Indonesia
NovelToon NovelToon

Sistem Ekstraksi Surgawi

Bab 1: Kebangkitan di Dasar Tebing Mayat

​Angin malam menderu bagaikan lolongan hantu, membawa serta aroma darah yang mengering dan daging yang membusuk.

​Tebing Mayat—tempat pembuangan bagi para murid Sekte Pedang Berkabut yang tewas dalam duel, atau sampah yang tidak lagi berguna bagi sekte. Di antara tumpukan tulang belulang dan senjata yang patah, sesosok tubuh remaja tergeletak tak bernyawa.

​Pakaiannya compang-camping berlumuran darah kental. Tulang dadanya melesak ke dalam akibat hantaman energi spiritual yang brutal. Namun, yang paling mengerikan adalah area perutnya—Dantiannya, pusat dari segala energi kultivasi, telah hancur lebur. Meridian di seluruh tubuhnya diputus dengan paksa.

​Remaja itu adalah Ye Xuan.

​Tiga hari yang lalu, ia masih dikenal sebagai jenius nomor satu di Sekte Luar, bintang terang yang masa depannya tak terbatas. Namun, semuanya hancur dalam semalam.

​"Maafkan aku, Kakak Xuan... Akar Spiritual Tingkat Bumi milikmu terlalu berharga. Tuan Muda Zhao membutuhkannya untuk menembus Alam Inti Emas. Sebagai gantinya, dia berjanji akan menjadikanku istri utamanya."

​Suara lembut namun sedingin es itu terus terngiang di benak Ye Xuan yang memudar. Itu adalah suara Murong Xue, wanita yang telah ia lindungi dengan nyawanya, tunangan yang ia besarkan kultivasinya dengan sumber dayanya sendiri. Pada akhirnya, wanita itu membiusnya, membiarkan Zhao Tian—Tuan Muda Sekte Dalam—mengoyak Dantiannya hidup-hidup dan merampas Akar Spiritualnya.

​Setelah ia menjadi cacat, Zhao Tian memerintahkan para pelayannya untuk mematahkan tangan dan kaki Ye Xuan, lalu membuangnya ke Tebing Mayat untuk dimakan anjing liar.

​"Murong Xue... Zhao Tian..."

​Dalam kesadarannya yang mulai gelap gulita, kebencian yang mendalam berkobar di dalam jiwa Ye Xuan. Keengganan untuk mati menyala bak api penyucian. Jika ia bisa menjadi hantu, ia bersumpah akan merobek mereka dari neraka!

​Tanpa ia sadari, darah segar yang terus mengalir dari luka di dadanya menetes dan meresap ke dalam sebuah liontin batu giok hitam kusam yang tergantung di lehernya. Liontin itu adalah satu-satunya peninggalan misterius dari ibunya.

​Tiba-tiba, batu giok hitam itu bergetar hebat. Sebuah cahaya keemasan meledak, menembus lautan kesadaran Ye Xuan yang hampir padam.

​Sebuah suara mekanis yang tak bersuara, kuno, dan mutlak bergema di dalam benaknya.

​[Ding! Darah Inang terdeteksi. Menginisiasi penyatuan jiwa...]

[Kondisi Inang sangat kritis. Dantian hancur 99%. Meridian terputus 100%. Tingkat kelangsungan hidup: 0,01%.]

[Memaksa aktivasi protokol darurat...]

[Penyatuan berhasil! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]

​Jari telunjuk Ye Xuan berkedut. Matanya tiba-tiba terbuka lebar, memancarkan seberkas cahaya emas yang menyilaukan di tengah kegelapan malam.

​"Ukh..." Ye Xuan memuntahkan seteguk darah hitam pekat. Rasa sakit yang merobek jiwa menjalar ke seluruh tubuhnya, mengingatkannya bahwa ia masih berada di alam fana.

​"Sistem... Ekstraksi Surgawi?" napasnya tersengal-sengal. "Apa ini ilusi sebelum mati?"

​[Menjawab Inang: Ini bukan ilusi. Sistem Ekstraksi Surgawi memungkinkan Inang mengekstrak esensi, atribut, dan hukum alam dari segala entitas di semesta—baik yang hidup maupun yang telah mati.]

​Suara tanpa emosi itu terdengar begitu nyata. Ye Xuan, yang telah membaca beberapa teks kuno di paviliun sekte, tahu bahwa ada artefak legendaris yang memiliki rohnya sendiri. Apakah liontin ibunya adalah salah satunya?

