Indonesia
NovelToon NovelToon

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

BAB 1

"mah pah hari libur nanti aku sama temen temen mau main ke air terjun di desa sebelah"

Ucap Aulia yang sering di panggil dengan sebutan lia.seorang anak perempuan satu satunya.bu wida dan pak arman selaku orang tuanya terbelalak mendengar ucaan dari anaknya itu saat mereka sedang makan di meja makan.

"Makan dulu sayang,nanti kita bahas lagi setelah makan"Ucap pak arman.

Ia mendidik anak dan istrinya untuk tidak berbicara saat makan.Aulia pun mengangguk lalu melanjutkan sarapannya.Hanya ada suara piring dan sendok yang saling bersahutan.

setelah makanan di piring itu habis,bu wida membereskannya hinga meja makan itu kembali mengkilap.piring dan gelas kotor sudah ia cuci hingga tak menyisakan piring kotor di dapur itu.

Sedangkan anak dan suaminya sudah pergi terlebih dahulu ke halaman depan rumahnya.aulia terbilang memang lebih dekat dengan papanya,sejak kecil ia selalu dimanja tak pernah ada kata tidak jika ia meminta sesuatu.Karena kelahirannya lah yang selalu ditunggu tunggu oleh mereka setelah 3 tahun lamanya mereka menunggu.

Bu wida menyusul keduanya ke depan setelah pekerjaannya dirasa sudah beres.Ia melihat anak dan suaminya yang sedang duduk di kursi taman sambil bercanda.

"lagi becandain apa sih,kok mama gak di ajak?"Tanya bu wida saat baru tiba di hadapan mereka.

"ah nggak,sini duduk ma"

ketiganya duduk di sebuah kursi panjang.Nampak teduh karena diatasnya ada pepohonan yang melindungi mereka dari sinar matahari.

Memang hari ini adalah hari libur,aulia dan pak arman bekerja di sebuah kantor yang berbeda.Bedanya aulia bekerja di kantor milik orang lain,sedangkan pak arman bekerja dikantornya sendiri.Ya bisa di bilang dia seorang pengusaha.Sering sekali pak arman mengajak anaknya untuk bekerja di kantor miliknya,namun aulia menolak karena alasannya ia ingin hidup mandiri.

sedangkan bu wida hanya berdiam diri di rumah sebagai ibu rumah tangga,meski terkadang bosan namun ia tak ingin membantah apa kata suaminya yang menginginkan istrinya untuk tetap di rumah.

"Jadi mau kemana kamu nanti libur?"Tanya pak arman yang tiba tiba melemparkan pertanyan itu kepada aulia.

"ke air terjun desa sebelah pah yang lagi rame itu,katanya udaranya seger enak buat camp"ucap aulia.

"camping?"mata bu wida melotot.

"iya ma,aku kan udah dewasa.ayola masa aku gak boleh sih ngerasain yang namanya camping.temen aku aja udah beberapa kali loh camping,lah aku belum sama sekali"

"Sama siapa aja?"Tanya pak arman.

"sama temen kantor pa"

"kamu boleh pergi asal mereka harus izin sendiri sama papa,biar papa tau siapa aja yang ikut."

"pa!!"Bu wida tampak protes dengan saran suaminya.

"mama gak izinin,kamu perempuan,ngapain camping camping di tempat kayak gitu.Ada binatang buas baru tau rasa."omelnya.

"mama apaan sih,mana ada binatang buas ma.Orang air terjun itu dibuka buat tempat wisata juga,banyak kok yang camp disana.cari aja di internet"ucap aulia tak mau kalah.

"apa namanya?"Tanya pak arman.

"cari aja air terjun panurugan"

pak arman mengangguk,ia menoleh ke arah istrinya lalu menggenggam tangan yang lembut itu sambil memberikan sebuah senyuman seolah menandakan semua akan baik baik saja.

Mau tak mau bu wida harus mengalah demi kebahagiaan anaknya.Aulia sudah berusia 22 tahun bukan anak kecil lagi yang mudah di atur.

"yaudah nanti malem aku ajak temen temen aku kesini Ya pa?"

