Indonesia
NovelToon NovelToon

Mereka Mengganti Calon Suami Ku

bab 01 Pernikahan menjadi bar bar

Kenalkan namaku Nadia putri Darmawan, aku anak pertama dari pak Darmawan. Sudah lima tahun aku kerja di PT ADI JAYA perusaan tersebut punya keluarga Wicaksono

Awalnya aku magang di perusahaan tersebut, melihat hasil kerjaku sama magang, lulus kuliah aku langsung di rekrut pak Presdir yaitu pak Wicaksono dan aku di tempatkan sebagai asisten dari anaknya yaitu mas Arief Wicaksono saat itu menjabat sebagai manajer operasional.

Aku bekerja sebagai asisten pak Arief tepatnya, aku yang kerja keras, pak Arief kan bos, bagaian nya hanya acc dan tanda tangan semua yang kerja aku. Mulai buat proposal, tender sampai turun ke proyek bangunan.

  Karena kegigihan dan loyalitasku bekerja satu tahun lalu aku di lamar oleh mas Arief. Selama satu tahun aku sebagai tunangan mas Arief, aku bahagia banget walaupun dia cuek tapi aku bangga dong menjadi tunangan bos ku.

Hari ini aku dinikahi,aku bahagia banget, semua urusan administrasi pernikahan di atur oleh bapakku, jadi aku tetep bekerja seperti biasa, kerena aku membiayai kuliah adek ku anak sambung ayah dan aku membantu perekonomian ayah ku, malah ayahku sering pinjam uang ke aku.

    Aku selesai di rias, aku menunggu pengantin pria datang, tidak boleh keluar kamar dan aku menunggu suara ijab kabul yang sekarang lagi di lakukan tapi kok walinya bukan suara bapakku, dan yang di sebut bukan nama ku tapi nama adek tiriku yaitu Amelia permata sari sedangkan namaku Nadia putri Darmawan.

    Aku keluar dari kamar masih dengan riasan pengantin dan aku melihat mas arief mencium kening adek ku dan adek tiriku mencium tangan mas Arief.

Aku sadar ternyata mereka mengganti calon suamiku, ayah menjabat tangan seseorang laki laki dan dia mengucapkan ijab kabul dengan seseorang menyabut namaku dan semua mengatakan sah, aku baru sadar kalau calon suamiku di ganti, aku masuk lagi ke kamar dan aku mengunci kamar, ku buka baju ku, ku ganti dengan celana dan kaos mereka mengetuk pintu kamar ku dan aku yang sudah ganti baju tapi riasan muka masih tebal membuka pintu kamar

  Ayah, ibu tiri, mas Arief dan istrinya datang minta maaf dan berusaha menjelaskan, tapi aku nggak mau mendengarkan, aku tetep ngamuk.

Pertama ku Jambak rambut adek tiriku, kutampar mukanya dua kali, mas Arief berusaha membela istri nya, aku tendang selangkangannya dia mengaduh kesakitan. Ibu tiriku mendekat aku tampar mukanya dua kali eh bapak membela dia menampar muka ku bapak cari gara gara juga akhirnya ku tendang juga selangkangannya, biar di bawa kerumah sakit sekalian

    Beberapa orang berusaha menenangkan ku, tapi mereka tidak bisa mengendalikan kemarahan ku, aku mengambil kayu di belakang dan aku bilang, aku suruh beresin tenda dan catering kalau nggak ingin hancur dan mereka semua takut jadi lansung di beresi semua, catering dan tenda semua aku yang pesan dan yang bayar, eh mau di pakai adik tiriku dan tunanganku yang berkhianat lebih baik di bereskan saja.

Mereka yang kuhajar duduk di kursi nggak berani berbuat apa apa mereka ling lung, takut sama aku, ya aku memang yang ahli beladiri dan lumayan tinggi ilmu ku.

