Indonesia
NovelToon NovelToon

Rindu Yang Menyakitkan

Sepatu Putih Dan Kopi

Pagi hari yang sangat cerah semua siswa siswi berbondong-bondong memasuki gerbang sekolah hari pertama dimulainya ajaran baru.

"Elea kamu berangkat naik apa hari ini ?" ujar ezra sambil membawa tas dan dua kopi.

"Aku tadi di antar ayah kebetulan searah dengan tempat kerja ayah" ujar elea.

"Oh tumben bareng, biasanya kamu naik ojek online sampe nih rambut kamu acak-acakan pas turun dari motor hahahaaa" ujar ezra.

"Yeeehhh gapapa kali acak-acakan juga yang penting cantikk kan ?" ujar elea.

"Iya dehh si paling cantik. Nihh aku bawa kopi dua buat kamu satu, kamu kan suka banget kopi dan suka ngantukan. Masa calon juara umum ngantukan terus nanti ga jadi juara umum dong" ujar ezra.

Elea menguluran tangan dan menerima kopi pemberian ezra sambil tertawa malu. Lalu mereka berdua sudah memasuki gerbang sekolah dan naik tangga sambil seru bercerita game terbaru yang baru mereka coba. Pada saat bersamaan elea sedang tidak fokus menaiki anak tangga dan sedikit buru-buru karna bel berbunyi tandanya masuk kelas dan jam pelajaran segera dimulai. Tiba lah di tangga terakhir yang sangat mengagetkan, elea tidak sengaja menabrak seseorang yang juga terlihat buru-buru dan tidak fokus, kopi pun tumpah ke sepatu putih orang yang dia tabrak. Elea dan ezra sangat kaget dengan kejadian itu baru hari pertama sudah ada saja tragedi mana kopi nya tumpah semua ke sepatu putih itu.

"Lo jalan bisa ga biasa aja? ga usah lari-lari dan lo kayanya ga punya mata ya, lo ga liat di depan lo ada orang main tabrak aja" ujar aksara dengan muka merah karena emosi.

"Sorry banget gue ga sengaja, sumpah gue tadi ga liat lo. Dan kayanya lo juga lagi ga fokus makanya lo bisa nabrak gue juga, ya kan ?" ujar elea dengan nada pembelan.

"Ehh lo ga usah ngebalikin fakta ya, harusnya lo dengan kesadaran penuh minta maaf ga usah pake pembelaan yang jelas-jelas lo nabrak gue. Gue ga mau tau bersihin sepatu gue sekarang gue ga peduli lo mau pake apa buat ngebersihin sepatu gue." Ujar aksara.

Pada saat kejadian semua murid pun ikut menonton apa yang barusan terjadi. Ezra pun mengeluarkan tisu dan mau membersihkan sepatu aksara, tapi langsung di cegah oleh elea dan langsung di ambil tisu dari tangan ezra.

"Lo mau gue yang bersihin sepatu putih lo ini ? Oke gue lakuin sekarang" ujar elea.

Tisu yang baru di pegang elea hendak mengelap sepatu putih itu, namun tindakan elea itu terhenti karena melihat slayer di saku celana aksara yang bertuliskan LOVE AKSARA menjadi targetnya. Dia langsung ngambil dan mengelap kopi yang tumpah di sepatu aksara. Semua murid pun ikut kaget dengan adegan tersebut.

"Nih gue udah tanggung jawab ya dan gue juga udah bilang sorry" ujar elea sambil melemparkan slayer penuh kopi ke dada aksara sambil pergi meninggalkan aksara dan kerumunan menuju kelas.

Aksara pun kaget dengan tindakannya yang mengambil slayer kesayangan dan penuh makna di hidupnya.

"Ehh lo ga punya sopan santun ya, awas ya lo gue tunggu di jam istirahat" ujar aksara sambil berjalan ke toilet untuk membersihkan slayer dengan muka sedih.

Semua murid pun sudah duduk rapih di kelas dan bangku masing-masing. Ada satu bangku kosong di samping elea.

"Eh elea ko tadi kamu gegabah banget pake slayer aksara, kan tadi aku udah kasih tisu buat lap sepatunya" ujar ezra sambil berbisik-bisik.

"Biarin aja dia juga ga punya sopan santun ko nyuruh di lap depan umum kan bisa bicara baik-baik, dan aku juga udah minta maaf zra ke dia. Siapa namanya ? Aksara ?? Kenapa sih orang-orang tadi kaya keliatan takut sama anak itu, kamu juga kaya takut kenapa dengan anak itu monster yaaa ?" ujar elea sambil senyum sinis muka kesal.

"Semua anak disini tuh segan dan patuh sama dia karena sesuatu hal" ujar ezra dengan nada bicara hati-hati.

"Yaaa kenapa zra coba jelasin aku kan ga ngerti dan baru pertama kali liat dia kan aku murid pindahan zra" ujar elea.

"Aku ga bisa jelasin sekarang nanti kamu juga tau ko" ujar ezra

Beberapa menit kemudian guru pun masuk, ibu raina namanya cantik, berkarisma, tegas dan disiplin.

"Hai anak-anak selamat pagi semuanya" ujar ibu raina

Murid-murid serentak menjawab selamat pagi ibu.

"Oke hari ini kita perkenalan murid baru ya pindahan dari SMA Bangsa ke sekolah kita yaitu SMA Pelita Jaya" ujar ibu raina"

Ibu raina melihat sekeliling dan ternyata ada bangku yang kosong. Lalu ibu raina menanyakan kepada semua murid.

"Itu bangku kenapa kosong ? Aksara kemana ? Ada yang bisa jawab ibu ?" ujar ibu raina.