"iya sayang"

Aulia senang karena masih ada harapan untuk berlibur kesana bersama teman temannya.Hanya perlu meyakinkan kedua orang tuanya saja.

"pa nanti antar mama Ya ke supermarket,mau beli cemilan buat temen aul"

ucap bu wida.

"wih,sama aku aja ma"ucap aulia dengan semangat.

"ah nggak nggak,jalan rame kalo hari minggu.sama papa aja."ucap pak arman membuat wajah aulia cemberut.

"namanya juga jalan raya,ya pasti rame lah pa."ucap bu wida.

"yaudah sayang kita pergi sama papa aja Ya pake mobil"bujuk bu wida sambil mengelus punggung anaknya dengan lembut.

aulia hanya tersenyum lalu pamit pergi ke dalam rumah bersama ibunya untuk bersiap siap.

"anak sama mama sama aja"lirih pak arman sambil menggelengkan kepalanya.

Sambil menunggu anak dan istrinya kembali,pak arman memilih untuk memanaskan mobil yang akan di gunakannya yang masih berada di garasi.

Aulia tampak sudah rapi namun ia duduk sebentar di kursi kamarnya.Ia membuka ponsel untuk memberitahukan hal tadi kepada teman temannya di grup.

[guys papa aku pengen kalian dateng ke rumah,buat mastiin aku pergi sama siapa aja] sebuah pesan yang ia kirimkan lewat aplikasi WhatsApp.

Pesan itu tak lama langsung dibalas oleh mereka.Grup yang hanya terdiri dari 5 orang saja.Mereka berteman saat masih di bangku sekolah SMA,salah satu alasan aulia tidak ingin bekerja di kantor papanya.Karena ia ingin bekerja bersama teman temannya di kantor pilihan mereka.

[gas aja gue mah]_dery

[gue gak ada motor ul kesananya,motor dipake sama bapak gue]-dinda

[gue juga sama]citra

[gue ada motor kalo mau lu pada di rempet tiga nah mau gak?]-martin

Semua tampak sedang online,pesannya di balas dengan cepat oleh mereka.Dery teman laki laki yang selama ini menyukai aulia namun cintanya terhalang karena citra mempunyai perasaan kepadanya.

Sudah lama aulia mengetahui perasaan dery namun ia tak ingin membuat persahabatannya rusak karena cinta segitiga itu.Meski ia juga sempat menyukai dery namun sampai sekarang perasaannya tak pernah ada yang tau.Aulia menutup rapat rapat hatinya untuk dery,agar persahabatan mereka tetap utuh.

[dih ogah kayak cabe]-dinda

[yaudah pake mobil gue aja,tar gue jemput lu din sama lu juga cit]-dery

[lah,gue gak diajak der?]-martin

[kan lu bawa motor]-dery

[ya ikut lah sama kalian,masa gue sendiri pake motor]-martin

[oke fixs tar gue jemput jam habis maghrib]-dery

Aulia hanya menyimak pesan itu tanpa membalasnya.Dirasa sudah selesai ia berniat kembali ke halaman depan untuk bertemu orang tuanya yang mungkin sudah menunggu.

"aul ayo,papa udah nunggu di depan"ucap bu wida yang tengah mengetuk pintu kamar anaknya.

"iya ma tunggu"

ia membukakan pintu untuk ibunya,lalu menuruni anak tangga bersamaan.

"yo pah"ucap bu wida saat sudah kembali menemui pak arman.

"pintunya udah di kunci ma?"

"udah"

Mereka menaiki mobil yang sudah terparkir di luar rumahnya,karena bu wida akan mengunci gerbang rumah yang besar itu.Setelah selesai mengunci ia kembali masuk ke dalam mobil,ia duduk di depan menemani suaminya.Sedangkan aulia duduk di belakang dengan telinga yang di tutup oleh earphone.

BAB 2

   Kini keluarga kecil itu sudah tiba di supermarket yang mereka tuju.Bu wida mengambil beberapa cemilan untuk tamu di rumahnya nanti.sedangkan pak arman dan aulia menunggu di kedai samping supermarket sambil memesan es kopi untuk keduanya.

