"Queenza, wake up!" kata Mommy Queen.
"Lima menit lagi mommy" jawab Queen.
"Sekarang Queen"
Queenza pun membuka matanya. Tampaklah wajah cantik sang mommy. Pemandangan inilah yang ia lihat setiap hari. Queen pun tersenyum manis pada mommy.
"Morning mommy" sapa Queen dengan suara serak khas bangun tidur.
"Morning sayang. Cepat bangun dari tempat tidur, dan pergi ke kamar mandi. Nanti kamu telat ke sekolah. Ini hari pertama kamu masuk SMA, jadi jangan beri kesan buruk"
"Baik Mom. King pasti akan ngomel-ngomel lagi"
"Itu tau"
"Apa jiwa Queen tertukar sama King ya Mom"
"Ngaco kamu"
"Soalnya dia suka ngomel-ngomel seperti mommy"
"Sudah cepat mandi sana!. Mommy tunggu di bawah"
"Siap Mom"
Queenza segera bangun dari tempat tidurnya. Ia bergegas masuk kedalam kamar mandi. Setelah mendengar suara percikan air, barulah Alexa keluar dari kamar putrinya.
Sampai di bawah, Alexa berpapasan dengan putranya. Putranya itu terlihat semakin tampan dan juga tinggi. Entah makan apa dia saat kecil dulu.
"Morning Mom" sapa King.
"Morning tampan" balas sang mommy.
"Queen mana?" tanya King.
"Mandi, anak itu kalau nggak diuber dulu mana mau bangun" kata sang mommy.
"Sabar sayang" kata Kenan sambil mengusap punggung sang istri.
"Ini udah sangat sabar By" jawab sang istri.
King tersenyum melihat interaksi kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya selalu terlihat romantis. Dan terlihat sangat jelas kalau daddy-nya sangat mencintai mommy-nya.
"Apa perlu kita sediakan alarm yang pakai suara kamu. Dengan begitu Queen tidak akan telat bangun lagi" kata Kenan Daddy-nya twin.
"Ide bagus tuh Dad" kata King.
"Nanti mommy pikirkan lagi. Sekarang kita sarapan dulu" kata sang mommy.
"Ok mommy" kata King.
Kenan dan putranya berjalan menuju ruang makan. Mereka akan menunggu Queenza di meja makan.
"Morning Daddy" sapa Queen.
Ehem.
"Suara siapa itu daddy?" tanya Queen pada Daddy-nya.
"Emang kamu nggak lihat aku se-gede gaban gini" kata King.
"Seperti suara King, tapi kenapa orangnya nggak kelihatan" kata Queenza lagi.
Pletak.
Aaawwww.
"King!, sakit tau" ucap Queen sambil memegang kepalanya.
"Makanya jangan pura-pura nggak liat" kata King dengan nada kesal.
"Untung saja kamu itu lebih tua dariku. Kalau tidak, udah tinggal nama kamu" kata Queen.
"Sudah-sudah, Queen cepat duduk, kita sarapan nanti kalian terlambat" kata sang mommy.
"Dengerin tuh apa kata mommy. Kita bisa terlambat gara-gara kamu. Masa hari pertama sekolah udah terlambat" kata King.
"Kalau takut terlambat, kan kamu bisa berangkat duluan. Toh aku perginya sama motor" kata Queenza.
"Kenapa nggak sama mobil aja sayang?" tanya mommy twin.
"Nggak seru mommy, lebih seru sama motor" jawab Queen.
Queenza dibelikan motor sama Daddy-nya saat dia kelas tiga SMP. Jadi ia sudah nyaman ke sekolah pakai motor ketimbang sama mobil.
"Ya udah, yang penting selalu hati-hati" nasehat sang mommy.
"Siap mommy" ucap si kembar.
Selesai sarapan Alexa mengantarkan twin dan juga suaminya ke depan. Seperti itulah rutinitasnya setelah sarapan.
"Jalan dulu ya mommy" ucap King dan Queenza.
"Iya, hati-hati di jalan sayang" kata mommy twin.
"Siap Mom, assalamualaikum"pamit King sambil mencium tangan mommy-nya. Diikuti sama Queenza.
"Wa'alaikumsalam" jawab Kenan dan istrinya.
King melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah milik orang tuanya. Diikuti sama Queenza dibelakang.
"Kakak juga berangkat dulu ya sayang" pamit Kenan pada istrinya.