​[Peringatan! Vitalitas Inang terus menurun. Diperkirakan Inang akan mati dalam waktu 3 menit. Silakan lakukan ekstraksi pada objek di sekitar untuk bertahan hidup!]

​Ye Xuan tidak punya waktu untuk terkejut. Kematian sudah menari di depan matanya. Dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya, ia menoleh ke samping. Tepat di sebelah tangan kanannya, terdapat sebilah pedang besi berkarat yang patah menjadi dua, dan di dekatnya terbujur kaku bangkai seekor Serigala Angin (Monster Tingkat 1) yang setengah membusuk.

​Ia memaksakan tangannya yang gemetar menyentuh gagang pedang berkarat tersebut.

​"Ekstrak!" seru Ye Xuan serak di dalam hatinya.

​[Ding! Menemukan 'Pedang Besi Patah'. Memulai ekstraksi...]

[Ekstraksi berhasil!]

[Memperoleh: Niat Pedang Pembunuh (Tingkat Dasar) x1]

[Memperoleh: 5 Poin Qi Ketajaman!]

​Dalam sekejap mata, pedang besi berkarat itu hancur menjadi debu halus. Pada saat yang sama, seberkas energi hangat mengalir dari telapak tangan Ye Xuan. Energi itu tajam bagaikan ribuan jarum kecil, langsung menusuk masuk ke dalam Dantiannya yang hancur.

​Luka di perutnya terasa gatal luar biasa. Dantian yang tadinya hancur lebur seperti porselen yang pecah, kini dipaksa menyatu kembali oleh energi Qi Ketajaman tersebut.

​Rasa sakitnya mulai berkurang!

​Mata Ye Xuan berbinar liar. "Ini nyata! Benda ini benar-benar bisa mengekstrak kekuatan!"

​Tanpa membuang waktu sedetik pun, ia menyeret tubuhnya yang berlumuran darah mendekati bangkai Serigala Angin dan menempelkan telapak tangannya pada tengkorak monster itu.

​"Sistem! Ekstrak lagi!"

​[Ding! Menemukan 'Mayat Serigala Angin Tingkat 1'. Memulai ekstraksi...]

[Ekstraksi berhasil!]

[Memperoleh: 10 Poin Kekuatan Fisik!]

[Memperoleh: 5 Poin Atribut Kecepatan Angin!]

[Memperoleh: Esensi Darah Serigala Angin (Rendah)!]

​Bangkai Serigala Angin itu layu dalam sekejap, berubah menjadi abu seolah seluruh esensi kehidupannya telah disedot hingga kering.

​Booooom!

​Aliran energi yang jauh lebih besar dan buas meledak di dalam tubuh Ye Xuan. Kekuatan fisik dan Esensi Darah mengalir deras ke seluruh meridiannya yang putus, menyambungnya kembali dengan kecepatan yang menakutkan. Tulang rusuknya yang melesak ke dalam terdengar berderak keras—kembali ke posisi semula.

​Lebih menakjubkan lagi, Dantiannya tidak hanya pulih, tetapi kini memancarkan cahaya redup. Akar Spiritual Tingkat Bumi miliknya memang telah dicuri, namun sebagai gantinya, Sistem membentuk sebuah ruang Dantian baru yang jauh lebih luas dan murni, seolah-olah siap menampung lautan bintang.

​Kraaak!

​Ye Xuan mengepalkan tinjunya. Rasa sakit di tubuhnya telah lenyap sepenuhnya. Ia melompat berdiri, merasakan aliran Qi yang kuat bergejolak di dalam otot-ototnya.

​Meskipun kultivasinya saat ini jatuh kembali ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Pertama, tubuh fisiknya terasa jauh lebih kuat berkat atribut yang baru saja ia ekstrak. Ia bahkan bisa merasakan hembusan angin malam dengan sangat jelas di sekitarnya karena atribut 'Kecepatan Angin'.

​Di tengah lautan mayat dan bau busuk tebing, Ye Xuan berdiri tegap. Matanya yang tajam menatap ke atas, ke arah puncak tebing yang diselimuti kabut—tempat Sekte Dalam berada.

​"Zhao Tian... kau menginginkan akar spiritualku untuk menjadi naga di antara manusia?"

​Ye Xuan tersenyum dingin, senyum yang bisa membuat iblis pun bergidik.

