Vara Disa Nadila putri.,S.H
Itulah nama gelar terbaru dari seorang gadis lugu bernama Vara, yang pada hari ini telah diresmikan sebagai sarjana Hukum disebuah kampus besar dikota tempat tinggal nya.
" Alhamdulillah anak-anak ku wis Podo lulus, Podo Ndang luru kerjo Yo. Ojo nganggur mesake wong tua" Ujar seorang wanita paruh baya yang umur nya sekitar 45 tahun.
Vara dan ketiga teman nya segera menjabat tangan wanita tersebut sembari tersenyum lebar dan tak henti henti nya mengucapkan terimakasih.
Karena ia lah orang pertama yang menjadi penguat sekaligus pemberi arahan mereka dikala mereka jenuh mengerjakan skripsinya.
"Ibu terimakasih banyak yaa, ibu yang udah mengarahkan kita selama ini, udah ngebantu dan selalu support kita. Terimakasih ibu" ujar Anna sahabat baik Vera
Wanita paruh baya itu hanya tersenyum sembari mengelus lengan gadis itu, tapi terlihat Dimata nya ada perasaan bangga yang tidak bisa ia ceritakan.
"Sama-sama Yo nduk, Podo luru kerja sek bener Ojo korupsi mesake wong tua Yo" ucap wanita paruh baya tersebut
Wanita tersebut merupakan dosen pembimbing mereka bertiga yang selama tiga bulan ini selalu menemani dan sangat telaten mendidik serata mengarahkan mereka.
dosen tersebut bernama Bu Mega, ia merupakan dosen tetap dikampus tersebut dan sudah menjadi seorang dosen selama kurang lebih sepuluh tahun.
"Ibu, mohon maaf tapi saya tetap masih mau menghubungi ibu boleh? soalnya saya masih tetap sama pengen dapat informasi CPNS dari ibu hehe.." Ujar vara sembari tersenyum lebar
Bu Mega hanya geleng-geleng sembari cubit pelan lengan Vara.
"Silahkan saja nduk, WhatsApp ibu akan selalu ready untuk kalian"
Mereka berdua pun kembali memeluk ibu dosen tersebut sembari terus mengucapkan kata terimakasih.
Setalah pertemuan mereka bertiga bersama Bu Mega selaku dosen pembimbing mereka pun akhirnya berpencar dan menemui keluarga mereka masing-masing.
_________
Keesokan pagi nya, Vara baru bangun tidur sekitar pukul enam pagi. Ia bangun dan langsung mengambil ponsel nya yang terletak di atas nakas samping tempat tidur nya.
" Udah jam enam, ngapain ya" gumam Vara
Ia bangun dengan perasaan lega dan dengan pikiran yang fresh karena ini adalah pagi yang indah baginya.
Setelah kurang lebih tiga bulan ia selalu bergadang di depan laptop nya hanya untuk menyelesaikan skripsi yang selalu ia kerjakan dengan penuh sabar meskipun kadang kala ia selalu merasa frustasi.
Vara pun keluar kamar, ia tidak mendapati mama nya ada di rumah seperti nya sudah berangkat pasar untuk berjualan. Ia juga tidak mendapati Kakak nya berada di rumah seperti nya kakak nya sudah pergi bekerja.
"Masak mie aja lah, malas masak aku badan ku masih pegal pegal"
Vara langsung menuju ke lemari es yang terletak di ruang keluarga, ia membuka nya dan mengambil satu buah mie goreng.
Ia segera menuju ke dapur dan memasak nya, sembari menunggu mie nya matang ia duduk di ruang makan lalu membuka ponsel nya, ia mendapati sebuah pesan dari sahabat nya.
_Aku hari ini free nih, jadi jalan-jalan ke alun-alun engak kita..katanya lu mau diet_
Begitulah pesan yang ia terima dari salah satu sahabat baik di desa tempat tinggal nya.
Vera terdiam sebentar sembari melamun, tak lama ia pun membalas pesan tersebut dengan kata ia.
setelah selesai sarapan dan mandi pagi, ia menggunakan pakaian rapi untuk berolahraga setelah itu ia mengeluarkan motor dan memakai helem nya lalu menuju ke rumah salah satu sahabat nya.
"Gue kira lu engak mau, soalnya gue ajak nya dadakan" ujar Kiara teman sekaligus sahabat baik satu-satunya di desa tempat tinggal vara.
"Gue sebenernya engak mau, cuma mumpung lu lagi ada waktu, gas lah aku juga lagi butuh refreshing"
Tanpa menunggu lama Vara dan Kiara pun segera pergi menuju alun-alun tempat biasa mereka jogging, yang nanti ending nya pasti mereka akan membeli cemilan atau sarapan lagi wkwk.
Engak jadi diet dong itu vara🤣
...****************...
Sudah lima hari Vara menunggu adanya pendaftaran CPNS melalui Instagram dan aplikasi lainya, namun sampai dengan saat ini belum ada tanda-tanda adanya pembukaan CPNS tersebut.
Hingga pada hari ke 6 setelah satu Minggu ia menganggur dan hanya sibuk mencari kabar pembukaan CPNS melalui media sosial, ia mendapati message dari teman kampus nya.
