Indonesia
NovelToon NovelToon

Posesifnya Perwiraku

Mantan Komandan

Sudah mau tiga tahun Joanna Josephine Josep jauh dari mama dan papanya di kota Ambon. Sekarang anak tunggal ini harus berada di kota Surabaya untuk mengejar cita - citanya menjadi dokter gigi. Mahasiswi manis yang suka menyanyi dan bermain alat musik ini sekarang sudah berada di sementer akhir. Dan sedang menyusun skripsinya.

Selain pintar bermain alat musik dan menyanyi Anna nama panggilan diantara teman - temannya, juga senang olahraga dan kesukaannya adalah olahraga yang berhubungan dengan air dan laut. Sekarang ini Anna sedang bergabung dengan grup penyelam. Dia selalu bisa meluangkan waktunya di tengah kesibukannya menyusun skripsi. Bahkan dengan grupnya mereka perna pergi mengeksplor keindahan laut yang ada di Nusa penida di Bali.

Jarak Kampus dengan kosan Anna sangat dekat. Biasanya Anna berjalan kaki menuju ke kampusnya melewati jalan - jalan kecil di kompleks perumahan tempat dia tinggal. Kalau naik kendaraan online mereka akan melewati jalan utama dan waktu yang di perlukan lima belas menit sampai di depan fakultasnya.

Sedari semester awal Anna sudah terbiasa jalan kaki melewati jalan yang sama. Suatu ketika di berpapasan dengan seorang pemuda berseragam tentara yang buru - buru keluar dari halaman rumahnya, dan hampir saja menabrak dirinya dengan motornya. Untung saja, pemuda itu sadar. Namun ujung bannya sudah menyenggol Anna dan membuat dia jatuh.

"Daniel......." Terdengar suara seorang ibu memanggil namanya. Dan Anna tahu bahwa pemuda berseragam tentara ini bernama Daniel.

"Maafkan saya. Apa ada yang luka." Waktu dia mengangkat Anna sempat dia melihat di dada sebelah kiri ada tertulis nama Daniel . Anna semakin yakin bahwa penuda ini bernama Daniel.

"Nak, kamu terluka, maafkan anak tante ya."

"Ooo tidak terluka parah. Hanya luka lecet. Nanti saya obati. Mari bu saya permisi." Anna pun pergi meninggalkan mereka. Dari kejauhan Anna mendengar ada yang menyebutkan nama dan tempat tinggalnya. Serta menyebutkan tempat dia kuliah.

Pemuda yang menabrak Anna adalah Letda Marinir Daniel Johanes perwira angkatan laut lulusan Akademi Militer. Sekarang ini dia sedang bertugas di pangkalan Marinir. Dia adalah anak bungsu dari Kolonel Marinir Doni Johanes yang sekarang ini sedang bertugas pangkalan utama angkatan laut di Surabaya juga.Sekarang ini Daniel sedang mengikuti seleksi untuk sekolah denjaka di Jakarta. Baru seleksi awal.

Malam ini keluarga Johanes sedang menikmati makan malam bersama, karena saat ini kedua kakak Daniel sedang berkumpul. Biasanya Petrus dan David kakaknya Daniel ini akan memilih tinggal di asrama kesatuan mereka dari pada pulang pergi. Dan hari jumat sore mereka semua pulang ke rumah. Kedua kakak Daniel juga lulusan akademi militer namun kakak pertama Kompol Petrus Johanes dengan kesatuannya polisi dan Kapten Infantri David Johanes adalah perwira angkatan darat.

"Mama kenapa??"

"Mama pikiran sama cewek yang tadi di senggol adik mu di depan rumah."

"Ceweknya cantik ma."

"Cantik... Tetapi dia luka lecet di lututnya."

"Terus...."

"Dia pergi, tanpa mama tolong. Katanya ibu - ibu tetangga dia tinggal disekitar sini. Mahasiswi kedokteran."

"Cantik ma."

"Cantik."

"Kalau mama sudah kenal dan tahu orangnya kenalkan dengan David ya."

"Terus pacar kamu yang kemarin bawa ke rumah mau kamu putusi."

"Ngak begitu mama. Biar jadi pilihan begitu."

"Stop ya David."

"Bercanda ma."

