Nayshi Nirwana adalah seorang sekretaris di salah satu perusahaan ternama, Ia dikenal sebagai wanita yang anggun, berkharisma dan mandiri.
Saking mandirinya Dia, Ia tak pernah meminta sedikitpun uang dari orang tuanya dari Ia remaja. Sebenarnya alasan utamanya bukan karena Ia mandiri, tapi karena dulu Ia hidup penuh kekurangan.
Dia jadikan apapun sebagai ladang cuan, kecuali jual diri.
Sekarang kehidupannya sudah sangat berubah, sekarang Ia mempunyai Rumah sendiri, mobil dan kemewahan lainnya. semua ini Ia dapatkan sendiri semenjak Ia bekerja dikantor ini sebagai Asisten yang merangkap jadi Seketaris.
Hari ini Nayshi sudah berada di kantor dengan dress marun warna kesukaannya, suara ketukan healsnya mengiringi ke ruang CEO.
" Selamat pagi Pak." Sapanya dengan senyum ramah namun tidak berlebihan.
Pria dibalik meja itu mengalihkan pandangan dari monitor laptopnya dan mengangguk pelan " Pagi, Nayshi tolong carikan data lengkap Zaydan group, karena kita akan buat project bersama mereka dalam waktu dekat." perintahnya.
Nayshi langsung mencatat dibuku yang selalu Ia bawa " Baik pak, Data seperti apa saja yang Anda butuhkan untuk pembahasan awal nanti?"
" Semuanya. Mulai dari company profile terbaru mereka, portofolio project sukses mereka selama tiga tahun terakhir, sampai laporan audit publik mereka kalau ada. Saya mau lihat bagaimana rekam jejak keuangan mereka sebelum kita melangkah lebih jauh."
" Cari tahu juga siapa saja pemegang saham terbesar di sana akhir-akhir ini. Saya tidak mau ada kejutan saat kita tanda tangan kontrak."
Nayshi mengangguk paham dan sudah mencatat hal penting itu " Siap Pak, Sore ini semua datanya akan Saya rapikan di meja Anda dalam bentuk cetak dan file digital."
" Terima kasih Nayshi. Kamu bisa kembali bekerja."
Nayshi keluar dari ruangan itu, Ia langsung duduk di meja kerjanya.
" Kayaknya ada yang mulai sibuk nih. " Goda sahabat-nya Nadia Amanda yang sudah mencondongkan badannya dari partisi meja.
" Yaa begitu lah, biasa." Jawab Nayshi sekenanya, diiringi tawa kecil tanpa mengalihkan pandangannya dari monitor.
" Sekarang kita mau kerja sama perusahaan apa Nay? " Tanyanya penasaran dengan mendekatkan kursinya dengan Nayshi.
" Zaydan group. " Jawab Nayshi dengan mata yang fokus ke PC laptopnya.
Dengan mata yang membuka lebar " Zaydan group? serius? "
Nayshi akhirnya menghentikan ketikan sejenak dengan kening mengkerut curiga " Serius kenapa sih ? perusahaan ini bermasalah? "
" Bukan njir" dengan menepuk lengan Sahabatnya gemas " Tapi katanya Bosnya ganteng bangett idaman para wanita. "
" Oh. " ucapnya datar tidak ada excited dan Ia kembali fokus ke monitor laptopnya.
" Oh doang Nayshii? " Tanya Nadia penuh tekanan dengan wajah ga nyangka, sahabatnya sedatar itu.
" Ya terus? "
" Yaa harusnya Lu excited akan ketemu Cogan, Dia punya badan six pack, berwibawa, tajir melintir. Masa Lu biasa aja ga excited gitu. " cecar Nadia penuh rasa geregetan.
" Yaa buat apa Gua excited, orang Gua ketemu Dia cuman buat kerja sama, just this. " Balas Nayshi tenang dengan tangan yang lihai mengetik serta mengeklik mouse sesekali.
Nadia membuang nafas kasar dan menyadarkan punggungnya ke Kursi" Gini nih kalo ngobrol hal beginian sama wanita yang kelamaan single sampe mati rasa. " Ucapnya, lalu Ia fokus dengan kerjanya sendiri.
" Nah itu Lu paham. " Jawab Nayshi tanpa mengalihkan fokus dari laptopnya.
mendengar itu Nadia hanya buang nafas paham.
Nayshi memang ga pernah tertarik bahas hal seperti ini baginya percintaan itu ga penting, padahal Ia sudah masuk usia menikah.