Sebelum murid menjawab tibalah pengisi bangku kosong itu datang. Aksara datang dengan muka yang amat sedih dan baju seragam putih di bagian dada terlihat sedikit kotor karena kejadian tadi.

"Aksara darimana kamu ? Kenapa baju kamu kotor ?" ujar ibu raina yang memasang muka kasian dan heran.

"Gapapa bu" jawab aksara singkat dengan muka menghadap ke bawah.

"Baik kalo begitu kita lanjutkan, elea silahkan perkenalkan diri ke depan nak" ujar ibu raina sambil tersenyum.

Elea mengangguk dengan senyum manis dan melangkah ke depan.

"Nama saya Elea Zara bisa di panggil elea, semoga kita bisa berteman dengan baik dan belajar bersama"ujar elea

Elea melihat sekeliling kelas dan tertuju pada aksara yang terlihat sedih dan murung tidak ada semangat sama sekali di wajahnya.

Di samping bangku aksara ada victoria yang sinis melihat elea di depan, ada luna dan fely di belakang bangku aksara dan victoria yang juga terlihat malas dan sinis melihat perkenalan elea.

"Oh jadi itu murid baru yang bikin sedih aksara ?" ujar luna dengan muka polos

"Sssttt nanti kita bahas pas istirahat jangan sekarang nanti di omelin ibu raina kalo kita ngobrol" ujar fely.

"Ohhh oke deh"ujar luna

Kelas pun menjadi hening karena sedang di mulainya pelajaran matematika. Bagi elea matematika sangat amat gampang karena itu pelajaran favoritnya selama ini. Dia tidak pernah mendapatkan nilai di bawah 80 selalu di atas nilai 80, baginya kalau di bawah 80 berarti dia sedang banyak masalah yang di hadapi. Bel pun berbunyi tanda istirahat telah tiba.

Tenggggg tenggg tengggggg

Hampir semua murid di kelas berlarian keluar untuk pergi ke kantin. Elea yang sedang membereskan pensil dan buku ke dalam tas, kaget saat aksara menghampirinya dengan nada tinggi.

"Eh lo urusan kita belum selesai, lu liat apa yang gue bakal lakuin ke lo selama lo sekolah disini" ujar aksara dengan nada emosi

Lalu datang rafi dan roy teman karibnya yang coba menenangkan dan mengajak aksara ke kantin. Selang beberapa menit datang lah victoria, fely dan luna dengan muka sinis dan marah.

"Ehh lo murid baru ga tau sopan santun, so paling tau tatakrama tapi ternyata NOL. Lo ga usah deketin atau caper sama aksara inget yaaa!! seorang aksara ketemu perempuan gapunya etika ini kasian banget. Kalo gue jadi aksara tadi gue udah suruh lo berlutut di kaki gue"ujar victoria

"Dan lo ga usah ngerasa paling pinter di sini kalo mau hidup nyaman, lo nurut apa yang kita bilang. Ngerti loo ?" ujar fely sambil mendorong badan elea sampai terjatuh ke kursi nya.

"Kalian kenapa sihh ? Aku ga kenal ya sama kalian kenapa kalian ga bicara baik-baik dulu dan jelasin semuanya"ujar elea.

"Haah lo siapa sampe gue harus ngejelasin baik-baik ke lo, lo anak konglo kah ?" ujar victoria sambil tertawa dan sinis.

"Dasar cewe kampung lo ga usah so kalem ya" ujar luna sambil menarik rambut elea.

Tiba-tiba datang alice menangkis dan melepaskan lengan luna yang tadi sempat menarik rambut elea.

"Kalian ga bisa ngebuly anak baru sembarangan, gue laporin ya ke kepsek baru tau rasa lo" ujar alice.

"Gengs cabut, disini terlalu bau kampung nanti kita ketularan kampungnya lagi iuhhhh" ujar fely.

Lalu geng elit pun pergi meninggalkan kelas.

"Kamu gapapa kan elea ? Oh iyaa kenalin aku alice" ujar alice

"Kenalin aku juga teman ezra, nama ku robert biasanya kita kalo istirahat suka bertiga ke kantin" ujar robert sambil melambaikan tangan sedikit berlari.

"Ohh iyaa aku gapapa ko aman salam kenal juga alice dan robert namaku elea, semoga aku bisa menjadi teman yang baik yaa". Ujar elea

"Yaudah kita ke kantin yuk mau makan apa kalian"ujar ezra.

Sambil berjalan bersamaan menuju kantin. Terlihat kantin sangat penuh diisi oleh semua murid dari kelas 10-12. Elea pun terlihat bingung dia mau makan dimana, alice melihat ada bangku kosong di belakang tapi harus melewati geng aksara dan geng elit. Tidak lama kemudian elea dan temannya memesan sup dan teh hangat tawar. Alice, robert dan ezra sudah di meja makan lebih dulu karena mereka memesan makanan yang simple jadi sedikit lebih cepat dari pesanan elea.

Elea pun membawa makanan di nampan dan melangkah melewati geng elit. Tidak disangka kejadian memalukan terjadi, kaki elea keserimpet karena ulah aksara yang sengaja menghadang kaki elea yang membuat elea terjatuh mangkuk sop dan teh hangat pun tumpah ke tubuh elea sehingga elea pun sedikit kepanasan karena kena ke badannya. Semua murid tertawa kecuali ezra, alice dan robert yang terlihat kaget bukan main, sampai ezra berlari menghampiri elea dan membantu elea untuk bangun. Lalu elea pun berdiri sambil menangis karena tidak tahan atas tekanan dari geng elit dan sikap aksara.

