..."Woy cupu beliin gue makanan gih di kantin, gue laper!" Vian menghampiri meja kiara dan duduk di atas mejanya....
...roy adalah seorang kumbang sekolah, selain tampan, dia juga keturunan dari keluarga kaya raya yang hartanya tak akan habis tujuh turunan....
...Banyak para gadis yang akan berlomba-lomba untuk menjadi pacarnya, bahkan mereka tidak akan keberatan memberikan kehormatan mereka hanya untuk dekat dengan roy....
...Namun sayangnya, roy memiliki sifat yang amat buruk, dia memanfaatkan ketampanan dan harta nya hanya untuk hiburan sesaat nya....
......"Maaf roy,tapi ini masih jam pelajaran." kiara menunduk tidak berani menatap mata roy.......
..."Gue gak peduli! Gue laper, dan Lo harus beliin gue makanan sekarang!" roy menunduk, menatap kiara dengan tajam....
..."Ta-ta-tapi, aku gak punya uang buat beli makanan kamu." kiara semakin menunduk, dia meremas tangan nya yang mulai dingin....
..."Pffttt... Hahaha... Guys ternyata si cupu gak punya uang, Hahaha..." roy berdiri dari duduknya dan tertawa terbahak-bahak di ikuti oleh para siswa yang berada di kelas itu, mereka semakin mengucilkan dan mencemooh kiara....
..."Wah... Ternyata selain cupu dia juga miskin"...
..."Pantesan penampilan nya kaya gitu, ternyata dia memang kurang biaya guys..."...
..."Hahaha...."...
..."Emang ya.. Kalo cupu ya cupu aja!"...
..."Aneh ya, miskin kok bisa sekolah di high school gini."...
..."Iya, dia main dukun kali."...
..."Hahaha...."...
...Cemoohan dari teman-teman nya itu membuat kiara semakin menunduk kan kepala nya, dia merasa amat malu dan langsung berlari ke luar kelas. Melihat kepergian kiaraa, bukan nya berhenti menghina nya, mereka justru semakin tertawa besar dan terus mengolok nya....
...***...
...kiara pulang dengan tergesa-gesa, dia membanting pintu kamarnya dan menangis sesenggukan sendiri....
...Karena kelelahan, dia akhirnya tertidur dalam keadaan masih berseragam sekolah....
...kiaraa memang terbiasa sendiri, orang tua nya dari pagi sibuk bekerja dan baru selesai malam hari, itu membuat kiara menjadi anak yang pemurung dan kekurangan perhatian dari orang tuanya....
...Sekitar pukul dua dini hari, kiara terbangun....
...Dia merasakan lapar yang teramat sangat, dia baru ingat bahwa dia belum makan apapun sejak pagi tadi saat hendak ke sekolah....
...Dia mengambil sebungkus roti dan susu dari laci di meja rias nya. Duduk di depan cermin, dia memakan roti pelan-pelan sambil menatap bayangannya sendiri....
..."Apa yang salah dari aku? Kenapa mereka tak menyukai ku?" kiara bertanya pada diri nya sendiri. Suaranya datar. Terlalu tenang untuk anak yang baru dihina seharian....
...Dia menghabiskan roti dan susu nya lalu berganti baju. Saat hendak kembali tidur, dia tak kunjung bisa tertidur. Matanya seakan-akan tak bisa terpejam. Di kepalanya terus berputar wajah roy yang tertawa, tangan-tangan yang menunjuk, suara "cupu" yang menggema....
...Akhirnya dia memutuskan untuk bermain game di handphone nya. Namun baru saja membuka handphone, banyak notifikasi dari sebuah grup di WA. Ternyata dia dimasukkan ke dalam grup Kelas....
...Matanya langsung menelusuri satu persatu chat yang dikirim teman-temannya:...
...[Apaan sih Lo, masukin si cupu kesini? bikin kotor aja.]...
...[lya nih...bete deh...]...
...[Gak papa kali, dia kan teman kita juga.]...
...[Aduh bikin bad mood aja.]...
