Cerita berawal dari keberangkatan sekelompok pemuda untuk liburan ke beberapa tempat wisata menggunakan kapal laut dari kotanya menuju kota pertama yang ingin mereka kunjungi.
Sebelum jadwal keberangkatan kapal, terlihat seluruh penumpang berbondong memasuki kapal bersama rombongan pemuda berjumlah Empat orang yang ingin liburan.
Ketika salah satu dari mereka melangkah masuk melewati pintu kapal
Tiba-tiba terdengar suara yang berbisik pelan di telinganya, seperti seseorang meminta pertolongan.
Suara itu Terdengar jelas ditengah riuhnya suara penumpang.
Sentak iya pun terkejut, Sembari menoleh ke kiri dan ke kanan dengan perasaan bingung.
Namun yang dilihatnya hanyalah para penumpang yang beriringan memasuki pintu kapal bersamanya.
Tidak terlihat seorang pun yang seolah berbicara dengannya, atau pun memanggilnya.
Setelah berjalan menuju kamar penumpang
Ia terus berfokus mencoba mendengarkan lagi dan kesana kemari melihat untuk mencari dari mana asal suara yang didengarnya tadi.
Namun sesampainya dikamar penumpang dia tidak lagi mendengar suara tersebut.
Setelah meletakan barang bawanya di kamar penumpang, seluruh teman-teman nya menghampiri dan mengajaknya bersantai di sebuah cafe yang ada di lantai paling atas kapal tersebut.
Karna ajakan mereka, pria yang bernama ipul itu pun tidak lagi memikirkan apa yang didengarnya tadi.
Setelah perjalanan dua hari menggunakan kapal tersebut, mereka pun sampai di dermaga kota pertama yang mereka tuju.
Dari sinilah cerita petualangan seorang pemuda bernama Ipul Darmasah yang berumur 29 tahun pun dimulai
Setelah rombongannya keluar dari dermaga kapal, mereka pun bergegas menuju stasiun kereta api dengan menggunakan taksi yang telah mereka pesan.
Sesampainya mereka di stasiun kereta, mereka pun menuju ke ruang tunggu keberangkatan kereta api sembari bersantai dan bersenda gurau menunggu jam keberangkatan kereta api.
Waktu keberangkatan pun tiba, terlihat kereta yang akan mereka naikin telah sampai ditempat mereka menunggu, terlihat semua penumpang mulai bergerak menuju kereta tersebut untuk mencari tempat duduk mereka masing-masing.
Ipul dan teman-temannya pun bergegas memasuki gerbong kereta dan mecari nomor kursi yang sudah tertulis di tiket untuk duduk dan bersiap berangkat.
Sebelum keberangkatan kereta, mereka masih saja bercanda dan tanpa terasa sudah saatnya kereta akan berangkat.
Lalu mereka pun duduk dengan tenang ditempat duduk mereka masing-masing dan kemudian kereta pun mulai bergerak menuju stasiun berikutnya.
Setelah satu jam perjalanan kereta, ipul berdiri melihat seluruh gerbong tempat iya duduk itu, terlihat seluruh para penumpangnya tertidur.
Hanya dia dan kepala rombongannya saja yang masih terlihat bangun.
Kepala rombongan pun bertanya kepadanya
“Kenapa kau tidak tidur.? Perjalanan kita masih jauh lo.!” Tanya pak Ucok kepada Ipul yang sedang berdiri melihat seluruh isi gerbong kereta sembari tersenyum.
“Aku ingin menikmati perjalanan ini bos, makanya aku belum tidur.” Jawab ipul dengan membalas tersenyum.
“Oh begitu ya.” Balas pak ucok sembari tertawa tipis mendengar jawaban ipul tadi.
Ipul pun tersenyum dan mengangguk dan lalu duduk kembali memandangi luar jendela kereta yang sedang melaju.
Setelah tiga jam berlalu tidak terasa kereta pun hampir sampai di stasiun terakhirnya. Mereka bergegas bersiap untuk turun sambil menunggu kereta benar-benar berhenti.
Begitu kereta membuka pintunya, terlihat para penumpang dengan tertib turun dari kereta tersebut.
Disitu ipul turun paling akhir dari kereta itu, dengan badan lemas seperti orang kebingungan.
Kemudian temannya menghampiri dan bertanya.
“Ada apa pul, kok kayak orang linglung gitu, mabuk kereta ya.?” Tanya Belle sembari bencoba meledeknya.
Ipul sentak terkejut dan kembali sadar, lalu menjawab.
