Indonesia
NovelToon NovelToon

The Thirteen Fault

sleeping queen

"Gak ke kantin?" Suara feminim yang terdengar asing itu membuat vahan refleks mengalihkan pandangannya dari layar tab. Cowok itu mengerjap terkejut. Gadis di sebelahnya—Billby—sedang menatapnya. Walaupun mereka duduk sebangku sejak awal semester, ini adalah kali pertama Vahan mendengar suara gadis itu.

Bagaimana tidak? Keseharian Billby di sekolah hanya diisi dengan tidur dan tidur.

"Lo.. ngomong sama gue?" Tanya vahan tak percaya kalau baru saja ia di ajak bicara oleh si sleeping Queen.

"Ngg.." billby mengangguk santai

Vahan terkekeh canggung sambil mengusap tengkuknya. Jujur, ini kali pertama Vahan melihat wajah Billby sejelas dan sedekat ini. Biasanya, wajah imut gadis itu hanya menghadap ke tembok atau permukaan meja setiap kali dia mendengkur halus. Tergantung posisi tidur si ratu ngorok

"Gue lagi belajar. Ada satu ulangan susulan yang ketinggalan dan habis ini harus dikerjain. Gak ada waktu buat ke kantin," tutur Vahan menjelaskan keadaannya.

Billby mengangguk paham. Lalu ia mengambil bekalnya yang ada di tas.

Pizza.

Setelah membuka tutupnya, ia meletakkan kotak bekal tersebut di depan vahan "makan.. suara perut Lo gak enak di dengar"

Namun, tidak ada reaksi apapun dari lawan bicaranya. Namun, ekspresi cowok itu tampak semakin kebingungan "kenapa? Mau di suapin?"

Vahan langsung menggeleng panik "eh.. e-enggak.." cowok itu mengambil satu potong pizza di depannya yang tampak menggoda itu dengan ragu. Mungkin karena keju mozzarella nya yang melimpah

Lalu Vahan menatap Billby yang sedang menatapnya sambil memangku tangan. Seperti sedang memandang sesuatu yang sangat indah. Gue tau gue ganteng. Tapi, gak usah seintens itu juga kali ngelihatnya, batin Vahan ke-PD-an.

Sebenarnya, Billby tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena menatap cowok itu tanpa kedip. Vahan memang memiliki visual yang sangat mencolok di sekolah ini. Garis wajahnya tegas dengan hidung mancung yang khas, tipe struktur wajah aristokrat yang langsung membuat orang tahu bahwa ia memiliki darah Prancis yang kental mengalir di tubuhnya.

Namun, yang paling memikat dari seorang Vahan adalah sepasang matanya. Sepasang manik mata berwarna hijau jernih bak batu zamrud yang diteduhi oleh bulu mata lentik yang lebat.

Siapa pun yang menatap mata hijau itu terlalu lama pasti akan merasa seperti sedang tersedot ke dalam hutan pinus yang tenang sekaligus misterius. Termasuk si Sleeping Queen yang biasanya acuh tak acuh pada dunia.

"Ngapain Lo ngeliatin gue?" Tanya Vahan risih, memutus kontak mata hijau mereka sambil terus mengunyah pizza yang ada di mulutnya.

Billby mengendikkan bahunya sekilas "gak apa apa.. cuman mau liat respon Lo makan masakan gue"

"Oh.. ini masakan lo? Enak kok.. enak" balas vahan cepat. mungkin agar billby tak memandangi nya lagi

Namun, balasan billby justru di luar dugaan

"padahal ada racunnya" celetuk billby santai. Namun, berhasil membuat vahan shock level mampus.

Laki laki itu terbatuk-batuk sampai wajahnya memerah. "Lo gila?" Desis vahan dengan aura membunuh

"Makan lagi" billby menunjuk pizza nya dengan dagu

Vahan menggelengkan kepalanya tidak habis fikir "habis bilang ini ada racunnya. Lo masih bisa nyuruh gue buat makan lagi?"

"Ya udah kalo gak mau.. sana ke kantin. Suara perut Lo beneran gak enak di dengar" billby menarik bekal pizza nya hingga ada tepat di hadapan nya. Lalu masih seperti sebelum sebelumnya. Dengan santai billby mengambil satu potong pizza dan memakan.

Melihat itu ekspresi vahan berubah lebih tenang "Lo bohong ya? Pizza ini gak ada racunnya. Kenapa Lo makan?"

