Indonesia
NovelToon NovelToon

Istri Kedua Yang Dicintai

1

Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis.

Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan.

Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan.

Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut.

Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita.

Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya.

Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desa-han Bella, dan juga era-ngannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki ha-srat berlebih untuk bersama dengan Bella.

"Sayang, aku pikir kamu udah gak bergai-rah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy

Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.

"Tentu saja sayang, kamu istriku" ucap Alan sambil mengusap lembut kepala Tevy

"Kamu mau aku bantu sayang?"

"Gak sayang, kamu jangan terlalu capek. Aku bisa menyelesaikan sendiri"

"Kamu yakin? 3 tahun ini aku gak pernah sentuh kamu, aku takut kamu punya wanita lain sayang"

"Kamu pernah lihat aku gak pulang?"

"Gak pernah"

"Jadi jangan membuat diri kamu semakin stress dengan hal-hal yang gak seharusnya kamu pikirkan. Kamu hanya perlu fokus dengan terapi-terapi kamu"

Tevy mengangguk perlahan, tangannya memeluk tubuh Alan yang kekar. Bahkan Tevy bisa merasakan otot tubuhnya, begitu keras. Namun sayangnya, sebelum lumpuh Tevy tidak pernah bisa membuat Alan puas diatas ranjang.

Alan adalah pria dengan tingkat has-rat sek-sual yang tinggi, dan itu semua membuat Tevy kesulitan untuk menangani Alan.

"Sayang, aku harus ke kantor. Banyak yang harus aku kerjakan" ucap Alan

"Jangan pulang malam"

"Aku gak janji sayang, tapi kalau kamu mau cek aku di kantor, kamu bisa minta tolong siapapun untuk mengantar kamu ke kantor"

"Ya sudah, kabarin aku kalau sudah sampai ya"

"Oke sayang"

Alan meninggalkan rumah di jam dua siang, ia tidak ke kantor melainkan menuju rumah dimana Bella tinggal. Rumah yang Alan beli dan berada tidak jauh dari rumahnya, Alan hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk sampai. Karena clustet rumah Bella berada di samping cluster rumah Alan.

Ceklek!

Alan membuka pintu utama rumah tersebut, kemudian masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Bella. Saat Alan hendak menaiki tangga, ia mendengar suara air, dan sepertinya Bella sedang berenang diluar.

Langkah kaki alan dengan tegap berjalan menuju ke kolam renang, dan mendapati Bella sedang berenang menggunakan swimsuit berwarna merah.

Bella yang menyadari kehadiran Alan, ia segera berenang mendekat kearah Alan, kemudian Alan mengulurkan tangannya untuk membantu Bella.

"Tumben siang" ucap Bella

"Dia lagi gak mau di tinggal. Kamu sek-si banget pakai ini"

"Oh jadi biasanya aku gak sek-si?"

"Sek-si, tapi warna ini bagus di kulit kamu sayang" ucap Alan sambil meraba pinggang Bella

Bella sengaja mendekat, dan sedikit menempelkan da-danya sehingga membasahi kemeja Alan, namun bukan marah, Alan justru membiarkan Bella melakukan hal tersebut. Bella menarik tangan Alan dengan perlahan, mengarahkannya ke da-danya, kemudian membiarkan pria tersebut menyentuhnya.

Dari sentuhan lembut, hingga sentuhan yang berakhir agresif, seperti tahu apa yang Alan inginkan, Bella menariknya masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar tamu.

Tangan Bella begitu cekatan ketika melepas kemeja Alan, tidak perlu menunggu lama, kemeja Alan sudah tergeletak di lantai, mata Bella memandangi tubuh atletis tersebut, jarinya mulai menari-nari di dada bidang milik Alan, hingga membuat Alan tidak bisa menahan lebih lama lagi.

Alan mendorong tubuh Bella ke ranjang, kemudian tubuh kekarnya mulai menindih tubuh Bella.

2

Alan masih terlelap di ranjang, sementara Bella sudah selesai membersihkan tubuhnya, dan mengganti pakaiannya menggunakan dress panjang namun memiliki belahan dada yang terbuka dan memperlihatkan bentuk dadanya yang indah.

 

Sambil menunggu Alan bangun, Bella mengupas beberapa buah kesukaan Alan karena Alan begitu menjaga asupan makanannya.

 

Saat mengupas buah, tiba-tiba Bella merasakan sentuhan seseorang melingkar di perutnya, kemudian ciuman di tengkuknya yang membuat Bella seketika merinding.

 

"Thank you sayang" ucap Alan dengan tetap memeluk Bella dari belakang.

 

Tidak ada satu katapun yang keluar dari bibir Bella, dia membiarkan Alan memeluk tubuhnya, dan membelai pinggangnya.

 

"Kamu makan dulu, lalu siap-siap pulang. Ini sudah jam 7 malam sayang"

"Kapan kita bisa tidur bersama semalaman?"