...[Udah paling bentar lagi dia keluar. ]...
...Jempol kiaraa berhenti di atas layar. Sudut bibirnya naik, " cupu ...?" ucap kiara sembari meremas hp yang ada ditanganya...
...Setelah itu dia membanting hp nya ke lantai hingga pecah berserakan....
...***...
...Paginya, kiara kembali masuk kelas seperti biasa, dia duduk di bangku nya sambil membuka bukunya, dia tetap fokus membaca dan menghiraukan tatapan dan omongan sinis teman-teman nya....
...Tak berapa lama, bel masuk berbunyi, guru masuk dan menjalankan kelas seperti biasa nya. Setelah kelas selesai Bu saras, guru bahasa Inggris yang selesai mengajar menatap kiara dengan lekat....
..."kiara , kenapa semalam kamu pulang sebelum waktunya? Apa kamu lupa kalo itu juga bolos?"...
...Bu Saras berbicara lantang sambil menatap kiara sinis....
..."Maaf Bu, semalam saya sakit perut, dan juga saya hanya pulang tiga menit lebih awal." kiara menatap mata Bu saras dengan tatapan iba, dia berharap Bu saras mengerti keadaan nya....
..."Saya tidak mau tau ya kiara, pokoknya kamu harus di hukum, supaya kamu tidak keterusan. Dan hukuman kamu adalah, kamu harus membersihkan toilet wanita sampai bersih, mengerti kamu?!" Bu saras menggerebek meja dengan kuat, membuat Kiara hanya bisa mengangguk tanpa bisa bicara apapun....
...Saat bel istirahat benar saja, kiara di tarik oleh Bu Saras menuju toilet wanita. Bu saras lalu melemparkan pel dan sapu ke kiara dengan kasar....
..."Ini, kamu harus siap sebelum istirahat selesai, kamu mengerti?!" Bu saras kembali membentak kiara dengan keras, dan lagi-lagi Kiara hanya bisa mengangguk....
...Bu saras langsung meninggalkan kiaraa. Saat di luar toilet, Bu saras bertemu dengan Bu Sri, guru matematika....
..."Bu saras, kok kiara di hukum begitu, emangnya ada apa?" Terdengar Bu Sri bertanya, namun dengan suara yang agak pelan, dan kiara masih bisa mendengarnya...
..."Aduh Bu Sri, kemarin dia itu pulang tiga menit lebih awal, saya kan kesel jadi saya kasih hukuman, biar dia jera." terdengar suara Bu saras yang sengaja di kuat kan supaya kiara mendengar nya....
..."Emang kenapa Kiara bisa pulang lebih awal, bukannya tinggal tiga menit lagi pulang ya?" Bu Sri bertanya lagi....
......"Katanya sih sakit perut, tapi saya tidak percaya." Bu saras berkata sambil memalingkan matanya.......
..."Astaga, seharusnya gak harus sampai di hukum Bu, kan alasannya jelas karna sakit perut, lagi pula hanya tiga menit kan jaraknya." Bu Sri mencoba meluluhkan hati Bu saras, namun memang dasarnya hati Bu saras terbuat dari batu, dia tak akan mempan di nasehati....
..."Aduh, udah deh Bu Sri, gak usah belain si cupu, dia itu anak orang miskin, percuma ibu belain, ibu gak akan dapat apa-apa, orang kemarin si roy minta di beliin roti aja dia gak punya duit" ucap Bu saras sambil menepuk pundak Bu Sri pelan mencoba merayunya menjauhi kiara....
..."Astaghfirullah Bu, kita disini kan sudah di gaji, jadi saya tidak perlu mengharapkan uang dari orang tua siswa lagi," ujar Bu Sri geleng-geleng...
......"Alah Bu Sri itu munafik, siapa sih di dunia ini yang tidak suka duit, ya saya sih gak masalah, yang penting saya sudah pernah bilang sama Bu Sri. Kalo ibu tidak mau ya tidak apa-apa." Bu saras meninggalkan Bu Sri dengan sombongnya, Bu Sri juga hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.......