Petrus, David dan Daniel tiga anak laki - laki dari pasangan kolonel marinir Doni Johanes orang kupang dengan perempuan jawa bernama Reni Sulastri ini sangat menghormati kedua orangtuanya. Hari ini hari minggu, mereka biasanya akan ke gereja bersama - sama. Bertepatan dengan Joanna Josephine Josep bertugas melayani di ibadah minggu pagi ini, bergabung dalam tim musik. Anna akan memainkan alat musik keyboard. Karena kostum tim musik yang melayani pada ibadah raya pagi ini berwarna putih, maka Anna datang dengan dress berwarna putihnya.

"Selamat pagi bapak penatua."

"Selamat pagi nona Anna."

"Saya lanjut ke belakang ya pak. Mau siap - siap dengan teman - teman."

"Oke nona."

Dibelakang Anna ada keluarga Johanes lengkap bapak, ibu dan ketiga anak laki - lakinya. Mereka baru tiba di halaman gereja dengan kendaraan mobil mereka.

"Kok, perempuan itu seperti yang kamu tabrak dek."

"Mana ma."

"Itu yang menggunakan dress putih menuju pintu belakang." Daniel sempat melihat, namun tudak begitu yakin apa itu perempuan yang dia tabrak pada hari jumat.

Suasana gedung gereja sangat syahdu. Iringan musik oleh tim musik gereja sudah berbunyi menyambut kedatangan jemaat. Keluarga Johanes juga sudah mengambil bagian didalam gereja. Mereka duduk di kursi depan sebelah kiri yang di depannya sudah ada tim musik yang bermain.

"Betulkan cewek yang mama lihat. Itu yang kamu tabrak Daniel."

"Iya ma, itu ceweknya."

"Sebentar minta maaf dek."

"Iya ma."

"Cantik ma. Manis."Mama Reni Sulastri langsung memukul lengan anak keduanya. Di antara ketiga anaknya David ini yang playboy, waktu masih sekolah mamanya sering ke sekolah karena surat panggilan. Namun mama Reni bersyukur sekarang dia sudah jadi tentara. Bahkan sudah punya teman dekat.

Dalam ibadah Joanna Josephine Josep ada mengisi pujian sambil di iringi oleh dia sendiri dengan keyboardnya. Daniel tidak berpindah dari tatapan kepadanya. Seperti dia mengingat bahwa sosok perempuan ini perna bertemu dengan dia.

"Suaranya merdu sekali. Sepertinya aku teringat akan gadis kecil anaknya Yansen Josep pegawai sipil di bagian keuangan Lanal Ambon."

"Masa pa. Tetapi senyumannya sama seperti anaknya Yansen dan Mei."

Selesai ibadah biasanya tim musik akan berdoa bersama pelayanan di bagian ruang belakang bagunan ini. Mamanya Daniel sedang mencari informasi tentang cewek yang bernama Anna itu ternyata dari salah satu penatua di gereja ini.

"Ooo itu nona Joanna Josephine Josep, dia mahasiswi tingkat akhir jurusan dokter gigi."

"Betul ma, berarti ini anaknya Yansen Josep pegawai keuangan di angkatan laut Ambon."

"Berarti anaknya kak Mei guru sekolah minggu itu."

Anna sudah mau bersiap pulang. Dia mau membuka payungnya. Karena sudah siang dan dia akan pulang jalan ke kosannya.

"Nak, boleh tante bicara." Anna teringat akan peristiwa hari jumat.

"Tante aku baik - baik saja, hanya lecet. Aku juga salah karena tidak hati - hati."

Anna memperlihatkan lukanya, yang sudah diplester dengan plester kekinian berwarna putih.

"Oooo maafkan kami ya." Anna tersenyum.

"Tidak masalah tante."

"Kalau boleh tante tahu apa kamu anaknya pak Yansen Josep pegawai angkatan laut di Ambon." Anna kaget, karena di kota ini ada yang kenal sama papanya.

"Iya, itu papa saya."

"Berarti kamu anaknya kak Mei guru sekolah minggu. Kanu yang lengket kepada mamamu. Kamu ngak kenal dengan Daniel. Dia ini murid sekolah minggu mamamu."

"Ma... Itu sudah lama, sepuluh tahun lalu. Dia juga masih kecil." Anna tersenyum.

"Maafkan saya tante, om. Saya memang anaknya Yansen Josep. Saya Joanna Josephine Josep. Pasti papa dan mama kenal sama om dan tante."