"Puas lo udah mempermalukan gue di depan umum?" ujar elea sambil menyeka pipi yang bercucuran air mata

"Makanya lo gunain mata buat jalan bukan buat ngeliat semut ditangan" ujar aksara sambil senyum puas karena bisa balas dendam

"Loo tegaa dan looo sangat amat jahat gue benci" ujar elea sambil menunjuk muka aksara dengan penuh kekecewaan.

Aksara pun senyum sinis, lalu elea pergi berlari sendiri ke toilet sambil menangis hendak membersihan baju yang terkena tumpahan sup dan teh. Disusul dengan ezra, alice dan robert berjalan dengan cepat menemui elea. Pintu toilet yang dipakai elea di kunci karena sedang menangis penuh dengan kekecewaan di hari pertama dia bersekolah yang seharusnya damai tentram penuh keceriaan berubah menjadi tangisan.

"Elea buka pintunya, kamu gapapa kan elea ?" ujar ezra panik

"Elea aku disini mau bantu bersihin baju kamu, aku boleh masuk ?"ujar alice

Hening tidak ada jawaban sepatah katapun dari mulut elea yang terdengar hanya tangisan kencang.

"Alice gue titip elea dulu ya, gue mau nyari seragam putih ke koperasi. Lu temenin gue ya bert" ujar ezra

Robert mengangguk setuju dan mereka berdua berlari menuju koperasi untuk membeli baju seragam untuk alea.

"Elea ayo buka pintunya, jam pelajaran terakhir sebentar lagi kita harus buru-buru ke kelas karena akan ada pelajaran fisika pak hari kita harus tepat waktu el" ujar alice

Setelah 5 menit akhirnya elea membuka pintu dan ezra robert pun datang membawa seragam sambil terengah-engah karena mereka buru-buru takut jam pelajaran terakhir dimulai.

"Akhirnya kalian berdua datang tepat waktu, kalo kalian lama kita yang ada di hukum karena telat dan elea bisa kena omel pak hari karena baju kotor, pak hari ga suka sama murid yang tidak rapi dan tidak disiplin" ujar alice panik.

Alice langsung mengambil seragam dan membantu elea mengganti baju yang kotor dan memcuci sedikit bagian seragam elea yang kotor. Tiga menit berlalu selesai ganti seragam bel pun berbunyi menandakan jam fisika dimulai, mereka berempat pun langsung berlari menuju kelas.

Dua jam kemudian pelajaran fisika berlangsung dan tidak ada kejadian apapun bel pulang pun berbunyi sangat kencang.

Tenggg tenggg tenggg saatnya meninggalkan kelas.

"Selamat berjumpa minggu depan anak-anak jangan lupa PR nya di kerjakan yaa dan hati-hati di jalan" Ujar pak hari

"Baik pak" ujar murid serentak

Semua murid berhamburan ada yang berlari ada yang berjalan cepat dan ada yang bejalan santai meninggalkan kelas.

"Elea bareng aku ya pulangnya aku antar sampai rumah" ujar ezra

"Ga usah ezra aku pulang sendiri aja, nunggu ayah pulang sebentar lagi paling dan aku mau nyebrang lalu nunggu disana" ujar elea sambil nunjuk tempat halte bus.

"Bener nih ? Yaudah aku tinggal ya mau jemput ibu juga abis dari pasar soalnya"ujar ezra

"Oke zra aman, kamu hati-hati ya jangan ngebut" ujar elea.

"Iya aman, duluan yaa el"ujar ezra sambil melambaikan tangan

"Kita berdua juga pamit ya el kamu hati-hati nyebrangnya ya" ujar alice sambil mengajak robert

"Noted alice" ujar elea sambil senyum dan melambaikan tangan.

Eleaa menyebrang jalan dengan buru-buru. Suara klakson pun berbunyi kencang yang membuat elea kaget sampai elea menjerit.

Nomor Tidak Dikenal

Tepat jam 15.00 jeritan elea kencang mengudara sampai membuat orang di sekitar tercengang dengan jeritan itu. Klek suara pintu mobil pun berbunyi dan suara langkah sepatu mulai terdengar plek plek plek. Tubuh elea masih membeku shok karena dia hampir saja tertabrak tapi naasnya hp elea terhempas dan terlindas mobil itu sampai retak. Lalu suara seseorang dengan badan tegap, pakaian rapi dengan memakai jas dan terlihat bijaksana keluar dari mobil hendak berbicara dan terdengar samar mengucapkan "lain kali hati-hati ya nak kalau mau menyebrang lihat kiri kanan dulu jangan berfokus sama gadget karena itu bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain". Dengan ragu-ragu elea pun mulai menatap seseorang yang baru saja berbicara, mukanya mulai terlihat sedih dan mengeluarkan air mata "maaf pak saya kurang hati-hati". Elea sadar bahwa hp yang tadi di pegang nya kini hilang, dia mencari dengan melihat sekitar tempat berdirinya tetapi dia tidak menemukan hp tersebut.