"pah tapi aku di izinin kan pergi ke sana?kalo gak diizinin buat apa papa nyuruh aku bawa temen temen ke rumah"Tanya aulia yang duduk di sebelah papanya.

"emang maunya gak diizinin?"Tanya balik pak arman.

Aulia menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"ihh papa mah gitu"Ia memasang wajah cemberut.

"iya papa izinin sayang,yang penting kamu bisa jaga diri.kalo ada apa apa kabarin papa sama mama di rumah ya?janji?"

"iya pa aul janji"

  anak dan bapak itu menyatukan jari kelingking mereka sebagai janji yang baru saja dibuat.

"permisi pak ini es kopinya"ucap seorang pelayan kedai itu yang menghampiri pak arman dan aulia dengan membawa nampan berisi 2 gelas es kopi yang tadi di pesannya.

"makasih"ucap keduanya.

"mama masih lama ya?"tanya gadis itu.

"gak tau,kayak gak tau aja kamu.mama kalo belanja suka lama,lama milihnya"celetuk papanya.

   Aulia hanya tersenyum karena papanya sudah tahu betul kebiasaan ibunya.

"kenapa?"

"gapapa,aku tadinya pengen beli sweater buat nanti pergi"ucap lagi aulia.

"mau papa temenin?"

"ajak mama juga deh pa,jangan di tinggal disini kasian kalo nunggu kita lama karena aku juga bakal lama kalo milih milih baju hehe"

   Gadis itu melemparkan senyuman,memperlihatkan gigi gingsulnya yang tampak membuatnya lebih manis.

"hadeuh,duplikatnya mama"pak arman menepuk jidatnya dengan pelan,lalu tertawa kecil.

   Obrolan diantara keduanya mengundang kesan hangat,biasanya seorang bapak akan terlihat garang bersama putrinya.Namun berbeda dengan pak arman,ia akan terlihat garang jika ada yang berani mendekati atau mengganggu anak perempuan semata wayangnya.

   20 menit sudah mereka menunggu bu wida belanja hingga es kopi yang mereka pesan sudah habis tak tersisa.Munculah bu wida di kedai itu.Ia menghampiri anak dan suaminya yang duduk tak jauh dari pintu masuk.

"mana belanjaannya ma?"tanya pak arman yang melihat tangan istrinya hanya menggenggam tas mungilnya yang hanya berisi ponsel dan dompet.

"udah mama taro di mobil"

  pak arman mengangguk.

"yaudah mau kemana lagi?"tanya pak arman kepada istrinya.

"ya pulanglah,emang mau kemana lagi?"tanya balik bu wida.

"aul katanya pengen beli sweater"ucap pak arman sambil melirik anaknya.

"oh yaudah ayo mumpung masih siang,mama juga sekalian ah mau cari daster daster lucu"

"bukannya daster mama udah banyak ya di rumah?"

"itumah masih sedikit pa,satu lemari aja belum full"ucapnya.Pak arman menelan salivanya.Bahkan satu lemari besar pun tak mampu menampung baju baju istrinya.

   Mau tak mau ia menurut saja asal permintaan istrinya tak aneh aneh,lagi pula baju itu hanya akan di gunakannya dirumah.Selagi ia mampu apapun yang diinginkan oleh dua wanita kesayangannya itu akan ia penuhi.

   Hari mingu ini ia akan menghabiskan waktu untuk keduanya,waktu yang jarang ia berikan karena sibuk bekerja.Pak arman pamit pergi ke kasir terlebih dahulu untuk membayar pesanannya tadi.Sedangkan bu wida dan aulia menunggu di dalam mobil.

"temen kamu jam berapa ke rumahnya sayang?"tanya bu wida saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.

"katanya sih habis maghrib otw,mungkin habis isya sampenya.rumah mereka kan jauh jauh."

   bu wida mengangguk sambil memakaikan sabuk pengaman untuknya.

Tak lama pak arman sudah kembali menemui mereka,mobil itupun dilajukannya dengan pelan.

