Aku Alina Anastasya putri ke dua dari pasangan ibu Amalia sari dan juga Bagaskara,aku mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Andin Amelia kakak ku sudah menikah dan mempunyai suami bernama Satrio Adiguna.
Sekang aku berkuliah di universitas yang ada di Yogyakarta,sambil kuliah aku berjualan online bersama kekasihku Aryan.
Aryan adalah kakak tingkat ku saat masuk kuliah pertama kali.
"Hai sayang maaf aku terlambat"ucap Aryan
"Aku udah nunggu kamu dari tadi kenapa lama sekali"
"Sorry sorry apa kita langsung jalan aja"
"Iya kak aku pengen cepet cepet cuci mata nih"
"Oke mari tuan putri silahkan masuk"
Aryan cowok ganteng yang banyak di gemari dikampus tapi tidak ada seorangpun yang dia lirik tapi tiba tiba dia menyatakan cinta nya padaku sungguh suatu kebanggaan meskipun banyak orang yang tidak suka atas hubungan kami.
"Oh ya sayang hari ini lumayan banyak pesanan apa kita sekalian saja belanja untuk yang kurang"
"Oke kak tapi aku sekalian mau beli skincare ku yang sudah habis"
"Baik... Tuan putri"
Meninggalkan cerita Alin dan Aryan di kota lain andin Kakak dari Alin sedang mengandung,kandungan Andin yang sudah besar membuat nya susah melakukan aktivitas.
"Hallo mas apa kamu masih sibuk?"
"Iya.. Andin ada apa, apa ada sesuatu yang kamu inginkan"
"Enggak mas aku hanya kesepian saja dirumah"
"Apa kamu mau kerumah ibu dulu biar kamu gak kesepian,karena aku bakal pulang terlambat karena hari ini kerjaan ku banyak"
"Gapapa mas aku dirumah aja"
Setiap hari Andin yang kesepian karena Tio terlalu gila kerja,apa aku telpon alin aja ya biar aku gak kesiapan.
"Hallo dek kamu apa kabar?"ucap Andin
"Aku baik kak,kakak apa kabar?"
"Kakak juga baik dek,apa kakak mengganggu mu?"
"Enggak kak aku hanya lagi makan di luar"
"Ya sudah nanti saja kakak telpon kamu lagi ya"
"Baiklah nanti Alin telpon kakak lagi ya"
"Siapa sayang?"Tanya Aryan
"Kak Andin kak,oh ya kalau udah dari sini kita mau kemana lagi kak?"
"Kita langsung pulang aja ya aku masih ada urusan dan mengecek pengiriman paket hari ini"
"Gak seru! Masa langsung pulang kak aku mau nonton dulu"
"Lain kali ya kita nonton,jangan marah dong cantik"
"Iyaa... Iya... Aku gak marah"
Aryan mengantarkan Alin pulang ke kosan nya
"Aku pulang dulu ya sayang"
"Iya kak hati hati"
Saat sudah sampai di kosan nya Alin teringat kakak nya yang menelpon tadi dia buru buru membuka ponsel nya dan menghubungi Kakak nya lagi.
"Hallo kak"
"Iya dek,kamu baru pulang?"
"Iya kak aku baru pulang kakak kenapa tadi nelpon aku apa ada sesuatu"
"Gak ada dek kakak cuma bosan aja gak ada teman"
"Loh mas Tio kemana kak?"
"Mas Tio masih kerja hari ini mungkin banyak kerjaan jadi dia sibuk"
"Kenapa gak kerumah ibu aja kak kalau gitu,gimana kalau ada apa apa saat kakak sendirian di rumah mana lagi hamil besar"
"Gapapa dek mungkin mas tio sebentar lagi juga pulang,oh ya kamu tadi habis jalan jalan sama siapa?"