Bapak itu pun mulai memahami apa yang elea cari, lalu melangkah ke bawah ban mobil dan mengambil benda yang sedang di cari oleh elea. "kamu mencari ini nak ?" sambil mengulurkan tangan hendak memberikan benda yang baru saja di temukan. "Betul pak" suara lirih elea terdengar. "Tapi hp nya sudah rusak nak, saya ganti ya tapi bagaimana nanti saya menghubungi mun nak untuk memberikan hp baru untuk mu ?" suara antusias memberikan pertolongan itu terdengar. Tapi elea hanya mengucapkan "tidak usah pak terimakasih, ini kecerobohan saya jadi bukan salah bapak" dengan tangan yang terulur mengambil hp di tangan bapak tersebut. Bapak itu melihat muka elea dengan rasa kasihan lalu bertanya "kamu sekolah disini juga nak ? Kelas berapa ? Kebetulan saya juga punya anak di sekolah ini dan sekarang mau menjemput anak saya". Dengan kondisi elea yang masih sedih karena hp nya rusak dia tetap menjawab dengan muka sedikit bersemangat karena kalau soal sekolah favorit ini dia paling excited soalnya sekolah ini kumpulan anak pintar terpilih jadi dia merasa bangga bersekolah disini. "Betul pak saya murid pindahan ini hari pertama saya masuk sekolah, saya kelas XI Ipa pak". Muka bapa itu terlihat senang karena ternyata elea satu kelas dengan anaknya "wah kebetulan sekali ya anak saya juga kelas XI Ipa, apa kamu kenal dengan anak saya yang paling ngeselin itu sih kata temen-temennya anak yang suka bikin kesel orang". Ele bertanya dalam hati siapa anak ngeselin itu jangan jangan .... Ahh ga mungkin bapak ini bapak si aksara soalnya kepribadiannya beda jauh banget. Elea mulai sadar dia belum sempat menjawab pertanyaan bapak lalu dengan nada penasaran elea menjawab "maaf pak daya tidak tau dengan anak ngeselin itu, kalau boleh tau namanya siapa ya pak ?". Bapak itu hendak menjawab "namanya aa..." belum genap menyebutkan nama putranya suara langkah kaki itu pun mulai terdengar dari belakan elea. "Nah itu anak saya" sambil menunjuk ke arah belakang elea sehingga elea pun spontan balik badan dan ternyataa itu musuh pertama dia di sekolah ini.

"Lo lagi" suara yang kekuar dari mulut elea dan aksara secara bersamaan membuat bapak nya bingung dan sedikit penasaran kenapa mereka sepertinya saling membenci. "Lohh kalian sudah kenal ya ?" elea pun mulai menyadari bahwa pikirannya ternyata benar yang anaknya bapak baik ini adalah aksara si anak yang super duper nyebelin.

"Papa ko bisa disini tadi aku nungguin di depan, aku telpon juga ga di angkat jadi aku inisiatif mau nunggu di halte bus ini pa".

"Iya tadi papa juga sudah 1 menit lagi menuju depan tapi ada kejadian yang mengharuskan papa telat menjemput kamu."

"Kejadian apa pak ko sepertinya papa merasa sedikit bersalah."

"Iya nak, tadi papa ga sengaja hampir menabrak anak ini untungnya tidak terluka anak ini tapi sayangnya hp nya terjatuh dan terlintas mobil papa. Kamu kenal nak ? kalau dari cerita anak ini sepertinya kamu satu kelas ya siapa namanya ?".

"Hah ko bisa pa pasti ini cewe jalannya ceroboh lagi dia pasti asal nyebrang ga ngeliat sekitar emang dia dari pagi bikin aku naik darah pak jalannya itu selalu ga di pake tu mata". Dengan nada suara aksara yang penuh emosi.

"Sudah lah nak namanya ga sengaja gapapa, papa juga tadi aga sedikit buru-buru bawa mobil nya karena beberapa jam lagi papa haru pergi buat meeting setelah jemput kamu. Oh iya nak nama kamu siapa ? Dan nomor telpon yang bisa di hubungi boleh bapak minta ? untuk bertanggung jawab kesalahan bapa yang sudah merusak hp kamu". Suara lembut bapak baik ini sangat menenangkan hati elea.

"Saya elea pak, tidak usah pak ini salah saya pak gapapa".

"Ehh lo ga usah so jual mahal kalo papa gue minta lo harus turutin bersyukur lo ada yang mau tanggung jawab yang sebetulnya murni salah lo karena ceroboh, buruan papa gue mau meeting". Ujar aksara dengan nada sedikit marah.

Dengan kondisi sangat terdesak akhirnya elea pun memberikan nomor ibu nya kepada bapak baik itu. "Kalau begitu saya jalan dulu ya nak nanti saya kabari". Ucap bapak baik.

"Baik pak terimakasih sebelumnya dan maaf atas kejadian yang tidak terduga hari ini." Sambil menganggukan kepala tanda rasa hormat kepada bapak baik.

Tidak berselang lama papa dan aksara masuk ke mobil, memasang safety belt menyalakan mesin lalu melaju dengan kecepatan rata-rata di jalanan kota yang penuh dengan murid sedang menunggu jemputan umum dan jemputan pribadi. Setelah beberapa menit lengang akhirnya papa yang mulai bicara "aksara nanti kamu telpon nomor yang tadi elea kasih ya setelah hp datang kemungkinan nanti datang nya sekitar 1 jam an lagi, bilang maaf dari papa".

"Kenapa papa yang harus beliin hp rusak dia, itu kan salahnya sendiri pa aksara males banget urusan sama dia pak dia itu cewe ceroboh masa tadi dia nabrak dsn numpahin kopi di sepatu" ucap aksara kesal

"Papa ga mau tau pokonya kamu harus nurutin apa kata papa"

Terlihat muka aksara sedikit malas dan tidsk bersemangat karena beberapa jam lagi akan segera berurusan dengan elea yang membuatnya terasa muak.

Suara pintu pun terdengar aga sedikit kencang yang membuat ibu elea heran dan segera menghampiri ke dekat pintu masuk. "Elea kamu sudah pulang nak ? Kenapa ko mukanya sedih dan kenapa kamu bawa baju kotor?" sambil mengecek barang yang di bawa dari sekolah.

