"Setelah ditinggal pacarku,aku menjadi bosnya"
Aku seorang wanita dengan jas hitam yang menempel di tubuhku,berjalan dengan sepatu berwarna hitam juga menuju sebuah ruangan
Kini setelah pacarku sendiri menipu ku,aku berhasil merebut semua kekayaan ku yang diambil oleh keluarganya
Aku terus berjalan hingga tiba di tempat itu,aku masuk dan melihat wajahnya yang tertunduk malu
"Bagaimana kabar kalian semuanya,apa kalian sehat?"Tanya ku basa basi kepada bawahan ku
"Baik"Jawab mereka serentak
Aku tersenyum licik saat melihat pria tak berdaya itu masih tertunduk, menyembunyikan rasa malu yang merupakan karma baginya
"Tuan Tama?...Mengapa anda nampak murung?"Tanya ku
Pratama, itulah namanya, seorang anak dari sepasang orang tua yang tega membunuh orang tua lainya,hanya untuk seonggok harta
Tama hanya menganggukkan kepalanya,entah mengapa rasa dendam selalu berkecamuk di hati ku ketika melihat wajahnya
"Semuanya,mari kita mulai rapat ini,semoga tak ada pengkhianat lagi di ruangan ini"Tegas ku dengan penekanan yang terkesan menyindir
Tiga puluh menit berlalu,kini para bawahan ku mulai kembali ke tempat mereka,aku duduk sembari memeriksa laporan tahunan
"Maaf"
Kata itu seakan menghinggapi telinga ku,kata yang diucapkan oleh Tama,namun harga diri ku amatlah besar,aku tak menggubrisnya
"Kenapa,aku tiba tiba gugup?"Pikirku
Jam menunjukkan pukul lima,awan gelap membawa sebuah hujan yang amat deras
Aku duduk di dekat dinding kaca,aku bisa melihat para karyawan ku pulang dengan payung yang beraneka warna
namun sesosok wanita dengan payung putih nampak menunggu seseorang, wajahnya merona dengan celana panjang dan jaket hijau
"Siapa dia?"Tanya ku pada diriku sendiri
Aku terus memperhatikan dia,entah apa yang aku pikirkan saat itu,namun tiba-tiba saja hatiku tersayat,rasa sakit ini begitu dalam hingga membuat merasa sesak
Aku melihatnya,Tama memeluk gadis itu,mereka seperti sepasang dara yang tak akan terpisahkan, sedangkan aku seekor gagak yang tinggal sendiri di gua emas
"Kenapa Tama?...Kau melupakan ku secepat itu"Gumam ku
Tanpa aku sadari,air mata ini menetes dengan sendirinya
Sinar mentari menyinari dunia ini,pagi ku dipenuhi oleh rasa kecewa
"Enny,tolong panggilkan Tama kemari"Tutur ku kepada seorang sekertaris di perusahaan ini
Aku menunggunya, kedatangan Tama akan menjawab semua pertanyaan ku
Suara pintu terbuka terdengar oleh telinga ku,aku membalikkan badan,ku lihat ia masih saja tertunduk malu
"Nona Elena,ada apa anda menanggil saya kemari?"Tanyanya
Ya benar,Elena adalah namaku
"Apa kau memiliki waktu untuk berbicara kepada ku?"Tanya ku
"Tentu saja Nona, memangnya masalah apa?...Apa saya berbuat salah?"
"Masalah diluar kantor?...Aku ingin tanya kepada mu...Mengapa kau melupakan ku secepat itu"Tanya ku tanpa keraguan sedikitpun
"Maaf Nona,saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membahas hal itu"Jawabnya
"Cepat jawab!"Aku berteriak
"Elena,aku merasa bersalah jika selalu berada di dekat mu,aku tau aku adalah anak dari seorang pembunuh,yang tak pantas berada didekat mu"Tuturnya yang terbawa oleh emosi
"Apa kau sudah tak mencintai ku lagi,dan memilih wanita lain?"
"Hubungan kita sudah selesai...Aku sudah mengaku bersalah,bahkan ayah dan ibuku sudah mati saat dipenjara,lalu mengapa kau masih mengurus kehidupan ku?"
"Aku ingin selalu bersamamu...Aku tak tau apa yang aku rasakan...Aku sudah tak memiliki dendam kepada mu...Apa aku perlu menyerahkan semua ini kepada mu?"Ujar ku,mata ini sudah tak kuasa membendung kesedihan
"Maaf Elena, kesalahan keluarga ku adalah aib yang tak akan pernah hilang,aku tak bisa lagi mencintaimu...Bahkan jika semua dosaku sudah aku tebus,aku tak ingin kau hidup bersama orang yang sudah membunuh orang tua mu"Tuturnya
"Tapi...Tapi?"Aku tak bisa berkata-kata lagi
"Maaf Elena,atas semua perlakuan Keluarga ku kepadamu,aku juga ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini, terimakasih"
Dia langsung pergi meninggalkan ku,aku ingin mengejarnya namun hatiku masih merasa ragu
disaat itu aku merasa amat bingung,aku harus memilih dendam,atau merajut cinta kembali bersamanya
namun kini semuanya telah hilang, hidupku hamba