Indonesia
NovelToon NovelToon

Sutra Naga Pembelah Surga

Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius

​Hujan turun rintik-rintik, membasahi pelataran batu Klan Ye yang dingin. Di tengah genangan air bercampur lumpur, seorang pemuda terbaring dengan napas tersengal-sengal. Pakaiannya compang-camping, dan noda darah segar mewarnai sudut bibirnya.

​Pemuda itu adalah Ye Xuan.

​"Hahaha! Lihatlah dirimu sekarang, Ye Xuan! Tuan Muda yang dulu diagung-agungkan, jenius nomor satu di Kota Daun Gugur, kini tak lebih dari seekor anjing lumpuh yang menyedihkan!"

​Seorang pemuda berbalut jubah sutra mewah, Ye Lang, menatap rendah dengan tatapan penuh ejekan. Kakinya yang berlapis sepatu bot kulit menginjak dada Ye Xuan tanpa belas kasihan. Di belakang Ye Lang, beberapa pelayan klan ikut tertawa sinis.

​Tiga tahun lalu, Ye Xuan adalah kebanggaan mutlak Klan Ye. Di usia lima belas tahun, ia telah menembus Alam Kondensasi Qi Tingkat 9, selangkah lagi menuju Alam Pembentukan Fondasi. Masa depannya bersinar terang. Namun, sebuah konspirasi keji merenggut segalanya. Ia diracun dalam sebuah ekspedisi, menyebabkan dantian-nya retak dan seluruh kultivasinya bocor tak tersisa.

​Dari seorang jenius di atas awan, ia jatuh menjadi "sampah" yang tak bisa mengumpulkan setitik pun energi spiritual (Qi). Puncaknya terjadi pagi ini, ketika keluarga tunangannya, Klan Su, datang secara sepihak untuk membatalkan pertunangan dan mempermalukan Klan Ye.

​"Menyingkirlah dari dadaku..." suara Ye Xuan terdengar serak, menahan rasa sakit yang menusuk tulang. Sepasang matanya menatap tajam bak serigala yang terluka, menolak untuk tunduk.

​"Oh? Masih berani menatapku seperti itu?!" Ye Lang mendengus dingin. Ia mengangkat kakinya dan menendang tulang rusuk Ye Xuan dengan keras.

​KRAK!

​Terdengar bunyi tulang yang retak. Ye Xuan terlempar beberapa meter, memuntahkan seteguk darah kental. Kesadarannya mulai kabur.

​Darah segar dari mulutnya mengalir turun, membasahi sebuah liontin batu hitam kuno berbentuk naga yang melingkar di lehernya. Itu adalah satu-satunya barang peninggalan sang ibu yang tidak pernah ia lepaskan.

​"Ayo pergi. Berada di dekat sampah ini hanya akan mengotori sepatuku," ludah Ye Lang. Ia berbalik dan pergi, meninggalkan Ye Xuan yang sekarat di tengah guyuran hujan.

​Di ambang batas antara hidup dan mati, kegelapan menyelimuti pandangan Ye Xuan. Kesadarannya seolah tersedot ke dalam sebuah pusaran tanpa ujung.

​Ketika ia membuka mata kembali, hujan dan lumpur telah menghilang. Ia mendapati dirinya berdiri di sebuah ruang hampa yang dipenuhi bintang-bintang redup. Di hadapannya, sebuah siluet raksasa meliuk-liuk di tengah kabut kosmik.

​Tiba-tiba, dua bola mata emas raksasa, seukuran gunung, terbuka di balik kabut. Tekanan kuno dan mengerikan seketika menyapu ruang hampa tersebut, membuat jiwa Ye Xuan bergetar.

​Itu adalah seekor Naga Hitam raksasa!

​"Bocah dengan garis keturunan yang menyedihkan... namun memiliki tekad yang cukup keras." Suara berat dan bergema itu seolah datang dari segala penjuru, mengguncang gendang telinga Ye Xuan.

​"Siapa kau? Di mana aku?" Ye Xuan memaksakan dirinya untuk tetap berdiri tegak meski tekanan spiritual naga itu seolah ingin meremukkan jiwanya.

​"Aku adalah Jiwa Primordial yang tersegel di dalam liontin yang kau kenakan. Selama tiga tahun ini, racun di tubuhmu hampir membunuhmu. Untuk menjaga nyawamu dan membuka sebagian segelku, liontin ini terpaksa menghisap sisa-sisa Qi di tubuhmu, membuatmu terlihat seperti sampah yang tak bisa berkultivasi."

