"Ma, kita harus segera menyingkirkan wanita sialan itu dari rumah ini, aku sudah sangat muak melihatnya berada di tempat yang sama dengan kita, jika kita tidak segera menyingkirkannya takutnya nanti papa akan mengetahui semua kebenarannya cepat atau lambat" ucap Lia Su dengan suara yang pelan kepada ibunya sembari sesekali menatap ke arah Elisa Su yang tengah sibuk mencuci piring kotor yang ada di dapur.
"Kamu benar, selama ini papa kamu tidak pernah tau jika kita yang telah mencelakai istri pertamanya, selain itu mama juga sudah memerintahkan banyak orang untuk mencari mayatnya pada saat kecelakaan itu namun sampai sekarang tidak ada yang berhasil menemukannya" ucap Lili Su sembari mengepalkan tangannya erat karena tiba-tiba saja dia pun memikirkan sebuah kemungkinan yang tidak dia inginkan "Apa jangan-jangan dia berhasil selamat dari kecelakaan yang telah ku atur dulu, kalau benar ini akan sangat berbahaya jangan sampai dia bertemu dengan anaknya yang sialan itu karena jika itu terjadi maka semua rencana ku untuk menjadi nyonya kaya raya keluarga Su pun akan segera berantakan, tidak bisa ini tidak bisa terjadi kalau begitu sepertinya aku hanya bisa melenyapkan anaknya itu saja dengan begitu tidak akan ada lagi alasan baginya untuk kembali ke keluarga Su ini" ucap Lili Su di dalam hatinya sembari merencanakan sebuah kecelakaan lainnya.
"Pranggggg" bunyi suara vas bunga yang jatuh kelantai karena tak sengaja tertabrak oleh tubuh Elisa Su "Pasti kamu sudah dengar semuanya kan? baiklah karena kamu juga akan segera mati maka tak masalah jika sudah mengetahuinya" ucap Lili Su sembari berjalan ke arah Elisa Su dengan wajah bengisnya, melihat Lili Su berjalan semakin mendekat kearahnya, Elisa Su pun tanpa sadar ikut berjalan mundur selangkah demi selangkah hingga tanpa sadar kini tubuhnya pun telah menabrak dinding rumah itu "Ma maaf bu, saya berjanji saya tidak akan mengatakannya kepada siapapun" ucap Elisa Su yang kini dagunya telah dicengkram dengan sangat kuat oleh Lili Su "Hahahaha, sayangnya hanya orang mati yang tidak akan pernah mengatakan apapun" ucap Lili Su sembari sebelah tangannya menepuk-nepuk pipi Elisa Su dengan kuat hingga membuat Elisa Su pun mengeluarkan air matanya melihat itu Lili Su pun segera mendorong tubuh Elisa Su hingga terjatuh ke lantai "Sebenarnya yang membunuh ibumu itu aku dan aku juga yang membuat hidup mu menderita selama ini, pasti kamu juga mengira jika papa mu itu menelantarkan mu kan, sayangnya semua dugaan mu itu salah dan karena kamu akan segera mati menyusul ibumu maka aku akan katakan sebuah kebenaran, sebenarnya papa mu itu sangat menyayangimu namun karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya maka dia pun tidak punya waktu untuk memberikan perhatian kepada mu" ucap Lili Su mengungkapkan semua kebenaran kepada Elisa Su, mendengar itu Elisa Su pun menggelengkan kepalanya tak percaya "Enggak enggak mungkin, bukannya mama mati karena kecelakaan, bukanya papa juga gak pernah sayang aku, selama ini aku selalu menjauhi papa bahkan bersikap dingin ke papa, apa a....pa yang sudah aku lakukan" ucap Elisa Su sembari menggelengkan kepalanya bahkan air matanya pun tak henti-hentinya turun.
"Hahaha, dasar bodoh tentu saja semuanya terjadi karena kami, karena mamaku yang merencanakan kecelakaan itu dan karena aku yang selalu berusaha untuk membuat mu menjauhi papa kandung mu sendiri, bagaimana bukankah itu semua berhasil" ucap Lia Su yang berjongkok dihadapan Elisa Su sembari memandang remeh kearahnya, mendengar kebenaran yang terungkap Elisa Su pun menjadi histeris dengan segera dia berdiri dan mendekat ke arah Lia Su "Dasar penjahat, kalian berdua pembunuh, aku akan membunuh kalian berdua" ucap Elisa Su sembari menarik rambut Lia Su dengan begitu kuat hingga beberapa helai rambutnya pun tercabut dari kepalanya.