...Sementara itu, Kiara terus saja menatap pintu yang tertutup dengan dingin....
...Selang beberapa menit kiara membersihkan toilet, ada tiga siswi masuk sambil terus menatap nya sinis, itu adalah dewi , Monica dan angel sang primadona sekolah. Dia tidak jauh berbeda dari roy, mereka sama-sama berasal dari keluarga kaya, namun kekayaan roy jauh lebih banyak daripada mereka....
...Dan mereka bertiga adalah teman sekelas nya kiara....
..."Heh cupu! Lo kenapa liatin kita begitu, gak pernah liat orang kaya yang cantik kaya kita ini ya Lo?" Monica mendorong tubuh kiara....
..."Bukan Monica, aku masih membersihkan toilet, bukannya kalian belum boleh masuk dulu ya?" kiara menghela nafasnya karena merasa emosinya mulai naik, namun dia mencoba menahannya....
..."Alah kebanyakan bacot Lo!" Monica hendak mendorong alena kembali, namun tangannya di halang oleh angel....
..."Stop babe, kita kesini mau memberikan penawaran buat si cupu, bukan mau bertengkar." angel menatap kiaraa dengan tersenyum miring....
...Monica hanya membuang nafasnya kasar....
..."Penawaran apa?" kiara dengan cepat bertanya, dia tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya...
..."Kalo Lo mau bebas dan gak di bully lagi, Lo harus jadi suruhan kita, Lo harus nurut dengan apa yang gue dan kedua temen gue minta, Lo gak boleh menolak apapun yang kita suruh, APAPUN... !"...
...Bersambung......
..."Kalo Lo mau bebas dan gak di bully lagi, Lo harus jadi suruhan kita, Lo harus nurut dengan apa yang gue dan kedua temen gue minta, Lo gak boleh menolak apapun yang kita suruh, APAPUN... !" Aurel menekan kata apapun sambil telunjuknya menyentuh dagu kiaraa, dia tersenyum manis namun dengan arti yang mencemooh....
..."Kenapa aku harus jadi suruhan kalian?" kiara mulai merasa tak nyaman...
...Pftt...angel menahan tawanya...
..."Guys, apa dia tak mengerti maksud kita?"...
...Tanya angel pada kedua temannya sambil tertawa pelan....
...Kedua temannya juga ikut tertawa sambil kembali menatap kiara sinis, Monica maju mendekati kiara...
..."Lo belum sadar juga ya, ya karna Lo itu cupu!angel udah baik tu sama Lo nyuruh buat jadi suruhan nya, supaya Lo itu gak di ganggu lagi sama anak-anak lainnya. Emang ya otak cupu itu susah banget buat nyambung nya." Monica menatap nyalang ke arah kiara....
..."Aku gak mau jadi suruhan kalian." kiara menjawab nya to the point tanpa berbasa basi....
..."Whattt??" Mereka bertiga serentak teriak sambil menatap kiara aneh....
..."Lo gak mau jadi suruhan gue?" Aurel menatap kiara tak percaya...
..."Iya, aku gak mau jadi suruhan kamu atau suruhan teman-teman kamu." kiara mengulangi perkataan nya dengan jelas tanpa rasa takut....
..."Dasar... Lo itu gak tau diri banget ya. Angel itu mau nolongin Lo, tapi Lo malah sok-sokan nolak lagi, kurang aja banget sih Lo!" Monica mendorong kiara hingga terjatuh....
..."Auuhh... Kok kamu dorong aku sih? Kan aku gak salah, aku cuma gak mau jadi suruhan kalian!" kiara berteriak dan berdiri dengan cepat....
..."Lo berani teriak sama kita?" Monica kembali ingin mendorong Alena, namun kali ini tubuh Kiaraa tetap tegap dan tak terjatuh seperti sebelumnya. Melihat itu Monica semakin emosi dan ingin menghajar kiaraa, namun lagi-lagi angel menghentikan nya....