​Mata Ye Xuan melebar. Jadi, ketidakmampuannya berkultivasi selama tiga tahun ini bukan murni karena racun, melainkan karena liontin ibunya sedang menyelamatkan nyawanya dan mencoba bangkit?

​"Sekarang, darah dari kebencian dan kehendak pantang menyerahmu telah sepenuhnya membangunkanku," lanjut Naga Hitam itu. "Dengar, bocah! Ibumu bukan orang sembarangan, dan darah yang mengalir di nadimu, meski tipis, adalah milik ras penakluk surga! Apakah kau ingin tetap menjadi sampah dan mati dalam kehinaan, atau kau ingin menginjak-injak langit dan membalas semua penderitaanmu?!"

​"Aku ingin kekuatan!" Ye Xuan mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya menancap ke telapak tangan. "Aku ingin mereka yang menginjakku merasakan keputusasaan ribuan kali lipat! Aku ingin memegang kendali atas takdirku sendiri!"

​"Bagus! Kalau begitu, terimalah warisan sejati ini!"

​Naga Hitam itu mengaum. Sebuah pilar cahaya emas melesat dari dahi sang naga dan langsung menembus ruang di antara alis Ye Xuan.

​Tiba-tiba, lautan informasi meledak di dalam benak Ye Xuan. Karakter-karakter emas kuno berputar-putar di kepalanya, membentuk sebuah kitab rahasia yang memancarkan aura arogan dan tak tertandingi.

​"Sutra Naga Pelahap Langit!"

​"Sutra ini tidak bergantung pada dantian yang lemah untuk menyerap Qi secara pasif. Sutra ini akan mengubah tubuhmu menjadi tungku primordial. Kau akan menelan Qi langit dan bumi, menelan esensi iblis, menelan segalanya untuk memperkuat dirimu! Sekarang, kembali dan bangun kembali tubuhmu!"

​Di dunia nyata, tubuh Ye Xuan yang terbaring kaku di tengah genangan air tiba-tiba memancarkan pendar cahaya keemasan yang redup. Hujan yang turun di sekitarnya menguap sebelum sempat menyentuh kulitnya.

​Di dalam tubuhnya, sebuah keajaiban sedang terjadi.

​Energi misterius dari Liontin Naga Primordial mengalir masuk ke pembuluh darahnya. Dantian-nya yang hancur karena racun tidak diperbaiki secara normal, melainkan dihancurkan sepenuhnya dan dibentuk ulang menjadi sebuah pusaran energi kecil yang berputar bagai lubang hitam.

​Ye Xuan secara naluriah menjalankan putaran pertama dari Sutra Naga Pelahap Langit.

​Ssss!

​Energi spiritual di udara malam yang dingin tersedot secara paksa ke dalam tubuhnya. Meridian-meridian yang putus tersambung kembali, diperlebar, dan diperkuat menjadi sekeras baja. Rasa sakit luar biasa dari tulang rusuknya yang patah berangsur-angsur menghilang, digantikan oleh rasa hangat yang mengalir deras.

​Alam Kondensasi Qi Tingkat 1!

Alam Kondensasi Qi Tingkat 2!

Alam Kondensasi Qi Tingkat 3!

​Hanya dalam kurun waktu satu dupa (sekitar 15 menit), kultivasinya yang hilang selama tiga tahun kembali melonjak secara brutal, berhenti tepat di Alam Kondensasi Qi Tingkat 4. Meskipun belum kembali ke puncaknya, kekuatan fisiknya sekarang terasa sepuluh kali lipat lebih buas dari sebelumnya.

​Ye Xuan perlahan membuka matanya. Tidak ada lagi keputusasaan di sana; yang tersisa hanyalah tatapan sedingin es yang menyembunyikan badai pembantaian.

​Ia perlahan bangkit berdiri. Tangannya menyentuh liontin hitam di dadanya yang kini terasa hangat.

​"Klan Su... Ye Lang... dan siapapun bajingan yang meracuniku di masa lalu," gumam Ye Xuan di bawah langit malam yang pekat. "Hutang darah kalian selama tiga tahun ini... akan kutagih satu per satu."