Dua jam kemudian
Alih-alih tak menunggu sore Nayshi sudah mendapatkan data-data yang diminta, Ia langsung bergegas mengantarkan pada Bosnya.
Tok..tok..
" Masuk aja. " Terdengar suara berat dari dalam.
Nayshi pun langsung masuk kedalam ruangan itu setelah di izinkan masuk.
Namun langkahnya terhenti saat melihat wanita elegan tengah duduk di sofa sambil menyeruput teh hangat.
" Eh ada Bu Clara rupanya. " Sapanya pada Istri Bosnya yang berada didalam sana dengan sopan dan keduanya memang sangat akrab.
Istri Bosnya ini membalas dengan tawa renyah nan elegan " Kamu bener-bener ya, Nay. kalo sudah kerja fokusnya ga ada lawan, padahal lima belas menit tadi Saya lewat meja kamu. "
Nayshi mengerjap kaget " Hah serius Ibu lewat depan meja Saya? Kok Saya sama sekali ga sadar, Nadia juga ga ngode-ngode Saya tadi kalo Ibu lewat. "
" Hahaha, tadi Nadia sudah mau ngode Kamu, tapi Saya bilang biarin aja jangan diganggu, Dia lagi kesurupan target. " Candanya membuat Nayshi tersenyum salah tingkah sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Sang Bos yang memperhatikan interaksi keduanya ikut bersuara, matanya melihat map yang dibawa seketaris plus Asistennya itu " itu berkas yang Saya minta? " Tanya Bosnya.
" Eh iya Pak, Saya sampe lupa tujuan awal saya masuk sini. " Kekeh Nayshi pelan, Ia berjalan untuk menaruh map diatas meja Bosnya itu dengan rapih. " Ini pak, sudah lengkap sesuai intruksi. "
Bosnya itu menaikan satu alisnya, dan melihat jam mewahnya " Sudah biasa, kalo kalian ketemu. Tunggu tadi kata Kamu mau dianter sore. Kok baru dua jam sudah beres? " Tanyanya takjub sambil membolak-balik lembar kertas yang berisi data Zaydan group.
Sebelum Nayshi menjawab, wanita yang duduk disofa menyahut lebih dulu "ihh Pak Arvin Mahendra kayak ga tau aja, Nayshi kan jam terbangnya sudah jauh, kerja cepat dan rapih udah makanan sehari-hari. " pujinya.
Nayshi hanya bisa menunduk kecil, menyembunyikan senyum bangganya dari petinggi dikantor ini. yaa sebenarnya ini bukan pujian pertama untuknya. " Terimakasih atas pujiannya yang terlalu tinggi Bu Clara. "
" Betul kata Istri Saya, jam terbang kamu memang ga bisa diragukan. Jadi, seperti biasa kamu akan mendampingi Saya dalam project ini. " Ucap Arvin dengan persetujuan sang istri.
" Terimakasih Pak atas kesempatan yang kesekian kalinya. " Jawabnya dengan senang, tenang, elegant dan sangat kharismatik.
" Oh iya, Nay. Siapa tahu juga di project kali ini kamu bisa menemukan jodoh kamu disini" Goda Clara dengan mendekatinya.
Nayshi hanya bisa tersenyum simpul, dan sudah biasa dengan tabiat Istri Bosnya yang suka tiba-tiba jadi mak comblang.
Lanjutnya dengan berbisik seolah membagikan rahasia besar " Katanya pemilik Zaydan group itu seumuran kamu tau. Yaa walaupun itu baru katanya, karena Ia sangat memprivasi dirinya di publik. " Lanjutnya.
Nayshi hanya bisa menghela napas secara halus dan samar " hmm sudah lah Bu, Saya belum butuh someone. masih banyak prioritas yang lebih penting. "
Clara terkekeh dengan mengakar kedua tangannya tanda menyerah " oke oke.. " Ucapnya dengan menahan tawanya, karena Nayshi memang ga pernah tertarik dengan pembahasan ini.
" Saya izin lanjut bekerja kembali. permisi Pak, Buk. " Lanjutnya pamit keluar dari ruangan itu.
Nayshi menundukkan kepala sedikit memberikan tanda hormat, lalu membalikkan badannya dengan anggun meninggalkan Suami Istri yang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat keras kepala Asisten yang merangkap jadi Seketaris itu.
Matahari sudah meredup hangat, lampu-lampu kantor mulai menyala satu persatu menandakan waktu pulang Akhirnya tiba.
