Syaif Ali Mustafa.
Panggil saja dia Ali. Sosok Jin tampan yang selalu menemaniku, dia berasal dari tanah Pasundan, entah dari mana namun dia terlihat seperti seorang jawara dari salah satu padepokan.
Rambut yang tampak sedikit panjang, juga ikat kepala yang selalu ia pakai berwarna hitam, dan jangan lupa! baju tanpa lengan berwarna merah yang menjadi ciri khasnya.
Otot lengan yang besar, tubuhnya yang tinggi, membuatnya persis seperti manusia pada umumnya. Hanya ada beberapa hal yang dapat membedakan dia dengan diriku!
Yaitu;
Cara dia berpakaian dan pergi kesebuah tempat. Dia mampu beralih tempat dengan hanya hitungan detik.
Awalnya terasa biasa saja, layaknya seorang teman. Namun seiring berjalannya waktu, aku merasa nyaman, entah kenapa. Namun beberapa makhluk tidak berani mendekat karena keberadaan dia yang selalu ada disini, bersama ku.
Dia selalu berdiri di tempat yang sama. Yaitu disamping lemari pendingin yang berada didalam rumah ku. Ali selalu beridiri tegap, menatap intens kearah ku, dengan raut wajah sumringah juga senyuman tipis yang selalu terlihat.
Dia pernah bercerita. Bahwa dia mencari sosok Nirina, perempuan cantik yang dulu sangat Ali cintai. Namun cinta mereka kandas bahkan sebelum mereka memulainya karena Nirina meninggal di tangan seorang penjahat, ya .. gadis malang itu meninggal dengan sebuah busur panah yang menempel di dadanya sebelah kirinya.
Ali pernah berkata, bahwa dia menemukan sosok Nirina didalam diri ku. Aneh bukan? namun itu yang dia sampaikan, dan memintaku untuk menjadi seseorang yang akan selalu ada bersamanya, persis seperti Nirina.
Percaya atau tidak. Energinya selalu membuat ku merasa nyaman dan aman, bagaimana tidak, sosok jahil dan berwujud buruk pun hampir tidak bisa mendekat, jika Ali berada di dekat ku.
Semakin hari hubungan kami semakin dekat. Bahkan beberapa kali dia membawaku kealamnya saat aku tertidur.
Berpegangan tangan, menyusuri sebuah tanah lapang yang terlihat hijau, dan itu sangat indah.
Dan sampailah dimana dia mengajak ku menikah. Entah bagaimana aku harus menyikapi ini, tapi aku cukup bingung!
Bisakah Jin menikahi manuasi? jika memang bisa, bagaimana cara melakukannya? ini cukup membingungkan, sampai tibalah dimana aku menjawab tidak.
Karena memang tidak mungkin seorang Manusia menikahi Jin, meski Ali mengaku dia adalah seorang Jin muslim.
Setelah ungkapan itu dia pergi, dia marah dan merasa kecewa kepada diriku. Dia seolah berkata, bahwa sudah menunggu ku dari waktu yang sangat lama. Namun aku bukanlah Nirina, aku seorang manusia lain yang mungkin memiliki energi yang sama.
Ali pergi cukup lama. Dia tidak pernah datang jika ku panggil, dan imbasnya adalah, semua sosok yang tidak aku sukai bisa semakin mendekat.
Rasa bersalah itu terus terasa. Bahkan aku merasa sedih dalam jangka waktu yang terbilang cukup lama.
Beberapa bulan tanpa keberadaannya, beberapa bulan juga aku di ganggu berbagai macam jenis makhluk, dan itu cukup membuat tidur ku berantakan dan membuat ku lelah.
Sekian lama Ali pergi, akhirnya dia kembali. Datang di saat aku tertidur, hal itu membuat ku langsung terbangun, dan menyadari keberadaannya.
Senyumnya kembali terbit. Begitupun dengan aku yang kembali bisa tidur dengan sangat pulas, tanpa gangguan dari makhluk apapun.
Hubungan kami semakin membaik. Entah harus menyebutnya apa ini, tapi dia sosok Jin yang romantis, namun dengan caranya sendiri.
Sejenak biarkan saja dulu seperti ini. Namun tetap ku doakan yang terbaik untuknya.
Semoga Nirina cepat kau temukan. Agar dirimu merasa lebih tenang, jika suatu saat nanti aku pun harus pergi bersama pria lain, yaitu manusia.
A little story' about Syaif Ali Mustafa.