Bab 2: Kekuatan Sutra Naga

​Malam semakin larut. Hujan telah sepenuhnya berhenti, menyisakan hawa dingin yang menusuk tulang di udara Kota Daun Gugur.

​Ye Xuan berjalan tertatih namun dengan punggung yang tegak lurus menuju kediamannya. Tempat itu terletak di sudut paling terpencil di wilayah Klan Ye. Sebuah halaman kecil yang dipenuhi gulma dan pondok kayu reyot—sangat kontras dengan paviliun mewah yang ia tempati tiga tahun lalu saat masih menjadi "Jenius Nomor Satu".

​Begitu menutup pintu kayu yang berderit, Ye Xuan duduk bersila di atas ranjang usangnya. Ia menutup mata dan memfokuskan pikirannya ke dalam tubuh.

​Di tempat dantian-nya yang dulu hancur, kini terdapat sebuah pusaran hitam kecil yang berputar perlahan. Setiap kali pusaran itu berputar, energi spiritual (Qi) dari udara sekitarnya ditarik masuk, memperkuat meridian dan organ dalamnya.

​"Sutra Naga Pelahap Langit..." gumam Ye Xuan takjub.

​Di Benua Langit Azure, seorang kultivator di Alam Kondensasi Qi Tingkat 4 biasanya hanya memiliki kekuatan fisik sekitar seribu kati (sekitar 500 kg). Namun, Ye Xuan merasa tubuhnya dipenuhi tenaga yang meledak-ledak.

​Ia tiba-tiba membuka mata, bangkit, dan melemparkan sebuah pukulan lurus ke udara kosong.

​ZAAASH!

​Udara di depannya bergetar hebat, menghasilkan suara ledakan kecil seperti cambuk yang dilecutkan.

​"Lima ribu kati!" Mata Ye Xuan berbinar tajam. "Kekuatan fisikku saat ini setara dengan kultivator Alam Kondensasi Qi Tingkat 7! Jika aku menggunakan teknik bela diri, bahkan Tingkat 8 pun bisa kubunuh dalam satu pukulan!"

​Inilah kengerian sejati dari teknik primordial. Tubuhnya sedang dibentuk ulang menjadi fisik seekor naga sejati. Namun, suara berat dari Master Naga di dalam liontinnya tiba-tiba menyela pikirannya.

​"Jangan cepat berpuas diri, Bocah. Sutra Naga Pelahap Langit memang sangat kuat, tapi kekurangannya sangat mematikan: teknik ini membutuhkan sumber daya energi sepuluh hingga dua puluh kali lipat lebih banyak daripada teknik kultivasi biasa. Hanya dengan mengandalkan Qi tipis di udara, kau tidak akan pernah mencapai Alam Pembentukan Fondasi."

​Ye Xuan mengangguk paham. Ia mengambil sebuah kotak kayu kecil dari bawah bantalnya. Di dalamnya terdapat sebuah Batu Spiritual Tingkat Rendah yang kusam—jatah bulanannya dari klan yang dipotong habis-habisan oleh para tetua.

​Baru saja ia hendak menyerap batu tersebut, sebuah suara keras memecah kesunyian malam.

​BRAK!

​Pintu pondok kayunya ditendang hingga engselnya lepas dan hancur berkeping-keping.

​Seorang pria bertubuh gempal dengan wajah arogan melangkah masuk, mengibaskan debu dari pakaian pelayannya yang mewah. Di tangannya terdapat sebuah lampion. Ia adalah Ye Gou, salah satu pelayan pribadi sekaligus "anjing penjilat" setia Ye Lang.

​"Ck, ck, ck. Tuan Muda Ye Lang bilang kau pasti sudah mati kedinginan di pelataran batu. Ternyata nyawamu setebal kecoak, Ye Xuan!" ejek Ye Gou sambil meludah ke lantai.

​Ye Xuan tidak bergerak dari ranjangnya. Tatapannya sedingin es saat ia menatap pelayan itu. "Siapa yang mengizinkanmu masuk ke kamarku, Anjing?"

​Mendengar sebutan 'Anjing', wajah Ye Gou memerah karena marah. "Beraninya kau, Sampah! Kau pikir kau masih Tuan Muda yang dulu?! Sekarang, serahkan jatah Batu Spiritual bulananmu padaku! Tuan Muda Ye Lang akan menggunakannya sebagai makanan burung peliharaannya besok."