" Nayshii my bestie, boleh tak teman Mu yang cantik ini pulang bareng? mobil Gue di bengkel. " Bisik Nadia dengan nada memelas sambil memiringkan kepalanya menatap Nayshi yang sedang sibuk merapihkan tumpukan kertas di atas meja.
Nayshi terkekeh dengan tingkah sahabatnya " Boleh boleh, lagian juga searah. "
Mereka berdua menyusuri koridor Kantor, lalu menuju area Parkiran basement. Langkah kaki Nayshi berhenti di sebuah mobil sedan berwarna merah marun, warna yang sangat selaras dengan dress yang melekat di tubuhnya.
Bip... Bip..
Kunci remot berbunyi, keduanya masuk dan duduk didalam mobil. Nadia menyadarkan punggungnya, lalu melihat kearah sahabatnya dan memperhatikan penampilannya.
" Nay, Kenapa si Lu selalu berpenampilan on point? kadang Gue heran. " Tanyanya penasaran.
" Yaa karena penting. " Jawab Nayshi santai, sambil memasang sabuk pengaman dan menyalakan Mobil.
" Penting apanya? Kan cuman pakaian aja. " Sanggah Nadia dengan memutar tubuhnya menghadap Nayshi.
" Gue aja kalo ga ada meating, males banget. Lebih nyaman pakai kaos oblong yang lebih santai hahaha. "
Nayshi pun ikut terkekeh sembari menginjak Gas untuk menjalankan mobilnya keluar dari parkiran " Yakan Kita harus menyesuaikan pakaian yang kita pakai, yaa kalo dirumah Gua juga pakai daster longgar yang adem hahaha.. "
Mereka berdua tertawa bersama, namun Nadia punya ide jail untuk menggoda sahabatnya ini " Tapi kadang Gua mikir. Lu berdandan cantik dan anggun setiap hari, ga ada gitu pikiran sedikit aja untuk menarik perhatian laki-laki? Siapa tahu ada berondong yang terpikat. "
Nayshi pun terkekeh menagapi candaan sahabatnya itu " Gila aja. Gua dandan bersikap anggun bukan untuk menarik perhatian manapun, cuman untuk kepuasan dan menghargai diri sendiri. "
Nadia pun menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Nayshi " Ada aja jawaban Ibu Nayshi Nirwana, hahaha... "
Mobil merah marun itu membelah kemacetan Kota yang mulai padat sore ini, seluruh motor dan mobil dari berbagai arah memadati jalanan ini.
setengah jam berlalu...
Setelah mengantar Nadia, kini Ia telah sampai dipelataran Rumahnya yang berbentuk moderen minimalis. Gerbang pagar terbuka otomatis, dan Ia langsung memasukkan mobil kedalam garasi.
Ia keluar dari mobil dengan tas sudah ditangannya. Saat Ia buka pintu, harum masakan mengisi seluruh Rumah.
" Assalamu'alaikum, Mah, Pah. " Ucapnya sambil mengganti sendal khusus untuk didalam Rumah.
" Waalaikumsalam, Sayang.. " Jawab keduanya bersamaanbersamaan dari arah meja makan.
Nayshi menghampiri mereka lalu menyalimi keduanya.
" Aduh Anak Papah kecapean yaa.. " ucapnya sambil membelai rambut Putri semata wayangnya.
Nayshi menenangkan " Engga kok biasa aja. "
Papah menatap lekat Wajah Putrinya hingga matanya berkaca-kaca " Coba aja Papah ga gampang sakit-sakitan, pasti Kamu ga perlu kerja sekeras ini dari kecil, dan biaya sekolah sendiri sampai dititik ini. " Ungkapnya dengan suara bergetar penuh haru dan rasa bersalah.
Nayshi melihat air mata yang menggenang dimatanya " Apa sih Pah, jangan bicara seperti itu lagi yaa.. Aku ga masalah kok. Aku suka dengan apa yang Aku jalanin. " Ucapnya dengan mengusap air mata Papahnya.
Ia menatap kedua Orang tuanya secara bergantian " Lagian sekarang alhamdulillah Aku sudah di titik yang Aku impikan, dan ini semua karena doa dari Papah dan Mamah. "
Mama pun ikut terharu. Tapi Ia tak mau sore ini jadi kesedihan yang berlarut-larut, dengan cepat Ia mencairkan suasan " Udah udah sedihnya, sekarang kita makan. Tapi Kamu cuci tangan dulu. "
Nayshi dengan senyum tulus serta semangat " Siap Bos!!!!! " Ucapnya dengan tanda tangan hormat di keningnya.
