Indonesia
NovelToon NovelToon

Sekte Puncak Keabadian

Bab 1: Sekte yang Hancur dan Sistem yang Bangkit

​Angin musim gugur berhembus membawa bau amis darah yang menyengat. Di puncak Gunung Bintang Jatuh, puing-puing bangunan megah yang dulunya menjadi kebanggaan sekte kini hanya tersisa sebagai tumpukan abu dan kayu hangus.

​Lin Xuan memegangi dadanya yang terasa seperti dibakar oleh besi panas. Dia terbatuk keras, meludahkan seteguk darah hitam kental ke atas tanah berbatu.

​"Di mana aku? Bukankah aku baru saja tertidur di depan meja kerjaku sehabis membaca novel?" batin Lin Xuan kebingungan. Pandangannya kabur, menatap pilar-pilar batu yang runtuh dan mayat-mayat bergelimpangan di sekitarnya.

​Sebelum ia bisa memproses situasi gila ini lebih jauh, sebuah rasa sakit yang menusuk menghantam kepalanya. Ingatan asing membanjiri otaknya bagai air bah.

​Benua Langit Surgawi.

Sekte Bintang Jatuh.

Dan dirinya... adalah Ketua Sekte generasi ke-99.

​Pemilik tubuh asli ini juga bernama Lin Xuan, seorang pemuda berusia 19 tahun yang baru saja diangkat menjadi Ketua Sekte darurat. Sayangnya, pengangkatan itu bukanlah sebuah kehormatan, melainkan kutukan. Sekte Bintang Jatuh baru saja diserbu habis-habisan oleh musuh bebuyutan mereka, Sekte Serigala Darah. Tetua agung terakhir baru saja mengorbankan nyawanya, meledakkan inti spiritualnya demi memindahkan Lin Xuan ke aula leluhur di puncak gunung ini agar ia bisa kabur.

​Namun, tubuh asli ini sudah menderita luka fatal dalam pertempuran dan akhirnya mati, memberi jalan bagi jiwa Lin Xuan dari bumi untuk mengambil alih.

​"Hahaha! Lin Xuan, bocah ingusan! Berhenti bersembunyi seperti kura-kura pengecut!"

​Suara parau yang dipenuhi niat membunuh menggelegar dari udara. Seorang pria berjubah merah darah melayang di atas sisa-sisa aula leluhur, memancarkan tekanan spiritual yang menyesakkan dada. Di kakinya, sebuah pedang terbang berukir kepala serigala berdengung pelan. Dia adalah Zhao Wu, salah satu Tetua dari Sekte Serigala Darah yang berada di puncak Ranah Pembangunan Yayasan.

​Di belakang Zhao Wu, puluhan murid musuh yang menunggangi burung iblis bersorak-sorai dan tertawa meremehkan.

​"Serahkan Plat Inti Sekte, dan aku mungkin akan berbaik hati menyisakan mayat yang utuh untukmu!" teriak Zhao Wu dengan senyum buas. Tangannya membentuk segel, bersiap melepaskan mantra api mematikan untuk membakar aula leluhur tersebut rata dengan tanah.

​Lin Xuan mengepalkan tangannya kuat-kuat, merasakan keputusasaan dari pemilik tubuh asli. Ia baru saja bertransmigrasi, apakah ia harus mati lagi detik ini juga? Di hadapan seorang kultivator Pembangunan Yayasan, dirinya yang saat ini hanya berada di tahap awal Kondensasi Qi tidak lebih dari seekor semut.

​Tiba-tiba, suara mekanis yang dingin namun terdengar seperti malaikat keselamatan bergema di dalam tengkoraknya.

​[Ding!]

[Mendeteksi jiwa inang yang memenuhi syarat. Sistem Pembangunan Sekte Abadi sedang diaktifkan...]

[10%... 50%... 100%. Integrasi Selesai!]

[Misi Pemula Selesai: Bertahan hidup hingga sistem aktif.]

[Hadiah Diberikan: Wilayah Tak Terkalahkan (Sect Domain Invincibility).]

​Penjelasan Kemampuan: Selama inang berada di dalam teritorial Sekte Bintang Jatuh, inang adalah Dewa. Anda memiliki kekuatan absolut yang setara dengan Kaisar Abadi. Hukum alam, ruang, waktu, dan kehidupan di dalam wilayah ini berada di bawah kendali mutlak Anda.

