Indonesia
NovelToon NovelToon

The Silent Empire

Bab 1 - Pria bernama Cleverley

Matahari pagi menyinari kota Drep, sebuah kota metropolitan yang dipenuhi gedung pencakar langit dan lalu lintas yang tak pernah benar-benar sepi. Dari kejauhan, sebuah kawasan perumahan elite di sudut utara kota tampak tenang, jauh dari hiruk-pikuk pusat bisnis.

Di sanalah berdiri sebuah rumah bergaya modern yang luas, dikelilingi taman hijau dan pepohonan rindang.

Rumah itu adalah kediaman Cleverley, seorang pemuda berusia dua puluh tiga tahun yang lebih akrab dipanggil Clev oleh orang-orang terdekatnya.

Tak banyak yang mengetahui siapa dirinya. Bagi sebagian besar masyarakat, nama D&D Company hanyalah sebuah konglomerat besar yang berkembang sangat pesat di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Namun, hampir tidak ada yang mengetahui bahwa pemilik seluruh kerajaan bisnis itu adalah seorang pemuda yang lebih suka hidup sederhana daripada menikmati sorotan media.

Pagi itu, Clev duduk santai di teras belakang rumah sambil menikmati secangkir kopi hangat. Wajahnya tenang dengan senyum tipis yang selalu menghiasi bibirnya.

"pagi kak..." suara lembut membuyarkan lamunannya.

Seorang gadis berusia sembilan belas tahun berjalan menghampiri sambil membawa buku di tangannya. Rambut panjangnya tergerai rapi, dan senyumnya begitu ceria.

Dia adalah Derina, adik perempuan Clev.

"Pagi.." jawab Clev sambil tersenyum.

"Kakak hari ini ke kantor lagi?" Tanya Derina

"Iya..Ada beberapa rapat" jawab Clev

Derina hanya mengangguk kecil. Ia sudah terbiasa melihat kakaknya sibuk mengurus pekerjaan, meskipun Clev selalu berusaha meluangkan waktu untuk keluarga.

Tak lama kemudian, aroma masakan memenuhi ruangan.

"Sarapan sudah siap!"

Suara lantang itu berasal dari Lenny, kepala juru masak yang telah bekerja bersama keluarga mereka selama bertahun-tahun. Masakannya selalu menjadi favorit seluruh penghuni rumah.

Di ruang makan, Maria, staf rumah tangga yang ramah, sedang menata peralatan makan dengan teliti. Sesekali ia tersenyum kepada semua orang yang lewat.

Di halaman belakang, suaminya, Garry, sibuk merawat kebun dan pepohonan. Meski pekerjaannya mengurus perkebunan, ia juga sering membantu berbagai kebutuhan rumah ketika diperlukan.

Sementara itu, di ruang kerja lantai satu, seorang wanita muda sedang memeriksa jadwal hari itu melalui tablet di tangannya.

"Clev, rapat pertama dimulai pukul sembilan,berkas kerja juga sudah aku siapkan"

Wanita itu adalah Mira, asisten pribadi Clev yang terkenal teliti dan profesional. Hampir seluruh agenda penting D&D Company berada dalam pengawasannya, Mira juga adalah teman masa kecil Clev.

"Makasih,Mira"

Jawaban Clev tetap singkat seperti biasanya.

Di depan rumah, sebuah sedan hitam telah menunggu sejak pagi.

Di balik kemudinya duduk Thomas, sopir pribadi yang selalu memastikan perjalanan Clev berlangsung aman dan tepat waktu.

Sementara itu, di pos keamanan gerbang utama,Leo mengawasi setiap kendaraan yang keluar masuk kawasan rumah. Sebagai kepala keamanan, ia memimpin dua anggota yang berjaga secara bergantian selama dua puluh empat jam.

Meski sistem keamanan rumah itu sangat ketat, suasananya tetap terasa hangat. Bagi Clev, mereka bukan sekadar karyawan, melainkan orang-orang yang telah menjadi bagian dari keluarganya.

Setelah sarapan selesai, Clev mengenakan jas hitam sederhana. Penampilannya rapi, tetapi tidak mencolok.

Ia melangkah menuju mobil sambil melambaikan tangan kepada Derina yang berdiri di depan pintu.

"Hati-hati, Kak"

Clev tersenyum.

"jangan lupakan kuliahmu" ujar Clev lalu masuk ke dalam mobil

"Pasti.." ujar Derina sambil mengarahkan jempol nya ke arah Clev yang masuk mobil

Mobil perlahan meninggalkan halaman rumah menuju pusat Kota Drep.

Di tengah kota, berdiri sebuah gedung pencakar langit dengan logo besar bertuliskan D&D Company. Gedung itu menjadi simbol kemajuan bisnis di Drep dan menarik perhatian banyak investor.

Namun, hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa di balik pembangunan pusat bisnis tersebut, Clev memiliki tujuan lain yang jauh lebih besar.

Ia datang ke Kota Drep bukan hanya untuk membangun kerajaan bisnis.

Ia datang untuk mengakhiri kekuasaan organisasi mafia yang telah lama mencengkeram kota itu.