_Anna:"var, gue dapat tempat magang nih butuh dua orang dikantor Advokat"_
Bagaikan kejatuhan emas satu ton, Vara langsung berbunga-bunga hati nya setelah membaca pesan tersebut, ia segera membalas pesan tersebut
_"Vara:dimana itu an?"_
_"Dikantor nya adik nya bu Mega, aku dapat kabar semalam dari Bu Mega dan suruh menyampaikan ke kamu juga. soalnya cuma butuh dua orang"_
Vara terdiam sembari menatap balasan pesan dari teman nya itu, Kantor tersebut hanya membutuhkan dua orang yang dimana berarti salah satu sahabat mereka ada yang tidak ikut magang bersama.
Namun Vara enggan untuk bertanya kepada teman nya itu, ia memilih mengiyakan dan besok pagi ia dan Anna akan datang ke kantor tersebut untuk mengurus pendaftaran magang nya.
Pagi hari nya tepat nya hari Senin, Vara sudah rapi dengan pakaian terbaik nya sembari sibuk memasukan beberapa berkas kedalam tas nya.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar, Vara menoleh ke arah pintu dan langsung menyahut ketukan pintu dari arah luar tersebut.
"Masuk" Vara kembali menoleh ke arah pintu, dan terlihat seorang wanita paruh baya berjalan mendekat dengan senyuman indah nya, ia lalu duduk di ranjang sembari mata nya menatap beberapa berkas yang belum Vara masukan ke dalam tas nya.
"Di cek lagi ya, jangan sampai ada yang ketinggalan. semoga lancar yaa" Ujar wanita tersebut
Vara menatap lembut wajah Mama nya lalu ia duduk di samping mama nya dan memeluk nya sembari mencium punggung tangan nya.
"Mama doain aku ya, semoga aku langsung diterima dan besok udah bisa magang" Mama mengangguk pelan sembari mengusap kepala putri nya itu.
Sekitar pukul 9.00 pagi, Vara dan Anna sudah sampai di depan kantor advokat milik adik dari dosen pembimbing nya tersebut, tak lama ada seorang wanita cantik mendekati mereka berdua, dan dengan sopan dan pelan wanita tersebut mempersilahkan mereka berdua masuk.
"Jadi besok kita udah boleh langsung masuk kan ya" tanya Anna, Vara mengangguk
"Akhirnya gue engak nganggur lagi, cuma gue takut an, kira-kira bakal ribet engak ya dan gue paham engak ya" tanya Vara
Saat ini mereka sudah dinyatakan diterima untuk magang dikantor Advokat/Firma hukum (law firm), namun di lubuk hati nya mereka masih memiliki ketakutan terbesar.
Mereka takut tidak paham dengan apa yang nantinya akan diperintah oleh atasan nya atau bahkan mendapatkan atasan atau teman kerja yang menyebalkan, namun mereka tetap berharap nantinya mereka akan diberi kemudahan dan sesuai ekspektasi mereka.
"Kita makan dulu yuk, gue lapar" Anna memegangi perut nya yang dari tadi tidak henti henti nya berbunyi, karna memang dari pagi ia belum sempat mengisi perutnya dengan makanan apapun.
"Boleh, kamu pengen makan apa?" tanya Vara, meskipun ia sudah sarapan namun saat ini sudah jam makan siang tentu saja perut nya sudah keroncongan lagi.
"Gue pengen nasi Padang, kayaknya enak tuh. Andalan kita dulu waktu masih kuliah masih inget engak lu" Vara dan Anna tertawa, mereka kembali mengingat dimana mereka sering makan ditempat itu saat keadaan darurat kelaparan waktu dikampus.
Selain tempat nya nyaman dan murah, disana juga ada sambungan Internet gratis yang membuat mereka selalu betah karna mereka bisa makan sembari mengerjakan tugas kuliah yang membandel pada saat itu.
Sekitar pukul delapan malam, setelah Vara selesai sholat isya Vara segera mengambil ponsel nya dan mengirimkan pesan berisi ucapan terimakasih kepada mantan dosen pembimbing nya itu.
Bu Mega adalah dosen pembimbing yang sangat baik, ia selalu membuat semua anak didik nya untuk selalu bersemangat dan tidak mengenal kata menyerah, meskipun ia sendiri sibuk dengan pekerjaan namun ia tidak pernah menyepelekan mahasiswa nya apa lagi dalam hal membimbing skripsi seperti kemarin.
Bu Mega selain menjadi seorang dosen tetap di kampus bunga Bangsa ia juga seorang pengacara yang terkenal ahli menangani kasus sehingga banyak klien yang merasa puas jika menggunakan jasa nya.
Yang pernah Vara dengar dahulu Bu Mega terlahir dari keluarga yang sederhana Ayah nya hanya seorang tukang sol sepatu dan ibu nya seorang cuci gosok, namun dengan gigih dan kerja keras nya mereka dapat menyekolahkan Bu Mega dan adik nya hingga mereka lulus S2 dan sukses seperti sekarang.
..._________________...