"Iya By, hati-hati di jalan" kata Alexa.
"Iya sayang"
Alexa mencium tangan suaminya, kemudian Kenan membalas dengan mengecup kening istrinya.
"Jalan dulu ya sayang, Assalamualaikum" ucap Kenan.
"Wa'alaikumsalam" kata Alexa.
Setelah mobil suami, anak-anaknya nya sudah tidak terlihat lagi, barulah Alexa masuk ke dalam mansion.
...***...
Suasana jalan raya di pagi hari di kota Z cukup lancar. Queenza jarang melihat jalanan macet di kota ini. Kebanyakan orang-orang disini memakai kendaraan umum untuk berangkat bekerja.
Mungkin karena itu jalanan tidak terlalu macet.
Queenza sangat senang mengendarai motor matic kesayangannya. Motor ini hadiah dari Daddy-nya saat dia baru lulus SMP. Motor ini sekarang menjadi motor kesayangannya.
Queenza melihat seorang ibu-ibu hendak menyeberang jalan. Tapi ibuk itu terlihat takut dan juga ragu-ragu ingin menyeberang. Queenza pun menghampiri ibuk itu.
"Ibuk mau menyeberang?" tanya Queenza pada ibuk itu.
"Iya, tapi kaki ibuk tiba-tiba kesemutan" jawab ibuk itu.
"Ini dagangan ibuk?" tanya Queen lagi.
"Iya Nak" jawab si ibuk.
"Ayo saya antarkan sampai seberang sana" kata Queenza.
"Apa nggak merepotkan kamu, Nak"
"Nggak kok Buk. Ibuk bisa naik motor?"
"Bisa Nak"
Queenza membantu menaikkan barang dagangan ibuk itu. Setelah ibuk itu duduk dengan nyaman, barulah Queenza melajukan motornya.
Sampai di seberang jalan, Queen membantu ibuk itu menurunkan dagangannya.
"Ibuk udah sarapan?" tanya Queenza.
"Belum Nak, tadi ibuk buru-buru takut ketinggalan angkot. Eh taunya ditinggal juga" jawab si ibuk.
"Saya ada sandwich untuk ibuk, dimakan ya" ucap Queen sambil memberikan sandwich pada ibuk itu.
"Bagaimana dengan kamu?" tanya sang ibuk.
"Saya sudah sarapan, jadi ini untuk ibuk aja" jawab Queen.
"Terima kasih ya Nak"
"Sama-sama Buk, saya lanjut ke sekolah dulu ya Buk"
"Iya Nak, hati-hati di jalan"
Queenza melanjutkan kembali perjalanannya ke sekolah. Ini hari pertamanya sekolah SMA, jadi dia tidak boleh terlambat. Nanti ia bisa kena hukuman sama kakak kelas.
Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit, akhirnya Queen pun sampai di sekolah. Untung gerbang sekolah belum tertutup. Queenza memarkirkan motornya di parkiran sekolah.
"Morning Queen" sapa Aaron dan Bagas.
"Morning Aaron, Bagas" kata Queen.
"Nanti barisnya dekat kita ya" kata Bagas.
"Mana bisa, Queen kan berbaris di barisan cewek" kata Aaron.
"Emang nggak boleh ya berbaris dekat kita?" tanya Bagas lagi.
"Nggak boleh nanti kena marah sama Queen" kata King.
"Kalian nggak boleh terlalu dekat-dekat sama aku" kata Queen.
"Kenapa?" tanya Bagas.
"Karena aku nggak mau menjadi pusat perhatian orang-orang. Terutama para cewek-cewek itu. Kalian lihat aja tatapan mereka seperti mau menerkam ku" jawab Queen.
Queen tidak ingin mempunyai musuh di sekolah. Tapi kalau mereka yang menggangu ketenangannya baru beda lagi ceritanya. Ia tidak peduli cewek-cewek di sekolah ini caper sama saudara kembarnya. Asal jangan melibatkannya dalam masalah.
"Mama aku bilang, kita harus selalu bersama-sama" kata Bagas.
"Iya Bagas, tapi tidak disekolah" kata Queen.
Queen berjalan lebih dulu, ia ingin mencari teman yang tulus di sekolah ini. Karena indentitas aslinya dan saudara kembarnya disembunyikan, jadi ia tidak boleh terlihat terlalu menonjol dari yang lain.
"Yah kita ditinggal deh" kata Bagas.