Billby menggelengkan kepalanya "semua masakan gue ada racunnya. Tapi,anehnya gue gak mati mati" billby terkekeh kosong seperti orang frustasi. Melihat itu, vahan jadi agak kasian. Apa gadis ini punya masalah besar?

Haha.. padahal lebih kasian vahan karena termakan drama billby.

"Lo ada masalah apa?" Vahan- bertanya dengan nada prihatin

Tapi, balasan billby setelah nya malah membuat vahan jadi kembali murka. "Lo gak mau makan lagi? Kali ini gue pake racun baru yang katanya sangat manjur. Lo gk mau nemenin gue mati?"

"Lo.. apa maksud Lo ngasih gue makanan yang sudah Lo kasih racun? Lo kalo mau mati mati sendiri anjing" vahan bukan anak yang suka berkata kasar. Kalau ia toxic, sudah pasti ada di tahap dimana ia benar benar sudah lepas kendali.

Sebenarnya ia sudah sangat naik pitam. Bahkan rasanya ia ingin mencekik billby sekarang juga.. kalau bisa sampai mata gadis itu melorot keluar. Tapi, sebisa mungkin ia tahan karena takut kalau billby anak orang penting. Bisa berabe nanti

Di sekolah ini, sangat tertib dan sangat banyak peraturan. Dan yang berani melanggar nya akan mendapat sanksi yang tidak main main

Bahkan jika ada murid yang berbicara dengan teman nya di saat jam pelajaran berlangsung, sudah bukan hal aneh bila murid tersebut di skors selama satu Minggu

Tapi, billby.. gadis itu bisa melakukan apapun di sekolah. Tidur di kelas, makan di jam pelajaran, tidak ikut kegiatan sekolah, bahkan tidak memakai seragam sekalipun. Semua bisa ia lakukan tanpa mendapat hukuman. Jangankan hukuman, teguran saja sepertinya tidak pernah. Sudah pasti billby bukan anak orang biasa kan..

Apa jangan jangan gadis itu anaknya presiden? Wah.. wah..

Billby yang sedang menikmati pizza nya itu terdiam sejenak kala mengingat kalau ia membawa roti. Billby mengambil tasnya yang 'ringan' itu lalu meletakkan nya di pangkuan vahan "gue punya roti sobek. Kalau mau makan aja.. masih di segel kok.. jadi gak mungkin beracun" ujar billby yang tampak sama sekali tidak merasa bersalah.

Namun, lagi lagi vahan tidak bereaksi apapun seperti saat di sodorkan pizza tadi. Sudah pasti karena ia kehilangan respek dengan gadis itu kan? Sebenarnya memang sudah tidak respect dari awal sih.. tapi, karena masalah pizza barusan vahan semakin tidak menyukai gadis itu

Bagaimana vahan tidak kehilangan respek coba? Vahan itu murid terpintar di sekolah. Ia sangat tertib. Namun, gadis di sebelahnya ini kerjaan nya cuman ngorok dan ngorok. Jujur ia terganggu. Kalau bisa pindah tempat duduk, sudah pasti akan ia lakukan dari zaman nabi Adam. Ditambah lagi sekarang gadis itu meracuninya. CK, sial*n.

"Udah.. makan aja.. ntar kalo Lo sakit gue bakal tanggung jawab" ujar billby karena vahan hanya diam membatu

Dengan malas vahan melirik isi tas billby yang ternyata.. astaga."Lo.. lo gak bawa buku?" Vahan- memandang billby dengan tatapan penuh keheranan. Ia memang tidak pernah melihat billby belajar. Namun ia tidak menyangka kalau ternyata gadis itu sama sekali tidak membawa buku. Justru membawa Snack yang jelas jelas di larang oleh pihak sekolahan

Billby menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan yang vahan lontarkan tadi

Vahan menghela napas. Lalu melirik isi tas billby. Entah ini tas sekolah atau tas camping. Isinya hanya camilan. Walaupun tidak banyak tetap saja aneh

Di dalamnya ada roti sobek, cokelat, wafer loacker, pudding dan susu Cimory. Vahan mendengus. Anak TK saja tas nya tidak seperti ini.

"Lo anak siapa sih?" Tanya vahan heran

"Anak chef Juna" balas billby asal

Lalu vahan mengambil roti sobek yang sempat billby tawarkan untuk nya. Karena memang ia sedang lapar "gue makan ya"

Billby mengangguk. Lalu gadis itu sedikit mencondongkan tubuhnya untuk mengambil susu yang ada di tasnya yang masih berada di pangkuan vahan.