"Nanti, kalau kamu ada business trip, aku susulin kamu. Kita bisa tidur bersama sampai pagi"

"Aku akan agendakan segera"

 

"Nakal ya" ucap Bella sambil mendorong pelan dada bidang Alan

 

Alan meletakkan piring tersebut kemudian menarik tengkuk Bella, bibir Alan mulai menyusuri bibir milik Bella, ciuman tersebut berubah menjadi ciuman yang agresif. Bahkan ketika ponsel Alan berdering, biasanya Bella akan melepas ciumannya dan membiarkan Alan mengangkat teleponnya.

 

Tapi kali ini tidak, Alan bahkan tidak di beri kesempatan untuk melihat siapa yang sedang menelponnya.

 

35 menit berlalu, panggilan di ponsel Alan menjadi 7 panggilan tak terjawab. Dengan sisa tenaga yang Alan miliki, ia meraih ponselnya kemudian memastikan siapa yang menelfonnya.

 

"Tevy" gumam Alan

 

"Siapa sayang?"

"Tevy"

"Time to go home"

"Sorry sayang"

"It's okay baby, no need sorry. I understand..."

 

Alan menuju ke kamar lalu menggunakan pakaian baru yang sama saat ia datang, kemudian keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapi.

 

"Good night sayang" ucap Alan mencium kening Bella

 

Bella hanya diam menatap kepergian Alan, kemudian ia menuju ke pintu utama untuk mengunci pintu dan Bella kembali ke kamarnya.

Suasana rumah tersebut begitu sepi, karena Alan melarang pembantu untuk tinggal bersama Bella, mereka hanya datang saat di butuhkan dan kembali ke rumah yang sudah Alan sediakan untuk mereka.

 

Bukan tanpa sebab, karena Alan memiliki fantasi yang liar. Jadi Alan tidak ingin privasinya dan Bella terganggu karena adanya orang lain.

 

Bella menatap kearah jendela, ia mengehela nafas panjangnya. Ia berfikir, sampai kapan Bella akan menjadi orang ke dua diantara Alan dan Tevy. Dan jika Tevy sembuh, apakah Alan akan kembali dengan Tevy.

 

Semua pertanyaan itu selalu muncul dalam benak Bella setiap harinya. karena Bella benar-benar telah jatuh cinta dengan Alan, namun Bella tetap mengontrol dirinya untuk tidak bersikap berlebihan karena tidak ingin membuat Alan stres.

 

Setelah menikah dengan Alan, kehidupan Bella berubah drastis. Jika biasanya Bella harus bekerja keras, kali ini tidak. Bella hanya perlu menunggu suaminya datang, dan melakukan kewajibannya sebagai istri.

 

Bella hanya perlu melakukan tugasnya sebagai istri, namun sebagai gantinya, Alan memberikan nafkah bulanan yang fantastis. Yang dimiliki Bella memang tidak lebih banyak dari milik Tevy, tapi yang Bella miliki sudah lebih dari cukup, karena sebelumnya Bella berasal dari keluarga menengah. Dan dia diajarkan jika Bella menginginkan sesuatu, Bella harus bekerja, bukan dengan memintanya kepada orangtuanya.

 

Dan saat ini, kedua orangtuanya tidak tahu jika Bella adalah istri kedua dari Alan Elvin, seorang pengusaha kaya raya yang memiliki istri lumpuh.

 

Tentu saja yang Bella jalani semua ini membuatnya tidak bisa tenang, ia hawatir jika orangtuanya tahu, ia juga hawatir jika orangtuanya memaksa menikah. Lalu apa yang harus Bella katakan kepada orangtuanya.

 

"Semoga hari itu gak pernah kejadian" batin Bella

 

Bella yang merasa bosan, ia meraih ponselnya yang berada di nakas kemudian membuka media sosialnya, lalu mulai mengetik nama istri Alan.

Seketika muncul akun milik Tevy, dan seperti biasa Bella akan mulai stalking media sosial tersebut, apa saja yang di lakukan Tevy bersama dengan suaminya.

 

Ada beberapa postingan Tevy yang memperlihatkan Alan sedang makan, kemudian foto mereka berdua dan adegan dimana Alan menggendong Tevy dan membawanya ke kamar.

 

Bella tahu, jika mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri, tapi dada Bella sesak seketika melihat itu semua.

 

Usia Bella dan Tevy berbeda jauh, Bella masih berusia 25tahun, sementara Tevy sudah berusia 33tahun.

Dengan usia Bella, disaat semua orang sibuk memamerkan pasangannya di media sosial, sayangnya Bella tidak bisa melakukan hal tersebut. Namun biasanya Bella hanya memposting lengan Alan, atau kaki Alan saat mereka sedang berada di luar.

 

"Aku harap aku bisa memiliki kamu sepenuhnya sayang" ucap Bella lirih

3

Meskipun kesal karena Alan pulang terlambat, namun Tevy tidak ingin membuat Alan semakin merasa bersalah karena sikapnya yang kekanakan.

Tevy menatap Alan yang sedang berjalan menuju tempat tidur, kemudian mematikan lampu kamar mereka.

 

Bukan ucapan selamat malam, Tevy justru menggoda Alan dengan menyentuh miliknya.