"Mama tolong dia sudah gila" ucap Lia Su dengan suara yang keras sembari memegang tangan Elisa Su yang menarik rambutnya namun dia sama sekali tak dapat melepaskan tangan itu dari kepalanya, melihat kondisi anaknya Lili Su pun segera berjalan ke arah Elisa Su "Lepaskan tangan kotor mu itu dari rambut anakku" ucap Lili Su yang langsung menarik rambut Elisa Su dengan sangat kuat hingga membuat tubuh Elisa Su pun terhempas.
"Mama kepala aku sakit, aku mau dia mati malam ini juga" ucap Lia Su sembari menatap penuh kebencian ke arah Elisa Su, mendengar itu Elisa Su pun segera berdiri dan berlari keluar dari rumah itu untuk menyelamatkan dirinya. Melihat Elisa Su berlari keluar Lia Su dan ibunya pun segera berjalan ke arah garasi tersembunyi untuk mengemudi mobil yang dulu juga pernah digunakan oleh Lili Su untuk mencelakai ibu kandung dari Elisa Su.
"Tolong, tolong, tolong" teriak Elisa Su sembari berlari dengan sekuat tenaganya, namun tak ada satu orang pun yang menolongnya karena Elisa Su tinggal di wilayah khusus perumahan yang bahkan taxi pun tak bisa masuk ke dalam kawasan tersebut "Tinnnn, tinnnn, tinnnn" bunyi klekson mobil yang sengaja dibunyikan oleh Lia Su "Lari ayo lari lagi, aku mau lihat sejauh apa kamu bisa berlari" ucap Lia Su dengan suara yang sangat kuat hingga membuat Elisa Su pun semakin takut dan tanpa sadar dia pun berbelok ke arah jalanan yang kanan dan kirinya dipenuhi dengan pepohonan yang menjulang tinggi, melihat itu Lia Su dan mamanya pun tertawa senang karena tak menyangka jika Elisa Su akan memudahkan rencana mereka.
Setelah berlari semakin jauh barulah Elisa Su menyadari jika dia telah berlari ke arah yang salah, melihat Elisa Su sudah menyadari kesalahannya Lia Su pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan segera dia pun melajukan mobil itu dengan kecepatan yang mengerikan dan langsung menabrak tubuh Elisa Su "Bruakkkk" bunyi tubuh Elisa Su yang terpental setelah tertabrak oleh mobil tersebut.
"Ukh" suara Elisa Su yang memuntahkan darah kental lalu tak lama setelah itu dia pun menghembuskan nafas terakhirnya. Melihat Elisa Su yang telah merenggang nyawa Lia Su dan mamanya pun tertawa senang dan segera meninggalkan tempat tersebut. "Ting, Terdeteksi telah menemukan tubuh yang cocok, penyatuan sitem pun dimulai 0% .. 50% .. 75% .. 100%, penyatuan sistem selesai, memperbaiki tubuh inang" bunyi sistem tersebut.
Di dimensi lain kini El pun sedang melihat apa yang terjadi pada tubuhnya "Selamat datang host, saya adalah sistem sang pengubah takdir harap host segera memilih salah satu dari dua pilihan" ucap sistem tersebut sembari menampilkan dua pilihan, yang pertama regenerasi tubuh yang kedua dapat menguasai kemampuan apapun. "Mohon host segera memilih" ucap kembali sistem tersebut.
"Apa aku bermimpi? apa katanya sistem? Gila, yang benar saja" ucap Elisa Su sembari menyubit tangannya sendiri "Awww, ini sakit berarti aku sedang tidak bermimpi" ucapnya kembali lalu menatap kearah dua pilihan yang diberikan sistem "Aku tidak mau memilih apapun, intinya aku hanya ingin mati, jika tebakan ku benar maka kau nantinya akan memberikan misi untukku kan? sayangnya aku sekarang tidak ingin melakukan apapun lagi" ucap Elisa Su yang tidak ingin memilih satu dari keduanya selain itu saat ini dia hanya benar-benar ingin mati saja karena hidup kembali pun sudah tak berarti baginya, dia telah kehilangan ibunya bahkan dia juga telah membuat ayahnya menjauhi dirinya lalu untuk apalagi dia hidup kembali.