"Biasa kak sama temen"
"Temen apa temen nih lin,apa kamu sudah punya pacar disana kok gak pernah cerita sama kakak"
"Hehe maaf kak kan kakak lagi sibuk sama kehamilan kakak jadi Alin jarang curhat sama kakak"
"Lalu siapa pacar kamu Lin apa satu kampus sama kamu?"
"Iya... Kak dia satu kampus sama Alin cuma dia kakak tingkat Alin"
"Iya dek kamu harus bisa jaga diri ya"
"Iya kak alin juga tau,Alin juga kerja sama sama dia kita jualan online kak"
"Kok kakak banyak gak tau ya apa ibu tau kamu sambil jualan Lin"
"Iya kak ibu sama ayah tau kok"
"Oh yaudah kalau mereka tau,oh ya Alin boleh kakak minta sesuatu pada kamu?"
"Kakak mau minta apa sama Alin bukannya Kakak sudah banyak uang Alin juga suka minta tambahan uang jajan sama kakak"
"Kamu bisa dengerin dulu kakak ngomong gak sih"
"Iya iya maaf kak hehe emang kakak mau minta apa?"
"Kalau kakak gak ada tolong kamu jagain keponakan kamu ya"
"Apaan sih kak kok bahas nya yang gituan jangan asal bicara kak alin gak suka Alin gak mau dititipin anak kakak"
"Alin dengerin kakak,kakak kan misal kalau umur kakak gak lama kamu tolong jagain keponakan kamu,kan umur siapa yang tau dek"
"Gak tau Alin gak mau denger kakak,kakak harus hidup kakak harus melihat tumbuh kembang anak kakak bukan Alin"
"Iya kak tau Alin kan misalkan kamu ngerti gak sih"
"Pokoknya Alin gak mau denger lagi kakak ngomong gitu"
"Oke oke kapan kamu pulang kakak sudah rindu sebentar lagi kakak lahiran"
"Mungkin liburan semester kak Alin gak bisa pulang karena lagi banyak tugas"
"Yaudah kalau gitu kakak tutup dulu telpon nya mas Tio sebentar lagi pulang kamu hati hati disana kakak sayang kamu"
"Iya kakak Alin juga sayang kakak sehat sehat kak"
Hubungan mereka sangat baik sekali apalagi Andin,Andin sangat menyayangi Alin Adik kecil nya karena Alin sangat ditunggu tunggu nya karena Andin kecil dulu sangat menantikan adik perempuannya supaya dia bisa ada teman.
Andin selalu menuruti semua keinginan Alin dia selalu mengalah kalau Alin menginginkan sesuatu miliknya.
Ada apa sih dengan kak Andin ngomong nya kok gitu aku jadi takut nanti aku telpon ibu saja deh.
Ya ampun kok aku kesiangan sih mana ada kelas pagi Alin buru buru pergi ke kamar mandi,ia hanya mandi sekilas saja karena waktunya sudah mepet sekali.
Akhirnya aku sampai juga mana lapar sekali belum sarapan nanti saja kalau kelas nya sudah selesai aku mau makan yang banyak.
"Alina kamu kemana buru buru"tanya Devi
"Ya ke kelas lah bukannya hari ini ada kelas pagi kenapa kamu masih disini dev"
"Pasti kamu gak baca grup hari ini dosen nya gak masuk Alina"
"Apa! Aku kira aku kesiangan Devi dari kosan aku udah buru buru mandi juga asal basah aja"
"Makannya kalau punya handphone tuh gunain"
"Mana sempet aku pegang handphone yang ada di otak ku bangun kesiangan takut gak keburu ke kampus"
"Udah lagian kenapa kamu begadang karena live jualan atau gimana?"