​Mata Lin Xuan yang awalnya dipenuhi keputusasaan kini berkilat dengan cahaya keemasan yang nyaris tak kasat mata. Rasa sakit di dadanya lenyap seketika. Luka-luka fatalnya menutup dalam sekejap mata, dan energi spiritual di dalam Dantian-nya melonjak, meski tingkat kultivasinya di luar tetap terlihat seperti Kondensasi Qi.

​Ia perlahan bangkit berdiri. Menepuk debu dari jubah putihnya yang bernoda darah, Lin Xuan mengangkat wajahnya dan menatap pria berjubah merah di langit malam dengan pandangan setenang danau yang membeku.

​"Menyisakan mayat yang utuh untukku?" Lin Xuan tersenyum dingin, suaranya kini tidak lagi bergetar.

​Melihat Lin Xuan masih berani tersenyum, amarah Zhao Wu tersulut. "Bocah mencari mati! Karena kau tidak mau menyerahkannya, aku akan mengambilnya dari mayatmu yang hangus!"

​Zhao Wu mengayunkan tangannya. Bola api raksasa berdiameter sepuluh meter terbentuk di udara, melesat turun seperti meteor yang siap menghancurkan Lin Xuan dan sisa aula leluhur menjadi abu. Para murid Sekte Serigala Darah tertawa kegirangan, menantikan pemandangan darah.

​Namun, Lin Xuan bahkan tidak berkedip. Ia hanya menyembunyikan satu tangannya di belakang punggung, sementara tangan lainnya diangkat dengan santai. Mulutnya terbuka perlahan, dan satu kata keluar dari bibirnya.

​"Hancur."

​WUUUSSS!

​Dalam sepersekian detik, bola api raksasa yang membawa kekuatan penghancur Pembangunan Yayasan itu padam tanpa suara. Bukan meledak, bukan ditangkis, melainkan terhapus dari eksistensi, seolah-olah bola api itu tidak pernah ada.

​Senyum buas di wajah Zhao Wu membeku. Mata tuanya melotot hampir keluar dari rongganya. "A-apa?! Benda sihir perlindungan apa yang kau gunakan, bocah?!"

​Lin Xuan tidak menjawab. Ia melangkah maju satu langkah. Tekanan tak kasat mata yang luar biasa kuno dan menakutkan mulai menyelimuti seluruh Gunung Bintang Jatuh.

​"Hanya seekor lalat kecil di Ranah Pembangunan Yayasan, berani menggonggong di gunungku?" Suara Lin Xuan tidak keras, namun entah mengapa bergema langsung di jiwa setiap orang yang mendengarnya, membawa paksaan dari surga itu sendiri.

​Mata Lin Xuan memancarkan kilat keemasan.

​"Berlutut."

​BOOOOM!

​Hukum alam di sekitar Gunung Bintang Jatuh terdistorsi secara brutal. Gravitasi di sekitar Zhao Wu meningkat jutaan kali lipat. Pria tua yang sebelumnya begitu arogan melayang di udara itu tidak sempat menjerit sedikit pun.

​Tekanan absolut menghantam tubuhnya, langsung menghancurkan pedang terbangnya, mematahkan tulang-tulangnya, dan menghancurkan organ dalamnya. Dalam satu tarikan napas, tubuh Zhao Wu terbanting ke tanah dan meledak menjadi kabut darah, meninggalkan kawah selebar lima meter.

​Lenyap tak bersisa.

​Keheningan seketika menyelimuti puncak gunung. Puluhan murid musuh yang masih berada di udara membeku. Burung iblis yang mereka tunggangi gemetar hebat, bulu-bulunya rontok, dan tak mampu lagi mengepakkan sayap akibat tekanan aura yang mengudara.

​Bruk! Bruk! Bruk!

​Satu per satu murid Sekte Serigala Darah jatuh dari langit, berlutut dengan keras di tanah berdebu, wajah mereka pucat pasi seolah melihat iblis kuno yang baru saja merangkak keluar dari jurang neraka. Beberapa dari mereka kehilangan kendali atas kandung kemihnya, membasahi celana karena teror murni.

​Ketua Tetua mereka... ahli tingkat puncak Pembangunan Yayasan... tewas hanya karena satu kata dari bocah Kondensasi Qi ini?!

​Lin Xuan melirik ke arah murid-murid yang gemetar di depannya. Ia mengangkat tangannya sedikit, dan dengan sebuah lambaian ringan yang membelah udara...