Suasana makan itu sangat hangat dan harmonis. Tidak ada tekanan, hanya kehangatan keluarga yang selalu jadi tempat Nayshi pulang dan bersandar dari hiruk-pikuk dunia.
Waktu malam pun tiba
Setelah Ia membersihkan diri dan mengganti pakaian, Ia mengambil Laptop dan memasukkan data Zaydan Group yang Ia peroleh di kantor tadi untuk Ia pelajari.
Ia memindahkan data di HP-nya kedalam laptop dengan wajah yang sedang pakai masker.
" Rekam jejak keuangannya benar-benar bersih, ekspansi bisnis dalam tiga tahun juga tampak agresif tapi penuh perhitungan " Gumam Nayshi sambil menyimpitkan mata,membaca grafik pertumbuhan saham Zaydan Group.
Segala data statistik, portofolio project, hingga laporan audit publik yang Ia kumpulkan tadi bener-bener sempurna. Perusahaan ini benar-benar dipimipin oleh tangan dingin yang jenius.
Namun, ada naluri rasa ingin tahu ' Siapa sebenarnya sosok pemimpin Zaydan Group? ' monolog Nayshi penasaran.
Mengingat perkataan Clara dan Nadia mengenai pemimpin Zaydan yang sangat privasi, dan hanya katanya tampan.
Nayshi tak bisa menahan rasa penasarannya sehingga Ia membuka Instagram dan mengetik nama @keenan.zaydan.
Nayshi mengeklik akun yang sudah centang biru tersebut, Ia meng scroll feed instagram tersebut sampai bawah.
" Gila se privasi ini, cuman badannya doang yang diperlihatkan. " Monolognya dengan tangan yang masih scrolling.
Sampai pada satu foto yang membuat jarinya berhenti " Omaygat, ini serius? Gilaa seksi bangettt. " gumam Nayshi dengan reflek jari telunjuk ia gigit.
" Nayshi fokus tujuan awal, pelajari perusahaannya bukan pemiliknya." Gumamnya sambil mematikan ponselnya.
" Tapi emang badannya bagus bangeettt, aaahhh!!! " Ucap Nayshi dengan ekspresi salah tingkah hingga masuk kedalam selimut.
Setelah Ia gulang-guling ke kiri dan kanan Ia pun tidur pulas, bukan hanya salah tingkah melihat Pria seksi tapi karena tubuhnya memang lelah kerja seharian.
Keesokan harinya
Suara ayam membangunkan Nayshi di pagi yang masih gelap tepat pukul 05:00 pagi.
Nayshi bergegas mengambil air wudhu dan mendirikan sholat, dan langsung bergegas ke kamar mandi untuk bersiap-siap, Ia mengenakan baju warna navy sehingga memberikan kesan elegant.
setelah Ia selesai bersiap, Ia segera turun untuk sarapan bersama dengan kedua orang tuanya.
" Pagi Mah, pah. " Sapanya dengan raut wajah ceria.
" Pagii. " Jawab mereka berdua bersama.
Mama tersenyum sumringah melihat penampilan Putrinya yang selalu cantik, anggun dan elegant " Cantiknya anak Mamah. " Puji Mamah sambil memberikan nasi di piring putrinya.
Papah menatap istrinya dengan pura-pura menatap sengit " Anak Papah juga lah, masa anak mamah doang. " Protes Papah sambil mengusap lembut rambut Putrinya.
Mamah terkekeh pelan sambil menepuk baju suaminya manja" Kan Nayshi cantik kayak Mamah, jadi Dia anak Mamah. "
Papa hanya berdehem pelan sambil melipat kedua tangannya pura-pura merajuk " Hmm.. "
Nayshi menggelengkan kepala melihat tingkah kedua orang tuanya yang selalu menggemaskan di setiap pagi " Sudah-sudah Aku anak kalian berdua. " ucap Nayshi berusaha menengahi.
" Sikap kerja keras selalu berusaha semaksimal mungkin kan turun dari Papah, dan cantiknya Aku turun dari Mamah. Jadi adilkan. " Lanjutnya.
Ini lah mood booster Nayshi setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, mendengar candaan dari orang tuanya.
Setelah sarapan Nayshi langsung bergegas pergi ke Kantor dengan mobil marun kesayangannya.