"Enggak ada sesuatu yang mengganggu pikiran ku saja,ayo temenin aku sarapan ini perut dari tadi udah minta di isi"
"Ayo aku juga belum sarapan"
Saat mereka sampai di kantin Mila langsung memesan banyak makanan
"Cantik cantik tapi makannya kayak kuli yang gak makan seminggu"
"Biarin aku laper sekali dev aku perlu tenaga untuk menghadapi dunia ini"
"Dasar ratu drama lebay sekali"
"Ayo cepat makan saja jangan banyak bicara,makanan nya enak enak sekali dev"
"Pantes aku cari cari kamu gak ada aku telpon tapi gak di angkat angkat ternyata kamu disini"ucap Aryan
"Ada apa kak,jangan ganggu dulu aku laper sekali"
"Ini makanan kamu sendiri Alina"
"Iya kak hehe aku lapar mata karena perutku lapar sekali"
"Kamu ini ayo cepat habiskan makanan nya kita harus mengantar paket ke ekspedisi"
"Iya sebentar kak,apa kakak udah sarapan?"
"Udah aku udah sarapan di rumah"
"Lin kok gue disini kayak lalat ijo ya"ucap Devi
"Kenapa begitu emang nya kamu cosplay jadi lalat ijo dev?"
"Habisnya kalian bicara gak liat orang sekitar seperti dunia milik berdua yang lain ngontrak"
"Sorry besti bukan seperti itu,ayo lanjut makan saja"
"Oh ya kak kenapa kamu tau aku disini"
"Kata teman kelas kamu hari ini dosen kalian gak masuk mumpung kamu gak ada kelas jadi kita antarkan paket nya"
"Oke kak sebentar ya"
"Dev aku duluan ya tenang makanan mu juga sudah aku bayarin"
"Oke makasih Lin"
Alin dan Aryan pergi bersama
"Gak nyangka ya Lin bisnis ini kita cuma iseng iseng nyari kesibukan tapi hasil nya sekarang lumayan"
"Iya kak aku juga gak nyangka bisa seperti ini meskipun ayah dan ibu ku masih selalu mengirimkan uang untukku tapi aku masih bisa bayar kuliahku sendiri"
"Gapapa kamu tabung aja untuk keperluan mu yang lain"
Hari ini Alin sangat sibuk sekali ia mengurus semuanya bersama Aryan mereka juga mempekerjakan seseorang dan tentunya temen mereka untuk membantu pekerjaan Alin dan Aryan.
Memang gaji nya belum seberapa tapi masih lumayan untuk nya bisa tambah tambah untuk uang kuliah,cita cita alin dan Aryan juga bisa mempekerjakan anak anak kampus yang membutuhkan tambahan uang.
"Bentar kak aku mau istirahat dulu capek banget"
"Iya kamu istirahat dulu aja,nanti malam juga kamu jangan live aja biar aku kamu istirahat aja besok kamu ada kelas pagi kan?"
"Ahhh emang kamu yang paling terbaik sayang terimakasih"sifat manja Alina itu selalu bikin Aryan suka manja Alina bukan yang di buat buat tapi memang seperti itu karakternya
"Kalau lagi gini aja baru manggil sayang"
"Hehe maaf kak kalau di luar aku malu apalagi banyak fans nya kamu aku menghargai mereka"
"Jangan dengerin mereka Alina kamu kekasih aku mau manggil aku apapun itu ya gapapa jangan jadi orang gak enakan"
"Oke sayang"
Kenapa sih mas Tio selalu gila kerja meskipun sudah sampai dirumah dia masih sibuk dengan pekerjaan nya,tidak lama Tio datang.
"Kenapa kamu belum tidur hmm"
"Kenapa sih mas kamu selalu pulang larut malam"
"Kamu juga tau banyak kerjaan Andin"
"Iya tapi sekali saja kamu gak pulang larut selama menikah kamu gak pernah pulang cepat"
"Sudahlah Andin jangan seperti anak kecil aku kerja juga untuk kamu"
"Apa kamu menghindar dari aku mas?"
"Apa maksud kamu Andin"
"Apa sebenarnya kamu menyesal menikah dengan ku?"