Bantuk support Mimin ya guys, biar makin semangat nih😁
Hari ini tepat nya pada hari Selasa, adalah hari dimana Vara dan Anna pertama kali nya mereka akan bekerja/magang di kantor Advokat. Mereka harus sampai kantor pada pukul 08.00 pagi hari.
dan Vara memutuskan untuk otw dari rumah pada pukul setengah 8 karena perjalanan dari rumah ke kantor membutuhkan waktu sekitar 20 menit, itu pun kalau tidak macet.
"Selamat pagi Bu" Sapa mereka berdua kompak, kepada Bu Sefti selaku advokat dan pemilik kantor tersebut.
kemarin memang mereka berdua disuruh oleh HRD untuk menemui Bu Sefti terlebih dahulu agar mereka diarahkan dan dibimbing.
"Pagi, Kalian anak magang baru itu kan?" tanya Bu Sefti, Anna dan Vara mengangguk
"Ayo kalian ikut saya keruangan, nanti saya jelaskan" tanpa berlama lama lagi mereka berdua mengikuti Bu Sefti keruangan nya.
setelah sudah dibagi penempatan nya dan cara kerja nya mereka segera diantar oleh asisten pribadi nya Bu Sefti ke ruangan yang sudah dibagikan oleh Bu Sefti tadi.
"Silahkan masuk saja ya mba, pak Sena sudah menunggu di dalam" ujar asisten pribadi Bu Sefti
Vara mengangguk dan tak lupa mengucapkan terimakasih, lalu dengan sedikit kegugupan nya ia mengetuk pelan pintu ruangan tersebut.
Tok tok tok
Tidak ada jawaban, hingga tak lama suara menggelar seorang pria dari dalam mengagetkan lamunan Vara.
"Masuk"
Vara membuka pelan pintu tersebut, tatapan nya langsung menuju ke arah meja besar yang di depan nya ada seorang pria yang duduk dengan pakaian rapi dan juga wajah yang tegas nan tampan.
Pria tersebut berdiri menyambut Vara dengan senyuman indah yang terukir di wajah nya, Vara pun mengikuti arahan pria tersebut untuk duduk di kursi yang di tunjukan.
"Kamu Vara ya, salam kenal ya. Saya Sena orang orang kantor biasa panggil saya Mas Sena atau pak Sena" pria tersebut mengulurkan tangan nya untuk menyalami Vara.
"Betul pak saya Vara, baik pak Sena"
Setelah mereka saling mengenalkan diri Vara pun dijelaskan cara kerja dia nanti, tentu nya karna dia hanya anak magang kerja nya cuma membantu. meski hanya membantu tapi Vara berharap nantinya ia bisa mendapatkan pengalaman untuk masa depan nya kelak.
"Vara nanti jam 11 saya ada urusan diluar, kamu tolong rapikan berkas-berkas yang ada dimeja saya ya. Sudah ada nomor nya tinggal kamu susun" perintah pak Sena
Vara mengangguk dan menyanggupi nya, setelah pak Sena dan asisten nya keluar ia langsung menuju ke meja atasan nya itu untuk menata berkas sesuai perintah nya tadi.
Makan siang pun tiba, Vara karena anak baru ia masih malu untuk keluar beli jajan atau pun membeli makanan, apalagi ruangan Vara dan Anna berjauhan jadi mereka tidak bisa istirahat bersama
_Vara:Na lu dah makan siang belum, gue laper banget tapi gue malu keluar nya_
_Anna:sorry var, gue diajak keluar sama Bu Vero..ini lagi makan_
Begitulah kira kira isi chat mereka, Vara pun menghalau disisi lain ia lapar tapi dia malu keluar sendiri apalagi belum kenal siapa siapa.
Tok tok tok
Vara terkejut mendengar suara ketukan pintu dari luar, ia takut pak Sena sudah kembali. Ia malu kalau sampe pak Sena tau ia masih berada di ruangan nya saat jam makan siang begini.
Tapi dengan berat hati ia berdiri dan membuka pintu nya dengan pelan.
" Hallo, Vara kan?" tanya seorang perempuan berwajah cantik, berambut pendek dan berkulit putih bersih.
Yang tidak lain tidak bukan ia pasti orang yang bekerja dikantor ini juga, Vara langsung menganggukkan kepala.
"Saya Rani, saya pegawai juga disini"
Perempuan tersebut mengulurkan tangan nya untuk bersalaman, dengan senang hati Vara menyalami perempuan tersebut dengan sopan.
"Saya diperintah pak Sena untuk mengajak kamu makan siang, apa kamu sudah makan?" Vara kaget
_Bagaimana bos nya itu bisa tau, apa dia memantau aku dari CCTV. Aduh gawat malu banget aku_
Gumam Vara dalam hati.
Pertama kali masuk kerja ini, Vara benar benar disambut baik dan ramah oleh orang-orang kantor, entah itu atasan maupun pegawai.
Meskipun ada beberapa kejadian yang membuat Vara kesal, tapi itu tentu nya karna kesalahan dia sendiri yang terlalu malu-malu dan akhirnya ia kelaparan wkwk seperti tadi waktu makan siang.
...****************...
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!