Lalu billby mengocok susu tersebut sebelum meminumnya, diam diam vahan mencuri curi pandang pada teman semejanya itu

Tak lama setelah itu bel masuk berbunyi nyaring. Vahan- segera meletakkan rotinya di laci. Sedangkan billby? Gadis itu mengambil pudding di tas nya yang kini ada di atas meja.. lalu memakan pudding tersebut dengan santai. Persetan dengan guru yang baru memasuki kelas.

Hmph, dasar b1adab

•••

"Dah selesai han? Lancar gak?" Tanya Mex saat vahan menghampirinya di parkiran sekolah

who is she?

"Gimana han? Lancar?" tanya Mex

"Aman" vahan ikut jongkok di sebelah Mex yang sedang merokok dengan afghan. berani banget nih dua orang nyebat di sekolah.

Saat ini mereka sedang ada di parkiran. vahan melirik Mex "kan udah gue bilang pulang aja duluan"

Mex melirik Afghan "dia gak mau. katanya takut Lo kenapa Napa kalo ditinggal sendirian. Gue curiga dia suka sama Lo"

Plak!

Tanpa belas kasihan sama sekali Afghan menggeplak mex yang sudah memfitnah dirinya "Lo kali yang gak mau ninggalin dia.lo bilang harus setia kawan"

"Harus banget ngerokok di sekolah?" Vahan menatap keduanya khawatir. ini sekolah sangat sangat sangat ketat.dan yang melanggar, hukumannya gak main main. Takutnya kedua temannya ini ketahuan dan berakhir di drop out secara tidak wajar.

"Udah gak ada siapa siapa" ucap Mex santai

"Udah gak ada gimana? Lo pikir gue ujian tadi sendiri?jelas ada guru yang ngawasin" timpal vahan

"Kan parkiran guru gak disini" balas Mex lagi

"Bener tuh. btw, katanya si Mex tadi lo ngobrol sama si tukang tidur di kelas Lo itu?" Afghan yang awalnya berada di sebelah Mex bangkit dan jongkok di depan vahan

Vahan menghela napas lalu menceritakan kejadian di kelas tadi bersama billby yang membuat emosinya naik sampai ke langit ketujuh

"Seriusan lo? Terus apa yang Lo rasain sekarang?" Interogasi Afghan heboh

"Gue gak ngerasain apa apa sih. niatnya habis ini gue mau cek ke Rumah Sakit" balas vahan

"Sialan ya tuh cewek. gue kasih pelajaran besok" ujar Afghan meng-gebu. dia ini tipe orang yang emosian. Beda dengan Mex yang lebih santai dan mendahulukan logika

Mex menimpali setelah berhasil mencerna cerita vahan tadi "kata Lo tadi dia juga makan. Masa beneran ada racunnya?"

Hufttt,"mungkin dia mau bundir" vahan mengingat lagi ucapan billby di kelas tadi

Semua makanan gue ada racunnya. tapi, kenapa gak mati mati ya?  Ucapan tersebut menyiratkan makna kalau gadis itu ingin mengakhiri hidupnya

"Emang punya masalah apa?" tanya Mex tampak tak yakin Dengan prediksi vahan tadi

Afghan melirik Mex "ya mana tau.tapi dia keliatan problematik gitu. Gak pernah ikut aturan.udah pasti hidupnya berantakan. banyak masalah."

"Dia emang gak pernah ikut aturan. tapi gak keliatan banyak masalah kok. dia keliatan anak polos yang belum ngerti kejamnya dunia" Mex menjatuhkan rokoknya yang sudah pendek lalu menginjaknya dengan gesekan ringan

Vahan terkekeh ringan "paham amat lo.sering merhatiin ya? gue yang duduk di sebelahnya aja baru pertama kali liat mukanya sejelas itu. Ekspresi nya emang polos. tapi, kelakuannya astagaaa"

"Kalo emang polos mana mungkin dia kenal racun.oh ya,jadi kapan Lo mau cek?" Afghan jadi teringat kalau topik utama nya itu vahan dikasih makanan beracun

"Ntaran"

Mex menggelengkan kepalanya"gue gak yakin dia beneran masukin racun di pizza itu"

"Serah lo lah. pokoknya gue kesel.besok gue habisin dia" ujar afghan dengan dendam membara

"Habisin habisin. Lo gak liat dia di sekolah bisa ngelakuin apa aja? gak ada guru yang pernah negur apalagi ngehukum. Sapa tau dia anak orang penting" ujar Mex memperingati Afghan

Vahan mengangguk "itu juga yang gue pikirin"

"Gue juga anak orang penting kali.anak pejabat" tukas Afghan kesal

"Anak pejabat sih iya. Tapi, sayangnya bukan pejabat disini gan.di negara ini kita cuman numpang.makanya jangan macam macam" nasehat Mex lagi

Afghan menunduk lesu "padahal gue dah gatel sama tuh cewek. btw,gue masih heran kenapa dia bisa di spesialin sama guru guru ya? Kenapa gak pernah dihukum?"