    Suami dadakanku muncul ternyata ilmu beladirinya di atas ilmu ku jadi aku kalah tapi semua tenda dan katering dan dekor sudah selasai di bereskan, aku nggak ikhlas kalau tenda dan katering aku yang bayar tapi di nikmati dan dipakai resepsi oleh adek tiriku.

  Tetangga ku yang seorang perawat datang, mengobati empat orang yang tadi kuhajar, bahkan ibu tiriku berniat lapor polisi tapi, suami dadakanku mengancam, kalau ibu tiriku melaporkan aku maka dia akan menghancurkan semuanya,dan dia akan melaporkan balik kelakuan dan persekongkolan mereka.

     Sekarang semua orang berkumpul untuk menyelesaikan perkara ini ada RT, petugas KUA dan beberapa orang saksi.

   Amelia duduk manja di dekat mas Arief, bapak duduk dekat istrinya dengan lemas.

Suami dadakanku duduk di sebelahku dia membisikan kata " apapun maumu dan tuntutan mu aku bela kamu" kata suami dadakan ku

    Pertama aku minta keterangan ke penghulu bagiamana kok bisa calon pengantin diganti, dari nama Nadia menjadi nama Amelia dan yang lain aku suruh diam dan suami dadakanku siap merekam pengakuan mereka.

   Pak penghulu bilang memang awal pendaftaran pertama atas nama Nadia putri darmawan akan menikah dengan arief Wicaksono, tapi dua bulan yang lalu di ganti nama pengantin wanita nya menjadi Amelia permata sari dengan wali hakim ,karena Amelia bukan anak kandung pak Darmawan terus satu bulan lalu nama Nadia putri Darmawan dengan Arya wirawan wicaksono yang akan menikah.

     Akhirnya terjadi lah pernikahan ini dengam menukar calon suami dan sekarang bapak yang aku mintai keterangan

" Adek mu hamil dengan arief bapak bingung jadi bapak meminta kakak tirinya Arif untuk menikahi kamu" jawab bapak acuh

" Kenapa bapak lakukan dan sembunyikan dari aku" tanyaku tegas

" Ya karena bapak takut sama kamu, kan kamu, kalau menghajar orang seperti ini , bapakmu saja kamu hajar nggak takut durhaka kamu" kata bapak

" Aku pilih durhaka pak kalau punya bapak durjana kayak bapak" kata ku dengan keras pak penghulu beristighfar.

" Bapak lupa bapak telah menyakiti ibu Sampai ibu meningal,aku masih menolong bapak karena aku kasihan melihat bapak yang nggak punya penghasilan,aku tambah modal toko bapak dari uang jaminan Kematian ibu, malah bapak kawin lagi sama Bu Sugiarti, aku diam malah aku bantu menguliahkan anak tirimu jangan jangan dia anak mu di luar nikah jadi bapak nggak bisa jadi walinya" kata ku panjang lebar

" Maafkan bapak, kan bapak sudah kamu hajar ya sudah lah biarkan. mereka bahagia toh adek mu sudah hamil oleh calon suami mu sendiri, gimana kamu menjaga calon suamimu, dia selingkuh sampai menghamili adekmu kamu nggak tahu" kata bapak

" Iya kakak sih jelek suaminya jadi pilih aku makanya jangan kepedean aku lebih cantik tanpa kerja keras aku dapat suami ganteng dan kaya terima saja suamimu sekarang mas gembel anak haram ayah mertua " kata Amelia judes

" Ok kalau seperti itu,kamu kembalikan uang kuliah yang selalu kakak kasih setiap bulan sekitar tiga juta sapai lima juta selama lima tahun,semua ada bukti transfer nya kalau tidak kamu kembalikan aku tuntut dengan pinjam hutang tapi tidak kamu bayar" Jawabku

" Hitung saja sekarang suamiku kaya pasti dia mau mengembalikan biar buat modal kamu hidup baru sama mas gembel suami pilihan ibuku" jawab dia