“Ah tidak ada apa-apa kok bro. Emangnya aku kelihatan seperti mabuk kereta ya?” Tanya ipul keheranan.
“ya aku kira begitu bro, hahahaha.” Jawab Belle sembari tertawa.
“hahahaha. kamu bisa aja bro.” Balas Ipul yang juga ikut tertawa.
Setelah itu mereka pun dengan tertib keluar dari stasiun dan segera mencari taksi untuk pergi menuju ke terminal bis, dan melanjutkan perjalanan.
Tidak perlu waktu lama mereka pun sampai ke terminal bis antar pulau, dan langsung mencari bis yang sebelumnya telah dipesan mereka.
Setelah mereka mendapatkan tempat duduk untuk mereka dan menaruh barang-barang bawaannya, mereka pun turun kembali dari bis untuk bersantai menunggu jam keberangkatan bis tersebut.
Sembari memesan minum dan camilan disebuah warung yang ada di terminal bis tersebut, mereka kembali bersenda-gurau melakukan hal konyol yang biasa mereka lakukan untuk mengisi waktu agar tidak boring.
Tanpa terasa jam keberangkatan bis pun tiba, mereka semua bergegas naik dan duduk di tempat duduknya mereka masing-masing.
Setelah memastikan semua penumpang sudah masuk, bis pun mulai bergerak meninggalkan terminal.
Perjalanan mereka memakan waktu yang cukup lama, sekitar 20 jam untuk sampai ketempat tujuan.
Perjalanan mereka sudah berlalu 4 jam lamanya dan saat itu sudah malam. Semua penumpang bis itu pun mulai tidur satu persatu.
Namun hanya satu penumpang saja yang masih terbangun saat itu.
Hanya ipul lah yang saat itu masih terlihat terjaga, melamun sembari memandangi suasana malam diluar jendela bis yang sedang melaju tanpa hambatan.
Tak lama kemudian ipul yang mulai mengantuk, ia pun mengambil posisi tidur dan seketika itu juga ia terlelap.
Sebelumnya di belahan dunia lain, terdapat suatu wilayah yang sedang dalam peperangan antara individu ras yang menduduki pulau tersebut selama ribuan tahun melawan ras manusia ciptaan iblis.
Kedua ras tersebut saling menyerang dan menghancurkan pertahanan satu sama lain. Ras yang mati-matian mempertahankan tanah kelahirannya adalah Ras kera yang disebut Ras AppeX.
Mereka melawan penjajah yang ingin menguasai wilayahnya, yaitu Ras manusia ciptaan iblis.
Pertempuran yang sudah berlangsung lama itu pun mulai memasuki titik akhirnya. Setelah para Ras manusia iblis dapat mendesak mundur para ras Appex.
Para tentara manusia iblis berhasil menghancurkan pertahanan perang tentara Appex, dengan menaklukan pusat komando bangsa Appex dan melumpuhkan semua persenjataan canggih bangsa itu yang sudah sekian lama tidak dapat ditembus oleh bangsa manusia iblis.
Setelah dapat mengambil alih pusat komando manusia iblis mulai membantai bangsa Appex tanpa ampun dan dengan sadisnya membunuh semua warga yang terlihat oleh mereka, serta menghancurkan tempat-tempat penting yang ada di wilayah itu.
Semua ras Appex yang masih selamat dari pembantaian itu mencoba menyelamatkan diri mereka dengan melarikan diri dan bersembunyi ke tempat yang aman demi tetap bertahan hidup.
Lalu terlihat di ruang laboratorium komando bangsa Appex yang telah dikuasai oleh tentara manusia iblis, terlihat pemimpin penelitian bersama istrinya sedang berusaha mencoba mempersiapkan pesawat darurat demi melindungi anak kesayangan mereka.
Mereka pun bergegas memasukan anaknya kedalam pesawat tersebut, dan seketika itu pun para tentara yang memasuki lab itu menembaki semua manusia kera yang ada di dalam tempat itu tanpa belas kasihan.
Dengan sisa kesadaran yang masih ada, pemimpin laboratorium dan istrinya itu pun menekan tombol peluncuran pesawat kapsul untuk menerbangkan anaknya tersebut.
Lalu sang istri mencoba melakukan perekaman suara meminta bantuan untuk menyelamatkan anaknya itu, dengan mengganggu gelombang suara pendengaran.
Rekaman suara itu bertujuan agar suaranya dapat menuntun seseorang untuk menemukan dan menyelamatkan anaknya tersebut.
Sesaat itu juga pesawat kapsul itu terbang dengan kecepatan cahaya yang tidak dapat dihalangi atau pun dihancurkan oleh apapun yang ada disitu.