Setelah setengah jam Ia pun sampai dikantor, Ia hanya mengambil berkas untuk meating hari ini, dan masuk mobil Bosnya Arvin kearah Kafe untuk meating disana.
Mereka meating di Kafe itu pilihan pimpinan Zaydan Group karena mereka ingin meating ini lebih santai.
" Semangat besttt, semoga meatingnya lancar yaa agar Gua bisa lihat langsung wajah si Keenan Zaydan. " Ucap Nadia pada Nayshi yang tengah mempersiapkan berkas.
Nayshi mendengar tutur konyol temenannya hanya geleng-geleng kepala " Ngasih semangat karena ada maunya. "
" By the way kok tumben baju Lu ga ada unsur marun? " Tanya Nadia yang tiba-tiba salfok dengan pakaian Nayshi yang berbeda dari biasanya.
" Lagi pengen aja pakai baju warna Navy, kenapa aneh? " Sahut santai Nayshi sambil merapihkan tantanan bajunya.
" hmm.. engga sih, malah jadi warna baru yang cocok buat Lu. Aku sih yess. " Balas Nadia dengan nada menggoda.
Nayshi terkekeh kecil karena temennya ini malah cosplay jadi mas Anang Hermansyah.
" Nayshi jalan sekarang, jangan sampai Mereka sudah sampai duluan. " Panggil Pak Arvin yang sudah keluar dari ruangannya dan sudah siap dengan Jaz coklat pilihan istrinya.
" Siap Bos. " Sahut Nayshi sigap.
" Nay tolong jadi paparazi buat Gua!!! " Ucap Nadia dengan sedikit berteriak.
Pak Arvin berhenti sejenak dan menoleh " Kerjaan Kamu udah selesai belum Nadia? cowok mulu otaknya. " Tegur Pak Arvin dengan berteriak juga tapi nada bercanda.
" Iya Pak maaf. " Jawab Nadia dengan wajah merona malu, dan langsung pura-pura sibuk membolak-balik kertas di mejanya.
Nayshi yang mendengar itu semua terkekeh kecil dan puas temennya yang cegil ini ditegur langsung oleh bosnya.
Mereka berdua pun langsung masuk kedalam mobil, lalu Supir langsung menancap gas.
Untungnya pagi ini jalanan tidak terlalu padat sehingga kesempatan mereka sampai kafe lebih dulu dari pada Zaydan Group.
" Pak, kenapa pemimpin Zaydan Group ini sangat privat? bahkan di instagramnya wajahnya tidak diperlihatkan? " Tanya Nayshi polos dengan pura-pura membaca ulang map ditangannya.
Pertanyaan spontan itu membuat Pak Arvin yang sedang Video call dengan istrinyaistrinya dan mereka berdua bicara melalui tatapan.
" Oh lihat profil perusahaan itu harus sampai ke instagram pribadi? " goda Bu Clara dari layar video call dengan suara terdengar cukup nyaring.
Pak Arvin menimpali Istrinya untuk menggoda Asisten plus sekretarisnya ini " Aku juga baru tau Sayang, mungkin sekarang biar lebih detai kali si Nayshi sampai kepoin instagram pribadi."
Nayshi yang sadar dirinya telah digoda habis-habisan dengan dua pasangan itu membuat pipinya terasa hangat, langsung reflek sedikit meremas map yang ada ditangannya.
" Eh hmm bukan begitu Pak," ngelesnya cepat dengan wajah panik yang tak dapat di sembunyikan " Tapi cuman aneh aja pemilik perusahaan tapi menyembunyikan wajahnya dari publik. "
" Ga aneh kok, Pak Kevin dari Orion Group juga privasi wajahnya di sosial media. "
Sebelum Nayshi bernapas lega, Bu Clara menyambar lagi dari balik video call itu untuk memojokan nya " Tuh, berarti bukan aneh tapi Kamu aja yang penasaran. "
" eng-ngga kok biasa aja. " Jawab Nayshi gagap Ia berusaha keras menata ekspresi wajahnya biar terlihat tenang dan profesional tapi wajah merona tidak bisa ia tutupi.
Pak Arvin dan Bu Clara terkekeh kecil melihat kepanikan Nayshi, dan pada akhirnya Bu Clara menyudahi panggil video call itu.
Suasana didalam mobil kembali tenang, sehingga Nayshi bisa mengatur nafas dan mengembalikan wajahnya yang merona.
Tak lama kemudian, mobil mereka telah sampai di Kafe eksklusif bernuansa industri. mereka berdua turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam Kafe serta duduk disofa yang sudah mereka pesan.
