi.

 "Aku menikah karena atas dasar paksaan,tidak ada cinta antara kami." Leo menyadarkan badannya ke sofa.

 "Bukannya dengan nantinya Om saling mengenal akan timbul perasaan cinta?" Tanya Karina yang mencoba berpikir positif.

 "Tidak semudah itu." Jawab Leo yang menganggap semua hanya sandiwara saja.

"Untuk apa kita berdebat tentang hal itu,sedangkan posisiku sudah menikah denganmu." Jawab Leo dengan santai.

 "Aku pun disini terjebak,disisi lain Luxy memohon ku dan Om sendiri mengiyakan bersedia menikahiku.Semua ini hanya pernikahan palsu." Karina masih menganggap semua itu hanyalah kebohongan.

 "Tapi pada akhirnya kamu menyetujui kan." Karina tak bisa menjawab apa-apa setelah kebenarannya seperti itu.

 Leo memandangi wajah Karina,"Walaupun dimatamu pernikahan kita hanyalah sebuah kepalsuan tapi tetap saja kamu sekarang adalah istriku.Tidak ada alasan lainnya untuk kamu menolaknya." Ucap Leo yang menatap Karina dari dekat, apalagi posisi keduanya duduk sangat berdekatan.

 "Aku akan memperlakukanmu seperti selayaknya istri,asalkan kamu menuruti apa keinginan ku." Bisik Leo yang langsung membuat Karina meneguk ludahnya dengan jantung berdetak cepat.

 "Istri,bukannya sedari awal semua hanyalah status saja."

 "Bagiku tidak, sekarang kamu sudah menjadi istriku bagian dari keluarga Alexander." Ucap Leo dengan nada suara menekan.

 Leo berdiri dari tempat duduknya,"Pergilah ke kamarmu,waktunya istirahat." Perintah Leo pada Istrinya,nampak ekspresi istrinya menghembuskan nafas lega.

 "Aku sekarang sudah memiliki suami." Batin Karina yang tak menyangka nasib hidupnya akan seperti ini.

 Sesampainya di kamar,Karina langsung membersihkan diri, setelah selesai mandi dia memakai baju tidur yang sudah disiapkan oleh pelayan.

 Baju yang dia pakai sebuah piyama satin tipis berwarna Hitam yang sangat pas ditubuh Karina.

 Tiba-tiba saja pintu perlahan dan Leo muncul dengan membawa sesuatu ditangan kanannya.

 "Ada apa?"tanya Karina yang terkejut dengan kedatangan Leo di kamar miliknya.

 "Ini, untukmu."Leo memberikan sebuah Kartu.

 "Ini..." ekspresi Karina terkejut.

 "Ini untukmu,itu sudah menjadi hak milikmu karena kamu sudah menjadi istriku." Ucap Leo yang memberikan sebuah black card untuk istrinya.

 "Untukku,apa tidak terlalu berlebihan?" Tanya Karina yang seumur hidupnya baru sekali ini memegang Black Card.

 "Tidak, karena kamu adalah istriku.Kewajibanku memberikan itu semuanya padamu." Jawab Leo yang sejenak melihat wajah Karina.

 "Tapi Om."

 "Kita sudah resmi menjadi suami istri,jangan memanggil namaku Om lagi.Panggil namaku Leo."

 "Tapi..."

 "Tidak ada tapi-tapi." Leo langsung memotong pembicaraan Karina.

 "Baiklah L-leo." Karina sampai terbata-bata mengucapkan nama pria.

 "Bagus." Jawab Leo yang puas mendengar namanya di sebut dengan namanya.

 "Aku anggap panggilan itu sangat manis." Ucap Leo yang diam-diam tersenyum tipis.

"Maksudnya manis apanya?" Tanya Karina yang nampak belum mengerti apa yang dimaksud oleh Leo.

 "Sepertinya aku mulai tertarik denganmu,sayang." Bisik Leo yang berbisik tepat didekat telinga Karina.

 Karina membeku saat pria itu secara langsung mengucapkan kata'Sayang' dari mulut pria itu.

 "Om-om..." Karina mulai terbata-bata.