Mex mengangguk se7 "gue juga lagi"

"Jangan jangan oh jangan jangan" Afghan menatap kedua temannya dengan horor "dia..dia jual diri?"

Entah kenapa vahan merasa tidak suka dengan dugaan Afghan tadi.. walaupun billby sudah membuatnya kesal setengah mati. Tapi menurut nya billby bukan cewek seperti itu.

"Sembarangan lo! Masa iya sih. enggak lah. paling karena sogokan" komentar Mex membantah pikiran Afghan yang agaknya kelewatan

"Mungkin dia anak kepsek" tutur vahan dengan pemikiran yang lebih normal

"Enggak kok. kepsek cuman punya dua anak. pak Jack sama adiknya cewek" bantah Afghan

"Billby cewek"balas Mex

"Bukan. ceweknya tuh sudah gede" sewot Afghan

Vahan bangkit menghampiri motornya yang langsung menarik perhatian kedua temannya itu

"Pulang?" Tanya Afghan

Vahan menggeleng "gak.mau ke Rumah Sakit. gak usah ikut. lo berdua pulang aja"

Namun, "Ikut" balas Afghan dan mex serempak

"Serah"

•••

"Kita makan dulu ya om. billby pengen makan di luar" pinta billby seraya melepas tasnya lalu melemparnya ke jok belakang.

Saat ini billby sedang bersama jackly-omnya yang berprofesi sebagai guru di sekolah ini.

"Mau makan apa?" Tanya Jack seraya mengatur suhu AC di mobilnya

Billby menggumam cukup panjang "billby mau makan di Solaria deh"

"Oke boleh.gimana hari ini?" ujar Jack yang sudah mulai menjalankan mobilnya

"Hmmmh,kayak biasa"

Jack menoleh sekilas "tidur seharian?" Tebaknya

Billy menganggukan kepalanya lalu menggeleng "tadi aku sempet ngasih bekal ku ke temen semejaku. dia keroncongan. brisiq. Jadi aku kasih makan biar bisa tidur lagi"

Awalnya Jack hanya mengangguk santai. Namun,detik berikutnya ia menatap billby dengan tatapan mengintimidasi "cowok kan? temen semeja kamu cowok? Apa aja yang kamu omongin? kalian temenan?tukeran no.hp?" interogasinya beruntun seperti wartawan

Billby menghela napas. Salah sepertinya. Tidak seharusnya ia menceritakan hal tersebut. omnya ini posesif mampus. udah kayak pacar obsesi. "om tuh lagi nyetir. Jangan malah liatin billby. ntar kalo sampe kenapa kenapa billby gak mau diurus om lagi" ujarnya tak membalas satupun pertanyaan Jack

"Terus kalo bukan om yang ngurus kamu,siapa?"

Billby mengendikkan bahunya "Tuhan mungkin"

Jack mencubit pipi billby "sembarangan kamu. ceritain ke om apa aja yang kamu omongin sama cowok itu. se-de-tail mungkin" titah Jack tak terbantahkan

Akhirnya billby menceritakan pizza beracun ulahnya

"Astaga billby.. kamu gak boleh bercanda kayak gitu.bercanda itu ada batasnya" ujar Jack melirik ponakannya yang meresahkan itu

Tapi,billby menanggapi nya dengan santai. ia malah mengambil jawaban yang ia yakini akan membuat omnya marah "jadi,kalo bercandanya gak berlebihan boleh?"

Jack mencengkram stir mobilnya "billby" panggilnya dengan nada rendah "jangan pernah coba-coba ngelakuin hal yang om larang.kamu gak boleh temenan sama siapapun. Kalo kamu berani temenan apalagi sampe bercanda sama cowok itu, om bakal keluarin dia dari sekolah. atau.. om kunci kamu di kamar kalo om lagi gak di rumah.gak cuman cowok itu. Semuanya. Kamu gak boleh temenan sama siapa pun"

"Iya deh.." balasnya lesu

"Apa kamu dah sering bercanda sama dia?"