"Apakah host bercanda?" ucap sistem dengan tak percaya. "Apakah aku terlihat seperti orang yang sedang bercanda?" tanya El yang berhasil membuat sistem pun tertegun sesaat "Gawat jika host tidak ingin bekerja sama dan memilih untuk mati maka aku juga akan ikut lenyap" ucap sistem tersebut di dalam hati, sembari berusaha membujuk Elisa Su agar tetap memilih hidup dan terikat denganya bahkan sistem pun berjanji akan memenuhi permintaan apapun selama Elisa Su setuju untuk terikat dengannya.
"Benarkah apa yang kau katakan?" tanya Elisa Su sembari mengetuk dagunya pelan terlihat sedang mempertimbangkan apa yang baru saja diucapkan oleh sistem tersebut, melihat Elisa Su mulai goyah sistem pun segera memberikan jawaban "Benar host, sitem tidak akan membohongi host" ucapnya yang langsung membuat Elisa Su pun menganggukkan kepalanya paham.
"Baiklah kalau begitu, tadi kau bilang kau itu sistem sang pengubah takdir kan?, kalau begitu keberadaan mu itu untuk membantuku mengubah takdir ku kan sistem?" tanya Elisa Su dengan sedikit penasaran karena dia ingin tau apakah dengan adanya sistem ini ibunya bisa dihidupkan kembali, mendengar pertanyaan Elisa Su sitem pun mengubah dirinya menjadi kucing kecil yang melayang-layang di udara "Apa yang host katakan tidak sepenuhnya salah, namun host baru akan dapat mengubah takdir host sendiri setelah host mengubah takdir dari pemohon yang berasal dari di mensi yang berbeda, singkatnya bisa dikatakan host akan menggantikan jiwa pemohon tersebut untuk mengubah takdirnya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pemohon tersebut, sebagai gantinya host akan mendapatkan kesempatan untuk mengubah kehidupan host di dunia ini" jawab sistem tersebut sembari menjelaskan kegunaan sistem sang pengubah takdir sepertinya.
Mendengar itu Elisa Su pun menggelengkan kepalanya "CK, menyebalkan sekali kalau seperti itu, apa kau pikir itu sepadan? jujur saja aku tidak mau, jadi biarkan aku mati saja dengan begitu kau juga bisa mengikat host baru nantinya" ucap Elisa Su yang merasa kerja sistem ini sungguh melelahkan karena harus membantu mengubah takdir orang lain dulu sebelum mengubah takdir diri sendiri selain itu imbalannya pun sangat tidak menggiurkan baginya. Mendengar ucapan Elisa Su sistem pun menjadi panik "Host mohon jangan langsung mengambil keputusan, host bisa mengajukan syarat apapun yang host inginkan, sistem pasti akan berusaha memenuhinya" ucap sistem tersebut karena merasa sangat tertekan dan tidak mau lenyap dari dunia ini padahal dia adalah sistem yang baru saja terbentuk bahkan bisa dikatakan jika dia adalah satu-satunya sistem sang pengubah takdir lintas dimensi di dunia bahkan dimensi apapun "Andai saja aku bisa mengganti host dengan yang lain, pasti aku tidak akan memaksa hingga seperti ini" ucap sistem tersebut di dalam hatinya sembari berjalan ke arah kaki Elisa Su dan menggosok-gosok bulunya.
Melihat sikap sistem yang terus menerus memaksa dia untuk menyetujui pengikatan bahkan sampai menawarkan syarat-syarat yang diinginkannya, Elisa Su pun menyimpulkan jika sistem tersebut akan lenyap jika dia mati mengetahui hal itu Elisa Su pun akhirnya menarik napasnya dalam-dalam "Benar-benar menyebalkan baiklah kalau begitu aku akan mengajukan lima syarat" ucap El dengan terus terang, mendengar itu sistem pun menganggukkan kepalanya setuju "Silahkan katakan syarat apa yang tuan rumah ajukan" ucap sistem tersebut dengan perasaan sedikit lega karena ada kemungkinan jika ia tidak jadi lenyap dari dunia ini.