..."Sudah lah jangan diteruskan, kalo ketahuan kita bisa ikutan di hukum." Angel menarik tangan Monica untuk pergi, namun sebelum itu, Angel menghampiri kiara dan berbisik,...
..."Lo akan menyesal seumur hidup Lo, karna sudah berani menolak perintah gue." Angel menatap kiara tajam....
...Mereka pun meninggalkan kiara yang kembali sendirian di toilet, tepat saat itu bel berbunyi, menandakan kelas selanjutnya akan dimulai....
...segera di mulai, kiara dengan cepat berlari meninggalkan toilet yang belum bersih semuanya....
...***...
...Saat masuk ke kelas, pandangan semua murid menatap ke kiara. Di lihatnya Angel yang menangis, dan kedua sahabatnya itu seperti berpura-pura menenangkan nya....
..."Dasar ya, cupu tidak berguna!"...
..."Iya, bisa-bisanya dia nyakitin kembang sekolah kita."...
..."Iya, gue gak nyangka, padahal Angel itu anak yang baik Lo, dia gak pernah neko-neko."...
..."Gak tau diri!"...
..."Dasar cupu!"...
...Kata-kata pedas kembali terdengar di telinga kiara, dia tidak tau salahnya apa. Yang dia yakin, pasti Angel dan para bestie nya itu merencanakan sesuatu, namun dia hanya bisa diam dan tak bisa berbuat apa-apa....
...Bu Sri masuk dengan membawa buku-buku nya. Pelajaran terakhir hari ini adalah matematika....
...Namun, belum sempat Bu Sri menyampaikan pelajaran nya, Bu saras tiba-tiba nyelonong masuk tanpa permisi....
..."Kiaraaaa!!! Sudah saya ingatkan sama kamu, jangan buat masalah, kamu gak jera di hukum?!"...
......Bu saras berteriak kencang yang mengagetkan semua orang.......
...Mendengar teriakkan Bu saras, para guru dan kepala sekolah yang memang berada di ruang guru yang tepat di samping kelas kiara langsung berlari ke kelas....
..."Astaga Bu saras ada apa?" Tanya pak ridwan, kepala sekolah dengan panik....
..."Ini loh pak, kiara gak habis-habisnya buat masalah!" Bu Saras menunjuk kiara dengan mata melot....
...Alena yang memang tidak tau salah nya apa hanya bisa terbengong....
..."Emangnya kiara buat masalah apa Bu?" Pak ridwan kembali bertanya sambil menatap bingung kiara....
..."Ini loh pak, dia mendorong angel di kamar mandi!" Bu Saras dengan lancar melontarkan tuduhan itu pada kiaraa....
...Degggg........
...Jantung Alena seketika berdenyut cepat, dia tak merasa mendorong angel, bahkan dirinya lah yang di dorong berkali-kali oleh Monica....
...Semua mata kini melihat ke arah kiara....
..."Benar seperti itu kiara?" Pak Ridwan menatap kiara dengan lekat...
..."Tidak pak, saya tidak mendorong Angell!" jawab Kiara dengan mata berkaca-kaca sambil menggeleng....
..."Bohonggg! Saya saksi nya, dia mendorong Angel hingga jatuh." Monica kini berdiri menghadap kiara....
..."Saya tidak berbohong, kamu yang berbohong, bukannya kamu tadi yang mendorong ku hingga terjatuh?" kiara juga berdiri menatap tajam Monica. Mendapat tatapan mematikan seperti itu, nyali Monica sedikit menciut, dia mundur selangkah ke belakang....
..."Eng...enggak, gue gak bohong kok." Monica mulai gelagapan....
..."Sudahlah, pokoknya kiara bersalah sudah mendorong teman sekelasnya, dia harus di skors selama seminggu!" Bu saras membuat keputusan yang tiba-tiba....
..."Tidak bisa seperti itu Bu, kalo ibu mau buat keputusan harus diskusi dulu kepada saya dan guru-guru yang lain." Pak ridwan merasa keberatan dengan keputusan Bu Saras yang hanya sepihak....