​Ye Gou melepaskan auranya. Alam Kondensasi Qi Tingkat 3. Untuk seorang pelayan, tingkat kultivasi ini cukup lumayan. Dulu, ia bahkan tidak berani menatap mata Ye Xuan, namun sekarang ia berani merampoknya terang-terangan.

​Melihat Ye Xuan diam saja, Ye Gou tersenyum sinis dan melangkah maju, tangannya menjulur untuk mencengkeram kerah baju Ye Xuan. "Karena kau tidak mau memberikannya baik-baik, aku akan mematahkan kakimu sekalian dan mengambilnya sendi—"

​WUSSH!

​Sebelum tangan gemuk Ye Gou sempat menyentuh pakaiannya, Ye Xuan bergerak. Kecepatannya seperti kilat. Tangan kanannya melesat dan mencengkeram pergelangan tangan Ye Gou layaknya catut besi.

​"A-apa yang—" Mata Ye Gou terbelalak ngeri. Ia mencoba menarik tangannya, namun cengkeraman Ye Xuan tidak bergeming sedikit pun, seolah tangannya dijepit oleh sebuah gunung.

​"Kau sangat suka mematahkan kaki orang lain?" bisik Ye Xuan dengan nada mematikan.

​Tanpa memberikan kesempatan Ye Gou untuk merespons, pusaran hitam di dantian Ye Xuan berputar cepat. Sutra Naga Pelahap Langit aktif secara naluriah!

​Ssss!

​"AAARRRGGHH!"

​Ye Gou menjerit histeris. Ia merasakan energi spiritual di dalam dantian-nya tersedot keluar secara paksa melalui pergelangan tangannya, mengalir deras ke dalam tubuh Ye Xuan. Otot-ototnya menyusut, dan wajahnya menjadi pucat pasi.

​Hanya dalam tiga detik, seluruh kultivasi Tingkat 3 milik Ye Gou habis dihisap tak bersisa!

​"T-tolong... ampuni aku... Tuan Muda Ye Xuan... ampun!" Ye Gou jatuh berlutut di lantai, tubuhnya gemetar hebat. Ia kini hanyalah manusia biasa yang cacat tanpa Qi. Tatapannya ke arah Ye Xuan bukan lagi ejekan, melainkan ketakutan layaknya melihat iblis dari neraka.

​Ye Xuan melepaskan tangannya dengan jijik. Qi milik Ye Gou terlalu kotor dan tidak murni, pusaran naganya secara otomatis menyaring kotoran itu dan hanya menyerap secuil energi murni, nyaris tidak meningkatkan kultivasi Ye Xuan sama sekali.

​"Kembali dan beri tahu majikanmu," ucap Ye Xuan sambil menendang tubuh Ye Gou hingga terlempar keluar dari pintu yang hancur. "Turnamen Bela Diri Kota Daun Gugur tinggal satu bulan lagi. Suruh dia mencuci lehernya bersih-bersih, karena aku sendiri yang akan memenggalnya di atas arena."

​Ye Gou terbatuk darah, tidak berani mengucapkan sepatah kata pun, lalu merangkak pergi menjauh dalam kegelapan malam dengan panik.

​Kembali ke dalam kamarnya, Ye Xuan menggenggam Batu Spiritual Tingkat Rendah di tangannya. Ia mengaktifkan pusaran di tubuhnya, dan dalam sekejap mata, batu spiritual itu hancur menjadi debu putih.

​Energinya telah habis dihisap, namun itu seperti setetes air di lautan bagi dantian Ye Xuan. Ia belum bisa menembus ke Tingkat 5.

​"Tampaknya jatah bulanan klan maupun Qi dari sampah tingkat rendah tidak akan cukup untuk menopang pelatihanku," gumam Ye Xuan sambil menatap debu di telapak tangannya.

​Ia menoleh ke arah jendela yang terbuka. Di kejauhan, di luar tembok Kota Daun Gugur, terlihat siluet pegunungan gelap yang menjulang tinggi, diselimuti kabut tebal yang misterius.

​Itu adalah Hutan Binatang Iblis. Tempat di mana kematian dan kekayaan hidup berdampingan. Di sana terdapat banyak ramuan spiritual kuno dan Binatang Iblis tingkat tinggi yang memiliki Inti Iblis—sumber energi yang jauh lebih kaya dan brutal daripada Batu Spiritual biasa.

