Indonesia
NovelToon NovelToon

CINTA ASYIFA

LULUS INTERVIEW

Paksakan lagi ikhlasmu... Sebab saat ini... Lawanmu adalah takdir.

Ada takdir yang awalnya harus kita terima dengan air mata, ada juga yang harus kita ikhlaskan dengan hati yang terluka.

Seorang perempuan.... Jika dia sibuk dengan pekerjaan, membangun karir, menghabiskan seluruh waktunya dengan menyibukkan diri, berarti sakitnya tidak main main.

...----------------...

"Ayo cepetan dek... Nanti kalian terlambat." suara seorang perempuan kembali terdengar di telinga adik adiknya.

Cup...

Sebuah kecupan di pipi mendarat, anak laki laki berusia 11 tahun itu, mendaratkan kecupan singkat untuk kakaknya.

" kamu ini sudah besar dek, masih aja suka cium cium sama mbak" kata perempuan berusia 22 tahun itu.

" Mbak syifa tidak mencuci hari ini?" tanya adik satunya yang saat ini berusia 17 tahun dan duduk di kelas 3 SMA.

" Tidak dek, hari ini mbak mau melamar pekerjaan di perusahaan yang baru buka itu. Katanya menerima lulusan SMP." jawab wanita itu yang ternyata bernama Syifa.

Asyifa... Seorang perempuan berusia 22 tahun, yang rela berjuang untuk sekolah adik adiknya.

Dia menjadi buruh cuci dan setrika dari rumah ke rumah, dari pagi hingga sore, lalu menerima jasa les untuk anak anak di sekitar kontrakan.

Hasilnya tidak seberapa.... Tetapi masih bisa dia kumpulkan untuk membayar kontrakan, makan dan biaya sekolah adiknya.

Dia menekan semua keinginannya demi adik adiknya. Adiknya harus lulus kuliah. Harus. Itu sebabnya dia bekerja dari pagi sampai sore, demi membiayai adik adiknya.

" Mbak... Hari ini pulang sekolah aku mau ke bengkel mas Arya." kata adiknya yang bernama Radit.

Radit pulang sekolah bekerja paruh waktu, sedangkan adik bungsunya yang bernama Bayu, pulang sekolah menunggu kedua kakaknya di rumah.

Asyifa sudah melarang adiknya bekerja, dia ingin adik adiknya fokus belajar, tetapi Radit membuktikan, walaupun bekerja... Nilainya tidak pernah gagal.

Asyifa meminta Radit mengumpulkan uangnya. Hasilnya bisa buat jajan atau kalau ada kebutuhan mendadak.

" Mbak... Ayolah. Mba syifa melanjutkan paket C, agar mbak Syifa memiliki ijazah setara SMA." kata Radit.

" Aku ada uang mbak, untuk biayanya." lanjut Radit.

"Tidak dek... Doakan saja mba di terima, kalau di terima... Mbak bisa membiayai diri mbak sendiri." Jawab Asyifa. Dan Radit tidak berani memaksa.

Semua sudah selesai makan, Radit dan Bayu berangkat bersama. Asyifa melihat adik adiknya sampai hilang dari pandangan.

" Semoga aku di terima. Aamiin." Asyifa memanjatkan doa dalam hati.

Asyifa menempati kursi yang sudah di sediakan untuk semua pelamar kerja.

Dengan wajah yang menunduk, Asyifa memegang erat kedua tangannya.

Ini pertama kali dia melamar pekerjaan ke perusahaan. Selama ini... Dia memilih berjualan dan menajdi buruh cuci. Sebab hanya pekerjaan ini yang bisa dia lakukan sambil menjaga adik bungsunya.

" Asyifa safitri " Suara pengeras memanggil namanya.

Asyifa segera berdiri dan mengetuk pintu ruangan interview. Berkas sudah di kumpulkan sebelumnya, jadi dia hanya membawa tas selempang di bahu.

"Saudara Asyifa, kelebihan apa yang bisa kami pertimbangkan untuk bisa menerima anda bergabung dengan kami?" pertanyaan salah satu pegawai HRD.

" Saya sudah terbiasa bekerja keras, dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Saya siap di tempatkan bagian apapun" jawab Asyifa.

" jika kami menempatkan anda di bagian pembuangan akhir, apakah anda bersedia?" tanya HRD lagi.

" Saya siap pak" jawab Asyifa tanpa ragu.

Dalam benaknya hanya adik adiknya. Dia harus mendapatkan pekerjaan ini demi pendidikan kedua adiknya.

" Apa yang membuat anda yakin?" giliran HRD perempuan yang bertanya.