" Pengacara catat dan bikin perjanjian Amelia mau mengebalikan uang Nadia yang di pakai selama " kata mas gembel semangat

" Kamu jahat banget sama adekmu sendiri tahu gitu ku bunuh kamu biar menyusul ibumu" kata Bu Sugiarti

" Baiklah aku ingin semua yang aku kasih ke bapakku kembalikan biasanya bapak bilang hutang dulu dan semua akan aku kumpulkan bukti transfer nya" jawabku

" kamu jangan durhaka ya kamu lho kerja di tempatku yang gajinya tinggi kamu nggak kerja di tempatku, kamu nggak akan bisa membantu bapakmu dan membantu kuliah adek mu" kata mas Arief.

" itulah bodoh nya aku kenapa aku nggak pernah menerima tawaran PT lain yang berani memberi aku gaji lebih besar, karena aku tulus ingin merenda masa depan lebih baik bersama kamu.dengan mati - matian bekerja menjadi asisten calon suamiku ternyata kamu brengsek tapi nggak apa apa kan penghianat cocok sama penghianat" jawabku

    Mas Arief seperti nya nggak mau mengeluarkan uang untuk menganti uang kuliah istrinya padahal istrinya sudah PD mau di bayar kan oleh suaminya.

  Kami berdebat satu sama lain nggak ada habisnya akhirnya di buat perjanjian dengan kuasa hukum mas gembel, dalam hati berfikir kok mas gembel punya pengacara atau mungkin itu temanya sesama gembel.dan emang ada pengacara gembel.

 Bersambung.

bab 02 Perjanjian

  Bapak mertua menengahi untuk membuat perjanjian, pengacara membuat drafnya aku bingung mau bayar dengan apa, uang didompetku hanya tersisa dua ratus ribu, sedangkan tabungan ku habis buat biaya acara akad nikah dan resepsi,

Aku masuk membuka laptopku,kemudian aku membuka bukti transfer kepada Amelia dan kepada bapak selama lima tahun aku bekerja, kemudian aku print out dan di jumlah semua biaya kuliah dan lain lain dua ratus juta yang aku transfer ke Amelia.Sedangkan yang di pinjam bapak semua seratus lima puluh juta dan aku print sekalian sebagai bukti.

   Suasana panas mas Arief diam, Amelia tegang dan bapak mukanya bingung ibu menyeletuk.

" punya bapakmu harus dikurangi biaya sewa kamar yang kamu tempati satu bulan satu juta jadi kali lima tahun enam puluh juta, sejak kematian ibumu kamu Tante anggap sewa karena ini rumah bapakmu bukan rumah ibumu" kata ibu tiriku dengan ketus,

" Tapi semua uang kematian ibuku kau juga ikut menikmati" jawabku nggak mau kalah

" Itu kewajiban bapakmu memberi nafkah untuk ku sebagai istrinya jadi aku,nggak perlu mengganti" jawab dia

   Aku mengalah kasihan bapak kalau di tekan nanti darah tingginya kumat akhirnya aku setuju padahal mamaku dulu jarang di kasih nafkah.aku juga sering ngasih uang belanja untuk makan sehari hari.dan sering bantu kebutuhan mereka.

    Bapaknya mas Arief juga mengajukan perjanjian, uang dua ratus juta itu di anggap pinjaman kepada Amelia, dan dia harus kerja di kantor mas Arief dan di potong gajinya nggak perduli hamil dia harus kerja nanti kalau melahirkan baru di kasih cuti seperti karyawan lainya.

   Bapak sanggup membayar sembilan puluh tapi nanti kalau pinjaman dari bank keluar karena masih proses. Aku setuju saja, tapi nggak apa apa yang penting aku dapat kembalian uang yang aku keluarkan buat mereka, ya masih rejeki ku,mereka kalau minta katanya pinjam, ya sudah kalau gitu aku tagih sekalian

    Selesai perjanjian aku dapat seratus juta dulu, seminggu lagi yang seratus juta dan Amelia suruh tanda tangan di atas materai dan mas Arief sanggup membayar yang seratus juta.