"Kenapa pikiran mu kemana mana,suami pulang kerja bukannya disambut kamu malah ngajak berantem"
"Bukan begitu mas aku hanya meminta waktu mu"
"Sudahlah kamu tidur saja kamu harus banyak istirahat,aku mau mandi dulu"
Pasti seperti itu kalau aku bicara apa kamu menyesal mas.
Andin dan Satrio memang mereka di jodohkan tapi tidak ada paksaan dari orang tua mereka,mereka berhak menolak jika tidak ada saling cocok tapi Andin dan Satrio memilih menerima perjodohan mereka meskipun tidak mengenal begitu dekat.
Tio ke luar dari kamar mandi dengan wajah segar.
"Kenapa kamu belum tidur juga"
"Sekarang aku sudah sulit untuk tidur mas"
"Apa ada yang sakit?"
"Enggak ada,aku pengen kamu mengelus perut aku sampai aku tidur" saat Tio ingin menolak tapi Andin sudah memotong nya
"Aku gak mau ada penolakan mas aku tidak pernah meminta apapun padamu aku hanya ingin meminta kamu mengelus perut ku"
"Baiklah" Tio naik keranjang dan berbaring dipinggir Andin Tio mengelus perut Andin yang sudah besar
"Mas apa kamu tau,aku selalu berharap saat tidur kamu mengelus perut ku dan mengajak bicara dia dalam perut,tapi kamu tidak pernah melakukan nya kamu pulang mandi lalu pergi ke ruang kerja mu"
"Maafkan aku Andin bukan berarti aku tidak mengharapkan nya tapi aku tidak tau harus bagaimana"
"Makannya mas sekali sekali kamu harus ikut aku periksa,kata dokter bayi yang sering di ajak bicara oleh ayah nya membuat ikatan batin sama ayah nya"
"Iya nanti kita periksa dan kapan kelahiran kamu biar aku bisa mengambil cuti jauh jauh hari"
"Oh ya mas kalau nanti aku meninggal saat melahirkan tolong jangan terlalu sibuk bekerja kamu harus mengurusnya"
"Apa apaan Andin kenapa kamu bicara seperti itu jangan omong kosong seperti itu"
"Kan aku hanya bicara seandainya kata orang melahirkan itu taruhan nya hidup dan mati jadi kalau aku meninggal kamu jangan dingin seperti ini"
"Diam Andin kamu jangan bicara lagi kamu akan baik baik saja jangan bilang seperti itu lagi maaf jika aku membuat mu setiap merasa kesepian"
"Iya mas apa boleh besok kamu jangan pulang larut malam aku ingin periksa kandunganku ditemenin kamu"
"Iya akan aku usahakan setelah makan siang kita akan ke dokter kandungan, sekarang kamu tidur jangan berpikir macem macem lagi" Tio memeluk Andin dan mengelus perut nya
Saat Andin sudah terlelap tidur,maafkan aku Andin memang aku belum sepenuhnya mencintai kamu tapi aku akan berusaha menyanyi kamu dan anak kita tetap hidup lebih lama lagi agar aku bisa mencintaimu.
Saat Tio baru memejamkan matanya tapi Andin sangat gelisah kenapa perut nya sakit tapi masih teratur,apa aku mau melahirkan Andin sudah mondar mandir.Tio menyadari Andin tidak ada disebelahnya meraba raba tempat tidur
"Kamu kenapa Andin kamu ada yang sakit"
"Aku gak tau mas perut rasanya sakit tapi masih teratur,kayak nya aku mau melahirkan mas"
"Kenapa kamu gak bangunin aku dari tadi kenapa kamu menahannya sendiri"
"Sakitnya masih bisa aku tahan mas jadi aku belum membangunkan mu,kamu juga baru terlelap aku gak tega membangunkan nya"
"Ayo sekarang kita kerumah sakit aja aku gak bisa nunggu seperti ini dengan kamu kesakitan"
Tio membawa Andin ke rumah sakit dan perawatan langsung menghampiri mobil Tio karena Tio sudah berteriak meminta tolong
Melihat Andin yang kesakitan Tio seperti kehilangan akal nya biasanya dia terlihat tenang dan dingin bisa menguasai suasana apapun tapi melihat Andin merintih kesakitan dengan peluh yang sudah membanjiri nya Tio tidak bisa tenang.