​SWUUUSH!

​Angin tak kasat mata menyapu seperti pedang tajam. Puluhan murid sekte musuh itu terbelah menjadi dua dalam sekejap, berubah menjadi abu yang tersapu angin malam sebelum darah mereka sempat menyentuh tanah.

​Gunung Bintang Jatuh kembali sunyi. Hanya menyisakan Lin Xuan yang berdiri sendirian di bawah cahaya bulan yang redup.

​Lin Xuan menatap tangannya sendiri, menarik napas panjang. "Sistem, ya... Kekuatan ini benar-benar tidak masuk akal. Di dalam gunung ini, aku memang Tuhan."

​[Ding!]

[Krisis berhasil diatasi. Panel Sistem Terbuka.]

[Nama Tuan Rumah: Lin Xuan]

[Sekte: Sekte Bintang Jatuh (Peringkat 9 - Bobrok)]

[Poin Sekte: 100 (Diperoleh dari membunuh penyusup)]

​[Misi Utama Pertama Diterbitkan: Sebuah sekte tidak bisa disebut sekte tanpa murid. Silakan turun gunung dan rekrut satu murid jenius dalam waktu 3 hari!]

[Hadiah Misi: Kartu Pembaruan Aula Utama Sekte, 500 Poin Sekte, Pil Pembersih Sumsum Surgawi.]

​Lin Xuan menyipitkan matanya melihat antarmuka transparan yang mengambang di depannya. Bibirnya melengkung membentuk senyuman misterius.

​"Merekrut murid? Baiklah.

Bab 2: Jenius yang Jatuh

​Matahari pagi mulai menyinari sisa-sisa reruntuhan Sekte Bintang Jatuh.

​Lin Xuan duduk bersila di atas batu besar, merenungkan Misi Sistem yang baru saja diterimanya. Merekrut seorang murid jenius dalam tiga hari? Terdengar mudah, namun ada satu masalah besar yang mengganjal pikirannya.

​"Sistem, kemampuanku yang setara dengan Kaisar Abadi ini... hanya berlaku di dalam area Gunung Bintang Jatuh, kan?" tanya Lin Xuan di dalam hati.

​[Benar. "Wilayah Tak Terkalahkan" terbatas pada batas teritorial sekte. Saat ini, radius wilayah Anda adalah 10 kilometer dari aula utama. Jika Tuan Rumah keluar dari batas ini, kultivasi Anda akan kembali ke tingkat asli: Kondensasi Qi Tingkat 3.]

​Sudut bibir Lin Xuan berkedut. Kondensasi Qi Tingkat 3? Itu tidak lebih baik dari para penjaga gerbang di keluarga-keluarga kecil! Jika dia turun gunung sekarang dan bertemu tetua Sekte Serigala Darah lainnya, dia hanya akan menjadi samsak hidup.

​"Aku butuh sesuatu untuk menutupi kelemahanku di luar sana. Buka Toko Sistem!"

​Sebuah layar holografik biru muncul di depan matanya. Ribuan barang, dari senjata tingkat dewa, pil keabadian, hingga gulungan jurus pemusnah bintang terpampang nyata. Sayangnya, melihat deretan harga yang mencapai jutaan Poin Sekte, Lin Xuan hanya bisa menelan ludah. Ia melirik sisa poinnya: 100 Poin Sekte. Sangat miskin.

​Setelah menyaring barang-barang murah, mata Lin Xuan berbinar. Ia menemukan dua barang yang pas.

​[Pembelian Berhasil!]

[-50 Poin Sekte: Jubah Ilusi Surgawi (Versi Percobaan - 3 Hari). Menutupi fluktuasi Qi pemakainya. Bahkan ahli di ranah Jiwa Baru Lahir tidak akan bisa melihat tingkat kultivasi Tuan Rumah yang sebenarnya. Pemakai akan selalu memancarkan aura ahli tiada tara yang tak terduga.]

[-50 Poin Sekte: Jimat Teleportasi Kilat (Sekali Pakai). Dapat memindahkan pengguna dan satu orang lain kembali ke Aula Utama sekte dari jarak maksimal 1.000 kilometer dalam sekejap.]

​Lin Xuan segera mengenakan Jubah Ilusi Surgawi yang berwarna seputih salju dengan sulaman awan emas di ujungnya. Seketika, temperamennya berubah drastis. Ia tidak lagi terlihat seperti pemuda lemah, melainkan sosok dewa yang turun ke bumi, tenang, misterius, dan tak tersentuh.