Pesawat kapsul tersebut pun melesat meninggalkan tempatnya dan jatuh di suatu tempat.
Setelah peperangan yang panjang akhirnya ras Appex harus dipaksa menyerah oleh ras manusia iblis, dan dipaksa menyerahkan tanah kelahiran yang begitu mereka sayangi kepada para penjajah.
Dari perang tersebut hanya beberapa ras Appex saja yang dibiarkan hidup oleh penjajah, agar mereka dapat memanfaatkan teknologi yang dibuat bangsa tersebut. Dan ada juga beberapa sisa pejuang ras Appex yang dapat melarikan diri dari pengejaran penjajah.
Para ras manusia iblis yang menjajah itu tidak ingin membiarkan satu pun dari ras Appex yang ada disana untuk tetap hidup, selain para ilmuan yang ada pusat laboratorium yang telah mereka kuasai. Karna akan menjadi suatu kegagalan misi meraka jika membiarkan ada satu pun dari ras tersebut dapat melarikan diri.
Dengan sigapnya pemimpin manusia iblis itu memerintahkan tim intelijennya untuk mencari di seluruh penjuru dunia keberadaan pesawat yang jatuh dan menangkap serta mengamankan makluk yang ada di pesawat tersebut.
Namun sebulan setelah perintah itu pun para tim intelijen tak jua menemukan keberadaan pesawat yang mereka cari, seperti ditelan oleh waktu kapsul itu tidak juga dapat diidentifikasi.
Ras Appex yang tertangkap dan dibiarkan hidup itu dijadi budak penelitian oleh penjajah. Dan dipaksa membangun kembali daerah mereka yang telah hancur akibat perang tersebut.
Kembali ke saat dimana Ipul yang sedang tertidur didalam bis yang sedang berjalan, sentak saja ia terbangun dari mimpi yang ia alami dalam tidurnya.
Dia terlihat melamun memikirkan mimpinya itu, dan mencoba mengingat lagi apa yang ia dengar kemarin.
Didalam hati ia berkata, suara yang didengarnya kemarin terdengar sama dengan yang di dengarkan nya di dalam mimpi tadi.
Ia terus berpikir keras dan tanpa terasa waktu pun sudah mulai pagi, dan bis yang di tumpanginya itu pun berhenti di suatu tempat makan untuk beristirahat sejenak.
Para penumpang pun turun dengan tertib menuju meja makan yang telah disediakan untuk semua penumpang sarapan.
Sembari masih terus berpikir, ipul berjalan masuk besama teman-temannya dan duduk dimeja yang telah disediakan.
Setelah duduk Ipul mulai kembali tersadar dari lamunannya dan kembali bersenda gurau bersama teman-temannya tanpa memikirkan lagi mimpinya tadi.
Waktu istirahat pun selesai dan para penumpang mulai melanjutkan kembali perjalannya dan beberapa kali singgah, untuk makan siang dan malam selama perjalanan mereka.
Sepanjang perjalanan itu ipul pun mulai lupa dengan mimpi yang ia alami kemarin. Dan tak terasa bis pun sampai di terminal terakhir tujuannya.
Setelah memastikan tidak ada lagi barang bawaan mereka yang tertinggal, mereka pun bergerak turun dan berjalan keluar dari terminal.
Lalu mereka pun masuk ke taksi yang telah menunggu untuk mengantarkan mereka ke penginapan yang telah mereka pesan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka pun sampai di penginapan yang sudah mereka pesan dan bergegas masuk ke kamar mereka masing-masing untuk menaruh barang bawaan mereka. Kemudian mereka pun keluar sembari menikmati suasana penginapan yang begitu sejuk dan asri.
Penginapan yang mereka tempati terletak dibawah sebuah bukit dengan hutan lebat yang masih alami dan indah.
Dan didepan penginapan itu terlihat hamparan pasir pantai yang sangat luas. Dan dimana para pengunjung sudah terlihat menikmati suasana pantai yang begitu indah.
Melihat pantai yang sudah di penuhi oleh pengunjung, mereka pun tidak sabar lagi untuk mencoba berenang dan bersenang-senang. Lalu mereka semua pun segera menuju pantai dengan penuh semangat.
Sesampainya ditepi pantai mereka lansung melompat kedalam air dan berenang, hanya pak Ucok saja yang terlihat tidak ikut berenang di pantai itu. Ia lebih memilih bersantai di tepian pantai sembari menikmati minuman yang telah mereka pesan sebelumnya.
