"Dari hasil USG. Dia, perempuan. Bagaimana jika kita beri nama Izora?"
"Izora? Tapi kita berdua tidak memiliki darah keturunan Jepang, Sayang."
"Namanya bagus. Nama Izora dari Bahasa Arab yang artinya fajar."
"Iya, nama yang bagus."
👧🏻👧🏻👧🏻
Di pagi yang cerah Eunwoo tengah menyantap sarapan bersama putri kecilnya, Izora.
"Hei Sayang. Sekarang masih pagi tapi kenapa kau terlihat tak bersemangat menjalani hari?" tanya Eunwoo pada Izora.
"Aku iri pada teman-teman. Mereka memiliki ibu sedangkan aku tidak," jawab Izora dengan polos.
Eunwoo menggenggam tangan Izora. "Kau juga memiliki seorang ibu. Jika kau tidak punya ibu bagaimana kau akan lahir?"
Izora menghela napas. "Apa Ayah tidak akan menikah lagi?"
"Bicara apa kau ini? Sudahlah. Lebih baik sekarang cepat kau habiskan sarapan mu lalu kita berangkat, nanti terlambat." Eunwoo mengacak rambut Izora.
Izora saat ini duduk di bangku taman kanak-kanak. Dan Eunwoo bekerja di kantor sebuah perusahaan untuk membiayai kehidupannya.
Waktunya memasuki jam istirahat kantor. Eunwoo membuka ponsel miliknya lalu mendengarkan sebuah pesan suara yang dikirim Dahyun - mendiang istrinya.
"Jangan lupa makan. Harus makan jika tidak nanti kau bisa sakit!"
Pesan suara itu dikirim lima tahun lalu. Dahyun meninggal saat melahirkan Izora. Setelah kepergian Dahyun, Eunwoo harus berperan menjadi seorang Ayah sekaligus menjadi Ibu untuk Izora.
"Kau masih belum bisa melupakan mendiang istri mu?" tanya Rowoon teman sekantor Eunwoo.
"Dia tidak akan pernah ku lupakan," jawab Eunwoo dengan suara lemah.
Dari mulai pesan text, pesan suara, foto, video, barang, semuanya yang berkaitan dengan Dahyun tidak akan pernah Eunwoo buang.
"Menurut ku, kau sudah berlebihan terhadap mendiang istri mu. Aku kasihan melihat anak perempuan mu, dia 'kan masih kecil, memangnya kau benar-benar sungguh tidak akan menikah lagi? Putri mu membutuhkan kasih sayang seorang Ibu-"
Eunwoo memotong ucapan Rowoon. "Terimakasih atas saran yang telah kau berikan. Tapi, aku lebih memilih untuk setia sampai Tuhan mempersatukan kami kembali di surga." Kemudian Eunwoo pergi meninggalkan Rowoon.
Selesai beribadah, Eunwoo selalu berdoa kepada Tuhan. Dengan surat alfatihah yang dikirimkan setiap hari sebagai penyampai rindu dan cinta pada istrinya.
👧🏻👧🏻👧🏻
Sekarang Izora tubuh menjadi perempuan yang cerdas, cantik seperti Dahyun, pemberian seperti Eunwoo, percampuran yang sempurna.
"Ayah. Ayah sangat setia pada Ibu, padahal aku sudah mencarikan pasangan tapi semuanya Ayah tolak."
"Bagaimana bisa Ayah membagi cinta ibu kepada wanita lain. Sekarang Ayah tanya pada mu. Jika kau sudah memiliki seorang pasangan, kemudian cintanya harus terbagi pada yang lain. Apa kau akan menerimanya?"
Izora menundukkan kepala lalu menggeleng. "Aku hanya ingin Ayah bahagia."
Eunwoo menggenggam tangan Izora. "Ayah sudah cukup bahagia. Melihat mu tubuh dewasa seperti sekarang bagi Ayah sudah lebih dari cukup, bahkan bukan hanya Ayah saja yang bahagia. Tapi ibu mu juga pasti ikut bahagia. Dulu Ayah menimang mu, sekarang kau sudah ada yang meminang. Semua sudah cukup, Izora."
Izora langsung memeluk Eunwoo dengan erat.
Waktu semakin berlalu. Tiba hari pernikahan Izora.
Eunwoo seperti biasa memanjatkan doa dan mengirimkan alfatihah sebagai surat penyampai rindu untuk Dahyun.
"Sayang. Putri kita sudah besar, hari ini adalah hari pernikahannya. Dia akan ikut bersama suaminya setelah mengucap ijab qabol. Kau tenang saja, aku percaya calon suaminya adalah pria yang baik." Eunwoo mengusap foto Dahyun.
Eunwoo mengingat kembali ucapannya dengan calon menantunya sebelum hari pernikahan.
"Dia putri tercinta ku. Jaga dia baik-baik, jangan pernah kau main tangan pada putri ku. Jika kau sudah bosan dengannya, bilang pada ku, membalikan dia dengan cara yang baik pada ku. Aku akan selamanya mencintai Izora sama seperti mencintai almarhumah ibunya."
Proses pernikahan berjalan lancar. Sekarang Izora sudah dimiliki suaminya.
"Ayah. Terimakasih sudah menjadi cinta pertama ku. Aku tidak akan pernah melupakan mu dan ibu!"
Eunwoo mengusap air mata di pipi Izora. "Kau cantik sekali. Baju ini adalah baju yang dipakai ibu mu ketika Ayah menikahinya."
"Ayaaahh!!!"