"Nggak apa-apa Gas, mungkin Queen mau mencari teman" kata Aaron.
Seperti apa yang dikatakan Queen, mereka bertiga menjadi pusat perhatian para siswa di sekolah. Terutama para cewek-cewek.
"Mereka tampan sekali" kata murid cewek.
"Iya, mau minta nomor mereka" kata temen cewek itu.
"Kira-kira nanti kita satu kelas nggak ya sama mereka?" tanya murid cewek yang di barisan depan.
"Semoga aja deh. Kalau sekelas sama mereka aku bakal rajin masuk sekolah" kata teman di sebelahnya.
King tidak mempedulikan omongan siswi-siswi itu. Ia terus berjalan menuju lapangan sekolah. Karena sebentar lagi mereka akan berbaris.
Dilapangan sekolah para siswa dan siswi sudah berkumpul. Hari ini penyambutan untuk siswa-siswi baru di sekolah Tunas Bangsa. Sekolah yang paling bagus dan juga populer di kota Z. Tidak sembarang orang yang bisa masuk ke sekolah ini.
Rata-rata yang masuk sekolah ini anak orang berada. Itu terlihat dari gaya mereka pergi ke sekolah. Mereka memakai mobil mewah dan juga handphone merek yang terkenal dan pasti harganya mahal.
Queenza belum menemukan orang yang cocok untuk menjadi temannya. Kebanyakan siswi disini pada menonjolkan kekayaan orang tua mereka. Sedangkan dirinya tidak ingin menonjolkan itu. Ia ingin terlihat seperti orang biasa-biasa saja.
To be continued.
Hallo teman-teman jumpa lagi di novel terbaru Feby. Ini ceritanya anak-anak Alexa dan sahabatnya. Jangan lupa dukungannya ya untuk cerita King dan Queen.
Happy reading guys 🤗 🤗
Semua siswa-siswi sudah berbaris di lapangan. Mereka akan mendengarkan kata sambutan dari kepala sekolah Tunas Bangsa.
" Assalamualaikum anak-anakku semua" ucap kepala sekolah.
" Wa'alaikumsalam" jawab semua murid SMA Tunas Bangsa.
" Pertama-tama bapak ucapkan selamat datang di sekolah Tunas Bangsa, semoga kalian bisa menimbah ilmu dengan baik di sekolah ini" ucap kepala sekolah.
Kata sambutan yang diberikan kepala sekolah sangat banyak. Para siswa sudah mulai gelisah karena kata-kata sambutan kepala sekolah yang sangat lama. Apalagi kaki mereka sudah mulai pegel karena berdiri.
Setelah beberapa menit, akhirnya kata sambutan itu berakhir juga. Sekarang giliran ketua OSIS yang memberikan kata sambutan untuk mereka semua.
" Masih lama nggak sih, kaki gue udah pegel banget" kata salah seorang siswa.
" Sama gue juga, mana haus lagi" kata temen disebelahnya.
Queenza untung berbaris paling belakang, jadi dia bisa duduk. Queenza paling malas mendengar kata sambutan yang panjang seperti ini.
"Bau apa sih nih" kata seorang murid cewek.
"Iya, pengen muntah nih gue karena mencium baunya" kata temen cewek itu.
Queenza melihat siswi perempuan yang ada di depan kedua cewek itu. Penampilan siswi perempuan itu sangat sederhana. Jauh berbeda dengan siswi perempuan yang ada dibelakangnya.
"Heh!, Lo pergi ke sekolah mandi dulu nggak sih" kata salah satu siswi perempuan itu sambil menendang kaki siswi perempuan itu.
"Ma...mandi kok" jawab murid cewek yang dibilang bau itu.
"Terus kenapa badan Lo masih bau" kata cewek itu lagi.
"A..aku juga nggak tau" jawab cewek itu dengan nada terbata-bata.
"Mungkin sabun mandi yang dia pakai nggak seperti sabun mandi di rumah kita" kata cewek yang di belakang.
Perlakuan seperti ini sudah sering dilihat sama Queen. Siswi yang kaya akan selalu menindas orang yang berada dibawahnya. Queenza yakin otak siswi seperti itu tidak lha pinter.
"Gue heran sama sekolah ini, kenapa masih menerima murid miskin seperti ini" kata murid cewek yang pertama tadi.
"Biasa, mereka masuk jalur sedekah kuota dari kita " kata teman cewek itu.