​"Dan kau, Murong Xue... kau mengkhianatiku demi sedikit sumber daya? Tunggu saja. Dengan Sistem Ekstraksi Surgawi di tanganku, seluruh dunia ini, langit dan bumi, dewa dan iblis, akan menjadi batu loncatanku!"

Bab 2: Ladang Harta Karun di Dasar Neraka

​Bagi murid-murid Sekte Pedang Berkabut, Tebing Mayat adalah neraka. Tempat ini dipenuhi racun miasma yang mematikan, bau busuk yang menyengat, dan hewan buas pemakan bangkai.

​Namun, di mata Ye Xuan saat ini, tempat ini tak ubahnya seperti paviliun harta karun peninggalan dewa!

​"Di sini terdapat ribuan senjata patah dari sisa-sisa pertarungan sekte selama ratusan tahun, dan tak terhitung jumlah mayat monster buas yang dibuang setelah inti rohnya diambil," gumam Ye Xuan sambil menatap hamparan jurang di bawah sinar rembulan pucat.

​Tanpa membuang waktu, Ye Xuan melangkah maju bak iblis kelaparan yang menemukan lautan darah. Ia mulai menyentuh setiap benda di sekitarnya.

​Tangannya menggenggam sebuah tombak perak yang telah berkarat dan patah ujungnya.

​"Ekstrak!"

​[Ding! Menemukan 'Tombak Perak Rusak'. Ekstraksi berhasil!]

[Memperoleh: Niat Tombak Tembus Armor (Tingkat Dasar)!]

[Memperoleh: 8 Poin Qi Logam!]

​Ia beralih ke tumpukan tulang raksasa milik monster beruang yang telah mengering.

​[Ding! Menemukan 'Tulang Beruang Sisik Besi'. Ekstraksi berhasil!]

[Memperoleh: 15 Poin Kekuatan Fisik!]

[Memperoleh: Teknik Penguatan Tubuh - Kulit Tembaga Tulang Besi (Pasif)!]

​Ye Xuan terus bergerak menembus kegelapan malam. Setiap kali telapak tangannya menyentuh sesuatu, benda itu akan hancur menjadi debu, meninggalkan esensi murni yang langsung mengalir ke dalam tubuhnya.

​Dalam waktu kurang dari dua jam, Ye Xuan telah mengevaporasi ratusan senjata rusak dan belasan mayat monster. Dantiannya yang baru terbentuk kini menderu hebat bagaikan tungku api yang terus dipasok bahan bakar abadi.

​Bzzzt!

​Aura spiritual meledak dari tubuhnya, menciptakan pusaran angin kecil yang menyapu debu tulang di sekitarnya.

​[Ding! Energi spiritual Inang telah mencapai batas.]

[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Kedua!]

[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Ketiga!]

[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Keempat!]

​Ye Xuan membuka matanya perlahan. Hembusan napasnya membelah kabut miasma tebing seperti anak panah yang meluncur tajam. Hanya dalam waktu dua jam, ia tidak hanya memulihkan kekuatannya, tetapi langsung meloncat ke Pembentukan Qi Lapis Keempat!

​Bahkan di masa kejayaannya saat masih memiliki Akar Spiritual Tingkat Bumi, ia membutuhkan waktu setengah tahun untuk mencapai titik ini.

​"Kekuatan ini... sangat murni dan padat," Ye Xuan mengepalkan tangannya. Ia bisa merasakan lapisan tipis berwarna perunggu menutupi kulitnya berkat atribut pasif 'Kulit Tembaga Tulang Besi'.

​Tiba-tiba, telinga Ye Xuan berkedut. Berkat atribut 'Kecepatan Angin' dan panca inderanya yang dipertajam, ia mendengar suara gesekan tali dari arah tebing di atasnya.

​Ia segera menyembunyikan auranya dan bersembunyi di balik bayangan sebuah batu besar.

​Dari atas, sebuah keranjang kayu besar yang diturunkan menggunakan tali katrol perlahan mendarat. Dua sosok berpakaian seragam murid Sekte Luar melompat keluar dengan wajah ditutupi kain untuk menahan bau busuk.

​"Sialan, kenapa Tuan Muda Zhao menyuruh kita turun ke tempat menjijikkan ini malam-malam begini?" gerutu salah seorang murid yang bertubuh kurus.