     Selesai penandatangan perjanjian tersebut kami bubar dan aku sudah muak sama semua orang sini, aku ikut suami dadakanku pindah. Aku bawa baju ku laptopku. Semua seserahan dari mas Arief pada waktu lamaran, aku jadikan satu di kotak termasuk cincin pertunangan baju tas dan sepatu aku berikan lagi padanya yang sekarang dia sudah ganti baju dan berada di kamar Amelia.

" Ini semua seserahan dari kamu aku kembalikan dengan utuh kasih saja buat istri mu" kata ku dengan sarkas

" Dek boleh mas bicara, mas minta maaf mas khilaf Amelia selalu mengoda mas" kata dia

" Enak saja minta maaf, untuk persiapan nikah habis banyak coba kamu bicara sebelum acara kan enak jadi aku nggak perlu keluar uang buat semuanya" jawabku

    Aku kembali ke kamar, mas gembel ada di sana dia ikut memasukan bajuku dalam koperku termasuk perhiasan peninggalan ibu yang ibu sembunyikan dan di kasihkan ke aku sebelum Bu Sugiarti datang ke sini.ya Bu Sugiarti datang kesini pura pura ikut merawat ibu padahal dia adalah istri siri bapakku, aku di suruh diam sama ibu tapi semua tabungan dan emas ibu di serahkan padaku, ibu seorang pegawai bank BUMN jadi uangnya banyak, sedangkan bapak hanya kerja di pabrik Kemudian diPHK dari uang pesangon dia buka toko sembako, dan dia minta tambah modal dari uang kematian ibu dan ternyata dia sudah menikah siri dengan Bu Sugiarti dan ternyata selingkuhan bapak waktu kerja di pabrik

   Ibu meninggal saat aku kuliah semeter satu dan untung ibu membuat asuransi pendidikan untuk kuliah ku , jadi bisa aku cairkan untuk biaya kuliah. Ibu sebenarnya sudah tahu siapa Sugiarti, tapi dia diam karena dia punya penyakit, ibu diam dan menyembunyikan penghasilannya, dia hanya bercerita kepada ku, tapi bapak mengetahui, waktu dapat uang kematian jadi dia minta buat tambah modal tokonya selain itu uang nya juga buat selamatan sampai seribu hari nya ibu.

    Aku sebenarnya kasihan sama bapak selain pinjaman yang yang aku transfer dia sering aku kasih uang tapi sembunyi dari sugiarti karena dia sangat kemaruk sekali.

   Selesai membereskan pakaian dan barangku aku keluar kamar, aku belum mandi tapi make up sudah di hapus dan rambutku aku sisir, bajuku saja dan tetep memakai celana dan kaus yang tadi, aku ikut suamiku kemana pun dia pergi, biar saja di ajak gembel juga nggak apa apa yang penting meninggalkan para penghianat,dan dia satu satunya yang perduli pada ku sekarang.

  Ada dua koper yang aku bawa dan mas gembel tidak bawa apa apa hanya baju yang menempel di badannya katanya baju tadi sewa dan sudah di ambil pemiliknya, aduh nasipku calon suami di tukar oleh mereka dan aku belum tahu bangaimana ceritanya, aku belum bikin perhitungan sama dia karena ilmu beladiriku di bawah dia,nanti kapan kapan akan aku tantang tanding saja.

" Nduk maafkan bapak ya bapak kalah sama istri bapak hari Senin bapak dapat uang nya kamu temui bapak di warung depan BRI ya" kata bapak

" Selamat menempuh hidup baru dan pasti kamu mengembel dijalan eh aku lupa barusan dapet uang kamu bisa mengontrak" kata Amelia mengejek

 " Apa kamu ingin merasakan jurus ku lagi ya mau pilih mana muka, perut atau kaki biar aku habisin kamu" kata ku

" Kamu sekali lagi mengejek kakakmu, kucerai kamu biar jadi janda" kata mas arief sok membela tapi aku nggak butuh.