Queenza sudah muak melihat drama anak-anak orang kaya yang seperti ini. Padahal kekayaan orang tua mereka jauh dibawah kekayaan orang tuanya. Tapi lagak mereka seperti orang paling kaya di negeri ini.
"Kalau kalian tidak suka dengan baunya, kenapa nggak pindah aja dari sana. tempat lain kan masih banyak yang kosong " kata Queenza.
" Lo siapa?!" tanya cewek tadi dengan nada ketus.
Siswi perempuan itu melihat penampilan Queenza dari atas sampai bawah. Mereka melihat penampilan Queenza tidak seperti anak orang susah.
"Lo satu spesies sama anak ini ya" tanya temen cewek itu.
" Kalian itu cuma anak-anak manja yang tidak bisa apa-apa" kata Queen.
"Lo nggak tau siapa kita?" tanya cewek sombong itu.
"Nggak, dan gue juga nggak minat tau identitas Lo semua" jawab Queen.
Queenza paling benci melihat orang-orang yang suka memamerkan harta orang tua mereka. Sedangkan dirinya ingin terlihat biasa saja. Padahal orang tuanya kaya raya.
"Awas Lo ya" kata cewek sombong itu dengan nada kesal.
Keempat siswi perempuan itu pergi dari sana. Mereka sangat kesal sama Queenza.
"Makasih ya" ucap cewek yang di bully tadi.
"Sama-sama, lain kali kalau ada anak-anak yang seperti itu lagi, lawan aja. Jangan takut" kata Queen.
"Aku nggak berani melawan orang-orang seperti mereka"
"Kenapa?"
"Karena mereka tau kalau ayah ku bekerja sebagai tukang sapu jalanan"
"Kamu malu dengan pekerjaan ayah kamu?"
"Aku nggak malu"
"Terus kenapa?"
"Nanti ayahku nggak bisa kerja lagi. Orang tua mereka kan penguasa di kota ini"
"Penguasa?"
"Iya, apa kamu nggak tau?"
"Nggak"
"Sekarang kan kamu sudah aku kasih tau, jadi kedepannya jangan cari masalah sama mereka"
Setau Queenza, daddy-nya lha yang paling berkuasa di kota ini. Dan ia tidak pernah menunjukkan sikap kalau dia anak seorang penguasa.
Akhirnya Queenza tidak mendengar sampai akhir acara penyambutan siswa baru. Karena murid-murid yang lain sudah bubar, Queenza pun pergi dari lapangan. Ia ingin melihat kelasnya.
Nama-nama murid sudah terpampang di papan pengumuman. Jadi mereka tidak bingung menentukan kelas mereka di mana.
"Kita beda kelas " kata King setelah melihat namanya di papan pengumuman.
"Bagus dong" kata Queen.
Queenza sangat senang karena tidak satu kelas dengan King. King kelas sepuluh A sedangkan dia sepuluh B.
"Walaupun beda kelas, aku akan tetap memantau kamu" kata King.
"Nggak perlu, lagipula ngapain kamu mantau aku" kata Queen.
"Karena kamu selalu mendapatkan masalah"
"Enak aja, kapan aku mendapatkan masalah"
"Tadi di lapangan kamu ngapain?" tanya King.
"Berbaris lha, ya kali lagi nongkrong" jawab Queen.
"Kamu ada masalah kan sama empat orang cewek"
"Nggak, tadi itu kami cuma ngobrol biasa"
"Bohong banget. Kamu pikir aku nggak tau apa"
"Aku mau ke kelas dulu, bye.. bye"
Queenza tidak mau berdebat lagi dengan saudara kembarnya. Ia akan mencari kelasnya, syukur-syukur nanti dapat teman.
Suasana kelas Queenza sangat riuh. Semua murid sibuk mencari tempat duduk. Kebanyakan mereka mencari tempat duduk yang bagian depan.
"Minggir!" kata anak cewek yang sombong tadi sambil menarik tangan anak cewek yang sedang duduk.
"Nggak, gue duluan yang dapet tempat duduk ini" kata anak cewek itu.
"Lo itu nggak pantas duduk di depan. Yang ada nanti Lo merusak pemandangan guru yang mengajar" kata cewek sombong itu.
Queenza menghela nafasnya, kenapa ia bertemu lagi dengan cewek-cewek yang dilapangan upacara tadi. Sepertinya dunia ini memang sempit.