Elea tertegun tak kuat menahan air matanya lagi, maka pecahlah suara tangisan itu di sekeliling rumah."Ibu elea tadi hampir tertabrak mobil karena tidak hati-hati saat menyebrang dan hp elea terhempas lalu remuk dan rusak bu maafin elea ga bisa menjaga pemberian ibu dan ayah" menangis tersedu sambil memperlihatkan hp yang sudah tidak bisa dipakai lagi.

"Tidak apa-apa nak yang penting kamu aman tidak terluka sedikitpun, kalau untuk hp nanti kita nabung lagi ya nak atau menunggu ayah gajian." sambil tersenyum berusaha menenangkan hati elea yang terlihat merasa bersalah atas kejadian tadi.

"Ibu elea mau ke kamar dulu ya, nanti elea bantu ibu masak".

"Iya sana biar cepet bantu ibu di dapur".

Elea pun melangkah menaikin anak tanggal pergi ke kamar untuk bersih-bersih. Elea duduk dikasur dan membayangkan kejadian pertama kali di hidupnya yang sangat membuat kesal dan sedih terbayang muka aksara yang selalu timbul, elea buru-buru menepis pikiran itu dan berpikir bagaimana caranya untuk bisa membeli hp dengan hasil tabungannya. Elea melihat sebuah celengan ayam yang sudah dia tabung beberapa bulan yang lalu dan berjalan untuk mengambil celengan. Tidak mungkin memakai celengan ini karena tabungan ini baru saja beberapa ratus terkumpul dan belum cukup untuk membeli hp yang bagus. Lalu elea menyimpannya lagi di tempat semula karena ingat dia belum bersih-bersih dan kepikiran untuk membantu ibu di dapur.

Geng elit pun sampai ke rumah victoria karena setiap kali pulang sekolah mereka punya agenda wajib harus quality time di rumah itu. Sofa di ruangan itu pun di penuhi oleh victoria luna, fely dan roy. Roy selalu mengikuti apa yang victoria bilang entah kenapa dia selalu manut dan mematuhi victoria dan aksara.

"Ihh gue bete banget hari ini jangan sampe aksara kepincut sama tu cewe kampung". Ucap victoria sambil berdiri dan berjalan bolak balik seperti setrikaan dengan muka yang sangat gelisah

"No no no ya vic, aksara tuh di takdirkan cuma buat lo aja. Lo ga liat tadi aksara benci banget sama tu cewe karena tuh si cewe baru masuk udah bikin ulah yang membuat aksara benci sama dia, jadi lo ga usah mikir macem-macem sekarang tenangin diri lo ya". Ujar fely yang selalu mendukung penuh hubungan victoria dan aksara.

Ditempat yang sama beda hal nya sama luna yang selalu kurang peduli dengan keadaan karena dia sedikit lemot dan hanya ikut-ikutan emosi victoria dan fely. Dia selalu sibuk sendiri entah itu dengan kuku baru nya, komik yang selalu dia bawa kemanapun dan selalu mengutamakan dandanan dia yang harus cetar.

"Udah lu tenang aja vic lo ga bakal kesaing sama si cewe itu, mending kita makan dulu aja gue laper nih dari tadi belum ada makanan yang masuk". Ucap roy

"Yaampun roy lagi kaya gini sempet-sempetnya ya lo mikirin makan bukannya respect dulu ke sama masalah" dengan suara fely yang sedikit kesal karena tidak melihat keadaan yang sedang membuat vicky gelisah

"Iyaa luna juga laper nih, hmmm makan apa yaaa ?."

Terlihat luna menghela nafas pelan atas perkataan luna dsn roy pun tersenyum setuju terhadap ucapannya luna yang mendukung untuk makan juga. Tidak lama bibi datang menghampiri victoria.

"Non bibi mau ke minimarket dulu ya, itu bibi sudah masak ayam dan sayuran kesukaan non". Ucap bibi sambil menggendong tas belanja terlihat buru-buru. Dan benar saja luna dan roy terlihat senang bahwa makanan yanh di tunggu-tunggu akhirnya sudah siap.

"Iya bii makasih" ucap victoria

Lalu mereka pun pergi ke ruang makan lalu duduk di kursi yang tersedia dan langsung menyantap makanan yang sudah tersaji.

Di tempat yang berbeda terdengar langkah kaki sedang menuruni anak tangga. Elea sedikit buru-buru menghampiri ibunya, karena dia merasa sudah telalu lama berada di kamar benar saja masakan sudah siap untuk di santap.

"Ibu maaf ya elea kelamaan tadi di kamarnya." sambil memasang muka bersalah

"Gapapa untuk hari ini spesial karena anak ibu sedang sedih." ucap ibu sambil tersenyum

Suara mobil berat pun terdengar tandanya ayah sudah datang. Tak perlu menunggu lama ayah pun masuk ke ruang makan dan makan malam pun berlangsung sangat nikmat dan penuh kebahagiaan. Beberapa menit kemudian setelah selesai makan, elea pun mencuci piring karena hari ini bagian jadwal elea untuk mencuci piring. Di keluarga mereka ini menjadi kewajiban setiap hari nya dan sudah terjadwal supaya bisa menanamkan rasa tanggung jawab. Dan ayah pergi ke kamar hendak istirahat setelah kerja ful seharian dari pagi sampai sore menjelang malam.

Kringg kriingg kriiiiinggg.... Ibu buru-buru mengambil hp dan melihat "Nomor Tidak Dikenal" ibu sedikit kebingungan lalu bertanya. "Elea ini siapa ya yang telpon ibu".

