Dia Narin, gadis kecil berusia 5tahun yang baru saja kehilangan cinta pertama nya, pergi ke tempat yang jauh di dekat tuhan.
Setelah kepergian ayah nya dia tampak selalu menangis, menanyakan keberadaan sosok yang selalu bersikap lembut bahkan selalu memanjakan nya hampir setiap saat.
Gadis yang malang, lagi-lagi dunia tak berpihak kepada nya, bahkan ketika baru menginjak dua tahun setelah kepergian ayah nya, ia kembali di tinggal sang ibu untuk menjadi TKW di timur tengah sana.
Berusaha bangkit dari keterpurukan ekonomi.
Ya, dia meninggal gadil kecil dan malang itu bersama sang nenek yang sudah berusia 73tahun.
.
.
.
Tepat nya tahun 2007 silam, gadis itu menginjakan kaki di bangku sekolah dasar. Tidak ada ayah, ibu, bahkan nenek, hanya sekedar untuk mengantar ia pergi sekolah.
Hati nya menjerit, iris bening nya berkaca-kaca ketika melihat teman-teman nya berjalan beriringan bersama orang tua mereka.
Gelak tawa, raut wajah ceria itu. Menghilang, membuat Narin menjadi seorang yang selalu terlihat takut akan dunia luar hingga saat ini.
Raut wajah bahagia nya bahkan menghilang, sejak ia di tinggal kedua orang tua nya.
Maklum saja, ekonomi mendesak sang ibu untuk mencari gaji yang cukup besar agar bisa membiayai gadis kecil nya itu, walau ia menukar nya dengan kasih sayang yang tidak pernah gadis kecil itu dapat kan sampai ia besar.
Tumbuh besar tampa kedua orang tua, membuat nya menjadi anak yang dewasa sebelum waktu nya. Jika kalian ingin jajan hanya tinggal meminta, berdeda dengan Narin yang harus bekerja terlebih dulu, bahkan tidak jarang dia berpuasa karena tidak mempunyai uang untuk jajan di kantin sekolah nya.
Hidup seolah kejam, membuat nya berdiri sendiri tampa sandaran. Menjadikan nya dewasa sebelum sampai pada umur nya.
Tapi itu tidak lebih menyakitkan, ketika sang ibu kembali menikah, dengan sosok pria yang bahkan baru di temui nya setelah ia pulang ke indonesia.
Sejak saat itu pulak hubungan nya dengan sang ibu merenggang. Tidak pernah ada canda, dan tawa. Hubungan kedua nya semakin menjauh, entah apa penyebab nya, yang pasti Narin merasa perubahan sikap sang ibu, yang kini sangat menyayangi suami baru nya.
Setiap malam dia selalu menangis, beruntung selalu ada sosok wanita renta dan tua yang selalu membuat nya lebih tegar dari pada sebelum nya.
Entah dosa apa yang gadis itu buat di masa lalu nya, hingga dia mendapatkan kesedihan di kehidupan sekarang tampa henti.
"Apa tuhan sedang menghukum ku? entahlah ini rahasia yang sangat sulit di tebak."
Dari di tinggal ayah, hubungan dengan ibu merenggang, berhenti sekolah karena biaya, bahkan dia harus bekerja untuk membantu ekonomi keluarga saat dia berusia 14tahun.
Dunia ini sangat kejam, namun tetap ada tuhan yang selalu membopong nya berjalan di tepi tebing yang sangat curam, hingga ia mampu bertahan sampai saat ini.
Gadis kecil itu kini sudah berusia 23tahun. Menjadi sosok yang keras kepala, angkuh, namun tetap takut dan tidak percaya akan dunia luar.
Sehari-hari nya selalu berdiam diri di dalam rumah, menikmati sunyi dan sepi kehidupan yang entah akan kemana membawa nya.
Dia hanya manusia biasa, yang besar tampa kasih sayang kedua orang tua nya, dan di dewasakan oleh ke adaan.
Bahkan dunia ini tidak berhenti, terus membuat Narin merasa tertekan, di tuntut banyakhal.
Tentu saja tidak bisa, dia bukan tuhan yang akan tau semua cacian setiap orang dalam hati nya, namun dia selalu di tuntut untuk mengerti.
"Mari pergi jauh, ketenpat sunyi. Dimana hanya ada tuhan dan ketenangan yang menyertai."
Bersyukurlah atas hidup yang kalian jalani saat ini, setidak nya kalian masih mempunyai kasih sayang yang cukup.
Tempat bersandar yang kokoh, dan ada telinga yang akan setia mendengar keluh kesah mu.
Dari ku, sosok yang entah melakukan apa di kehidupan lampau.
Narin :)