​Ditambah dengan Jimat Teleportasi di lengan bajunya, ia memiliki jaminan keselamatan mutlak. Jika ada bahaya, ia tinggal teleportasi kembali ke gunung dan membantai musuhnya dari dalam wilayah amannya.

​"Sempurna. Saatnya mencari murid."

​Kota Angin Hitam, Keluarga Ye.

​Kota Angin Hitam terletak di kaki pegunungan, beberapa puluh kilometer dari Sekte Bintang Jatuh. Di halaman belakang kediaman Keluarga Ye yang luas, terdengar suara tawa ejekan dan pukulan fisik yang keras.

​Bugh!

​Seorang pemuda berusia lima belas tahun, mengenakan pakaian abu-abu yang compang-camping, ditendang keras hingga terpental ke dinding berbatu. Darah segar menetes dari sudut bibirnya, namun matanya menatap tajam ke arah sekelompok pemuda yang mengeroyoknya. Pemuda itu mengusap cincin besi hitam polos di jari telunjuknya secara refleks.

​"Hei, Ye Chen! Berhentilah menatapku dengan mata serigalamu itu!" ejek seorang pemuda berpakaian mewah, Ye Feng, yang sedang menginjak dada Ye Chen. "Kau pikir kau masih Tuan Muda Jenius Keluarga Ye seperti tiga tahun lalu? Urat nadimu sudah hancur total! Kau bahkan tidak bisa menyerap setitik pun energi spiritual. Kau hanyalah sampah!"

​Para penjaga dan pelayan yang menonton di pinggiran halaman hanya bisa berbisik, menatap Ye Chen dengan iba atau jijik.

​Ye Chen, nama yang dulunya membuat seluruh Kota Angin Hitam gemetar. Di usia dua belas tahun, ia menembus Kondensasi Qi Tingkat 7, disebut sebagai jenius nomor satu dalam seratus tahun terakhir. Namun, sebuah insiden misterius tiga tahun lalu membuat seluruh basis kultivasinya lenyap. Urat nadinya layu. Semenjak itu, ia jatuh dari awan ke dalam lumpur, menjadi sasaran perundungan keluarganya sendiri.

​"Ye Feng..." suara Ye Chen serak, namun dipenuhi niat membunuh yang tertahan. "Jika bukan karena tetua agung yang mengambil jatah ramuan bulananku untuk diberikan padamu, kau tidak akan pernah bisa menembus tingkat 5! Lepaskan kakimu dariku!"

​"Berani melawan?!" Wajah Ye Feng memerah karena marah. Qi spiritual berputar di tinjunya. "Hari ini akan kupatahkan kedua kakimu agar kau sadar di mana tempatmu!"

​Tepat ketika tinju Ye Feng hendak menghantam wajah Ye Chen...

​Tap.

​Langkah kaki yang sangat pelan terdengar bergema. Anehnya, meskipun pelan, langkah itu seolah menginjak jantung semua orang yang ada di halaman tersebut. Udara tiba-tiba menjadi sangat berat. Angin berhenti berhembus.

​Semua orang menoleh ke arah pintu masuk halaman.

​Seorang pemuda tampan berjubah putih salju melangkah masuk dengan tangan di belakang punggung. Wajahnya setenang air kawah, matanya sedalam jurang abadi. Tidak ada sedikit pun fluktuasi Qi yang memancar darinya, namun justru itulah yang membuat semua orang merinding.

​Seolah-olah pria ini telah menyatu dengan hukum alam itu sendiri.

​"S-siapa kau?! Ini wilayah pribadi Keluarga Ye!" teriak Ye Feng, suaranya sedikit gemetar karena tekanan tak kasat mata dari pria berjubah putih itu.

​Lin Xuan tidak mempedulikan Ye Feng. Matanya hanya tertuju pada pemuda babak belur di tanah. Melalui sistem, ia bisa melihat panel status yang melayang di atas kepala Ye Chen.

​[Target Ditemukan: Ye Chen]

[Potensi Bakat: Bintang 9 (Jenius Tiada Tara)]

[Atribut: Elemen Api Murni]

[Status Saat Ini: Urat nadi tersumbat oleh segel kutukan kuno. Menyimpan Jiwa Suci di dalam cincinnya.]

