Indonesia
NovelToon NovelToon

Penyihir Sampah Naik Level Jadi Archmage

Bab 1 - Sampah Magic Dikeluarkan

“Hah? Nol mana?!”

Suara teriakan itu menggema di Aula Akademi Sihir Kerajaan Eldoria.

Aku, Kael, berdiri kaku di tengah lapangan. Di hadapanku, Kristal Penguji Mana memancarkan cahaya redup… lalu padam.

Nol besar.

“Seperti dugaanku. Sampah.”

“18 tahun hidup cuma dapet nol? Buang aja ke hutan iblis.”

Tawa mengejek terdengar dari semua arah.

Kepala Sekolah, seorang Archmage berjubah putih, menghela napas. “Kael. Dengan ini kami memutuskan. Kau dikeluarkan dari Akademi Sihir Kerajaan. Efektif hari ini.”

Tanganku mengepal. 18 tahun. 18 tahun aku belajar teori, menghafal mantra, bangun jam 4 pagi. Tapi hasilnya? Nol.

Para murid jenius yang dulu kutolong mengerjakan PR, sekarang menatapku dengan jijik.

Terutama dia… Riven. Anak bangsawan yang selalu jadi peringkat 1.

“Yah, kasihan. Coba lahir dari keluarga bangsawan kali ya?” ejeknya sambil melemparkan jubah akademiku ke tanah.

Aku memungut jubah itu. Tidak ada gunanya melawan. Dunia ini hanya menghargai mana.

Hari itu juga aku diusir. Tanpa bekal. Tanpa teman.

Tujuanku cuma satu: Hutan Iblis Gelap. Tempat pembuangan bagi “sampah” seperti aku.

Angin dingin menusuk tulang. Monster menggeram dari balik pepohonan. Aku lari sekuat tenaga… sampai kakiku tersandung akar dan jatuh ke jurang.

“Apa ini akhirnya?” gumamku sambil darah mengucur dari kepalaku.

Tapi saat mataku hampir tertutup, sesuatu muncul di udara.

Sebuah jendela biru transparan.

[ Ding! ]

[ Sistem Archmage Terdeteksi ]

[ Host dengan 0 Mana Terdeteksi. Kondisi memenuhi syarat. ]

[ Apakah anda ingin mengikat Sistem Archmage? YA / TIDAK ]

“Apa… apa ini?”

Suaraku bergetar. Aku tidak punya pilihan lain.

“YA!”

[ Mengikat... 10%... 50%... 100% ]

[ Pengikatan Berhasil! ]

[ Selamat Datang, Host Kael ]

[ Misi Pemula: Bertahan Hidup di Hutan Iblis. Hadiah: Skill Copy Magic Lv.1 ]

Rasa sakit di kepalaku hilang. Tenaga baru mengalir ke tubuhku.

Aku tertawa. Tertawa pelan, lalu semakin keras.

“Sampah ya? Nol mana ya?”

“Baiklah. Mulai hari ini… aku akan menyalin semua sihir di dunia ini.”

[ Misi Diterima ]

Dari kejauhan, terdengar geraman Goblin Rank E mendekat.

Tapi kali ini… aku tidak lari lagi.

Aku bersandar di batu besar. Darah di kepalaku sudah berhenti.

[ Panel Status ]

[ Nama: Kael ]

[ Rank: F+ ]

[ Mana: 0/0 ]

[ Skill: Copy Magic Lv.1 ]

[ Misi: Bertahan Hidup - 1/1 Selesai ]

"Sistem... jadi ini kekuatan yang mereka punya?"

Aku mengepalkan tangan. Rasanya berbeda. Ada aliran hangat di dalam tubuhku.

Dulu aku cuma bisa menghafal mantra. Sekarang aku bisa MENCURI sihir orang lain.

"Kalau begitu..."

Aku berdiri. Kaki yang tadi lemas sekarang terasa kuat.

Hutan Iblis Gelap ini tadinya tempat pembuangan sampah.

Mulai sekarang, ini akan jadi tempat leveling ku.

Geraman itu terdengar lagi. Lebih dekat. Kali ini ada 2.

Dua Goblin Rank E keluar dari semak-semak. Mata mereka merah menatapku.

Dulu aku pasti menangis dan memohon ampun.

Tapi sekarang bibirku malah melengkung.

"Pas banget. Butuh 2 kristal lagi."

[ Copy Magic: Siaga ]

[ Tebasan Kasar: Siap Digunakan ]

Angin malam berhembus. Jubahku yang lusuh berkibar.

Untuk pertama kalinya, aku yang berburu. Bukan diburu.

"Datanglah. Sampah ini... akan naik level malam ini juga."

---

Dua goblin itu saling mengangguk, lalu berlari ke arahku sambil mengangkat kapak.

Bau amis darah bercampur tanah basah menusuk hidungku. Jantungku berdegup kencang, tapi anehnya aku tidak takut.

Karena di dalam kepalaku, suara sistem berbunyi lagi.