"Pertama, setiap kali kita berpindah dimensi untuk pertama kali kamu tidak boleh mengatakan apapun sebelum aku memanggil namamu. Kedua, pilihan yang kamu berikan di awal tadi aku ingin keduanya dan itu juga akan berlaku di dimensi lain nantinya. Ketiga, semua harta yang aku dapatkan saat berpindah dimensi akan menjadi milikku selamanya dalam artian harta itu juga akan menjadi milikku di dunia nyata. Keempat, berikan aku dua puluh pengawal rahasia dengan kemampuan terbaik selain itu mereka juga bisa ku panggil saat aku sedang lintas dimensi. yang terakhir ikatkan aku dengan kemampuan ruang yang di dalamnya ada berbagai macam persedian selain itu setiap kali barang diambil maka akan otomatis terisi kembali dan jangan lupa siapkan juga tempat tinggal yang nyaman untuk aku tinggali yang mana di dalamnya yang dipenuhi dengan teknologi tercanggih dan dapat digunakan dimanapun dan kapanpun juga" ucap Elisa Su dengan tidak tau malunya sehingga membuat sistem pun terkejut dengan semua syarat itu. Elisa Su sengaja memberikan syarat yang diluar nalar seperti itu karena sebenarnya dia tidak mau menjalankan tugas sistem selain itu jika pun harus terpaksa menjalankan tugas dari sistem maka dia pun tak ingin ada kerugian sedikit pun. Jika sistem bertemu dengan Elisa Su yang dulu maka dia akan langsung menyetujui apa yang diucapkan sistem, namun sayangnya Elisa Su yang sekarang sudah pernah mengalami begitu banyak penderitaan bahkan juga sudah mengalami kematian yang sangat menyakitkan sehingga membuatnya menjadi orang yang berhati dingin dan hanya ingin mengambil keuntungan sebesar-besarnya saja dari sistem tersebut.
Sistem pun terdiam sangat lama karena syarat-syarat yang diberikan oleh Elisa Su bukanlah syarat yang mudah namun untungnya setelah mengingat-ingat kembali ternyata tidak ada peraturan dari pusat yang melarangnya untuk menyetujui syarat-syarat yang diajukan tersebut karena yang pusat inginkan adalah semua tugas yang diberikan diselesaikan dengan segera, tidak ada ketentuan pasti yang menjelaskan tentang apakah ada ketentuan antara sistem dan hostnya.
"Baiklah host, sistem setuju selanjutnya akan sangat menyakitkan mohon host dapat bertahan" ucap sistem tersebut dan kemudian Elisa Su pun kembali kedunia nyata dan merasakan sakit yang sangat luar biasa melebihi sakit saat dia mati tertabrak mobil tadi, tubuhnya kembali di bentuk semua kotoran yang ada di dalam tubuhnya pun dikeluarkan sehingga kulitnya terlihat seputih susu, bibirnya yang dulu menghitam menjadi semerah ceri, alisnya terukir dengan sangat indah, bahkan bulu matanya pun menjadi lebih panjang dan sangat lentik bukan hanya itu rambutnya pun menjadi sangat sehat dan lebat dan yang paling sangat luar biasa tubuhnya pun kini menjadi sangat ideal tanpa lemak, yang ada hanya lekukan-lekukan indah di tempat-tempat tertentu saja.
"Selamat host regenerasi tubuh telah selesai selanjutnya memasangkan semua kemampuan yang ada di dunia ini, diharapkan host dapat bertahan dari rasa sakitnya" ucap sistem tersebut setelah itu Elisa Su pun kembali merasakan sakit di kepalanya namun tak sesakit sebelumnya dan juga tak berlangsung lama, setelah itu Elisa Su pun merasakan jika tubuhnya terasa sangat ringan.
"Baiklah karena sudah seperti ini maka aku harus mencari tempat tinggal dulu untuk malam ini" ucap Elisa Su yang kemudian langsung bangkit dan segera berjalan menelusuri jangan tersebut hingga dia pun teringat sesuatu "CK, bisa-bisanya aku lupa kan aku sudah punya tempat tinggal terbaik untuk sementara" ucap Elisa Su yang kemudian langsung berpindah ke tempat tinggal yang telah disediakan oleh sistem di ruang khusus miliknya.
"Akhirnya tubuhku bersih juga bahkan sekarang terasa sangat nyaman" ucap Elisa Su yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan berjalan ke arah meja rias, sesampainya di meja rias dia pun terpukau ketika melihat wajahnya sendiri "Waw penampilan ini benar-benar sangat luar biasa" ucapnya di dalam hati sembari menyentuh wajahnya sendiri dan kemudian tersenyum smirk "Aku jadi menantikan misi apa yang akan sistem berikan besok" ucap Elisa Su di dalam hatinya lalu dia pun segera menggunakan pakaian tidurnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk itu hingga tak perlu waktu lama dia pun tertidur dengan sangat lelap setelah mengalami banyak hal yang menyakitkan hari ini.
