Suara napas memburu mengisi seluruh dinding gua. Entah sampai dimana ia sekarang. Endruw Hilton. Terus berjalan.
Membelah belukar yang menutupi jalannya, ia terus saja melangkah. Hingga ia mendengar suara gemericik air.
Ia tak salah. Itu suara air dibalik tumbuhan rambat lebat. Ia berlari, kebetulan persediaan airnya menipis.
Matanya melebar, melihat pemandangan yang ada didepannya saat ini.
"WOW" En terpukau.
Air terjun jernih dengan tumbuhan lebat nan hijau juga sinar matahari yang kuning keemasaan. Sangat mempesona.
Ia berlari kedekat sungai, ingin mengisi tempat minumnya, airnya sangat menyegarkan. Rasanya ia ingin berenang.
KEEEAAAAKKK
FLAB FLAB FLAB
En terjengit lalu mencari tempat bersembunyi. Ia melihat sekumpulan naga terbang diatasnya. Kaget tentu saja.
Ia berhasil menemukan tempat persembunyian para naga. Tawa kencang tak dapat ia sembunyikan. Ia harus memberitahu penduduk desanya.
DRUAK!
Seekor naga mendekat padanya. Naga Firere blezt. Naga berwarna hitam dengan duri runcing di sepanjang punggung hingga buntutnya dengan mata berwarna merah kekuningan yang menyalah. Juga menyemburkan api berwarna putih.
En terus bersembunyi. Menutupi bibirnya, dengan perlahan menggeser badannya. Bersembunyi dibalik pohon besar. Ia bersiap dengan pedangnya.
KRAK!
"Holy shit!" En memaki.
Ia mengintip dan matanya bertatapan dengan mata merah kekuningan itu, garang. Si naga menyemburkan api putih dari mulutnya. Menghanguskan pohon besar tempatnya bersembunyi.
En dengan cepat menghindar. Naga itu mengejarnya. Ia berlari. Naga itu terus mengejar dengan api menyembur dari mulutnya. Mencoba bersembunyi dibalik bebatuan.
Napasnya terputus, saat sang naga berada tepat didepannya. En melawan dengan pedangnya saat sang naga akan menghantam dengan kepalanya.
Kulit tebalnya tertembus pedang tajam En. Walau pedang En hanya terlihat seperti jarum. Si naga kesakitan. Menggelengkan kepala juga berteriak pilu.
En mencabut pedangnya susah payah lalu berlari bersembunyi. Sebelum naga itu kembali mengejarnya, Ia memanjat pohon yang tinggi.
Ia tahu kelemahan Naga. Ia sudah mempelajarinya, Sebagai seorang pemburu naga.
Ia harus naik kepunggung naga dan mengelus kepala yang berada di antara telinga. Maka kau akan jadi tuannya.
Semua naga sama, juga kau harus tahu apa yang menjadi kesukaannya. En sudah mempunyai semua itu di perbekalannya.
En memeluk pohon besar yang ia panjat. Ia berusaha memenjat. Ia meraih satu ranting lagi. Ia berdiri. Bersiul. Agar sang naga mendekati tempatnya dan...
"Yuhuuuu"
Bruk!
"Woah... Woah..."
si naga memberontak. Ia ingin menjatuhkan tubuh En. Si naga terus berputar bersusah payah.
"Woho woho..." marah, sang naga mendengus, mengeluarkan asap putih kencang dari hidungnya, kemudian membawa En terbang. Cepat dan tinggi.
En berpegangan erat pada apapun pada badan naga. Ia memeluk kencang naga itu saat si naga melakukan manufer ekstrim.
En mencoba merangkak ke arah kepalanya. Tangannya menjulur. Agar bisa mengelus tempat kelemahan sang naga. Dan berhasil. "Akhirnya"
Sang naga menjadi lebih tenang. En terus mengelus, titik lemah sang naga.
Kemudian En mengambil botol, yang didalamnya berisi sesuatu, kesukaan sang naga. Bubuk bunga Krisan bulan.
En taburkan bubuk itu kesekeliling badan naga, maka En bisa mengendalikannya dengan mudah.
Dan ya... En tersenyum menikmati penerbangan nyaman kembali ke desanya. Dengan mengendari Naga sekelas Firere Blezt. Sang naga tangguh.
Tamat
*****
Hola makasih sudah baca, boleh like, boleh dikomen ya jangan lupa baca juga cerpenku yang lain coba di ceki ceki ke akun aing ^^
lazyafternoon