"Memangnya tidak ada namanya bu ?" ucap elea sambil membersihkan piring yang hampir selesai.

"Ga ada, ibu jadi takut apa ga usah di angkat aja ya".

Elea berpikir sejenak dia baru ingat tadi kan dia ngasih no telp ke bapak baik itu, jangan-jangan itu telp dari bapak baik. Buru-buru elea mengelap tangan yang basah ke kain lap yang tergantung dan sedikit berlari menuju ibu yang ada di sofa ruang tamu. Elea langsung mengambil hp di tangan ibu melihat nomir tidak di kenal tidak berpikir panjang langsung di angkat.

"Hallo selamat malam, dengan siapa ini ?" dengan suara penasaran elea

"Eh lo ga usah so lembut ya, share alamat lo sekarang gue disuruh papa buat ngasih hp yang tadi papa gue omongin". Terdengar suara aksara sedikit ngegas pada elea

"Yahhh lo lagi, ga mau gue nurutin lo bye." elea langsung menutup telponnya di kasih ke ibu nya dan langsung lari ke kamar.

Ibu nya keheranan dengan prilaku elea penuh pertanyaan di pikiran ibu nya, hendak menyusul elea ke kamar dering telpon pun berbunyi dengan tulisan nomir tidak dikenal. Tidak perlu pikir panjang akhirnya ibu pun mengangkat telpon mungkin ini tidak berbahaya karna elea juga tadi mengangkatnya.

"Hallo maaf ini siapa ya ". Ucap ibu dengan penuh penasaran

Aksara mulai heran kenapa suaranya berbeda dengan elea apakah mungkin ini ibunya. "Hallo bu, saya aksara teman satu kelas nya elea mau memberikan sesuatu buat elea, boleh saya minta alamatnya bu malam ini saya jalan bu".

"Boleh nak." disebutkan nama alamat oleh ibunya elea. Aksara langsung mengucapkan terimakasih dan menutup telponnya sedikit berlari dan meluncur dengan mobil putih kesayangannya dan membawa hp.

Segelas Teh Hangat

Mobil aksara melesat dengan cepat, selesai percakapan di telpon itu, ibu masih berdiri kebingungan dan berpikir ko ada teman sebaik itu tapi kenapa elea seperti tidak menyukai anak di sebrang telpon. Ibu ingin sekali mempertanyakan siapa anak itu kepada elea tapi sepertinya belum waktunya karena elea pasti belum mau untuk menjawab setiap pertanyaan yang ibu tanyakan.

Lima belas menit kemudian terdengan suara mobil sport mendekati halaman rumah, ibu yang mendengarnya buru-buru keluar kamar dan meninggalkan ayah yang sudah tertidur kecapean seharian bekerja dan benar saja ada orang yang mengetuk pintu dengan pelan tokk.. tokk.. tokk... Ibu bergegas membukanya dan terlihat ekspersi ibu sangat kagum dengan visual dengan proporsi badan tinggi, putih, ganteng, rambut dan penampilan rapi seperti aktor korea. Ibu langsung menanyakan "apakah ini anak yang menelpon beberapa menit yang lalu " dengan suara antusias ibu melihat kedatangan aksara.

"Betul ibu, saya aksara temannya elea apakah elea nya ada bu ?" tanya akasara sambil menjulurkan tangan hendak memberi salam.

"Oh namanya bagus, silahkan nak masuk dan duduk dulu nak ibu panggilkan elea nya ya."

Ibu langsung bergegas menaiki anak tangga menuju kamar atas dengan muka yang bahagia karena bisa melihat anak yang ganteng seperti aktor korea. Sesampainya di lantai 2 ibu langsung mengetuk pintu dan masuk dengan kondisi pintu yang tidak di kunci lalu duduk di atas kasur elea. "El itu ada temen kamu datang yang tadi telpon namanya aksara mukanya ganteng dan teduh sekali katanya mau bertemu kamu."

Muka elea sedikit kaget dan malas ko ibu bisa suka padahal aksara itu yang membuat sedih di hari pertama sekolah. "mmm elea lagi sibuk ngerjain tugas bu jadi ga bisa turun." Sambil berfokus menulis di meja belajar

"Ehh ga boleh seperti itu, putri cantik ibu harus sopan dan menghampiri tamu yang mau bertemu kalo tugas itu bisa di kerjakan nanti kan bisa."

Muka elea langsung menatap ibu degan pasrah "tapii buu."

Ibu berdiri dan menghampiri elea di meja belajar sambil memegang tangannya "ayo nak ngobrol dulu aja kalo kalian ada sedikit masalah di selesaikan dulu ya, ibu tau pasti kamu beralasan mengerjakan tugas supaya ibu ga bisa maksa kamu buat ketemu. Baru juga sekolah hari pertama ga mungkin ada deadline tugas."

Elea tidak bisa menolak permintaan ibu karena benar disekolah mana yang baru pertama kali masuk udah di kasih tugas mepet di kumpulkan besok. Elea berdiri dan berjalan ke depan cermin untuk merapikan rambut dan baju nya, dan ibu mengingatkan supaya elea nanti harus bertutur kata yang baik dan sopan. Di bawah aksara yang sedang duduk dan memegang hp melihat ke setiap sudut ruangan dan sekitar seperti takjub melihat foto keluarga yang terpajang ada foto kelulusan smp, ada foto liburan keluarga, ada foto yang sedang memegang piala olimpiade mencerminkan keluarga yang hangat.

Akhirnya elea dan ibu berjalan menuruni anak tangga dan menghampiri aksara yang masih memperhatikan foto yang terpajang di dinding. "Perjalanan dari rumah kesini jauh ga ?." ucap ibu sambil duduk di sofa bersamaan dengan elea

Aksara menjawab dengan senyuman "Dekat ko bu ada sekitar 15 menit dari rumah."