"Apa nomor telephone papamu masih sama seperti ini??" Anna melihat dan itu memang nomor papanya. Maka papa pun berbicara dengan om itu. Sekilas Anna mendengar suara papanya di seberang telepon.

"Anna itu mantan komandan di sini dulu. Mantan komandannya papa nak. Beliau berjasa bagi keluarga kita."

Tetangga

Akhirnya Anna diajak oleh mantan komandan papanya Kolonel Marinir Doni Johanes bersama Ibu Reni Sulastri dan ketiga anaknya makan siang disebuah restoran di mall. Anna tampak canggung berada di dalam mobil. Diantara ketiga anak dari bapak dan ibu komandan. Mereka tiba di Solaria memesan makanan kesukaannya nasi goreng spesial. Namun oleh tante Reni, Anna dibeli menu tambahan ayam goreng.

"Terima kasih tante om."

"Sama - sama anak manis. Sudah berapa lama kamu di Surabaya??"

"Tiga tahun tante."

"Dan tinggal di kos itu yang dekat rumah kami."

"Iya."

"Berarti mama dan papa kamu sudah perna kesini?"

"Mama iya. Kalau papa, katanya tunggu sukses baru datang."

Dari cerita om dan tante ini, Anna tahu cerita masa kecilnya. Dan Anna hanya tersenyum.

"Kalau tante boleh tahu Anna ambil jurusan apa??"

"Kedokteran tante, tetapi dokter gigi."

"Semester??"

"Akhir, Anna lagi sementara susun skripsi. Mungkin jika Tuhan sayang minggu depan ujiannya."

"Amin. Tuhan pasti sayang."

Dari ketiga anak mantan komandan papanya, hanya kak David Johanes yang supel dan sedikit lucu. Kalau Kak Jefry Johanes anak pertama pendiam, namun ramah. Sedangkan adik mereka Daniel Johanes sangat kaku. Anna jadi takut melihat dirinya.

Selesai di traktir makan, Anna di antar pulang dan mereka baru tahun bahwa jarak lima rumah dari kosan Anna, rumah kediaman keluarga Johanes tempat dia di tabrak oleh laki - laki kaku. Sebelum turun tante Reni meminta nomor handphonenya Anna.

Hari senin, Anna di jemput oleh salah satu teman mahasiswanya Juan Ricardo, mereka akan menjemput Amelia, mau membelanjakan kebutuhan untuk ujian nanti. Pada saat Juan menjemput Anna dan bersamaan dengan Anna yang akan memasuki mobil Juan. Daniel lewat dengan motornya. Karena Anna kenal, dia senyum dan menunduk. Namun respon dari Daniel Johanes hanya biasa saja.

"Ternyata sudah punya pacar ya." Hati Daniel bertanya - tanya. Namun seperti biasa dia cuek saja. Sementara Anna sudah memamerkan deretan gigi bagusnya. Dibuat malu.

"Kamu kenal Anna??"

"Ngak kenal - kenal amat, kan tetangga jadi senyum boleh dong."

"Tetapi ngak direspon. Sombong amat."

"Sudahlah. Ayo kita kan harus jemput Lia."

Anna dan Juan langsung menuju ke rumah Amelia sahabat mereka. Dan langsung mereka ke mall membeli semua kebutuhan, karena besok jadwal yang keluar adalah ujian skripsi bagi mereka bertiga. Gelar sarjana kedokteran gigi akan mereka peroleh.

Tiga sahabat ini sampai sore di mall. Mereka sudah tidak memikirkan materi skripsi mereka lagi. Yang mereka tahu harus siap. Satu bulan penguasaan materi sudah cukup. Waktu mau mengantar pulang, mobil Juan mengalami mogok ada mesinnya yang rusak. Akhirnya mereka bertiga menunggu di luar mobil sampai orang suruhan papanya Juan datang menjemput dan melihat mobil.

"Kenapa mobilnya??" Anna kaget ternyata yang bertanya adalah Daniel.

"Anna itu tetangga kamu yang bertanya."

"Tidak tahu, Juan apa yang rusak."

"Aku juga ngak tahu. Aku tahunya pakai."

"Terus pulangnya gimana??"

"Ooo kalau itu orang kerja papanya Juan sudah dalam perjalanan."

"Kamu mau pulang Anna??"

"Iya kak."

"Pas Anna kan kakak ini sama kamu searah, biar aku nanti antar Lia saja. Barang belanjaan kita aman dimobil. Besok pagi di kampus baru kalian berdua atur. "

"Kamu ngak mau antar saya pulang."