Setelah lama berenang kesana kemari, Ipul pun mulai merasa lelah dan mulai berjalan menuju tepian pantai untuk duduk bersama pak Ucok yang sedang bersantai sedari tadi.
Sesampainya di tempat bersantai ipul pun bertanya
“Kenapa tidak ikut berenang bos.? Airnya sejuk dan segar bos.” Ujar ipul memberitahu pak Ucok.
Dan pak ucok hanya tersenyum dan menjawab.
“Kalian saja yang berenang, saya cukup disini aja melihat kalian benang. Itu pun sudah membuat saya senang kok.” Jawab pak Ucok dengan senyum gembira.
Lalu mereka pun berbincang ringan sembari duduk santai menikmati suasana pantai yang nyaman nan indah itu.
Tidak terasa waktu sudah mulai petang dan terlihat matahari mulai terbenam, lalu mereka pun lanjut menikmati indahnya suasana matahari yang terbenam dengan takjub.
Setelah mulai gelap, mereka pun segera beranjak pergi dari tempat itu menuju ke penginapan untuk bersiap kembali melakukan rekreasi malam ditempat tersebut.
Dan setelah berkumpul, mereka pun mulai bergerak berjalan ditengah kerumunan orang-orang yang juga menikmati rekreasi malam ditempat itu.
Sembari melihat kesana kemari mencari tempat makan malam dan tempat untuk bersantai menikmati malam itu.
Dengan mengikuti arahan dari pak Ucok, mereka menuju sebuah cafe untuk makan malam dan bersantai disitu.
Sesampainya di cafe tersebut mereka pun disambut oleh empat orang teman pak Ucok yang sudah menunggu mereka sedari tadi.
Mereka pun saling berkenalan dan mulai makan malam bersama serta bersantai menikmati suasana malam yang hangat dikota itu.
Disitu mereka kelihatan sangat akrab seperti sudah lama kenal.
Lalu keempat orang tadi pun juga ingin menginap di penginapan yang telah pak Ucok sewa untuk rombongannya. Karna masih banyak kamar yang kosong mereka pun memutuskan untuk menginap di tempat itu Juga.
Tak terasa waktu pun sudah larut malam, mereka pun mulai beranjak dari tempat bersantai mereka tadi menuju ke penginapan mereka untuk beristirahat.
Di sepanjang perjalan mereka saling mengobrol satu sama lain dan tanpa terasa mereka pun sampai di penginapannya.
Karna mereka sudah merasa lelah, mereka pun masing-masing masuk ke kamar untuk beristirahat.
Akibat rasa lelah sehabis bersenang-senang tadi, Ipul pun mencoba memejamkan kedua matanya untuk mulai tidur.
Tetapi ketika memasuki alam bawah sadarnya, ia mendengar kembali suara misterius yang di dengarnya sewaktu memasuki pintu kapal kemarin.
Suara itu sama persis dengan suara yang di dengarnya saat ini, dan sentak ipul pun tersadar dari lelapnya. Ia pun terus mencoba memejamkan lagi matanya tanpa memikirkan suara tersebut.
Namun semakin kuat dia berusaha untuk tidur, semakin matanya tidak mau terpejam.
Karna matanya yang tidak mau terpejam, Ipul pun segera menyeduh segelas kopi dan duduk bersantai di balkon kamar tersebut seorang diri.
Suasana penginapan saat itu begitu sunyi, yang terdengar di telinganya hanya suara hembusan angin malam dan nyanyian jangkrik yang merdu.
Hingga membuat suasa hati begitu tenang, dan dengan memandangi gemerlapnya lampu kota, ia pun serasa terbawa rasa keindahan di malam itu.
Ditengah nyamannya suasana yang ia rasakan itu, terdengar jelas suara itu seperti memanggilnya lagi.
Suara yang terdengar jelas di telinganya.
[Siapapun yang mendengar suara ku ini, tolong selamatkan lah anak ku ini.!]
Sentak Ipul kebingungan mendengar suara dan kalimat yang sama pada mimpinya serta suara yang sama, ketika dia menaiki kapal.
Suara itu terasa nyata di telinganya, dan kali ini suara itu di dengarnya berulang ulang kali tanpa henti.
Lalu ia mencoba untuk fokus mendengarkan dari mana arah suara itu berasal, ternyata suara itu berasal dari hutan yang tepat berada di belakang penginapannya.
Walaupun ia sudah mengetahui dari mana asal suara itu, namun tidak mungkin untuknya pergi sendirian mendatangi asal suara itu.
Dan juga tidak mungkin meminta bantuan teman-teman untuk menemaninya kesana.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!