Bab 2 - Orang-orang kepercayaan

Gedung D&D Company berdiri megah di jantung Kota Drep. Bangunan setinggi puluhan lantai itu menjadi salah satu ikon baru kota. Setiap hari, ribuan karyawan keluar masuk dengan kesibukan masing-masing, mencerminkan besarnya perusahaan yang terus berkembang di berbagai sektor bisnis.

Di lantai paling atas, suasana jauh lebih tenang.

Di balik sebuah pintu kayu berwarna hitam terdapat ruang kerja Presiden Direktur D&D Company.

Clev duduk santai di kursinya sambil membaca beberapa laporan proyek yang baru dikirim pagi itu. Secangkir kopi hangat berada di samping laptopnya.

Tok...Tok...

"Pagi, Clev."

Seorang wanita berambut cokelat muda membuka pintu tanpa menunggu jawaban.

"Pagi juga ,Rosa" Clev menjawab tanpa menoleh

"Sudah kubilang berkali-kali, kalau aku yang masuk jangan formal" ujar Rosa

Rosa adalah sekretaris utama D&D Company sekaligus sahabat Clev sejak mereka masih sekolah. Berbeda dengan sekretaris pada umumnya, Rosa sudah memahami kebiasaan Clev. Ia tahu kapan harus serius dan kapan boleh bercanda.

"Ada lima jadwal rapat hari ini. Tapi aku sudah membatalkan dua"

"Kamu pasti bosan kalau rapatnya terlalu banyak" ujar Rosa

Clev tertawa kecil.

"Keputusan yang bagus"

Tak lama kemudian, pintu kembali terbuka.

Seorang pria berjas abu-abu masuk sambil membawa map tipis.

"Clev, klien dari luar negeri ingin bertemu minggu depan."

Berry meletakkan map di atas meja.

Berry merupakan tangan kanan Clev di D&D Company. Hampir seluruh kerja sama dengan perusahaan lain diwakili olehnya. Jika Clev memilih tetap berada di kantor, Berry akan menghadiri pertemuan penting di luar.

"Kalau menurutmu kerja samanya bagus, lanjutkan saja" kata Clev

"Jawabanmu selalu sama" kata Berry

"Karena aku percaya penilaianmu" tambah Clev

Berry hanya menggeleng sambil tersenyum tipis.

"Kalau suatu hari perusahaan ini bangkrut, itu salahku ya?" tanya Berry

"Belum tentu" jawab Clev santai

"Kenapa?"

"Karena Helen pasti lebih dulu memarahimu"

Seolah dipanggil, seorang wanita berambut hitam memasuki ruangan sambil membawa beberapa dokumen keuangan.

"Aku dengar namaku"

Berry langsung mengangkat kedua tangan.

"Nah, kan"

Wanita itu adalah Helen, kepala divisi keuangan D&D Company. Tidak ada satu rupiah pun yang keluar dari perusahaan tanpa sepengetahuannya.

Helen meletakkan laporan di atas meja.

"Laporan bulan ini selesai. Pendapatan meningkat delapan persen"

"Bagus" jawab Clev

"Tapi jangan asal menyetujui proyek lagi sebelum aku melihat anggarannya."

Berry menghela napas panjang.

"Lihat? Aku sudah diperingatkan."

Ruangan kembali dipenuhi tawa kecil.

Beberapa menit kemudian, seorang wanita lain masuk dengan membawa map berwarna biru.

"Kalian ribut dari luar sudah terdengar"

Wanita itu adalah Karen, penasihat hukum pribadi Clev sekaligus kepala divisi hukum D&D Company.

Karen menatap Clev.

"Ada beberapa kontrak yang harus kamu tanda tangani. Dan jangan lupa membaca isinya dulu"

Clev mengangguk pelan.

"Baik, Bu Pengacara"

Karen tersenyum tipis.

"Bagus"

Hubungan mereka berempat memang berbeda dengan karyawan lain. Mereka telah berteman sejak lama, sehingga tidak pernah memanggilnya "Tuan Cleverley". Di kantor sekalipun, mereka tetap memanggilnya Clev dan berbicara santai seperti sahabat.

Meski begitu, ketika menyangkut pekerjaan, profesionalisme tetap menjadi prioritas.

Di lantai dasar gedung, suasana jauh berbeda.

Puluhan pria dan wanita berseragam hitam sedang menjalani latihan fisik dengan disiplin tinggi.

Di depan mereka berdiri seorang pria bertubuh tegap dengan tatapan tajam.

Namanya Mario.

Ia adalah kepala keamanan D&D Company, sekaligus pemimpin Unit Blackbird, organisasi keamanan khusus yang dibentuk langsung oleh Clev.

Blackbird bukan sekadar tim satpam perusahaan,mereka adalah unit dengan struktur organisasi yang rapi, disiplin tinggi, dan pelatihan layaknya pasukan militer. Setiap anggotanya memiliki tugas yang jelas, mulai dari pengamanan gedung, perlindungan eksekutif, pengawalan aset perusahaan, hingga operasi darurat apabila terjadi ancaman terhadap D&D Company.

Mario berjalan perlahan di depan para anggotanya.