"Ngak begitu. Kan biar aku ngak terlalu repot Anna bawel nan cantik."

"Kan belum tentu kakak ini mau mengantar saya."

"Aku mau kok. Sini pulang aja sama aku. Kan kita searah."

"Anna ganteng, spek idolaku ini non."

"Stop non. Please kurangi kadar alaynya ya."

Kali pertama Daniel membonceng Anna. Mereka berdua hanya beda dua tahun usianya. Daniel membantu Anna mengenakan helm. Dan membantu Anna naik ke motor. Adegan ini membuat Amelia tersipu - sipu. Waktu motor sudah bergerak. Mata Amelia tetap tertuju.

"Sweet banget. Tipe suami idaman deh."

"Siapa suami idaman??"

"Tuh yang bonceng Anna."

"Halu kamu."

Lima menit kemudian orang kerja papa Juan datang dengan mobil penganti. Setelah semua barang mereka di pindahkan. Juan langsung mengantar Amelia ke rumahnya. Sementara itu Daniel sudah tiba di depan kosannya Anna.

"Terima kasih ya kak." Hanya balasan deheman yang dikeluarkan oleh Daniel. Dan dia pun bergerak menuju rumahnya. Meninggalkan Anna yang hanya melihat.

"Orang jahat pun pasti masih mempunyai hati. Orang ini kaku amat ya. Jangan - jangan dia berpikir aku ke ge - eran padanya..... Ihhh mimpi kali." Anna langsung masuk ke kosannya. Dia langsung mandi dan menyiapkan baju jas berwarna hitam punya nya dengan rok untuk ujian besok pagi jam sembilan.

"Mama kira kamu tidur di asrama dek."

"Ngak ma, aku di rumah saja... Ma sepertinya anaknya kenalan mama besok ujian skripsi."

"Siapa??? Ooo Anna Josep."

"Tahu dari mana kamu dek??"

"Tadi adek antar pulang karena mobil temannya mogok."

Mamanya Daniel langsung menghubungi Anna. Dan benar atas pengakuan Anna, bahwa besok dia ujian skripsi.

"Dek, besok kamu bisa tolong mama tidak??"

"Besok???"

"Iya besok pagi dek jam sepuluh."

"Oke, jam segitu di besok hari adek tidak ada kegiatan."

"Kalau begitu kamu belikan mama bunga dan hadiah coklat buat Anna, dan kamu bawa ke kampusnya."

"Mama saja yang kasih pas dia sudah di kosannya."

"Ngak seru dek. Kamu tolongi mama ya."

"Oke ma."

Anna sudah bangun pagi - pagi. Dia sudah bersiap - siap mau ke kampus. Dia berencana akan jalan kaki saja lewat pintu belakang. Karena ujiannya masih jam sembilan. Jadi Anna berencana mau jalan jam tujuh pagi ke kampus. Daniel juga sudah bagun, biasanya dia akan berolah raga baru siap berangkat jam tujuh sebelum apel pagi jam delapan.

Anna sudah siap jalan dengan payung kecilnya. Daniel yang melihat langsung berinisiatif mengantar Anna.

"Ayo naik, aku antar biar energi kamu ngak habis di jalan kaki."

"Dekat aja kok kak."

"Naik jangan cerewet. Kita lewat pintu belakang kampus aja ya."

"Iya. Terima kasih."

"Nanti aja terima kasihnya kalau sudah tiba di kampus."

Kebetulan Daniel sengaja mengantar, agar dia tahu Anna akan ujian skripsi digedung yang mana, sehingga memudahkan dia membawa hadiah mamanya jam sepuluh.

"Fakultas kedokteran gedung yang mana kamu ujian."

"Gedung F itu kak, lantai satu."

" Oke. Ini kan gedungnya."

"Iya kak terima kasih."

Daniel langsung menuju ke kesatuannya pangkalan marinir.

Ujian

Pukul sembilan ujian akan dimulai dan Joanna Josephine Josep menjadi peserta pertama mahasiswa kedokteran jurusan dokter gigi. Hari ini ada enam orang yang ujian. Anna ada dalam enam orang itu. Kemarin itu mereka memesan standing banner yang berisi nama ke enam mahasiswa dan mahasiswi yang ujian hari ini lengkap dengan foto dan nama mereka lengkap dengan gelar sarjananya yang di tutup sementara.