Perhitungan waktu Pak Arvin sangat tepat, mereka sampai lebih dulu sebelum pemimpin dan asisten Zaydan Group sampai.
Setelah beberapa saat, tak lama Pria gagah, berkharisma, Maskulin akhirnya tiba dengan warna Jaz Navy senada dengan dress Nayshi.
" Hai Bro, masih inget Gua ga? " Tanya Pria itu pada Arvin.
Membuat mata Arvin tak percaya sosok di hadapannya adalah teman satu kuliah " Serius Keenan Zaydan itu Lu? si Nanan temen Gue. "
" Yaa masa sih Lu ga kenal Gue?" Ucapnya lalu mendekati Arvin dan Nayshi.
Arvin dengan senang langsung tos ala Pria cool " Ahhh Nanan temen Gue, gila ga nyangka Gua. "
Nayshi melihat itu hanya tersenyum anggun dan bingung ' Kok bisa Pak Arvin sampe ga inget sama temennya sendiri?'
Pak Arvin memperkenalkan Nayshi pada Keenan " Bay the way, Ini Nashi Nirwana. Dia Asisten sekaligus Sekretaris kepercayaan Istri Gua. "
Nayshi pun memberi salam hormat dengan menyodorkan tangannya " Salam kenal Pak keenan, Saya Nayshi. "
" Salam kenal juga Saya Keenan. " Sahutnya dengan membalas salam Nayshi serta tangan keduanya saling menjabat.
Keenan juga memperkenalkan Asistennya " Ini juga Asisten yang merangkap Sekretaris, Namanya Keysa. Bedanya dengan Nayshi, Dia kepercayaan orang tua Saya. "
Candaan Keenan membuat mereka terkekeh " Hahahaaa Nanan Nanan ga hilang ilang lucunya dari zaman kuliah. " Ucap Arvin sambil menggelengkan kepalanya.
Keysa memperkenalkan dirinya dan menjabat tangan bergantian dari Arvin lalu Nayshi " Salam kenal Pak Arvin dan Nyonya Nayshi, Saya Keysa. "
" Saya Nayshi. " Balas Nayshi anggun.
" Sudah-sudah kita duduk, biar obrolan makin enjoy. " Ucap Arvin mempersilahkan mereka semua untuk duduk.
" Kita langsung topik serius aja, Lu kalo penasaran banget ama Gua kapan-kapan aja yaa. Soalnya Asisten Lu udah sangat siap untuk mulai meating. "
Nayshi yang tengah membuka laptop dan map berkas langsung terkekeh kecil sangat anggun " Hehehe, kalo masih mau berbincang santai karena pertemuan kembali setelah tak berjumpa bertahun-tahun lamanya ga masalah. Saya hanya mempersiapkan saja. "
" Kita langsung ke hal serius aja, karena kalo terus berbincang santai yang ada meeting nya ga akan pernah mulai. " Canda Arvin.
Mereka pun langsung masuk ke perbincangan serius, Asisten Keenan mulai menerangkan garis besar serta tujuan utama pada kerja sama.
Selama persentasi berlangsung Ia memperhatikan dengan seksama, sambil tangannya mengetik dengan lihai mencatat hal hal kursial yang disampaikan Keysa.
"Mohon maaf menyela sedikit, Keysa," ucap Nayshi lembut namun terdengar sangat tegas dan berbobot.
"Mengenai alokasi dana darurat di poin ketiga yang kamu paparkan jika kita mengalihkan 15% dari anggaran cadangan untuk penguatan digital marketing di kuartal pertama, efisiensi operasional kita bukan hanya aman, tapi potensi yield nya bisa meningkat hingga dua kali lipat dalam enam bulan."
Arvin mendengar pendapat Asistennya pun setuju dengan Masukan yang diberikan Nayshi " Satu pemikiran, bagaimana dengan Kamu Nan? "
" Wow, Nona Nayshi ini cepet tanggap banget yaa. Saya pun sepakat dengan saran yang diberikan Nona Nayshi. " Sahutnya dengan tatapan kagum.
Keenan menatap Asistennya untuk merubah anggaran " Keysa ubah anggaran itu dengan saran dari Nona Nayshi. "
" Siap Pak Keenan. " Ucap Keysa dengan cepat mengetik hal yang harus di revisi.
Singkat cerita, kerja sama ini pun jadi dengan menyatukan dua pendapat dari kedua perusahaan itu, sehingga meeting pertama ini sangat lancar.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!