   Selama perjalanan tak ada obrolan di antaranya,aulia kembali memainkan ponselnya dengan telinganya yang masih ditutup oleh earphone.Sedangkan bu wida tampak memejamkan matanya.

   Pak arman hanya menoleh sekilas ke arah keduanya,lalu mengendarai mobilnya dengan hati hati karena jalan saat itu sudah ramai oleh kendaraan lain yang berlalu lalang.

   Sampai tak terasa mereka sudah sampai di tempat yang di dalamnya banyak barang impian wanita.Pak arman yakin ibu dan anak itu tak hanya membawa pulang sweater dan daster saja.pasti akan ada barang lain yang ingin mereka bawa pulang juga.

"udah sampe"

    bu wida terkejut saat mendengar ucapan suaminya,ia mengucek matanya dengan semangat.Lalu mengajak anaknya turun dan meninggalkan pak arman sendirian di dalam mobil itu.

"buru buru amat,giliran bayar aku juga yang di carinya.mana mau mereka pake uang mereka sendiri"ucapnya sambil memasang wajah pasrah.

  Ia menyusul anak dan istrinya ke dalam,langkah keduanya tak terkejar karena mereka berdua berpencar untuk mencari sesuatu yang mereka tuju.

   Ia melihat ke sekeliling ada toko perhiasan custom.Sebentar lagi aulia akan berulang tahun,ia ingin memberikan hadiah sebuah cincin yang ada ukiran nama anaknya disana.

  Meski ia tahu aulia tak pernah meminta hadiah apa apa selama beberapa tahun ini,semenjak usianya menginjak 20 tahun.Aulia tumbuh menjadi gadis yang dewasa.Namun dimata papanya,aulia tetaplah gadis kecilnya.

   Cincin itu akan menjadi abadi sebagai kenangan.Sebagai bukti cinta seorang papa kepada anaknya,sebelum ada laki laki lain yang memberikan sebuah cincin untuk diisi di jari aulia.

   Ia berjalan ke arah toko mas itu.Ia menghampiri seseorang yang menyambutnya dengan ramah.Menunjukan dan memberikan beberapa cicin modelan terbaru yang dicari olehnya.

"bisa di ukir nama mbak?"tanyanya pak arman.

"bisa pak,boleh namanya mau siapa?"

"aulia maulida,kepanjangan gak ya mbak?"

"sepertinya tidak pak,mohon di tunggu sebentar ya"

"berapa lama tuuh kira kira mbak?"

"sekitar 30 menit pak"

    Karena dirasa lumayan lama jika menunggu disana,pak arman memilih untuk meninggalkan nya saja dulu agar istri dan anaknya tak curiga.Ia kembali mencari istri dan anaknya disekitar sana,di tengah ramainya pengunjung akhirnya ia menemukan keduanya.

   Wajahnya keduanya tampak bahagia memilah milih barang barang yang unik dan lucu.Pak arman hanya tersenyum senang melihat keduanya,meski harus mengeluarkan uang banyak tak jadi masalah untuknya.

"pa,mama pengen beli baju couple deh sama papa"bu wida menghampiri suaminya yang sedang berdiri memperhatikannya.

"buat kemana?"tanya pak arman yang kebingungan dengan permintaan istrinya.

"aulia kan mau liburan sama temen temennya,masa kita di rumah aja.Mama juga pengen liburan berdua sama papa"

"waduh,boleh tuh.emang pengen liburan kemana mama"

"pengen liburan ke pantai"

"emang ada ya baju couple disini?"tanya pak arman.

   Bu wida langsung mengangguk,lalu menarik tangan suaminya untuk ikut bersamanya.mereka meninggalkan aulia yang masih kebingungan memilih warna sweater yang akan di belinya.

BAB 3

   Setelah selesai membeli barang barang yang mereka butuhkan,keluarga itu kembali berkumpul di sebuah parkiran.Namun tiba tiba pak arman mengingat pesanannya belum di ambil.Ia menepuk kehingnya dengan pelan sampai terdengar bunyi PLAK.

Bu wida dan aulia melirik ke arah pak arman secara bersamaan.

"papa kenapa?"Tanya bu wida.