Jam sembilan Letda Marinir Daniel Johanes sudah ada di fakultas kedokteran. Dia membawa buket coklat hadiah buat Anna dari mamanya. Dari kejauhan rekan - rekan Anna sudah menggosipkan Anna dengan Daniel. Kali ini Daniel tidak menggunakan motor melainkan mobil sporty merek Jetour T2 warna putih. Waktu Daniel keluar dari mobil mahasiswi kedokteran langsung berteriak seolah berteriak idola yang datang. Pukul sembilan lewat dua puluh menit Anna keluar ruangan ujian dengan nilai A plus. Nilai yang sangat memuaskan. Langsung dipakaikan selempang yang bertuliskan nama Joanna Josephine Josep, S.Kg (Sarjana Kedokteran Gigi).

Teman - temannya sudah memberi salam dan pelukan juga bunga.

"Anna ada yang menunggu kamu di sana, di mobil sporty berwarna putih." salah satu temannya memberitahukan.

"Sepertinya tentara ganteng itu." Amelia memberitahukan. Anna pun melihat ke arah mobil itu. Benar disana sudah ada Daniel. Anna pun mendekati.

"Selamat ya Anna, aku mewakili mama mengucapkan selamat dan memberi hadiah buat kamu atas kesuksesan kamu."

"Terima kasih ya kak." Anna menerima buket coklat mahal yang di rangkai dengan sedikit bunga.

"Oke. Sukses ya Anna." Anna hanya tersenyum.

Tidak lama Daniel keluar dari lingkungan kampus dengan mobil sportynya. Setelah berpamitan dengan Anna.

"Saya kira pangeran akan mengantar tuan putri. Setelah memberi hadiah buket coklat mahal dan bunga."

"Ini pemberian mamanya."

"Wah sudah disayangi ama mertua."

"Stop ya Lia."

"Maksudnya???"

" Satu, orangtuanya adalah mantan komandan papaku di Ambon jadi orangtua kami saling kenal. Dua, kami itu tetangga. Jadi mamanya perhatian sama aku. Tiga, kami tidak ada hubungan apa pun itu."

"Ooooooooo"

"Bulat. Sudah kamu siapkan diri kamu, mental kamu mau masuk ruang ujian."

"Doakan aku ya Anna, agar aku ngak gugup."

"Oke sayang. Kamu harus percaya diri. Kamu bisa."

Tidak berselang lama, Amelia Wulandari sudah dipanggil untuk bersiap masuk ruang ujian. Juan Ricardo sudah keluar dia juga dinyatakan lulus dan mendapat gelar sarjana kedokteran gigi. Gelar yang sama juga akan diraih oleh Amelia Wulandari. Selesai ujian kami ditraktir makan oleh orangtuanya Juan di sebuah restoran Jepang. Sore hari baru Anna pulang ke kosannya.

Selesai ujian tadi, Anna mendapat informasi tentang koas dan Anna sudah mendaftar untuk mengikuti koas atau tahap praktek klinik. Semua surat - surat sudah diurus oleh Anna juga Juan dan Lia. Dan tahap akhir pengecekan berkas akan dilakukan oleh pihak kampus pada hari senin depan.

Karena sudah sampai di rumah jam enam sore, Anna langsung cepat - cepat mandi karena ada ibadah pemuda di rumah ketua pemuda jemaatnya. Rumahnya tidak jauh dari kosannya Anna hanya melewati tujuh rumah. Anna meskipun lelah, jam ibadah selalu menjadi nomor satu. Karena itu nasehat dari mama dan papanya.

Anna sudah mengenakan baju dress berbahan jins dan mengunakan sepatu sneaker warna putih. Rambutnya dibiar tergerai karena tadi dia keramas. Menggunakan tas totebag kanvas yang berisi alkitab dan liturgi ibadah dia pergi ibadah berjalan kaki.

"Anna tunggu, pergi sama aku." Waktu lewat depan rumah keluarga Johanes, dia mendengar suara Daniel memanggilnya. Ini kali pertama, selama tiga tahun Anna beribadah pemuda Daniel ikut. Mungkin pada saat Anna tidak hadir, Daniel beribadah. Informasi dari teman - teman bahwa selama ini Daniel Pendidikan. Dan dia perna di tugaskan ke Afrika menjadi tentara perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa.