​"Bingo. Prototipe jenius yang jatuh, urat nadi hancur, dan kakek sakti di dalam cincin. Ini benar-benar bahan utama untuk menjadi tokoh protagonis masa depan," seringai Lin Xuan di dalam hati.

​Tanpa membuang waktu, Lin Xuan mengibaskan lengan bajunya.

​Brak!

​Sebuah tekanan angin yang tercipta semata-mata dari energi fisik—dibantu oleh efek dramatis dari Jubah Ilusi Surgawi—menghempaskan Ye Feng sejauh belasan meter hingga menabrak pohon besar dan pingsan seketika.

​Para penjaga keluarga Ye menarik napas dingin. Tidak ada yang berani melangkah maju. Pemuda berjubah putih ini bahkan tidak menggunakan Qi, namun mampu menerbangkan kultivator tingkat 5 layaknya debu!

​Lin Xuan berjalan mendekati Ye Chen, membungkuk sedikit, dan mengulurkan tangannya.

​"Dunia ini menertawakanmu karena kau jatuh ke dalam lumpur," ucap Lin Xuan dengan nada tenang namun menggema di jiwa Ye Chen. "Keluargamu membuangmu, musuhmu menginjakmu. Tapi, di mataku, kau hanyalah mutiara yang tertutup debu."

​Mata Ye Chen terbelalak. Selama tiga tahun, semua orang memanggilnya sampah. Namun pria misterius ini...

​«Bocah! Hati-hati!» Tiba-tiba, suara tua dan parau terdengar di dalam pikiran Ye Chen. Itu adalah suara Guru misterius yang selama ini bersemayam di dalam cincin hitamnya. «Aku tidak bisa melihat tembus kultivasi pria ini! Di mataku, dia hanyalah lautan kekosongan yang tak berujung. Bahkan di masa kejayaanku, aku belum pernah merasakan aura semacam ini. Dia sangat berbahaya, atau... dia adalah entitas kuno yang menyamar!»

​Mendengar peringatan Gurunya yang biasanya arogan itu sangat ketakutan, jantung Ye Chen berdegup kencang. Ia menatap Lin Xuan dengan campuran rasa hormat dan waspada.

​"S-siapa Anda, Senior?" tanya Ye Chen sambil terbatuk.

​"Aku?" Lin Xuan menarik tangannya kembali ke belakang punggung, menatap langit luas dengan gaya yang sangat teatrikal. "Aku adalah Ketua Sekte dari Sekte Bintang Jatuh, Lin Xuan. Aku turun gunung hari ini hanya karena takdir menuntunku padamu."

​Lin Xuan menunduk, matanya menatap tajam ke mata Ye Chen.

​"Namamu Ye Chen, bukan? Ikutlah denganku. Jadilah Murid Utama Sekte Bintang Jatuh. Aku tidak hanya akan memperbaiki urat nadimu yang hancur, tapi aku akan membuat mereka yang hari ini menginjakmu, berlutut memohon ampun di bawah kakimu besok. Bagaimana?"

​Tangan Ye Chen yang gemetar perlahan mengepal. Ia menatap wajah sombong sepupunya yang pingsan, lalu memikirkan penderitaannya selama tiga tahun terakhir. Darahnya yang dingin kembali mendidih.

​Tanpa mempedulikan luka-lukanya, Ye Chen memaksakan dirinya untuk berlutut di tanah, menundukkan kepalanya hingga dahinya menyentuh lantai batu.

​"Murid Ye Chen... memberi hormat kepada Guru!"

​Di dalam kepala Lin Xuan, nada yang sangat merdu akhirnya berbunyi.

​[Ding! Merekrut murid berbakat (Ye Chen). Misi Pemula Selesai!]

[Hadiah didistribusikan: Kartu Pembaruan Aula Utama, 500 Poin Sekte, Pil Pembersih Sumsum Surgawi!]

Bab 3: Keajaiban Penciptaan dan Pil Surgawi

​"Berhenti di sana!"

​Sebuah bentakan keras yang diiringi oleh fluktuasi Qi spiritual bertenaga tinggi meledak dari arah aula utama kediaman Keluarga Ye. Sesosok pria paruh baya dengan jubah ungu melesat ke halaman belakang layaknya elang yang menyambar mangsa. Dia adalah Ye Kuang, Kepala Keluarga Ye, seorang ahli di tahap awal Ranah Pembangunan Yayasan.

