Setelah ditinggalkan oleh pacarku, aku menjadi bosnya........
Penghianatan yang dia lakukan kepadaku dan meninggalkan ku begitu saja tanpa penjelasan membuat dunia ku hancur berantakan. Tapi aku sadar dia bukanlah pusat dari segalanya aku tak boleh putus asa karena hidup masih panjang, dan aku tak boleh berlarut-larut dari kesedihan karena dia tak pantas untuk ditangisi. Aku akan membuat dia menyesal karena telah meninggalkan aku.
Hari, Minggu, bulan begitu cepat berganti tak terasa setelah kejadian itu aku bisa memetik pelajaran bahwa aku tak boleh percaya begitu saja kepada orang dan ya aku tak menyesal karena sudah bertemu dengan dia. Karena dia aku tau bahwa hidup bukan untuk disia-siakan dengan pacaran apalagi di agamaku aku dilarang untuk berpacaran dan sekarang aku bersyukur telah lepas dari dia. Kini aku menjalani hari dengan penuh keyakinan kepada Allah bahwa segala sesuatu yang Allah larang itu untuk kebaikan setiap umatnya.
Sekarang aku berada di perusahaan, ya perusahaan ini adalah milik keluargaku tapi sekarang perusahaan ini dipimpin oleh ku.
Tok tok tok
"Masuk"
"Bu hari ini kita ada miting dengan bagian keuangan"
"Oh, jam berapa?"
"jam 9 Bu"
"Oke, apakah masih ada jadwal yang lainnya?"
"Ada Bu, setelah miting dengan bagian keuangan ibu harus menemui klien di restoran, setelah itu ibu ada miting diperusahaan cabang setelah itu tak ada lagi bu."
"Oke"
" Kalau begitu saya permisi Bu"
"Ya, silahkan"
Jam sudah menunjukkan pukul 9 ini saatnya aku miting dengan bagian keuangan. Saat aku keluar aku melihat sekertaris ku yang akan memasuki ruangan ku.
"Ehh, ibu baru juga saya mau mengingatkan bahwa sekarang akan dilaksanakan miting dengan bagian keuangan"
"Hmm, oh semuanya udah siap?"
"Udah Bu mereka udah pada di ruangan Bu"
"Oke, sekarang kita kesana"
"Baik bu"
Kami pun berjalan beriringan menuju ruangan miting.
.
.
.
Saat aku membuka pintu aku mengedarkan pandanganku, aku melihat semuanya sudah berkumpul tapi saat aku melihat dikursi ujung disebelah kanan aku melihat dia yang dulu telah
meninggalkan ku karena sebuah penghianatan, tapi dia seperti tak mengenaliku, ya karena setelah aku ditinggalkan olehnya aku mulai berubah dari pikiran yang dulu hanya tentang duniawi dan sekarang tidak hanya dunia tapi akhirat juga, dan penampilan yang dulu aku tak berjilbab dan sekarang aku sudah berjilbab. Cara aku berbicara dan berjalan pun berbeda karena setiap muslimah harus menjaga pandangannya mungkin karena itu dia belum mengenaliku.
"Silahkan dimulai miting hari ini" kata ku. Dan aku melihat dia agak kaget setelah melihatku dengan teliti apakah dia menyadari bahwa aku adalah orang yang pernah ia tinggalkan.
Setelah miting selesai mereka meninggalkan ruangan miting. Aku masih diruangan ini karena ada beberapa yang harus aku selesaikan. Saat keluar dari ruangan dia menghampiriku.
"Maaf Bu, apakah ibu kenal dengan saya"
"Maaf anda ada perlu apa ya?" jawabku sambil menjaga pandangan ku kepadanya.
"Begini bu, wajah ibu mirip seseorang yang saya kenal"
"Ya, urusan dengan saya apa?"
Dia kelihatan bingung mau bicara apa tapi tiba-tiba sekertaris ku memanggil ku karena sekarang ada pekerjaan yang penting.
"Maaf, saya harus segera ke ruangan dan anda segera kerjakan tugas anda. Assalamu'alaikum"
Aku berlalu meninggalkan dia ya seperti yang aku duga ia akan menanyakan hal itu kepadaku tapi aku tak akan pernah mau memberi tahu dia biarkan dia tau sendiri, apalagi jika dia ingin mendekati ku lagi dengan alasan menyesal aku tak akan menerima orang yang telah meninggalkanku. Sekarang aku akan fokus dikarirku dan memperdalam ilmu agamaku.