​"Berhenti mengeluh, Liu San. Tuan Muda hanya ingin memastikan si sampah Ye Xuan benar-benar sudah mati. Dia juga menyuruh kita mengambil Cincin Spasial murahan milik anak itu. Walaupun miskin, siapa tahu dia menyembunyikan sesuatu," balas temannya yang berwajah bopeng.

​Liu San mendengus meremehkan. "Dantiannya sudah dihancurkan Tuan Muda, meridiannya diputus, dan tulang-tulangnya dipatahkan. Jangankan manusia, siluman babi pun tidak akan selamat jika dilempar dari tebing setinggi itu!"

​Di balik batu, mata Ye Xuan menyipit. Niat membunuh yang dingin memancar dari tubuhnya. Kedua orang ini adalah kacung setia Zhao Tian yang sering menindas murid-murid baru.

​"Kalian mencariku?"

​Suara dingin tanpa emosi memecah kesunyian malam, membuat kedua murid itu melompat kaget.

​Mereka berbalik dan melihat sesosok siluet perlahan melangkah keluar dari kegelapan. Di bawah cahaya rembulan, wajah Ye Xuan yang pucat namun dipenuhi ketenangan mematikan membuat mereka merinding.

​"Y-Ye Xuan?! Kau... kau masih hidup?!" Mata Liu San terbelalak seolah melihat hantu.

​Si wajah bopeng melangkah mundur tanpa sadar, namun segera menguasai dirinya saat merasakan bahwa tubuh Ye Xuan tidak memancarkan fluktuasi Qi yang mengerikan (berkat kemampuan Ye Xuan menyembunyikan auranya).

​"Hahaha! Kupikir kau sudah jadi hantu ganas!" Si bopeng tertawa meremehkan, menarik sebilah golok dari pinggangnya. "Ternyata kau memang kecoak yang sulit mati. Kebetulan sekali, Dantianmu yang hancur pasti membuatmu menderita. Biarkan Kakak Bopeng ini mengirimmu ke neraka untuk selamanya!"

​Si bopeng melesat maju. Kultivasinya berada di Pembentukan Qi Lapis Ketiga. Goloknya menebas udara dengan ganas, mengincar leher Ye Xuan.

​Namun, di mata Ye Xuan, gerakan mematikan itu terlihat sangat lambat.

​"Terlalu lambat," bisik Ye Xuan.

​Tanpa menggunakan senjata, Ye Xuan hanya mengangkat dua jarinya, membentuk gestur pedang.

​Sring!

​Di dalam lautan kesadarannya, 'Niat Pedang Pembunuh (Tingkat Dasar)' yang ia ekstrak menyala terang. Meskipun ia tidak memegang pedang, dua jarinya memancarkan aura ketajaman yang tak terlihat namun mematikan.

​Ye Xuan mengambil satu langkah ke depan. Tubuhnya berkedip menembus tebasan golok seperti hembusan angin.

​Cring!

​Dua jari Ye Xuan mengetuk ringan bilah golok si bopeng, mematahkannya seolah itu hanyalah ranting kering. Sebelum si bopeng bisa bereaksi, jari Ye Xuan terus meluncur ke depan dan menusuk tepat di tengah tenggorokannya.

​Crat!

​Darah menyembur. Mata si bopeng melotot tak percaya sambil memegangi lehernya yang berlubang, lalu tubuhnya ambruk ke tanah dengan suara debuk keras. Mati seketika.

​Hanya butuh satu detik. Satu serangan.

​Liu San yang melihat adegan itu langsung lumpuh oleh ketakutan. Kakinya lemas hingga ia jatuh terduduk di atas tanah berlumpur darah.

​"T-Tunggu... Kakak Ye! Kakak Ye Xuan, ampuni aku! Aku hanya disuruh oleh Zhao Tian! Aku—"

​"Aku tahu," sela Ye Xuan dingin. Ia melangkah perlahan mendekati Liu San. "Itulah sebabnya aku akan menggunakanmu dengan baik."

​Ye Xuan meletakkan telapak tangannya di atas ubun-ubun Liu San yang gemetar hebat.

​"Sistem, ekstrak!"

​[Ding! Menemukan entitas manusia kultivator (Tahap Pembentukan Qi Lapis Kedua). Ekstraksi berhasil!]

[Memperoleh: 150 Poin Qi Murni!]

[Memperoleh: Teknik Langkah Bayangan (Tingkat Fana - Dasar)!]