"aduh perut papa pake mules segala nih ma,tunggu bentar ya.Papa mau ke toilet dulu"ucap pak arman terpaksa bohong.

Bu wida mengangguk lalu ia memutuskan untuk menunggu suaminya di dalam mobil bersama dengan anaknya.

  Tampak pak arman berlarian menuju ke arah toko perhiasan tadi.Ia meminta maaf karena meninggalkan cincin pesanannya sangat lama.Sementara seseorang itu hanya bisa memaklumi.

   Cincin itu sudah berada di tangannya,ia takjub dengan hasilnya.Sebuah cincin yang selama ini ia harapankan,cincin mungil yang sepertinya pas di tangan anaknya.Terlihat simple hanya ada mutiara kecil ditengah cincin itu,sedangkan ukiran nama anaknya terletak di bagian dalam cincin itu.

  Tak banyak bicara ia langsung membayarnya kepada seorang kasir.Tak lupa ia juga membeli kotak cincin kecil yang sekiranya muat di saku celananya agar anak dan istrinya tak menyadari kotak itu.

 Setelah pembayaran selesai,ia kembali menemui anak dan istrinya yang sudah menunggu.Ia melihat jam di tangannya sudah jam 11 siang.Tak terasa hanya menemani istri dan anaknya belanja sampai membutuhkan waktu 4 jam dari rumah.

  Namun sama sekali tak mengganggu waktu istirahatnya,ia malah senang waktu liburnya digunakan untuk menemani keluarga kecilnya.

"bentar banget pa?"tanya aulia yang menyadari papanya sudah masuk ke dalam mobil itu bersama mereka.

"Gak puas banyak orang,lanjut di rumah aja"ucapnya singkat.

"emang bisa gitu ya?"tanyanya lagi.

 Bu wida hanya tertawa kecil dengan tingkah suaminya.Pak arman menghidupkan mesin mobilnya lalu berlalu pergi meningalkan tempat itu yang kini sudah padat oleh pengunjung.

   "kamu berapa hari campingnya sayang?"tanya bu wida yang kembali menghangatkan suasana.

"1 malem aj.Perjalanannya aja ada lah sekitar 6jam jadi lama di perjalanan sih kata aku mah.kalo camp 2 hari pas masuk kerja pasti capek banget"ucapnya dengan jelas.

"iya,jangan lama lama,gunain satu harinya buat istirahat di rumah"

"iya ma"

"papa sama mama juga mau liburan tau"ucap pak arman yang ikut menimbrung.

"oya?kemana?"tanyanya penasaran.

"ke pantai,gak tau nih mama tumben tumbenan ngajak liburan berdua"

"emmm gitu ya,ngajak liburan ke pantainya pas aku liburan sama temen temen"ejeknya aulia.

   bu wida dan pak arman hanya tersenyum.Namun di dalam hatinya aulia senang senang saja karena mama papanya masih terlihat harmonis di usia mereka yang sudah tak lagi muda.

   Suasana di dalam mobil itu tampak hangat,keluarga cemara yang selalu di harapkan oleh semua anak.Dan beruntungnya aulia karena mendapatkan peran dan kasih sayang dari kedua orang tuanya meski usianya sudah beranjak dewasa tak membuat kasih sayang pak arman dan bu wida berkurang untuknya.

   1jam sudah mereka di perjalanan,kini mobil itu sudah terparkir di luar rumahnya.pak arman turun sendiri untuk membukakan pintu gerbang rumah itu,sedangkan bu wida hanya menunggu di dalam mobil bersama aulia.

"kenapa gak taro satpam aja sih ma,kan susah kalo mau masuk atau keluar rumah harus turun sendiri buat kunci buka gerbang"ucap aulia.

"Nanti mama bicarain lagi sama papa ya,papa kamu selalu nolak alasannya dia bisa buka sendiri"

"ya tapi kan lama"ucapnya aulia lagi.

   Bu wida membuang nafas kasarnya lalu memberikan seuntai senyuman kepada anak semata wayangnya.

"nah pa,kenapa gak cari satpam aja buat jaga di rumah?"aulia yang tak sabar mendengar jawaban dari papanya saat pak arman baru saja masuk ke dalam mobil itu untuk memarkirkannya di dalam rumah.

