“Setelah ditinggalkan oleh pacarku, aku menjadi bosnya ..."
Hari ini aku tidak fokus bekerja,karena baru saja semalam pacarku memutuskan hubungan denganku karena perempuan lain.Dan dia beralasan aku selalu sibuk tak pernah perhatian padanya.
Sakit? tentu saja..!
Apa aku ingin membalasnya? Oo.. Jelas iya,tapi aku tidak mau membalasnya dengan cara yang berlebihan,seperti mendatangi selingkuhanya lalu marah-marah dan menjambak rambutnya.Tidak.. tidak.. tidak.. itu bukan gayaku.
Tapi tuhan sepertinya tahu apa yang kuinginkan?!
Saat dia melangkah masuk menuju ruangan interview,sejenak aku terkejut dengan apa yang kulihat.Tapi aku segera menyadarkan diriku aku tak ingin terlihat jika aku marah padanya.
Setelah interview selesai dan dia kebetulan diterima dan di taruh di bagian dimana akulah penanggung jawab disitu,itulah saatnya pembalasan dendam akan dimulai.
"Let's the game begin!"
Brak!!..
a:"Kerjakan semua ini"
d:"Tapi ini sangat banyak"
a:"Kau memang disini untuk bekerja bukan bermain"
d:"Apa kamu melakukan ini untuk membalasku!?"
a:"membalasmu?aku ingin kau tahu aku selalu sibuk karena aku juga benar-benar bekerja..!lihatlah karyawan yang lain,pekerjaan mereka juga banyak tapi apa mereka mengeluh sepertimu?jika kau tak ingin bekerja kau boleh angkat kaki dari sini.."
d:"ba..baik"
ini baru permulaan permainan sesungguhnya baru akan dimulai.aku ingin kau tahu aku sibuk bukan karena tak perduli padamu,tapi aku bekerja keras tak sepertimu yang hanya mengandalkan orang tuamu.Dan aku akan membuatmu pelan-pelan mengerti.