​"Satu bulan menuju turnamen. Hutan Binatang Iblis adalah satu-satunya tempat bagiku untuk berlatih dan mengumpulkan sumber daya," putus Ye Xuan.

Bab 3: Hukum Rimba dan Darah Serigala

​Angin berhembus membawa aroma busuk dedaunan mati dan karat darah. Hutan Binatang Iblis terbentang bagaikan raksasa purba yang sedang tertidur lelap, dengan pepohonan raksasa yang tajuknya menutupi hampir seluruh cahaya bulan.

​Hanya mereka yang memiliki nyawa rangkap atau keputusasaan mendalam yang berani memasuki hutan ini sendirian di malam hari. Bagi Ye Xuan, tempat ini adalah surga sekaligus neraka yang akan menempanya kembali.

​Tiga hari telah berlalu sejak Ye Xuan meninggalkan Kota Daun Gugur. Selama itu pula, ia terus menembus area pinggiran hutan, menghindari kelompok tentara bayaran dan mencari mangsa yang sepadan.

​KRETEK...

​Langkah kaki Ye Xuan mematahkan ranting kering di tanah. Tubuhnya menegang, insting bertarungnya seketika menyala.

​Dari balik semak belukar setinggi dada manusia, sepasang mata merah menyala menatapnya dengan penuh rasa lapar. Seekor binatang buas seukuran sapi anakan perlahan melangkah keluar, memperlihatkan taring-taringnya yang meneteskan liur beracun. Bulunya sekaku jarum baja, dan cakar-cakarnya menggores tanah berbatu hingga meninggalkan bekas dalam.

​"Serigala Mata Darah..." Ye Xuan menyipitkan matanya.

​Ini adalah Binatang Iblis Tingkat 1 kelas menengah. Kekuatannya setara dengan kultivator manusia di Alam Kondensasi Qi Tingkat 6. Binatang ini terkenal dengan kecepatannya yang gila dan kulitnya yang sangat keras. Bagi kultivator biasa di Tingkat 4 seperti Ye Xuan, bertemu monster ini sendirian berarti mati.

​Namun, tidak ada sedikit pun ketakutan di wajah Ye Xuan. Sebaliknya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman buas.

​"Mangsa yang sempurna."

​AWOOO!

​Serigala Mata Darah melolong, menganggap senyuman Ye Xuan sebagai provokasi. Kaki belakangnya menolak tanah, melesat ke depan bagaikan bayangan merah. Udara berdesir saat cakar tajamnya menebas ke arah leher Ye Xuan.

​Terlalu cepat bagi mata telanjang!

​Namun, di mata Ye Xuan yang telah diperkuat oleh Sutra Naga Pelahap Langit, gerakan serigala itu tampak melambat. Bukannya mundur untuk menghindar, Ye Xuan justru memajukan kaki kirinya, menanamkan kuda-kudanya kuat-kuat ke tanah.

​Pusaran hitam di dantian-nya berputar cepat, mengalirkan kekuatan ledakan ke tangan kanannya. Otot-otot lengannya mengembang, urat-urat menonjol seperti cacing tanah.

​"Mati!"

​Ye Xuan melemparkan pukulan lurus, tanpa menggunakan teknik seni bela diri apa pun. Hanya mengandalkan lima ribu kati kekuatan fisik murni!

​BAM!

​Tinju Ye Xuan berbenturan langsung dengan cakar Serigala Mata Darah. Terdengar suara ledakan udara yang memekakkan telinga, diikuti oleh bunyi retakan tulang yang mengerikan.

​Serigala yang buas itu mengeluarkan pekikan tertahan. Cakar depannya hancur berkeping-keping. Kekuatan mengerikan dari tinju Ye Xuan tidak berhenti di situ; gelombang serangannya merambat ke tubuh serigala, menghancurkan organ dalamnya dalam hitungan detik.

​Tubuh besar serigala itu terlempar ke belakang, menabrak batang pohon raksasa hingga pohon itu bergetar hebat, lalu jatuh ke tanah tak bernyawa. Darah segar mengalir dari mulut, hidung, dan telinganya.

​Satu pukulan. Pembunuhan instan!

​Ye Xuan menarik napas perlahan, menenangkan aliran Qi di tubuhnya. Ia menatap tinjunya sendiri dengan sedikit takjub. "Tubuhku sekarang sekeras besi spiritual. Jika aku bertarung melawan kultivator Tingkat 7 dari klan, aku pasti bisa meremukkan senjata mereka dengan tangan kosong."