  Pak arman terdiam sejenak menyimak pertanyaan anaknya.Mungkin sudah waktunya ia merekrut seorang satpam untuk menjaga rumahnya.

"Nanti papa carikan ya"Aulia dan ibunya saling melempar senyuman.Bujukannya berhasil,ia tak perlu menunggu lama lagi jika ada satpam yang berjaga di rumahnya.

   Mobil berwarna putih itu masuk ke halaman rumah yang sangat luas,bu wida dan aulia turun sambil membawa paperbag yang berisi belanjaannya tadi.sedangkan pak arman akan memasukan mobilnya ke dalam garasi.

Cuaca yang panas membuat mereka haus tak tertolong,aulia pamit untuk masuk ke dalam kamarnya terlebih dulu.Berbeda dengan bu wida yang menaruh paperbag itu di sofa panjang ruang tengah.Ia masuk ke dapur untuk membuatkan minuman segar.

   Sampai setibanya pak arman di sana,ia berinisiatif untuk menyimpan paperbag istrinya ke dalam kamar mereka di lantai dua.

Aulia masih berada di dalam kamarnya,mencoba kembali baju baju di baru saja dibelinya.Sesekali ia bercermin sambil bergaya tengil.Meski hari berliburnya masih 2hari lagi,ia ingin mempersiapkan semuanya lebih dulu agar tak ada yang tertinggal nantinya.

   10 menit sudah ia dikamar,namun tenggorokannya tampak kering.Baju baju yang sudah di masukan ke dalam tas itu ia tinggalkan begitu saja,karena dirinya akan turun ke bawah untuk mengambil minum.

"ini apa ma?"tanyanya saat ia memegang gelas berisi air berwarna merah.

"es semangka"

"wah darimana?"tanyanya yang selalu penasaran dengan hal hal yang belum ia ketahui.

"tadi beli di supermarket,coba deh manis tau.mama aja nyesel kenapa belinya cuma 1pack."ucap bu wida yang tampak sedang duduk disofa dengan tangan yang memegangi remote Tv.

"ya kenapa belinya 1pack?"tanya lagi anak itu.

"daripada gak habis kan,mending di coba dulu."

"manis karena mama yang bikin itu"Tampak suara itu berasal dari pak arman yang sedang berdiri di anak tangga memperhatikan anak dan istrinya sedang recok.

  Membuat anak dan ibu itu menoleh ke arahnya,pak arman menghampiri keduanya yang kini tengah duduk di sofa.

  Ia menyeruput begitu saja gelas yang di genggam oleh aulia.Membuat gadis itu menatapnya dengan tatapan tajam.

"mau nonton apa ma?"tanya pak arman saat melihat bu wida memainkan remote yang di arahkan ke tv besar di ruangan itu.

"horor aja ma"sahut aulia yang mendekati ibunya.

"boleh tu ma,di temenin cemilan lebih enak tuh kayaknya"goda pak arman yang tampak semangat.

"ambil lah di kulkas,cemilan yang tadi mama beli di supermarket"ucap bu wida,pak arman berlari kecil ke arah kulkas itu sambil menunggu film itu mulai.

   Beberapa cemilan dan minuman segar menemani mereka menonton.Dari yang semula duduk sampai mereka merebahkan tubuhnya di lantai yang beralaskan kasur tipis nan lembut.

   Notifikasi masuk yang berbunyi di ponsel aulia,membuat gadis itu membukanya dengan sedikit malas.Ia membulatkan matanya saat mengetahui siapa yang mengiriminya pesan.

[mau di bawain apa nanti malem?]

 Pesan yang ternyata dari dery teman laki lakinya.Perasaannya sedikit senang namun ia kembali memasang wajah dengan memelas,bahkan cintanya harus terhalang oleh sahabatnya.

[gausah,mama gue udah beli cemilan tadi.]ucap aulia yang tampak singkat di pesan itu.

 Tak ada balasan lagi dari dery,ia kembali mematikan ponselnya.Lalu melanjutkan menonton.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!