..."Aduh pak, saya itu wali kelas mereka, saya yang akan mendidik dan mengajari mereka, guru-guru yang lain tidak perlu ikut campur, karna tidak akan berdampak apa-apa." Busaras kekeuh pada keputusan nya....
..."Tentu saja ini berdampak Bu, seminggu bukan waktu yang singkat, dia akan ketinggalan pelajaran jika di skors, bagaimana jika dia tidak lulus?" Pak dodo mencoba memberikan pengertian pada Bu saras, namun itu tidak merubah apapun....
..."Dia ini memang sudah bodoh pak, mau di skors ataupun tidak, saya yakin dia tidak akan lulus, jadi itu tidak akan berpengaruh, pokok nya keputusan saya sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat!" Bu saras dengan sombongnya mengangkat kepalanya....
..."Ibu lupa siapa saya? Saya ini kepala sekolah disini, semua harus dengan persetujuan saya, ibu jangan mengambil keputusan seenaknya." Pak ridwan meninggikan suara. Semua orang terkejut melihatnya, sepertinya kesabaran pak ridwan sudah habis. Melihat itu seakan sadar akan tempatnya lebih rendah dari pak Ridwan Bu Saras menundukkan kepalanya sambil meminta maaf....
..."Maaf pak, saya bukannya lancang, saya hanya ingin mendidik murid saya." Suara Bu Saras hampir tidak terdengar saking kecilnya....
..."Terserah. Dari dulu ibu tidak pernah berubah, selalu mengambil keputusan sendiri. Kalo ibu tetap terus seperti ini, saya tidak akan segan-segan untuk menskors ibu juga." Setelah mengatakan itu, Pak saras keluar dari kelas....
...Mendengar penuturan Pak ridwan, wajah Bu saras memerah karena malu. Ia melirik ke arah kiara sekilas, lalu cepat-cepat ikut keluar dengan langkah kesal....
...Alena hanya diam di tempat. Di luar, Angell dan Monica saling pandang sambil menahan senyum. Rencana mereka hampir berhasil....
..."Kalo saya sampai kehilangan pekerjaan saya, itu semua gara-gara kamu! Mulai besok kamu jangan datang ke sekolah sampai seminggu, mengerti kamu?"...
...Wajah Bu Saras merah bagaikan kepiting rebus. Matanya pun merah seperti menahan tangis. Lalu dia keluar tanpa memperdulikan para guru dan murid yang sedang memperhatikannya....
...Kelas langsung hening....
...kiaraa masih berdiri kaku di tempatnya. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut... tapi karena lega....
...Akhirnya dia bebas seminggu dari neraka itu....
...Dari pojok kelas, angel melirik kiara sambil berbisik ke Monica...
..."Bagus. Sekarang tinggal kita tunggu dia hancur"...
...Kiara mendengar itu. Tapi dia cuma menunduk... dan sudut bibirnya terangkat tipis....
..."Brengsek!!! Siapa yang berani ngancam gue begini?!" Teriak Angel marah sambil menatap telepon genggam nya....
..."Apa sih babe? pagi-pagi udah ribut aja."...
...Monica menghampiri Angel yang masih beranda di atas ranjang, dia terkejut mendengar teriakkan Angel....
...Abgel memang nginap di rumah Monica, karena sehabis dari danau kemarin mereka mabuk-mabukan, dia takut Papa nya akan murka jika melihat tingkah Angel yang sebenarnya. Selama ini Aurel selalu berpura-pura menjadi anak yang manis jika di depan ayah nya, sementara ibunya sangat tau sikap putri nya, namun dia membiarkan nya dan bahkan kadang mendukung nya....
..."Nih Lo liat aja, siapa sih dia?" Angel melemparkan ponsel nya ke arah Monica, yang langsung di tangkap Monica dengan mudah....
...[Jaga mulut dan perilaku mu, atau aku akan membunuhmu!!!] Pesan itu berasal dari nomor yang tak di kenal....
..."Ya elah palingan mau minta duit babe."...