" Udah kamu berangkat sama suami kamu nanti kalau kesulitan temui aku dan kerja lagi di kantorku" kata mas Arief.

" Ogah bertemu sama penghianat, najis!" jawabku ketus

     Mas gembel memesan mobil angkutan Umum ,untuk membawa barang ku bapak ikut mengantarkan aku dan adek tiriku mengejek

 " Kasihan nasibmu kak sekarang jadi gembel sama suami miskinmu, suamiku kaya aku tanpa kerja keras sekarang dapat suami kaya" kata adek ku

" nggak pa pa yang penting aku nggak punya hutang dan sudah nggak membiayai benalu ingat kalau kamu nggak segera bayar kekurangannya aku lapor polisi pasal penipuan biar kamu melahirkan di penjara" jawabku

" Udah dek kamu jangan cari gara gara kamu, yang salah kamu mengoda ku sampai kamu hamil dan harus menikahi kamu, harus membayar uang kuliahmu harus kamu bayar dengan tenaga mu dan harus kamu cicil dengan gaji mu" kata mas Arief

" Maafkan mas dek Nadia mas khilaf kalau kamu mau, kamu masih boleh kerja sebagai asisten mas nanti gaji aku tambah" kata mas Arief

 " Kamu mengejek ku lagi, aku tonjok muka mu mau?" kata ku menantang.

    Mas gembel membantu memasukkan barangku ke mobil angkutan Umum kemudian mengajak aku naik.

   Sekitar satu jam aku sampai di sebuah kos ada banyak kamar di sini dan aku di kasih satu kamar kosong

" kamu semetara tinggal di sini dulu sebelum aku bisa beli rumah ya" kata mas gembel

" ini kos kamu mas?" tanya ku pada mas gembel

" Iya aku di kamar sini kamu di kamar sebelahku kamu sendiri yang tata ya aku harus kerja" kata dia

   Alhamdulillah aku dapat kamar sendiri walaupun bersebelahan dengan suami dadakanku dan di kasih makan sebungkus nasi Padang lumayan,aku makan dulu, aku lapar karena tadi habis ngamuk.

   Selasai makan aku tidur dulu nanti saja aku menata kamar karena aku masih capek.

Bersambung

bab 03 siapa sih mas gembel

       Sore aku bangun, kemudian aku mandi, kos ini kamar mandi di luar setiap dua kamar ada satu kamar mandi dan tempat untuk memasak, jadi ada join dengan dua kamar kos. Selesai mandi aku ganti pakaian, dan membuka koperku aku membuka lemari rupanya sudah bersih jadi aku tata bajuku di sana ada meja di sebelah lemari aku taruh tas laptop ku di sana juga pakai bedak dan skincare ku.

    Koper aku taruh di atas almari dan satunya aku taruh di bawah ranjang, lumayan aku punya kamar sendiri, tapi aku belum tahu berapa bayarnya katanya sudah di bayar oleh bang gembel, yaitu suami dadakan ku.

   Menurut cerita mas Arief, bang gembel adalah anak papa dari selingkuhan nya dan bang gembel ikut ibunya ke desa, sekarang bang gembel Luntang- lantung di kota dia kerja apa saja bahkan jadi preman pun di jalani.ngeri sih , dia pernah menyapaku waktu itu dengan sopan tetapi mas Arief melarang aku kenalan.selesai menata baju dan membersihkan kamar aku capek dan sudah malam aku siap siap ambil dompet mau keluar cari makanan.

    Sampai di luar ketemu mas gembel suami dadakan ku

 " Mau kemana kamu ini ada bakso kamu makan dulu aku mandi dulu nanti ada yang aku bicarakan" kata dia. akupun menerima bakso dan kembali ke kamarku, mas gembel datang dengan membawa mangkuk di berikan padaku katanya buat wadah makan bakso.