Di tempat lain tepatnya di mansion keluarga Su kini Lili Su ibu tiri dari Elisa Su sedang merasa gelisah karena tak menyangka jika Dani Su suaminya juga papa kandung dari Elisa Su akan tiba di mansion mereka sebentar lagi, dia baru saha mengetahui hal ini ketika sampai di mansion tadi setelah mendapatkan kabar dari salah satu orang kepercayaannya yang sengaja dia perintahkan untuk mengawasi Dani Su dan mengabarinya jika Dani Su tiba-tiba kembali ke mansion mereka karena dia harus selalu membuat sandiwara bersama anaknya Lia Su untuk membuat Elisa Su semakin membenci ayah kandungnya sendiri dengan berbagai cara misalnya saja seperti mengatakan kepada Elisa Su jika papa kandungnya lebih menyayangi dirinya dari pada anak kandungnya sendiri sehingga membelikannya mobil sport keluaran terbaru untuknya padahal kenyataannya mobil itu diberikan Dani Su untuk Elisa Su namun Lia Su dan ibunya Lili Su sengaja menyembunyikan kebenaran tersebut bahkan mereka berdua mengatakan kepada Dani Su jika anak kandungnya Elisa Su tidak menyukai mobil pemberiannya tersebut bahkan Elisa Su menghina papa kandungnya sendiri karena memberikan mobil yang jelek seperti itu, mendengar itu Dani Su pun sangat marah dan langsung meninggalkan rumahnya sendiri karena tak ingin anak kandungnya melihat keadaannya yang sedang dilanda amarah, melihat Dani Su yang marah dan pergi dari mansion membuat ibu dan anak itu pun tertawa senang karena telah berhasil menipu Dani Su dan anak kandungnya tersebut lalu mereka berdua pun tanpa sungkan mengambil semua yang telah diberikan Dani Su kepada Elisa Su.
"Mama kenapa sih, dari tadi kelihatan gelisah terus padahal kan seharusnya mama itu sekarang senang karena wanita yang tak berguna itu telah berhasil kita singkirkan" ucap Lia Su yang sedari tadi pusing karena melihat mamanya berjalan mondar mandir dihadapannya. "Kamu tidak paham Lia, mama gelisah karena sebentar lagi papa mu akan sampai di mansion ini dan seperti biasanya dia pasti akan menanyakan keberadaan anaknya yang tak berguna itu dan sialnya kita sama sekali belum menyiapkan bukti apapun untuk menutupi perbuatan kita" ucap Lili Su yang kemudian duduk disamping anaknya itu sembari menceritakan apa yang menjadi ke khawatirannya sedari tadi.
Mendengar itu Lia Su pun menganggukkan kepalanya paham dengan apa yang dikhawatirkan mamanya "Ma, mama gak perlu khawatir kita bilang saja jika wanita sialan itu pergi setelah memukul ku karena aku melarangnya pergi bersama laki-laki liar, selain itu kita tunjukkan juga video dimana Elisa Su menarik rambutku ke papa maka aku yakin papa akan kecewa dengan anaknya yang tak berguna itu" ucap Lia Su sembari tersenyum licik membayangkan ekspresi papa tirinya nanti, mendengar itu Lili Su pun segera menganggukkan kepalanya "Kamu benar sayang, karena panik mama sempat buntu tadi, kalau begitu mama suruh orang dulu untuk mengedit video kejadian tadi lalu nanti seperti biasa kita hanya perlu berakting dengan sangat baik saja" ucap Lili Su sembari tersenyum senang membayangkan akan segera menguasai semua harta keluarga Su itu.
"Ma bagaimana ini kenapa kakak pergi dari rumah, kemana kita harus mencarinya" ucap Lia Su sembari menangis pilu ketika mengetahui jika papa tirinya Dani Su telah tiba di mansion dan sekarang berdiri tak jauh dari mereka, mendengar ucapan putrinya Lili Su pun ikut menangis pilu "Ini semua salah mama, andai saja mama bisa menahan kakak mu pasti hal seperti ini tidak akan terjadi" ucap Lili Su dengan air matanya yang terus berjatuhan, mendengar itu Dani Su pun terkejut hingga tanpa sadar menjatuhkan tas kerjanya "Apa yang kalian katakan, dimana putriku" ucap Dani Su dengan wajah marah dan suara yang tinggi hingga membuat keduanya pun merasa takut untuk sesaat.