...Monica melemparkan ponsel itu ke atas ranjang, angel hanya diam. Awalnya dia juga berpikir hal yang sama, tapi entah kenapa perasaan nya jadi tidak enak....
..."Udah gak usah di pikirin. Mandi sono, kita ke sekolah sekarang, ntar kalo bodyguard Papa Lo ngawasin dan Lo gak ada, mampus deh Lo di buat papa Lo." Monica keluar dan meneruskan sarapan nya, Aurel hanya mengangguk dan berlari kecil ke kamar mandi....
...***...
...Sesampainya di sekolah, suasananya seperti biasa, rame dan ribut. Namun saat mereka masuk ke kelas, suasana nya berbeda seratus delapan puluh derajat. Tak ada satu orang pun disana kecuali Angel dan Monica yang baru masuk, keadaan kelas juga gelap, Aurel dan Monica saling berpandangan dengan bingung....
..."Kok sepi? Kemana semua orang?" Angel bertanya pelan sambil berjalan ke arah mejanya....
..."Gak tau nih, apa ada rapat ya? Kita ke ruang rapat dulu yuk, siapa tau ada rapat beneran."...
...Monica mengusulkan ide nya....
..."Enggak ah, gue capek banget. Lo aja deh sana, gue mau tiduran bentar di sini." Angel merebahkan kepalanya di atas meja....
..."Yakin nih? Lo gak takut?" Monica meledek...
...Angel yang sudah setengah tidur...
..."Enggak, udah sana-sana." Angel menggerakkan tangannya mengusir Monica....
...Monica hanya tersenyum sambil meninggalkan Angel Sepeninggal nya Monica, suasana berubah menjadi lebih mencekam. Entah apa yang membuat kelas menjadi seram saat itu, Angel ingin membuka gorden jendela, namun langkah nya amat berat, hingga dia mengurungkan niatnya dan kembali tidur....
...DJEEDEERRRR........
...Pintu tertutup dengan kuat hingga membuat Angel terkejut dan langsung terbangun....
..."Monica... Itu Lo ya? Pelan-pelan dong kalo nutup pintu, bikin kaget aja tau ga!" Angel berteriak, dengan mata yang masih setengah tertutup,Aangel mencoba menelusuri ruangan, tak ada satu orang pun di sana, apalagi Monica....
...Melihat keadaan itu Angel menjadi merinding....
...Dia langsung berlari keluar ingin menyusul Monica, namun saat hendak membuka pintu, pintu itu ternyata terkunci....
..."Ihhh... Kok di kunci sih? Sial*n Lo Monica!! Lo mau ngerjain gue ya!!" Angel menarik gagang pintu dengan kuat, namun tetap tidak terbuka....
..."Aauuchh...!!!" Angel berteriak saat ada seseorang yang menarik rambut nya kasar....
..."Aauhh... sakit!! Lepasin...!!!" Angel berteriak kesakitan, dia berusaha membalikkan badannya untuk melihat siapa yang menjambak nya....
..."Monica, bajingan lo ya!!! Lepasin gue!!" Angel memukul-mukul tangan yang menarik rambut nya....
...Tarikan itu semakin keras hingga membuat Angel merasa kulit kepala nya serasa ingin lepas. Setelah itu, tubuh Angel di dorong dengan kuat hingga membentur meja....
..."Aaahhhkkk..." Angel hanya bisa mengerang kesakitan, dia membalikkan tubuhnya dan terkejut melihat siapa yang ada di depannya saat ini....
..."Ki...ki... Kiara?" Mata Angel melot saking terkejutnya, sosok di depannya hanya tersenyum mengejek ke arah Angel, melihat itu Angel menjadi emosi dan berteriak kuat....
..."Dasar cupu bajingan lo!! Apa mau Lo? Udah bosan hidup ya!!" angel berusaha berdiri, namun perut nya terasa kram, hingga dia tidak mampu berdiri dan tetap terduduk lemas di lantai tepat di bawah meja Kiara....
...Melihat sosok kiara yang kian mendekat sembari menampakkan seringai kecil nya, membuat Angel benar-benar merasa takut....