Billby menggeleng cepat "enggak om. itu tadi karena dia laper"

"Terus kenapa gak ke kantin?"

"Katanya sih lagi belajar karena mau ngerjain ulangan yang Sempet kelewat" balas billby seadanya

hidden in the story

"Mau kemana lagi?" Jack bertanya pada billby setelah keluar dari Timezone

Ya,setelah makan di Solaria sesuai permintaan billby, mereka ke Timezone yang pasti juga permintaan billby. walaupun Jack melarang nya berteman dengan siapapun. Tapi, sebisa mungkin Jack menuruti semua keinginan ponakannya itu

"Emmm, aku mau ice cream" pintanya sambil meremas remas perut boneka kelinci di tangannya hasil memenangkan permainan capit boneka di timezone tadi

"Oke" balas jack seraya mengelilingi mall untuk mencari kedai ice cream yang sesuai dengan keinginan billby

Setelah berjalan cukup jauh, billby menunjuk outlet kedai ice cream yang menurutnya sangat lucu.. di depan toko tersebut ada patung ice cream yang bentuknya kepala sapi "billby mau itu om" ujarnya tersenyum lebar

Billby langsung berlari menghampiri patung tersebut dan mengelus-elus nya sebentar. Lalu ia menatap etalase di depannya yang menampilkan berbagai macam ice cream dengan bentuk kepala hewan.

"Menurut om mana yang paling lucu?" Tanya billby meminta pendapat

Jack menunjuk ice cream dengan bentuk kepala beruang "yang ini lucu.tapi,billby lebih lucu" goda Jack

Bukannya senang di puji, billby justru menatap Jack dengan sinis "emang!" Balas billby sewot.

Jack terkekeh "jadi mau yang mana?"

Billby balik menatap etalase didepannyan "yang  mana ya?" Pikirnya serius seperti sedang memilih takdir. "yang beruang memang lucu. Tapi yang sapi sama kucing juga lucu.boleh tiga gak om?" pinta billby ngelunjak

Jack menatap billby agak terkejut "enak aja tiga.ntar sakit. satu aja. kapan kapan baru beli lagi"

Billby cemberut "tapi,lucu om"

"Kamu suka ngeliat nya?"

Billby mengangguk "suka banget. kiyeowo"

"Kalo gitu beli squishy aja. ini kegunaan nya dimakan bukan diliat" ujar Jack seraya menunjuk ice cream di etalase tersebut

"Ya udah..kalo dua gimana om?" mohon billby meminta kelonggaran

"Satu aja bilby. kamu gak bisa makan es banyak banyakk. tadi di Solaria kamu dah minum smoothies. Sekarang mau ice cream dua. ntar kalo sakit yang diresein om. gak boleh. satu aja" tolak Jack

"Om jahat! padahal ice creamnya lucu"

Jack memegang lengan billby siap menariknya "mau gak? kalo enggak kita pulang"

"Mau mau.. billby mau yang beruang" putus billby setelah perdebatan panjang

"Nah gitu. nurut sama om" ujar Jack seraya mengambil hpnya di saku untuk membayar ice cream billby

"Iya.. pak guru" balas billby lesu

Setelahnya mereka jalan beriringan menuju parkiran namun, tiba tiba di tengah jalan billby menanyakan sesuatu yang cukup berat

"Om.. kira kira sampe kapan identitas ku di sembunyiin?" Tanya billby yang membuat Jack lesu

"Maafin om ya..om gagal jaga Mama kamu" ujarnya dengan tulus

"Ngapain minta maaf, om gak salah kok" balas billby. "aku itu cuman pengen bisa di posting sama kalian.. atau sebaliknya, aku yang posting kalian.. tiap kita jalan jalan dan foto bareng kan pasti ada foto yang tanpa aku buat kalian bikin story'..kadang aku pengen ada di story kalian juga" ungkap billby jujur yang semakin membuat Jack merasa bersalah

Jack menghela napas, "nanti kalo kamu dah dewasa, kita buat acara yang gede banget buat ngungkap identitas kamu. buat sekarang tahan dulu ya.. om takut kamu gak bisa Nerima pandangan buruk orang ke kamu. kamu memang gak salah tapi, ya beginilah dunia. gak salahpun bisa di salah salahin"

Billby mengangguk paham "aku ngerti kok om"