     Karena lapar aku makan bakso dengan lahap dan ada dua bungkus dan mangkuknya ada dua jadi satu ini mungkin miliknya, aku tuangkan sekalian di mangkuk dan ada yng mengetuk pintu kamarku, dan ku buka ternyata suami dadakan ku, dia membawa dua bungkus es jeruk dan kuberikan baksonya kemudian dia makan di kamarku.

" Gimana kepala kamu sudah dingin?" tanya dia sambil terkekeh

" Sudah di kasih bakso sama es jeruk jadi sudah mendingan" jawabku asal

" Ternyata kamu sangat mengerikan, kalau sudah ngamuk" kata bang gembel sambil terkekeh

" Bang kamu tadi ngasih mas kawin apa aku nggak dengar mana sekarang" kata ku menagih

" Emang kamu menerima suami dadakan ini namaku saja kamu nggak tahu" jawab dia

" Aku di dunia ini nggak punya siapa siapa lagi bang, bapakku pilih istri dan anak tirinya sedangkan calon suamiku menghamili adek tiriku dan sekarang aku hanya punya suami dadakanku ,jadi mau nggak mau ya aku terima saja dan sekarang aku di beri tempat tinggal dan juga makan, aku juga butuh perlindungan" jawabku

" Jadi kamu terpaksa nih menerima Abang jadi suami kamu?" tanya bang gembel

" Maaf bang sekarang pikiranku lagi kacau, bawaan nya ingin mengajar orang terus dan ingin berlatih bela diri terus malas kerja semua data, proposal dan kerjaan, sudah blank di otak ku, mungkin aku butuh ke psikiater tapi kan aku tidak gila atau menuju gila ya bang kayaknya ingin pergi ke Lamongan saja menemui pak purnomo" jawabku ngelantur

"Apes nasib ku dapat istri dadakan eh tenyata lagi konslet " kata dia sambil menyentil dahiku.

  Kami tertawa seperti hilang setengah bebanku

" Kamu di sini dulu , pikirkan! mau nggak menerima aku sebagai suamimu untuk makan aku tangung, kalau kamu nggak mau kerja ya terserah kamu mau latihan bela diri, terserah kamu dan kamu bebas nggak usah masak atau pun melayani aku, kamu bebas, tapi kalau kamu sudah sembuh dari sakit hatimu kamu bisa bilang ke mau,terus jadi istriku atau kamu minta pisah, kamu pikir baik baik ya" kata dia panjang lebar

"Terima kasih bang aku akan berfikir dan aku akan mencari kerja saja bang jadi kita pacaran dulu gitu ya bang" jawabku

" oh ya kalau pacaran ya jangan pangil bang bang gembel dong aku punya nama, dan namaku Arya wirawan Wicaksono dan kamu panggil aku mas Arya" jawab dia

" Ok aku pangil mas Arya kalau begitu" jawabku

" Ini uang mas kawin tadi aku nyebut dua juta dan besok kita di minta datang ke KUA, jadi nikah apa tidak dengan sarat kamu tidak boleh ngamuk di kantor KUA"! kata dia sambil memberi uang dua juta kepada ku

"ok terima kasih mas Arya atau mas gembel sekarang aku mau ke kamar mandi dulu mau sikat gigi dan tidur untuk yang lain di bicarakan besok " kata ku

    Aku mengambil mangkuk bekas makan bakso, dan aku cuci di dapur, kemudian aku simpan di Rak dapur, aku ke kamar mandi pipis kemudian masuk kamar dan tidur saja nggak tahu kenapa bawaan ku ngantuk terus, aku akan cari kerja terus beli rumah, atau mencicil perumahan ya aku masih binggung, dan akhirnya aku tertidur.