"Kamu tahan sayang kamu kuat,apa kamu operasi Caesar aja ya biar kamu gak kesakitan" dengan menggenggam erat tangan Andin
"Enggak mas aku mau lahiran normal aja gapapa sakitnya masih bisa aku tahan"
"Tapi aku gak bisa melihat kamu seperti ini Andin kamu kesakitan" tapi ditengah kesakitan nya Andin tersenyum
"Gapapa mas aku senang kamu mengkhawatirkan aku"
"Jangan bilang seperti Andin maaf kalau selama ini aku kurang memperhatikan kamu"
Tapi Andin merintih kesakitan lagi bidan pun memeriksa nya melihat sudah pembukaan berapa.
"Siapkan semua nya pembukaan nya sudah lengkap"ucap bidan
Para perawat mempersiapkan semuanya Andin sudah memakai selang infus
"Ayo ibu Andin kita berjuang sama sama ya tarik nafas nya lalu dorong" Andin memegang erat tangan Tio keringat sudah membanjiri nya
"Ayo sayang kamu pasti bisa"Tio mengecup kening Andin,Andin berusaha sekuat tenaga nya
"Ayo Bu sekali lagi ini bayi nya sudah terlihat tarik nafas lalu dorong"
Dengan sisa tenaga yang seolah diperas habis,Andin memejamkan mata dan mengejan sekuat yang ia bisa.suara bisikan doa Tio beradu dengan bunyi mesin pemantau detak jantung di samping tempat tidur.
Keluarga Andin dan juga keluarga Tio sudah berada di luar menunggu kelahiran Andin.
Tepat pukul 05.00 pagi hari,tangisan melengking mengudara,suara itu memecah ketegangan sejak dini hari mengendap di ruangan tersebut.
Semua keluarga yang menunggu mendengar tangisan itu mengucap syukur karena akhirnya Andin melahirkan.
"Selamat, Pak Bu... Bayinya laki laki,bayi nya sehat dan lengkap"ucap bidan seraya memeluk bayi yang masih terbungkus pelumas alami
"Selamat sayang kamu sudah menjadi ibu yang hebat dan kuat terimakasih"Tio sangat terharu melihat perjuangan Andin dan mengecup terus kening Andin
Andin menghembuskan nafas lega,senyum tipis terukir di bibirnya yang gemetar,bayi mungil itu kemudian diletakan diatas dada Andin untuk proses inisiasi menyusu dini.Hangat kulit bayi itu menjadi penawar rasa lelah luar biasa yang merayapi tubuh Andin.
Namun kedamaian itu bertahan hanya beberapa menit.
Saat bidan berusaha melepaskan plasenta dan membersihkan area persalinan, ekspresi wajah tenaga medis itu mendadak berubah keras. Darah merah berwarna segar mengalir terus menerus dari jalan lahir jauh lebih banyak dari persalinan normal pada umumnya.
"Bidan Nisa,Panggil dokter spesialis kandungan sekarang!siapkan cairan infusan tambahan dan oksitosin" Perintah bidan utama dengan suara yang berusaha ditahan agar tidak panik namun getar kecemasan tak bisa di sembunyikan.
Tio yang tadinya sibuk menatap wajah sang buah hati mulai merasakan perbedaan atmosfer,Bau besi yang pekat memenuhi ruangan ketika ia menatap kebawah tempat tidur,ia melihat alas kain tempat tidur sudah di penuhi cairan merah yang semakin meluas.