[Memperoleh: Ingatan Fragmentaris (Tata Letak Penjagaan Sekte Luar malam ini)!]

​Tubuh Liu San seketika menua, layu, dan akhirnya berubah menjadi mumi kering sebelum hancur menjadi debu yang tertiup angin malam, menyisakan seragam sekte luarnya yang jatuh ke tanah.

​Ye Xuan menarik napas dalam-dalam, merasakan lonjakan Qi dan pengetahuan baru tentang Teknik Langkah Bayangan yang langsung terukir di otaknya seolah ia telah melatihnya selama puluhan tahun.

​Ia memungut seragam Sekte Luar yang bersih dari mayat Liu San, melepaskan pakaiannya yang compang-camping dan berlumuran darah, lalu mengenakan seragam tersebut.

​Sambil menatap ke arah keranjang katrol yang masih berayun pelan, Ye Xuan bergumam dengan nada yang mampu membekukan neraka.

​"Kalian telah mengambil segalanya dariku... Sekarang, aku akan mengekstrak segalanya dari kalian.

Bab 3: Harta Karun di Balik Limbah

​Keranjang kayu itu berhenti dengan bunyi derit pelan saat mencapai tepi jurang. Angin gunung yang menggigit langsung menyapu wajah Ye Xuan, membawa serta aroma samar dupa spiritual yang berasal dari puncak gunung tempat Sekte Dalam berada.

​Ye Xuan melangkah keluar dengan tenang. Berkat ingatan yang ia ekstrak dari Liu San, sebuah peta mental tentang rute patroli penjaga malam Sekte Luar terbentang jelas di kepalanya.

​"Kelompok patroli Serigala Malam akan melewati area ini dalam sepuluh napas," gumam Ye Xuan, matanya menyapu kegelapan di balik pepohonan pinus.

​Ia memusatkan Qi ke kakinya dan mengaktifkan Teknik Langkah Bayangan.

​Wush!

​Tubuhnya melebur ke dalam bayangan pohon yang bergoyang, bergerak tanpa suara seolah ia adalah hantu sejati. Hanya dalam hitungan detik, kelompok patroli yang terdiri dari lima murid bersenjata lengkap lewat tanpa menyadari sedikit pun bahwa "orang mati" baru saja melintas beberapa meter di atas kepala mereka.

​"Zhao Tian saat ini berada di Puncak Inti Emas Sekte Dalam, mempersiapkan terobosannya. Dengan kekuatanku di Pembentukan Qi Lapis Keempat, mencarinya sekarang sama saja dengan mengantar nyawa," pikir Ye Xuan jernih saat mendarat di atap sebuah bangunan berbatu.

​Ia tidak dibutakan oleh amarah. Balas dendam membutuhkan kekuatan mutlak.

​Pandangan Ye Xuan tertuju pada sebuah kompleks bangunan batu di pinggiran Sekte Luar yang terisolasi. Cerobong asap raksasa di atasnya terus mengepulkan asap kelabu yang berbau menyengat.

​Itu adalah Gudang Limbah Pil.

​Setiap harinya, ribuan pil gagal, ampas obat, dan sisa penyulingan dari Paviliun Alkimia dibuang ke tempat ini sebelum dihancurkan. Bagi kultivator biasa, ampas pil ini sangat beracun dan mengandung Erysipelas (racun pil) yang dapat merusak meridian. Tidak ada yang mau mendekat ke tempat ini kecuali murid rendahan yang dihukum.

​Namun bagi Ye Xuan dan Sistem Ekstraksi Surgawi, ini adalah surga dunia!

​Dengan gesit, Ye Xuan menyelinap masuk melalui jendela ventilasi yang terbuka. Di dalam, ruangan luas itu dipenuhi oleh tong-tong kayu raksasa yang berisi ribuan pil hitam cacat dan tumpukan abu obat yang mengeluarkan bau tengik.

​Mata Ye Xuan berbinar. Ia langsung melangkah ke tong kayu terdekat, membenamkan kedua tangannya ke dalam tumpukan ribuan pil gagal tersebut.

​"Ekstrak semuanya!"

​[Ding! Menemukan 1.200 Pil Pengumpul Qi (Gagal). Memulai ekstraksi massal...]

[Ekstraksi berhasil! Menyaring racun pil...]

[Memperoleh: 3.000 Poin Qi Murni!]