​Melihat putra kesayangannya, Ye Feng, pingsan dengan mulut berdarah di bawah pohon, mata Ye Kuang memerah karena marah. Pandangannya langsung terkunci pada pemuda berjubah putih yang berdiri dengan tenang di tengah halaman.

​"Siapa kau?! Beraninya kau masuk ke Keluarga Ye dan melukai putraku!" teriak Ye Kuang. Niat membunuh meluap dari tubuhnya, menekan udara di sekitarnya.

​Namun, saat Ye Kuang mencoba menggunakan indera spiritualnya untuk memeriksa tingkat kultivasi Lin Xuan, ia merasakan sensasi yang mengerikan. Kesadarannya seolah tenggelam ke dalam jurang lautan tanpa dasar, ditelan oleh kekosongan kosmik. Hawa dingin seketika menjalar dari tulang ekor hingga ke ubun-ubunnya.

​Ahli macam apa ini?! batin Ye Kuang panik. Niat membunuhnya langsung menyusut layaknya balon yang tertusuk jarum.

​Lin Xuan menoleh pelan, menatap Ye Kuang dengan pandangan meremehkan. Berkat Jubah Ilusi Surgawi, ia benar-benar terlihat seperti dewa yang turun dari kahyangan.

​"Keluarga Ye?" Suara Lin Xuan terdengar datar, namun bergema penuh keagungan. "Mulai hari ini, Ye Chen adalah Murid Utama Sekte Bintang Jatuh. Jika ada di antara kalian yang tidak terima, silakan datang ke Gunung Bintang Jatuh. Aku, Lin Xuan, akan menyambut kalian kapan saja."

​Lin Xuan tidak memberi kesempatan bagi Ye Kuang untuk membalas. Ia meraih bahu Ye Chen. Di dalam lengan bajunya, jari Lin Xuan menghancurkan Jimat Teleportasi Kilat.

​SWUUUSH!

​Cahaya perak melesat ke langit, menembus awan dalam sekejap mata. Lin Xuan dan Ye Chen menghilang dari pandangan, meninggalkan Ye Kuang dan seluruh anggota Keluarga Ye yang mematung dalam ketakutan. Ahli yang bisa merobek ruang dan berteleportasi... eksistensi macam apa yang telah memungut sampah Keluarga Ye itu?!

​Puncak Gunung Bintang Jatuh.

​Sebuah distorsi ruang terjadi, dan sosok Lin Xuan beserta Ye Chen muncul di atas tanah berbatu. Bau amis darah dan sisa-sisa kayu hangus langsung menyambut hidung mereka.

​Ye Chen membuka matanya yang masih pusing akibat teleportasi. Namun, ketika pandangannya menjadi jelas, raut wajahnya berubah kaku.

​Pilar-pilar batu patah berserakan. Atap bangunan bolong di mana-mana. Tidak ada murid, tidak ada tetua, tidak ada burung bangau abadi yang beterbangan seperti deskripsi sekte-sekte besar pada umumnya. Tempat ini lebih terlihat seperti sarang bandit yang baru saja digerebek.

​Di dalam pikiran Ye Chen, suara parau Gurunya kembali terdengar.

«Bocah... sepertinya kau baru saja ditipu. Tempat ini lebih miskin dari gubuk pengemis! Energi spiritual di sini sangat tipis. Apakah ini benar-benar tempat bernaung seorang ahli tiada tara?»

​Ye Chen menelan ludah. Ia menatap punggung Lin Xuan yang berdiri tegap di depannya. "Guru... ini... Sekte Bintang Jatuh kita?"

​Lin Xuan memunggungi Ye Chen, wajahnya sedikit merah karena malu. Namun, ia dengan cepat menguasai dirinya. Ini adalah wilayah sektenya. Di sini, dia adalah Tuhan yang sesungguhnya!

​Lin Xuan menoleh perlahan, menyunggingkan senyum misterius. "Chen'er, apa yang matamu lihat hanyalah ilusi kefanaan. Dunia fana ini dipenuhi dengan kemewahan palsu. Sebuah sekte sejati tidak diukur dari kemegahan bangunannya, melainkan dari Dao (Jalan Kebenaran) yang ada di dalamnya."

​Ye Chen tertegun. Kata-kata gurunya terdengar sangat filosofis dan dalam.