"Ada apa dokter?kenapa istri saya?"dengan suara gemetar
"Pak,ibu mengalami pendarahan pasca melahirkan,rahimnya mungkin mengalami atonia tidak berkontraksi dengan baik untuk menutup kembali pembuluh darah.kami sedang berupaya menghentikan nya" jawab dokter spesialis yang baru saja menerobos masuk ke ruangan
Ruangan yang tadinya hangat berubah menjadi Medan pertempuran medis,tim dokter bekerja cepat.memasang jalur infus kedua memberikan obat obatan penambah kontraksi.
Hingga melakukan pijatan rahim manual,namun darah seolah tidak mau berhenti mengalir.
"Oh ya jeng kenapa ya lama sekali padahal sudah dari tadi bayi nya lahir tapi belum ada yang keluar malah ada dokter yang masuk lagi" tanya mamah Tio
"Sayang juga gak tau jeng kita doakan saja semoga semuanya baik baik saja" tapi firasat seorang ibu tidak baik baik saja hatinya sangat gelisah
"Kamu tenangkan dirimu dulu pasti Andin baik baik saja ayo duduk" ucap ayah Andin
"Tapi mas perasaanku gak enak,semoga Andin baik baik saja"
Nafas Maya mulai terengah engah wajahnya yang semula pucat kini kehilangan seluruh rona kehidupan, pandangan nya mengabur menatap langit langit ruang operasi yang tiba tiba berputar.
"Mas" bisik andin sangat pelan hampir tenggelam diantara bunyi alarm monitor medis yang mulai melengking nyaring menandakan darah nya merosot tajam.
Tio mendekatkan telinganya ke bibir Andin memegang tangan istrinya yang dingin bak es.
"Iya sayang?mas disini, kamu kuat ya sebentar lagi selesai"
"Jaga bayinya ya" suara Andin terputus putus menatap Tio dengan sisa sisa kesadaran yang kian menipis
"Jangan bicara seperti itu! Kita rawat sama sama, Andin tolong bertahan" Tio terisak air matanya jatuh membasahi wajah Andin
Dikota yang berbeda Alina sudah siap siap untuk ke tempat dia dan Aryan bekerja mereka menyewa rumah kecil untuk keperluan konten atau produksi.
Aryan sudah menjemput Alin pagi pagi karena sebelum mereka berangkat untuk kuliah mereka selalu menyempatkan waktu untuk mengecek pekerjaan nya.
"Kak kok perasaan aku gak enak ya"
"Kenapa, apa kamu belum sarapan sayang"
"Gak tau dari semalam perasaanku seperti ini"
"Gapapa sayang mungkin hanya perasaan kamu saja kita sarapan dulu aja"
Ditengah perjalanan suara handphone Alin berdering tertera nama ibunya yang menelpon nya.
"Hallo Alin kamu pulang sekarang nak"
"Ada apa Bu kenapa ibu menangis"
"Kamu cepat pulang kakak kamu melahirkan"
"Iya tapi kenapa ibu menangis harus nya ibu senang karena ibu sudah mempunyai cucu"
"Pulang sekarang alin kakak mu sedang kritis"
"Apa! Iya Alin akan segera pulang Bu"
"Ada apa sayang"tanya Aryan
"Kakak ku sudah melahirkan tapi dia kritis kak tolong putar balik ke kostan ku aku mau bawa barang barangku dulu kak cepat"
"Tenang Alin tenangkan hati mu dulu aku akan mengantarkan mu"
Mobil Aryan melesat menuju kostan Alin tidak membutuhkan waktu lama Alin membawa barang barang penting nya saja,karena jarang kampus Arin dan rumah nya lumayan jauh sekitar dua jam an Aryan mengendarai nya dengan lumayan cepat tapi hati hati,hati Alin sudah sangat gelisah ingin cepat sampai rumah sakit.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!