"Oh dekat juga ya, mau minum apa ?."

"Ga usah repot-repot bu."

"Ga repot dong ibu bikinin sesuatu biar ga kedinginan soalnya lagi musim dingin juga kan apalagi setelah perjalanan dari luar tadi ibu juga lihat mobil atas kamu terbuka pasti di jalan kedinginan". Ucap ibu sambil berdiri hendak ke dapur.

Di sebrang sofa yang berhadapan terlihat muka elea sedikit males karena ketemu orang yang dia benci. "Ngapain si lo kesini, perasaan tadi gue ga ngasih alamat rumah." Dengan nada kesal dan suara pelan takut terdengar ibu.

"Eh denger ya gua juga kesini terpaksa karena papa gua nyuruh ngasih ini ke lo, kalo gua ga nurutin papa bisa di amuk jadi ga usah ke geer an gua ada disini bukan berarti gua mau berdamai ya." Nada yang sedikit emosi dan suara pelan

"Dihhh siapa yang ke geer an, gue juga ga mau ya nemuin lo, kalo ibu ga maksa mungkin gue ga mau ketemu sama cowo kaya lo." ucap elea

Tiga menit kemudian ibu membawa pisang goreng dan segelas teh hangat yang spesial untuk aksara. "Nih nak aksara ibu bawain menu favorit nya elea pisang goreng hangat di padukan dengan segelas teh hangat kalo kata elea ini masakan ibu paling enak sedunia, padahal cuma pisang goreng yang semua orang bisa buat juga". Ucap ibu sambil menaruh di meja tepat di depan aksara

"Wahh iya bu pasti enak banget kalo itu makanan favorit elea." ucap aksara

"Ayo di makan cobain dulu nak pasti ketagihan."

Aksara mengambil sepotong pisang terus mencicipi nya dengan ragu karena ini baru pertama kalinya aksara makan pisang goreng, dia terbiasa makan makanan western. Elea memperhatikan aksara makan dengan gaya tangan dilipat depan dada dan nyeletuk "Bu aksara tuh ga pernah makan pisang goreng dia ga suka tuh liat aja mukanya mengkerut seperti itu tandanya ga enak bu."

"Aduhh maaf ya nak ibu ga tau kamu ga suka pisang goreng."

"Ini enak sekali bu aku baru pertama nyobain aja langsung suka rasanya itu manis, empuk dan juice gitu bu." Ucap aksara sambil makan beberapa potong pisang goreng

Muka ibu pun gembira di puji rasa pisang goreng "Tentu dong enak, elea juga suka banget, jadi nanti kalo nak aksara main lagi kesini ibu bikinin lagi yang banyak."

"Ehh ngga ada bu, aksara ga akan kesini lagi cuma satu kali ini aja bu." Elea menolak aksara datang lagi

Aksara mengambil segelas teh hangat dari meja yang berada di depannya dan meminum teh tersebut dengan sedikit gemetar berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Terlihat ibu memperhatikan tangan aksara yang gemetar dan matanya yang terlihat memerah. "Kenapa nak ko tangannya gemetar ?."

"Oh ini gapapa bu, mungkin karena kedinginan, makasih ya bu makanannya sangat enak sekali."

"Sama-sama syukurlah kalo kamu suka."

Aksara memberikan kotak hp kepada ibu "ibu ini ada titipan dari papa saya karena tadi sore papa ga sengaja melindas hp elea, jadi papa nyuruh aku buat kasih ini ke elea."

"Yaampun nak ga usah repot-repot, lagian ini bukan kesalahan papanya nak aksara." Sambil menolak kotak tersebut.

"Ibu tolong di terima ya bu, kalo saya pulang masih membawa kotak ini dan papa tau pasti saya kena marah bu. Papa ga suka kalo ada orang yang nolak niat baik papa." Ucap aksara yang berusaha memberikan kotak hp.

Ibu sedikit ragu menerimanya karena tidak enak terlihat kotaknya sangat mahal sekali seperti handphone keluaran terbaru yang sedang viral. "Baiklah nak ibu terima ya, terimakasih banyak sampaikan ke papa ya."

"Sama-sama ibu, kalau begitu saya pamit ya takut kemalamn di jalan juga."

Aksara beranjak dari sofa menjulurkan tangan hendak bersalaman pamit pada ibu. Terlihat muka elea yang masih kesal dengan aksara berusaha berdiri dan mengantar ke depan pintu yang takut di omelin ibu. Aksara pun berjalan menuju mobil sportnya dan melaju meninggalkan rumah itu. Ibu melambaikan tangan sambil berkata "hati-hati nak aksara, kapan-kapan main lagi yaa." Aksara menjawab dengan klakson.

Dalam perjalanan akhirnya air mata aksara tak terbendung lagi pecah sudah tangisan itu di keheningan malam dan angin malam yang terasa memeluk tubuh aksara. "Mah aku merasakan lagi rasa segelas teh hangat itu, teh yang selalu mamah buat kalo aku merasa kedinginan atau sedang sakit. Rasa teh yang membuat aku bersemangat untuk sembuh, aku sudah bekali-kali mencari dengan rasa yang sama dari mulai kota ini sampai luar kota tapi ga ada yang sama mah. Pertama kali ini aku merasakan rasa teh yang sama seperti mamah, yang di buat oleh seorang ibu dari teman sekelas ku mah, cewe yang aku benci karena dia mengambil slayer bikinan mama yang dibuat dengan kondisi terparah mamah dan terakhir kalinya buat aku. Kenapa harus dari seorang ibu cewe itu mah, kenapa ga dari bibi di rumah atau pedagang sekalipun aku bakal beli setiap saat hanya untuk mengenang mama saat aku kangen teh hangat mama."