"Kita bertemu lagi" kata cewek yang dibully di lapangan tadi.
Queenza menoleh ke arah suara.
"Sekarang kita satu kelas, perkenalkan nama aku Amelia. Kalau kamu?" tanya cewek yang bernama Amelia itu.
"Queenza" jawab Queen.
"Kalau kamu mau, kamu boleh kok duduk di sini"
"Emang kursinya masih kosong?" tanya Queenza.
"Masih, lagipula siapa yang mau duduk di sebelah orang miskin seperti aku" jawab cewek itu.
"Nggak boleh ngomong gitu, aku mau kok duduk di sebelah kamu"
Queenza sudah menemukan tempat duduknya. Sekarang ia satu bangku sama Mila. Mungkin Mila akan menjadi temannya.
Bel sekolah pun berbunyi, semua murid pun duduk rapi di kursi mereka masing-masing. Karena sebentar lagi guru akan masuk ke kelas.
"Selamat pagi anak-anak" ucap buk guru.
"Selamat pagi Buk" jawab semua murid kelas sepuluh B.
"Sebelum memperkenalkan diri, ibuk mau mengucapkan selamat datang di sekolah Tunas Bangsa. Semoga selama di sekolah ini kalian bisa menimbah ilmu dengan baik"
"Terima kasih Buk" jawab semua murid.
"Baiklah, perkenalkan nama ibuk Lili Apriani Dewi. Biasa dipanggil buk Lili. Ibuk mengajar mata pelajaran Biologi, sekaligus ibuk menjabat jadi wali kelas kalian" kata Buk Lili.
Semua murid terlihat sangat senang dengan ibuk Lili. Mungkin cara bicara ibuk itu sangat lembut, ramah dan murah senyum.
"Sekarang kita masuk sesi perkenalan. Kita mulai dari ujung sebelah kanan. Silakan perkenalkan dirinya" kata buk guru.
Satu persatu murid kelas sepuluh B memperkenalkan diri mereka. Sekarang giliran anak cewek yang bertemu dengan Queenza di lapangan tadi.
"Perkenalkan nama saya Monika Angelina Sanjaya, biasa dipanggil Monika" kata murid yang bernama Monika.
"Ok, salam kenal Monika. Berikutnya" kata Buk guru.
"Perkenalkan nama saya Friska Anggita Permana , biasa di panggil Friska" kata Friska.
"Nama saya Viona Dominic, biasa dipanggil Viona" kata Viona.
"Kalau nama saya Velisya Andara, biasa dipanggil Velisya" kata Velisya.
Perkenalan diri masih berlanjut, dan akhirnya sampai lha giliran Queen.
"Nama saya Queenza, teman-teman bisa memanggil Queen" kata Queen.
" Salam kenal Queen. Selanjutnya" kata Buk guru.
"Nama saya Amelia Putri" kata Amelia.
Acara perkenalan berlanjut sampai nama siswa yang duduk paling pojok sebelah kiri.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
Acara perkenalan diri tidak hanya terjadi di kelas Queenza. Di kelas King pun juga ada sesi perkenalan diri. Dan sekarang giliran King dan kedua sahabatnya.
"Perkenalkan nama saya King" kata King.
"Nama saya Aaron" kata Aaron.
"Nama saya Bagas" kata Bagas
Teman sekelas kaget mendengar nama King dan kedua sahabatnya.
"Apa mereka nggak punya nama panjang?" tanya murid cowok.
"Sepertinya punya, mungkin mereka tidak mau menyebutkannya" jawab teman di sebelahnya.
Wali murid pun menenangkan suara murid-muridnya yang mulai gaduh karena nama King dan kedua sahabatnya.
"Anak-anak harap tenang" kata buk guru.
Wali murid King sudah melihat di daftar nama siswa kelas sepuluh A. Nama King disini di singkat. Mungkin itu singkatan nama keluarga besarnya. Jadi wali kelas tidak mempermasalahkannya.
"Ibuk harap kedepannya kalian bisa bekerja sama untuk menjaga kelas ini. Sekarang kita pilih siapa yang akan menjadi ketua kelas, sekretaris dan juga bendahara. Kita akan mengunakan voting untuk memilihnya. Sekarang tulis nama teman kalian yang pantas menjadi ketua kelas, sekretaris dan juga bendahara " kata buk guru.