"Ingat. Tugas kita bukan mencari masalah"

Semua anggota berdiri tegak.

"Tugas kita adalah memastikan setiap orang di gedung ini pulang dengan selamat"

"Siap!"

Suara mereka menggema memenuhi ruang latihan.

Di lantai atas, Clev berdiri di depan jendela kantornya sambil memandangi Kota Drep yang membentang luas.

Gedung-gedung tinggi terus bermunculan. Jalanan dipenuhi kendaraan. Dari luar, kota itu tampak berkembang pesat.

Namun Clev tahu, di balik kemajuan tersebut masih ada organisasi mafia yang bergerak dalam bayang-bayang.

Ia tersenyum kecil.

Pembangunan D&D Company baru saja dimulai.

Begitu pula langkah pertama untuk mengubah seluruh Kota Drep.

Bab 3 - Secangkir kopi di kota Drep

Setelah menjalani 3 rapat yang melelahkan,Clev memutuskan untuk pulang sendiri dengan mobil pribadinya.

Seperti biasa Clev akan menuju pusat kota memarkirkan kendaraannya di sebuah parkiran umum dan berjalan seperti warga biasa di trotoar jalan kota Drep,lalu mencari tempat kopi untuk bersantai. Clev masuk ke dalam sebuah cafe dan memesan kopi juga roti.

Setelah duduk di kursi dan menunggu beberapa saat seorang pelayan datang membawa kopi dan roti pesanan Clev,

"Permisi.. Capuccino dan roti panggang coklat nya,Pak" ujar seorang pelayan lalu menaruh Capuccino dan roti di meja Clev.

"Makasih ya.." jawab Clev sambil tersenyum

Lalu pelayan itu balik tersenyum.

Clev langsung menyesap kopinya dan memotong roti panggang nya sambil melihat layar handphone nya ,untuk melihat berita soal kehidupan kota Drep.

Tak berapa lama di seberang cafe tempat Clev berada ada sebuah keributan yang melibatkan 2 orang berbadan besar dan seorang pemilik restoran lalu kedua orang besar itu terlihat mendorong pemilik restoran itu hingga terjatuh dan merusak sebuah gagang pintu restoran itu, lalu kemudian pergi. Lalu terlihat tidak ada satupun warga menolong pemilik restoran itu,seakan hal seperti itu sudah menjadi hal 'normal' di kota Drep.

Clev yang melihat itu bertanya kepada seorang wanita pengunjung cafe di sebelahnya,

"Kenapa tidak ada yang membantunya?" tanya Clev pelan ke pengunjung di sebelahnya itu

Pengunjung itu terlihat menyipitkan mata menatap Clev,

"Kamu baru datang ya di kota ini?" tanya wanita itu

"Sekitar seminggu" jawab Clev

Wanita itu menghela nafasnya

"Wajar saja"

"Hal seperti itu sudah sering terjadi di kota ini,ya sekitar 6 bulan terakhir ini semenjak mereka datang ke kota ini.." jelas wanita itu

"Mereka itu siapa?" tanya Clev

lalu wanita itu mendekatkan tubuhnya ke Clev

"kelompok Mafia Karibia, pemimpin nya katanya bernama Bruno" bisik wanita itu pelan kepada Clev

Clev hanya mengangguk

"Begitu ya.." jawab Clev

"Kita sebagai warga biasa tidak perlu ikut campur hal begitu,selama kita bekerja dan di gaji oleh perusahaan,ya kurasa itu tidak mempengaruhi karyawan seperti kita kan.." ujar wanita itu sambil tersenyum kepada Clev

Clev membalas senyuman itu

"iya..kamu benar.." ujar Clev

Lalu wanita itu mengulurkan tangan kepada Clev

"Namaku Merry.." jelas wanita itu

Clev yang melihat Merry mengulurkan tangan ke arahnya pun membalas jabat tangan nya,

"Clev, senang mengenalmu" ucap Clev tersenyum

"Clev ya...cukup simpel namamu" ujar Merry tertawa pelan

"Kamu pulang bekerja juga?" tanya Merry sambil mengaduk kopinya

"Iya..baru selesai bekerja" jawab Clev

"Kamu sering ke Cafe ini?" tanya Clev sambil melihat Merry

"Aku bekerja sebagai kasir di Mall di belakang Cafe ini, jadi sebelum pulang aku biasanya kesini untuk menenangkan diri" jawab Merry santai

Setelah beberapa lama berbincang akhirnya Merry pulang ke apartemen nya,

"Sudah hampir gelap ,aku duluan ya..Clev" ujar Merry sambil mengambil tasnya

"Ingat untuk selalu hati-hati dijalanan, karena malam hari akan selalu berbahaya di kota ini" jelas Merry lalu berdiri dan pergi dari mejanya keluar Cafe

Sementara Clev sambil meminum kopinya dan tersenyum.

Bagi Clev dengan adanya Mafia Karibia adalah tantangan yang dia inginkan,karena Clev memang sangat senang 'bermain' dengan mafia-mafia di kota-kota sebelum nya. Bagi Clev selain menjadi tantangan itu bisa membuat bisnisnya bisa lebih tajam untuk berkembang.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!