[Memperoleh: 50 Poin Atribut Api Pil!]

[Memperoleh: Resistensi Racun (Tingkat Dasar)!]

​Wuuush!

​Energi yang luar biasa besar membanjiri tubuh Ye Xuan. Tong kayu raksasa itu seketika kosong, ribuan pil gagal di dalamnya menguap menjadi debu yang tak tersisa.

​Dantian Ye Xuan bergejolak hebat bagaikan lautan yang sedang badai. Pusaran Qi di dalamnya meluas dengan kecepatan mengerikan.

​Brak!

Sebuah penghalang tak terlihat di dalam tubuhnya pecah.

​[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Kelima!]

[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Keenam!]

​Ye Xuan menarik napas dalam, menghembuskan asap kelabu kotor dari mulutnya—itu adalah sisa kotoran dari dalam tubuhnya yang didorong keluar oleh Qi murni. Ia bisa merasakan kekuatan fisiknya meningkat lebih dari dua kali lipat.

​"Hanya dengan satu tong ampas pil, aku berhasil naik dua tingkat. Sistem ini benar-benar tidak masuk akal," seringai Ye Xuan.

​Ia belum puas. Ada belasan tong raksasa lain di ruangan ini.

​Saat Ye Xuan berjalan menuju tong kedua, telinganya yang tajam menangkap suara kunci besi yang diputar dari pintu utama gudang.

​Cklik! Kriet...

​Pintu gudang terbuka, menampilkan siluet seorang pria paruh baya bertubuh gemuk dengan jubah abu-abu berkepompong emas—seragam seorang Diakon Sekte Luar. Di tangannya, ia memegang sebuah lentera bercahaya hijau dan sebuah kantong spasial kecil.

​Itu adalah Diakon Ma. Anjing penjilat Zhao Tian yang beberapa hari lalu secara terbuka mencabut jatah bulanan Ye Xuan atas perintah tuannya.

​"Ck, bau busuk sialan," rutuk Diakon Ma sambil menutup hidungnya. "Jika bukan karena Tuan Muda Zhao menyuruhku membuang sisa racun Pelebur Meridian ini secara diam-diam ke tumpukan limbah, aku tidak akan sudi menginjakkan kaki di tempat kumuh ini."

​Langkah Diakon Ma terhenti seketika. Lentera hijaunya menyinari sosok remaja berseragam sekte luar yang berdiri di tengah kegelapan gudang.

​"Siapa di sana?!" bentak Diakon Ma, tangannya langsung merogoh gagang pedang di pinggangnya. "Apakah kau murid yang bertugas piket? Keluar dari sana dan berlutut!"

​Ye Xuan perlahan melangkah maju, membiarkan cahaya lentera menyorot wajahnya yang tenang namun memancarkan niat membunuh yang pekat.

​"Lama tidak berjumpa, Diakon Ma."

​Mata Diakon Ma melebar hingga hampir keluar dari rongganya. Mulutnya terbuka menganga, tubuh gemuknya bergetar hebat. Lenteranya nyaris terlepas dari genggamannya.

​"Y-Ye Xuan?! B-Bagaimana mungkin kau ada di sini?! Bukankah Tuan Muda Zhao sudah... Dantianmu..." Diakon Ma mundur selangkah, menatap Ye Xuan seolah sedang berhadapan dengan Raja Neraka.

​"Sudah dihancurkan?" Ye Xuan melanjutkan kalimatnya sambil tersenyum tipis. "Ya. Rasanya sangat sakit. Karena itu, aku merangkak kembali dari neraka untuk membagikan rasa sakit itu kepada kalian semua."

​Kepanikan di wajah Diakon Ma hanya berlangsung sesaat. Ia dengan cepat menenangkan dirinya dan memindai tubuh Ye Xuan dengan kesadaran spiritualnya. Saat ia tidak merasakan fluktuasi Qi yang mengerikan dari tubuh Ye Xuan, senyum buas perlahan mengembang di wajah babi miliknya.

​"Hah! Kau hampir membuatku jantungan, bocah sampah!" Diakon Ma mencabut pedangnya, memancarkan aura Pembentukan Qi Lapis Ketujuh. "Aku tidak tahu sihir iblis apa yang kau gunakan untuk selamat dari Tebing Mayat dan menyembunyikan auramu. Tapi Dantian yang hancur adalah fakta yang tak bisa diubah!"