Murid kelas sepuluh A pun mulai menulis nama teman mereka. Setelah kertas itu dimasukkan ke dalam kotak yang ada di meja guru.
"Sudah semuanya?" tanya buk guru.
"Sudah Buk"jawab semua murid.
"Baiklah, sekarang kita hitung poinnya"
Satu persatu kertas yang sudah berisi nama itu dibuka. Kemudian di hitung jumlahnya.
"Kita sudah selesai menghitung jumlah nama yang terkumpul. Kalian bisa melihat di papan tulis nama siapa yang paling banyak di sana?" tanya Buk guru.
"King" jawab semua murid.
"Benar sekali, King mendapatkan dua puluh lima suara dari tiga puluh lima murid. Jadi yang akan jadi ketua kelas kita, King. Apakah King bersedia menjadi ketua kelas?" tanya buk guru pada Kong.
"Bersedia Buk" jawab King.
"Sekretarisnya, ada Aaron, bendaharanya ada Alin dan ketua keamanan ada Bagas. Mulai besok kalian berempat sudah bisa melaksanakan tugas kalian masing-masing. Jika ada yang membuat onar, Bagas akan memberikan hukuman untuk kalian, mengerti anak-anak" lanjut buk guru.
"Mengerti Buk" jawab murid kelas sepuluh A.
"Kalian semua harus mematuhi peraturan yang ada di sekolah ini"
Selesai sesi perkenalan, guru pun memberikan daftar pelajaran pada semua murid kelas sepuluh A. Jadi mulai besok mereka sudah bisa mulai proses belajar mengajar.
"Sudah di catat daftar pelajarannya?" tanya Buk guru.
"Sudah Buk" jawab semua murid.
"Besok ibuk tidak ingin mendengar ada yang tidak bawa buku pelajaran. Yang sering lupa membawa buku pelajaran biasanya anak laki-laki ini. Jadi untuk semua murid ibuk terutama yang laki-laki, tolong nanti malam sebelum tidur kalian masukkan buku ke dalam tas kalian, mengerti" kata buk guru.
"Mengerti Buk"
"Sampai disini dulu pertemuan kita, sekarang kalian boleh istirahat "
Guru pun keluar dari kelas. Satu persatu murid juga keluar dari kelas. Mereka pergi ke kantin sekolah. Termasuk King dan kedua sahabatnya.
"Apa kita jemput Queen ke kelasnya?" tanya Bagas.
"Jangan Gas, nanti dia marah" kata Aaron.
Ketiga cowok tampan itu memutuskan untuk langsung ke kantin. Mereka tidak jadi menemui Queenza di kelasnya.
Suasana kantin sekolah cukup ramai. King dan kedua sahabatnya menjadi pusat perhatian murid-murid yang ada di kantin. Khususnya murid perempuan.
"Wah ganteng banget sih mereka" kata salah satu murid saat melihat King dan kedua sahabatnya.
"lya, ketua OSIS tampan. Tapi mereka bertiga lebih tampan" kata temen di sebelahnya.
"Setuju banget, kayanya mereka bertiga cowok tertampan di sekolah kita"
Seperti biasa, King tidak menghiraukan omongan para cewek-cewek itu. Ia terus berjalan melewati para murid cewek itu.
"Eh coba liat, siapa itu" kata salah satu murid cowok.
"Iya cantik banget" kata temannya.
King juga menoleh ke arah orang yang di maksud sama murid cewek tadi. King melihat saudara kembarnya masuk ke dalam kantin bersama seorang murid cewek.
"Apa itu teman barunya Queen?" tanya
"Sepertinya begitu" jawab King.
King terus memperhatikan Queenza, sampai Queenza duduk.
"Kelihatannya, cewek itu baik" kata Bagas.
"Darimana Lo tau kalau dia baik" tanya King.
"Queen terlihat nyaman ngobrol sama tuh cewek" jawab Bagas.
"Gue setuju dengan Lo, Gas" kata Aaron.
Tak berselang lama terdengar suara riuh lagi. Sekarang murid-murid cewek heboh karena kedatangan anggota OSIS.
"Liat itu kak Gilang" kata salah satu cewek.
"Mereka mau duduk dimana ya?" tanya teman cewek itu.
"Biasa, paling tempat cewek-cewek cantik"
Murid cewek-cewek itu penasaran anggota OSIS itu mau duduk dimana.
"Coba liat, mereka duduk di dekat murid cewek yang cantik tadi" kata cewek yang duduk tidak jauh dari Queenza.