     Aku bangun pagi kemudian mau kekamar mandi lha kamarnya mas Arya terbuka dan aku pun masuk mas Arya membersihkan kamarnya nya aku masuk saja, ya kamarnya sama dengan punya ku bed single lebar l sembilan puluh,dia sudah mandi dan dia memasukan baju kotornya ke dalam keresek dan dia telanjang dada rambut panjang nya di kuncir rapi dan di dadanya ada tato

" Dek kamu sudah bangun baju kotormu masukan tas plastik biar mas antar ke laundry sekalian" kata bang gembel alias mas arya

  Aku merasa speechless baru kali ini dapat perhatian dari orang lain,biasa nya ya semua ku urus sendiri mana ada yang memperhatikan aku kenapa gini banget ya rasanya.

" eh kamu bengong malah, kamu mau sarapan apa di belikan atau kamu ikut mas makan di warung" ajak dia

" Iya aku mandi dulu mas dan ganti baju dulu aku ikut saja makan di warung, nanti sekalian aku ke supermarket" kata ku

  Aku pun masuk ke kamar mandi, selesai mandi aku masuk kamar sudah pakai baju ganti, mas Arya sudah duduk di ranjang ku membawa tas keresek berisi pakaian kotor kemudian di tambah baju kotorku nanti di antar ke Laundry sambil beli sarapan

     Aku memakai skincare sebentar kemudian mengikuti dia sambil bawa baju kotor dan ikut suami dadakan di bonceng motor mau di ajak ke laundry dan ke warung makan. Aku makan nasi campur dia makan nasi pecel lengkap dan sepetinya itu warung langganan dia.

" Wah mas gembel bawa cewek sekarang pacarnya mas" tanya pemilik warung

" Istri saya Bu baru kemrin saya nikahi dia" jawab mas Arya tanpa menyembunyikan status kami.

" Wah si neneng bisa patah hati nih" kata ibu kenapa hati sakit ya ketika ibu itu menyebut nama si neneng

" ah bisa saja ibu,ini kan si neneng pacarnya di Jupri sopir ya biasa ke sini, itu sekarang lagi pacaran di belakang ibu jangan bilang aneh aneh nanti istriku salah paham" jawab mas Arya

     Selesai makan kami ke laundry " adek mas antar pulang dulu ya nanti mas jemput kita ke KUA. atau adek mau ikut mas kerja" kata dia

" Emang boleh adek ikut mas kerja?" tanya ku

" Boleh dong bahkan adek boleh bantu kok" jawab dia

    Aku yang penasaran akhirnya ikut mas Arga ke tempat kerjanya ternyata dia punya usaha kafe dia bercerita kalau sewa di dalam mall jual kopi robusta dan coklat dengan brand lokal dari daerahnya. mas Arya keren juga dia, ada dua karyawan laki laki di sana dan mas Arga jadi barista juga mereka membersihkan tempat jualan dan aku membantu mas Arya menyiapkan kopi dan coklat nya, memasukan kopi di gilingan kopi kemudian dia merebus air dan membuat kopi

" kamu pesan yang mana aku kasih gratis" kata mas gembel Sambil menyodorkan daftar nama minuman yang di jual dan aku memilih kopi coklat susu kemudian dia buatkan untuk ku dan aku duduk di meja sebagai pelanggan pertama

    Ternyata kopi buatan mas Arya enak juga nggak kalah dengan buatan kafe terkenal dan ku ihat harga terjangkau aku jadi berfikir,enak juga buat nongkrong dan bertemu dengan relasi dan bahas pekejaaan sambil memperkenalkan produk lokal. Tak lama ada pemasok kue datang dan mas Arga menata di meja kue biat tetap hangat dan memasukan puding aneka rasa di kulkas dia mengambil satu puding di berikan kepada ku

" Enak mas cocok di lidahku" kata ku

  " Ayo kita siap siap ke KUA" kata dia mengajakku.

     Selesai aku makan puding kami berangkat ke KUA dan aku di pakaian jaket dan Helm kemudian di bonceng di bawa ke KUA.

Bersambung

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!