​"Namun," lanjut Lin Xuan sambil mengangkat tangan kanannya, "karena kau telah resmi bergabung, Guru akan menyingkirkan tirai ilusi ini dan menunjukkan wujud asli sekte kita padamu."

​Di dalam hati, Lin Xuan berteriak, "Sistem! Gunakan Kartu Pembaruan Aula Utama sekarang!"

​[Ding! Menggunakan Kartu Pembaruan Aula Utama Sekte...]

[Modifikasi realitas dimulai!]

​GEMURUH!

​Tiba-tiba, bumi di bawah kaki mereka bergetar hebat. Langit di atas Gunung Bintang Jatuh yang awalnya cerah, kini diselimuti oleh cahaya keemasan yang turun dari surga. Awan-awan spiritual berkumpul, membentuk pusaran energi raksasa.

​Mata Ye Chen melebar hingga nyaris keluar dari rongganya. Di depannya, puing-puing bangunan hangus itu tiba-tiba melayang ke udara dan berubah menjadi debu bintang. Dari kehampaan, pilar-pilar giok putih suci tumbuh menyundul langit. Dinding-dinding berukir naga dan burung phoenix terbentuk dalam sekejap, memancarkan cahaya keabadian.

​Atap aula yang terbuat dari kristal zamrud membiaskan cahaya matahari, membanjiri puncak gunung dengan energi spiritual yang tiba-tiba menjadi puluhan kali lipat lebih pekat dari sebelumnya! Papan nama raksasa di atas pintu aula terbentuk dari energi pedang murni, bertuliskan: AULA BINTANG JATUH.

​Hanya dalam waktu sepuluh tarikan napas, reruntuhan bobrok itu telah berubah menjadi sebuah istana kahyangan yang sangat megah!

​«A-apa-apaan ini?!» Suara Guru di dalam cincin Ye Chen kini melengking histeris. «Penciptaan dari kekosongan?! Memutarbalikkan hukum realitas?! Ini... ini adalah keajaiban yang hanya bisa dilakukan oleh Dewa Sejati dari Alam Atas! Bocah, kau telah memeluk paha emas yang sangat tebal!»

​Kaki Ye Chen lemas. Ia langsung berlutut di tanah, menatap aula agung di depannya dan kemudian menatap punggung Lin Xuan dengan rasa pemujaan yang fanatik. Gurunya benar-benar seorang Dewa yang sedang bermain-main di dunia fana!

​Lin Xuan mengangguk puas melihat reaksi muridnya dan si "kakek cincin". Berakting keren memang terasa sangat menyenangkan.

​Ia berbalik, melangkah mendekati Ye Chen, dan mengeluarkan sebuah botol giok kecil dari dalam dadanya.

​"Bangunlah, Chen'er." Lin Xuan menyodorkan botol itu. "Buka dan telan isinya. Luka di urat nadimu hanyalah masalah sepele bagi Guru."

​Ye Chen dengan tangan gemetar mengambil botol giok itu. Saat sumbatnya dibuka, sebuah aroma obat yang sangat wangi menyerbak keluar, bahkan menciptakan ilusi berupa teratai emas kecil yang mengambang di udara. Sebuah pil seputih salju dengan sembilan garis emas melingkarinya tergeletak di dalam botol.

​«PIL PEMBERSIH SUMSUM SURGAWI?! DENGAN POLA SEMBILAN AWAN?!» Guru di dalam cincin benar-benar kehilangan akal sehatnya. «Pil semacam ini sudah punah puluhan ribu tahun yang lalu! Bahkan satu butirnya bisa menyebabkan perang berdarah di antara para Kaisar! Guru macam apa yang kau miliki ini?!»

​Mendengar seruan histeris Gurunya, tangan Ye Chen semakin gemetar. Air mata menetes dari sudut matanya. Selama tiga tahun ia dihina, diinjak, dan dibuang. Namun hari ini, seorang ahli tiada tara tidak hanya menyelamatkannya, tetapi dengan santai memberikannya harta karun paling berharga di dunia!

​"Guru... kebaikan Anda setinggi langit. Murid ini bersumpah dengan jiwa dan darah, bahkan jika langit runtuh, murid akan selalu menjadi pedang bagi Sekte Bintang Jatuh!" Ye Chen bersujud dalam-dalam.

​"Tidak perlu banyak bicara. Telan pil itu, dan biarkan seluruh dunia melihat kembalinya sang jenius," ucap Lin Xuan dengan senyum tipis, menyembunyikan rasa leganya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!