"Pa, ini semua salah ku, andai saja aku tak melarang kakak untuk pergi bersama laki-laki liar yang dia sukai kakak itu pasti kakak tidak akan pernah menarik rambutku dan memilih pergi meninggalkan rumah ini bersama laki-laki liar itu, bahkan kakak juga mengatakan jika dia tak membutuhkan papa lagi selain itu kakak juga mengatakan jika dia sangat membenci papa dan selamanya tak ingin lagi bertemu dengan papa" ucap Lia Su dengan wajah pilu dan air mata yang terus membasahi pipinya, mendengar itu Dani Su pun terdiam cukup lama karena terkejut dengan apa yang dikatakan anak tirinya itu "Tidak, tidak, ini tidak mungkin pasti kalian mau menipu ku kan" ucap Dani Su yang langsung berlari ke arah kamar anak kandungnya dan melihat jika kamar milik anaknya itu sekarang telah dipenuhi barang-barang milik anak tirinya, mengetahui hal itu Dani Su pun semakin murka "Siapa yang memberi kalian keberanian untuk menggunakan kamar anakku" ucap Dani Su menunjuk ke arah keduanya melihat itu Lili Su dan Lia Su pun merasa sangat takut karena tak pernah menyangka jika Dani Su akan mendatangi kamar Elisa Su secara langsung seperti saat ini, karena selama mereka berada di rumah itu Dani Su sama sekali tak pernah mengecek atau pun sekedar melihat kamar anak kandungnya sendiri sehingga mereka berdua pun berani berbuat hal seperti itu karena yakin jika Dani Su tidak akan pernah mengetahui apa yang mereka lakukan nantinya.
"Bi, bibi cepat semua kemari" ucap Dani Su dengan suara yang menggelegar hingga membuat semua pembantu rumah itu pun berlarian ke arahnya "Cepat kembalikan kamar putriku seperti semula dan bakar semua barang-barang yang ada dikamar ini sekarang juga, ingat baik-baik jangan sampai ada yang terlewat" ucap Dani Su sembari menatap ke arah semua pembantu di rumah itu dengan tatapan sangarnya hingga membuat mereka pun menundukkan kepalanya karena merasa takut "Baik tuan besar" ucap mereka bersamaan dengan suara yang bergetar setelah itu mereka semua pun segera mengeluarkan semua barang-barang milik nona kedua mereka yaitu Lia Su dari kamar itu dan menumpuknya di tempat pembakaran yang ada di mansion tersebut. Melihat itu Lia Su pun menjadi menangis karena tak menyangka semua barang-barangnya akan berakhir di perapian "Papa jangan bakar semua barang-barang ku, aku tau aku salah aku tidak akan berani lagi memakai kamar kakak, mama tolong katakan pada papa kalau aku tidak sengaja melakukannya" ucap Lia Su sembari memegang tangan Dani Su yang langsung ditepis olehnya melihat itu dia pun langsung memegang tangan mamanya untuk meminta bantuan. Setelah itu Dani Su pun segera pergi dari tempat itu dan menuju kamarnya sendiri. Selama ini walaupun dia sudah menikah sirih dengan Lili Su mereka sama sekali tak pernah tidur bersama bahkan dia pun tak pernah memasukkan nama keduanya dalam kartu keluarga semua itu dia lakukan karena masih sangat menyayangi istrinya yang telah mati dalam sebuah kecelakaan dan tujuannya menikahi Lili Su hanya untuk menjaga dan merawat anaknya saja karena dia tak ingin anak semata wayangnya tidak memiliki figur seorang ibu alasan lainnya dia memilih Lili Su karena Lili Su merupakan salah satu orang yang pernah dekat dengan almarhum istrinya selain itu dia juga punya anak yang umurnya tak berbeda jauh dari Elisa Su, sehingga dia berharap jika keduanya menjadi saudara yang penuh kasih agar anak kandungnya Elisa Su tak pernah merasa sendirian lagi. "Kamu dimana nak, kemana papa harus mencari mu" ucap Dani Su sembari mengusap wajahnya yang lelah dengan apa yang telah terjadi tanpa sadar air matanya pun ikut menetes "Sayang maafkan aku karena tidak menjaga anak kita dengan baik" ucapnya kembali sembari mengambil foto yang berisi dirinya bersama dengan anak istrinya lalu dia pun memeluk foto itu dengan erat.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!