..."Tolonggg.... Tolonggg... Tolong !!! Ada yang mau bun*h gue disini!!! Tolong....." Angel berteriak dengan kencang sambil memejamkan matanya. Para murid dan guru yang mendengar teriakan Angel langsung berlari berbondong-bondong masuk ke kelas itu....
..." Angel Lo kenapa?" Monica dengan panik menggoyang tubuh Angel...
..."Ahh... Monica Lo dari mana aja sih?" Angel memeluk Monica sambil menangis....
..."Kan gue udah bilang mau ke ruang rapat, ada pelajaran tambahan bulan ini, makanya di adakan rapat," jawab Monica sambil menarik tangan Angel, membantu nya duduk kembali ke kursinya....
..."Kamu kenapa Angel? Penampilan mu kacau sekali." Bu Saras menghampiri Angel dan memperhatikan wajah Angel yang masih ketakutan....
..."Bu, saya hampir saja di bun*h sama Angel Bu, dia ada di sini, dia tadi narik rambut saya dan mendorong saya hingga terjatuh." Angel dengan semangat menceritakan semuanya....
..."Kamu jangan ngaco Aurel, kiara itu di skors, dia gak ada di sekolah." Bu saras tampak heran melihat Angel....
..."Beneran Bu, saya berani sumpah." Angel mengacungkan jari tengah dan telunjuk nya....
..."Sudahlah Angel, kamu mimpi kali. Terus kenapa kamu tadi gak ikut rapat, semua ikut kecuali kamu." Pak Ridwan dengan tegas bertanya kepada Angel...
..."Eumm... Saya tadi sakit kepala Pak, makanya saya gak ikut rapat," jawab Angel pelan sambil menunduk, jika sudah berurusan dengan Pak ridwan, Angel tidak akan berani berbuat apa-apa, karena Pak ridwan adalah orang yang sangat garang, disiplin, dan juga berpendirian teguh....
..."Kamu halu karena sakit kepala, besok-besok kalo ada rapat kamu harus ikut, di sekolah ini sama rata, jadi jangan bertingkah seperti ratu, mengerti kamu?" Pak ridwan berkata dengan tajam nya, setelah itu Pak ridwan keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruang guru, sementara Angel hanya menunduk malu akan perkataan kepala sekolah nya itu....
...***...
...Setelah semua kembali pada kelas nya masing-masing, Angel kembali menatap Monica dengan lekat....
..."Tadi Lo sengaja ninggalin gue sendirian ya, Lo menghianati gue?" Angel bertanya sambil berbisik-bisik....
..."Apaan sih Lo, gue kan tadi udah ngajakin Lo, Lo aja yang gak mau, ya bukan salah gue. Emang apa sih yang Lo liat?" Monica cemberut saat dia di salahkan, Angel menarik nafas nya....
..."Gue tadi liat si cupu disini, dia narik rambut gue dan dorong gue sampe perut gue kebentur meja, ini sekarang masih kram," jawab Angel sambil terus memegang perutnya....
..."Pintu nya di kunci any*ng." Angel melengos melihat Monica , dia berpikir bahwa memang Monica yang sudah menguncinya....
..."Pintu gak di kunci, tadi pas kita semua denger teriakkan Lo, pintu enak aja buka nya, pas gue pergi tadi juga pintu kagak gue kunci." Monica kembali mengingat saat dia hendak ke ruang rapat, dia sama sekali tidak mengunci pintu....
..."Lo serius?" Angel memandang mata Monica, dan Monica hanya mengangguk....
...Saat mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, tiba-tiba layar lebar di kelas mereka hidup dan menampilkan tulisan buram yang sedikit demi sedikit menjadi jelas, tulisan itu berbunyi...
...[ l WILL KILL YOU ]...
...Tulisan berwarna merah itu sontak membuat para murid histeris dan membuat kelas menjadi ribut, Angel dan Monica hanya bisa saling pandang sambil terus menerka-nerka apa maksud dari tulisan itu....
...Bersambung......
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!