" Bismillah... Saya berniat melamar pekerjaan di sini agar bisa membiayai sekolah kedua adik saya. Jadi saya sangat yakin dengan pilihan saya untuk bergabung dengan perusahaan ini, apapun posisi saya." jawan Asyifa dengan tegas.

Semua HRD yang ada di ruangan tersebut terdiam.

Lalu salah seorang di antara mereka berdiri dan mengulurkan tangan.

" Selamat mbak Asyifa, anda di terima bekerja dan bergabung dengan perusahaan kami." HRD berjenis kelamin perempuan tersebut berkata sambil tersenyum.

Asyifa spontan mendongakkan kepala, matanya berkaca kaca.

" Saya.... Di terima?? Tapi... saya hanya berijazah SMP..." ucap Asyifa dengan terbata bata.

" Jadi... Anda menolak pekerjaan ini?" tanya HRD itu.

" Tidak... Tidak... Saya bersedia... Saya berterimakasih, MasyaAllah... Allah... Allah... Alhamdulillah... Terimakasih Bu... Terimakasih Pak..." Asyifa dengan suara gemetar menerima uluran tangan HRD dan spontan menyalami semua pegawai di ruang interview.

Bahkan... karena sangat bahagia, tanpa sadar dia sujud syukur di ruang itu... dan di hadapan semua pegawai HRD.

Asyifa kembali duduk... Lalu tanpa waktu lama, berkas penandatanganan kontrak kerja sudah terjalin. Asyifa resmi bekerja mulai esok hari.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Selamat datang di karya ke 3 dewi ars. Semoga kalian tidak bosan ya manteman....

Mohon maaf jika banyak typo dan lambat update.

Selalu terselip sedikit nasehat untuk kita semua. Semoga bermanfaat dan tetap menjadi penyemangat menjalani kerumitan hidup.

Terimakasih untuk dukungan kalian... Semoga kalian semua selalu sehat dan lancar rizki. Aamiin...

BERTEMU

Asyifa pulang dengan hati sangat bahagia, Senyum ceria tidak lepas dari bibirnya.

Sampai rumah, Bayu... Adik bungsunya menyambut kedatangannya dengan kening berkerut.

" Ada apa dengan mbak Asyifa??" Tanya Bayu.

"Kakak di terima bekerja di perusahaan." jawab Asyifa.

Dari balik kamar, keluar Radit... Adik tengahnya keluar, melihat kakak dan adiknya berpelukan... Dia tahu sesuatu hal yang baik telah terjadi.

" Radit... Sini dek..." panggil Asyifa.

" Mbak Asyifa di terima kerja di perusahaan, mulai besok aku sudah mulai bekerja." terang Asyifa pada Radit.

"Alhamdulillah mbak... " ucap syukur Radit untuk kakaknya...

" Ayo di makan martabaknya, aku beli di tempat langganan kalian." Ajak Asyifa kepada kedua adiknya.

Mereka makan dengan lahap, sesekali bercanda mewarnai rumah kontrakan itu.

" Kalian harus kuliah. Cukup aku yang tidak sekolah ... cukup aku yang hanya menjadi buruh... Jangan kalian dek..." batin Asyifa.

" Kalian di sekolah baik baik sajakan?" Tanya Asyifa.

" Baik mbak." Jawab Radit dan Bayu.

"Jangan suka membully ya dek, Jangan iseng juga sama teman" nasehat Asyifa.

" hahaha Aku tidak pernah membully mbak, malah aku yang di bully." jawab Bayu. Membuat Asyifa dan Radit terdiam.

" Kamu di bully bagaimana dek?" tanya Radit.

" Ya Aku di bilang anak terlantar, karena nggak punya orang tua, aku di bilang miskin, tapi aku diam mas, nggak apa apa... yang mereka katakan memang benar, kita miskin. Tapi kalau ngata ngatain emak dan bapak, aku gak terima... "

Setetes air mata berlinang di pipi Asyifa...

" Apa ini karma ku... Apakah belum selesai hukuman buatku ya Allah... " Asyifa menghapus air matanya.

" Jangan sedih mbak... Kita hadapi semua sama sama" kata Radit menguatkan kakaknya.

" Maafkan mbak Syifa ya dek..." ucap Asyifa.

" Mbak akan bekerja keras untuk kalian, kalian tidak boleh putus sekolah" lanjut Asyifa dalam hati.

Langit cerah... Tidak ada gumpalan awan yang menghiasi kota S

Jalanan mulai ramai oleh hiruk pikuk manusia dengan berbagai aktifitasnya.

Radit sudah berangkat ke sekolah. Dia berangkat lebih pagi karena berjalan kaki menuju sekolah yang lumayan jauh.

Sekokah Radit dengan kontrakan berjarak 3km, dia tempuh dengan berjalan kaki karena memang tidak memiliki sarana transportasi, sedangkan uang saku dia hemat untuk kebutuhan lain.