​"Hmph, baru membunuh anjing cacat saja kau sudah bangga," suara dengusan arogan Master Naga terdengar di benaknya. "Jangan buang waktu, Bocah. Belah kepalanya dan ambil Inti Iblisnya. Darah dan energinya akan menguap jika kau terlalu lama!"

​Ye Xuan tersadar. Ia segera mencabut sebilah belati berburu dari pinggangnya, melangkah mendekati bangkai serigala itu, dan dengan cekatan membelah tengkoraknya. Dari dalam otak yang berlumuran darah, ia mengambil sebuah kristal seukuran ibu jari yang memancarkan cahaya merah kusam.

​Inti Iblis Tingkat 1.

​Bagi kultivator biasa, menyerap Inti Iblis secara langsung adalah tindakan bunuh diri. Energi di dalam Inti Iblis sangat liar, brutal, dan penuh dengan niat membunuh dari binatang buas. Mereka harus menjualnya ke Alkemis untuk dimurnikan menjadi pil terlebih dahulu.

​Namun, Ye Xuan tidak membutuhkan Alkemis.

​Ia duduk bersila di samping bangkai serigala, menggenggam Inti Iblis itu dengan kedua tangan.

​"Sutra Naga Pelahap Langit... Telan!"

​Pusaran hitam di dantian-nya seketika meledak dengan daya hisap yang mengerikan. Aliran energi merah yang brutal dan panas mengalir dari tangannya, masuk ke meridiannya bagaikan magma mendidih.

​Jika itu meridian kultivator biasa, mereka pasti sudah menjerit kesakitan dan meledak karena tidak mampu menahan kebrutalan energi itu. Tapi meridian Ye Xuan telah dibentuk ulang oleh kekuatan naga. Saat energi liar itu mencoba merusak tubuhnya, pusaran naga langsung menghancurkannya, melucuti niat membunuhnya, dan mengubahnya menjadi Qi murni yang sejinak air.

​BZZT!

​Hanya dalam waktu sepuluh tarikan napas, Inti Iblis di tangannya berubah menjadi abu putih yang tertiup angin.

​Di saat yang sama, tulang-tulang Ye Xuan berderak nyaring. Aura yang memancar dari tubuhnya tiba-tiba melonjak naik, menyapu dedaunan kering di sekitarnya.

​Alam Kondensasi Qi Tingkat 5!

​Mata Ye Xuan terbuka, kilatan cahaya emas melintas di pupil matanya. Ia mengepalkan tangan, merasakan kekuatan sepuluh ribu kati mengalir di nadinya.

​"Akhirnya menerobos," gumamnya puas. Hanya butuh satu Inti Iblis untuk mendorongnya dari Tingkat 4 ke Tingkat 5. "Jika aku bisa memburu puluhan Binatang Iblis Tingkat 1 atau beberapa Tingkat 2, aku akan mencapai Tingkat 9 sebelum turnamen dimulai!"

​Baru saja ia hendak berdiri untuk melanjutkan perburuan, telinganya menangkap sebuah suara samar dari kejauhan.

​TRANG! CLASH! BOOM!

​Itu bukan suara pertarungan antar binatang buas. Itu adalah suara benturan senjata logam dan ledakan Qi yang sangat kuat. Ledakan itu cukup besar hingga menggetarkan tanah di bawah kaki Ye Xuan.

​"Arah jam dua dari posisimu, sekitar lima mil," ucap Master Naga. "Ada setidaknya tiga kultivator Alam Pembentukan Fondasi yang sedang bertarung habis-habisan. Auranya sangat tidak stabil."

​Alam Pembentukan Fondasi!

Di Kota Daun Gugur, seorang kultivator Alam Pembentukan Fondasi sudah cukup untuk menjadi Tetua Klan atau bahkan Patriark.

​Mata Ye Xuan menyipit. Hukum Hutan Binatang Iblis sangat sederhana: di mana ada pertempuran besar tingkat tinggi, di situ pasti ada harta karun yang sedang diperebutkan, atau ada pihak yang sedang sekarat dan siap dijarah.

​Menyadari peluang besar yang mungkin menunggunya, Ye Xuan menyembunyikan auranya hingga ke titik terendah.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!