"Udah nggak kaget lagi, anggota OSIS kan memang suka cewek-cewek bening seperti itu" kata murid yang lain.
"Lo bener juga, apalah daya kita yang punya wajah nggak terlalu cantik" kata murid satunya.
Murid-murid cewek fokus dengan anggota OSIS. Sedangkan King fokus sama saudara kembarnya.
"Pesan makanan dulu bro?" kata Bagas pada kedua sahabatnya.
"Samakan aja dengan pesanan Lo berdua" kata King.
"Tumben mau pesan makanan yang sama?" tanya Bagas.
"Jangan ditanya Gas, King lagi fokus melihat Queen" kata Aaron.
Di meja yang berbeda Queenza sedang fokus melihat menu makanan yang ada di kantin. Ia bingung mau pesan yang mana. Karena semuanya kelihatan enak. Ya Queenza memang suka makan.
"Mel, kamu suka chiken katsu nggak?" tanya Queenza pada Amelia.
"Nggak tau Queen, soalnya baru denger nama makanannya" jawab Amelia.
"Ok, aku pesan yang ini aja. Nanti kamu cobain ya"
"Jangan Queen, aku bawa bekal"
"Nggak apa-apa, untuk tambahan lauk kamu"
Tadi Queenza juga membawa bekal dari rumah, tapi ia sudah memberikan bekalnya itu sama ibu-ibu yang ia temui di jalan.
"Boleh gabung disini?" tanya Gilang sama Queen.
Queenza hanya diam saja, ia tidak menghiraukan laki-laki yang sedang berbicara padanya.
"Queen" panggil Amelia.
"Iya Mel" jawab Queen.
"Ada ketua OSIS" kata Amelia lagi.
"Emang kenapa kalau ada dia" kata Queenza.
Amel nggak tau lagi harus bicara apa. Sepertinya Queenza tidak peduli dengan ketua OSIS.
"Saya suka cewek yang seperti ini" kata Gilang.
Ketua OSIS duduk di kursi kosong yang ada di depan Queenza. Dia bisa melihat Queenza dari jarak dekat.
"Mel, kita pindah aja yuk" ajak Queen sambil bangkit dari duduknya.
"Eh" kaget Amelia.
Queenza menarik tangan Amel. Ia tidak ingin menjadi pusat perhatian orang-orang, karena ketua OSIS duduk semeja dengannya.
"Siapa mereka, berani sekali mengabaikan ketos" kata salah satu murid cewek.
"Iya, harusnya mereka senang karena ketos mau duduk sama mereka" kata temen sebangkunya.
"Sok jual mahal, padahal senang di deketin sama ketos" kata cewek itu lagi.
"Pastinya"
Merasa diabaikan, ketos itupun menarik tangan Queenza.
"Berani sekali Lo mengacuhkan gue" kata Gilang sambil memegang tangan Queenza.
Aaron dan Bagas langsung berdiri dari tempat duduk mereka.
"Tenang, biarkan Queen yang menyelesaikan" kata King.
Walaupun saat ini King sangat ingin memukul wajah ketos, tapi ia tahan. Ia ingin melihat cara Queenza memberi pelajaran pada ketos itu.
"Singkirkan tangan Lo?!" kata Queenza.
"Harusnya Lo senang karena tangan Lo gue pegang" kata Gilang.
"Senang?, mimpi!. Yang ada gue jijik"
"Udah nggak usah sok jaim gitu sama gue"
Aaaaaaawww..
Semua orang yang ada di kantin kaget melihat Queenza memelintir tangan ketos. Berbeda dengan King, dia justru sangat senang melihat adegan itu.
"Jangan sok cakep. Gue sudah bilang, singkirkan tangan Lo. Tapi Lo malah ngeyel, dan bicara omong kosong!" kata Queenza sambil memelintir tangan Gilang.
Amel bingung harus bagaimana, ia tidak menyangka kalau Queenza akan melawan ketos. Amelia mencoba bicara dengan Queen.
"Udah Queen, ayo kita pergi" kata Amelia sambil menarik tangan Queenza.
"Lain kali kalau Lo berani nyentuh gue lagi, gue nggak akan segan-segan patahkan tangan Lo" kata Queenza.
Queenza dan Amelia pindah ke tempat duduk yang lain. Ia tidak ingin dekat-dekat dengan ketos sok ganteng itu.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!