Mobil putih melaju dengan kecepatan di keheningan malam dan air mata. Elea pun menerima hp itu lalu membukanya ternyata sudah di isi sim card lengkap tinggal pakai. Ibu yang melihat unboxing pun takjub baru pertama kali ibu lihat hp viral nan mahal itu. "Wahh hp nya bagus banget el, ini sih cocok ya buat kamu pake di sekolah favorit secara di sekolah kamu pasti anak orang kaya semua pasti semuanya branded."

Elea masih mengotak atik hp baru nya supaya bisa beradaptasi dengan hp canggih itu. "Duh bu aku ga enak deh ini hp nya terlalu bagus buat aku, kalo aku sih ga masalah bu ini pemberian dari bapak baik itu tapii anaknya ngeselin aku jadi mikir lagi dan gamau menerima hp ini bu."

"Ga boleh nolak rezeki el, ini berarti sudah rezeki bagus buat kamu udah terima aja, lagian kenapa sih kamu segitu benci nya sama aksara ?."

"Ada lah pokonya bu, aku ga bisa cerita sama ibu."

"Ya sudah, sana tidur besok sekolah pagi kamu kan sedikit susah kalo di bangunin pagi."

"Iya buu, aku tidur ya."

Ibu berjalan meninggalkan kamar elea. Suara dering pesan pun berbunyi, pesan itu di beri nama papa aksara yang berisi "Semoga kamu suka dengan hp nya ya nak". Elea langsung kaget dengan pesan itu, berarti hp ini sudah di isi semua nomor lalu elea mengecek kontak di hp baru itu. Di kontak cuma ada 2 nomor yaitu nomor yang bernama Papa Aksara dan Aksara. Kaget bukan main berarti aksara sudah punya juga no ini "astaga gimana kalo si cowo nyebelin itu chat dia atau telponin males banget berurusan dengan tuh anak." Ucap elea sambil mondar mandir seperti setrikaan.

Suara dering pesan lagi "Nak ga suka ya sama hp nya ? Maaf ya bapa tidak tau seperti apa hp yang sesuai dengan kemauan elea."

Elea membuka lagi pesan itu dari papa aksara karena dia lupa balas lagi chat yang pertama. "Bagus pak terima kasih banyak, tapi ini terlalu mahal untuk saya pak."

Setelah menunggu beberapa puluh menit tidak ada balasan hanya di read saja. Akhirnya elea tertidur dengan hp yang di genggam.

Pukul menunjukan 06.00 pagi elea sudah memakai seragam rapih, memakai tas dan sepatu menuruni tangga dan berjalan ke meja makan. Dengan posisi ayah yang sedang menyuap nasi dan ibu membuat susu. "Tumben anak ayah jam segini sudah rapih biasanya ayah harus nunggu 30 menit lagi, mana tambah cantik banget lagi neng, ehemm udah gadis aja nih anak ayah."

"Biasa ayah semalem ada cowo ganteng pake mobil sport seperti di rakor itu loh yah dateng ke rumah ngasih hp mahal lagi, makanya hari ini si neng semangat sekolah ga sabar ketemu cogan hehee."

"Apasii ibu sama ayah ngeledek terus nih, yaudah elea ga jadi sarapan."

"Jangan marah dong nak, ayoo makan dulu sepuluh menit lagi kita berangkat ya."

"Siap ayah" ucap elea sambil makan roti dengan sedikit buru-buru

Di meja makan yang sedikit besar papa bertanya "kamu pulang jam berapa aksara semalam ? Soalnya papa sampai rumah kamu belum sampe."

"Jam 10an malem pah, semalem mampir dulu ke suatu tempat."

"Oh pantesan, rencananya kaka kamu pulang minggu ini dari sydney, kamu udah di kabari."

"Udah ko pah kemaren kaka telpon."

"Oke, kamu hari ini mau papa antar atau mau bawa mobil aja ? Sayang tuh mobil udah beberapa bulan kamu ga pake."

"Aku pake mobil aja pah, jadi nanti papa ga antar jemput aku lagi."

"Bagus biar kamu bisa cepet juga kan masuk dan pulang sekolah nya biar ga telat."

"Betul pah."

Tiga puluh menit pun berlalu, elea sudah sampai di gerbang sekolah di antar oleh ayah. Di susul dengan kedatangan ezra, alice dan robert berjalan menghampiri elea. Terlihat hp baru yang di pegang elea ezra bertanya penasaran "hp baru ya el ? Hp lama kemana ?

"Hp lama rusak zra." jawab elea singkat seperti tidak mau membahas kejadian kemarin

"Wih hp mahal terbaru itu." alice menimpali bercanda

"Iya, mantep dah ela." ucap robert sambil mengacungkan dua jempol ibu jari

Baru saja berjalan 5 langkah geng elit menghadang. Victoria pun salfok dengan hp terbaru yang di pegang elea "Wow ternyata anak kampung juga punya hp mahal yaa, lu dapet darimana ?."

"Dapet dari om kali atau nyuri hahaa." Felly menimpali

"Bukan urusan kalian." Alice membela

"Ga nanya sama lo." Sambil fely sedikit mendorong pundak alice

"Stop ga semua kalian harus tau faham." Ucap elea nada yang menekan

Anak murid lain pada berseru "waahh keren banget" suara mobil sport terdengar yang membuat murid cewe terpesona dengan kegantengan dan mobil sport yang bagus.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!