Pertama kalinya kita dikenalkan disaat usia aku masih umur 6 tahun sedangkan kamu 4 tahun, kita bermain bersama - sama saat itu. Kamu ingat disaat itu kita pergi jalan - jalan naik sepeda tetapi bukan sepeda kecil melainkan sepeda tua onta, keliling kampung melewati sebuah gunung disana kita pernah ditakuti oleh seseorang.
"eh, nak jangan kesana... disana banyak sekali jinnya..." ucap seorang kakek tua itu.
tetapi kita selalu percaya, namanya aja anak kecil.
"kalau gitu aku tidak berani lagi, kesini" ucapku ngeri.
sedangkan kamu menangis, karena takut dan saat itu juga kita pulang tidak berani lagi kembali kesana. Tetapi pada esokannya lagi kita kembali jalan - jalan naik sepeda tua itu dan kembali melewati gunung itu dan kita tidak kapok - kapoknya untuk kesana.
saat beberapa tahun lagi kita tidak bertemu dan kamu menyibukkan untuk sekolah selama 3 tahun dan saat itu umur kita memang terpaut beda jauh aku sudah SMP dan kamu masih SD. Saat itu juga kita dipertemukan kembali Dengan cara mendaftar latihan nari disanggar sampai - sampai kita di pilih untuk tampil nari berpasangan, kita latihan bersama dan sampai kita kembali melakukan aktivitas sehari-hari bersama - sama melukis senja bersama, tidur bersama, makan bersama dan mandi pun bersama apalagi hp kita saling berbagi rasanya seperti saudara.
"bagaimana kita pergi kepantai yuk? aku ingin sekali mandi disana" ajak aku.
"ayo, tapi apakah ibu mengizinkan mu kesana?" tanyanya.
"tentu " setelah kami diizinkan untuk berlibur kepantai kami menghabiskan waktu bersama disana.
saat aku ingin mencari Keke saat itu, aku kira aku ketemu duyung saat itu ternyata itu sahabat ku sedang memakai kostum duyung, hahaha bisanya aku percaya dengan itu semua ya, memang sih duyung itu ada.
dan seterusnya sampai berbulan - bulan akhirnya telah terjadi sebuah kesalah pahaman membuat ku berhenti menjadi seorang penari dan kami berpisah sudah bertahun - tahun lamanya sampai aku lulus kuliah tidak mendengar kabar tentang nya dan setelah nya aku dapat bertemu dengan orang tuamu menanyakan bagaimana kabarmu.
"hai, Tante bagaimana kabar Ade?" tanyaku.
"wah kamu Cece, sudah besar begitu cantik" memuji kecantikan ku.
saat itu ia sangat sedih dan mengatakan bahwa kamu sudah pergi jauh dan sekarang kamu tinggal di Kalimantan. begitu jauh jarak yang kita tempuh dari Lombok - Kalimantan.
"kapan kamu akan kembali aku sangat merindukanmu?" batinku.
Sampai detik itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan mu sedangkan nomor hp mu tidak ada yang punya, ibumu? dia juga tidak punya nomor hpmu. aku harus bagaimana lagi, hanya satu kata yang bisa kuungkapkan "aku begitu merindukan mu, semoga suatu hari nanti tuhan bisa mempertemukan kita lagi"