Jack mengelus kepala billby dengan sayang "kami ngelakuin ini demi kebaikan kamu, jangan pernah mikir kami gak sayang sama kamu ya.. kalo nurutin kemauan mah udah dari dulu om posting semua tentang kamu. punya ponakan yang seperfect ini siapa yang gak bangga. rasanya om pengen nunjukin ke seluruh dunia setiap momen kebersamaan kita dan setiap pertumbuhan kamu.. tapi,ya itu tadi demi menjaga mental kamu kami tahan keinginan itu"

"Dewasa nya aku kapan?" Tanya billby yang tampak sangat polos

"Yang jelas sekarang belum. dari pertanyaan kamu tadi nunjukin kamu belum dewasa"

Wajah bulat billlby mencerminkan ekspresi kecewa "yahh.. padahal kirain billby udah besar" ujarnya dengan bibir melengkung ke bawah

Jack terkekeh ringan "nanti ada waktunya"

"Jadi sekarang aku belom besar?" Tanya billby lagi karena tidak puas dengan jawaban Jack

"Menurut billby?"

"Udahlah!" balasnya cepat dan tegas

Jack terkekeh lagi, "iya..udah"

"Oh ya om, tadi om bilang kalo billby dah dewasa om mau ngungkap identitas aku di acara besar?"

Jack mengangguk

"Terus.. ada papa gak?" Tanya nya hati hati tapi, penuh harap

Jack berdecak kesal "jangan harap" balas jack dingin lalu menarik billby untuk masuk ke dalam mobil

°•••°

Setibanya di rumah, billby merasa gerah dan langsung memutuskan untuk mandi, ia mengambil pakaian ganti serta prantal printil lain untuk menemaninya di dalam sana. Setelah berlalu puluhan menit, akhirnya billby keluar juga dari bilik kecil alias kamar mandi yang ada di pojok kamarnya

Billby menggosok gosok rambutnya serta kulit kepala dengan handuk sambil berjalan menuju meja rias. setelah duduk di sana dan rambutnya dirasa sudah cukup kering, billby memakai rangkaian skincare nya dengan lengkap. Terakhir, ia memakai minyak wangi di setiap titik nadi

"Mmhhhh...wangi" ujarnya semringah sambil mengendus endus pergelangan tangannya

Lalu ia menatap cermin di dedapannya "kira kira sekarang enaknya ngapain ya?"

BRAK!

"HAAA!" Teriak billby seraya menggebrak meja saat menemukan ide. ia terkikik senang

Billby keluar dari kamarnya dengan hati-hati seperti pencuri. ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada siapapun yang melihatnya. lalu menoleh ke pintu yang ada di sebelah kamarnya

Kamar Jack

Pintunya tertutup. aman.

Kemudian billby melangkah menuju kamar mama nya -jizamy. atau biasa disebut jiza. saat tiba di depan tujuan billby menoleh lagi memastikan keadaan benar benar aman. setelah diyakini tidak ada yang melihatnya, billby membuka kenop pintu dengan perlahan lalu melangkah masuk. tak lupa ia menutup pintu kembali sebelum melancarkan aksinya

Saat tiba di tengah ruangan, billby melemparkan pandangannya kesegala arah. hm.. padat tapi,kosong. padat karena banyak barang disana namun, kosong karena tak ada penghuninya

Ya, jiza tidak tinggal di rumah ini. ia tinggal di apartemen dengan dua sahabatnya

Saat matanya menangkap sebuah rak buku kecil, ia melangkah ke sana. inilah tujuannya: mencuri novel jiza. Sebenarnya billby juga punya banyak novel namun, tidak seasik novel mamanya yang bisa disebut...

Novel dewasa. Xixixi.

Entah apa yang akan Jack lakukan padanya jika mengetahui kebiasaan nyeleneh ini

Billby mengambil  tiga novel yang berada di rak paling atas. niatnya ia akan membaca sinopsis masing masing buku yang ada di bagian sampul belakang itu, lalu mencuri satu buku yang paling menarik untuk ia baca di kamar nya nanti

Namun, saat tiga novel sudah di pegangnya ia melihat ada sebuah bingkai foto dibagian belakang rak. dengan posisi terbalik di rak paling atas tempat ia mengambil novel novel yang ada di tangannya ini.

Karena penasaran, billby meletakkan  tiga novel tadi di atas rak lalu mengambil bingkai foto tersebut, setelah membaliknya ia terpaku

"Apa..ini papa?"

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!