​"Kau berani muncul di hadapanku sendirian? Bagus! Membawa kepalamu ke Tuan Muda Zhao pasti akan memberiku hadiah Pil Inti Bumi!"

​Swosh!

​Diakon Ma melesat ke depan. Pedangnya diselimuti cahaya merah yang menyala, menebas dengan Teknik Pedang Api Ganas, salah satu seni bela diri tingkat menengah di Sekte Luar. Hawa panas menyapu ruangan, mengancam akan membelah Ye Xuan menjadi dua.

​Namun, di hadapan serangan Lapis Ketujuh itu, Ye Xuan bahkan tidak berkedip.

​"Kulit Tembaga Tulang Besi," batin Ye Xuan.

​Alih-alih menghindar, Ye Xuan mengulurkan tangan kanannya yang kini memancarkan kilau logam perunggu untuk menyambut tebasan pedang berapi itu secara langsung!

​"Kau mencari mati!!" teriak Diakon Ma, tertawa liar melihat kebodohan Ye Xuan yang mencoba menangkis pedang spiritual dengan tangan kosong.

​TANG!!

​Suara benturan logam yang memekakkan telinga bergema di dalam gudang. Mata Diakon Ma terbelalak ngeri. Senyumnya membeku.

​Pedangnya, sebuah senjata spiritual tingkat rendah, berhenti total satu inci dari telapak tangan Ye Xuan, ditahan hanya oleh dua jari yang menjepit bilahnya! Api yang menyelimuti pedang itu padam seketika, diserap oleh 'Atribut Api Pil' yang baru saja Ye Xuan dapatkan.

​"B-Bagaimana mungkin?! Kekuatan fisik macam apa ini?!" Diakon Ma mencoba menarik pedangnya, namun pedang itu seolah terjepit di antara dua gunung besi.

​Mata Ye Xuan yang sedingin es menatap lurus ke dalam jiwa Diakon Ma.

​"Apakah ini batas kekuatan anjing suruhan Zhao Tian?"

​Sebelum Diakon Ma bisa melepaskan gagang pedangnya untuk mundur, Ye Xuan menggeser kakinya menggunakan Langkah Bayangan. Ia muncul tepat di hadapan Diakon Ma, telapak tangan kirinya melesat secepat kilat dan mencengkeram wajah gemuk pria paruh baya itu dengan kuat.

​"Ekstrak."

​[Ding! Menemukan entitas kultivator (Tahap Pembentukan Qi Lapis Ketujuh). Memulai ekstraksi penuh...]

​"TIDAAAAAK—ARGGGHHH!"

​Jeritan Diakon Ma teredam oleh telapak tangan Ye Xuan. Tubuh gemuknya menggelepar hebat. Energi spiritual, esensi darah, dan vitalitasnya tersedot keluar dengan kecepatan brutal. Kulitnya mengkerut, rambutnya memutih dalam hitungan detik.

​Mata Diakon Ma menatap Ye Xuan dengan keputusasaan mutlak, menyadari bahwa monster macam apa yang telah dibangunkan oleh Tuan Mudanya dari dasar jurang.

​Bruk.

​Hanya dalam tiga detik, cengkeraman Ye Xuan mengendur, dan sekam kering yang dulunya adalah Diakon Ma hancur menjadi abu saat menyentuh lantai batu.

​[Ekstraksi berhasil!]

[Memperoleh: 1.500 Poin Qi Murni!]

[Memperoleh: Teknik Pedang Api Ganas (Tingkat Menengah - Sempurna)!]

[Memperoleh: Peta Formasi Puncak Inti Emas!]

[Ding! Kultivasi Inang mencapai Puncak Pembentukan Qi Lapis Keenam!]

​Ye Xuan mengibaskan sisa debu dari tangannya. Ia memungut kantong spasial kecil yang jatuh dari abu Diakon Ma. Saat ia membukanya, ia menemukan sebuah botol giok hitam bertuliskan 'Pelebur Meridian'.

​Ini adalah racun yang digunakan Murong Xue untuk menghancurkan kultivasinya tiga hari yang lalu.

​Ye Xuan menatap botol giok itu lekat-lekat, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum bengis.

​"Zhao Tian... kau sangat menyukai racun ini, bukan? Jangan khawatir. Aku, Ye Xuan, akan memastikan kau menelan ini sampai tetes terakhir sebelum kau mati."

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!