Sampai dirumah ketua pemuda Daud Triyanto, semua mata memandang ke arah Anna dan Daniel. Waktu Anna mau masuk duduk di dalam. Daniel mengandeng tangannya mengisi kursi dua yang kosong di teras kanan rumahnya Daud.

"Duduk disini aja."

"Oke kak."

Pada saat ibadah mau mulai ternyata yang betugas bermain alat musik tidak datang karena ada urusan. Akhirnya teman - teman meminta Anna memainkan alat musik gitar. Lagu - lagu dari liturgos sudah diberikan dan Anna sudah menyetel senar gitar. Ibadah pun mulai. Daniel terkesima dengan permainan gitar yang di tampilkan oleh Anna dalam ibadah. Ibadah empat puluh lima menit berakhir. Semua bersalaman.

"Selain main keyboard kamu juga pintar bermain gitar."

"Suka saja. Ngak pintar - pintar amat kak."

Pada saat warta pemuda, Daud mengucapkan selamat kepada Anna atas gelar sarjana kedokteran gigi. Ternyata Daud menyiapkan hadiah buat Anna coklat mahal dua yang dibawa mamanya dari Dubai. Semua teman - teman pemuda juga mengucapkan selamat. Anna sangat senang.

Selain tetanggaan, Daud dan Daniel adalah teman sekolah, selesai sekolah Daniel lolos akademi militer sedangkan Daud memilih kuliah kedokteran di universitas Airlangga.

"Pak marinir, kalau tidak jaga, bisa bergabung bersama kami dalam ibadah pemuda selanjutnya."

"Semoga bisa." dibalas oleh Daniel.

"Pasti bisa." dijawab oleh Anna. Daniel menatap ke arah Anna begitu juga dengan yang lain. Anna langsung sadar dan melanjutkan perkataannya.

"Ibadah itu penting karena mengandung banyak janji dan berkat. Bersekutu bersama Tuhan itu bukan ilmu kira - kira, tetapi itu pasti, karena setiap berkat yang Tuhan berikan itu pasti..... Sori kak."

"Oke anaknya kaka pengasuhku." Anna tahu maksud Daniel. Karena yang menjadi kaka pengasuhnya waktu itu adalah mamanya Anna. Daud menyiapkan makan buat kami selesai makan kami juga pulang membawa kue. Daniel mengantar Anna sampai ke kosannya.

"Ini buat kamu saja."

"Kebanyakan kak. Jajanku juga lagi banyak."

"Tetapi ngak setiap saat kamu makan coklatkan."

"Iya sih. Kalau buat Anna. Terima kasih ya."

"Iya. Masuk sana. Baru aku pulang."

Anna masuk ke kamar kosannya. Kamar seperti Apartemen yang memiliki ruang tamu, langsung kamar tidur dan ruang dapur bersebelah dengan kamar mandi.

"Tumben malam ini sweet banget, perhatian juga. Kemarin kemana muka manisnya." Anna ngomel - ngomel sendiri.

Sebelum tidur Anna mendapat pesan dari temannya yang meminta Anna untuk bermain keyboard di cafenya karena ada acara ulang tahun. Anna biasa di ajak bermain di waktu - waktu tertentu. Uang ini yang digunakan Anna untuk menambah uang jajan bahkan bisa untuk uang fotokopi materi kuliah. Pekerjaan bermain keyboard ini selama tidak menganggu jadwal kuliah dan jam beribadah dia tetap terima.

"Puji Tuhan, dapat berkat bermain keyboard lagi."

Karena kuliahnya sudah selesai, Anna mengambil job ini. Malam itu dia langsung menelepon Amelia Wulandari sahabatnya untuk menemani dia. Dan Lia mau.

Pukul enam sore Anna dan Amelia sudah berada di Cafe itu. Ternyata ada acara ulang tahun anaknya perwira angkatan laut yang ke dua puluh empat tahun. Yang ulang tahun ini adalah selebgram kota ini Maria Grace. Semua orang terutama muda - mudi kenal dengan Maria Grace. Anna begitu kaget ternyata ketua pemudanya kak Daud Triyanto juga hadir, tepat pukul tujuh sudah banyak tamu undangan yang ada. Anna sudah mulai memainkan alat musiknya dan bernyanyi. Pukul tujuh lewat sosok Daniel Johanes juga datang. Dan disambut dengan meriah dan mesra oleh Maria Grace yang punya acara.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!