[ Target Terkunci: 2 Goblin Rank E ]

[ Status: Siap Bertarung ]

Aku menarik napas dalam-dalam. Ini dia. Pertarungan pertamaku sebagai seorang Archmage.

Bab 2 - Goblin Pertama dan Skill Api

Hutan Iblis gelap dan dingin.

Kael bersembunyi di balik pohon besar. Napasnya tersengal. Darah masih menetes dari luka di bahunya.

Di depannya, 3 ekor goblin hijau bertaring sedang mengobrak-abrik mayat murid akademi.

"Grrk... mana lemah... enak dimakan," kata salah satu goblin.

Kael mengepalkan tangan. Dulu dia pasti lari. Tapi sekarang...

\*Ding!\*

\[Target Terdeteksi: Goblin Level 3\]

\[Menganalisis...\]

\[Skill "Bola Api Kecil" berhasil disalin!\]

Sebuah lingkaran sihir merah muncul di telapak tangannya. Panas.

Ini pertama kalinya dia merasakan mana mengalir di tubuhnya.

"Giliranku," bisik Kael.

Ia melangkah keluar dari persembunyian.

"Hey, sampah."

Ketiga goblin menoleh.

Kael mengangkat tangan.

"Bola Api!"

\*DUAR!!!\*

Api menghantam goblin paling depan. Tubuhnya langsung gosong.

Sisa dua goblin meraung marah dan menyerbu.

\*Ding!\*

\[Selamat! Anda mengalahkan Goblin Level 3\]

\[EXP \+30\]

\[Level 1 → Level 2\]

\[Skill baru terbuka: "Perisai Mana"\]

Kael tersenyum. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya... dia kuat.

Dua goblin yang tersisa menyerbu bersamaan. Cakar kotor mereka mengarah ke leher Kael.

Jantung Kael berdegup kencang. Instingnya berteriak.

*Ding!*

[Skill "Perisai Mana" diaktifkan!]

Cahaya biru tipis muncul di depan tubuhnya. *BLUK!*

Cakar goblin mentok di perisai dan terpental.

Kael terkejut. "Bisa gini?"

Dia belum sempat senang, goblin kedua sudah memukul dari samping. Perisai retak.

"Sial!"

Panik, Kael mengangkat kedua tangan. Ingatan tentang mantra tadi muncul lagi.

"Bola Api! Dua kali!"

*DUAR! DUAR!*

Dua bola api melesat. Yang satu menghantam dada goblin, yang satu lagi membakar wajahnya.

Aroma daging gosong memenuhi udara.

*Ding!*

[Anda mengalahkan Goblin Level 3]

[EXP +30]

[Anda mengalahkan Goblin Level 3]

[EXP +30]

[Level 2 → Level 3]

[Poin Status +5. Silakan alokasikan.]

Kael terengah-engah. Lututnya lemas. Ini pertama kalinya dia membunuh. Tangannya gemetar.

"Tapi... aku masih hidup."

Dia menatap mayat 3 goblin di depannya. Dulu dia yang diinjak. Sekarang giliran dia yang menginjak.

Sebuah perasaan aneh muncul di dadanya. Bukan takut. Bukan jijik.

Tapi... ketagihan.

[Quest: Bertahan Hidup di Hutan Iblis - Selesai]

[Reward: Peta Hutan Iblis Level Rendah]

Sebuah gulungan kulit muncul di tangannya.

Kael mengepalkan tangan. Matanya tajam.

"Akademi... tunggu aku. Aku akan kembali. Lebih kuat."

Angin malam bertiup. Di kejauhan, lolongan serigala terdengar.

Perjalanan seorang "Sampah" menjadi Archmage... baru saja dimulai.

Kael membuka jendela status. Cahaya biru transparan muncul di depannya.

*Ding!*

[Status Kael - Level 3]

[Kekuatan: 4] [Kelincahan: 3] [Kecerdasan: 5] [Mana: 0]

[Poin Status Tersisa: 5]

"Mana 0? Pantas saja dulu aku gak bisa sihir," gumam Kael.

"Tapi sekarang beda."

Tanpa ragu dia menaruh semua 5 poin ke Mana.

*Ding!*

[Kecerdasan +5]

[Mana: 0 → 5]

Rasanya aneh. Seperti ada aliran air hangat mengalir di seluruh tubuhnya.

Untuk pertama kalinya, dia bisa "merasakan" mana di udara.

Kael mengepalkan tangan. Bola api kecil muncul dan padam lagi di telapaknya.

Dia tertawa pelan. Suara yang sudah lama tidak dia dengar.

"Jadi ini rasanya... jadi penyihir."

Dia mengambil gulungan peta dari tanah. Di atas peta, ada titik merah bertuliskan

"Dungeon Goblin - Boss: Raja Goblin Level 5".

Kael tersenyum tipis.

"Level 5 ya... pas buat naik ke Level 4."

Langkahnya mantap menembus gelapnya hutan.

Di belakangnya, mayat goblin perlahan menghilang jadi cahaya.