 "Jangan mengatakan sesuatu yang aneh-aneh." Karina mencoba menenangkan diri dan perlahan-lahan mengontrol rasa ketakutannya.

 Leo terkekeh mendengar jawaban itu,"Aneh apanya, sekarang kamu adalah istriku jadi tidak ada yang aneh melainkan rasa penasaran untuk mencoba menyentuh kehangatan." Leo berjalan mendekati karina.

 "Mundur Om." Karina mulai ketakutan melihat sikap dari Leo seperti sedang menyergap dirinya.

 "Aku tak akan mundur,semakin kamu menolak aku akan semakin mendekat."ucap Leo yang berjalan mendekati Karina hingga Karina tak menyadari jika dia berjalan mundur sampai menabrak ranjang tempat tidur.

 "Sekarang tidur."Perintah Leo yang langsung menyuruh Karina untuk segera tidur.

 "Baiklah,aku akan tidur sekarang." Saat hendak akan menuju tempat tidurnya, tiba-tiba tangannya dihentikan oleh pria itu.

"Bukan disini,tapi di kamarku." Jawab Leo yang langsung menarik tangan Karina menuju kamar milik Leo

 "Apa kamar Om!" Teriak Karina yang tak percaya jika dirinya akan tidur bersama pria itu.

 Leo menarik paksa tangan Karina hingga keduanya sudah masuk kedalam kamar milik Leo.

 Dengan langkah cepat Leo menutup pintu kamarnya,"Mulai sekarang kamu akan tidur di kamarku sampai seterusnya."

 "Apa,tidak mau!" Teriak Karina yang tak percaya jika akhirnya dia akan tidur bersama suami palsunya.

"Om jangan bercanda,bukannya kamar Karina sudah ada untuk apa aku tidur sama Om." Karina langsung menolak.

 Leo menatap wajah Karina dari dekat,"Aku suamimu,jadi kamu harus menuruti apa perintah suamimu." Ucap Leo yang seperti tak ingin ditolak.

 "Keputusanku bisa berubah kapan saja sesuai dengan keinginanku, jadi jangan pernah menolak.Jika tidak,nanti tahu sendiri apa yang akan aku lakukan." Leo secara langsung mengingatkan untuk tidak lagi menolaknya.

 Lima menit kemudian

Leo kini sudah berganti baju kaos hitam dengan celana panjang hitam.Ia duduk bersandar di dashboard ranjang tempat tidurnya dengan memegang tablet miliknya.

 Posisi Karina duduk didekat jendela,yang saat ada sofa panjang di dalam kamar milik Leo.

 "Kenapa duduk disana,duduk disini." Leo memerintahkan Karina untuk duduk di tempat tidur miliknya.

 "Aku akan tidur di sofa saja."

 Leo menghembuskan nafas dengan kasar,hingga ia menaruh tablet disamping meja di samping ranjang.

 "Jangan sampai aku mengingatkanmu untuk kedua kalinya."kesabaran Leo sudah habis, setelah ia memperingatkan Karina.

 "Tapi aku..."

 "Kemari atau aku paksa tarik." Potong Leo yang secara langsung memperingatkan dengan keras.

 Karina benar-benar kesal,ia terpaksa harus menuruti perintah pria itu yang tidak lain suaminya sendiri.

Karina memilih tidur di paling ujung hanya untuk menjauhi dari Leo.Karina memilih tidur dalam posisi membelakangi Leo,hingga Karina menutupi tubuhnya dengan selimut.

 Suasana kamar menjadi hening,dan Karina mencoba untuk tidur. Tapi tetap saja dia tak bisa tidur,hingga ia merasa ada pergerakan sesuatu tepat disampingnya.

 Tanpa Karina sadari Leo selalu menatap kearah Karina yang sedari tadi tidur membelakangi dirinya," Apa kamu sudah tidur?" Tanya Leo yang mencoba bertanya.

 "Belum Om." Jawab Karina.

 "Panggil aku Leo jika kita berdua seperti ini,aku ini bukan pamanmu sampai kamu memanggil namaku Om." Leo menegur Karina untuk selalu mengingat memanggil namanya bukan menyebut dengan sebutan Om.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!