Sedangkan jarak sekolah Bayu dan kontrakan hanya 100 meter. Jadi Bayu berangkat sesuai jadwal dan tidak terlalu tergesa gesa.

Asyifa berjalan menuju perusahaan tempatnya bekerja, dia tidak ingin terlambat di hari pertamanya. Jarak kontrakan dan perusahaan sekitar 500 meter dari rumah, dan dia harus berjalan kaki.

07.00... Asyifa sampai di halaman perusahan dan langsung absen.

Asyifa masuk keruangannya dan mengikuti briefing pagi.

Cleaning Service. Asyifa bertugas membersihkan seluruh ruangan departemen HRD dan ruangan Manager.

Setelah membersihkan seluruh ruangan, Asyifa meletakkan minuman di meja meja para staff sesuai daftar minuman yang dia bawa.

Pintu ruangan yang terbuka, membuatnya tidak sadar bahwa penghuni ruangan tersebut tepat berada di Belakangnya.

" Mbak... Saya minta tolong ambilkan air putih" suara di belakangnya lumayan mengagetkan.

Deg!!!!

Suara itu.... Suara.... Belum sempat Asyifa membalikkan badan, siluet tubuh berjalan mendekatinya dan duduk tepat di depannya yang hanya terhalang meja.

Asyifa mendongakkan kepala, dua pasang bola mata bertemu... tatapan mereka saling mengunci....

" Arka...."

"Syifa..."

Secara bersamaan saling memanggil nama... Terdiam beberapa saat.

Hati Asyifa berdegup dengan kencang...

Pria ini... Pria yang sangat ingin dia hindari... Pria yang sangat ingin dia lupakan... Kembali hadir tepat di hadapannya.

Rasa... Rasa yang lama terpendam seolah kembali muncul tanpa bisa terkontrol.

Rasa yang tersimpan rapi seolah dengan sendirinya kembali hadir... Membuat hati dan relung jiwanya sesak...

Hening... Tanpa ada suara, hingga Asyifa memutuskan untuk melangkah pergi...

" Baik pak... Mohon di tunggu sebentar" Jawab Asyifa.

Asyifa keluar ruangan dan menutup pintu, dia berdiam diri sejenak sebelum seorang teman menegurnya.

" hai... Ganteng kan Managernya. Beruntung loh kamu di tugaskan membersihkan ruangan pak Arka. Orangnya ganteng... Tapi... Galak" ucap teman Asyifa yang bernama Agni.

Tidak... Bukan itu yang di rasakan Asyifa...

Rasa bersalah... Rasa berdosa... Rasa cinta... Dan bercampur dengan rasa malu karena kesalahan masa lalu.

Kesalahan yang membuatnya kehilangan pendidikan... dan hampir kehilangan.... Masa depan.

Semua rasa yang berusaha dia kubur selama bertahun tahun... Kini... Rasa itu kembali hadir... Dan siap menghantui hari harinya... Yang entah akan seperti apa...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terimakasih sudah membaca karya saya ya manteman. Lop lop u sekebon buat kalian.

Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan follow ya... Dan tolong selalu sabar menunggu update....

RASA YANG TERPENDAM

Lebih sakit mana?? Menahan rindu karena tidak pernah bertemu... Atau... Mencintai tetapi tidak bisa memiliki...

Jangan hanya melihatku... Cobalah berada di posisiku... Aku ingin melihat, seberapa kuat kakimu berdiri di atas takdirku...

Air putih sudah tertuang dan berada di tangannya, tetapi Asyifa belum juga beranjak dari pantri.

" Fa.... Pak Arka meminta air putih, apakah sudah kamu antarkan?" tanya temannya.

Asyifa sedikit tersentak, dia tersadar dari lamunan.

" Ima... Boleh aku minta tolong kamu saja yang mengantar minuman ini?" Asyifa meminta tolong pada temannya.

" huaaaa Asyifa... Maafin akuuu, emang ganteng orangnya, tetapi aku tidak berminat masuk ke kandang harimau" temannya bernama Ima sedikit berlagak lebay.

Ima adalah OB senior yang di tempatkan bersama Asyifa, meskipun senior, Ima tidak pernah membuli temannya.

" Ayo Syifa... Airnya sudah di tunggu sama Pak Arka." kata Ima.

Dengan langkah pelan, Asyifa menelusuri lorong perusahaan menuju ruangan Arka.

Tok tok tok..

" Saya Asyifa mau mengantarkan minuman untuk bapak." Syifa mengetuk pintu dan meminta ijin sebelum membuka pintu.

Setelah pintu terbuka, Asyifa masuk dengan langkah pelan dan tangan yang gemetar, serta kepala yang tetap menunduk.