Perjalanan dari "Sampah" menuju puncak... dimulai malam ini.

Bab 3 - Raja Goblin Level 5 dan Skill Pertama

Hutan Iblis makin pekat.

Di hadapan Kael berdiri mulut goa besar dengan tulisan cakar: "Dungeon Goblin".

Ding!

Quest: Kalahkan Raja Goblin Level 5

Reward: Peti Kayu + EXP Besar

Kael mengepalkan tangan. Mana: 5.

"Giliranku."

Di dalam, 2 goblin langsung nyerbu.

"Perisai Mana!"

"Bola Api!"

Mudah. Terlalu mudah.

EXP +20. Level 3 - 90%.

Sampai di ruangan paling dalam, tanah bergetar.

Sesosok goblin 2x lebih besar duduk di singgasana tulang. Mahkota dari tengkorak.

Target: Raja Goblin - Level 5

Skill Terdeteksi: Komando Goblin

"GRRAAA!!!"

Tiga goblin muncul dari bayangan.

Perisai Kael retak. Darah menetes.

"Apa... apa aku akan mati di sini?"

Tidak.

Kael menatap skill rajanya. Mata menyala.

Ding! Menganalisis... Skill 'Komando Goblin' berhasil disalin!

Dia angkat tangan ke 3 goblin kecil.

"Serang dia."

Kekacauan. Raja Goblin diterkam anak buahnya sendiri.

Bola Api!

Anda mengalahkan Raja Goblin Level 5

Level 3 ke Level 4

Skill Baru: Komando Goblin Lv.1

Kael terengah. Di depannya, peti kayu tua terbuka sendiri.

Di dalamnya... sebuah buku tua dengan segel retak.

Tertulis: Sihir Terlarang: Salin Ganda

Perjalanan seorang "Sampah" menuju puncak...

baru saja dimulai.

Tangan Kael gemetar pegang buku itu. "Salin Ganda? Berarti aku bisa copy 2 skill sekaligus..."\`

Debu beterbangan. Bau darah goblin masih nyengat.

\`Kael menutup buku itu. "Berikutnya... aku butuh skill bertahan. Akademi Sihir, tunggu aku."\`

Kael menutup buku itu. "Berikutnya... aku harus cari skill bertahan. Kalau mau balik ke akademi, aku gak boleh mati konyol."

Dia membuka statusnya.

Nama: Kael

Level: 4

Skill: Copy Magic Lv.1, Bola Api Kecil Lv.1, Perisai Mana Lv.1, Komando Goblin Lv.1

Poin Stat: 2

"Hmm... alokasi ke Vitalitas 1, ke Mana 1."

Ding! Vitalitas +1. Mana +1.

Kael berdiri. Luka di lengannya sudah mulai sembuh.

"Raja Goblin sudah mati. Tapi pasti masih ada dungeon lain di hutan ini."

Dia menatap jauh ke dalam hutan. Di kejauhan, terlihat menara hitam menjulang.

Ding! Quest Baru: Selidiki Menara Sihir Terbengkalai

Reward: Skill Acak Rank D

Kael tersenyum tipis. Untuk pertama kalinya setelah 18 tahun, dia merasa... kuat.

"Akademi Sihir Kerajaan. Tunggu aku. Sampah ini akan kembali... sebagai Archmage."

Perjalanan seorang "Sampah" menuju puncak...

baru saja dimulai.

Angin malam berhembus. Kael memasukkan buku "Salin Ganda" ke dalam jubahnya yang sobek.

Dia melangkah keluar dari dungeon. Mayat-mayat goblin sudah menghilang, hanya menyisakan jejak darah.

Langit di atas Hutan Iblis berwarna ungu gelap. Bintang pertama mulai muncul.`

Di kejauhan, Menara Sihir Terbengkalai memancarkan aura hitam. Seperti memanggilnya.

Kael mengepalkan tinjunya. Rasa sakit, hinaan, dan air mata 18 tahun... semua akan dia bayar lunas.

"Mulai sekarang... aku yang menentukan takdirku sendiri."

Dengan langkah pasti, Kael berjalan menuju menara itu.

Petualangan seorang mantan "Sampah Magic" Rank F...

Kini naik ke Level 4.

Dan ini baru permulaan.

Menara itu semakin dekat. Aura sihirnya membuat bulu kuduk Kael merinding.

Tapi dia tidak berhenti. Tidak lagi.

Di tangannya, buku "Salin Ganda" terasa hangat.

Senjata baru. Kekuatan baru. Masa depan baru.

Kael menarik napas dalam-dalam.

Kael menatap menara itu

Langkah Kael mantap. Setiap ayunan kaki meninggalkan jejak di tanah Hutan Iblis.

Di dalam jubahnya, buku "Salin Ganda" bergetar pelan. Seakan tidak sabar untuk digunakan.

Kael tersenyum. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia tidak takut.

Karena sekarang... dia punya kekuatan.

Dan dia akan menggunakannya untuk merubah segalanya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!