 

"Sayang, kita harus istirahat. Aku capek, dan besok aku harus berangkat pagi-pagi untuk menyelesaikan masalah di kantor" ucap Alan

 

Tevy seketika menarik tangannya, Tevy menangis karena suaminya tidak mau disentuh olehnya lagi.

Alan tidak tahu jika Tevy sedang menangis, karena suasana kamar mereka sudah sangat gelap.

 

Alan tertidur dengan pulas, dan memang benar dia terlalu lelah. Lelah karena harus bercin-ta dengan Bella hingga berkali-kali.

 

.

.

 

Pagi ini Alan bangun lebih awal, dia segera mandi lalu bersiap untuk ke kantor. Dan seperti biasa setelah Alan siap, beberapa orang yang mengurus Tevy mulai masuk kemudian membantu Tevy untuk mandi dan bersiap.

 

Alan sudah menunggu Tevy di meja makan, tidak lama kemudian Tevy turun bersama dengan beberapa orang yang di tugaskan Alan untuk menjaga Tevy.

 

"Pagi sayang" ucap Alan

 

"Kok ada laptop di meja makan?"

"Iya, ada sedikit masalah"

"Hmm, ya sudah. Kita makan dulu"

"Kamu mau makan apa?"

"Roti aja"

 

Tevy bersikap dingin kepada Alan karena Alan menolak sentuhannya tadi malam, sementara Alan ia tidak merasa jika Tevy sedang bersikap dingin saat ini kepadanya.

Setelah mengambilkan sarapan untuk Tevy, Alan kembali fokus dengan makanannya, dan saat Tevy hendak membuka mulut untuk bicara, ponsel Alan berdering.

 

Nampak nama seseorang yang Tevy kenal sedang menelfon, Alan mengangkat telepon itu kemudian bicara beberapa menit dan telepon selesai.

 

"Sayang, aku harus segera ke kantor. Sudah di tunggu beberapa orang" ucap Alan yang langsung berdiri dan mencium kening Tevy.

 

Alan masih tidak menyadari semua sikap Tevy, sementara Tevy yang merasa kesal, ia melempar sendok yang ada di dekatnya. Semua pembantu dirumah Alan sudah terbiasa dengan sikap tevy, mereka memaklumi karena Tevy pasti merasa frustasi dengan keadaannya.

 

Berbeda dengan Tevy yang sedang dilanda amarah, Bella justru menikmati paginya dengan olahraga yoga. Setelah di rasa cukup, Bella kemudian menuju kamar mandi untuk segera mandi dan bersiap untuk menunggu kedatangan Alan.

 

"Pagi sayang, aku gak bisa mampir karena ada masalah di kantor. Love you" - Alan

"It's okay sayang. Love you too" - Bella

 

Karena Alan sedang sibuk, Bella memutuskan untuk keluar rumah hari ini. Bella memilih celana panjang, dan baju tanpa dengan model turtleneck.

Setelah itu, Bella mulai merias wajahnya supaya terlihat lebih fresh, kemudian ia memilih koleksi tas mewahnya, dan ia memutuskan menggunakan tas berukuran kecil.

 

Bella mendengar ponselnya berdering, ia segera meraih ponselnya yang masih berada di meja rias.

 

"Halo Ma" - Bella

"Bella, kamu kok sudah seminggu gak ngabarin Mama, kamu apa kabar?" - Santi

"Iya Ma, lagi sibuk banget soalnya. Maaf ya Ma" - Bella

"Gimana kerjaan kamu? Semua baik-baik aja kan?" - Santi

"Baik kok Ma. Cuma lagi hectic aja akhir-akhir ini" - Bella

"Ya sudah gak apa-apa kalau memang begitu, kapan kamu bisa pulang. Papa sama Mama kangen banget sama kamu" - Santi

"Tunggu ya Ma, aku ajuin cuti dulu. Aku usahakan bulan depan bisa pulang" - Bella

"Iya nak, Mama tunggu ya" - Santi

 

Telepon di matikan, Bella menatap layar ponselnya. Ia menyadari jika akhir-akhir ini memang jarang memberi kabar kepada orangtuanya.

Helaan nafas Bella, seperti memberi isyarat jika ia memiliki beban besar yang tidak bisa ia ceritakan.

 

Tidak ingin berlarut dalam kesedihan yang sedang Bella rasakan, ia segera meninggalkan rumah lalu menuju pusat perbelanjaan.

Jarak rumah Bella ke psat perbelanjaan tidak terlalu jauh, ia hanya perlu waktu 15 menit untuk sampai.

 

"Hey baby, I went to the Mall today because I was bored at home" - Bella

 

Ketika membaca pesan Bella, bibir Alan seketika tersenyum. Meskipun Bella hanya istri kedua, tapi Bella tidak pernah melupakan hal-hal kecil tersebut.

Berbeda dengan Tevy, dulu sebelum Tevy lumpuh ketika ia ingin pergi ke suatu tempat, ia tidak pernah mengatakan apapun kepada Alan, meskipun Alan melarang Tevy akan tetap melakukannya.

 

"I will send you the money, enjoy baby" - Alan

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!