" Mohon maaf Pak... Apakah ada hal lain yang bisa saya bantu?" Kata Asyifa.

Arka menghela nafas dalam, lalu dengan perlahan, dia menghembuskannya.

Arka menatap perempuan yang 4 tahun lebih tidak di temuinya... Bahkan kehilangan jejak...

Wanita yang dulu 1 kelas dengannya, yang dengan tiba tiba menghilang setelah sempat membuat nama baiknya tercoreng.

" Lain kali jika masuk ke perusahaan, pakai pakaian yang sopan." Kalimat sarkas keluar dari mulur Arka.

" Baik Pak. Saya minta maaf atas ketidak sopanan saya. Saya permisi..." Jawab Asyifa.

Asyifa mundur beberapa langkah dan berbalik keluar ruangan. Dia berjalan menuju pantri.

" Syifa... Kamu kenapa?" tanya Ima.

Asyifa hanya tersenyum dan berbalik mengambil peralatan kebersihan untuk membersihkan are lain.

"Asyifa... apakah kamu membuat kesalahan saat berada di ruangan Pak Arka?" tanya kepala OB yang juga senior di perusahaan itu.

Asyifa menghentikan aktifitasnya.

" Pakaian yang saya gunakan di nilai kurang sopan Bu..." Jawab Asyifa apa adanya.

" Panggil saja kak Diva, umur kita tidak jauh, hanya selisih 3 tahun." kata kepala OB yang bernama Diva.

" Baju? Baju yang mana? Ini kan emang seragam dari sini?" lanjut Diva.

" Iya kak... baju yang saya kenakan sekarang, tetapi saya belum punya uang untuk membeli yang baru kak, nanti InsyaAllah kalau saya sudah gajian, saya beli celana baru." jawab Asyifa.

Diva melihat dari atas ke bawah mencari celah kesalahan Asyifa, tetapi tidak menemukan celah itu.

" Lagian aneh sekali Pak Arka ngurusin pakaian karyawan" gumam Diva dalam hati.

Jam istirahat berdentang, Asyifa keluar menuju kantin bersama semua karyawan lain.

Asyifa mengambil posisi duduk di dekat jendela, dari sana dia bisa melihat taman dan puluhan mobil terparkir rapi.

Asyifa hanya mengaduk aduk makanan tanpa berniat melahapnya, membuat Ima bingung.

" Fa... Kamu kenapa?" tanya Ima.

" kalau aku resign saja gimana ya?" jawab Asyifa dengan tiba tiba.

Ima yang sedang mengunyah makanan sampai tersedak.

" iiih kamu gila? , banyak orang berharap bekerja di sini, dan sekarang kamu malah mau melepaskan?" Ima berkata dengan keras sampai mengundang beberapa orang menoleh.

" Aku... " Asyifa tidak melanjutkan ucapannya...

" Kalau kamu pergi bagaimana dengan sekolah adik adikmu?, bukankah kamu bilang kamu ingin mereka kuliah. Tamatan kamu cuma SMP fa, perusahaan mana yang mau menerima dengan ijazah SMP dengan gaji UMR?" lanjut Ima.

" Kamu ada masalah apa?? Ceritakan... Mungkin aku bisa bantu." Ima terus mencerca Asyifa dengan pertanyaan.

Asyifa hanya menggelengkan kepala... Dia tidak mungkin bercerita betapa jahatnya dia di dulu... Tidak menutup kemungkinan, teman yang baru di kenalnya ini, akan pergi begitu saja saat tahu betapa buruk perilakunya di masa lalu.

Di ujung kantin, tepatnya di pojok ruangan, 1 pasang mata memandang ke arah Asyifa dengan tajam. Jemarinya menggenggam erat.

" jadi kamu ingin pergi lagi setelah membuat keonaran?" kata Arka dalam hati.

Arka memperhatikan setiap gerakan Asyifa, membuat Asyifa yang tadinya tenang, sedikit terusik.

Asyifa menoleh ke kiri tempat Arka duduk. Mata mereka bertemu...

Deg!! Tatapan itu... Tatapan penuh kemurkaan, dada Asyifa kembali berdegup kencang, tetapi tidak lama kemudian... Asyifa memutus tatapan itu.

Hatinya kembali bergetar dan gelisah... Merasa bersalah dan... Malu.

Setiap melihat tatapan itu... Kaki Asyifa melemas tanpa daya. Bayangan kesalahannya kembali naik kepermukaan, menggoreskan luka yang dia sendiri tidak tahu bagaimana cara mengobatinya.

Luka?? Bukan... Tepatnya.... rasa malu yang bercambuk dengan rasa bersalah... Karena kesalahannya yang mungkin telah membuat masa depan Arka hampir... Gelap.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!